<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Komitmen Profesional dan Sikap Machiavellian Terhadap Whistleblowing Intention: Self Efficacy Sebagai Variabel Moderasi</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-2b6c66456638a5c60310e58146955d05" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Azmiyanti</surname>
            <given-names>Rizdina</given-names>
          </name>
          <email>rizdina.a.ak@upnjatim.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-fb304bfab76b40d8d44f5fea39aa9379" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Suhartini</surname>
            <given-names>Dwi</given-names>
          </name>
          <email>dwisuhartini.ak@upnjatim.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-62350d7ca6c80abfa78fe99660475337" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Yunida Putri</surname>
            <given-names>Sofie</given-names>
          </name>
          <email>sofie.yunida.ak@upnjatim.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-04-12">
          <day>12</day>
          <month>04</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-44e2df7afeb8759579fa541f0132a3b8">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-17">Perilaku kecurangan akademik masih meresahkan dunia Pendidikan di Indonesia, seperti menyontek dan plagiasi. Perilaku tersebut dikategorikan sebagai fraud atau korupsi yang seolah-olah dianggap sebagai tindakan yang wajar dilakukan [1]. Tindak pidana korupsi menjadi suatu kasus yang perlu untuk ditindaklanjuti di seluruh dunia [2]. Fraud atau kecurangan merupakan sebuah tindakan yang melanggar hukum yang dilakukan secara sengaja oleh individu untuk memperoleh sebuah keuntungan [3].</p>
      <p id="_paragraph-18">Pendidikan dapat menjadi suatu pegangan yang mampu mencegah terjadinya korupsi [4]. Perguruan tinggi diharapkan mampu mewujudkan potensi yang dimiliki mahasiswa sebagai bekal di dunia kerjanya. Namun, masih sering ditemukan kecurangan akademik dan memberikan dampak negatif terhadap individunya [5]. Kecurangan akademik merupakan perilaku yang memberikan dampak buruk bagi mahasiswa hanya demi mendapatkan hasil yang memuaskan, sehingga mahasiswa menghiraukan tujuan dari pendidikan [6]. Perilaku kecurangan akademik diantaranya menyalin jawaban teman, titip absen, pemalsuan ijazah [7].</p>
      <p id="_paragraph-19">Berdasarkan survei pendahuluan yang telah dilakukan pada 52 mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur menunjukkan bahwa 75% menyatakan tidak berani melakukan <italic id="_italic-5">whistleblowing</italic><italic id="_italic-6">, </italic>jika mengetahui ada kecurangan disekitarnya. Mereka memilih diam karena takut terhadap resiko yang akan diterimanya apabila melakukan pengungkapan melalui <italic id="_italic-7">whistleblowing. </italic></p>
      <p id="_paragraph-20">Namun demikian, tindakan <italic id="_italic-8">whistleblowing </italic>sangat penting untuk diterapkan pada setiap instansi ataupun perusahaan, berlakunya <italic id="_italic-9">whistleblowing </italic>dengan efektif dapat membantu mengungkapkan tindakan kecurangan pada bagian keuangan secara illegal [8].</p>
      <p id="_paragraph-21">Pada studi sebelumnya ditemukan fakta bahwa <italic id="_italic-10">whistleblowing intention </italic>yang rendah dapat menyebabkan tingginya tingkat kecurangan yang akan terjadi. Untuk itu, dibutuhkan komitmen profesional yang tinggi. <italic id="_italic-11">Whistleblowing intention </italic>dapat tumbuh dengan adanya komitmen profesional dalam diri individu [9]. Untuk menjadi seorang yang berperilaku profesional, dibutuhkan individu yang dapat menjaga etikanya [10]. Komitmen profesional merupakan sikap yang memiliki kecintaan terhadap profesinya, menjaga nama baik instansi, sehingga jika menemukan tindakan kecurangan cenderung memiliki <italic id="_italic-12">whistleblowing intention.</italic>Hal ini didukung oleh penelitian [11] dan [10]. Namun, hasil penelitian tersebut tidak selaras dengan penelitian (Purwantini, 2017), dan (Ridho &amp; Rini, 2016) yang menyatakan bahwa komitmen profesional tidak berpengaruh secara signifikan dengan niat <italic id="_italic-13">whistleblowing.</italic></p>
      <p id="_paragraph-22">Sikap <italic id="_italic-14">m</italic><italic id="_italic-15">achiavellian</italic>menjadi variabel yang mampu mendorong tindakan <italic id="_italic-16">whistleblowing. </italic>Individu yang memiliki sikap <italic id="_italic-17">m</italic><italic id="_italic-18">achiavellian</italic>akan melakukan tindakan pelaporan kecurangan sesuai dengan keinginan dan akan melakukan <italic id="_italic-19">whistleblowing </italic>apabila menerima benefit untuk dirinya. Sikap <italic id="_italic-20">m</italic><italic id="_italic-21">achiavellian</italic> cenderung mementingkan kepentingan dirinya dan akan agresif pada kepentingannya [12]. Hal ini didukung oleh penelitian [11] dan [12]<italic id="_italic-22">. </italic>Namun, hasil ini berbedadengan penelitian (Sartika &amp; Mulyani, 2020) dan (Basri, dkk., 2020) yang menyatakan bahwa sifat machiavellian tidak berpengaruh terhadap niat dalam melakukan <italic id="_italic-23">whistleblowing</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-23">Ketidakkonsistenan hasil penelitian sebelumnya yang mempengaruhi <italic id="_italic-24">machiavellian</italic><italic id="_italic-25"> intention </italic>memiliki kecenderungan diperkuat oleh faktor karakter personal <italic id="_italic-26">self efficacy</italic>yang tinggi, seperti yang dinyatakan oleh (Asih &amp; Dewi, 2017) bahwa individu yang memiliki <italic id="_italic-27">self efficacy</italic> tinggi atau tingkat keyakinan yang tinggi akan percaya dapat mencapai hasil yang lebih baik.</p>
      <p id="_paragraph-24">Untuk itu, variabel <italic id="_italic-28">self efficacy</italic>dapat dijadikan sebagai variabel moderator atau sebagai penguat sikap komitmen profesional dan sikap <italic id="_italic-29">machiavellian</italic> dalam mendorong tingginya <italic id="_italic-30">whistleblowing intention.</italic> Mahasiswa yang memiliki komitmen profesional tinggi dapat mendorong untuk melakukan tindakan <italic id="_italic-31">whistleblowing</italic>yang diperkuat oleh <italic id="_italic-32">self efficacy</italic>. Individu yang memiliki <italic id="_italic-33">self efficacy</italic> tinggi atau tingkat keyakinan yang besar akan percaya mencapai hasil yang baik [13]. Dengan demikian, adanya tingkat komitmen profesional yang tinggi akan lebih termotivasi melakukan tindakan <italic id="_italic-34">whistleblowing</italic>, jika didorong oleh tingkat keyakinan atau <italic id="_italic-35">self efficacy</italic> yang tinggi, sehingga variabel <italic id="_italic-36">self efficacy</italic> dapat memoderasi komitmen profesional terhadap <italic id="_italic-37">whistleblowing intention. </italic>Hal ini didukung oleh penelitian [13], dan [14]</p>
      <p id="_paragraph-25">Individu dengan sikap machiavellian akan memilih kepentingan untuk dirinya sendiri dan agresif terhadap kepentingannya [12]. Dengan adanya <italic id="_italic-38">self efficacy</italic> dapat memotivasi individu melakukan <italic id="_italic-39">whistleblowing</italic><italic id="_italic-40">,</italic>karena individu dengan <italic id="_italic-41">self efficacy</italic>tinggi akan meningkatkan upaya dalam pengambilan keputusan [15], sehingga diyakini bahwa <italic id="_italic-42">self efficacy</italic>mampu memoderasi sikap <italic id="_italic-43">machiavellian</italic> terhadap <italic id="_italic-44">whistleblowing intention. </italic>Hal ini mengindikasikan bahwa individu dengan <italic id="_italic-45">self efficacy</italic> tinggi lebih memiliki keyakinan dan dapat mendorong untuk melakukan tindakan <italic id="_italic-46">whistleblowing intention. </italic>Hal ini didukung oleh penelitian [15], [11].</p>
      <p id="_paragraph-26">Untuk mendukung penelitian ini, digunakan <italic id="_italic-47">theory of planned behavior. </italic>Teori ini dapat menjelaskan bahwa perilaku individu mendasarkan pada niat yang timbul dari individu dan ditentukan oleh faktor eksternal dan internal [2].</p>
      <p id="_paragraph-27">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh komitmen profesional, sikap <italic id="_italic-48">machiavellian</italic>terhadap <italic id="_italic-49">whistleblowing intention </italic>dengan <italic id="_italic-50">self efficacy</italic>sebagai variabel moderasi pada mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Teori dan Hipotesis</title>
      <sec id="heading-88ef32c3da25fbcbbc5d8fe443dcc3c2">
        <title>
          <bold id="_bold-18" />
          <italic id="_italic-51">Theory Of Planned Behavior</italic>
        </title>
        <p id="_paragraph-29"><italic id="_italic-52">Theory of planned behavior </italic>menjelaskan bahwa perilaku manusia berasal dari dalam individu yang akan berperilaku sesuai niat yang diperoleh dari faktor internal maupun eksternal [5]. Dasar dari teori adalah setiap manusia akan mempertimbangkan tindakan yang akan dilakukan [16].</p>
      </sec>
      <sec id="heading-6671b256c5395190b6816fa6829343c4">
        <title>
          <italic id="_italic-53">Whitsleblowing</italic>
        </title>
        <p id="_paragraph-31"><italic id="_italic-54">Whistleblowing </italic>adalah tindakan yang penting untuk diterapkan pada sebuah instansi atau perusahaan untuk membantu dalam meminimalisir adanya sebuah kecurangan [8]. <italic id="_italic-55">Whistleblowing </italic>dapat diartikan sebagai upaya anggota aktif ataupun tidak dalam melakukan tindakan yang tidak sesuai seperti illegal, tidak bermoral, dan praktik yang salah. Secara umum, <italic id="_italic-56">whistleblowing </italic>ini merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang aktif dalam lingkungan internal atau eksternal guna mengungkapkan sebuah kecurangan [17].</p>
      </sec>
      <sec id="heading-c3253cd69fd20bc4753749d1c54462c4">
        <title>Komitmen Profesional</title>
        <p id="_paragraph-33">Komitmen profesional merupakan tingkat kesetiaan terhadap profesinya seperti yang telah ditunjukkan oleh individu tersebut [18]. Terdapat ciri-ciri pada profesional yaitu menurut Keraf (1998) dalam [12] menyebutkan :</p>
        <p id="_paragraph-34">(1) memiliki sebuah keahlian serta ketrampilan, (2) memiliki komitmen yang tinggi,</p>
        <p id="_paragraph-35">(3) orang yang profesional memiliki kehidupan dari profesinya.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-738c720047a14bffd9427dcd1b9068a4">
        <title>Sikap <italic id="_italic-57">Machiavellian </italic></title>
        <p id="_paragraph-37">Sikap <italic id="_italic-58">Machiavellian </italic>merupakan sebuah keyakinan mengenai hubungan personal yang akan membentuk sikap terhadap orang lain [19]. Pribadi dengan <italic id="_italic-59">Machiavellian </italic>lebih tinggi akan mengambil sebuah keputusan berdasarkan kepentingan pribadinya yang mampu melakukan penipuan ataupun manipulasi guna mencapai tujuan mereka, dan akan mengabaikan norma etikanya [20].</p>
      </sec>
      <sec id="heading-2bfb983a3e26bfa98521206ea36f5ec2">
        <title>
          <italic id="_italic-60">Self Efficacy</italic>
        </title>
        <p id="_paragraph-39">Sebuah keyakinan pada individu terhadap kemampuan individu tersebut guna memperoleh sebuah hasil [13]. Menurut [21], <italic id="_italic-61">self efficacy</italic>ini merupakan sebuah perasaan yang dapat mengatasi permasalah dengan sebuah efisiensi, kecukupan dan kemampuan. <italic id="_italic-62">Self efficacy</italic>dibagi menjadi 4 kelompok :</p>
        <p id="_paragraph-40">1. <italic id="_italic-63">Performance accomplishments </italic>/ <italic id="_italic-64">enactive attainment</italic></p>
        <p id="_paragraph-41">2. <italic id="_italic-65">Vicarious influences / experience</italic></p>
        <p id="_paragraph-42">3. <italic id="_italic-66">Verbal persuasion</italic></p>
        <p id="_paragraph-43">4. <italic id="_italic-67">Physical and emotional reaction</italic></p>
        <p id="_paragraph-44">Komitmen profesional merupakan tingkat kesetiaan terhadap profesinya dan ditunjukkan melalui individunya [18]. Individu dengan komitmen profesional yang tinggi cinta terhadap profesinya sehingga, akan melakukan <italic id="_italic-68">whistleblowing </italic>apabila menemukan suatu kecurangan yang terjadi disekitarnya. Terjadinya suatu kecurangan di organisasi, individu yang memiliki komitmen profesional yang kuat akan menyadari bahayanya karena dapat melanggar etika sehingga, individu mampu untuk melakukan <italic id="_italic-69">whistleblowing </italic>untuk menjaga organisasinya [22]. Hal ini didukung oleh penelitian [10].</p>
        <sec id="heading-f87e0d3202ed2df91aa1b9105c700504">
          <title>H<sub id="_subscript-1">1</sub>= Pengaruh Komitmen Profesional Terhadap <italic id="_italic-70">Whistleblowing Intention </italic></title>
          <p id="_paragraph-46">Sikap <italic id="_italic-71">machiaveliian</italic> ini merupakan sebuah perilaku yang tidak mementingkan norma etika. Namun, individu dengan sikap <italic id="_italic-72">m</italic><italic id="_italic-73">achiavellian</italic> mampu melakukan tindakan <italic id="_italic-74">whistleblowing </italic>apabila tindakan yang dilakukan akan memberikan keuntungan untuk dirinya [11]. Hal ini didukung oleh penelitian [12].</p>
        </sec>
        <sec id="heading-98c2a86608ff8a245d4d44924b88d644">
          <title>H<sub id="_subscript-2">2</sub>= Pengaruh Sikap <italic id="_italic-75">Machiavellian </italic>Terhadap <italic id="_italic-76">Whistleblowing Intention</italic></title>
          <p id="_paragraph-48">Komitmen profesional dapat menghasilkan individu yang berperilaku sesuai dengan kode etik, dan kejujuran dalam melakukan sebuah tindakan [23]. Adanya komitmen profesional yang tinggi akan mampu melakukan <italic id="_italic-77">whistleblowing</italic>. Hal ini karena, individu yang memiliki kecintaan terhadap profesinya akan memiliki <italic id="_italic-78">self efficacy</italic>karena individu akan mendapatkan keyakinan terhadap kemampuannya dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini didukung oleh [13], dan [14]</p>
        </sec>
        <sec id="heading-ce075b3d201d89d639e9196bc3a99b4b">
          <title>H<sub id="_subscript-3">3</sub>= <italic id="_italic-79">Self Efficacy </italic>Memoderasi Pengaruh Komitmen Profesional Terhadap <italic id="_italic-80">Whistleblowing Intention</italic></title>
          <p id="_paragraph-50">Sikap <italic id="_italic-81">Machiavellian </italic>yang merupakan individu yang dalam melakukan tindakan akan mengambil keputusan berdasarkan kepetingan pribadinya. Individu ini dapat melakukan tindakan dengan mengabaikan norma yang ada [20]. Individu dengan sikap <italic id="_italic-82">Machiavellian </italic>ini dapat melakukan <italic id="_italic-83">whistleblowing </italic>apabila ada sikap efikasi dalam dirinya. Efikasi dalam diri ini dapat memberikan sebuah keyakinan dalam melakukan tindakan yang dapat memberikan sebuah hasil [13]. Penelitian ini didukung oleh [15], [11].</p>
        </sec>
        <sec id="heading-1deb8257535b738f59c64a3195d0edf5">
          <title>H<sub id="_subscript-4">4</sub>= <italic id="_italic-84">Self Efficacy </italic>Memoderasi Pengaruh Sikap <italic id="_italic-85">Machiavellian</italic> Terhadap <italic id="_italic-86">Whistleblowing Intention</italic></title>
          <p id="_paragraph-52">Berdasarkan uraian tersebut maka kerangka pemikiran pada penelitian ini digambarkan pada gambar 1.</p>
          <fig id="figure-panel-15bbd85687c0701087990eb37fdd5a06">
            <label>Figure 1</label>
            <caption>
              <title>Kerangka Pemikiran</title>
              <p id="paragraph-ec88071295902a727e6c0f63f3026075" />
            </caption>
            <graphic id="graphic-8982b40e8f1560304f33893e080f7f45" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2023-04-17 150331.png" />
          </fig>
        </sec>
      </sec>
      <sec id="heading-a0e35cc5e6da2eaac9571afde6898d12">
        <title>Metode</title>
        <p id="_paragraph-57">Penelitian ini dilakukan di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian menggunakan responden mahasiswa Akuntansi Angkatan 2018 dan 2019 sejumlah 521 Mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan <italic id="_italic-87">quota sampling</italic> sejumlah 200 mahasiswa, harapannya jawaban responden dapat mempresentasikan fenomena untuk keselurahan pupulasi yang ada. Teknik pengumpulan data menggunakan metode survei dengan melakukan penyebaran kuesioner melalui <italic id="_italic-88">google-form. </italic></p>
        <p id="_paragraph-58">Teknik analisis untuk menguji hipotesis menggunakan WarpPLS 7.0. Tahapannya meliputi tiga tahap yaitu, outer model, inner model, dan uji hipotesis.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-3e8d9eecbc401056e39923d3635f8073">
        <title>Definisi Operasional</title>
        <p id="_paragraph-60">Variabel-variabel yang digunakan akan didefinisikan secara operasional, sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-61">Komitmen profesional adalah sebuah kecintaan individu terhadap profesinya, individu akan melakukan usaha guna menjaga profesinya. Variabel komitmen profesional diukur dengan indikator yang mereplikasi dari [24] :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-7252fa56d7090c2ab6af2163f50215da">
          <list-item>
            <p>Kebanggaan dan komitmen menjadi mahasiswa akuntansi</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Komitmen untuk membangun karir menjadi seorang akuntan.</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-62">Sikap <italic id="_italic-89">machiavellian</italic> adalah individu yang memiliki sikap untuk melakukan suatu tindakan demi mencapai impiannya dan akan mengabaikan etikanya. Variabel sifat <italic id="_italic-90">Machiavellian </italic>diukur dengan indikator yang mereplekasi dari [25] :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-42e492b6ca4b15bf6bc335f18b339ec3">
          <list-item>
            <p>Sifat taktik interpersonal seseorang</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Pandangan individu tentang sifat manusia</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Moralitas</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-63"><italic id="_italic-91">Whistleblowing intention </italic>adalah adanya sebuah niat yang ada dalam diri individu untuk melakukan pelaporan terhadap sebuah pelanggaran kecurangan yang telah terjadi. Variabel <italic id="_italic-92">whistleblowing intention </italic>diukur dengan indikator yang mereplikasi dari Ajzen, 2005 :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-2c30ac0462786f2c057053a5881a6464">
          <list-item>
            <p>Sikap untuk melaporkan pelanggaran.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Keyakinan terhadap tindakan <italic id="_italic-93">whistleblowing </italic></p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Kemampuan untuk melaporkan pelanggaran.</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-64"><italic id="_italic-94">Self efficacy</italic>adalah individu yang memiliki keinginan dan kemampuan dalam menyelesaikan suatu tugas dan mampu untuk mencapai hasilnya. Variabel <italic id="_italic-95">self efficacy</italic>diukur dengan indikator yang mereplikasi dari [26] :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-751d1487c135c32bbc6ee9b6cfc5f370">
          <list-item>
            <p>Tanggung jawab pribadi</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Umpan balik untuk tindakannya</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Bekerja keras lebih kreatif</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Mandiri</p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
      <sec id="heading-d448321d18a48a8fbffce97f965807a4">
        <title>Pengukuran Variabel</title>
        <p id="_paragraph-66">Pengukuran variabel menggunakan skala ordinal dengan teknik pengukuran variabel menggunakan skala likert. Pernyataan responden diukur menggunakan jawaban, seperti berikut:</p>
        <p id="_paragraph-67">1 = Sangat Tidak Setuju (STS)</p>
        <p id="_paragraph-68">2 = Tidak Setuju (TS)</p>
        <p id="_paragraph-69">3 = Kurang Setuju (KS)</p>
        <p id="_paragraph-70">4 = Setuju (S)</p>
        <p id="_paragraph-71">5 = Sangat Setuju (SS)</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-95626a61d7cfa2935e4b6a867f33e2fc">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-d0cefdf1033f724b02336703e93a8a7a">
        <title>Deskripsi Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-73">Dalam penelitian ini, data yang diperoleh adalah melalui kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa pada tangga 10 Maret 2022 – 25 Maret 2022. Responden dari penelitian ini berjumlah 107 mahasiswa akuntansi UPN “Veteran” Jawa Timur. Responden dalam penelitian ini memiliki 69 (64.5%) mahasiswa akuntansi angkatan 2018 dan 38 (35.5%) mahasiswa angkatan 2019. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan link berupa <italic id="_italic-96">go</italic><italic id="_italic-97">o</italic><italic id="_italic-98">gle form</italic> kepada para mahasiswa.</p>
        <p id="_paragraph-74">Hasil pengujian pertama yang dilakukan adalah uji <italic id="_italic-99">outer model</italic>:</p>
      </sec>
      <sec id="heading-ec35ff2a5a5f2ff36165f8054d84ae12">
        <title>Outer Model</title>
        <p id="_paragraph-76">Tahap pertama melakukan uji convergent validity. Dapat dikatakan baik apabila setiap indikator memiliki nilai &gt;0.7, namun masih dapat dikatakan diterima apabila nilai &gt;0,6 – 0,7. Tabel. 1 adalah hasil dari nilai <italic id="_italic-100">convergent validit</italic><italic id="_italic-101">y.</italic></p>
        <table-wrap id="table-figure-8c7666548a764a81134ae995b92f7ac1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Outer Loading</title>
            <p id="paragraph-fada34c7718bb6e3db527ba877d5c6a5" />
          </caption>
          <table id="table-e0c17b2e80ead813e10876a03b40b856">
            <tbody>
              <tr id="table-row-e143538200d4cb88ce56d00f98b4da38">
                <td id="table-cell-d3a528f4a500605f5e991f96562aa102"> Variabel </td>
                <td id="table-cell-51d69b8bd28f3dae8609889ee8b74189"> Indikator </td>
                <td id="table-cell-b56d5d8fa0c358d49955bf84a89e22db"> Original Sample Estimate </td>
                <td id="table-cell-d037c23ef769e3935738a53f11427897"> Keterangan </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-06a62fa0b4796bc04a995e79db6066e2">
                <td id="table-cell-262c6075b7f751beb687d353a02764e7" rowspan="2"> Komitmen Profesional (X1) </td>
                <td id="table-cell-edcf436a17358a021473be6139d2ee37"> KP.1 </td>
                <td id="table-cell-0dbd3cac5808ab04cc221298327a30f2"> 0.765 </td>
                <td id="table-cell-a4147c12b67c7d45df9d0934b0c44f20"> Valid </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-34fdf0054a5d37ca045bf2011a29805e">
                <td id="table-cell-cd24149d4220868921e9f85bc91c8ba0"> KP.4 </td>
                <td id="table-cell-4a3a96d4f797b26e5cf734282b170ea4"> 0.765 </td>
                <td id="table-cell-1323f9a7fa1b1d309cb178b405f72de3"> Valid </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c7d9e207697cd6b6cd3ba56af43ea5aa">
                <td id="table-cell-de2ae9f8b1075ff196806ae89064e9c3" rowspan="2"> Sikap Machiavellian (X2) </td>
                <td id="table-cell-2c9ce0bc707b5afc6b30d483d7b7d112"> SM.2 </td>
                <td id="table-cell-2d1c17838094e5ba91e59f1d24ef5ff1"> 0.719 </td>
                <td id="table-cell-9efc499068b090063399dda3f5c4a696"> Valid </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ba0802d5149dbbc84f4a923abb7dafdc">
                <td id="table-cell-844a0bc38d5ef41f11c2acb5f7fa025b"> SM.3 </td>
                <td id="table-cell-e6abe502041696f4da36e5d1ec1189c8"> 0.620 </td>
                <td id="table-cell-a988edb010b3b60d0ff81ffab857a35f"> Valid </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1507afde9ad535aea2bb804fd188f3ca">
                <td id="table-cell-506e171c83fa0fa760e485c1c901250a" rowspan="2"> Whistleblowing Intention (Y) </td>
                <td id="table-cell-67d57b795f5424a14db3248e02574e5a"> WB.3 </td>
                <td id="table-cell-60df215fad8a7bfadeecd3da9c2ee557"> 0.760 </td>
                <td id="table-cell-1911291aea44fa244171cf9e587f37b2"> Valid </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e84986f83543598aec4b056a57cf507e">
                <td id="table-cell-950316833c658995c1786e33a32d07c9"> WB.5 </td>
                <td id="table-cell-b144865770d0a3e8f58df7431f7b2833"> 0.760 </td>
                <td id="table-cell-5cae7637b1d879eced3703268ee3162e"> Valid </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-60a2d55ebc15d957f0884a3fde048d35">
                <td id="table-cell-df53e3d9c0fffb4f21ab19588b01745e" rowspan="2"> Self Efficacy (Z) </td>
                <td id="table-cell-b0d4c92386a88a03970bb1fd8bc16837"> SE.4 </td>
                <td id="table-cell-1d70adabe984481cfee14bf03dc00f16"> 0.743 </td>
                <td id="table-cell-016e66fe52ed987f6bcd2f9170e8f456"> Valid </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-070f3bf6ea177be8fc884531d290e3d5">
                <td id="table-cell-c43c9d9f08deeb650ed472ecdd903f8f"> SE.5 </td>
                <td id="table-cell-964f313c34890567ae6e2b6d9d9a5e7e"> 0.743 </td>
                <td id="table-cell-7a2ad4786ebba4a77ade2fce79065068"> Valid </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-80">Pada Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai outer loading pada setiap indikator memiliki hasil &gt;0.6, sehingga seluruh indikator komitmen profesional, sikap <italic id="_italic-106">Machiavellian, whistleblowing intention, </italic><italic id="_italic-107">self efficacy</italic>telah memenuhi <italic id="_italic-108">convergent validity.</italic></p>
        <p id="_paragraph-81">Tahap selanjutnya, melakukan perhitungan <italic id="_italic-109">discriminant validity. </italic>Pada pengujian <italic id="_italic-110">discriminant validity</italic> menunjukkan bahwa data telah memenuhi, jika nilai <italic id="_italic-111">cross loading</italic> lebih besar dibandingkan dengan variabel lainnya. Hasilnya nilai <italic id="_italic-112">cross loading </italic>lebih besar daripada variabel lainnya, sehingga semua variabel telah memenuhi <italic id="_italic-113">discriminant validity. </italic></p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Nilai AVE</title>
            <p id="_paragraph-83" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-af4a00eeda271d0b879c99483aef0b59">
                <td id="table-cell-fef630e62fd3d95e0a733a8ddc2e07f0">Variabel</td>
                <td id="table-cell-738734a2a6224642cc1640727a60f9fd">AVE</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6aceee7ebef1fb73bd8939bbc6ac34c3">
                <td id="table-cell-61b39b905fc01db7d11fcbfde76f5ed7">Komitmen Profesional (X1)</td>
                <td id="table-cell-59f3f3933503941819e15525e3502138">0.586</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bf45964af8b150c591127865908081f2">
                <td id="table-cell-4107d908f3095a38678364964de42fc8">Sikap Machiavellian (X2)</td>
                <td id="table-cell-1708f86531ec804c82697a8bfede5825">0.583</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-249528d4da0531cc2bbb3b85f0f6dcd3">
                <td id="table-cell-dcf55743acdba0f80ed190da6fe5055e">Whistleblowing Intention (Y)</td>
                <td id="table-cell-b53735e5977e3ebeeb1279d94402f2bf">0.578</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-978bf902981772d37595cd4f9d067d0b">
                <td id="table-cell-ec2b57ced4d7ff5ca7610a2cb8fe25ca">Self Efficacy(Z)</td>
                <td id="table-cell-745fc4d057e85c1aa6240b2efe00e4e9">0.553</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-85">Pada Tabel 2, memberikan hasil bahwa nilai AVE dikatakan memiliki nilai <italic id="_italic-117">discriminant validity </italic>yang baik jika menunjukkan &gt;0,5 sesuai dengan nilai yang disarankan oleh [27]. Dengan demikian, semua variabel telah memiliki <italic id="_italic-118">discriminant validity </italic>yang baik</p>
        <p id="_paragraph-86">Pada penilaian <italic id="_italic-119">composite reliability</italic> digunakan ntuk menguji nilai reliabilitas. Dapat dikatakan sebagai penelitian yang baik apabila nilai <italic id="_italic-120">composite reliability &gt;</italic>0.7.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title><bold id="bold-03ad4454dcb0eac5acdaf4ff2b9e3115"/>Nilai <italic id="_italic-121">Composite Reliability</italic></title>
            <p id="_paragraph-88" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-57d645d088325c1797c859128e62c4c2">
                <td id="table-cell-2db26901f27778c797ddbada0efb403d">Variabel</td>
                <td id="table-cell-d66b93a645d951e31323c6de8e86cb8e">Composite Reliability</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-85d7693349e4b879ed751f8ad06ac300">
                <td id="table-cell-ca93eb6e8524830cc6d654991619edd7">Komitmen Profesional (X1)</td>
                <td id="table-cell-4e65519235fc609eb164e2a5c4711880">0.739</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-70bd64c198ccae6084455aa5808af69b">
                <td id="table-cell-49f6b120595defaa8026ac554bbefc34">Sikap Machiavellian (X2)</td>
                <td id="table-cell-8df358aaf9cf5971fe63ab7a493e8821">0.737</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-61ed6f1b0a6df860f7f170fcce910059">
                <td id="table-cell-2741c241c6bfa58209241e37a8866726">Whistleblowing Intention (Y)</td>
                <td id="table-cell-5fde7ddc5bccd8d88710b2dd70747f0a">0.732</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-084ab5d0976409fb6812548693a7603a">
                <td id="table-cell-2fd1952dba376b203c3d63f9b1a233e1">Self Efficacy(Z)</td>
                <td id="table-cell-bdc3c438a9be3157aa61873399125208">0.712</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-90">Berdasarkan Tabel 3, menunjukkan bahwa semua varibel memiliki nilai <italic id="_italic-126">composite reliability </italic>&gt;0.7. Dengan demikian hasil yang diperoleh telah reliabel karena telah menunjukkan keakuratan yang baik. Hasil dari pengujian <italic id="_italic-127">outer model </italic>dapat dikatakan bahwa semua konstruk telah memenuhi syarat dan valid .</p>
      </sec>
      <sec id="heading-4b38875f01db507b1a7fc2d4ed62e14d">
        <title>Uji Inner Model<italic id="_italic-128"/></title>
        <p id="_paragraph-92">Pada uji <italic id="_italic-129">inner model </italic>menunjukkan hubungan kekuatan estimasi antara variabel laten atau konstruk. Nilai R-Square sebesar 0.75, 0.50, 0.25 dapat diinterprestasikan sebagai substansial, moderat, dan lemah. Untuk Q-Square lebih dari nol dikatakan bahwa variabel laten eksogen mempunyai relevansi predektif terhadap variabel laten endogen [27].</p>
        <table-wrap id="table-figure-f272b05ffb0332a811fbd4fa29afae80">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>R-<italic id="italic-1">Square </italic>dan Q-<italic id="italic-2">Square</italic></title>
            <p id="paragraph-2c5c7e06974bd898f0be1698db042783" />
          </caption>
          <table id="table-9240e9d2d4c93d8b9b2155cfd9c3542a">
            <tbody>
              <tr id="table-row-1c1170175315acab32bdbba517eea34d">
                <th id="table-cell-a1c140b2889bdac44ed2e6c7a8a8768c" />
                <th id="table-cell-7806a0c06e4ba92ccfbc7dc93e5055fe">R-Square</th>
                <th id="table-cell-0dd88d54d902d08863c84c54f2a64b99">Q-Square</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-cb2210fa01c9b336dcdb2e5ebffbcd6c">
                <td id="table-cell-934fdaedcb0a1c12b27011d5873346e6">Whistleblowing Intention (Y)</td>
                <td id="table-cell-0526e28a469a3ef374f20e8cede8dce9">0.067</td>
                <td id="table-cell-ca55aa807285cdbbd92a01c742b08fc6">0.075</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-96">Berdasarkan tabel 4, menunjukkan bahwa variabel komitmen profesional, sikap machiavellian, dan <italic id="_italic-135">self efficacy</italic> telah mempengaruhi <italic id="_italic-136">whistleblowing intention </italic>dengan memiliki nilai R<sup id="_superscript-6">2 </sup>sebesar 0.067 yang artinya model dinilai lemah. Pada hasil Q<sup id="_superscript-7">2 </sup>variabel komitmen profesional, sikap Machiavellian, dan self efficacy telah mempengaruhi <italic id="_italic-137">whistleblowing intention </italic>nilai <italic id="_italic-138">predictive relevance </italic>sebesar 0.075.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-2a5224eb331c8954614b0f43b0d12cf7">
        <title>Uji Hipotesis</title>
        <fig id="figure-panel-56ab292883d65fbad64203e1abe7e040">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Hipotesis</title>
            <p id="paragraph-8e1669050d6ee320f92864adf6b16786" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-5bc4e04c17b2733fab95940da004a4cb" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2023-04-17 151213.png" />
        </fig>
        <table-wrap id="_table-figure-5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Hipotesis</title>
            <p id="_paragraph-100" />
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-42271531057f9f9a12b2f15cec005a9d">
                <td id="table-cell-ce24c9d3cad1443c536ffe0ca057a212">Variabel</td>
                <td id="table-cell-ba141b68a6961ceacd815dc539a91f48">B</td>
                <td id="table-cell-f0a047f0b59fa815d0c0a0b2ec3d586a">P-Value</td>
                <td id="table-cell-49af8c31412252fa17bd9ba1cb8638d3">Keterangan</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c10c276d18ceb90d1b5288afa0f05901">
                <td id="table-cell-b3f427af8076effff8202695aba07274">KP - WHI</td>
                <td id="table-cell-de68eb91b7b2cfab5ae5183d81201496">0.135</td>
                <td id="table-cell-eda98123f63735080f0bf7344364f113">0.026</td>
                <td id="table-cell-99dee1af2c6ae085066a12deb08e162d">Diterima</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9a176ab1d8cc28bad326ed9748c93c1e">
                <td id="table-cell-a4d2358c0eb872751b7a3e21646f5dc4">SM - WHI</td>
                <td id="table-cell-4521e9487dc29542a9a2c812275d3945">0.140</td>
                <td id="table-cell-6b4d422d76e090f9f96b406021fea47f">0.022</td>
                <td id="table-cell-8b1c476d745a24e7e03d65730b768c95">Diterims</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-44a8765253b957fa6cbd236b78b4beaf">
                <td id="table-cell-78cace6089c6c190129c155c251bc563">SE Memoderasi KP - WHI</td>
                <td id="table-cell-fdaff404e52ef31cb860303bf5853508">0.015</td>
                <td id="table-cell-48aed3cd272dfbe451bdd2a6e53dc1b2">0.416</td>
                <td id="table-cell-7d4aa1c8c0964181863a825606ae5683">Ditolak</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f968d7e8e47d5580096f5e74dba91861">
                <td id="table-cell-8d5bd8b2e9748f4cbd74ed737e4d3aed">SE Memoderasi SM - WHI</td>
                <td id="table-cell-c9a9c0125ea77018d5e5462133b5892a">0.103</td>
                <td id="table-cell-270b00de005002b3026407c214f4c4cc">0.069</td>
                <td id="table-cell-a2910fe1140fcfb51cd3574b7f6495c0">Ditolak</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-102">Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa P-Value dengan tingkat 5% yaitu &lt;0.05 dapat diterima. Berdasarkan tabel 5. Hasil dari uji hipotesis adalah :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-9f89cdbdce1e09b4cfeb21f3e57b544c">
          <list-item>
            <p>H<sub id="_subscript-5">1 </sub>memiliki p-value &lt;0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa hipotesis ini <bold id="_bold-73">diterima</bold>. Dengan demikian, komitmen profesional berpengaruh terhadap <italic id="_italic-139">whistleblowing intention</italic><italic id="_italic-140">.</italic></p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>H<sub id="_subscript-6">2 </sub>memiliki p-value &lt;0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa hipotesis ini <bold id="_bold-74">d</bold><bold id="_bold-75">iterima</bold>. Dengan demikian, sikap <italic id="_italic-141">machiavellian</italic> berpengaruh terhadap <italic id="_italic-142">whistleblowing intention</italic><italic id="_italic-143">.</italic></p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>H<sub id="_subscript-7">4 </sub>memiliki p-value &gt;0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa hipotesis ini <bold id="_bold-76">ditolak</bold>. Dengan demikian, <italic id="_italic-144">self efficacy</italic>tidak mampu memoderasi komitmen profesional terhadap <italic id="_italic-145">whistleblowing intention</italic><italic id="_italic-146">.</italic></p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>H<sub id="_subscript-8">4</sub>memiliki p-value &gt;0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa hipotesis ini <bold id="_bold-77">ditolak</bold>. Dengan demikian, <italic id="_italic-147">self efficacy</italic>tidak mampu memoderasi komitmen profesional terhadap <italic id="_italic-148">whistleblowing intention</italic><italic id="_italic-149">.</italic></p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
      <sec id="heading-4fe662a6b3be05f85130dd6b39f3778a">
        <title>Pengaruh Komitmen Profesional Terhadap <italic id="_italic-150">Whistleblowing Intention</italic></title>
        <p id="_paragraph-104">Berdasarkan hasil uji hipotesis 1menunjukkan bahwa komitmen professional mahasiswa akuntansi UPN Veteran Jawa Timur cukup tinggi, sehingga dapat mempengaruhi perilaku <italic id="_italic-151">whistleblowing intention.</italic>Komitmen profesional mahasiswa sangat penting dalam menjaga profesi akuntan dan mampu melakukan <italic id="_italic-152">whistleblowing</italic>. Berdasarkan hasil jawaban responden membuktikan bahwa mahasiswa akuntansi memiliki komitmen professional yang tinggi dan akan bertindak sesuai dengan norma, menaati aturan-aturan yang ada serta akan menjadi individu yang professional. Pada <italic id="_italic-153">theory of planned behavior</italic>menjelaskan bahwa sebuah perilaku dibuktikan oleh timbulnya niat dalam menjalankan tindakannya [10]. Adanya komitmen professional yang tinggi pada mahasiswa akan mendorong niat dalam melakukan <italic id="_italic-154">whistleblowing. </italic>Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian [15], [10].</p>
        <p id="_paragraph-105">Namun, tidak selaras dengan penelitian [28] yang menyatakan bahwa komitmen profesional tidak berpengaruh secara signifikan dengan niat <italic id="_italic-155">whistleblowing.</italic></p>
      </sec>
      <sec id="heading-f19440bc666141ab0cf887ca20f21643">
        <title>Pengaruh Sikap <italic id="_italic-156">Machiavellian </italic>Terhadap <italic id="_italic-157">Whistleblowing Intention</italic></title>
        <p id="_paragraph-107">Berdasarkan hasil uji hipotesis 2menunjukkan bahwa sikap <italic id="_italic-158">Machiavellian </italic>mahasiswa akuntansi UPN Veteran Jawa Timurberpengaruh terhadap <italic id="_italic-159">whistleblowing intention. </italic>Individu yang memiliki sikap <italic id="_italic-160">m</italic><italic id="_italic-161">achiavellian</italic>cenderung perilakunya dipengaruhi oleh adanya keuntungan atas tidakannya. Berdasarkan hasil jawaban responden bahwa mahasiswa akuntansi melakukan tindakan sesuai dengan keinginannya. Artinya, mahasiswa memiliki sikap <italic id="_italic-162">m</italic><italic id="_italic-163">achiavellian</italic>dimotivasi memanfaatkan keuntungan dan mengharapkan timbal balik atas perilaku yang telah dilakukannya. Dasar <italic id="_italic-164">theory of planned behavior </italic>menjelaskan bahwa manusia akan melakukan tindakan dengan memperhatikan dampak terlebih dahulu terhadap tindakannya [16].Hasil penelitian mendukung studi [12]. Namun, tidak mendukung studi [8], [29].</p>
      </sec>
      <sec id="heading-68e9b89b3de65ccc22d04eea6ce5bbc1">
        <title>Pengaruh Komitmen Profesional Terhadap <italic id="_italic-165">Whistleblowing Intention </italic>Yang Dimoderasi Oleh <italic id="_italic-166">Self Efficacy</italic></title>
        <p id="_paragraph-109">Berdasarkan hasil uji Hipotesis 3menunjukkan bahwa <italic id="_italic-167">self efficacy</italic>tidak mampu memoderasi komitmen profesional terhadap <italic id="_italic-168">whistleblowing intention. </italic>Mahasiswa akuntansi UPN Veteran Jawa Timur melakukan tindakan <italic id="_italic-169">whistleblowing </italic>didorong oleh tingkat komitmen profesional yang tinggi tanpa diperkuat oleh sikap <italic id="_italic-170">self efficacy</italic>yang tinggi. Hal ini membuktikan bahwa komitmen profesional mahasiswa sudah terbentuk dengan baik untuk menjaga profesinya sebagai calon akuntan, menjaga nama baik instansi. Rata-rata jawaban responden dalam penelitian ini menyatakan bahwa sudah ada keyakinan dalam menjalankan suatu tugas yang dimilikinya. Dengan demikian, komitmen profesional yang tinggi dapat menumbuhkan keinginan melakukan pengungkapan kecurangan tanpa diperkuat <italic id="_italic-171">self efficacy</italic><italic id="_italic-172">. </italic>Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa akuntansi sudah memiliki motivasi tinggi dalam menjaga nama baik dan kelancaran pendidikannya. <italic id="_italic-173">T</italic><italic id="_italic-174">heory of planned behavior</italic> dapat menjelaskan bahwa individu akan menjalankan tindakan sesuai dengan niatnya. Hasil penelitian ini tidak mendukung studi [9], [13] dan [14].</p>
      </sec>
      <sec id="heading-f08d440909d087bdf5f0217d7e32cb7b">
        <title>Pengaruh Sikap <italic id="_italic-175">Machiavellian </italic>Terhadap <italic id="_italic-176">Whistleblowing Intention </italic>Yang Dimoderasi Oleh <italic id="_italic-177">Self Efficacy </italic></title>
        <p id="_paragraph-111">Berdasarkan hasil uji hipotesis 4 menunjukkan bahwa <italic id="_italic-178">self efficacy</italic>tidakmampu memoderasi sikap <italic id="_italic-179">machiavellian</italic> terhadap <italic id="_italic-180">whistleblowing intention. </italic>Mahasiswa akuntansi memiliki motivasi melakukan <italic id="_italic-181">whistleblowing intention </italic>tanpa harus didorong atau diperkuat oleh sikap<italic id="_italic-182">self efficacy</italic><italic id="_italic-183">. </italic>Hal ini menggambarkan bahwa perilaku mahasiswa melakukan tindakan kecurangan melalui sistem <italic id="_italic-184">whistleblowing </italic>dimotivasi oleh imbalan tertentu dan dimuati oleh kepentingan pribadi. <italic id="_italic-185">T</italic><italic id="_italic-186">heory of planned behavior</italic>menjelaskan bahwa perilaku berasal dari dalam diri individu yang telah memiliki niat dalam berperilaku [5]. Dengan demikian, <italic id="_italic-187">self efficacy</italic>belum mampu memoderasi sikap <italic id="_italic-188">machiavellian</italic>terhadap <italic id="_italic-189">whistleblowing intention.</italic>Hasil penelitian ini sesuai dengan [30], [29].</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-459f655b7f6f34f38a2f8ee6730a32ec">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-112">Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa, mahasiswa akuntansi UPN Veteran Jawa Timur memiliki komitmen professional yang tinggi sehingga mampu menerapkan <italic id="_italic-190">whistleblowing</italic>tanpa diperkuat oleh sikap <italic id="_italic-191">self efficacy</italic><italic id="_italic-192">. </italic>Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa mahasiswa akuntansi juga memiliki sikap Machiavellian yang mendorong untuk menerapkan <italic id="_italic-193">whistleblowing</italic> tanpa diperkuat oleh sikap <italic id="_italic-194">self efficacy</italic>. Studi ini membuktikan bahwa mahasiswa akuntansi sudah memiliki kesadaran dalam mengungkap kecurangan untuk menjaga nama baik institusi meskipun masih ada muatan kepentingan sendiri, dikarenakan masih ada sikap machiavellian. Implikasi dalam penelitian ini diharapkan pengelola program studi untuk mengoptimalkan <italic id="_italic-195">system whistleblowing </italic>dengan mengadakan sosialiasasi atau seminar. Saran untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lain seperti komitmen organisasi, lingkungan etika, pertimbangan etis atau mengganti variabel moderasi. Keterbatasan dalam penelitian ditunjukkan oleh rendahnya nilai R-Square 0,067, sehingga memiliki kelemahan dalam memotret fenomena secara keseluruhan.</p>
      <p id="_paragraph-140">[28]M. S. Ridho and R. Rini, “PENGARUH KOMITMEN PROFESIONAL, LOCUS OF CONTROL, KESERIUSAN PELANGGARAN DAN SUKU BANGSA TERHADAP INTENSI WHISTLEBLOWING (Studi Empiris pada Pemerintahan Daerah DKI Jakarta),” <italic id="_italic-223">Equity</italic>, vol. 19, no. 1, pp. 38–52, 2016, doi: 10.34209/equ.v19i1.474.</p>
      <p id="_paragraph-141">[29]Y. M. Basri, F. Riarni, N. Azlina, and M. H. D. Indrapraja, “Factors That Influence Whistleblowing Intentions Village Government Official,” <italic id="_italic-224">J. Ris. Akunt. Kontemporer</italic>, vol. 12, no. 2, pp. 87–93, 2020, doi: 10.23969/jrak.v12i2.3125.</p>
      <p id="_paragraph-142">[30]Y. Fitri, “The Effect of Self-Efficacy, Seriousness Level of Violation, Professional Commitment, and Self-Awareness on Whistleblowing Intention,” <italic id="_italic-225">J. Account. Res. Organ. Econ.</italic>, vol. 5, no. 1, pp. 58–67, 2022.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>