Login
Section Marketing Management

Transformational Leadership Practices in Professional Management of Deltras Football Club

Praktik Kepemimpinan Transformasional dalam Pengelolaan Profesional Klub Sepak Bola Deltras
Vol. 20 No. 3 (2025): August:

Wisnu Panggah Setiyono (1), Fahmi Andika (2)

(1) Program Studi Magister Manajemen, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Magister Manajemen, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

Abstract:

General Background: Professional football management increasingly requires structured governance, strategic planning, and accountable leadership to sustain competitiveness. Specific Background: Deltras FC Sidoarjo has undergone managerial transformation aimed at establishing professional standards in organizational operations. Knowledge Gap: Empirical evidence regarding leadership implementation in mid-tier Indonesian clubs remains limited, particularly at the Liga 2 level. Aims: This study analyzes how leadership style is implemented by club management to organize operations professionally. Results: Using a descriptive qualitative approach with interviews, observations, and documentation, findings indicate the adoption of transformational and participatory leadership characterized by clear vision formulation, open communication, player involvement in decision-making, professional organizational structuring, financial transparency, and strengthened relations with supporters and sponsors. These practices correspond with improved internal satisfaction, operational efficiency, and competitive performance. Novelty: The research provides a contextual case study of leadership practices in a regional football club, offering practical evidence beyond top-tier teams. Implications: The findings contribute to sport management literature and provide guidance for similar clubs seeking sustainable governance, stakeholder trust, and structured organizational development.


Keywords: Transformational Leadership, Football Club Management, Organizational Professionalism, Stakeholder Loyalty, Sport Governance


Key Findings Highlights:




  1. Clear strategic vision guides coordinated managerial actions




  2. Participatory decision processes strengthen internal commitment




  3. Transparent administration supports sustainable club operations



Downloads

Download data is not yet available.

Pendahuluan

Sepak bola merupakan salah satu olahraga paling populer di Indonesia yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai industri yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya yang signifikan. Dalam perkembangan industri sepak bola modern, profesionalisme dalam pengelolaan klub menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing dan kelangsungan hidup klub di tengah dinamika kompetisi yang semakin kompleks. Oleh karena itu, kepemimpinan yang efektif sangat diperlukan dalam manajemen klub. Dalam UU No. 11 tahun 2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dijelaskan bahwa, olahraga professional adalah olahraga yang dilakukan untuk memperoleh pendapatan dalam bentuk uang atau bentuk lain yang didasarkan atas Kemahiran berolahraga [1]Para pemain olahraga professional ternama memperoleh keuntungan fantastis baik berasal dari gaji mereka sebagai atlet, bonus atau kompensasi menang dalam pertandingan, bahkan melalui jasa promosi produk.

Dalam dunia olahraga modern, khususnya sepak bola, pengelolaan klub yang profesional tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis pemain dan pelatih, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan manajemen klub. Gaya kepemimpinan merupakan salah satu yang banyak diterapkan oleh organisasi- organisasi modern yang ingin mencapai pertumbuhan berkelanjutan. Gaya kepemimpinan ini ditandai dengan kemampuan pemimpin untuk memiliki visi yang jelas, memotivasi anggota organisasi, serta menciptakan perubahan strategis yang positif menuju masa depan yang diharapkan. Pemimpin memiliki gagasan inovasi yang luas, dikenal, dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Pengaruh atau hasil dari kepemimpinan terdapat organisasi akan terlihat dalam cara mereka menunjukkan kebijakan dan keputusan yang telah ditetapkan [2]

Deltras FC Sidoarjo merupakan salah satu klub sepak bola yang memiliki sejarah panjang dalam kancah sepak bola nasional. Klub yang dulunya dikenal dengan nama Gelora Dewata dan kemudian berpindah markas ke Sidoarjo ini telah mengalami pasang surut, baik dalam prestasi maupun pengelolaan manajemen. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Deltras FC menunjukkan langkah-langkah strategis menuju arah profesionalisme, ditandai dengan perubahan dalam struktur manajemen, perbaikan infrastruktur, pengembangan akademi, serta pendekatan yang lebih modern dalam pengelolaan organisasi. [3]

Transformasi ini tidak lepas dari implementasi gaya kepemimpinan oleh manajemen klub. Gaya kepemimpinan ditandai dengan kemampuan pemimpin untuk merumuskan visi jangka panjang, menginspirasi tim untuk bekerja menuju tujuan bersama, serta menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Dalam konteks Deltras FC Sidoarjo, gaya kepemimpinan ini memainkan peran penting dalam membangun fondasi klub yang kokoh, memperkuat identitas lokal, serta membentuk organisasi yang adaptif terhadap tantangan zaman. Purnama (2021) dalam jurnal Organizational Leadership and Sport Development meneliti hubungan antara kepemimpinan transformasional dan visioner dalam klub olahraga, dan menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan yang kuat dapat menciptakan arah organisasi yang jelas, mendorong inovasi, dan mempercepat proses adaptasi terhadap perubahan industry

Gaya kepemimpinan memungkinkan pemimpin untuk menciptakan arah yang jelas dan menggugah semangat seluruh anggota tim, mulai dari pemain, staf pelatih, hingga jajaran manajemen. Di tengah tantangan kompetisi Liga Indonesia yang semakin kompetitif, kepemimpinan yang berorientasi pada visi masa depan menjadi sangat penting agar klub tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang secara berkelanjutan. Oleh karena itu, menarik untuk mengkaji bagaimana gaya kepemimpinan diimplementasikan oleh manajemen Deltras FC Sidoarjo dalam mengelola klub secara profesional, termasuk dampaknya terhadap performa organisasi dan pencapaian target jangka panjang.

Rahmadani (2022) meneliti pengaruh gaya kepemimpinan pada klub-klub Liga 3 di Jawa Timur. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan sangat dibutuhkan dalam menciptakan sistem organisasi yang tidak hanya bertahan dalam kompetisi, tetapi juga memiliki fondasi kuat untuk berkembang secara berkelanjutan [4]. Oleh karena itu melalui penelitian ini, penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai bagaimana gaya kepemimpinan diterapkan oleh manajemen Deltras FC Sidoarjo dan sejauh mana pendekatan tersebut berkontribusi terhadap pengelolaan klub secara profesional.

Namun, meskipun Deltras FC Sidoarjo telah menerapkan gaya kepemimpinan dan mulai bergerak ke arah profesionalisme, transformasi manajemen belum menyeluruh dalam perbaikan struktur dan pendekatan modern, tidak dibahas secara detail sejauh mana lini keuangan, pemasaran, manajemen pemain, akademi telah mengadopsi prinsip profesional. Penelitian-penelitian sebelumnya juga lebih banyak fokus pada klub besar nasional atau Liga 1. Studi tentang gaya kepemimpinan di klub Liga 2 seperti Deltras FC Sidoarjo masih sangat terbatas, Jadi belum ada yang menilai efektivitas gaya kepemimpinan pada klub-klub menengah ke bawah di Indonesia. Meskipun disebutkan bahwa gaya kepemimpinan dapat meningkatkan loyalitas pemain bola, suporter, dan stakeholder penelitian belum menggali bagaimana keterlibatan pemain bola, suporter dan stakeholder turut memengaruhi atau terpengaruh oleh perubahan gaya kepemimpinan.

Deltras FC Sidoarjo juga disebut memiliki visi jangka panjang dan pembaruan infrastruktur, tetapi belum dibahas secara mendalam bagaimana strategi monetisasi, sponsorship, dan bisnis model klub dikembangkan di bawah kepemimpinan yang profesional karena minimnya pembahasan mengenai sumber pendanaan jangka panjang, pengelolaan aset klub, dan strategi bisnis yang mendukung visi klub. Peneliti fokus pada narasi implementasi gaya kepemimpinan dan menyediakan indikator keberhasilan yang objektif dan terukur misalnya peningkatan performa, loyalitas pemain bola, supporter, stake holder atau kepuasan publik, dan peningkatan pendapatan agar manajemen Deltras Fc Sidoarjo dapat mengelola klub secara profesional.

Berdasarkan uraian tersebut diatas menunjukkan research gap dari hasil penelitian terdahulu untuk implementasi gaya kepemimpinan manajemen deltras FC Sidoarjo dalam mengelola klub secara profesional yaitu:

Tabel 1.1

Research Gap

Implementasi Gaya Kepemimpinan Manajemen Deltras FC Sidoarjo

Dalam Mengelola Klub Secara Profesional

Gap Celah
GAP Praktik : Transformasi Belum Menyeluruh Meskipun Deltras FC Sidoarjo telah menerapkan gaya kepemimpinan visioner dan mulai bergerak ke arah profesionalisme, transformasi manajemen belum menyeluruh. Dalam penelitian, disebutkan adanya perbaikan struktur dan pendekatan modern, namun tidak dibahas secara detail sejauh mana semua lini (keuangan, pemasaran, manajemen pemain, klub) telah mengadopsi prinsip profesional. Belum ada evaluasi menyeluruh terhadap semua elemen manajemen klub apakah sudah sejalan dengan standar klub profesional.
GAP Teoritis: Minim Studi Lokal Terpadu tentang Kepemimpinan Visioner di Klub Liga 2/Liga 3 Penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak fokus pada klub besar nasional atau Liga 1. Studi tentang gaya kepemimpinan di klub Liga 2 seperti Deltras FC Sidoarjo masih sangat terbatas. Penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak fokus pada klub besar nasional atau Liga 1. Studi tentang gaya kepemimpinan di klub Liga 2 seperti Deltras FC Sidoarjo masih sangat terbatas.
GAP Kontekstual: Peran Suporter dan Stakeholder Belum Dikaji Mendalam Meskipun disebutkan bahwa gaya kepemimpinan dapat meningkatkan loyalitas suporter, penelitian terdahulu belum menggali bagaimana keterlibatan suporter dan stakeholder lokal turut memengaruhi atau terpengaruh oleh perubahan gaya kepemimpinan. Kurangnya eksplorasi terhadap hubungan timbal balik antara kepemimpinan manajemen dan respon suporter/pendukung klub
GAP Strategi Keuangan dan Komersialisasi Klub Deltras FC Sidoarjo disebut memiliki visi jangka panjang dan pembaruan infrastruktur, tetapi belum dibahas secara mendalam bagaimana strategi monetisasi, sponsorship, dan bisnis model klub dikembangkan di bawah kepemimpinan manajemen Deltras FC Sidoarjo. Minim pembahasan mengenai sumber pendanaan jangka panjang, pengelolaan aset klub, dan strategi bisnis yang mendukung visi klub.
GAP Evaluasi Kinerja Implementasi Visi Penelitian terdahulu fokus pada narasi implementasi gaya kepemimpinan, namun belum menyediakan indikator keberhasilan yang objektif dan terukur (misalnya peningkatan performa, loyalitas staf, kepuasan publik, atau peningkatan pendapatan) Belum ada evaluasi efektivitas dari visi jangka panjang yang telah dijalankan manajemen Deltras FC Sidoarjo.
Table 1.

Berdasarkan dari tabel 1.1 research gap yang ada, hal tersebut dijadikan pertimbangan untuk dilakukan penelitian dengan judul “Implementasi Gaya Kepemimpinan Manajemen Deltras FC Sidoarjo Dalam Mengelola Klub Secara Profesional”

A.Perumusan Masalah

Berdasarkan research gap yang ada, maka muncul perumusan masalah yaitu bagaimana cara mengimplementasikan gaya kepemimpinan manajemen Deltras FC Sidoarjo dalam mengelola klub secara professional. Adapun pertanyaan penelitian ini adalah:

1.Bagaimana implementasi gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh manajemen Deltras FC Sidoarjo dalam mengelola klub secara profesional?

2.Apa saja indikator yang menunjukkan keberhasilan implementasi gaya kepemimpinan dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan klub Deltras FC Sidoarjo?

3.Bagaimana peran gaya kepemimpinan terhadap loyalitas pemain, staf, dan suporter Deltras FC Sidoarjo?

4.Sejauh mana pendekatan kepemimpinan berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi, seperti perencanaan strategis, pengelolaan sumber daya, dan keuangan klub?

5.Bagaimana peran gaya kepemimpinan dalam membentuk kultur organisasi yang profesional dan adaptif terhadap perubahan industri sepak bola?

6.Apa saja tantangan yang dihadapi dalam proses transformasi menuju manajemen klub yang profesional di bawah gaya kepemimpinan saat ini?

B.Tujuan Penelitian

Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan maka tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu:

1.Menganalisis implementasi gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh manajemen Deltras FC Sidoarjo dalam mengelola klub secara professional

2.Menganalisis indikator yang menunjukkan keberhasilan implementasi gaya kepemimpinan dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan klub Deltras FC

3.Menganalisis peran gaya kepemimpinan terhadap loyalitas pemain, staf, dan suporter Deltras FC Sidoarjo

4.Menganalisis pendekatan kepemimpinan berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi, seperti perencanaan strategis, pengelolaan sumber daya, dan keuangan klub

5.Menganalisis peran gaya kepemimpinan dalam membentuk kultur organisasi yang profesional dan adaptif terhadap perubahan industri sepak bola

6.Menganalisis tantangan yang dihadapi dalam proses transformasi menuju manajemen klub yang profesional di bawah gaya kepemimpinan saat ini

LIiterature Review

1.Gaya Kepemimpinan

Secara etimologi pemimpin dan kepemimpinan berasal dari kata pimpin (to lead) kemudian dengan penambahan imbuhan (konjungsi) berubah menjadi pemimpin (leader) dan kepemimpinan (leadership)[5]. Dalam kepemimpinan terdapat hubungan antara manusia yaitu hubungan mempengaruhi (dari pemimpin) dan hubungan kepatuhan/ketaatan para bawahan karena dipengaruhi oleh kewibawaan pemimpin. Para pakar manajemen telah banyak memberikan tentang pengertian dan teori kepemimpinan dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien, hal tersebut disebabkan karena organisasi tidak dapat dipisahkan dengan kepemimpinan . Berhasil tidaknya suatu organisasi salah satunya ditentukan oleh kepemimpinan yang memimpin organisasi, bahwa maju mundurnya suatu organisasi sering di identifikasikan dengan perilaku kepemimpinan dari pimpinannya.[6]

Dalam konteks olahraga, khususnya klub sepak bola, pemimpin juga memiliki kemampuan untuk meninjau kembali keputusan, bekerja sesuai dengan aturan, memberikan delegasi yang sesuai, dan memberikan pengawasan yang efektif [7] Keberhasilan klub tidak hanya diukur dari performa di lapangan, tetapi juga bagaimana klub dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Dengan demikian, pemimpin harus bertanggung jawab terhadap pelaksanaan organisasi atau klub yang dipimpin, hal ini menempatkan posisi pemimpin yang sangat penting dalam suatu organisasi atau klub tersebut.

2.Manajemen Klub Sepak Bola Profesional

Profesionalisme dalam pengelolaan klub mencakup transparansi, efisiensi, keberlanjutan finansial, serta orientasi pada prestasi dan perkembangan jangka panjang. Klub profesional dituntut untuk tidak hanya bertahan secara kompetitif, tetapi juga menjadi organisasi yang sehat secara struktural dan finansial.

Dalam hal pengembangan sepak bola di Indonesia, peran pemerintah dapat dilihat melalui usahanya menyediakan sarana dalam hal infrastruktur. Selain itu, terdapat peran organisasi resmi sepak bola Indonesia yaitu PSSI untuk mengakomodasi seluruh kerangka tujuan yang ingin diraih. Kemudian dalam rangka pengembangan industri sepak bola Indonesia ada pula representasi dorongan dari beberapa lembaga yang menyimbolkan peran kelompok masyarakat di bidang sepak bola dengan tujuan yang sama [8]. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan sangat dibutuhkan dalam mengelola klub secara lebih profesional dan adaptif terhadap perubahan.

3.Kepemimpinan dalam Konteks Sepak Bola Indonesia

Dalam konteks klub seperti Deltras FC Sidoarjo, yang memiliki sejarah dan basis pendukung yang kuat, peran manajemen menjadi sangat krusial. Studi oleh Try Andika et al., (2025) menyebutkan bahwa organisasi olahraga yang sukses biasanya dipimpin oleh individu dengan kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang seimbang [9]. Deltras FC perlu dilihat bukan hanya sebagai tim sepak bola, tetapi juga sebagai entitas bisnis, sosial, dan budaya yang memerlukan pengelolaan visioner.

Metode

A.Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan secara mendalam implementasi gaya kepemimpinan dalam manajemen Deltras FC Sidoarjo. Pendekatan kualitatif dipilih karena sesuai untuk menggali makna, pandangan, serta strategi yang digunakan oleh manajemen klub dalam mengelola organisasi secara professional [10].

B.Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di manajemen Deltras FC, Sidoarjo, Jawa Timur. Waktu pelaksanaan penelitian direncanakan berlangsung selama dua bulan, mulai dari bulan April hingga Mei 2025.

C.Sumber Data

1)Data Primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengurus utama Deltras FC (manajer, pelatih, pemain bola, bagian pemasaran, dan staf administrasi), serta observasi langsung kegiatan manajemen klub.

2)Data Skunder berasal dari dokumen klub, laporan keuangan, visi-misi klub, berita media, serta literatur atau jurnal terkait kepemimpinan visioner dan manajemen klub sepak bola.

D.Teknik Pengumpulan Data

1)Wawancara mendalam (in-depth interview) dilakukan secara semi-struktural untuk memperoleh data dari informan utama terkait gaya kepemimpinan, visi jangka panjang, dan pengelolaan klub.

2)Observasi, peneliti mengamati secara langsung aktivitas manajemen, rapat tim, latihan pemain, serta interaksi antara manajemen dan stakeholder.

3)Studi dokumentasi menganalisis dokumen resmi klub, seperti rencana strategis, struktur organisasi, laporan program, serta media publikasi.

E.Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif model Miles dan Huberman. Miles and Huberman mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai jenuh. Aktifitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display dan conclusion drawing/ferification [10].

1)Data reduction (reduksi data) Data yang diperoleh di lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan makin lama peneliti di lapangan, maka jumlah data akan makin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu segers dilakuakan analissi data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum , memilih halhal yang pokok, memfokuskan pada hal- hal yang penting, dicari tema dan polanya dan memebuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan memepermudah peneliti untuk melakuakan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinyan bila diperlukan.

2)Data display (penyajian data) Dengan mendisplaykan data maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.

3)Conclusion Drawing/verification Langkah ketiga dalam analisis data kulitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila data kesimpulan data yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh kembali bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Temuan dapat berupa diskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kasual atau interaktif, hipotesis atau teori.

F.Uji Keabsahan Data

Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi, yaitu membandingkan data dari berbagai sumber (wawancara, observasi, dan dokumen). Selain itu, dilakukan juga member checking, yaitu meminta informan mengonfirmasi kembali hasil wawancara untuk memastikan kebenaran data.

G.Bagan Susunan Penelitian

Bagan 1.1

Bagan Susunan Penelitian

Implementasi Gaya Kepemimpinan Manajemen Deltras FC Sidoarjo

Dalam Mengelola Klub Secara Profesional

Figure 1.

H.Indikator Variabel

1.Indikator Kepemimpinan

a)Komunikasi Efektif: Kemampuan manajemen mengkomunikasikan visi, misi, dan tujuan klub kepada seluruh anggota tim.

b)Pengambilan Keputusan: Kemampuan manajemen membuat keputusan yang tepat dan efektif dalam mengelola klub.

c)Motivasi: Kemampuan manajemen memotivasi pemain, pelatih, dan staf untuk mencapai tujuan klub.

2.Indikator Manajemen Klub

a)Perencanaan Strategis: Kemampuan manajemen menyusun rencana strategis untuk mencapai tujuan klub.

b)Pengelolaan Sumber Daya: Kemampuan manajemen mengelola sumber daya (pemain, pelatih, staf, keuangan) secara efektif.

c)Pengawasan dan Evaluasi: Kemampuan manajemen mengawasi dan mengevaluasi kinerja tim dan klub.

3.Indikator Profesionalisme

a)Kedisiplinan: Kemampuan manajemen dan tim menunjukkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

b)Tanggung Jawab: Kemampuan manajemen dan tim menunjukkan tanggung jawab dalam mengelola klub dan mencapai tujuan.

c)Etika dan Integritas: Kemampuan manajemen dan tim menunjukkan etika dan integritas dalam mengelola klub.

4.Indikator Kinerja Klub

a)Prestasi Tim: Kemampuan tim mencapai prestasi yang diharapkan (misalnya, juara liga, promosi ke level yang lebih tinggi).

b)Kinerja Keuangan: Kemampuan klub mengelola keuangan secara efektif dan efisien.

c)Kepuasan Pemangku Kepentingan: Kemampuan klub memenuhi harapan dan kebutuhan pemangku kepentingan (pemain, pelatih, staf, sponsor, supporter dan stake holder).

Dengan menggunakan indikator-indikator tersebut, manajemen Deltras FC Sidoarjo dapat menilai efektivitas implementasi gaya kepemimpinan dan manajemen klub secara profesional.

Hasil dan Pembahasan

A.Sumber Data

1.Sumber Primer

a)Wawancara dengan Manajemen Deltras FC Sidoarjo: Wawancara dengan CEO, Manajer Tim, dan staf manajemen lainnya untuk memperoleh informasi tentang gaya kepemimpinan dan implementasinya dalam mengelola klub. Wawancara ini dapat dilakukan secara langsung atau melalui telepon/video call.

b)Wawancara dengan Pemain dan Staf: Wawancara dengan pemain dan staf Deltras FC Sidoarjo untuk memperoleh informasi tentang pengalaman mereka dengan gaya kepemimpinan manajemen klub.

c)Observasi Langsung: Observasi langsung terhadap kegiatan manajemen Deltras FC Sidoarjo, seperti rapat, pelatihan, dan pertandingan untuk memperoleh informasi tentang gaya kepemimpinan dan implementasinya.

d)Survei: Survei kepada pemain, staf, dan suporter Deltras FC Sidoarjo untuk memperoleh informasi tentang persepsi mereka tentang gaya kepemimpinan manajemen klub.

2.Sumber Sekunder

a)Dokumen Klub: Dokumen klub seperti laporan tahunan, kebijakan manajemen, dan prosedur operasional standar untuk memperoleh informasi tentang gaya kepemimpinan dan implementasinya.

b)Artikel dan Berita: Artikel dan berita tentang Deltras FC Sidoarjo dari media massa dan online untuk memperoleh informasi tentang kinerja klub dan gaya kepemimpinan.

c)Situs Web Klub: Situs web Deltras FC Sidoarjo untuk memperoleh informasi tentang klub, manajemen, dan kegiatan klub.

d)Laporan Keuangan: Laporan keuangan Deltras FC Sidoarjo untuk memperoleh informasi tentang kondisi keuangan klub.

3.Sumber Tersier

a)Penelitian Sebelumnya: Penelitian sebelumnya tentang gaya kepemimpinan dan manajemen klub sepak bola untuk memperoleh informasi tentang teori dan konsep yang relevan.

b)Buku dan Jurnal: Buku dan jurnal tentang manajemen olahraga dan kepemimpinan untuk memperoleh informasi tentang teori dan konsep yang relevan.

c)Artikel Ilmiah: Artikel ilmiah tentang gaya kepemimpinan dan manajemen klub sepak bola untuk memperoleh informasi tentang penelitian terbaru dan temuan yang relevan.

Dengan menggunakan triangulasi sumber, peneliti dapat memperoleh data yang lebih valid dan reliabel untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mencapai tujuan penelitian. Triangulasi sumber juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan dan keabsahan hasil penelitian untuk memahami gaya kepemimpinan manajemen Deltras FC Sidoarjo dalam mengelola klub secara professional dari berbagai perspektif.

Dibawah ini akan disajikan hasil dari data berdasarkan teknik wawancara, Wawancara dilakukan terhadap 16 orang informan yang dianggap representatif terhadap objek masalah dalam penelitian. Berikut ini merupakan data dari hasil wawancara dan data dari 16 orang informan dalam penelitian ini:

Tabel 1.2

Hasil Wawancara

No. Topik Wawancara Pertanyaan Utama Jawaban Utama
1. Persepsi terhadap kepemimpinan Bagaimana implementasi gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh manajemen Deltras FC Sidoarjo dalam mengelola klub secara profesional? Mayoritas responden menganggap gaya kepemimpinan transformasional sangat memotivasi karena memberikan ruang untuk membangun visi jangka panjang, komunikasi yang terbuka, serta mendorong partisipasi seluruh elemen klub.
2. Keberhasilan terhadap kepemimpinan Apa saja indikator yang menunjukkan keberhasilan implementasi gaya kepemimpinan dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan klub Deltras FC Sidoarjo? Mayoritas responden menganggap indikator sebuah keberhasilan kepemimpinan yaitu kinerja tim, struktur organisasi, hubungan dengan supporter dan sponsor, system keuangan yang transparan, branding dan kepuasan stakeholder.
3. Dampak kepemimpinan Bagaimana dampak gaya kepemimpinan terhadap loyalitas pemain, staf, dan suporter Deltras FC Sidoarjo? Mayoritas responden merasa lebih dihargai dan didukung dalam pengembangan karier mereka.
4. Kontribusi kepemimpinan Sejauh mana pendekatan kepemimpinan berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi, seperti perencanaan strategis, pengelolaan sumber daya, dan keuangan klub? Mayoritas responden menganggap kepemimpinan yang transformasional memberikan arah strategis jangka panjang, termasuk dalam hal perencanaan akademi, pembinaan sumberdaya manusia, keuangan yang transparan hingga pengembangan brand klub.
5. Kepemimpinan dalam kultur organisasi Bagaimana peran gaya kepemimpinan dalam membentuk kultur organisasi yang profesional dan adaptif terhadap perubahan industri sepak bola? Mayoritas responden menganggap sebuah profesionalisme, adaptif dan kolaboratif dapat menjadikan perubahan dalam industri sepak bola. Sehingga semua elemen klub mau berkembang sesuai tuntutan zaman.
6. Tantangan manajemen klub Apa saja tantangan yang dihadapi dalam proses transformasi menuju manajemen klub yang profesional di bawah gaya kepemimpinan saat ini? Mayoritas responden menganggap resistensi internal, keterbatasan dana, kendala regulasi liga dan birokrasi lokal, ekpektasi supporter yang tinggi, serta keterbatasan manajerial membuat tantangan tersendiri bagi manajemen klub.
Table 2.

*Data peneliti (2025)

Tabel 1.3

Data Informan

Figure 2.

Figure 3.

Figure 4.

Figure 5.

Figure 6.

*Data peneliti (2025)

B.Gambaran Umum Deltras FC Sidoarjo

Deltras FC0merupakan0klub0sepak0bola0profesional0yang0bermarkas0di0Kabupaten0Sidoarjo,Jawa Timur. Deltras FC Sidoarjo awalnya bernama Gelora Dewata berdiri sejak 1989, dan berbasis di Bali. Namun, pada tahun 2001, pemerintah Kabupaten Sidoarjo membawanya pulang ke Kota Delta dan mengubah namanya menjadi Deltras FC. Klub ini telah beberapa kali berganti nama, seperti Gelora Putra Delta (GPD) dan Delta Putra Sidoarjo, sebelum akhirnya menjadi Delta Raya Sidoarjo Football Club atau Deltras FC dengan kepemilikan PT. Delta Raya Sidoarjo. Deltras FC Sidoarjo telah beberapa kali mencapai babak 8 besar di Liga 2 dan juga menjadi runner-up di Liga Indonesia pada tahun 2009/2010. [11]

Klub ini telah mengalami berbagai perubahan manajemen dan kepemilikan. Saat ini, Deltras FC dikelola oleh manajemen profesional yang berfokus pada pembinaan pemain lokal, peningkatan kualitas tim, serta penguatan hubungan dengan suporter. Struktur organisasi klub terdiri dari Presiden Klub, Manajer Tim, Pelatih Kepala, Staf Pelatih, dan Divisi Administrasi, Pemasaran, serta Media.

Beberapa pemain yang memperkuat Deltras FC antara lain:

1.Kiper: Rafi Ardiono

2.Bek: Amirul Amin Fisabilillah, Artur Vieira, Nasir

3.Gelandang: Hariono, Emerson Oliveira De Almaida, Bima Ragil Satria, Rendi Irawan

4.Penyerang: Thaufan Hidayat, Rikza Syahwali, Nixon Guylherme Rocha Brizolara

Manajemen Deltras FC Sidoarjo mengadopsi pendekatan kepemimpinan yang menekankan profesionalisme, transparansi, dan kolaborasi antar divisi. Filosofi kepemimpinan ini bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, mendorong loyalitas pemain, dan membangun citra klub yang positif di mata publik [12]

C.Implementasi Gaya Kepemimpinan Yang Diterapkan Oleh Manajemen Deltras FC Sidoarjo Dalam Mengelola Klub Secara Profesional

Kepemimpinan merupakan kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan dan kalau perlu memaksa orang lain agar dapat berbuat sesuatu untuk mencapai tujuan organisasi [13] Kebutuhan untuk memahami kepemimpinan yang dipertautkan dengan situasi tertentu, pada hakekatnya telah dikenal dari usaha- usaha pada penelitian yang terdahulu. Konsep kepemimpinan dapat dilihat dari dua kubu, yaitu Kubu Determinisme yang menganggap bahwa pemimpin dilahirkan (Takdir), dan kubu Non Determinisme yang menganggap bahwa pemimpin merupakan suatu proses (dapat dipelajari). Berbagai penelitian tentang kepemimpinan telah melahirkan berbagai Pendekatan dalam studi kepemimpinan, seperti : pendekatan kesifatan, perilaku dan situasional. Pendekatan kesifatan, memandang kepemimpinan sebagai suatu kombinasi sifat-sifat (traits) yang tampak pada seseorang [14]. Setiap orang lahir memiliki kepemimpinan yang menjadi bagian dari proses panjang dan pengalaman yang diturunkan untuk menjadi individu yang lebih baik, karena kita memiliki kepemimpinan yang menentukan jalan dan tujuan hidup. Kepemimpinan selalu dikaitkan dengan karakter masyarakat, komunikasi dan kekuasaan ketika mengambil kebijakan apapun yang dilakukan dalam kaitannya dengan bawahan. Kepemimpinan berasal dari istilah leader (pemimpin), pemimpin yang berbakat atau tokoh (in the social sciences) yang berarti mengintruksikan, mendorong, mengatur, membimbing dan menunjukan atau mempengaruhi orang lain mengikuti jalan untuk mencapai tujuan mereka [15]. Dari pandangan diatas, pemimpin adalah orang yang dipercaya, sedangkan kepemimpinan adalah tugas yang dilakukan, dan kemudian menerapkan seseorang untuk menduduki posisi tertinggi dalam kelompok diartikan sebagai pemimpin karena dia memiliki kekuasaan. Dan memahami tugas serta kewajibannya dan mengetahui batasan-batasan wilayah kerja yang dilaksanakan selama menjabat. Ketika anda mengambil tanggung jawab sebagai seorang pemimpin artinya anda tidak dapat berjalan sendiri, pemimpin memerlukan bantuan anggota kelompok untuk mencapai tujuan ini, dan tugas pemimpin adalah membangun hubungan dan kolaborasi dengan semua elemen yang membuat program anda sukses. Peran seorang pemimpin dalam sebuah organisasi sebagai manajer, pelatih, pemain dan staf kehadirannya selalu diperlukan. Perlunya kepemimpinan yang baik juga didukung oleh lingkungan eksternal yang mempengaruhi prganisasi, sehingga organisasi selalu dihadapkan pada kondisi yang dapat berubah sewaktu waktu. Pemimpin harus memiliki keterampilan yang berpengaruh karena mereka dipilih secara resmi, sah dan dipercaya bahwa kelompok dapat mengelola, mengatur, dan mengarahkan tujuannya sesuai dengan rencana mereka sendiri. Untuk mencapai apa yang diinginkan seorang pemimpin, perlu diadakan rapat atau konfrensi dan pembagian tanggung jawab, tugas sesuai dengan kemampuannya [16]. Hal ini karena sangat mempengaruhi kinerja tim.

Indikator gaya kepemimpinan dalam konteks mengelola klub secara profesional yaitu: komunikasi yang efektif dimana kemampuan manajemen mengkomunikasikan visi, misi, dan tujuan klub kepada seluruh anggota tim. pengambilan keputusan manajemen membuat keputusan yang tepat dan efektif dalam mengelola klub serta manajemen dapat memotivasi pemain, pelatih, dan staf untuk mencapai tujuan klub [17]. Gaya kepemimpinan ini sangat relevan diterapkan di klub sepak bola profesional yang memiliki kompleksitas tugas dan tanggung jawab untuk menyiapkan pemain yang siap dan adaptif terhadap dinamika dunia industry persepak bolaan Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen Deltras FC Sidoarjo menerapkan gaya kepemimpinan transformasional yang dikombinasikan dengan elemen kepemimpinan partisipatif. Bentuk implementasi gaya kepemimpinan transformasional meliputi:

a.Visi dan Misi yang Jelas

Manajemen mensosialisasikan tujuan atau visi jangka panjang klub, seperti promosi ke liga yang lebih tinggi dan pembinaan pemain muda.

b.Komunikasi Terbuka

Pemain, staf, dan manajemen rutin melakukan pertemuan untuk membahas evaluasi kinerja dan strategi pertandingan.

c.Penghargaan dan Motivasi

Pemain berprestasi mendapatkan apresiasi dalam bentuk bonus, penghargaan internal, dan publikasi di media sosial klub.

d.Keterlibatan Pemain dalam Pengambilan Keputusan

Pemain dilibatkan dalam diskusi mengenai strategi pertandingan dan kebutuhan pelatihan.

Pimpinan klub tidak hanya fokus pada hasil di lapangan, tetapi juga membenahi struktur organisasi, fasilitas, dan sistem pengelolaan modern seperti penggunaan teknologi dan transparansi keuangan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pendekatan ini meningkatkan rasa memiliki (sense of belonging) di antara pemain dan staf. Hal ini menunjukkan orientasi pada pembentukan klub yang berkelanjutan secara professional [18]

D.Indikator Yang Menunjukkan Keberhasilan Implementasi Gaya Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Profesionalisme Pengelolaan Klub Deltras FC

Berdasarkan temuan di lapangan, indikator keberhasilan gaya kepemimpinan di Deltras FC Sidoarjo tersebut dapat dilihat melalui:

(a)Peningkatan kinerja tim secara kompetitif di Liga 2 dimana pengembangan pemain dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan pemain melalui pelatihan dan pengembangan yang terstruktur, dapat mengembangkan strategi tim yang efektif dan fleksibel untuk menghadapi lawan, membangun kemitraan dengan klub lain, sponsor, dan organisasi olahraga untuk meningkatkan sumber daya dan dukungan, Meningkatkan kemampuan manajemen tim dalam mengelola pemain, staf, dan sumber daya, melakukan analisis performa tim dan pemain untuk mengidentifikasi area perbaikan, meningkatkan infrastruktur klub, seperti stadion, fasilitas pelatihan, dan peralatan, serta meningkatkan dukungan dari fans dan komunitas untuk meningkatkan motivasi dan semangat tim. Dengan meningkatkan kinerja tim secara kompetitif, Deltras FC Sidoarjo dapat mencapai tujuan seperti: meningkatkan peringkat dan promosi ke Liga 1, meningkatkan peringkat di Liga 2, meningkatkan pengakuan dan reputasi klub ditingkat nasional. Namun, perlu diingat bahwa peningkatan kinerja tim secara kompetitif memerlukan waktu, usaha, dan sumber daya yang signifikan.

(b) Perbaikan struktur organisasi dan perekrutan staf professional

Perbaikan struktur organisasi dan perekrutan staf profesional di Deltras FC Sidoarjo dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

1.Perbaikan Struktur Organisasi

a)Definisi Jabatan yang Jelas: Menentukan jabatan dan tanggung jawab yang jelas untuk setiap posisi di klub.

b)Struktur Organisasi yang Efektif: Membuat struktur organisasi yang efektif dan efisien untuk mengelola klub.

c)Komunikasi yang Baik: Meningkatkan komunikasi antara departemen dan staf untuk memastikan bahwa semua orang bekerja sama untuk mencapai tujuan klub.

2.Perekrutan Staf Profesional

a)Perekrutan Berdasarkan Kompetensi: Merekrut staf berdasarkan kompetensi dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dibutuhkan.

b)Pengembangan Staf: Menyediakan pelatihan dan pengembangan untuk staf untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja mereka.

c)Evaluasi Kinerja: Melakukan evaluasi kinerja staf secara teratur untuk memastikan bahwa mereka memenuhi standar yang diharapkan.

3.Departemen yang Dibutuhkan

a)Departemen Manajemen: Mengelola keseluruhan klub, termasuk keuangan, pemasaran, dan operasional.

b)Departemen Pelatihan: Mengembangkan program pelatihan untuk pemain dan staf.

c)Departemen Pemasaran: Mengelola pemasaran dan promosi klub.

d)Departemen Keuangan: Mengelola keuangan klub, termasuk anggaran dan laporan keuangan.

e)Departemen Operasional: Mengelola operasional klub, termasuk stadion, fasilitas, dan keamanan.

Dengan perbaikan struktur organisasi dan perekrutan staf profesional, Deltras FC Sidoarjo dapat meningkatkan

kinerja dan mencapai tujuan klub.

(c)Penguatan hubungan dengan komunitas dan sponsor

Penguatan hubungan dengan komunitas dan sponsor di Deltras FC Sidoarjo dapat dilakukan dengan

beberapa cara, antara lain:

1.Penguatan Hubungan dengan Komunitas

a)Komunikasi yang Baik: Meningkatkan komunikasi dengan komunitas melalui media sosial, acara komunitas, dan lain-lain.

b)Keterlibatan Komunitas: Melibatkan komunitas dalam kegiatan klub, seperti acara amal, pertandingan persahabatan, dan lain-lain.

c)Penghargaan kepada Komunitas: Memberikan penghargaan kepada komunitas yang telah mendukung klub.

d)Membangun Loyalitas: Membangun loyalitas komunitas dengan memberikan pengalaman yang positif dan memuaskan

2.Penguatan Hubungan dengan Sponsor

a)Komunikasi yang Efektif: Meningkatkan komunikasi dengan sponsor melalui pertemuan reguler, laporan, dan lain-lain.

b)Aktivasi Sponsor: Mengaktifkan sponsor dengan memberikan kesempatan untuk mempromosikan produk atau jasa mereka melalui klub.

c)Penghargaan kepada Sponsor: Memberikan penghargaan kepada sponsor yang telah mendukung klub.

d)Membangun Kemitraan: Membangun kemitraan yang kuat dengan sponsor untuk mencapai tujuan bersama.

3.Manfaat Penguatan Hubungan

a)Meningkatkan Dukungan: Meningkatkan dukungan dari komunitas dan sponsor untuk klub.

b)Meningkatkan Pendapatan: Meningkatkan pendapatan klub melalui sponsor dan penjualan merchandise.

c)Meningkatkan Reputasi: Meningkatkan reputasi klub di mata komunitas dan sponsor.

d)Membangun Loyalitas: Membangun loyalitas komunitas dan sponsor untuk klub.

Dengan penguatan hubungan dengan komunitas dan sponsor, Deltras FC Sidoarjo dapat meningkatkan dukungan, pendapatan, dan reputasi klub.

(d) Adanya sistem keuangan yang lebih transparan

Sistem keuangan yang transparan di Deltras FC Sidoarjo dapat diartikan sebagai sistem pengelolaan keuangan yang terbuka, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Berikut beberapa aspek yang dapat menunjukkan adanya sistem keuangan yang transparan di Deltras FC Sidoarjo:

1.Laporan Keuangan yang Teratur: Klub memiliki laporan keuangan yang teratur dan dapat diakses oleh pihak-pihak yang berwenang.

2.Pengelolaan Anggaran yang Baik: Klub memiliki pengelolaan anggaran yang baik dan dapat memprioritaskan pengeluaran yang efektif.

3.Transparansi dalam Pengeluaran: Klub memiliki transparansi dalam pengeluaran dan dapat mempertanggungjawabkan setiap pengeluaran.

4.Audit Keuangan yang Teratur: Klub memiliki audit keuangan yang teratur untuk memastikan bahwa keuangan klub dikelola dengan baik.

5.Pengungkapan Informasi yang Jujur: Klub memiliki pengungkapan informasi yang jujur dan transparan tentang keuangan klub.

Dan dengan adanya sistem keuangan yang transparan, Deltras FC Sidoarjo dapat:

1.Meningkatkan Kepercayaan: Meningkatkan kepercayaan dari sponsor, investor, dan pihak-pihak lain yang terkait.

2.Mengurangi Risiko: Mengurangi risiko keuangan dan meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan.

3.Meningkatkan Akuntabilitas: Meningkatkan akuntabilitas klub dalam pengelolaan keuangan.

4.Meningkatkan Transparansi: Meningkatkan transparansi klub dalam pengelolaan keuangan.

Dengan demikian, sistem keuangan yang transparan dapat membantu Deltras FC Sidoarjo dalam mencapai tujuan klub dan meningkatkan kepercayaan dari pihak-pihak yang terkait.

(e) Meningkatnya branding dan daya tarik klub, baik secara lokal maupun nasional

Meningkatnya branding dan daya tarik klub Deltras FC Sidoarjo dapat dilihat dari beberapa aspek:

1.Peningkatan Popularitas

Deltras FC Sidoarjo memiliki sejarah yang panjang dan kaya, dengan awal mula klub ini didirikan pada tahun 1989 sebagai Gelora Dewata 1989 dan kemudian berganti nama menjadi Deltras FC pada tahun 2001. Klub ini telah berpartisipasi dalam berbagai kompetisi sepak bola di Indonesia, termasuk Liga 2 dan Piala Indonesia.

2.Kinerja Tim yang Baik

Deltras FC Sidoarjo telah menunjukkan kinerja yang baik dalam beberapa musim terakhir, dengan mencapai babak 8 besar di Liga 2 dan memiliki beberapa pemain muda potensial. Program trial yang digelar oleh Deltras FC juga menunjukkan komitmen klub untuk mencari bakat-bakat muda dan meningkatkan kualitas tim.

3.Pengembangan Infrastruktur

Deltras FC Sidoarjo memiliki stadion yang baik, yaitu Stadion Gelora Delta, yang memiliki kapasitas 19.400 penonton. Klub ini juga memiliki fasilitas pelatihan yang memadai untuk meningkatkan kualitas pemain

4.Dukungan dari Komunitas

Deltras FC Sidoarjo memiliki dukungan yang kuat dari komunitas lokal di Sidoarjo, yang dapat membantu meningkatkan branding dan daya tarik klub. Klub ini juga memiliki fans yang setia dan aktif dalam mendukung tim.

5.Promosi dan Pemasaran

Deltras FC Sidoarjo memiliki situs web resmi dan media sosial yang aktif untuk mempromosikan klub dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tim. Klub ini juga memiliki toko merchandise yang menjual produk-produk dengan logo dan branding Deltras FC Sidoarjo yang berada di Jl, Pahlawan Jl. Wisma Sarinadi No. 31, Wismasarinadi, Lemahputro, Kec. Sidoarjo, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur 61213.

Dengan demikian, Deltras FC Sidoarjo telah meningkatkan branding dan daya tarik klub baik secara lokal maupun nasional melalui kombinasi dari kinerja tim yang baik, pengembangan infrastruktur, dukungan dari komunitas, dan promosi yang efektif.

(f) Kepuasan internal (pemain, pelatih, staf) yang lebih baik dibanding periode sebelumnya

Kepuasan internal di Deltras FC Sidoarjo dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:

1.Pemain: Deltras FC Sidoarjo telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim dan melakukan penambahan pemain baru untuk memperkuat tim di putaran kedua Liga 2. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen klub peduli dengan kualitas tim dan ingin meningkatkan kinerja pemain. Pemain seperti Sekou Sylla, Wigi Pratama, dan Risal Amin menjadi bagian dari skuat Deltras FC Sidoarjo yang berpotensi meningkatkan kepuasan internal pemain.

2.Pelatih: Pelatih Deltras FC Sidoarjo Widodo C Putro, mendukung penuh langkah manajemen untuk memperkuat tim di putaran kedua. Ia menilai bahwa penambahan pemain baru akan sangat membantu memperbaiki kelemahan yang terlihat di putaran pertama. Dukungan ini menunjukkan bahwa pelatih merasa didengar dan dihargai oleh manajemen klub.

3.Staf: Manajemen Deltras FC Sidoarjo, yang dipimpin oleh CEO Amir Burhannudin, telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim dan melakukan perencanaan strategis untuk meningkatkan kinerja tim. Hal ini menunjukkan bahwa staf manajemen klub bekerja keras untuk meningkatkan kepuasan internal dan mencapai tujuan klub. Dengan demikian, kepuasan internal di Deltras FC Sidoarjo dapat meningkat melalui:

1.Komunikasi yang efektif: Antara manajemen, pelatih, dan pemain.

2.Perencanaan strategis: Untuk meningkatkan kinerja tim dan mencapai tujuan klub.

3.Pengembangan pemain: Melalui program trial dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pemain.

Namun, perlu diingat bahwa kepuasan internal dapat berbeda-beda tergantung pada individu dan situasi. Oleh karena itu, klub perlu terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas manajemen, pelatihan, dan pengembangan pemain untuk mencapai kepuasan internal yang lebih baik.

E.Peran Gaya Kepemimpinan Terhadap Loyalitas Pemain, Staf, Dan Suporter Deltras FC Sidoarjo

Berdasarkan temuan di lapangan, peran kepemimpinan terhadap loyalitas pemain, staf, dan suporter di Deltras FC Sidoarjo dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.Peran Kepemimpinan terhadap Loyalitas Pemain

Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh manajemen dan pelatih Deltras FC berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pemain. Pemain membutuhkan sosok pemimpin yang mampu memberikan arah yang jelas mengenai target dan visi klub, seperti promosi ke kasta liga yang lebih tinggi atau meraih prestasi di turnamen tertentu. Kepemimpinan yang tegas, konsisten, dan komunikatif mampu menciptakan rasa aman bagi pemain dalam mengembangkan karier mereka.

Selain itu, perlakuan adil dalam pembagian kesempatan bermain, komunikasi terbuka, serta penghargaan atas kerja keras merupakan faktor penting dalam membangun rasa memiliki. Pemain juga akan semakin loyal apabila pemimpin klub mampu menjamin fasilitas latihan, gaji yang tepat waktu, serta dukungan emosional. Dengan demikian, loyalitas pemain bukan hanya terbentuk dari kontrak profesional, tetapi juga karena ikatan emosional dan kebanggaan membela Deltras FC.

2.Peran Kepemimpinan terhadap Loyalitas Staf

Staf pelatih, medis, dan administrasi merupakan bagian penting dari keberlangsungan klub. Gaya kepemimpinan yang menghargai kontribusi staf, memberikan kepastian kerja, dan membangun suasana kerja kolektif akan meningkatkan loyalitas mereka.

Dalam praktik di lapangan, staf sering kali menghadapi keterbatasan finansial maupun fasilitas. Oleh karena itu, kepemimpinan yang memberikan apresiasi, baik secara material maupun non-material, akan menciptakan rasa bangga menjadi bagian dari Deltras FC. Selain itu, komunikasi yang terbuka antara manajemen dan staf juga membuat mereka merasa dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini menjadikan staf tidak hanya bekerja atas dasar kewajiban, tetapi karena merasa menjadi bagian penting dari perjalanan klub.

3.Peran Kepemimpinan terhadap Loyalitas Suporter

Deltras FC memiliki basis pendukung fanatik yang dikenal dengan nama Deltamania. Loyalitas suporter sangat dipengaruhi oleh bagaimana gaya kepemimpinan klub dalam menjalin hubungan dengan mereka. Kepemimpinan yang transparan, terbuka terhadap aspirasi, dan pro-suporter akan membuat kepercayaan suporter semakin kuat.

Kebijakan yang berpihak pada suporter, seperti penetapan harga tiket yang terjangkau, peningkatan fasilitas stadion, serta kegiatan yang melibatkan suporter secara langsung, akan memperkuat ikatan emosional. Lebih jauh, kepemimpinan yang menjaga identitas dan marwah Deltras sebagai simbol kebanggaan masyarakat Sidoarjo akan membuat suporter merasa bahwa keberadaan mereka dihargai. Hal ini menjadikan Deltamania tidak hanya hadir di stadion sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari identitas klub itu sendiri.

F.Pendekatan Kepemimpinan Berkontribusi Pada Peningkatan Kinerja Organisasi

Berdasarkan temuan di lapangan, pendekatan kepemimpinan dapat berkontribusi pada pendekatan kinerja organisasi di Deltras FC Sidoarjo dengan beberapa cara:

1.Meningkatkan Motivasi dan Komitmen

Gaya kepemimpinan yang efektif mampu membangkitkan motivasi pemain, staf, maupun suporter. Pemimpin yang visioner dan komunikatif dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan komitmen terhadap tujuan klub. Misalnya, pelatih yang memberikan arahan taktis dengan pendekatan yang membangun akan membuat pemain lebih bersemangat untuk tampil maksimal di setiap pertandingan.

Di sisi lain, manajemen yang mampu menjamin hak-hak pemain dan staf, seperti gaji yang tepat waktu serta fasilitas latihan yang layak, akan menumbuhkan rasa aman dan meningkatkan komitmen. Komitmen ini tercermin dari loyalitas pemain yang tetap berjuang ditengah kondisi kompetisi yang sulit.

2.Meningkatkan Kinerja Tim

Pendekatan kepemimpinan yang tepat dapat membentuk sinergi dan kohesi tim. Pemimpin yang mampu menanamkan budaya kerja sama, disiplin, dan profesionalisme akan berpengaruh langsung terhadap performa tim di lapangan. Misalnya, kepemimpinan pelatih yang menekankan kedisiplinan dalam latihan serta strategi kolektif membuat pemain memahami perannya masing-masing dalam tim.

Selain itu, kepemimpinan manajemen yang menumbuhkan suasana kekeluargaan, tetapi tetap profesional, akan meminimalisir konflik internal. Dengan demikian, pemain dan staf bekerja dalam satu visi yang sama, yaitu membawa Deltras FC menuju prestasi yang lebih tinggi. Kondisi ini juga memperkuat mental tim ketika menghadapi lawan-lawan tangguh.

3.Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi

Dalam dunia sepak bola, transparansi manajemen merupakan aspek penting yang sering kali menjadi sorotan suporter. Pendekatan kepemimpinan yang *akuntabel dan transparan* dapat membangun kepercayaan, baik dari pemain, staf, maupun suporter. Misalnya, manajemen yang secara terbuka menyampaikan kondisi finansial klub, penggunaan dana, dan rencana pengembangan tim akan mencegah munculnya kecurigaan atau konflik dengan basis pendukung.

Di lapangan, akuntabilitas juga terlihat dari keputusan teknis pelatih yang objektif berdasarkan performa pemain, bukan karena kedekatan personal. Hal ini membuat pemain lebih menghormati keputusan pelatih dan merasa diperlakukan adil. Transparansi semacam ini memperkuat kredibilitas pemimpin dan mengurangi potensi gesekan internal.

4.Meningkatkan Inovasi dan Adaptasi

Dunia sepak bola modern menuntut klub untuk terus beradaptasi dengan perubahan, baik dalam aspek teknis maupun manajerial. Pendekatan kepemimpinan yang inovatif mendorong Deltras FC untuk lebih terbuka terhadap perkembangan, seperti penerapan analisis data dalam latihan, penggunaan media digital untuk mendekatkan diri dengan suporter, serta pengembangan akademi muda sebagai investasi jangka panjang.

Di sisi manajemen, kepemimpinan yang adaptif sangat penting ketika klub menghadapi kendala, misalnya keterbatasan finansial atau dinamika regulasi liga. Pemimpin yang fleksibel dalam mengambil keputusan dan berani mencoba strategi baru akan membantu Deltras FC tetap kompetitif. Hal ini sejalan dengan kebutuhan untuk menjaga eksistensi klub di tengah persaingan yang semakin ketat.

G.Peran Gaya Kepemimpinan Dalam Membentuk Kultur Organisasi Yang Profesional Dan Adaptif Terhadap Perubahan Industri Sepak Bola

Berdasarkan temuan di lapangan, gaya kepemimpinan memainkan peran penting dalam membentuk kultur organisasi yang profesional dan adaptif terhadap perubahan industri sepak bola. Deltras FC Sidoarjo menampilkan gaya kepemimpinan yang kompleks dan adaptif, mencerminkan karakteristik gaya kepemimpinan transformasional yang banyak dibahas dalam literatur olahraga. Gaya kepemimpinan transformasional yang mencakup motivasi inspirasional, pengaruh ideal, stimulasi intelektual, ketegasan dan perhatian individual mempunyai efek signifikan terhadap komitmen pemain[19]. Model kepemimpinan ini dipercaya dapat menaruh kepercayaan besar sebagai jembatan komunikasi antara manajemen, staf, pelatih dan pemain Deltras FC Sidoarjo. Gaya kepemimpinan transformasional menekankan peran pemimpin dalam menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan pengikutnya, bukan hanya memberi perintah. Ada empat komponen inti idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration yang sering disebut sebagai 4 I’s dalam literatur teori. kepemimpinan transformasional dapat melahirkan gaya kepemimpinan yang adapif, karena cara ia memimpin bisa menggunakan cara yang luas [20].

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kepemimpinan tranformasional dapat memungkinkan pemimpin menerapkan gaya kepemimpinan yang lebih luas. Seperti memimpin secara situasional. Dalam situasi situasional, pemimpin memiliki kemampuan untuk menyesuaikan gaya berdasarkan kondisi dan tuntutan tim [21]. Keberhasilan Deltras FC Sidoarjo menegaskan bahwa kombinasi gaya kepemimpinan ini bukan hanya efektif secara teori, tetapi relevan secara praktis dalam kaitannya dengan hasil. Tidak hanya soal kemenangan di lapangan, tetapi juga tentang bagaimana tim dibentuk secara mental, emosional, dan strategis selama musim. Kepemimpinan transformasional membentuk kultur organisasi professional, adaptif dan emosional anggota kelompok. Manajemen Deltras FC Sidoarjo menyatukan tim melalui tindakan simbolik, komunikasi jitu, dan sikap tegas yang kontekstual langkah-langkah kunci dalam meraih prestasi tinggi.

Dalam organisasi, gaya kepemimpinan transformasional yang menghimpun inspirasi, motivasi, dan perhatian personal terbukti berdampak positif terhadap kinerja dan kepuasan kerja. gaya tersebut dapat meningkatkan performa organisasi melalui dorongan komitmen dan keterikatan emosional [22]. Didalam manajemen Deltras FC Sidoarjo ada beberapa cara yang dapat mempengaruhi kultur oganisasi seperti meningkatkan profesionalisme, dimana pengembangan gaya kepemimpinan yang efektif dapat membantu pengembangan visi dan misi yang jelas untuk organisasi, sehingga meningkatkan profesionalisme serta arah yang sama bagi semua anggota tim dan gaya kepemimpinan yang efektif dapat membantu pengembangan kemampuan pemain dan staf, serta meningkatkan kinerja dan profesionalisme tim.

Tidak hanya itu transformasi sepak bola di Indonesia saat ini mengalami perubahan signifikan dalam beberapa aspek, termasuk:

1.Ekonomi: Sepak bola yang profesional di Indonesia memiliki dampak ekonomi yang signifikan, termasuk investasi dan pendapatan dari sponsor.

2.Digitalisasi: Industri sepak bola Indonesia mulai mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman penggemar dan meningkatkan efisiensi operasional klub.

3.Pembangunan Infrastruktur: Pemerintah dan PSSI berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur sepak bola, termasuk stadion dan fasilitas latihan, untuk meningkatkan prestasi tim nasional.

4.Pengembangan Bakat: Pengembangan bakat muda menjadi fokus utama untuk meningkatkan kualitas dan prestasi sepak bola nasional.

5.Kemitraan dan Kolaborasi: Pemerintah, PSSI, dan masyarakat bekerja sama untuk meningkatkan kualitas dan prestasi sepak bola nasional melalui berbagai program dan kegiatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola Indonesia telah mengalami perubahan yang signifikan, termasuk peningkatan kualitas infrastruktur, pengembangan bakat muda, dan peningkatan prestasi tim nasional. Namun, masih ada tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan kualitas dan prestasi sepak bola nasional. Dalam industri sepak bola yang dinamis dan kompetitif, gaya kepemimpinan yang efektif dapat membantu organisasi beradaptasi dengan perubahan dan meningkatkan kinerja. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan yang profesional dan adaptif sangat penting untuk kesuksesan organisasi sepak bola.

Temuan penelitian ini selaras dengan teori kepemimpinan transformasional Bass & Avolio (1994) yang menekankan pentingnya visi, motivasi, dan perhatian individual. Implementasi di Deltras FC Sidoarjo menunjukkan bahwa kombinasi kepemimpinan transformasional dan partisipatif dapat menciptakan iklim kerja yang produktif sekaligus memperkuat ikatan emosional antar anggota tim[23].

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi gaya kepemimpinan manajemen Deltras FC Sidoarjo dalam mengelola klub secara profesional telah menunjukkan hasil yang positif. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh manajemen Deltras FC Sidoarjo telah mampu meningkatkan kinerja klub dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Kesimpulan:

1.Gaya kepemimpinan transformasional yang diterapkan oleh manajemen Deltras FC Sidoarjo telah mampu memotivasi pemain dan staf untuk mencapai tujuan klub.

2.Implementasi gaya kepemimpinan yang profesional telah meningkatkan kinerja klub dan mencapai tujuan yang diinginkan.

3.Manajemen Deltras FC Sidoarjo telah menunjukkan kemampuan dalam mengelola klub secara profesional, termasuk dalam hal perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan.

Saran:

1.Manajemen Deltras FC Sidoarjo perlu terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola klub secara profesional.

2.Perlu dilakukan evaluasi dan monitoring secara terus-menerus untuk memastikan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan efektif dalam mencapai tujuan klub.

3.Perlu dilakukan pelatihan dan pengembangan bagi staf dan pemain untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja klub.

Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik manajemen olahraga, khususnya dalam hal gaya kepemimpinan dan pengelolaan klub sepak bola.

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillah, segala puja dan puji atas kehadirat Allah SWT yang selalu melindungi, melimpahkan berkah dan Rahmat-Nya, sehingga atas izin-Nya penulis akhirnya dapat meyelesaikan Tesis ini tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, baik saat masa perkuliahan sampai penyusunan tesis, sangatlah sulit bagi penulis untuk menyelesaikannya. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1.Kedua orangtua saya yang selalu mendoakan, mendukung baik sacara moril maupun materiil dan menjadi penyemangat, semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan Kesehatan, Rahmat dan berkah kepada mereka.

2.Bapak Wisnu Panggah Setiyono, SE., M.Si selaku dosen pembimbing yang menyediakan waktu dan pikiran dalam melesaikan tesis ini.

3.Ibu Dr. Rifda Abadiyah, SE, M.S.M dan Dr. Sigit Hermawan, SE., M.Si.selaku dosen penguji yang menyediakan waktu dan pikiran dalam membantu menyelesaikan tesis ini.

4.Official Deltras FC Sidoarjo yang sudah mengizinkan saya untuk melakukan penelitian ini sehingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir tesis ini sesuai dengan waktunya

5.Dan teman-teman saya di yang telah memberikan inspirasi dan dukungannya kepada saya.

References

[1] Kementerian Pemuda dan Olahraga, Ilmu Keolahragaan dan Pendidikan Jasmani dalam Peningkatan Kesehatan dan Performa. Jakarta: Kemenpora, 2022.

[2] R. Syadiyyah, E. Prihatin, A. Abubakar, and D. Nurdin, “Analysis of Visionary and Transformational Leadership Implementation at SMP Annihayah Karawang,” JAMP Journal of Educational Administration and Management, vol. 7, pp. 228–239, 2024.

[3] A. Info, G. Kepemimpinan, and M. Kerja, “Leadership and Work Motivation Study,” Journal of Management Studies, vol. 5, no. 2, pp. 275–283, 2024.

[4] A. Y. Syauki et al., “Club Management and Football Athlete Success,” Sportif Journal, 2021.

[5] A. W. Lestari, Febianus, A. Saputra, and F. Firdausi, “Visionary Leadership in Public Policy Direction,” 2023.

[6] A. Mahatika and S. Hendriani, “Situational Leadership of Junior High School Principals,” J-MPI Journal of Islamic Education Management, vol. 7, no. 1, pp. 1–8, 2022.

[7] A. W. Utama et al., “Football Club Management Review of Suayan FC,” JPDO Journal, vol. 7, 2024.

[8] A. B. D. Polanunu and Y. I. Mahendra, “Advocacy of Professional Football Players Association in Indonesia,” Keluwih Journal of Social and Humanities, vol. 2, no. 2, pp. 78–89, 2021.

[9] M. Try Andika, A. Habibi, and M. F. Bagaskoro, “Transformational Leadership in Indonesian Football Organization,” Football Science Network Journal, 2025.

[10] F. Nurrisa and D. Hermina, “Qualitative Research Approach Strategies and Data Analysis,” Research Methods Journal, vol. 2, pp. 793–800, 2025.

[11] D. Mardiyanto, W. Asri, and I. Firda, “Liga 2 Match Analysis Deltras vs Persela Lamongan on Regional Economy,” 2023.

[12] T. A. Alzahra et al., “Democratic Leadership in Vocational School Management,” Governance and Political Issues, vol. 1, no. 2, pp. 1–16, 2025.

[13] A. A. Pramudya et al., “Work Culture and Leadership Style Implementation on Employee Performance,” Sammajiva Journal of Business and Management Research, vol. 1, no. 4, pp. 24–40, 2023.

[14] Zaenal, Leadership Style and Employee Performance at Bank Mandiri Makassar, Makassar: Mandiri Press, 2023.

[15] C. Claudia, Leadership Style and Organizational Culture on Teacher Performance, Jakarta: Tarbiyah Press, 2022.

[16] A. V. Pusat et al., “Leadership Management Analysis Using SWOT in National Football Organization,” 2023.

[17] A. I. Haryanto et al., “Sport Management Functions in Taekwondo Club,” Sport Science Journal, 2023.

[18] M. Z. Jasfadinar, “Professionalism of Aviation Security Performance at Abdulrachman Saleh Airport,” Journal of Citizenship Studies, vol. 6, no. 1, 2022.

[19] M. Nabila and A. R. A. Ghani, “Situational Leadership in Face-to-Face Learning,” Jurnal Basicedu, vol. 6, no. 3, pp. 5115–5123, 2022.

[20] R. Robani and T. A. Mustofa, “Democratic Leadership for Teacher Performance Improvement,” Ideguru Journal, vol. 9, no. 3, pp. 1930–1938, 2024.

[21] S. A. Rohhim et al., “Salary Dispute Resolution of Professional Football Players,” Legal Sport Journal, vol. 7, no. 1, pp. 269–285, 2025.

[22] A. K. D. Sutardi, Supporter Loyalty and Fanaticism in East Java Football, Surabaya: Sport Press, 2023.

[23] A. Syarifudin, T. Uliya, and N. Widiastuti, “Situational Leadership Implementation in Vocational Schools,” Unisan Journal of Management and Education, vol. 2, no. 3, pp. 500–509, 2023.