Login
Section Accounting System

Accounting Information System Design for UMKM Cash Transactions

Desain Sistem Informasi Akuntansi untuk Transaksi Tunai UMKM
Vol. 20 No. 4 (2025): November:

Evi Kurni a Fitri (1), Imelda Dian Rahmawati (2)

(1) Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia, Indonesia
(2) Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia, Indonesia

Abstract:

General Background Micro, small, and medium enterprises play a vital role in national economic sustainability, yet many operate without structured accounting information systems. Specific Background This condition is evident in UMKM Tahu Jaya Sentosa, where cash receipt and cash disbursement activities are conducted using simple practices without formal recording. Knowledge Gap Limited understanding and implementation of accounting information systems constrain internal control and financial transparency in UMKM operations. Aims This study aims to design an accounting information system for cash receipts and cash disbursements that can be applied as a practical guideline for UMKM. Results Using a qualitative descriptive approach through interviews and observations, the study finds that cash transactions are not recorded in journals or ledgers, internal control is informal, and financial information is not systematically documented. Novelty The study presents a context-based accounting information system design tailored to the operational realities of a small-scale UMKM. Implications The proposed design provides practical guidance for improving cash transaction recording and internal control, supporting better financial management practices in UMKM environments.


Keywords: Accounting Information System, Cash Receipts, Cash Disbursements, Internal Control, UMKM


Key Findings Highlights:




  1. Cash transaction activities are conducted without formal accounting records.




  2. Internal control relies on informal practices and owner experience.




  3. A structured system design offers practical guidance for UMKM financial management.



Downloads

Download data is not yet available.

Pendahuluan

Latar Belakang

Usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 merupakan usaha ekonomi produktif yang dimiliki oleh perorangan atau badan usaha yang berdiri sendiri yang bukan merupakan anak dari perusahaan besar dan telah memenuhi kriteria yang tercantum dalam Undang- Undang yang bersangkutan. UMKM memiliki peran penting dalam perubahan ekonomi negara. UMKM dapat mengurangi jumlah pengangguran dengan menyediakan lapangan kerja bagi pengangguran yang tidak mendapatkan pekerjaan disektor formal. Peran UMKM dalam kontribusi Produk Domestik Bruto sebesar 57,60% dan UMKM memiliki tingkat absorbs tenaga kerja sebesar 97% dari seluruh tenaga kerja nasional [1]. Pada awal tahun 2020 Indonesia dihebohkan dengan munculnya pandemi Covid-19 yang adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Sars-CoV 2 yang pertama kali dilaporkan dari Wuhan Tiongkok. Pandemi Covid-19 ini memberikan dampat yang sangat besar dari segala aspek kehidupan masyarakat, terutama pada sektor ekonomi. Dikutip dari Hanoatubun dalam jurnal Dampk Covid-19 Terhadap Perekonomian Indonesia Journal of education psychology, and counselling Vol.2 No. 1, dampak perekonomian Indonesia dari pandemi Covid-19 berpengaruh pada perusahaan yang berakibat pendapatan berkurang, bahkan suami ada yang kehilangan pekerjaan karena PHK lebih dari 1,5 juta pekerja yang dirumahkan membuat ibu-inu harus mencari cara untuk membantu dalam memnuhi kebutuhan untuk setiap harinya. Peran ibu-ibu dalam keadaan saat ini dalam membantu keluarga sangat dibutuhkan. Selain itu dampak lain dari Covid-19 yaitu impor pada Triwulan 1 2020 turun menjadi 3,7 persen, adanya inflasi harga mencapai 2,96 persen, dimana kehilangan pendapatan sektor layanan udara sebesar Rp. 207 miliar, pada saat penurunan okupansi/penempatan pada 6 ribu hotel turun sampai 50 persen,

Selain dampak secara Nasional, ada juga dampak dari pandemi Covid-19 yang berada di wilayah daerah. Menurut Kepala BPS Jawa Timur Dadang Hardiwan dalam survey yang dilakukan kilasjatim menyatakan bahwa dampak dari pandemi Covid-19, beberapa usaha mengalami kontraksi yaitu usaha yang tumbuh minus 7,70 persen (-7,70) akibat dari penurunan realisasi pengadaan semen di Jawa Timur. Dampak pandemi Covid-19 juga terjadi pada sektor pendidikan pertumbuhannya minus 6,54 persen (-6,54), karena penurunan pendapatan sekolah yang terdampak pandemi Covid-19 sehingga pendidikan dilakukan di rumah atau School From Home(SFH). Ada juga dari sektor lainnya seperti gas dan listrik minus 5,08 persen (-5,08) yang mengalami penurunan harga, transportasi pergudangan minus 5,02 persen (-5,02) akibat dari pengurangan dan pembatalan beberapa perjalanan di moda transportasi untuk mengurangi tersebarnya virus pandemi Covid-19. Sistem informasi menjadi hal terpenting, termasuk juga sistem informasi akuntansi pada dunia bisnis dan ekonomi global. Di karenakan informasi telah menjadi kebutuhan dalam kondisis ekonomi suatu entitas lembaga kecil dan usaha kecil menegah berkembangan dengan pesat. Kebutuhan akan sistem informasi dalam dunia bisnis menjadi hal terpenting dikarenakan dapat menghemat waktu dan penyebaran informasi pada pihak lain akan lebih mudah dan cepat. Hal ini tentu saja menguntungkan dalam dunia bisnis, baik bisnis ukuran besar ataupun bisnis dalam ukuran kecil lebih tepatnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Salah satu fungsi akuntansi yaitu mengkomunikasikan informasi ekonomi, yaitu realita ekonomi suatu organisasi. Komunikasi dapat berupa memberikan dan memperoleh informasi, memotivasi dan mempengaruhi pemakai informasi akuntansi guna membuat keputusan atau perjanjian kerjasama dan penetapan harga. Tujuan pemakaian yaitu untuk mencatat data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan pada periode tertentu dan memberikan informasi tentang aktivitas perusahaan sehari-hari [2]. Informasi akuntansi dapat membantu dalam kegiatan operasional usaha mandiri. Dengan adanya informasi akuntansi dapat membantu menyelenggarakan kegiatan usaha mandiri. Akuntansi memberikan informasi kepada organisasi terkait bagaimana cara pembukuan yang benar dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Informasi akuntansi juga membantu bagaimana memproduksi yang sesuai dengan sistem biaya standar sehingga selisih biaya yang terjadi tidak akan merugikan [3]. Oleh sebab itu kebanyakan usaha kecil belum dapat menggunakan laporan keuangan karena dan lemahnya pengetahuan tentang akuntansi pada usaha kecil dan belum tahu tentang tujuannya apabila menggunakan laporan keuangan. Informasi akuntansi dapat berguna apabila memahami serta digunakan oleh pelakunya. Tujuan bagi pengusaha kecil sangat penting untuk memperoleh seberapa jauh tingkat memahami pengusaha kecil tentang fungsi informasi akuntansi.

Menurut [4] pencatatan keuangan usaha mikro dan kecil intensitasnya rendah. Mereka cenderung tidak melakukan pencatatan transaksi dengan baik. Hanya sedikit usaha yang melakukan pencatatan dengan lengkap sehingga terbentuk laporan keuangan. Rendahnya intensitas pencatatan dalam UMKM disebabkan beberapa faktor, meliputi : pemilik memiliki persepsi bahwa pencatatan, pembukuan dan pelaporan bukanlah hal yang penting. rendahnya pendidikan dan pelatihan pemilik tentang akuntansi sehingga mereka tidak mengetahui bagaimana pencatatan, pembukuan dan pelaporan. kecenderungan pemilik untuk fokus pada kegiatan produksi dan marketing dari pada akuntansi, seolah-olah akuntansi adalah anak tiri dalam usaha.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh [5], usaha mikro dan kecil sebagian besar tidak menerapkan laporan keuangan sama sekali. Banyak pengelolaan keuangan dari pelaku usaha kecil menengah hanya sampai pada pengumpulan bukti transaksi dan sebagian kecil dari mereka melanjutkan pencatatan transaksi dan sebagian lagi melakukan perhitungan transaksi tanpa membuat laporan kuangan. Menurut [6] tujuan informasi akuntansi yaitu memperoleh keyakinan, memperoleh pengetahuan tentang profitabilitas terjadinya harapan dalam kondisi tidak tentu dalam mengambil keputusan atau tindak pemakai. Informasi akuntansi dapat memberikan informasi yang bertujuan bagi pihak-pihak yang menjalankan ataupun pihak luar penyelenggara. Menentukan kebijakan atau mengambil keputusan didalam suatu perusahaan merupakan tujuan dari informasi akuntansi bagi pelaku. Dengan laporan keuangan suatu perusahaan dapat memberikan suatu informasi akuntansi yang sangat bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan sistem informasi akuntansi agar bisa digunakan sebagai pedoman UMKM untuk mencatat dan membuat laporan keuangan.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana rancangan sistem informasi akuntansi digunakan pada UMKM di Sidoarjo ?

2. Bagaimana analisis sistem informasi akuntansi pada UMKM ?

Metode Penelitian

1. Jenis Penelitian

Penelitian ini digunakan menggunakan metode penelitian kualitatif. Menurut pendapat [7] pendekatan kualitatif adalah penelitian dengan mengeksplorasi dan memahami sebuah makna sejumlah kelompok orang yang berasal dari suatu masalah social atau kemanusiaan dan secara individu. Menurut [8] penelitian kualitatif merupakan penelitian ilmiah bertujuan untuk memahami suatu fenomena serta langsung dan alami menggunakan kontak sosial dengan mengutamakan interaksi secara langsung. Antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Penggunaan metode ini diharapkan dapat menjelaskan bagaimana merancang sistem akuntansi pada UMKM di Sidoarjo. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif. pendekatan deskriptif kualitatif memiliki arti bahwa pendekatan penelitian yang pengumpulan datanya berupa kata, gambar, bukan angka [9]. Data diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, foto dan dokumentasi lainnya. Dalam konteks ini, penelitian berfokus pada bagaimana merancang sistem akuntansi pada UMKM di Sidoarjo.

2. Subjek dan objek penelitian

Penelitian ini membutuhkan informasi dari pemilik UMKM,karyawan, serta orang lain yang dapat membantu dalam penelitian untuk mencari dan menemukan data yang dibutuhkan untuk penelitian terhadap merancang sistem akuntansi pada UMKM.

3. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di UMKM Dsn. Luwung Selatan, Desa Ganggang Panjang, Tanggulangin, Sidoarjo

4. Jenis dan Sumber Data

a. Jenis data

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif Menurut [10], metode penelitan kualitatif deskriptif adalah suatu metode penelitian yang berfokus pada kejadian dan peristiwa kehidupan manusia yang berdasarkan suatu kondisi fakta dalam bentuk kata-kata, tidak berfokus pada angka.

b. Sumber data

Bedasarkan sumbernya, subjek dalam penelitian ini memperoleh data melalui data primer.

1. Data Primer

Menurut [11], data primer adalah suatu daya yang diperoleh dari sumber pertama atau asli. Data ini tidak tersedia dalam bentuk file. Karena data ini harus di cari melewati narasumber langsung atau responden, yaitu karyawan yang kita jadikan sebagai objek dalam penelitian ini untuk mendapatkan data atau informasi. Untuk pembuatan laporan penelitian, data primer adalah data yang didapatkan dengan cara mewawancarai pemilik UMKM dan karyawan yang berkaitan dengan penelitian ini yang meliputi metode yang dipakai untuk merancang sistem akuntansi pada UMKM.

2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung tetapi dapat menyediakan data tambahan untuk mendukung data utama [12]. Maka dalam penelitian ini diperoleh data berupa profil UMKM dan laporan keuangan serta daftar buku refrensi sejenisnya.

5. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang akan digunakan dalam menyusun laporan penelitian ini sebagai berikut :

a. Wawancara

Wawancara digunakan dengan bertujuan agar dapat mengetahui informasi secara mendalam dari wawancara. Wawancara dilakukan secara langsung kepada pemilik UMKM dan karyawan, metode wawancara ini yang digunakan peneliti adalah untuk mencari jawaban dan hal penting yang disampaikan narasumber. [13] menyampaikan wawancara yaitu proses interaksi atas kejadian antara peneliti dan orang yang diwawancarai dengan berkomunikasi secara langsung mengenai suatu objek yang diteliti. Wawancara yang dipilih oleh peneliti adalah wawancara bebas terpimpin dan memberikan kuesioner. Yang akan diwawancara oleh peneliti pada penelitian ini adalah Bu Nur Jannah pemilik UMKM.

b. Observasi

Observasi adalah suatu kemampuan seseorang untuk mengumpulkan data informasi secara langsung. Observasi digunakan dengan memperhatikan setiap perilaku suatu kelompok atau individu dalam kehidupan secara langsung. Teknik pengumpulan data dan dokumentasi dapat menggunakan data berkas-berkas penting bagi untuk menunjang kesuksesan penelitiannya. Berkas-berkas dapat berbentuk laporan hasil keuangan dan dokumen lain yang terkait [14].

6. Teknik Analisis Data

Analisis data dapat menggunakan penelitian ini:

1. Analisis Kualitatif

Menurut [15], Analisis kualitatif ialah penelitian yang memperoleh data deskriptif terdapat kata-kata tertulis ataupun lisan dari perilaku oramg yang sudah mengamati.

2. Analisis Deskriptif

Mendeskriptifkan kegiatan-kegiatan operasional usaha yang ada terutama yang tercantum adanya proses dari kegiatan operasional yang sudah terjadi atau digunakan di UMKM tersebut, menganalisis dan merancang sistem yang cocok untuk diterapkan dan memberikan rekomendasi tentang sistem informasi akuntansi pada UMKM tersebut. Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan dalam analisis data kualitatif deskriptif [16]:

a. Untuk mengumpulkan data dan informasi yang dikumpulkan menjelaskan gambaran aktivitas usaha yang ada pada UMKM dapat melakukan dengan pengamatan/observasi dan wawancara kepada pemilik UMKM di Sidoarjo.

b. Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah pada UMKM di Sidoarjo dan menganalisis serta mempelajari isi-isi yang terkandung pada sistem yang digunakan ataupun pengendalian yang digunakan.

c. Merancang sistem dengan mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan yang dapat dibutuhkan dan pada kondisi yang ada dilapangan.

d. Dapat merekomendasikan atas pembentukan sistem yang telah ditetapkan dan cocok digunakan pada UMKM di Sidoarjo.

3. Analisis Triangulasi

triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Jenis triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi dengan metode [17].

Hasil dan Pembahasan

1. Sejarah Perusahaan

UKM Tahu Jaya Sentosa merupakan satu industry olahan dari bahan kedelai yang berupa tahu yang didirikan pada tahun 2010 oleh ibu Nur Jannah di Desa Ganggang Panjang, Kabupaten Sidoarjo. Awal berdirinya usaha ini dikarenakan pengalaman Ibu Nur Jannah yang sebelumnya menjadi karyawan disalah salah satu industri tahu di Desa Pangkemiri, Kecamatan Tanggulangin. Ibu Nur Jannah mendirikan Usaha Kecil Menengah ini dikarenakan kecintaannya pada usaha, Beliau memiliki pandangan bahwa usaha tahu dapat memberi penghasilan di setiap bulan walaupun jumlahnya tidak besar, namun tidak sampai menanggung kerugian. UKM Tahu Jaya Sentosa bukan hanya memproduksi tahu mentah atau tahu yang belum matang, namun juga memproduksi tahu goring yang biasanya digunakan untuk bakso, ampas tahu yang berasal dari sisa sari kedelai yang telah disaring yang biasanya digunakan untuk makanan sapi. Jumlah karyawan di UKM Tahu Jaya Santosa ada 14 orang dimana 8 orang laki laki dan 6 orang perempuan, dari tujuh belas pekerja ini memiliki pekerjaan yang berbeda-beda dibagian penggilingan kedelai, pemasakan kedelai dan penyaringan sari kedelai, pencetakan tahu, penggorengan tahu serta pengemasan barang yang nantinya dipasarkan dipasar tradisional. Ampas tahu yang dari sisa olahan tahu juga bias dijual kepeternak sapi ampas tahu tersebut juga berguna sebagai untuk tambahan makanan ternak sapi. Hasil jual ampas tahu dapat menambah untung dalam penjualan usaha ini.

2. Lokasi Perusahaan

Usaha Kecill Menengahyang diteliti adalah UKM Tahu Jaya Sentosa yang berlokasi di RT RT/RW 008/002, Desa Ganggang Panjang, Kecamatan Luwung Selatan, Kabupaten Sidoarjo. Luas wilayah 37.70 Km², Jarak Dari Kabupaten Sidoarjo kurang lebih 11 km dan 158,8 km dari Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, Adapun batas-batas wilayah Kecamata Porong dan Candi.

3. Analisis Data dan Hasil Penelitian

a. Dari hasil observasi dan wawancara yang saya lakukan di penelitian didukung oleh [18]. Penerapan sistem infomasi akuntansi penerimaan kas dari penjualan tahu hanya melibatkanfungsi penerimaan kas tanpa melakukan pencatatan. Hasil pengumpulan uang yang dilakukan digunakan lagi dalam pembelihan bahan baku tahu.

b. Dari hasil observasi dan wawancara yang saya lakukan dipenelitian didukung oleh [19]. Prosedur penerapan system informasi akuntansi pengeluaran kas tidak melakukan pencatatan sehingga uang yang diterima tidak dipisahkan antara keuntungan dan modal. Kas dibelikan untuk bahan baku yang habis.

c. Dari hasil observasi dan wawancara yang saya lakukan di penelitian didukung oleh [20]. Penerapan pengendalian internal tidak melakukan pengawasan khusus dalam proses produksi sampai penjualan.

4. Pembahasan

Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan kas padaUKM Tahu Jaya Sentosa

Berikut ialah hasil dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada Bu Nur Jannah selaku pemilik usaha tahu pada UKM Tahu Jaya Sentosa mengenai bagaimana perkembangan usaha dagang padaUKM Tahu Jaya Sentosa. Bu Nur Jannah mengatakan bahwa:

“Didalam mendirikan sebuah usaha pasti ada pasang surutnya dimana ada kalanya naik dan ada kalanya menurun. Ada beberapa faktor yang menjadikan naik dan menurunnya banyak seperti disaatada banyak kegiatan hajatan barang produksi banyak yang memesan di saat menurun dikarenakan banyak pedagang kaki lima yang tidak mengambil barang dagangan.”

Dalam wawancara tersebut menjelaskan bahwa dalam mendirikan sebuah usaha ada pasang surut dimana jika ada hajatan permintaan naik jika dimana pedagang kaki lima tidak hadir tanpa pemberitahuan sebelumnya maka akan menurun jumlah penghasilannya.

Kemudian timbul pertanyaan: “apakah ada yang menyebabkan usaha Ibu mengalami penurunan penghasilan dan kadangkala harga kedelai mahal dan kadang murah?”

“Jika harga kedelai naik maka akan dikurangi dalam pembuatannya jika harga kedelai tidak ada kenaikan pembuatannya seperti biasanya,”

Dari wawancara tersebut menjelaskan bila dalam pembuatan tahu harga kedelai naik maka akan dikurangi pembuatannya dan jika kedelai stabil pembuatannya seperti biasanya.

Kemudian ada pertanyaan lagi: “Mengapa Pedagang kaki lima ada yang tidak mengambil?”

“Dikarenakan pas ada hajatan banyak para pedagang tidak hadir karena para pedagang tersebut ikut membatu tetangganya bila ada hajatan, bila situasi pasar rame banyak pedagang yang tidak jualan juga selain itu faktor kecapekan juga”

Dari hasil wawancara apabila ada tetangga atau saudara mempunyai acara hajatan maka mengakibatkan para pedagangan tidak mengambil dan faktor kecapekan menyebabkan para pedagang tidak jualan. Kemudian ada pertanyaan lagi: “Bagaimana solusinya apabila para pedagang kaki lima tersebut tidak mengambil tahu dari Bu Nur Jannah ?”

“Jika tahu tersebut tidak diambil maka akan diolah kembali atau digoreng lagi untuk agar tidak mengalami kerugian dalam berjualan”

Dari wawancara tersebut menjelaskan tahu-tahu yang semestinya dijual ke pelanggan setelah itu tidak diambil tahu tersebut diolah kembali atau digoreng lagi agar tidak menyebabkan kerugian usaha tersebut. Pertanyaan selanjutnya: “Bagaimana cara yang dilakukan oleh Ibu Nur Jannah bila pada saat harga kedelai naik sehingga usaha beliau tidak mengalami kerugian?”

“Dalam pembuatannya pemotongan menjadi kecil yang dikarenakan harga kedelai naik bila harga kedelai naik harga tahu dinaikkan para pedagang tidak akan mau mengambil lagi”

Dalam wawancara tersebut menjelaskan jika dalam pembuatan tahu bila kedelai naik maka dalam pembutannya diperkecil dan harganya tetap seperti biasanya bila harga kedelai naik harga tahu dinaikkan maka para pedagang tidak ada yang mau mengambil. “Bagaimana penerapan system informasi akuntansi penerimaan kas?

“Penerapannya sederhana, dari pedagang yang mengambil tahu tersebut langsung dibayar ya tapi dari beberapa pelanggan yang mengambil tahu dari saya juga ada yang menghutang, soalnya kalau tidak langsung dibayar nanti juga bingung buat belanja bahan pokok untuk pembuatan tahu”.

Dalam wawancara tersebut menjelaskan dalam menerapkan system penerimaan kasnya pada penjualan produk tahu tersebut dijual harga Rp. 2000 ke pedagang kaki lima setelah itu langsung mendapatkan uang dari pelanggan lalu hanya disimpan saja tanpa ada pencatatan sama sekali.

Pernyataan Ibu Nur Jannah Tentang pemahaman Sistem Informasi Akuntansi penerimaan kas menyebabkan pertanyaan sebagai berikut: langsung dibelikan untuk membuat lagi tahu. “Apakah Bu Nur Jannah Memahami Istilah Sistem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas?”

“Tidak ngerti mbak”

Ibu Nur Jannah tidak mengerti apa yang dimaksud dengan sistem informasi pengeluaran kas, sehingga saya menjelaskan “Suatu catatan yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan penerimaan uang dari hasil penjualan.”

“Bagaimana sistem pencatatan penerimaan yang diterapkan oleh Bu Nur Jannah ?”

“Ya itu tadi saya hanya menggunakan sistem penerimaan kas sederhana tidak ada pencatatan khusus setelah menerima uang dari pelanggan dikumpulkan untuk belanja kebutuhan pokok pembuatan tahu”

Hasil wawancara tersebut menyebutkan bahwa dalam penerapan system informasi penerimaan kasnya tidak ada pencatatan khusus bila udah mendapatkan uang dari pelanggan langsung disimpan tanpa ada pencatatan bila bahan pokok habis langsung dibelikan bahan pokok tersebut.

Peneliti melakukan wawancara ke informan dengan kedua, yaitu Bu Anik beliau adalah karyawandi bagian pemasaran, berikut pertanyaan pertama adalah:

“ Bagaimana cara Ibu memasarkan tahu yang diproduksi oleh UKM Tahu Jaya Sentosa ?”

“ Saya berikan tahu di pasar ke pedagang kaki lima yang sudah berlangganan lama dengan UKM Tahu Jaya Sentosa ini saya juga berikan ke pedagang kaki lima yang belum berlangganan jika mereka belum ada barang dagangan tahu”

Hasil Wawancara tersebut menjelaskan dalam pemasaran Bu Anik berkeliling memberikan dagangan tersebut ke para pelanggan dan memberi dagangan tahu ke pelanggan jika belum ada barang dagangan tahu.

Pertanyaan selanjutnya adalah “Bagaimana cara pembayarannya?”

“Ibu Anik menjawab: “ Saya jarang menerima uang dari pelanggan, karena mereka akan langsung ke kios dan bertemu dengan Bu Nur Jannah kadang pelanggan utang dulu, jadi yang memutuskan Ibu Nur Jannah”.

Hasil wawancara tersebut menjelaskan Bu Anik didalam pemasaran hanya berkeliling memberikan dagangan ke para pelanggan, dan para pelanggan memberikan uang hasil jualan langsung diberikan ke Ibu Nur Jannah.

Kemudian peneliti melakukan wawancara kepada informan ke tiga yaitu Pak Wandi, Beliau adalah pedagang tahu kaki lima yang sudah berlangganan dengan UKM Tahu Jaya Sentosa, Peneliti menanyakan, “ Apakah Pak Wandi sudah lama berlangganan tahu dengan UKM Tahu Jaya Sentosa” Beliau menjawab “ Sudah ”

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa Pak Wandi merupakan pelanggan lama UKM Tahu Jaya Sentosa.

Pertanyaan berikutnya, “Bagaimana Pak Wandi membayar tahu pada UKM Tahu Jaya Sentosa ”.

Beliau menjawab, “Saya membayar langsung ke Bu Nur Jannah, setiap saya jualan saya akan meminta 6kresek. Nanti saya akan bayar langsung ke Bu Nur Jannah atau nitip ke Bu Anik”.

Wawancara Tersebut menjelaskan Apabila melakukan pembayaran Pak Wandi langsung membayarkan ke Bu Nur Jannah terkadang dititipkan Ke Bu Anik.

Penjelasan tersebut mendorong peneliti untuk menanyakan lebih lanjut tentang “ Apakah Pak Wandi pernah utang pada BuNur Jannah untuk pembelian tahu?”

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa selama berlangganan ke UKM Tahu Jaya Sentosa Pak Wandi tidak pernah hutang ke Bu Nur Jannah.

Sistem Informasi Akuntansi penerimaan pada UKM Tahu Jaya Sentosa ini memiliki kelemahan dari segi penerimaan kas masih sederhana, Hasil sumber wawancara yang diperoleh dari narasumber bahwa sistem infotmasi akuntansi penerimaan kas dilakukan dengan cara sederhana yaitu pada saat pemilik menerima hasil penjualan hanya disimpan dan tidak dicatat buku khusus (Jurnal).

Penerapan sistem infomasi akuntansi penerimaan kas dari penjualan tahu hanya melibatkanfungsi penerimaan kas tanpa melakukan pencatatan. Hasil pengumpulan uang yang dilakukan digunakan lagi dalam pembelihan bahan baku tahu.

Prosedur Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas

Wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada Ibu Nur Jannah selaku pemilik usaha tahu UKM Tahu Jaya Sentosa mengenai bagaimana prosedur pengeluaran kas UKM Tahu Jaya Sentosa sebagai berikut: “Bagaimana proses pembuatan tahu dari awal proses pembuatan sampai penjualannya?

“Pertama sebelum memulai proses pembuatan tahu, kedelai direndam, setalah selesai direndam digiling terus dimasak, setalah itu disaring diambil sarinya lalu dicitak, setelah selesai mencitak tahu di potongin, lalu Sebagian diambil untuk digoreng, lalu dikemasi dan siap dijual kepedagang/pelanggan yang biasanya mengambil”

Dalam wawancara tersebut menjelaskan proses bagaimana pembuatan tahu sampai pemasarannya tahu tersebut. Mulai dari perendaman kedelai, setelah itu digiling selesai digiling disaring lalu mencetak tahu dandipotong lalu disebagian digoreng setelah digoreng dikemasi lalu dijual ke pasar.

Lalu timbul Pertanyaan selanjutnya “kemana saja tahu tersebut dipasarkan bu?”

“Tahu-tahu ini hanya Dijual ke etek (pedagang sayur) dan beberapa dari pedagang bakso keliling yang mengambil tahu dan penjual tahu keliling, bila pas ada banyak hajatan juga banyak yang membeli tahu”

Dari hasil wawancara tersebut menjelaskan bahwa tahu-tahu yang telah dibuat oleh Bu Nur Jannah dijual ke pedagang sayur dan beberapa pedangan lainnya.

Kemudian timbul pertanyaan selanjutnya: “Bagaimana sistem pencatatan pengeluaran kas?”

“Tidak ada pencatatan khusus, dikarenakan pedagang kecil bila waktu bahan pokok habis ya saya belikan bahan pokok tersebut untuk membuat tahu lagi.”

Dari hasil wawancara tersebut menjelaskan bahwa dalam hal pengeluaran tidak ada pencatatan khusus bila bahan pokok habis langsung dibelikan untuk membuat lagi tahu.

“Apakah Bu Nur Jannah Memahami Istilah Sistem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas?”

“Tidak ngerti mbak”

Bu Nur Jannah tidak mengerti apa yang dimaksud dengan sistem informasi pengeluaran kas, sehingga saya menjelaskan “Yang dimaksud sistem informasi pengeluaran kas adalah suatu transaksi yang menimbulkan berkurangnya saldo kas milik perusahaan yang diakibatkan adanya pembelian tunai, pembayaran utang maupun hasil transaksi yang menyebabkan berkurangnya kas.”

“Bagaimana penerapan sistem pengeluaran kas yang telah diterapkan pada usaha menengah kecil ini bu?”

“Sistem pengeluran kas yang saya terapkan bila menerima uang dari pelenggan langsung saya belikan bahan-bahan pokok seperti kedelai, bahan bakar diesel penggiling, minyak goreng, serta untuk menggaji karyawan”

Kemudian timbul pertanyaan selanjutnya: “Dalam pembelian bahan pokok pembuatan tahu setiap berapa hari sekali bu?”

“Dalam pembelian kedelai selama 10 hari sekali dalam pemakaian kedelai 50 kg jadi 3 hari dan dalam pembelian kedelai 5-6 karung, dan pembelian minyak goreng setiap dan bahan bakar solar 5 ltr jadi 1 minggu hari ”.

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa dalam pembelian kedelai 10 hari sekali, dalam pembeliannya 5-6 karung dalam 3 hari menghabiskan 100 kg, pemebelian bahan pokok lainnya seperti minyak goreng pembelian setiap hari dan membeli solar 5 ltr jadi 1 minggu.

Dimanakah perusahan membeli bahan pokok? apakah ada biaya pengiriman?

“Pembelian Kedelainya diagensetiap habis saya telpon langsung dianter dan tidak ada biaya pengirimnya, kalau bahan pokok seperti minyak goreng dan solar saya membeli sendiri.”

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa dalam pembelian kedelai diagen dekat rumahnya dalam pembeliannya tidak ada biaya angkut atau pengirimannya, kalua pembelian minyak goreng dan solar membeli sendiri.

“Bagaimana sistem penggajiannya yang diterapkan oleh Bu Nur Jannah, terus apa ada kenaikan gaji bila pesanan tahu banyak?”

“Dalam sistem penggajiannya dua minggu sekali, bila ada pesanan banyak atau lembur ada tambahannya”

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa dalam sistem penggajiannya yang dilakukan oleh Ibu Nur Jannah pembayarannya dua minggu sekali dan bila pesanan banyak atau lembur ada uang tambahan.

Kemudian timbul pertanyaan lagi: ”Apakah dalam pengeluaran kas ada pencatatan kas khusus juga Bu?”

“Tidak ada mbak, ya jika dalam pengeluaran kas sendiri jika sudah dapat uang dari beberapa pelanggan yang biasanya mengambil tahu dari saya langsung saya simpan dulu setelah itu jika waktunya beli bahan pokok dan penggajian dipakai saat itu juga tanpa ada pencatatan khusus.”

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa didalam setiap menerima uang dari pelanggan hanya disimpan bila waktu pengel uaran seperti membeli bahan pokok habis dan waktu penggajian digunakan saat itu juga tanpa ada pencatatan khusus.

Peneliti melakukan wawancara dengan informan ke dua,yaitu ibu anik dengan bertanyaan sebagai berikut: “ Bagaimana cara pemberian imbalan jasa atau gaji pada karyawan di UKM Tahu Jaya Sentosa?”.

“Karyawan digaji setiap dua minngu sekali”

Wawancara tersebut menjelaskan system penggajian yang telah dilakukan oleh UKM Tahu Jaya Sentosa selama dua minggu sekali

Pertanyaan selanjutnya, “Apakah besarnya gaji dari setiap karyawan berbeda?”

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa Bu Anik tidak mengerti gaji setiap karyawan beliau hanya mengetahui gajinya saja.

Pertanyaan selanjutnya, “Apakah Ibu mengetahui tentang pembelian bahan baku?”

“Tidak,mbak”

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa Bu Anik tidak mengetahui pembelian bahan baku yang dilakukan oleh UKM Tahu Jaya sentosa.

Peneliti melakukan wawancara dengan informan keatiga, yaitu Pak Wandi dengan pertanyaan: “Apakah harga tahu yang diproduksi oleh UKM Tahu Jaya Sentosa sesuai dengan harga pasar?”

“Hargane sama dengan harga tahu yang lainnya”.

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa harga jual dari UKM Tahu Jaya Sentosa Sesuai dengan harga pasaran.

Pertanyaan selanjutnya,“Apakah UKM Tahu Jaya Sentosa pernah menaikan harga tahunya?”

“Belum pernah, cuman kadang ukuran tahunya tidak sama dengan sebelumnya”.

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa UKM Tahu Jaya Sentosa tidak pernah menaikan harga hanya saja ukuran tahu berbeda dari sebelumnya.

Hasil wawancara diatas dapat dijelaskan bahwa di dalam pengeluaran kas yang telah dilakukan oleh pemilik UKM Tahu Jaya Sentosa tanpa adanya pencatatan khusus untuk pengeluaran UKM ini juga tidak bisa mengetahui berapa hasil pengeluaran yang telah dikeluarkan karena tidak adanya pencatatan khusus.

Prosedur penerapan sistem informasi akuntansi pengeluaran kas tidak melakukan pencatatan sehingga uang yang diterima tidak dipisahkan antara keuntungan dan modal. Kas dibelikan untuk bahan baku yang habis.

Prosedur Penerapan Pengendalian internal pada UKM Tahu Jaya Sentosa.

“Bagaimana langkah-langkah dalam melakukan pembelian kedelai dan lain-lain?”

“Langkah-langkah dalam pembelian bahan pokok bila sudah mendapat uang dari pedagang disimpan dulu, kalua kedelai habis telpon ke agen yang biasanya saya beli langsung dikirim, bila bahan pokok lain habis seperti minyak goreng dan solar habis dibelikan saat itu juga, pada saat penggajian saya kasih dua minggu sekali.”

Dalam wawancara tersebut menjelaskan langkah-langkah dalam pembelian kedelai dan bahan pokok lainya disebutkan bahwa bila sudah mendapatkan uang dari pelanggan lalu dibelikan jika bahan kedelai tinggal sedikit setelah itu Bu Nur Jannah menelpon agen langganannya lalu langsung dikirim kedelai tersebut, dan jika bahan pokok lainnya habis dibelikan saat sudah habis serta dalam penggajiannya dibayarkan dua minngu sekali. Bagaimana langkah-langkah Ibu Nur Jannah dalam penjualan tahu tersebut?

“Langkah-langkah penjualannya tahu goreng dikemasi dulu dalam setiap pengemasan satu bunkus berisi 10 buah tahu, sebelum berangkat dan menata tahu mentah yang sudah disiapkan setelah itu ditaruh diobrok lalu pergi kepasar untuk dijualkan setelah itu tahu dianter ke pedagang setelah selesai mengantar tahu menunggu pedagang memberikan uang tahu tersebut”.

Wawancara tersebut menjelaskan langkah-langkah penjualannya tahu goreng dikemasi dulu sebelum berangkat dan menyiapkan tahu mentah setelah itu ditaruh diobrok lalu pergi kepasar dihantarkan kepara pedagang setelah selasai menaruh tahu tersebut menunggu uang jualan tahu tersebut.

Bagaimana pemahaman Bu Nur Jannah tentang pengendalian internal?

“Kalau menjalankan usaha harus hati-hati yang terpenting kebersihan yang paling utama agar dala proses pembuatan tahu terjamin kebersihan tahu tersebut selain itu dalam setiap pengirisan harus hati-hati jika salah pengirisan akan menimbulkan kerugian usaha.”

Wawancara diatas menjelaskan dalam menjalankan usaha harus berhati-hati dan yang terpenting kebersihannya selain itu dalam pengirisannya harus hati-hati jika salah dalam pengirisan akan mengalami kerugian.

“Bagaimana penerapan pengendalian internal yang dilkakukan oleh UKM Tahu Jaya Sentosa?

“Dari pengendalian internal sendiri tidak ada pengawasan yang khusus dalam proses pembuatan hingga sampai penjualan sepenuhnya ada bagian-bagian sendiri karena karyawan sendiri sudah sepenuhnya sudah berpengalaman jadinya tidak ada pengawasan khusus selain itu usaha saya sendiri termasuk usaha kecil”.

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa dalam proses pembuatan tahu dikerjakan oleh karyawan sepenuhnya tanpa pengawasan dari pemilik dikarenakan sudah sepenuhnya percaya pada karyawan-karyawan tersebut.

Timbul pertanyaan selanjutnya: “apakah tanpa adanya pengawasan khusus dalam proses pembuatan sampai penjualan akan menimbulkan kerugian dari usaha ibu sendiri ?.

“Alhamdulillah tidak ada kerugian mbak, karena karyawannya sendiri masih saudara dan anak saya sendiri selain itu saya juga sudah memasuki usia lansia jadi saya pasrahakan ke karyawan- karyawan tersebut”.

Penelitian melakukan wawancara dengan informan kedua yaitu Ibu Anik, dengan pertanyaan, “Apakah Ibu membantu dalam produksi tahu?”

Beliau Menjawab,“Tidak, karena bukan bagian saya”

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa Bu Anik tidak mengerjakan pada proses produksi karena bukan posisinya beliau.

Apakah dalam pembuatan tahu ada produk cacat setelah itu produk cacat tersebut diapakan ?

“Dalam setiap pembuatan tahu mesti ada produk gagal atau produk cacat, bila ada produk cacat bisa di olah lagi jadi tahu bulat, selain itu mengurangi kerugian pembuatan tahu.”

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa dalam mengatasi produduk gagal atau cacat tersebut diolah lagi menjadi tahu bulat dalam hal ini untuk mengurangi kerugian perusahaan dalam pembuatan tahu.

Hasil wawancara diatas menjelaskan bahwa dalam pengendalian internal di UKM Tahu Jaya Sentosa sendiri dari proses pembuatan tahu sampai jadi itu sendiri dikerjakan tanpa ada pengawasan khusus, selain itu pemilik UKM ini tidak membutuhkan karyawan banyak dan masih kecil karena itu dikerjakan sendiri.

Kendala-kendala dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas pada UKM Tahu Jaya Sentosa Sidoarjo.

Kendala-kendala sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada UKM Tahu Jaya Sentosa dapat diketahui dengan melakukan penelitian dan wawancara. Hasil wawancara peneliti dengan Bu Nur Jannah selaku pemilik usaha UKM Tahu Jaya Sentosa, beliau mengatakan bahwa:

“Dalam sistem penerimaan sendiri saya menggunakan dengan system sederhana bila dapat uang dari pelanggan saya simpan dulu setalah itu saya pakai buat kebutuhan sehari dan kebutuhan usaha ini”.

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa kendala-kendala dalam penerapan system informasi akuntansi penerimaan kas adalah kurangnya pengetahuan tentang system informasi akuntansi penerimaan kas dan pemilik hanya menggunakan system penerimaan yang sederhana.

Kemudian timbul pertanyaan selanjutnya: “Apakah tidak adanya system pencatatan dalam penerimaan kas akan menimbulkan kerugian didalam usaha ibu?

“Tidak mbak, soalnya dalam usaha saya sendiri masih kecil jadinya tidak terlalu membutuhkan pencatatan khusus, bila ada kebutuhan ya ambil dari hasil jualan tadi selain itu saya jualan tahu ini kecintaan dalam usaha tahu ini walaupun hasilnya sedikit tapi pasti dalam penjualannya”.

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa walaupun hanya menggunkan sistem perimaan kas yang sederhana tidak merugikan beliau, dan beliau menjalankan usaha ini karena kecintaannya pada usaha tahu walaupun setiap bulan kadang penghasilannya tidak banyak beliau ikhlas dengan hasil yang didapat.

Kemudian timbul pertanyaan selajutnya: “Apakah dalam setiap pengeluaran sesuai dengan penerimaan?

“Sesuai mbak, karena bila sudah mendapatkan uang langsung dibelanjakan kebutuhan pokok untuk membuat tahu lagi, bila tidak sesuai saya juga mengalami kerugian”

Wawancara tersebut menjelaskan dalam pengeluaran sesuai dengan penerimaan bila mendapat uang dari pelanggan langsung dibelikan bahan pokok untuk membuat tahu lagi, dan jika tidak sesuai maka perusahaan ini bisa mengalami kerugian.

Kemudian timbul pertanyaan lagi: “Bagaimana solusi Ibu Nur Jannah bila hasil pengeluaran tidak sesuai dengan penerimaan?

“Bila ada salah satu pelanggan yang pembayarannya ada yang kurang besoknya saya tarik dobel dan bila ada yang mengambil banyak saya kasih bonus dalam hal ini mengurangi kerugian perusahaan.”

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa bila ada yang tidak sesuai dengan penerimaan maka akan meminta kekurangannya ke pelanggan tersbut dan bila pelanggan ada yang mengambil banyak maka akan ada bonusnya, dalam hal ini untuk mengurangi kerugian Perusahaan.

Hasil wawancara diatas menjelaskan dalam sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada UKM Tahu Jaya Sentosa dalam terjadinya penerimaan kas narasumber menjelaskan jika sudah mendapatka uang dari pelanggan disimpan dulu setelah itu dibelikan jika bahan pokok habis. Dari sistem yang diterpakan oleh pihak narasumber itu akan tidak terjadinya kestabilan dalam menjalankan usaha dikarenakan tidak adanya pencatatan akan mempengaruhi keuangan dalam usaha tersebut.

Kendala dalam penerapan sistem informasi akuntansi penerima kas hanya menggunakan metode sederhana. Jika sudah mendapatkan uang daripelanggan uang akan disimpan terlebih dahulu setelah itu dibuat beli kebutuhan usaha.

Kendala-kendala dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas pada UKM Tahu Jaya Sentosa

Kendala-kendala sistem informasi akuntansi pengeluaran kas pada UKM Tahu Jaya Sentosa dapat diketahui dengan melakukan penelitian dan wawancara. Hasil wawancara peneliti dengan Bu Nur Jannah selaku pemilik usaha Tahu UKM Tahu Jaya Sentosa, beliau mengatakan bahwa:

“Kendala-kendalaya bila harga kedelai naik dalam produksi kita mengurangi dalam membuat tahu selain itu kita juga menghindari bila ada tahu tidak habis malah kembali lagi selain itu terkadang pedagang sayur bila pas tidak keliling sebelumnya tidak bilang terlebih dahulu”

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa kendala dalam penerapan pengeluaran kas jika harga bahan pokok naik maka akan dikurangi dalam pembuatannya selain itu terkadang para pedagang yang biasanya mengambil tahu tidak keliling pasar tanpa pemberitahuan dahulu ke Bu Nur Jannah.

Kemudian timbul pertanyaan selanjutnya: “Bagaimana cara mengatasi kendala-kendala pengeluran kas yang ibu lakukan bila tidak ada sistem pencatatan khusus dalam pengeluaran?”

“Usaha saya ini kan masih kecil jadinya saya gak begitu memerlukan pencatatan dalam pengeluaran, bila saya dapat uang saya simpan dulu jika kebutuhan bahan pokok habis langsung kita belikan”.

Wawancara diatas menyebutkan bahwa dalam pengeluaran di setiap pengeluaran tanpa ada pencatatan tidak ada kendala-kendala dalam menjalankan usaha.

Kemudian timbul pertanyaan lagi: “Jika tidak adanya pencatatan dalam pengeluaran kas akankah mempengaruhi kinerja keuangan UKM ini Bu?

“Tidak mbak saya dalam menjalani usaha ini karena hasilnya sedikit tapi pasti dan tidak menyebabkan kebangkrutan jadinya menjalankan usaha ini menjalankan ikhlas sepenuh hati tanpa memikiran seberapa hasil dan pengeluaran yang saya gunakan”.

Wawancara diatas menjelaskan dalam menjalan usahanya walapun tanpa ada pencatatan usahnya tetap berjalan lancar dikarenakan beliau menjalankan usahanya ikhlas sepenuh hati walapun pendapatannya tidak banyak tetap berjalan lancar.

Dari wawancara tersebut menjelaskan bahwa pengeluaran kas yang telah dikeluarkan oleh pihak narasumber tidak adanya pencatatan khusus maka pihak narasumber tidak akan mengetahui seberapa pengeluran dalam menjalankan usaha tersebut dari hasil jualan yang telah dilakukannya”.

Perancangan Sistem Informasi Akuntansi penerimaan kas dalam upaya meningkatkan pengendalian internalpada UKM Tahu Jaya Sentosa

Hasil wawancara mengenai perancangan sistem informasi akuntansi penjualan pada UKM Tahu Jaya Sentosa hampir sama dengan hasil wawancara mengenai penerapan pada UKM Tahu Jaya Sentosa Hasil wawancara mengenai perancangan system informasi akuntansi penerimaan kas dalam upaya meningkatkan pengendalian internal pada UKM Tahu Jaya Sentosa adalah sebagai berikut:

“Dari semua yang telah Ibu jelaskan tadi, bagaimana perancangan system infomasi akuntansi penerimaan kas dalam upaya meningkatkan pengendalian internal Bu?”

“Jika dalam penjualan meningkat kita tambahkan dalam pebuatan produk jika dalam penjualan menurunakan mengurangi dalam pembuatanya kalau tidak terkendali itu akan menimbulkan kerugian dalam menjalankan usaha ini, selain itu ampas tahu tersebut kita jual lagi untuk mencari keuntungan lagi ”

Wawancara diatas menjelaskan bahwa dalam penjualan meningkat pembuatannya ditambahi jika menurun pembuatannya dikurangi jika tidak terkendali maka akan menyebabkan kerugian dalam penjualan.

Kemudian timbul pertanyaan selanjutnya: “ Jika dalam penerimaan kas ada hambatan bagaimana ibu meminimalisir hambatan-hambatan itu”

“Kalau ada tahu goreng yang kembali kita olah lagi digoreng dan bila ada tahu mentah sisa tahu tersebut diganti lagi airnyadan dijadikan satu lagi sama tahu mentah yang baru dalam hal ini bisa mengurangi kerugian,”

Wawancara diatas menjelaskan jika ada tahu kembalian, tahu diolah atau digoreng lagi untuk meminimalisir kerugian dalam penjualan.

Kemudian timbul pertanyaan lagi: “Kapan Ibu Nur Jannah menjual lagi tahu-tahu tersebut?”

“Saya jual lagi besoknya mbak, dalam hal ini untuk mencari kentungan lagi dan selain itu mengurangi kerugian perusahaan”

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa tahu-tahu kembalian dari pelanggan setelah digoreng lagi dan yang mentah diganti airnya dan dijadikan satu sama tahu yang baru setelah itu dijual keesokan harinya oleh Ibu Nur Jannah.

Perancangan Sistem Informasi Akuntansi pengeluaran kas dalam upaya meningkatkan pengendalian internalpada UKM Tahu Jaya Sentosa.

Bagaimana bu perancangan sistem informasi akuntansi pengeluaran kas dalam upaya meningkatkan pengendalian internal?

“Dalam sistem pengeluarannya sendiri kita bagi agar dalam pembuatannya masih bisa terkendali dalam penggajian, pembelian bahan pokok kita sisihkan sendiri-sendiri uangnya jika dalam pengeluaran tidak adanya pengendalian internal maka dalam pemproduksiannya akan terkendala selain itu usaha ini masih kecil jadinya tidak perlu adanya pencatatan khusus dalam pengeluaran tersebut”

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa dalam sistem pengeluarannya masih terkendali walaupun tanpa ada pencatatan karena beliau menyisihkan sendiri-sendiri antara pengeluaran untuk bahan pokok dan penggajian.

Kemudian timbul pertanyaan lagi: “Apakah dalam system pengeluaran tidak ada pencatatan khusus akan memperngaruhi kinerja keuangan usaha ini bu ?

“Tidak mbak, soalnya dalam menjalankan usaha ini hanya penghasilan tidak seberapa yang terpenting dalam menjalankan usaha ini hasilnya bisa buat produksi lagi dan buat keperluan lain- lain bila pada saatnya menggaji dan pembelian bahan pokok ada”.

Hasil wawancara diatas dapat dijelaskan bahwa dalam pengeluaran kas yang dilakukan UKM Tahu Jaya Sentosa hanya menggunakan sistem sederhana dimana jika kebutuhan bahan pokok dan lain lain habis langsung membelikan tanpa adanya pencatatan sama sekali”.

Wawancara tersebut menjelaskan bahwa dalam menjalankan usaha walaupun dalam system pengeluaran kasnya menggunakan cara sederhana usahanya tetap berjalan lancer dan tidak membuat usaha Ibu Nur Jannah mengalami kerugian.

Wawancara diatas menjelaskan dalam Perancangan Sistem Informasi Akuntansi pengeluaran kas dalam upaya meningkatkan pengendalian internal maka perusahaan hanya menggunakan metode sederhana jika waktunya menggaji dan pembelian bahan pokok habis akan mengeluarkan uang dari hasil jualan tersebut tanpa ada pencatatan khusus.

Analisis sistem informasi akuntansi pada UMKM

Analisis sistem informasi akuntansi pada perkembangan usaha dagang pada UMKM Tahu Jaya Santosa adalah sebagai berikut.

1. Implementasi sistem informasi akuntansi penerimaan kas UKM Tahu Jaya Sentosa, ialah didalam setiap menerima kas hanya disimpan tidak ada catatan dibuku (Buku Besar, Jurnal).

2. Implementasi sistem informasi akuntansi penerimaan kas UKM Tahu Jaya Sentosa masih mempunyai kekurangan. Sebagai pemilik UKM Tahu Jaya Sentosa belum memahami mengenai masalah sistem informasi akuntansi yang menerapkan sistem pencatatan sederhana. Apabila mendapatkan uang dari pembeli digunakan untuk membeli bahan pokok.

3. Dalam pengoprasian internal pada UKM Tahu Jaya Sentosa bersifat sangat sederhana dan tidak memerlukan pemeriksaan khusus dalam produksi tahu.

4. Masalah-masalah pada sistem informasi akuntansi penerimaan kas Tahu Jaya Sentosa ialah pemilik mendapatkan uang dari pembeli maka uang disimpan terlebih dahulu setelah itu dibuat membeli bahan pokok yang sudah habis.

5. Masalah-masalah pengeluaran uang kas yang telah dikeluarkan UKM Tahu Jaya Sentosa tidak ada yang melakukan pencatatan. Maka pemilik tidak tahu seberapa banyak uang yang dikeluarkan dalam menjalankan bisnis tersebut dari hasil yang dijalankan. Perancangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas dalam meningkatkan pengendalian internal UKM adalah membuat system penerimaan kas yang baik dengan membuatkan slip pembayaran dan bukti setorrserta pencatatan penerimaan kas ke dalam Jurnal dan Buku Besar.

6. Perancangan sistem informasi akuntansi pengeluaran kas dalam meningkatkan pengendalian internal pada UKM Tahu Jaya Sentosa ialah perlu dibuatkannya sistem pengeluaran kas yang baik dengan membuatkan slip pembelian dan bukti pembelian serta pencatatan pengeluaran kas ke dalam Buku Besar dan Jurnal.

7. Penerepan sistem informasi akuntansi pada UMKM Tahu Jaya Sentosa belum maksimal dikarenakan sistem penerimaan kas, pengeluaran kas serta kegiatan operasional masih dilakukan secara manul. Sehingga diperlukan pembuatan rancangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas dan pengeluaran kas untuk meningkatkan pengendalian internal UMKM serta pengendalian masalah-masalah yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

Penutup

Kesimpulan

Implementasi sistem informasi akuntansi penerimaan kas UKM Tahu Jaya Sentosa, ialah didalam setiap menerima kas hanya disimpan tidak ada catatan dibuku (Buku Besar, Jurnal).

Implementasi sistem informasi akuntansi penerimaan kas UKM Tahu Jaya Sentosa masih mempunyai kekurangan. Sebagai pemilik UKM Tahu Jaya Sentosa belum memahami mengenai masalah sistem informasi akuntansi yang menerapkan sistem pencatatan sederhana. Apabila mendapatkan uang dari pembeli digunakan untuk membeli bahan pokok.

Dalam pengoprasian internal pada UKM Tahu Jaya Sentosa bersifat sangat sederhana dan tidak memerlukan pemeriksaan khusus dalam produksi tahu.

Masalah-masalah pada sistem informasi akuntansi penerimaan kas Tahu Jaya Sentosa ialah pemilik mendapatkan uang dari pembeli maka uang disimpan terlebih dahulu setelah itu dibuat membeli bahan pokok yang sudah habis.

Masalah-masalah pengeluaran uang kas yang telah dikeluarkan UKM Tahu Jaya Sentosa tidak ada yang melakukan pencatatan. Maka pemilik tidak tahu seberapa banyak uang yang dikeluarkan dalam menjalankan bisnis tersebut dari hasil yang dijalankan.

Perancangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas dalam meningkatkan pengendalian internal UKM adalah membuat sistem penerimaan kas yang baik dengan membuatkan slip pembayaran dan bukti setorrserta pencatatan penerimaan kas ke dalam Jurnal dan Buku Besar.

Perancangan sistem informasi akuntansi pengeluaran kas dalam meningkatkan pengendalian internal pada UKM Tahu Jaya Sentosa ialah perlu dibuatkannya sistem pengeluaran kas yang baik dengan membuatkan slip pembelian dan bukti pembelian serta pencatatan pengeluaran kas ke dalam Buku Besar dan Jurnal.

Penerepan sistem informasi akuntansi pada UMKM Tahu Jaya Sentosa belum maksimal dikarenakan sistem penerimaan kas, pengeluaran kas serta kegiatan operasional masih dilakukan secara manul. Sehingga diperlukan pembuatan rancangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas dan pengeluaran kas untuk meningkatkan pengendalian internal UMKM serta pengendalian masalah-masalah yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

Saran

Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya adalah sebagai berikut:

Bagi UMSIDA

Dengan topik penelitian selanjutkan dapat memperkaya skripsi yang ada pada Umsida. Penelitian ini sangat memperlukan penguatan teori mengenai topik. Umsida bisa menyediakan refrensi yang baik seperti Jurnal atau Buku-buku yang terkait dalam penelitian ini sehingga bisa mendukung penelitian yang sejenis.

Bagi perusahaan tahu UKM Tahu Jaya Sentosa Sidoarjo

Penelitian ini diperlukan dapat meningkatkan perkembangan pada perusahaan terkait penerapan sistem informasi akuntansi keuangan. Penerapan sistem akuntansi yang masih sederhana, dapat diperbaiki dengan cara menerapkan sistem yang baru yaitu dengan sistem baru, yaitu memberi penjelasan tentang pentingnya sistem informasi akuntansi sehingga dapat memperbaiki kinerja keuangan di perusahaan ini.

Bagi peneliti selanjutnya

Bagi peneliti selanjutya apabila akan melakukan penelitian di tempat penelitian yang sama sebaiknya menggunakan variabel-variabel yang belum disebutkan dalam penelitian ini, seperti variabel system informasi akuntansi pendapatan, sistem informasi akuntansi penjualan, dan lain-lain.

Ucapan Terima Kasih

Selain proses yang cukup menguras waktu dan pikiran, penyelesaian dalam penelitian ini tidak lepas dari segala usaha, doa serta dukungan dari banyak pihak. Terima kasih ini ditujukan kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial, Program Studi Manajemen sebagai tempat peneliti menimba ilmu sehingga sebagai modal dalam melakukan penelitian ini. Tidak lupa juga terima kasih pada pihak-pihak yang memberikan dukungan hingga terselesaikannya penelitian ini dengan baik.

References

[1] A. H. Putra, “The Role of Micro, Small, and Medium Enterprises in Regional Development and Community Welfare,” Journal of Sociological Analysis, vol. 5, no. 2, pp. 45–56, 2016.

[2] A. Rijali, “Qualitative Data Analysis,” Alhadharah Journal of Da’wah Studies, vol. 17, no. 33, pp. 81–95, 2019, doi:10.18592/alhadharah.v17i33.2374.

[3] C. Srikandi and A. Setyawan, “Analysis of Accounting Cycle Implementation in Small and Medium Enterprises in Yogyakarta,” STIE Nusa Megar Kencana E-Journal, vol. 4, no. 1, pp. 1–12, 2010.

[4] D. Herawati, “Benefits of Using Accounting Information for Business Sustainability of Teak Wood Carving Enterprises in Jambi,” Journal of Community Service, vol. 2, no. 1, pp. 23–31, 2008.

[5] D. W. Asriyani, M. Halim, A. Sita, and Nastiti, “Evaluation of Accounting Information Systems for Cash Receipts in Outpatient Units,” Journal of Accounting Information Systems, vol. 6, no. 2, pp. 89–102, 2020.

[6] Eriyanto, Netnography Method: A Qualitative Approach to Understanding Social Media User Culture, 1st ed. Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya, 2021.

[7] I. M. Sari and T. A. Hasbudin, “Analysis of Cash Receipt and Disbursement Accounting Information Systems at Mina Samudera Cooperative Kendari,” Journal of Applied Accounting, vol. 8, no. 1, pp. 55–67, 2022.

[8] J. W. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Jakarta, Indonesia: Pustaka Pelajar, 2017.

[9] K. Adhi and A. M. Khoiron, Qualitative Research Methods. Jakarta, Indonesia: Rajawali Press, 2019.

[10] L. J. Moleong, Qualitative Research Methodology. Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya, 2007.

[11] L. J. Moleong, “Types and Approaches of Research,” in Qualitative Research Methodology. Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya, 2007.

[12] L. J. Moleong, Qualitative Research Methodology. Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya, 2005.

[13] L. J. Moleong, Qualitative Research Methodology. Bandung, Indonesia: PT Remaja Rosdakarya, 2015.

[14] R. Zuhdi, “The Meaning of Accounting Information as a Basis for Business Decision Making in Micro and Small Enterprises,” Journal of Multiparadigm Accounting, vol. 2, no. 1, pp. 101–115, 2011.

[15] Suwardjono, Financial Reporting Engineering: Accounting Theory. Yogyakarta, Indonesia: BPFE Yogyakarta, 2008.

[16] S. Bachri, “Ensuring Data Validity through Triangulation in Qualitative Research,” Surabaya, Indonesia: State University of Surabaya, 2010.

[17] S. Dan and A. Hermawan, Business Research Methods: Quantitative and Qualitative Approaches. Malang, Indonesia: Media Nusa Creative, 2016.

[18] T. Hermelinda, U. Niarti, and N. Natalia, “Analysis of Cash Receipt and Disbursement Accounting Systems at PT Lancar Abadi Sekawan Curup,” Journal of Accounting Studies, vol. 9, no. 2, pp. 66–78, 2021.

[19] U. Narimawati, Qualitative and Quantitative Research Methodology: Theory and Application. Bandung, Indonesia: Agung Media, 2008.

[20] Z. Armando, “Exploration and Remodeling of Accounting Practices in Micro and Small Enterprises,” CNN Indonesia, Jakarta, Indonesia, 2014.