Login
Section Human Resource Management

Human Resource Development Competence Motivation and Employee Performance

Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kompetensi, Motivasi, dan Kinerja Karyawan
Vol. 20 No. 4 (2025): November:

Tia Aulia (1), Rifdah Abadiyah (2)

(1) Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia, Indonesia
(2) Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia, Indonesia

Abstract:

General Background Human resources are a strategic element in organizational sustainability and performance achievement. Specific Background PT. BPR Arta Seruni faces challenges related to employee performance amid limited human resource development, varying competency levels, and insufficient motivation. Knowledge Gap Previous studies show inconsistent findings regarding the role of human resource development, competency, and motivation in explaining employee performance. Aims This study aims to examine the partial and simultaneous relationships between human resource development, human resource competency, and motivation with employee performance. Results Using quantitative explanatory research with total sampling of 60 employees and multiple linear regression analysis, the findings show that human resource development, competency, and motivation are each statistically significant, both individually and simultaneously, in relation to employee performance. Novelty This study provides empirical evidence from a regional banking institution by integrating three key human resource variables within one analytical model. Implications The findings offer practical insights for organizational management in designing structured human resource development, competency alignment, and motivational strategies to support employee performance.


Keywords:


Human Resource Development, Human Resource Competency, Motivation, Employee Performance, Banking Organization


Key Findings Highlights:




  1. Training and development practices are statistically associated with employee work outcomes.




  2. Skill and knowledge alignment corresponds with measurable performance levels.




  3. Work motivation demonstrates a consistent statistical relationship with task achievement.



Downloads

Download data is not yet available.

Pendahuluan

Sumber daya manusia merupakan bagian yang terpenting bagi setiap organisasi untuk bertahan di era globalisasi serta mempunyai peran utama dalam setiap organisasi, walaupun didukung oleh sarana dan prasarana serta sumber daya yang lainnya, tetapi tidak didukung oleh sumber daya manusia yang handal, maka kegiatan organisasi tidak akan terselesaikan dengan baik. Maka dari itu, kegiatan pengembangan SDM tidak dapat diabaikan begitu saja terutama dalam memasuki era persaingan yang semakin ketat, tajam, berat, dan bersaing pada abad milenium ini. Berkaitan dengan hal tersebut kita menyadari bahwa pengembangan SDM merupakan fundamental bagisetiap pegawai atau karyawan[1]. Dalam setiap lembaga pasti membutuhkan tenaga kerja yang dapat dipercaya untuk mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan, karena sumber daya manusia menempati posisi yang cukup strategis dalam kehidupan suatu organisasi. Berhasil atau tidaknya sebuah organisasi atau lembaga tergantung bagaimana organisasi atau lembaga tersebut memanajemen sumber daya manusia yang dimiliki. Oleh karena itu seringkali dalam lembaga besar selalu ada bagian yang mempunyai tugas untuk mendapatkan dan meningkatkan sumber daya manusianya. Suatu organisasi atau lembaga memiliki faktor penting yaitu Sumber Daya Manusia yang pengetahuan, keahlian, dan kemampuannya dapat dimanfaatkan dari dalam diri individunya.[2]

Pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukanmelalui pendidikan dan pelatihan sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai. Pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia, sehingga dapat dikatakan bahwa apabila suatu perusahaan ingin tumbuh dan berkembang maka perlu melakukan investasi sumber daya manusia yang paling efektif untuk memenuhi kebutuhan mental spiritual, sepanjang ditinjau dari segi pengembangan sumber daya manusia. Pelatihan adalah merupakan proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir, yang mana setiap pegawai mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis untuk tujuan-tujuan tertentu. Pelatihan merupakan sarana tepat serta solusi terbaik untuk mengatasi bisnis di masa depan yang penuh dengan tantangan dan mengalami perubahan yang sedemikian cepat.[3] Pengembangan Sumber Daya Manusia adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki seseorang berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatanya dalam lingkungan pekerjaanya. Tingkat Pengembangan Sumber Daya Manusia dibutuhkan agar dapat mengetahui tingkat kinerja yang diharapkan untuk kategori baik atau rata-rata. Penentu ambang Pengembangan Sumber Daya Manusia yang dibutuhkan tentunya akan dapat dijadikan dasar bagi proses seleksi, suksesi perencanaan, evaluasi kinerja, dan pengembangan Sumber Daya Manusia [4]. Pada BPR atra seruni pengembangan sumber daya manusi belum optimal hal ini terbukti dengan minimnya pelatihan yang yang diberikan perusahaan, terutama pada karyawan baru, hal ini menjadi pertimbangan penting untuk Perusahaan agar memberikan pelatihan yang maksimal, sehingga sumber daya manusia pada BPR arta seruni menjadi sumber daya manusia yang unggul dan dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik.

Selain Pengembangan sumber daya manusia ada faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah kompetensi sumber daya manusia, kompetensi sebagai karakteristik yang mendasari seseorang berkaitan dengan efektivitas kinerja individu dalam pekerjaanya atau karakteristik dasar individu yang memiliki hubungan kausal atau sebab akibat dengan kriteria yang dijadikan acuan, efektitif atau berkinerja prima atau superior ditempat kerja atau pada situasi tertentu. kompetensi sumber daya manusia adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki seseorang berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yangdiperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatanya dalam lingkungan pekerjaanya[5]. Tingkat kompetensi dibutuhkan agar dapat mengetahui tingkat kinerja yang diharapkan BPR arta seruni untuk kategori baik atau rata-rata. Penentu ambang kompetensi yang dibutuhkan tentunya akan dapat dijadikan dasar bagi proses seleksi, suksesi, suksesi perencanaa, evaluasi kinerja, agar sumber daya manusia BPR arta seruni menjadi sumber daya manusia yang unggul.

Selain pengembangan Sumber Daya Manusia, ada faktor lain yang dapat mempengaruhi yaitu motivasi. Motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong seorang karyawan untuk bekerja. Motivasi kerja didefinisikan sebagai kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan [6]. Motivasi sangat penting bagi berlangsungnya organisasi, organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu, pada kondisi dilapangan BPR arta seruni belum memberi motivasi yang maksimal pada karyawan sehingga tidak ada hal yang mendorong dari internal karyawan sehingga motivasi yang diberikan harus lebih tinggi pula dan karyawanpun menanggapi baik hal ini dikarenakan pada umumnya karyawan akan memilih menerima hal-hal yang bersifat merangsang pekerjaan dari pada yang bersifat tekanan seperti mentaati aturan-aturan yang berlaku.

Perkembangan sumber daya manusia berpengaruh positif signifikan pada kinerja karyawan[7], perkembangan sumber daya manusi tidak berpengaruh singnifikan pada kinerja karyawan[8]. Kompetensi dumber daya manusia berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan[9], kompetensi sumber daya ,manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan[10]. Motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan[11]. Motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan[12]. Berikut adalah tabel data produktivitas karyawan mengenai perolehan nasabah di tahun 2024.

Figure 1.

Tabel 1 diatas menunjukkan bahwa data produktivitas karyawan mengenai perolehan nasabah di tahun 2024 menunjukkan kinerja karyawan menurun sehingga tujuan penelitian untuk menemukan pengaruh variabel Perkembangan sumber daya manusia, Kompetensi dumber daya manusia dan motivasi dalam meningkatkan kinerja karyawan BPR arta seruni. Berdasarkan uraian di atas menunjukkan, banyak faktor yang menyebabkan kinerja karyawan BPR arta seruni, untuk meningkatkan kinerja karyawan maka faktor-faktor tersebut perlu diperbaiki secara seksama oleh berbagai pihak terkait. Faktor tersebut antara lain Perkembangan sumber daya manusia, Kompetensi dumber daya manusia dan motivasi

Metode

Jenis penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif, dimana data penelitian berupa angka-angka dan di analisis menggunakan statistik. Penelitian penjelasan ini juga dinamakan penelitian pengujian hipotesis (Testing Research) dimana dilakukan pengujian terhadap hipotesis sesuai dengan yang digunakan. Pada penelitian eplanatory, Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di PT. BRPARTA SERUNI sebanyak 60 orang. bahwa: “teknik sampling jenuh merupakan teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.” [12]. Hal ini dikarenakan populasi yang digunakan pada penelitian ini relatif kecil, tidak lebih dari 60 orang atau penelitian yangingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Maka sampel yang diteliti sebanyak 60 karyawan yang bekerja di PT. BRP ARTA SERUNI.

Teknik pengumpulan data didapatkan dari responden dengan cara penyebaran angket atau kuesioner secara langsung. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan program Statiscal Product and Service Solution (SPSS). Alat pengukuran data yang digunakan adalah skala likert. Kemudian dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk melihat tingkat validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Selanjutnya uji asumsi klasik akan dilakukan peneliti sebagai persyaratan sebelum uji hipotesis. Dalam pengujian asumsi klasik, dilakukan uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. Setelah itu peneliti menguji hipotesis dengan menggunakan uji regresi linier berganda.[13]

Hasil dan Pembahasan

A.Uji Validitas

Uji Validitas merupakan suatu butir atau variabel dikatakan valid jika r-hitung positif, serta r-hitung> r-tabel Validitas butir instrumen diketahui dengan membandingkan corrected item-total correlation yang diperoleh atau r- hitung dengan 0,30. Jika r-hitung lebih besar daripada 0,30 maka butir pernyataan dinyatakan valid terhadap indikatori variabel [22].

Variabel Item r hitung r-kritis Kesimpulan
Pengembangan X1.1 0,668 Valid
SDM X1.2 0,800 Valid
(X1) X1.3 0,715 Valid
X1.4 0,701 Valid
Kopetensi X2.1 0,717 Validi
SDM X2.2 0,806 Valid
(X2) X2.3 0,739 Valid
X2.4 0,501 0,30 Valid
Motivasi X3.1 0,624 Valid
(X3) X3.2 0,663 Valid
X3.3 0,776 Valid
X3.4 0,531 Valid
Kinerja Y1 0,699 Valid
Karyawan Y2 0,607 Valid
(Y) Y3 0,528 Valid
Y4 0,529 Valid
Table 1. Tabel 2 Uji Validitas Sumber : Hasil olah data, 2024

Berdasarkan tabel 1 diketahui1bahwa keseluruhan item pada masing-masing variabel memiliki nilai corrected item-total correation di atas 0,30. Terkait demikian,1 dapat ditarik garis besar bahwa semua item pernyataan pada masing-masing variabel penelitian dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk uji selanjutnya.

B.Uji Reliabilitas

Uji Reabilitas dapat menggunakan uji Cronbach’s Alpha dimana nilai akan di bandingkan dengan nilai koefiesien realibilitas minimal yang dapat di terima. Jika nilai cronbach’s Alpha > 0,60 maka instrumen penelitian reliabel.

Variabel Nilai Alpha Cronbach Nilai Krisis Keterangan
Pengembangan SDM (X1) 0.786 0,60 Reliabel
Kompetensi SDM (X2) 0.767 Reliabel
Motivasi (X3) 0.749 Reliabel
Kinerja karyawan(Y) 0.674 Reliabel
Table 2. Tabel 3 Uji Realibilitas Sumber : Hasil olah data, 2024

Berdasarkan tabel 2 di atas, diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha yang diperoleh pada masing-masing variabel adalah di atas 0,60. Terkait demikian, dapat ditarik garis besar bahwa semua variabel penelitian sudah reliabel atau konsisten serta dapat digunakani untuk pengujian lebih lanjut.

C.Uji Asumsi Klasik

1.Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan padai sebuahi datai yang memiliki sebaran normal serta berdistribusi normal yang mewakili keseluruhan populasi. Uji normalitas Uji normalitas yang digunakan yaitu uji normalitas secara statistik menggunakan bagian Kolmogorov Sminov dengan ketentuan:

1)Jika nilai signifikansi pada uji Kolmogrovi Smirnov menunjukkan nilai kurang dari 0,05 maka dapat ditarik sebuah kesimpulan data yang beredari atau berdisribusi merupakan data tidak normal.

2)Jika nilai signifikansi pada uji Kolmogrov smirnov menunjukkani nilai lebih dari 0.05 maka data yang beredar atau data yang berdistribusi adalah data secara normal.[22]

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 60
Normal Parametersa,b .0000000 ,0000000
1.60042314 2,33336179
Most Extreme Differences .084 ,063
.062 ,0125
-.084 -,208
Test Statistic .084
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
Table 3. Tabel 4 Uji Normalitas Sumber Hasil olah data, 2024

Hasil dari pengujian yang telah dilakukan menunjukkan hasil nilai dari uji Kolmogorov smirnov sebesar 0,200 dimana nilai menunjukkan lebih dari 0,05. Sehingga dapat di simpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal.

2.Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas dapat diketahui dengan melihat nilai VIF masing – masing variabel independen diantara range 1-10 dengan nilai toleransi < 0,1 maka dapat disimpulkan akan terjadi multikoliniearitas pada variabel independent sedangkan jika nilai VIF diatas 10, maka dalam model persamaan regresi terjadi multikolinearitas.

Collinearity Statistics
Model Tolerance VIF
1 (Constant)
Pengembangan SDM (X1) .994 1.006
Kompetensi SDM (X2) .976 1.024
Motivasi (X3) .978 1.022
Table 4. Tabel 5 Uji Multikolinearitas

Hasil tabel 5 menunjukkan bahwa nilai variance inflation factor (VIF) untuk variabel pengambangan SDM bernilai 1,006< 10, untuk variabel kompetensi SDM senilai 1,024 < 10 , dan untuk variabel motivasi bernilai 1,022 < 10, maka disimpulkan bahwa semua variabel bebas bernilai lebih kecil dari 10. Begitu juga untuk nilai tolerance yang semuanya lebih besar dari 0,10. Dengan demikian dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas dalam model regresi dari penelitian.

3.Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika tidak ada pola yang teratur, tidak jelas, titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Figure 2. Gambar 2 Uji heteroskedastisitas

Berdasarkan hasil dari scatterplot pada gambar 2 diketahui bahwa plot residual menyebar tidak beraturan (acak) dan tidak memiliki pola tertentu. Dengan demikan disimpulkan bahwa tidak terjadi heterosekedasitas.

4.Uji Autokoreliasi

Uji Autokorelasi dilakukan untuk mencari ada tidaknya penyimpangan dengan menggunakan tabel Durbin Watson. Penyimpangan autokorelasi merupakan korelasi yang terjadi antara residual dalam satu pengamatan.

Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson
1 .635a .612 .064 1.643 1.778
Table 5. Tabel 6 Uji Autokorelasi Sumber : Hasil olah data, 2024

Pada penelitian ini memiliki jumlah responden 60 atau N=60 dengan jumlah variabel bebas 3 atau K=3, sehingga diperoleh dL= 1.4797 dan dU= 1.6889. Dengan demikian dU < d < 4-dU. Dari tabel 6 diatas diketahui bahwa nilai DW (Durbin-Watson) sebesar 1778. Dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut (du< d < 4- du = 1.6889 < 1.778 < 2,311) artinya tidak terkena autokorelasi, maka regresi berganda dalam penelitian ini tidak terkena autokorelasi.

D.Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi merupakan suatu analisis yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
Model B Std. Error Beta T Sig.
1 (Constant) 3.517 3.549 6.626 .040
Pengembangan SDM (X1) .201 .113 .112 1.888 .038
Kompetensi SDM (X2) .264 .118 .178 1.697 .024
Motivasi (X3) .284 .122 .296 2.322 .034
Table 6. Tabel 7 Hasil Uji Linier Berganda Sumber : Data Diolah SPSS 2024

Berdasarkan hasil tabel persamaan regresi linier berganda diperoleh hasil sebagai berikut :

Y= a + b1X1+b2X2+b3X3

Y= 3,517 +0,201X1+ 0,264X2 + 0,284X3

Dari persamaan regresi yang terbentuk di atas memberikan penjelasan sebagai berikut:

a.Konstanta Nilai konstanta 5,244 menunjukkan apabila variabel pengembangan SDM, kompetensi SDM dan motivasi kerja bernilai 0, maka tingkat variabel kinerjai karyawan sebesari 3,517.

b.Nilai koefisien regresi variabel pengembangan SDM bernilai positif sebesar 0,201. Hal ini artinya, jika variabel pengembangan SDM naiki 1% dengan asumsi variabel yang lainnya tetap, maka akan diikuti dengan kenaikan kinerja karyawan sebesar 0,201.

c.Nilai koefisien regresi variabel kompetensi SDM bernilai positif sebesar 0,264. Hal ini artinya, jika variabel kompetensi SDM naik 1% dengan asumsi variabel yang lainnya tetap, maka akan diikuti dengan kenaikan kinerja karyawan sebesar 0,264.

d.Nilai koefisien regresi variabel motivasi bernilai positif sebesar 0,284. Hal ini artinya, jika variabel motivasi naik 1% dengan asumsi variabel yang lainnya tetap, maka akani diikuti dengan kenaikan kinerja karyawan sebesar 0,284.

E.Uji Hipotesis

1.Uji Parsial (Uji-t)

Uji Parsial (Uji-t) dilakukan untuk mengetahui tingkat signifikasi variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Untuk pengujian hipotesis secara parsial dapat dilakukan dengan cara analisis nilai signifikasi dimana jika signifikasi t < 0,05 hipotesis variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika signifikasi t > 0,05 hipotesis variabel independen berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel dependen.

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
Model B Std. Error Beta T Sig.
1 (Constant) 3.517 3.549 6.626 .040
Pengembangan SDM (X1) .201 .113 .112 1.888 .038
Kompetensi SDM (X2) .264 .118 .178 1.697 .024
Motivasi (X3) .284 .122 .296 2.322 .034
Table 7. Tabel 8 Uji Parsial Sumber : Data diolah SPSS 2024

Berdasarkani tabel 8, berikut adalah hasil pengujian hipotesis secara parsial (uji t) dengan menggunakan asumsi tingkat kepercayaan sebesar 5% dengan nilai degree of freedom sebesar df=n-k-1 (60-3-1=56) sehingga diperoleh ttabel sebesar 1,672. Maka dapat diuraikan sebagai berikut:

a.Pengaruh pengembangan SDM Terhadap Kinerjai Karyawan

Berdasarkan tabel uji t diperoleh thitung sebesar 1,888. Hal ini menunjukkan bahwa thitung 1,888 > ttabel 1,672 dan signifikasi < 0,05 (0,038 < 0,05). Dengan demikian H1 diterima, artinya variabel pengembangan SDM berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan.

b.Pengaruh kompetensi SDM Terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan tabel uji t diperoleh thitung sebesar 1,697. Hal ini menunjukkan bahwa thitung 1,697 > ttabel 1,672 dan signifikasi < 0,05 (0,024 < 0,05). Dengan demikian H1 diterima , artinyai variabel kompetensi SDM berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan.

c.Pengaruh motivasi Terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan uji t diperoleh thitung sebesar 2,322. Hal ini menunjukkan bahwa thitung 2,322 > ttabel 1,672 dan signifikasi < 0,05 (0,034 < 0,05). Dengan demikian H1 diterima, artinya variabel motivasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan.

2.Uji Simultan (Uji-F)

Uji F dilakukan untuk menguji apakah model yang digunakan signifikan atau tidak signifikan, Apabila Fhitung lebih besar dari Ftabel, maka koefisien jalur diterima. Dengan tingkat kepercayaan 95% atau (a) = 0,05.

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 19.063 3 6.354 4.355 .041
Residual 51.120 56 2.699
Total 70.183 59
Table 8. Tabel 9 Uji Simultan

Dari hasil analisis regresi berganda dengan menggunakan Df1(k-1) = 2 dan Df2 (n-k-1)= 56 pada alpha sebesar 5% diperoleh F Tabel sebesar 3.110 sedangkan F hitung diperoleh sebesar 4,335 sehingga Fhitung (4,355) > FTabel (3.160) dari perhitungan diatas diketahui sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian dapat dikatakan bahwa secara simultan variabel pengembangan SDM (X1), kompetensi SDM (X2), dan motivasi (X3) berpengaruh secara simultan terhadap nilai Kinerja karyawan (Y).

3.Uji Koefisien Determinasi (R2)

Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson
1 .635a .612 .064 1.643 1.778
Table 9. Tabel 10 Uji Koefisien Determinasi Sumber : Data diolah SPSS 2024

Koefisien Determinasi Hasil koefisien determinasi (R-square) sebesar 0,667 artinya besarnya sumbangan pengaruh variabel pengembangan SDM (X1), kompetensi SDM (X2), dan motivasi (X3)terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 61,2%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.

Pembahasan

Pengembangan sumber daya manusia secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. BRP ARTA SERUNI

Berdasarkan data responden hasil penelitian ini membuktikan pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini membuktikan berhasil atau tidaknya sebuah organisasi atau lembaga tergantung bagaimana organisasi atau lembaga tersebut memanajemen sumber daya manusia yang dimiliki.

Dari defenisi perkembangan SDM yang telah di kemukakan di atas maka dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa persiapan jenjang karir karyawan inilah yang dimaksudkan sebagi pengembangan karyawan. Program pelatihan dan pengembangan tidak hanya bisa dilakukan oleh departemen sumber daya manusia di dalam organisasi sendiri, tetapi tidak menutup kemungkinan di lakukan oleh lembaga atau konsultan lain yang memang disewa oleh rekrutmen untuk membantu program ini.

Seperti ada pelatihan yang diberikan Perusahaan agar mempermudah karyawan untuk memahami pekerjaan yang diberikan, sehingga ketika terjadi perpindahan bidang pekerjaan tidak ada kinerja karyawan yang menurun akan tetapi terjadi kerja sama yang bai kantar karyawan sehingga karyawan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaan atau tepat dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu seringkali dalam lembaga besar selalu ada bagian yang mempunyai tugas untuk mendapatkan dan meningkatkan sumber daya manusianya. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilaksanakan oleh [14]

Kompetensi sumber daya manusia secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. BRP ARTA SERUNI

Hasil penelitian ini membuktikan kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Memberikan kewenangan pekerjaan atas dasar keahlian yang dimiliki karyawan serta didukungnya teknologi yang mendukung, pengetahuan atau latar belakang.

Kompetensi SDM menjadi faktor kunci yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kompetensi SDM dan kinerja karyawan, serta bagaimana pengaruhnya terhadap produktivitas dan efektivitas organisasi. Pendidikan yang sesuai akan membuat kopetensi semakin meningkat kompetensi karyawan BPR arta seruni, Hal ini membuktikan Tingkat kompetensi dibutuhkan agar dapat mengetahui tingkat kinerja yang diharapkan BPR arta seruni untuk kategori baik atau rata-rata. Penentu ambang kompetensi yang dibutuhkan tentunya akan dapat dijadikan dasar bagi proses seleksi, suksesi, suksesi perencanaa, evaluasi kinerja, agar sumber daya manusia BPR arta seruni menjadi sumber daya manusia yang unggul. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilaksanakan oleh [15]

Motivas secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. BRP ARTA SERUNI

Berdasarkan data responden hasil penelitian ini motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Motivasi merupakan suatu dorongan yang terdapat dalam diri individu untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuannya. Semakin besar motiviasi yang dimiliki maka semakin kuat keinginan untuk melakukan dan menyelesaikan pekerjaaan tersebut agar dapat dicapai tujuan yang hendak dicapai.

Hal tersebut membuktikan bahwa motivasi yang maksimal pada karyawan sehingga tidak ada hal yang mendorong dari internal karyawan sehingga motivasi yang diberikan harus lebih tinggi pula, pimpinan tidak pernah meremehkan hasil kerja karyawan serta memberikan apresiasi Ketika karyawan melakukan hasil kerja yang memuaskan sehingga karyawanpun menanggapi baik hal ini dikarenakan pada umumnya karyawan akan memilih menerima hal-hal yang bersifat merangsang pekerjaan dari pada yang bersifat tekanan seperti mentaati aturan-aturan yang berlaku. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilaksanakan oleh [16]

Pengembangan (SDM), Kompetensi (SDM) dan Motivasi secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja karyawan PT. BRP ARTA SERUNI

Penelitian yang dilakukan di PT. BRP ARTA SERUNI meunjukkan bahwa variable pengembangan SDM (X1), kompetensi SDM (X2), dan motivasi (X3) berpengaruh secara simultan terhadap nilai Kinerja karyawan (Y). Maka, dapat diartikan bahwa untuk meningkatkan kinerja karyawan dapat dipengaruhi oleh faktor – faktor seperti pengembanga sumber daya manusia, kompetensi sumber daya manusia dan motivasi. Mempu memahami pekerjaan yang diberikan Perusahaan akan membuat sumber daya manusia semakin berkembang, hal ini tentunya didukung oleh fasilitas teknologi dan latar Pendidikan yang sesuai dengan sumber daya manusia di PT. BPR Arta seruni. pengembangan sumber daya manusia, kompetensi sumber daya manusia dan motivasi diberikan sejalan dengan perubahan-perubahan metode kerja, yang menuntut pada perubahan sikap pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan karyawan dengan lebih baik dan melebihi standar pekerjaan yang ditetapkan perusahaan, sehingga tujuan perusahaan dapat terwujud [17].

Simpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan mengenai pengembangan sumber daya manusia, kompetensi sumber daya manusia, dan motivasi terhadap nilai Kinerja karyawan di PT. BRP ARTA SERUNI maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.Pengembangan sumber daya manusia berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan

2.Kompetensi sumber daya manusia berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan

3.Motivasi berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan

4.Pengembangan sumber daya manusia, kompetensi sumber daya manusia dan motivasi secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan

Ucapan Terima Kasih

Ucapan terima kasih disampaikan kepada responden di PT. BRP ARTA SERUNI yang telah meluangkan waktu secara sukarela untuk membantu penelitian ini. Selain itu, juga disampaikan terima kasih pada pihak – pihak yang telah meluangkan waktu dan ikut membantu penelitian ini sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan baik.

References

[1] V. Rivai, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan: Dari Teori ke Praktik, 1st ed. Jakarta, Indonesia: PT RajaGrafindo Persada, 2006.

[2] M. S. P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Rev. ed. Jakarta, Indonesia: PT Bumi Aksara, 2016.

[3] E. Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, 1st ed. Jakarta, Indonesia: Kencana Prenada Media Group, 2009.

[4] M. Hasibuan, Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta, Indonesia: PT Bumi Aksara, 2008.

[5] K. D. Wati, N. T. Herawati, and N. K. Sirnawati, “Human Resource Competence, SAP Implementation, and Regional Financial Accounting Systems on Financial Report Quality,” E-Journal S1 Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia, 2014.

[6] A. A. A. P. Mangkunegara, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya, 2009.

[7] B. Krisdianto and Nurhajati, “Human Resource Development and Motivation in Employee Performance at Tourism Office,” JIMMU, vol. 2, no. 2, 2017.

[8] R. Massie, B. Tewal, and G. Sendow, “Career Planning, Training, and Career Development on Employee Performance,” Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, vol. 15, no. 5, 2015.

[9] N. Callista, “Human Resource Competence and Employee Performance,” AGORA, vol. 4, no. 2, pp. 45–50, 2016.

[10] A. W. Astuti, “Human Resource Competence and ASN Performance,” Equilibrium, vol. 3, no. 1, pp. 81–90, 2015.

[11] M. W. Indardi, D. Andriani, and R. Abadiyah, “Work Motivation, Work Environment, and Work Culture on Employee Performance,” Al-Kharaj: Journal of Islamic Economics, Finance, and Business, vol. 6, no. 6, pp. 4763–4778, 2024.

[12] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2017.

[13] I. Ghozali, Desain Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Semarang, Indonesia: Universitas Diponegoro, 2019.

[14] P. Hutapea and N. Thoha, Kompetensi Plus: Teori, Desain, Kasus, dan Penerapan untuk HR dan Organisasi yang Dinamis. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama, 2018.

[15] P. Hutapea and N. Thoha, Kompetensi Komunikasi Plus: Teori, Desain, Kasus, dan Penerapan untuk HRx dan Organisasi yang Dinamis. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama, 2021.

[16] S. P. Robbins and T. A. Judge, Organizational Behavior, 14th ed. New Jersey, USA: Pearson Education, 2011.

[17] V. Rivai and J. Sagala, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan: Dari Teori ke Praktik. Jakarta, Indonesia: Rajawali Press, 2011.