<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Profitability Moderates Institutional Ownership's Impact on Financial Distress</article-title>
        <subtitle>Profitabilitas Memoderasi Dampak Kepemilikan Institusional pada Financial Distress</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-90bcaf251b12e1eb2da2e64c762b1e29" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Betari</surname>
            <given-names>Fristia Harum</given-names>
          </name>
          <email>fristia25@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-85cad4efe4131a83fab59f182dee7077" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hanif</surname>
            <given-names>Aisha</given-names>
          </name>
          <email>aishahanif@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-03-06">
          <day>06</day>
          <month>03</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-11">Perusahaan pada dasarnya memiliki tujuan yakni mendapat laba yang nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan mempertahankan keberlangsungan hidupnya, tetapi hal tersebut tidak selalu berjalan dengan mulus, tidak semua perusahaan berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan direncanakan [1]. Ada kalanya perusahaan menghadapi keadaan kesulitan keuangan atau <italic id="_italic-17">financial distress, </italic>ditandai dengan sejumlah besar kewajiban yang telah jatuh tempo namun tidak sanggup dilunasi perusahaan [2]. Apabila keadaan kesulitan keuangan ini tidak segera diatasi, maka mengakibatkan risiko perusahaan mengalami kebangkrutan [3].</p>
      <p id="_paragraph-12">Pada tahun 2017 PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menutup dua gerai miliknya di Pasaraya Blok M juga Pasaraya Manggarai di Jakarta akibat penjualannya menurun sebesar 27% dari penjualan tahun 2016. Selain itu, PT Nyonya Meneer juga dinyatakan bangkrut pada 2017 [4]. Hal ini terjadi setelah PT Nyonya Meneer tidak sanggup melunasi hutang senilai lebih dari 7,4 miliar rupiah [1]. Pada tahun 2018 fenomena financial distress juga melanda beberapa entitas retail skala besar yang menghadapi degradasi profitability sampai menuju ujung kebangkrutan, perusahaan-perusahaan tersebut yakni Lotus, Seven Eleven, Hero, Debenhams, Central, dan PT Hero Supermarket Tbk (HERO). Pada tahun tersebut, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) menutup sejumlah 26 (dua puluh enam) gerai jaringan Giant, dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turut menghentikan enam gerai Hypermart setelah tahun sebelumnya net profitnya minus [5]. Kemudian pada 2021 PT Tozy Sentosa atau Centro departmen store menutup gerai-gerainya dan dikemukakan pailit oleh pengadilan niaga setelah tidak mampu melunasi utang yang dimilikinya [6].</p>
      <p id="_paragraph-13">Kesulitan keuangan (<italic id="_italic-18">financial distress</italic>) merupakan sebuah fase ketika perusahaan berada di posisi krisis. Perusahaan kesulitan mengupayakan profit, mengalami kerugian operasional abnormal atau terus-menerus dalam periode tahunan, tidak dapat melunasi kewajibannya, dan berdampak pada menurunnya tingkat kepemilikan modal [7]. Perusahaan juga mengalami penurunan kinerja, serta penurunan jumlah pekerja, juga membuat perusahaan kehilangan sejumlah pihak penting yang membantu perusahaan mencapai tujuannya, seperti para investor yang mengurungkan niat investasinya [8]. Tahap-tahap ini kemudian menyebabkan perusahaan bangkrut atau dilikuidasi [9].</p>
      <p id="_paragraph-14"><italic id="_italic-19">Leverage </italic>adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar struktur modal entitas didanai oleh hutang [10]. <italic id="_italic-20">Leverage</italic> yang terlalu tinggi dari asset perusahaan dapat mengakibatkan kesulitan keuangan. Semakin besar <italic id="_italic-21">leverage</italic> pada perusahaan, semakin besar pula risiko perusahaan berkecenderungan berada pada zona <italic id="_italic-22">financial distress </italic>[11]. Penelitian oleh [12] dan penelitian [3] menemukan bahwa <italic id="_italic-23">leverage </italic>berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-24">financial distress </italic>sedangkan penelitian [13] menemukan bahwa <italic id="_italic-25">leverage </italic>tidak berpengaruh terhadap <italic id="_italic-26">financial distress.</italic></p>
      <p id="_paragraph-15"><italic id="_italic-27">Sales growth</italic> merupakan cerminan tingkat penjualan dinilai dari perbandingan penjualan tahun ini terhadap tahun sebelumnya [10]. <italic id="_italic-28">Sales growth</italic> perusahaan yang tinggi menunjukkan perusahaan mampu bertahan dengan strategi yang dibuat dalam menjaga kelangsungan operasional perusahaan sehingga menghindarkan perusahaan dari risiko <italic id="_italic-29">financial distress</italic> [2]. Penelitian oleh [12] menemukan bahwa <italic id="_italic-30">sales growth </italic>berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-31">financial distress </italic>sedangkan penelitian [14] menemukan bahwa <italic id="_italic-32">sales growth </italic>tidak berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-33">financial distress, </italic>hal ini dapat terjadi akibat perusahaan dengan tingkat penjualan yang relatif stabil memiliki tingkat kemudahan lebih besar dalam mendapatkan pinjaman sehingga mampu menanggung beban jika penjualan sedang kurang stabil.</p>
      <p id="_paragraph-16"><italic id="_italic-34">Corporate governance</italic> merupakan istilah yang menggambarkan proses, kebiasaan, kebijakan, hukum dan lembaga yang mengarahkan perusahaan mengenai cara mereka bertindak, mengelola, dan mengendalikan operasi mereka [15].Terdapat dua jenis c<italic id="_italic-35">orporate governance mechanism</italic> yaitu internal dan eksternal. Mekanisme internal merupakan cara pengendalian perusahaan melalui struktur serta proses internal seperti dewan kepemilikan institusional, kepemilikan manajemen, dan komisaris independen. Sedangkan mekanisme eksternal merupakan pengendalian perusahaan selain dari penggunaan mekanisme internal, seperti kualitas audit [16]. Mekanisme <italic id="_italic-36">corporate governance</italic> penting bagi perusahaan, sebab dengan adanya pengendalian dan pengawasan kinerja, dapat mengurangi risiko terjadinya <italic id="_italic-37">financial distress </italic>[17]. Pada penelitian ini, <italic id="_italic-38">financial distress </italic>diteliti dengan indikator mekanisme <italic id="_italic-39">corporate governance </italic>internal yaitu kepemilikan institusional. Kepemilikan institusional merupakan bagian dari saham perusahaan yang dipegang oleh investor institusi [15]. Kepemilikan institusional mampu menekan <italic id="_italic-40">financial distress </italic>sebab pemegang saham mayoritas memonitor dengan efektif kebijakan yang dibuat manajemen, maka aspek ini dipilih mampu meningkatkan nilai perusahaan [8].Hasil penelitian [18] dan [19] menemukan bahwa <italic id="_italic-41">institutional ownership </italic>berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-42">financial distress, </italic>sedangkan penelitian [15] menemukan bahwa <italic id="_italic-43">corporate governance mechanism </italic>tidak berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-44">financial distress.</italic></p>
      <p id="_paragraph-17"><italic id="_italic-45">Profitability</italic> berkontribusi menjadi dana yang siap dimanfaatkan sesuai kebutuhan, sedangkan apabila perusahaan tidak memiliki profitability yang cukup maka terpaksa menggunakan aktiva yang ada untuk melunasi kewajiban perusahaan [1]. <italic id="_italic-46">Profitability </italic>sebagai variabel moderasi memberikan pengaruh kepada keputusan manajemen dalam menjalankan aktivitas operasional perusahaan, sehingga perusahaan dapat memprediksi seberapa mudah perusahaan dalam mendapat laba dari pasar modal. Pendapat ini diperkuat dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh [20] menyatakan <italic id="_italic-47">profitability </italic>mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-48">leverage </italic>terhadap <italic id="_italic-49">financial distress, </italic>sedangkan penelitian oleh [21] menyatakan bahwa <italic id="_italic-50">profitability </italic>tidak mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-51">leverage </italic>terhadap <italic id="_italic-52">financial distress. </italic>Penelitian yang dilakukan oleh [20] menyatakan <italic id="_italic-53">profitability</italic> tidak mampu memoderasi <italic id="_italic-54">sales growth </italic>terhadap <italic id="_italic-55">financial distress</italic> sedangkan penelitian oleh [1] menyatakan bahwa <italic id="_italic-56">profitability </italic>mampu memoderasi <italic id="_italic-57">sales growth terhadap</italic> <italic id="_italic-58">financial distress</italic>. Penelitian yang dilakukan oleh [22] menyatakan <italic id="_italic-59">profitability</italic> tidak mampu memoderasi <italic id="_italic-60">institutional ownership </italic>terhadap <italic id="_italic-61">financial distress</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-18">Perusahaan Sub Sektor Perdagangan Eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi subjek dalam penelitian ini<italic id="_italic-62">. </italic>Sektor ini juga disebut dengan bisnis ritel, yakni kegiatan bisnis dengan cakupannya berdagang barang ataupun jasa langsung pada konsumen akhir. Unit usaha ini memiliki prospek besar bagi Indonesia serta terus berkembang dari tahun ke tahun dimana masyarakat banyak yang berpenghasilan dari berjualan barang eceran [23]. Peneliti memilih perusahaan sub sektor perdagangan eceran sebab perusahaan ini cenderung mengalami krisis keuangan bahkan bangkrut ditunjukkan oleh penurunan pertumbuhan penjualan rata-rata yang mencapai 11 persen [24], fenomena tren penutupan gerai <italic id="_italic-63">department</italic> <italic id="_italic-64">store</italic> dan <italic id="_italic-65">hypermarket</italic> sepanjang tahun 2017-2021 sebab teknologi berkembang semakin canggih dengan kemunculan bisnis <italic id="_italic-66">ecommerce</italic> yang lebih banyak peminat. Selain itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia telah memperkirakan keadaan kontraksi pada sektor perdagangan eceran dalam periode penelitian ini [25].</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-19">Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kuantitatif, penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan Sub Sektor Perdagangan Eceran yang terdaftar di BEI pada tahun 2017-2021.</p>
      <p id="paragraph-ac4a60a278795e4a29a7fe8b26cf6063">
        <bold id="_bold-9">Penentuan populasi dan sampel</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-20">Data penelitian ini diperoleh dari situs resmi BEI yaitu (www.idx.co.id) yang terdiri dari laporan keuangan dan annual report tahun 2017-2021 yang dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Digunakan teknik purposive sampling untuk pengambilan sampel dengan kriteria berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-ee84c61a3488c4721305df6778570b5c">
        <list-item>
          <p>Perusahaan Sub Sektor Perdagangan Eceran yang tidak disuspensi BEI sepanjang 2017-2021</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan Sub Sektor Perdagangan Eceran yang tidak melakukan pemindahan sektor sepanjang 2017-2021</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan Sub Sektor Perdagangan Eceran memiliki data yang dibutuhkan secara lengkap</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-21">Dari kriteria tersebut didapat 18 perusahaan sample dari populasi 25 perusahaan sekitar 2017-2021, sehingga didapat 90 data observasi. Penelitian ini mengoperasikan smartPLS 3.2.7 untuk analisis model pengukuran, model struktural, serta uji hipotesis.</p>
      <p id="paragraph-76291afacd082651374e34af5a49674f">
        <bold id="_bold-10">Pengukuran Variabel</bold>
      </p>
    </sec>
    <sec id="heading-c74622560b895ac272fce158b3297c37">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-22">Menurut [26] variabel dependen (terikat) merupakan variabel yang mendapat sebuah akibat atau mendapat pengaruh oleh variabel independen (bebas). Variabel dependen pada penelitian ini yaitu <italic id="_italic-67">financial distress.</italic> Tahap akhir dimana kondisi keuangan perusahaan mengalami penurunan sebelum terjadinya kebangkrutan disebut <italic id="_italic-68">financial distress</italic>[13]. <italic id="_italic-69">Financial distress </italic>diproksikan dengan metode <italic id="_italic-70">Altman Z Score</italic> yang telah dimodifikasi. Metode<italic id="_italic-71"> Altman Z score</italic> merupakan formula untuk menjumlah nilai bobot tertentu dari beberapa rasio keuangan [17]. Model <italic id="_italic-72">z-score</italic> modifikasi tersebut yakni:</p>
      <p id="_paragraph-23">(1)</p>
      <p id="_paragraph-24">Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-25">Z’’ = <italic id="_italic-73">Bankruptcy Index</italic></p>
      <p id="_paragraph-26">X1 = <italic id="_italic-74">Working Capital/Total Assets</italic></p>
      <p id="_paragraph-27">X2 = <italic id="_italic-75">Retained Earnings/Total Assets</italic></p>
      <p id="_paragraph-28">X3 = <italic id="_italic-76">Earning before interest and taxes/Total Assets</italic></p>
      <p id="_paragraph-29">X4 = <italic id="_italic-77">Boof value of equity/Book value of total debt</italic></p>
      <p id="_paragraph-30">Kategori dari perusahaan sehat serta bangkrut berdasar model Z- Score Altman modifikasi, yakni[1]: (i) Skor Z” &lt; 1,10 diklasifikasikan sebagai perusahaan dengan potensi mengalami kebangkrutan. (ii) Skor 1,10 &lt; Z” &lt; 2,60 diklasifikasikan sebagai area abu-abu (pengklasifikasian perusahaan tidak bisa ditentukan). (iii) Skor Z” &gt; 2,60 diklasifikasikan sebagai perusahaan sehat.</p>
      <p id="_paragraph-31">Variabel independen (bebas) merupakan variabel yang menjadi penyebab atau memberi pengaruh terhadap variabel dependen (terikat) [26]. Ada tiga variabel independen atau variabel bebas dalam penelitian ini, yakni<italic id="_italic-78"> leverage, sales growth, </italic>dan<italic id="_italic-79"> institutional ownership.</italic></p>
      <p id="_paragraph-32"><italic id="_italic-80">Leverage</italic> diproksikan dengan <italic id="_italic-81">Debt to Total Asset Ratio</italic> (DAR). DAR merupakan rasio yang menampakkan nilai sisi aktiva yang digunakan untuk menjamin kewajiban [21].</p>
      <p id="_paragraph-33">(2)</p>
      <p id="_paragraph-34"><italic id="_italic-82">Sales growth</italic> merupakan rasio untuk menghitung tingkat bertumbuhnya sebuah entitas [2]. <italic id="_italic-83">Sales growth </italic>yang tinggi menandakan perusahaan dapat mengupayakan kondisi ekonominya untuk tetap baik. Rumus untuk menghitung variabel <italic id="_italic-84">sales growth </italic>adalah sebagai berikut<italic id="_italic-85">:</italic></p>
      <p id="_paragraph-35">(3)</p>
      <p id="_paragraph-36"><italic id="_italic-86">Institutional ownership</italic> yakni kepemilikan saham atas institusi atau kelembagaan [19]. Dengan adanya kepemilikan institusional dapat mengurangi peluang <italic id="_italic-87">crash </italic>antar agen pengelola perusahaan. Rumus untuk menghitung variabel <italic id="_italic-88">Institutional ownership</italic> adalah sebagai berikut<italic id="_italic-89">:</italic></p>
      <p id="_paragraph-37">(4)</p>
      <p id="_paragraph-38">Variabel moderating yakni variabel yang dapat memberi pengaruh (menguatkan atau melemahkan) relasi antar variabel independen dengan variabel dependen [26]. Variabel moderating yang digunakan dalam penelitian ini adalah <italic id="_italic-90">profitability</italic>. Menurut [20] profitabiltas adalah laba bersih entitas dibanding kepemilikan total aktiva. <italic id="_italic-91">Profitability</italic> digunakan untuk menilai sudah efektifkah perusahaan dalam menghasilkan profit atas penggunaan kepemilikan aktivanya. Rumus untuk menghitung variabel <italic id="_italic-92">Profitability</italic> adalah sebagai berikut<italic id="_italic-93">:</italic></p>
      <p id="_paragraph-39">(5)</p>
      <p id="_paragraph-40">Penelitian ini menjelaskan pengaruh antara empat variabel laten, yaitu <italic id="_italic-94">leverage, sales growth, institutional ownership, </italic>dan <italic id="_italic-95">profitability </italic>terhadap <italic id="_italic-96">financial distress</italic>, sehingga didapat hipotesis yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-97">profitability </italic>memoderasi pengaruh <italic id="_italic-98">leverage, sales growth, institutional ownership, </italic>dan <italic id="_italic-99">profitability </italic>terhadap <italic id="_italic-100">financial distress.</italic></p>
      <p id="_paragraph-41">Evaluasi model pengukuran merupakan evaluasi atas relasi antara konstruk dengan indikatornya. Model evaluasi pengukuran PLS didasarkan atas pengukuran prediksi yang bersifat non-parametrik. Model pengukuran atau <italic id="_italic-101">outer model </italic>dengan refleksi indikator dievaluasi melalui tiga langkah uji, yakni (i) uji validitas konvergen, (ii) uji validitas diskriminan dari indikatornya, dan (iii) uji komposit reliabilitas untuk blok indikator. Evaluasi outer model dilangsungkan guna menilai tingkat validitas dan reliabilitas alat pengukur data [27].</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>
            <italic id="_italic-102">Loading Factor dan AVE</italic>
          </title>
          <p id="_paragraph-43" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-3a3e9edf363e5c3f2f6ce55a94d8c099">
              <td id="table-cell-1cfc784ef1104f863dcdb060046cf294">No</td>
              <td id="table-cell-670727f028fd2aac204aac87447b364a">Indikator</td>
              <td id="table-cell-c0db1121dd12eaf92e5c031684598f7e">Loading</td>
              <td id="table-cell-b08e8f31b235f7404493abd37a64e0fa">Average Variance Extracted</td>
              <td id="table-cell-4cc586cd8c9e956a9d190cea3896115d">Keterangan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fb62b8de5dd244a7c63eef7487ed60e8">
              <td id="table-cell-7750c8c2dce7f80af5ce4edcd79b8ab2">1</td>
              <td id="table-cell-285c4b0b748e59612bf0f299d6a55a79">Efek Moderasi 1</td>
              <td id="table-cell-1be4c7fa6bffa1afb8a6cc7f3a33c030">5004</td>
              <td id="table-cell-73275336d657fa6e6a7a2537a73bfd63">1.000</td>
              <td id="table-cell-9791057dfab23263933e6c2dcf120a59">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-009c4c5d1185fff954f300e4bd698204">
              <td id="table-cell-6c47508e6c918c8988793fd5fb30d721">2</td>
              <td id="table-cell-a40335f4bfdbea6ac9780fa0ba6716c8">Efek Moderasi 2</td>
              <td id="table-cell-06cf1f0c926482c44f510b27849b1018">1460</td>
              <td id="table-cell-1642bbbab5d608f26fd65f06fa4ff584">1.000</td>
              <td id="table-cell-c5f704f396d8de0f38bbd0f5e3494e3f">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a28ec1d15a5ae61171aea91b3bb10b38">
              <td id="table-cell-b4dbcab5c06c89cf893f0b67919c34bf">3</td>
              <td id="table-cell-627fa8dc6d52157da9706e403fc89de5">Efek Moderasi 3</td>
              <td id="table-cell-98ca4e88b7dd1f308ab5c011683ef602">0983</td>
              <td id="table-cell-f4401ee09998da2d00642696d769d118">1.000</td>
              <td id="table-cell-ef6b379173088711666293f1c0909452">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-231521ed233a02cce6cf9f89177ae1dc">
              <td id="table-cell-b4f769a0fe8a8ad0a97d6b55e9417afa">4</td>
              <td id="table-cell-6e3b4c945007a66a593a13bd7e88b0a0">Leverage</td>
              <td id="table-cell-84bb9a0b499a05faf703b676f2588106">1000</td>
              <td id="table-cell-41fa358e3c5eab7ba63f043bf07e3337">1.000</td>
              <td id="table-cell-352c044d081a0d74756b2812fa64a77e">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-18cd1d3fba5960c6a7fb99fea677ed9f">
              <td id="table-cell-e32ecc1643f6b3a72a2d0c08b11ef560">5</td>
              <td id="table-cell-b1b9f9a54dae967cadf22bb55b3f7fe5">Sales growth</td>
              <td id="table-cell-ae1cccabc955f3593c75b7728807ea1b">1000</td>
              <td id="table-cell-d862d8f2ea537e6530541bb722d3c68e">1.000</td>
              <td id="table-cell-93e886ebaba355cf5e6a1b2a980d5ee2">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3c8cdd6a650dd3285ff1c8917fe97641">
              <td id="table-cell-2df698433191ceda84ec7a549b83f7bb">6</td>
              <td id="table-cell-308010e4184eebb7d53456a93d68f5a6">Institutional Ownership</td>
              <td id="table-cell-4192cb17e483968ff76cb709eaf6c5c3">1000</td>
              <td id="table-cell-4cd4f809c1e3f4c727eda48e8c041fd8">1.000</td>
              <td id="table-cell-e16025829a7866cbe36b121dcd012581">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0bf6240508c4bde83d39c63bb5b02bd5">
              <td id="table-cell-d98730c5f9d10a83c62fa1d2e83172b5">7</td>
              <td id="table-cell-4ce2fdc87d46b949e7e0e4e4cc518630">Financial distress</td>
              <td id="table-cell-0946ce8a473baa84e1f541f817ba21d0">1000</td>
              <td id="table-cell-eae56c915036d69b7f6b8933df4c6e1e">1.000</td>
              <td id="table-cell-e8032572f95c7767363bc25603f31acf">Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0a4f6d76d70dd77e1a612d66da0a84d9">
              <td id="table-cell-7275eab36d42f80759eb3e046c2dc293">8</td>
              <td id="table-cell-dcf0c29c26766aece21a6f3d4fe20872">Profitability</td>
              <td id="table-cell-5981c8bec63eaf2eb6bc0f1b0a3af08b">1000</td>
              <td id="table-cell-e8264035fdccec9dd328755f1ef6aace">1.000</td>
              <td id="table-cell-fe201f2b074b764e221702285fdef687">Valid</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-44">Dari uji validitas konvergen, tabel <italic id="_italic-118">output</italic> <italic id="_italic-119">loading factor</italic> menyatakan seluruh indikator memiliki nilai lebih besar dari 0.5, sehingga dapat diartikan bahwa seluruh indikator telah memenuhi syarat <italic id="_italic-120">rule of thumb </italic>dan valid. Validitas tiap-tiap nilai konstruk juga dapat diuji dengan <italic id="_italic-121">Average Variance Extracted (AVE). </italic>Hasil olah data menunjukkan masing-masing konstruk memiliki nilai AVE sebesar 1.000, maka dapat diketahui bahwa seluruh konstruk sudah memenuhi persyaratan <italic id="_italic-122">rule of thumb</italic>, sebab tiap-tiap konstruk memiliki nilai AVE lebih dari 0.5.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-12" />
            <italic id="_italic-123">Discriminant validity : Cross Loading</italic>
          </title>
          <p id="_paragraph-46" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-39e6246c7ffd3315c4dd15200c30ce93">
              <td id="table-cell-6463d941725abb08c5ee27d301593c79">Leverage</td>
              <td id="table-cell-fa52e27a6a8d20fdfcb78d247b11a9f0">Sales growth</td>
              <td id="table-cell-838dee44faa414949b0fac994defdc27">Institu- tional Ownership</td>
              <td id="table-cell-bcfb2e96b903bf94591fd665432a7e13">Profit-ability</td>
              <td id="table-cell-20d0a32612152a98e2648cf6047a2249">Financial distress</td>
              <td id="table-cell-1c77c43d2910f343aa18966d2d8958f4">Efek Moderasi 1</td>
              <td id="table-cell-f1923f90e80b91d8995281d779ffe5fe">Efek Moderasi 2</td>
              <td id="table-cell-858b4f24d9f44b9327e20bfeb7562046">Efek Moderasi 3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-496796a315b9000c6019a64d2fc2fe34">
              <td id="table-cell-8b01792177548aefefe6726f80a41f99">Leverage</td>
              <td id="table-cell-e340d7768b077c4a8659e6a23a61c83b">1.000</td>
              <td id="table-cell-8164b24d0ac37159a459b8929e627bae">-0.178</td>
              <td id="table-cell-5cabcaec74ae95cbd629ae9ff643a4f4">0.208</td>
              <td id="table-cell-5958ed4e30ef3eef323efe16250a2af3">-0.985</td>
              <td id="table-cell-6ba8309c2385171a0dfdb20b269b02d9">-0.997</td>
              <td id="table-cell-a10dcaa211b4ae563251414c6c6ce74c">-0.986</td>
              <td id="table-cell-8388a91aab58ad0c1c7704ca2382bbbf">0.609</td>
              <td id="table-cell-71180d255672ed3e7706ba9f7cd10963">-0.938</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5096df9942d6c76f246ef7b5182dd1da">
              <td id="table-cell-df0826320d504794ff83eef933fa24c5">Sales growth</td>
              <td id="table-cell-5568c595d4bb8e4eabd47c19319ae657">-0.178</td>
              <td id="table-cell-0451441f6189ab6eabfd44c0bf3f1e2a">1.000</td>
              <td id="table-cell-c8608b8644ab47c519e5e48799fc1b98">0.053</td>
              <td id="table-cell-d20c932e27793f95a7cb710f06cf08ee">0.181</td>
              <td id="table-cell-9627118c05ae4f56552814a16d833eb4">0.169</td>
              <td id="table-cell-68c373f88430db381db4c8e079edeaf4">0.178</td>
              <td id="table-cell-071d6d657ef53759aacaaf588369add1">-0.162</td>
              <td id="table-cell-6c2be43650d8843457d065b06fc5c720">0.168</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-eb1c782f23556ab604734c7f68a3b78d">
              <td id="table-cell-267654c8d50d23153e2b0c1b2a4a846f">Institutional Ownership</td>
              <td id="table-cell-5be92ac6bb2a34e12d64113b4ce05906">0.208</td>
              <td id="table-cell-89395ce34b0430ba8dbac7acfd7aab6f">0.053</td>
              <td id="table-cell-100ed4f9c629d20936513bff79e0e959">1.000</td>
              <td id="table-cell-62428124a0af0b4af07244bfc6f782ab">-0.241</td>
              <td id="table-cell-a25a5da11b625f3aed3a9cfdbb8f6ecd">-0.216</td>
              <td id="table-cell-d4142d90fbe4c96003e4c9be83dd3c9d">-0.184</td>
              <td id="table-cell-db9fa8195182e706faaa1eb98ef34b3d">0.113</td>
              <td id="table-cell-6f806fbd4b4e9bf03c80faef9fd3c198">0.064</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9f5acae7a02e607df4e088afff53646a">
              <td id="table-cell-04ba14d1e0bc192f27ce27a23efb7304">Profitability</td>
              <td id="table-cell-5a090f904dec943f8abeaeff6d5d359b">-0.985</td>
              <td id="table-cell-d3505f18da878b8f6622c1f520d6c2b7">0.181</td>
              <td id="table-cell-9bacb4b40528585c961d7987323fa6c9">-0.241</td>
              <td id="table-cell-289524ef373eb8bd59fbdeb6ad15b072">1.000</td>
              <td id="table-cell-6cff7dbb165bcc3caa3d68df8a638065">0.992</td>
              <td id="table-cell-fdd157e18fc13a5ddb5cd3f3c3256843">0.980</td>
              <td id="table-cell-c0ccb62e8362c64f5ef96ba0d5da451a">-0.570</td>
              <td id="table-cell-b3aac9260cc47528b96dbb100d26b804">0.925</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a81c9f970a80197e2c7df8d88edef154">
              <td id="table-cell-28e8ca5ac06bd30a653c91c9ea198c82">Financial distress</td>
              <td id="table-cell-bdb0358aa8f5d3d05421cc20a66e0b6b">-0.997</td>
              <td id="table-cell-2437f535917967daafbe908869a05afc">0.169</td>
              <td id="table-cell-cf69edd1df62a76a86d3165b2ca45b8c">-0.216</td>
              <td id="table-cell-d7c5bc4f491f5184aa2ef2c1d111b1ec">0.992</td>
              <td id="table-cell-b6d73a903de0abe9d89e78642bf2cab5">1.000</td>
              <td id="table-cell-b104f3471c31cad85759da659ca5ad7e">0.982</td>
              <td id="table-cell-54e98cae29c4429639342e83b4735b2a">-0.575</td>
              <td id="table-cell-2921903e0aa8cd4900cf42807d213df7">0.942</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-efd7dc20c61a00a397ef1f677312a6f0">
              <td id="table-cell-9e750993e58726ee40c84d7686be6c7f">Efek Moderasi 1</td>
              <td id="table-cell-9592995bacd11a084038f0522b7ce65d">-0.986</td>
              <td id="table-cell-083e4a6de51cf4fe6120cb6a8f9f7395">0.178</td>
              <td id="table-cell-7dda53a60ee4848e8f241867f60132ff">-0.184</td>
              <td id="table-cell-b6227696ecfae55e405345e80075dc21">0.980</td>
              <td id="table-cell-9726fa302e780e9f488b28d038c8b8ad">0.982</td>
              <td id="table-cell-c9c0e8cd606dd6275c5935d52811238e">1.000</td>
              <td id="table-cell-d6908f74078a083a6c07e6b5f924c1ff">-0.645</td>
              <td id="table-cell-0369486ec805888f59f5c4f86dd6e65a">0.941</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8e72fc21121988090cc431b63975d5d9">
              <td id="table-cell-f14e7bc3fe196b483a0199b872ef1dcb">Efek Moderasi 2</td>
              <td id="table-cell-dfbe3a64e4fe189041d4ae27cc8263f7">0.609</td>
              <td id="table-cell-166841c0d8f1dd1f1c7714c413e1ee50">-0.162</td>
              <td id="table-cell-b3e01691863166717db6bb7afa1d7004">0.113</td>
              <td id="table-cell-4b03f708a6c913c4b34b3f7b8c96a0d8">-0.570</td>
              <td id="table-cell-6c39d7a36693f45557432c914af79153">-0.575</td>
              <td id="table-cell-3a38074a510feb47131ff1548df3b305">-0.645</td>
              <td id="table-cell-9954f45ffd5d5802fabe9af8b5a262e5">1.000</td>
              <td id="table-cell-43607d6b82ede5248ee863e84c19bc98">-0.545</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6f24f9ef5296e5eab93412acd5548708">
              <td id="table-cell-b0f872d5134dac0204205d8340b2e437">Efek Moderasi 3</td>
              <td id="table-cell-eb9c8761db3bd2118e57b23e2d85366b">-0.938</td>
              <td id="table-cell-86f873e6e697e92c0887552e51d7d264">0.168</td>
              <td id="table-cell-dfad0ccb9ee2e0ad6a7d3cfe43f16caf">0.064</td>
              <td id="table-cell-45f0082bfcd011ac61cc3df102c4708e">0.925</td>
              <td id="table-cell-cee54f8697d8f3c1689271b5da681d5f">0.942</td>
              <td id="table-cell-78744d467e391b8a442cc2ef5e87530a">0.941</td>
              <td id="table-cell-e524de8c4efb38256ac2342d1b682eb6">-0.545</td>
              <td id="table-cell-dffb53b4ae04fde829ffa8e8d1181630">1.000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-47">Dari uji validitas diskriminan, <italic id="_italic-135">loading  indicator</italic> pada masing-masing item terhadap konstruknya menunjukkan nilai lebih dari 0.7 serta nilai <italic id="_italic-136">loading indicator</italic> terhadap konstruk yang diukur lebih besar dari <italic id="_italic-137">cross loading</italic> ke konstruk lain, oleh karenanya model ini sudah memenuhi syarat <italic id="_italic-138">discriminant validity.</italic></p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-21"/><italic id="_italic-139">Cronbach’s Alpha </italic>dan <italic id="_italic-140">Composite Reliability</italic></title>
          <p id="_paragraph-49" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-609c4c24ba81036d4269b6ad72573d6a">
              <td id="table-cell-750f781f521f31544a668c213eb564ac">Cronbach’s Alpha</td>
              <td id="table-cell-7779a82d749184e6adb410f84650f9a3">Composite Reliability</td>
              <td id="table-cell-f7f406a139137e1f86df77e0bd4ae9d7">Keterangan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ef1f739b923ce2f42f5f2010845b8bbd">
              <td id="table-cell-78c2a99d8add7028dba423595e9cd4f7">Leverage</td>
              <td id="table-cell-881ae9df80c6904d0d6cb8c71849e44a">1.000</td>
              <td id="table-cell-c1109d81913ef25615f5ca4a6c7fcd48">1.000</td>
              <td id="table-cell-f832ad34ce7ed4f2f5f31e983b38a15f">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4a8583aef73a5ae446f8bcaa43f0fb41">
              <td id="table-cell-7767cf65431f7686a1f0ef4b799ca287">Sales growth</td>
              <td id="table-cell-092db9a676cd28f63ae602d1114ae88c">1.000</td>
              <td id="table-cell-3a5733df612b28015cc48bf48b0965c0">1.000</td>
              <td id="table-cell-487e6b3417e25f5403c0f6559a753010">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dbf73d8142b774a269418eb3b161a8c1">
              <td id="table-cell-bc9f7582892dd26ab3a38514829576ed">Institutional Ownership</td>
              <td id="table-cell-142df7e8ff128cdf5ff0295b164ab909">1.000</td>
              <td id="table-cell-0fcebdd211ec10764d9f21124a2ecd73">1.000</td>
              <td id="table-cell-bca7301122d4419f2a57ebdeff3616f5">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-18e3be6a8318d35eb1eda0c05305ff88">
              <td id="table-cell-3e6a0f98b4ab41efb770de91fde9e2e5">Financial distress</td>
              <td id="table-cell-e94a3b51bd1d32baf43b8106fe4ec0a7">1.000</td>
              <td id="table-cell-d5674232cb073d3ec7fc0a77d15ab1b1">1.000</td>
              <td id="table-cell-6cb7459ba48838b160a4904fcdcd7de4">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dea4ec2722be07f6a1a61be0f8a13fab">
              <td id="table-cell-d70499e4cd08e6183907497558a0adb7">Profitability</td>
              <td id="table-cell-55cad1b3dff58cdbffebd0ff5185ed62">1.000</td>
              <td id="table-cell-c583e4724f7b260f30ac662c20ae629e">1.000</td>
              <td id="table-cell-92d16d15b4ef4846e843d47ddefdb5b9">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a6532bbc1408a8c9b452323dc087015b">
              <td id="table-cell-379d7c249d7d5eb304ee2999997b55a3">Efek Moderasi 1</td>
              <td id="table-cell-dcd97d4d9163ffaab7b0929de7509633">1.000</td>
              <td id="table-cell-da4e16966eddf898bf7e0d8cd5a4006e">1.000</td>
              <td id="table-cell-65bba362dae82293d047fd43df9e838c">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-234c8aa88ac340c4b35fa6d0628f2650">
              <td id="table-cell-bef25005ec9c63a47d1b5190ae05a064">Efek Moderasi 2</td>
              <td id="table-cell-1ff708420c76bd1aa73b9eed8961b75d">1.000</td>
              <td id="table-cell-eecf0d799042c452ca84147980e7861b">1.000</td>
              <td id="table-cell-727c450e3cfdc0c6b0764bc683d23f0b">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-039981512ddb455df1b5ab02219306fb">
              <td id="table-cell-6ff419f3a398a2c9fe9e6727c5269281">Efek Moderasi 3</td>
              <td id="table-cell-4a8acb5f376534b6c261737d619aae37">1.000</td>
              <td id="table-cell-57107b724451b41c042703a83665c84e">1.000</td>
              <td id="table-cell-f70ce2201a35bece265451f6c766f24b">Reliabel</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-50">Pada uji komposit reliabilitas, nilai yang terdapat pada tabel <italic id="_italic-148">Cronbach’s Alpha </italic>dan <italic id="_italic-149">Composite Reliability </italic>menunjukkan bahwa seluruh konstruk eksogen dan endogen sudah <italic id="_italic-150">reliable </italic>sebab keseluruhannya menunjukkan nilai lebih dari 0.7, maka <italic id="_italic-151">leverage, sales growth, institutional ownership, financial distress, </italic>dan <italic id="_italic-152">profitability </italic>mempunyai reliabilitas yang baik.</p>
      <p id="_paragraph-51">Setelah pemeriksaan model uji untuk <italic id="_italic-153">outer model </italic>telah memenuhi syarat, langkah berikutnya yaitu menguji nilai <italic id="_italic-154">inner model </italic>atau model strukturalnya. Evaluasi model struktural dilakukan untuk mengetahui presentase varian yang dijelaskan, yakni melalui analisis nilai yang dihasilkan pada tabel R Square terhadap konstruk laten dependen.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-22" />
            <italic id="_italic-155">R Square</italic>
          </title>
          <p id="_paragraph-53" />
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-2e05e7dc8fc8a3545dafda660ba08964">
              <td id="table-cell-f22241ade7195f0dd849f7cbbc570c07">R Square</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ea6ed60319f8c55a9ea22f1fc6fb1ce4">
              <td id="table-cell-177a1f67c7c37196d71f98a4852418ed">Financial distress</td>
              <td id="table-cell-044edb92ca25a1bd411be6156eda3f84">0.999</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-54">Nilai <italic id="_italic-158">R Square</italic> sebesar 0.99 terkategori sebagai nilai yang kuat. <italic id="_italic-159">R Square</italic> tersebut bermakna validitas konstruk laten dependen <italic id="_italic-160">financial distress</italic> yang dapat dijelaskan oleh konstruk<italic id="_italic-161"> leverage, sales growth, dan institutional ownership</italic> dan interaksinya sebesar 99,9 % sedangkan 0,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>T-statistic</title>
          <p id="_paragraph-55" />
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-4069613def69a421efa056627a37154b">
              <td id="table-cell-93cbecd30aee7c819dd12ea75cc74cd9">Sample Asli</td>
              <td id="table-cell-44dc4a0bea4ab1e57ea6d7bce88658f6">Sample Mean</td>
              <td id="table-cell-9e63d41fdcabd314a67f765c01740e66">Standar Deviasi</td>
              <td id="table-cell-68ff4152d360a252a485624db9cd040d">T Statistic</td>
              <td id="table-cell-a779ceed42a9ef264dd20bb13e4ae444">P Value</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-62bbdd1f4df7cf4fc2365b0b0897c046">
              <td id="table-cell-d402475ad237646a8af74872d70ebe14">Leverage -&gt; Financial distress</td>
              <td id="table-cell-9971481c61638a0a89833a7c4914b20a">-0.720</td>
              <td id="table-cell-afa2f79fc05b87923e80077a33595cf4">-0.903</td>
              <td id="table-cell-118eb9e2aa90fe765ba462aaacaec156">0.236</td>
              <td id="table-cell-43946ff368da6bdd1118c27d258b6cb7">3.051</td>
              <td id="table-cell-f1d08b37689a62aca2b216a21665f2f1">0.002</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5be0e4692d96bdf1c92530c49272a9a3">
              <td id="table-cell-6c3f08bf944a0427a65848a150d5cb97">Sales growth -&gt; Financial distress</td>
              <td id="table-cell-9a84e3bc0e115cb90b518a2ae3a31731">-0.007</td>
              <td id="table-cell-ba76a37d66edadcb374305e523e3b76e">-0.004</td>
              <td id="table-cell-2e75bb6104a64e6655bcf4a8b113f215">0.012</td>
              <td id="table-cell-7ba128791db6343d0e180436ed17b8a3">0.613</td>
              <td id="table-cell-1b9cb16d484459d9cc993592979c477b">0.540</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f142dbf1ff33e0ecf70eb8af1a3f2f2f">
              <td id="table-cell-e1ee743376d0e4ace83de51103ec6987">Institutional Ownership-&gt; Financial distress</td>
              <td id="table-cell-4449501a536a7c116be49ae71df8fe7e">-0.027</td>
              <td id="table-cell-a7986d820f172acbdf9f88e16f1e7184">-0.019</td>
              <td id="table-cell-d0e6dc5c72830fb5c340dd18a8c6cce2">0.015</td>
              <td id="table-cell-f4548cccc46691a363a414d304f998f7">1.728</td>
              <td id="table-cell-66e3d26468494df86afc445261e08a48">0.085</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fe374b5e5a6dc1c0f31189ec80b616a6">
              <td id="table-cell-912b42ee535b6eccdf22a9b299acc305">Profitability -&gt; Financial distress</td>
              <td id="table-cell-d4e8373b34fe6deaa021d55e8a673dec">0.330</td>
              <td id="table-cell-6820fd771f473788970de3b8fb7426fa">0.155</td>
              <td id="table-cell-1aee41cd301445a26a0660c0805a7e10">0.104</td>
              <td id="table-cell-e3fff7f1b3b60740ddd4c4000fb9f84d">3.160</td>
              <td id="table-cell-73bd6fc2e2ab120f4ea0fb9dd910af48">0.002</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d07b5eb7b2c8fee049f5460ff2c17a71">
              <td id="table-cell-44b54e627cbfe1781e8b3c6ac249f9cb">Efek Moderasi 1 -&gt; Financial distress</td>
              <td id="table-cell-2b8e2a79114e4c0f2bfc946733864a07">-0.033</td>
              <td id="table-cell-10a383f3b48329f68e7fe097bd04daa6">-0.031</td>
              <td id="table-cell-9a1ce4d1235e4871c8c9506e4a8b5827">0.059</td>
              <td id="table-cell-c8ee905d3f63435027a92e4a605337b9">0.562</td>
              <td id="table-cell-2adf049895b144013f762b5a731a94f1">0.574</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9ee303a011c8d7331d2e81df64a91c10">
              <td id="table-cell-e6e865eb0785019e58fced521eb7d40c">Efek Moderasi 2 -&gt; Financial distress</td>
              <td id="table-cell-6a199e90ce72879b0f3c7f6b919530bc">0.012</td>
              <td id="table-cell-d76d45a22dcae7b4a6fc97693345acbe">0.007</td>
              <td id="table-cell-86c74009fa9b47e5147c53e619fbefb7">0.053</td>
              <td id="table-cell-c2db55ce65ae2e2ab3e991bf9cc7ca09">0.224</td>
              <td id="table-cell-9a8986bfa8c0d7532709958326d22028">0.823</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-85cc15bc2a4ffce0e6bf3a9eda79b1b1">
              <td id="table-cell-4a919928f8f5727e8bce834aad94be97">Efek Moderasi 3 -&gt; Financial distress</td>
              <td id="table-cell-90401f9656a928b2ff6979cf96e8694e">0.133</td>
              <td id="table-cell-63ba9006f3370d97c4b787f4491d851e">0.059</td>
              <td id="table-cell-e08b9278ff8f8b38e10b6c65d38d5bef">0.048</td>
              <td id="table-cell-21f78b9b2ae2adef90f53d24ea0fa743">2.756</td>
              <td id="table-cell-9f106c0d5a710ea84111c959384dde09">0.006</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-56">Pengujian pada nilai T-statistic harus lebih besar dari 1,96 sebab penelitian ini menggunakan hipotesis two tailed, serta uji signifikansi atau nilai P-<italic id="_italic-175">Value</italic> dimana hipotesis dapat diterima jika nilai yang ditunjukkan &lt;5%.</p>
      <p id="_paragraph-57">Hasil uji hipotesis untuk mengetahui adanya pengaruh <italic id="_italic-176">leverage</italic> terhadap <italic id="_italic-177">financial distress</italic> memberikan nilai T Statistic sebesar 3.051 serta memberikan nilai P-<italic id="_italic-178">Value</italic> sebesar 0.002, Hal ini bermakna bahwa <italic id="_italic-179">leverage</italic> berpengaruh terhadap <italic id="_italic-180">financial distress</italic>. Hasil uji hipotesis untuk mengetahui adanya pengaruh <italic id="_italic-181">sales growth</italic> terhadap <italic id="_italic-182">financial distress</italic> memberikan nilai T Statistic sebesar 0.613 serta memberikan nilai P-<italic id="_italic-183">Value</italic> sebesar 0.540, hal ini bermakna bahwa <italic id="_italic-184">sales growth</italic> tidak berpengaruh terhadap <italic id="_italic-185">financial distress</italic>. Hasil uji hipotesis untuk mengetahui adanya pengaruh institutional ownership terhadap <italic id="_italic-186">financial distress</italic> memberikan nilai T Statistic sebesar 1.728 serta memberikan nilai P <italic id="_italic-187">Value</italic> sebesar 0.085, hal ini bermakna bahwa institutional ownership tidak berpengaruh terhadap <italic id="_italic-188">financial distress</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-58">Hasil evaluasi untuk mengetahui kemampuan <italic id="_italic-189">profitability</italic> dalam memoderasi pengaruh <italic id="_italic-190">leverage</italic> terhadap <italic id="_italic-191">financial distress</italic> menunjukkan α &gt; 0.05, yakni sebesar 0.574, kemudian pada nilai T-Statistic didapatkan nilai sebesar 0.562 &lt; 1.96. Hal ini menunjukkan bahwa <italic id="_italic-192">profitability</italic> tidak mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-193">leverage</italic> terhadap <italic id="_italic-194">financial distress</italic>. Hasil evaluasi untuk mengetahui kemampuan <italic id="_italic-195">profitability</italic> dalam memoderasi pengaruh <italic id="_italic-196">sales growth</italic> terhadap <italic id="_italic-197">financial distress</italic> menunjukkan α &gt; 0.05, yakni sebesar 0.823, kemudian pada nilai T-Statistic didapatkan nilai sebesar 0.224 &lt; 1.96. Hal ini menunjukkan bahwa <italic id="_italic-198">profitability</italic> tidak mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-199">sales growth</italic> terhadap <italic id="_italic-200">financial distress</italic>. Hasil evaluasi untuk mengetahui kemampuan <italic id="_italic-201">profitability</italic> dalam memoderasi pengaruh <italic id="_italic-202">institutional</italic> <italic id="_italic-203">ownership</italic> terhadap <italic id="_italic-204">financial distress</italic> menunjukkan α &lt; 0.05, yakni sebesar 0.006, kemudian pada nilai T-Statistic didapatkan nilai sebesar 2.756 &gt; 1.96. Hal ini menunjukkan bahwa <italic id="_italic-205">profitability</italic> mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-206">institutional ownership</italic> terhadap <italic id="_italic-207">financial distress</italic>.</p>
      <p id="paragraph-389d841b7fe41127547b075d5d1717db">
        <bold id="_bold-23">Pembahasan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-59">Hasil uji hipotesis untuk mengetahui adanya pengaruh <italic id="_italic-208">leverage</italic> terhadap <italic id="_italic-209">financial distress</italic> memberikan nilai T Statistic sebesar 3.051 serta memberikan nilai P <italic id="_italic-210">Value</italic> sebesar 0.002, sehingga T Statistic &gt; T Tabel (3.051 &gt; 1.96) dan P <italic id="_italic-211">Value</italic> &lt; Sig (0.002 &lt; 0.05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa <italic id="_italic-212">leverage</italic> berpengaruh terhadap <italic id="_italic-213">financial distress. Leverage</italic> merupakan rasio yang berfungsi menghitung seberapa besar operasional perusahaan didanai dengan utang, sehingga perusahaan memiliki lebih banyak dana yang tersedia untuk digunakan dalam aktivitas operasionalnya [7]. <italic id="_italic-214">Leverage</italic> memunculkan beban untuk membayar bunga yang menekan perolehan pendapatan perusahaan. Jika <italic id="_italic-215">leverage</italic> tidak diiringi dengan peningkatan pendapatan yang stabil, maka dapat meningkatkan risiko perusahaan kesulitan dalam membayar pokok utang beserta bunganya secara tepat waktu. Hal ini merujuk pada keadaan perusahaan yang tidak sehat. Apabila kondisi ini tidak kunjung ditangani, maka dapat meningkatkan risiko gagal bayar di masa depan sehingga kemungkinan perusahaan mengalami kesulitan keuangan atau <italic id="_italic-216">financial distress </italic>juga akan semakin besar. Berdasarkan hal tersebut, maka semakin tinggi <italic id="_italic-217">leverage </italic>yang dimiliki, semakin tinggi pula risiko perusahaan mengalami <italic id="_italic-218">financial distress</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-60">Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian [7], [3], serta [17]yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-219">leverage </italic>berpengaruh terhadap <italic id="_italic-220">financial distress.</italic></p>
      <p id="_paragraph-61">Hasil uji hipotesis untuk mengetahui adanya pengaruh <italic id="_italic-221">sales growth </italic>terhadap <italic id="_italic-222">financial distress</italic> memberikan nilai <italic id="_italic-223">T</italic> <italic id="_italic-224">Statistic </italic>sebesar 0.613 serta memberikan nilai <italic id="_italic-225">P</italic> <italic id="_italic-226">Value </italic>sebesar 0.540, sehingga <italic id="_italic-227">T</italic> <italic id="_italic-228">Statistic &gt; T Tabel </italic>(0.613 &lt; 1.96) dan <italic id="_italic-229">P</italic> <italic id="_italic-230">Value &lt;</italic> <italic id="_italic-231">Sig </italic>(0.540 &gt; 0.05). Hasil tersebut menyatakan bahwa <italic id="_italic-232">sales growth </italic>tidak berpengaruh terhadap <italic id="_italic-233">financial distress. Sales growth</italic> merupakan indikator pertumbuhan penjualan suatu perusahaan dari waktu ke waktu dimana angka ini menunjukkan apakah perusahaan berhasil atau tidak dalam meningkatkan volume transaksinya. Perusahaan mampu meningkatkan pertumbuhan penjualannya dari tahun ke tahun, namun setelah penjualan dikurangi harga pokok penjualan terdapat beban seperti beban administrasi dan beban bunga dengan nilai tinggi yang membuat perusahaan tidak dapat mencapai laba secara maksimal atau bahkan perusahaan menanggung kerugian sehingga mengakibatkan perusahaan mengalami <italic id="_italic-234">financial distress</italic>. Begitu pula sebaliknya, meskipun <italic id="_italic-235">sales growth</italic> perusahaan bernilai rendah, terdapat beban bernilai rendah pula yang menyertai penjualan, sehingga perusahaan mampu mencapai laba secara maksimal untuk mendukung keadaan keuangan perusahaan untuk berasa di posisi sehat. Berdasarkan hal tersebut, <italic id="_italic-236">sales growth</italic> pada perusahaan tidak dapat mensinyalkan apakah perusahaan mengalami <italic id="_italic-237">financial distress </italic>atau tidak.</p>
      <p id="_paragraph-62">Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian[14], [28], dan [2] yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-238">sales growth </italic>tidakberpengaruh terhadap <italic id="_italic-239">financial distress.</italic></p>
      <p id="_paragraph-63">Hasil uji hipotesis untuk mengetahui adanya pengaruh <italic id="_italic-240">institutional ownership </italic>terhadap <italic id="_italic-241">financial distress</italic> memberikan nilai <italic id="_italic-242">T</italic> <italic id="_italic-243">Statistic </italic>sebesar 1.728 serta memberikan nilai <italic id="_italic-244">P</italic> <italic id="_italic-245">Value </italic>sebesar 0.085, sehingga <italic id="_italic-246">T</italic> <italic id="_italic-247">Statistic &lt; T Tabel </italic>(1.7728 &lt; 1.96) dan <italic id="_italic-248">P</italic> <italic id="_italic-249">Value &gt;</italic> <italic id="_italic-250">Sig </italic>(0.085 &gt; 0.05). Hasil tersebut menyatakan bahwa <italic id="_italic-251">institutional ownership</italic> tidak berpengaruh terhadap <italic id="_italic-252">financial distress. </italic></p>
      <p id="_paragraph-64"><italic id="_italic-253">Institutional ownership</italic> adalah bagian saham perusahaan yang dimiliki oleh institusi dari total saham yang beredar [18]. Perusahaan dalam penelitian ini memiliki struktur kepemilikan saham dengan tingkat terkonsentrasi atau rata-rata investor institusi memiliki &gt;50% saham perusahaan [29]. Meskipun begitu, investor institusi tidak melakukan pengawasan yang ketat dan efektif, sehingga kehadiran investor institusi hanya bersifat pasif, dimana sifat pasif ini muncul karena investor institusi tidak memiliki inisiatif atau otoritas yang memadai untuk melakukan pengendalian atau memberi pengaruh secara aktif terhadap manajemen dalam mengelola perusahaan. Minimnya pengawasan oleh investor institusi ini memungkinkan manajemen perusahaan melakukan pengambilan keputusan tanpa mempertimbangkan tingkat <italic id="_italic-254">institutional ownership </italic>pada perusahaan, atau tanpa intervensi pihak lain. Sehingga apabila terjadi <italic id="_italic-255">financial distress</italic> pada perusahaan, hal tersebut bukan merupakan akibat dari intervensi pihak pemegang saham institusi [30].</p>
      <p id="_paragraph-65">Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian [22], dan [18] yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-256">institutional ownership</italic> tidak berpengaruh terhadap <italic id="_italic-257">financial distress</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-66">Hasil evaluasi untuk mengetahui kemampuan <italic id="_italic-258">profitability</italic> dalam memoderasi pengaruh <italic id="_italic-259">leverage </italic>terhadap<italic id="_italic-260"> financial distress</italic> menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari α = 0.05, yakni sebesar 0.574, kemudian pada nilai <italic id="_italic-261">T-Statistic</italic> didapatkan nilai sebesar 0.562 &lt; <italic id="_italic-262">T-Tabel</italic> sebesar 1.96, hal ini bermakna bahwa <italic id="_italic-263">profitability </italic>tidakmampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-264">leverage</italic> terhadap <italic id="_italic-265">financial distress</italic>. Variabel <italic id="_italic-266">profitability</italic> berpengaruh terhadap variabel <italic id="_italic-267">financial distress </italic>namun variabel efek moderasi 1 tidak signifikan terhadap <italic id="_italic-268">financial distress, </italic>artinyavariabel efek moderasi 1 dalam penelitian ini bukan tergolong variabel moderator, melainkan variabel tersebut merupakan suatu variabel independen, dan atau bisa saja merupakan variabel intervening, eksogenus, ateseden, atau prediktor, [31]<italic id="_italic-269">.</italic></p>
      <p id="_paragraph-67"><italic id="_italic-270">Profitability </italic>tidak dapat memoderasi pengaruh <italic id="_italic-271">leverage</italic> terhadap <italic id="_italic-272">financial distress</italic> artinya <italic id="_italic-273">profitability</italic> tidak memiliki kekuatan, tidak mampu mengendalikan, menambah atau mengurangi pengaruh dari <italic id="_italic-274">leverage </italic>terhadap <italic id="_italic-275">financial distress</italic>. Hal ini disebabkan oleh profityang dihasilkan tidak selalu digunakan untuk melunasi <italic id="_italic-276">leverage </italic>perusahaan. Perusahaan menggunakan profituntuk hal-hal seperti memenuhi kebutuhan dana pada aktivitas operasional rutin perusahaan. Meskipun nilai <italic id="_italic-277">leverage </italic>perusahaan tinggi, perusahaan tetap tidak menggunakan proft untuk melunasi <italic id="_italic-278">leverage </italic>yang ada, hal ini mengakibatkan perusahaan rentan mengalami <italic id="_italic-279">financial distress</italic>[32].</p>
      <p id="_paragraph-68">Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian [8], dan [21] yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-280">profitability </italic>tidakmampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-281">leverage </italic>terhadap <italic id="_italic-282">financial distress.</italic></p>
      <p id="_paragraph-69">Hasil evaluasi untuk mengetahui kemampuan <italic id="_italic-283">profitability</italic> dalam memoderasi pengaruh <italic id="_italic-284">sales growth </italic>terhadap<italic id="_italic-285"> financial distress</italic> menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari α = 0.05, yakni sebesar 0.823, kemudian pada nilai <italic id="_italic-286">T-Statistic</italic> didapatkan nilai sebesar 0.224 &lt; <italic id="_italic-287">T-Tabel</italic> sebesar 1.96. Hal ini menunjukkan bahwa <italic id="_italic-288">profitability </italic>tidakmampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-289">sales growth</italic> terhadap <italic id="_italic-290">financial distress. </italic>Variabel <italic id="_italic-291">profitability</italic> berpengaruh terhadap variabel <italic id="_italic-292">financial distress </italic>namun variabel efek moderasi 2 tidak signifikan terhadap <italic id="_italic-293">financial distress, </italic>artinyavariabel efek moderasi 2 dalam penelitian ini bukan tergolong variabel moderator, melainkan variabel tersebut merupakan suatu variabel independen, dan atau bisa saja merupakan variabel intervening, eksogenus, ateseden, atau prediktor [31]<italic id="_italic-294">.</italic></p>
      <p id="_paragraph-70"><italic id="_italic-295">Profitability </italic>merupakan laba bersih entitas dibanding kepemilikan total aktiva, digunakan untuk menilai sudah efektifkah perusahaan dalam menghasilkan profit atas penggunaan kepemilikan aktivanya [20]. <italic id="_italic-296">Profitability </italic>tidak memiliki kekuatan untuk mengendalikan atau mengurangi dampak dari <italic id="_italic-297">sales growth </italic>terhadap <italic id="_italic-298">financial distress</italic>, sebab hanya ada sedikit profit atau laba yang dihasilkan akibat tingginya beban yang mengiringi penjualan setelah dikurangi dengan harga pokok penjualan [1]. Selain itu, profit yang dihasilkan tidak digunakan untuk meningkatkan <italic id="_italic-299">sales growth</italic>, melainkan digunakan untuk hal lain seperti untuk mendanai aktifitas operasional, serta menambah saldo atau sebagai laba ditahan [32]. Hal ini mengakibatkan <italic id="_italic-300">profitability</italic> tidak mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-301">sales growth</italic> terhadap <italic id="_italic-302">financial distress</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-71">Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian [20], dan [1] yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-303">profitability </italic>tidakmampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-304">sales growth </italic>terhadap <italic id="_italic-305">financial distress.</italic></p>
      <p id="_paragraph-72">Hasil evaluasi untuk mengetahui kemampuan <italic id="_italic-306">profitability</italic> dalam memoderasi pengaruh <italic id="_italic-307">institutional ownership </italic>terhadap<italic id="_italic-308"> financial distress</italic> menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari α = 0.05, yakni sebesar 0.006, kemudian pada nilai <italic id="_italic-309">T-Statistic</italic> didapatkan nilai sebesar 2.756&gt; <italic id="_italic-310">T-Tabel</italic> sebesar 1.96. Hal ini menunjukkan bahwa <italic id="_italic-311">profitability </italic>mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-312">institutional</italic> terhadap <italic id="_italic-313">financial distress. </italic>Variabel efek moderasi 3 dalam penelitian ini tergolong variabel moderasi quasi (<italic id="_italic-314">quasi moderator</italic>) sebab variabel <italic id="_italic-315">profitability</italic> berpengaruh <italic id="_italic-316">significant </italic>terhadap <italic id="_italic-317">financial distress </italic>dan variabel efek moderasi berpengaruh dan <italic id="_italic-318">significant </italic>terhadap <italic id="_italic-319">financial distress </italic>[31]<italic id="_italic-320">.</italic></p>
      <p id="_paragraph-73"><italic id="_italic-321">Profitability </italic>merupakan laba bersih entitas dibanding kepemilikan total aktiva, digunakan untuk menilai sudah efektifkah perusahaan dalam menghasilkan profit atas penggunaan kepemilikan aktivanya [20]. <italic id="_italic-322">Profitability</italic> yang tinggi mampu menarik investor sebab investor menganggap <italic id="_italic-323">profitability </italic>yang tinggi mensinyalkan bahwa perusahaan sudah efektif dalam menghasilkan profit atas penggunaan kepemilikan aktivanya, hal ini mampu mendorong investor institusi untuk menambah kepemilikan saham dalam perusahaan. Kemudian dengan adanya kepemilikan institusi yang tinggi oleh investor institusi akan membuat investor institusi memiliki kekuatan untuk melakukan monitoring terhadap kinerja manajemen perusahaan dengan harapan perusahaan terhindar dari <italic id="_italic-324">financial distress </italic>serta membuat investor institusi mendapat keuntungan yang tinggi atas kepemilikan saham dari profit yang dihasilkan perusahaan. Dengan demikian, <italic id="_italic-325">profitability</italic> dapat memoderasi pengaruh <italic id="_italic-326">institutional ownership</italic> terhadap <italic id="_italic-327">financial distress</italic> suatu perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian [33] yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-328">profitability </italic>mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-329">institutional ownership </italic>terhadap <italic id="_italic-330">financial distress</italic><italic id="_italic-331">.</italic></p>
    </sec>
    <sec id="heading-8b3f399f07801b09bad77edd1178a7bd">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-74">Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa <italic id="_italic-332">leverage</italic> memengaruhi <italic id="_italic-333">financial distress</italic>, sementara <italic id="_italic-334">sales growth</italic> dan <italic id="_italic-335">institutional</italic> <italic id="_italic-336">ownership</italic> tidak mmengaruhi <italic id="_italic-337">financial distress</italic>. <italic id="_italic-338">Profitability</italic> tidak dapat memoderasi keterkaitan antara <italic id="_italic-339">leverage</italic> dan <italic id="_italic-340">sales growth</italic> terhadap <italic id="_italic-341">financial distress</italic>. Namun, hubungan <italic id="_italic-342">institutional</italic> <italic id="_italic-343">ownership</italic> terhadap <italic id="_italic-344">financial distress</italic> dapat dimoderasi oleh <italic id="_italic-345">profitability</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-75">Penelitian ini terbatas pada data pengamatan 2017-2021, oleh sebab itu diharap adanya pengembangan dalam periode pengamatan pada penelitian berikutnya. Penggunaan sampel dalam studi ini juga terbatas pada perusahaan subsektor perdagangan eceran, masih terdapat berbagai subsektor pada sektor perdagangan, jasa dan investasi yang dapat digunakan di penelitian selanjutnya supaya mendapat perolehan yang lebih.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>