Login
Section Tax Accounting

Behavioral Aspects in Accounting Information System Implementation

Aspek Perilaku dalam Implementasi Sistem Informasi Akuntansi
Vol. 20 No. 4 (2025): November:

Rona Shafa Salsabila (1), Sarwendah Biduri (2)

(1) Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia, Indonesia
(2) Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia, Indonesia

Abstract:

General Background Accounting information systems play a central role in supporting organizational financial reporting and decision-making. Specific Background The successful implementation of such systems is not solely determined by technical capability but also by employee behavioral aspects, particularly in companies utilizing integrated systems such as SAP. Knowledge Gap Previous studies report inconsistent findings regarding the role of behavioral aspects in accounting information system practices, and qualitative interpretative evidence remains limited. Aims This study aims to analyze behavioral aspects in the implementation of the accounting information system at PT Sinar Baja Electric and to describe system quality from a behavioral perspective. Results Using primary data collected through interviews and observations and analyzed through qualitative interpretative methods, the study finds that SAP-based accounting information systems are generally implemented well and assist financial management, although operational constraints persist due to limited user competence and delayed data checking. Employee attitudes, perceptions, and emotional control are categorized as good and supportive of system usage. Novelty This study offers interpretative insights based on direct informant perspectives within a manufacturing company context. Implications The findings highlight the importance of strengthening behavioral aspects and continuous training to support reliable and efficient accounting information system practices.


Keywords:


Behavioral Aspects, Accounting Information Systems, SAP Implementation, Qualitative Interpretative Study, Financial Reporting


Key Findings Highlights:




  1. Employee attitudes, perceptions, and emotional control support accounting system usage.




  2. SAP-based systems assist financial processing but face operational constraints.




  3. Behavioral awareness contributes to structured and reliable financial reporting.



Downloads

Download data is not yet available.

Pendahuluan

Akuntansi mengalami perkembangan seiring berjalannya zaman sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa semua aktivitas dalam kehidupan sehari-hari setiap orang mengenal adanya aktivitas hitung-menghitung dengan mengaplikasikan ilmu akuntansi. Pencatatan pendapatan dan pengeluaran merupakan bentuk langkah awal dalam mengimplementasikan ilmu akuntansi. Ilmu akuntansi merupakan kumpulan tindakan yang mencakup identifikasi, pengukuran, pencatatan, pengklasifikasian, peguraian, penggabungan, pengikhtisaran, dan penyajian informasi keuangan [1] [2]. Akuntansi telah berkembang menjadi beberapa cabang seperti akuntansi keuangan, akuntansi biaya, akuntansi penggaran, akuntansi perpajakan, akuntansi pemeriksaan, akuntansi pemerintahan, akuntansi manajemen, akuntansi keperilakuan, sistem akuntansi dan akuntansi sosial. Akuntansi digunakan sebagai pembaca informasi laporan keuangan oleh para pengguna informasi akuntansi dalam memberikan keputusan bisnis berkelanjutan. Oleh karena itu, sistem informasi akuntansi diharapkan dapat memberikan data yang akurat, efektif, efisien serta berkualitas bagi para pengguna informasi akuntansi, sehingga dapat mengurasi kesalahan dan bias agar informasi lebih jelas tujuan dan maksudnya serta dapat mengurangi kekeliruan dalam pengoperasian sistem informasi akuntansi [3] [2]. Sistem informasi akuntansi merupakan sebuah sistem atau metode pelaporan kondisi keuangan yang digunakan organisasi bisnis atau manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan [4], [5]. Data akurat dan benar juga dibutuhkan selama diproses dalam sistem informasi akuntansi agar informasi berkualitas dan dapat dipercaya [3], [6].

Sumber daya manusia sangat erat kaitannya dengan kualitas informasi keuangan yang diolah dalam sistem informasi akuntansi. PT Sinar Baja Electric yakni perusahaan manufaktur yang memproduksi loudspeaker terbesar se-Asia Tenggara, pada perusahaan ini semua aktifitas melibatkan pengelolaan input dan output sehingga elemen sistem informasi akuntansi menjadi sebuah komponen utama. Ketidakkompeten sumber daya manusia dalam pengoperasian sistem informasi akuntansi dapat menyebabkan kegagalan output yang diharapkan. Beberapa karyawan pada PT Sinar Baja Electric masih menghadapi beberapa kendala saat menggunakan perangkat lunak sistem informasi akuntansi. Terdapat fenomena terkait dampak informasi yang tidak akurat yang dihasilkan dari salah input data diakibatkan karena karyawan yang kurang paham dan menguasai tentang sistem informasi. Dampak tersebut juga berpengaruh pada karyawan lain yang memerlukan informasi tersebut, sehingga kinerja sistem informasi menjadi rendah [7], [8]. Ketidaksesuaian antara catatan persediaan dan persediaan sebenarnya di gudang dapat terjadi karena permasalahan seperti pemasukan yang tidak benar atau pencatatan barang tidak sesuai pesananm[4] [9]. Oleh karena itu, pemeriksaan fisik diperlukan dalam hal ini, yakni dengan memeriksa catatan persediaan secara berkala. Meskipun sistem tersebut baik secara teknis dan didukung oleh komputerisasi dan teknologi canggih, namun hal tersebut terlepas dari sumber daya manusia yang memiliki peran dalam mengoperasikan sistem tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan aspek perilaku dalam hal mendesain, menganalisa, mengimplementasikan dan mengelola sistem agar terhindar dari kerugian akibat kelalaian bahkan kecurangan [10] [11].

Penggunaan sistem informasi akuntansi juga harus didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga hasil informasi keuangan yang didapat lebih berkualitas dan dapat meminimalkan kesalahan saat menggunakan sistem informasi akuntansi. Perilaku manusia mempengaruhi keberhasilan sistem informasi dan perkembangan akuntansi. Aspek keperilakuan adalah bagian dari ilmu akuntansi dalam membahas perilaku manusia yang berhubungan dengan sistem akuntansi dan organisasi yang menaunginya [12], [13]. Sumber daya manusia yang berkualitas tentu harus memiliki keterampilan (skill) dan perilaku yang baik. Sikap dan motivasi seseorang yang berkualitas tinggi untuk melakukan tindakan dapat mempengaruhi perilaku yang baik. Perilaku baik yang ditetapkan karyawan dalam suatu perusahaan adalah salah satu komponen yang berkontribusi pada pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu, aspek keperilakuan harus dapat dipertimbangkan saat menganalisis, mendesain, dan mengelola sistem informasi akuntansi [10] [2].

Pada aspek keperilakuan, sikap kerja berkaitan dengan cara karyawan menggunakan sistem informasi akuntansi. Sikap terhadap pekerjaan dapat digunakan sebagai pengukur atau indikator keberhasilan pekerjaan. Jika seseorang serius dengan pekerjaannya, maka seseorang tersebut pasti akan melakukan pekerjaan dengan baik [14]. Selain sikap, motivasi merupakan salah satu indikator dari aspek keperilakuan. Motivasi berfungsi sebagai pendorong dalam meningkatkan kreativitas karyawan dalam mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan atau organisasi. Oleh karena itu, dorongan ini merupakan faktor atau kontribusi yang paling signifikan dalam mencapai keberhasilan organisasi atau perusahaan. Motivasi juga dianggap penting untuk meningkatkan kinerja karyawan [15], [16]. Faktor emosional juga berkaitan dengan kontribusi terhadap pekerjaan. Emosi merupakan salah satu aspek keperilakuan yang memberikan definisi sebagai reaksi perasaan karyawan yang berdampak pada pekerjaannya. Selain menjadi bagian penting di kehidupan sehari-hari, emosi dapat mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku di tempat kerja [17]. Selain ketiga indikator tersebut, persepsi juga menjadi salah satu aspek keperilakuan dimana persepsi merupakan bagaimana cara pandang karyawan terhadap pekerjaannya. Persepsi juga didefinisikan segai proses pengorganisasikan dan penginterpretasian terhadap stimulus yang diterima oleh seseorang, sehingga apa yang ada dalam seseorang ikut berperan dalam proses persepsi [18], [19].

Penelitian terdahulu yang mengkaji tentang Analisis Analisis Aspek Keperilakuan Terhadap Sistem Informasi Akuntansi mengemukakan hasil bahwa aspek keperilakuan berpengaruh signifikan terhadap sistem informasi akuntansi [7] [20] [21]. Hal ini terjadi karena aspek keperilakuan karyawan dianggap sudah baik saat melakukan tugas mereka sesuai dengan aturan dan prosedur perusahaan. Pada dasarnya sistem akan menghasilkan informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan bisnis, jika aspek keperilakuan dilakukan dengan benar dan tanpa tindakan yang menyimpang seperti manipulasi atau menghasilkan informasi yang salah [10], [22]. Namun berbeda dengan hasil penelitian lain yang menyebutkan bahwa aspek keperilakuan tidak berpengaruh terhadap sistem informasi akuntansi [23] [2] Hal ini disebabkan oleh pelanggaran karyawan terhadao aturan yang berlaku, sehingga aspek perilaku karyawan tergolong buruk. Selain itu hal ini juga didukung oleh pengetahuan atau persepsi karyawan dalam penerapan sistem informasi akuntansi yang masih rendah, dimana beberapa karyawan yang dinilai belum kompeten dalam menerapkan sistem informasi akuntansi dalam perusahaan [24] [2].

Penelitian ini adalah pengembangan penelitian sebelumya. Penelitian terdahulu telah menunjukkan hasil penelitian yang berbeda-beda atau tidak konsisten. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk melakukan analisis penelitian lebih lanjut terutama dari sudut pandang narasumber secara langsung. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu pada jenis penelitiannya, kebanyakan penelitian terdahulu menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data primer dalam penelitiannya, sedangkan dalam penelitian ini mengguakan metode kualitatif yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti karena masih tidak banyak penelitian sebelumnya yang menggunakan jenis penelitian ini. Selain itu perbedaan juga terletak pada objek penelitian, pada penelitian ini objek penelitian yang diambil adalah PT Sinar Baja Electric.

PT Sinar Baja Electric adalah perusahaan manufaktur loudspeaker terkemuka di Indonesia yang berkomitmen untuk mempertahankan kualitas produk dengan menambahkan desain kelas dunia. Oleh karena itu untuk memposisikan di pasar, PT Sinar Baja Electric harus memiliki strategi pengembangan produk. Sistem informasi akuntansi memiliki peranan yang penting dalam hal ini, dan juga elemen perilaku psikologi sosial terutama perilaku, motivasi dan persepsi yang ada di perusahaan harus diteliti dan dipelajari dampak dan pengaruhnya. Sistem informasi akuntansi harus efektif dan efisien dengan unsur pengendalian yang memadai untuk mencegah kecurangan. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa beberapa karyawan masih melakukan kesalahan dalam aspek keperilakuan saat bekerja. Hal ini termasuk ketidakmampuan mereka untuk menjalankan sistem informasi akuntansi atau kurangnya pengetahuan tentang sistem informasi akuntansi, serta beberapa aspek keperilakuan lainnya yang perlu diteliti lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek keperilakuan terhadap sistem informasi akuntansi di PT Sinar Baja Electric, selain itu dapat diperoleh informasi tentang kualitas penerapan sistem informasi akuntansi ditinjau dari aspek keperilakuan. Dari latar belakang masalah di atas yang ditemui di lapangan maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Aspek Keperilakuan Terhadap Sistem Informasi Akuntansi (Studi Interpretatif Pada PT. Sinar Baja Electric)”

Metode

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian kualitatif Interpretatif merupakan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian kualitatif dalam pendekatan interpretatif yaitu upaya untuk memperoleh pemahaman tentang makna fenomena sosial tertentu melalui pengalaman subjektif partisipan [25] [26]. Pendekatan Penelitian Kualitatif didefinisikan sebagai pendekatan dengan menggunakan metode mengobservasi segala sesuatu berupa informasi yang terkumpul secara luas serta menyeluruh, kemudian menganalisis informasi tersebut berdasarkan kejadian yang sesungguhnya demi memperjelas masalah yang sedang diteliti. Atas dasar tersebut akan digunakan untuk eksplorasi tujuan studi ini, dalam mendapatkan pemahaman karyawan PT Sinar Baja Electric tentang aspek keperilakuan terhadap sistem informasi.

B. Fokus Penelitian

Fokus penelitian bertujuan untuk mengetahui titik fokus sebagai pedoman penelitian yang akan dikumpulkan dan dianalisis agar penelitian ini menghasilkan sesuai yang diinginkan [27]. Oleh karena itu, fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis aspek keprilakuan terhadap sistem informasi pada PT Sinar Baja Electric. Dalam hal ini, peneliti memfokuskan penelitian pada:

  1. Penerapan dan kendala SIA PT. Sinar Baja Electric
  2. Aspek keprilakuan (sikap, persepsi dan emosi) terhadap SIA PT. Sinar Baja Electric
  3. Penerapan peningkatan SIA PT. Sinar Baja Electric setelah adanya aspek keperlakuan

C. Informan Penelitian

Informan yang akan di gunakan dalam penelitian ini yaitu pihak-pihak yang mengetahui kebenaran data terkait dengan pengaplikasian sistem informasi akuntansi pada PT. Sinar Baja Electric. Adapun informan kunci dan penukung yang dipilih dalam penelitian ini yaitu:

No Kode Informan Jabatan
1. IK1 Staff Finance
2. IP1 Kepala EDP (Entry Data Processing)
3. IP2 Staff EDP (Entry Data Processing)
4. IP3 Akademisi
Table 1. Tabel 1. Inforrman Penelitian

D. Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data berupa data primer. Peneliti mengumpulkan data primer untuk menjawab pertanyaan penelitian melalui wawancara yang dilakukan secara langsung kepada responden. Peneliti juga menggunakan metode observasi dan survei untuk mengumpulkan data primer [28].

E. Lokasi Penelitian

Lokasi Penelitian ini dilaksanakan pada obyek yang menjadi penelitian ini, yaitu pada PT Sinar Baja Electric yang berlokasi di Jl. Raya Pilang, Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Alasan dipilihnya lokasi ini karena ditemukan permasalahan mengenai sistem informasi akuntansi, dimana beberapa karyawan masih kurang memahami dan kesulitan dalam menggunakannya.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang diaplikasikan dalam penelitian yaitu dengan cara teknik wawancara serta teknik observasi. Teknik tersebut digunakan agar data yang diperoleh bersifat lebih lengkap serta akurat.

1. Teknik Wawancara

Wawancara adalah perbincangan yang dilaksanakan oleh dua orang, yaitu pewawancara dan narasumber yang bertujuan untuk mendapatkan informasi secara langsung melalui tanya jawab [29].

2. Teknik Observasi

Observasi adalah suatu aktivitas melihat serta mencatat jalannya suatu rangkaian perilaku maupun sistem yang direncanakan dan difokuskan untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan observasi juga mencakup mengungkap dasar dari perilaku tersebut dan bagaimana sistem tersebut berkembang [29]. Jenis observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi terstruktur karena sesuai objek penelitian. Observasi terstruktur merupakan observasi yang dirancang dan disusun perihal apa dan dimana tempat yang akan diamati secara sistematis. Observasi terstruktur diaplikasikan ketika sudah mengetahui variabel yang akan diamati dengan pasti. Pada tahap observasi ini dilakukan pengamatan langsung objek penelitian dengan cara mengamati segala sesuatu hal berhubungan dengan penelitian yang ada di tempat tersebut dengan mengunjunginya secara langsung [29], [30].

G. Uji Keabsahan Data

Penelitian ini menggunakan uji keabsahan data melalui teknik triangulasi. Teknik triangulasi merupakan teknik keabsahan data yang membandingkan atau membedakan objek atau data penelitian dengan hasil wawancara [31].

H. Teknik Analisis

Adapun datanya kegiatan teknis analisis, reuksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

a. Reduksi data

Reduksi data untuk dapat menghasilkan laporan penelitian yang diinginkan dengan mencatat ,meringkas pada bagian yang penting, dan membuang yang tidak perlu pada waktu pengumpulan data dimulai sejak peneliti memfokuskan wilayah penelitian [31].

b. Data Display (Penyajian Data)

Penelitian kualitatif dalam penyajian datanya dapat disajikan dalam bentuk paparan pernyataan singkat serta kutipan wawancara. Agar lebih kredibel, teks naratif berupa data kutipan-kutipan wawancara yang diperoleh peneliti dari beberapa informan yang ditentukan disajikan dalam penelitian ini. [31].

c. Penarikan kesimpulan dan verifikasi

Apabila kesimpulan yang didapatkan kemudian dikemukakan pada proses tahap awal sesuai dengan bukti-bukti valid dan konsisten ketika peneliti mengumpulkan data saat kembali kelapangan, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel [31].

Hasil dan Pembahasan

A. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi PT. Sinar Baja Electric

Upaya PT. Sinar Baja Electric dalam membantu pelaporan kondisi keuangan untuk pengambilan keputusan ialah dengan mengimplementasikan Sistem Informasi Akuntansi (SIA), dimana data akurat dan benar juga dibutuhkan selama diproses dalam sistem informasi akuntansi agar informasi berkualitas dan dapat dipercaya. Sistem Informasi Akuntansi tidak dapat dianggap remeh, karena telah menjadi tumpuan dalam operasi keuangan perusahaan dibanding dengan metode manual yang rentan dengan kesalahan manusia (Human Eror) bahkan kecurangan yang menyebabkannya menjadi masalah yang serius. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi pada PT Sinar Baja Electric menggunakan Sistem Informasi Akuntansi melalui System Applications and Product (SAP). Selanjutnya Kepala EDP (IP1) dalam hasil wawancara yang menjelaskan penerapan sistem informasi akuntansi PT Sinar Baja Electric dengan kutipan sebagai berikut:

"Dalam pemakaian komputerisasi kami menggunakan database program System Applications and Product (SAP) dimana secara khusus sistem ini dipakai perusahaan dalam setiap kegiatan proses. Kami menggunakan metode batch processing dimana bukti transaksi yang masuk sudah diotorisasi oleh bagian finance kemudian disusun oleh bagian akuntan, selanjutnya laporan keuangan diserahkan kebagian EDP untuk diinput ke komputer, program hanya merekam input posting dalam bentuk jurnal. Setelah diinput oleh bagian EDP file dapat dilihat di menu yang tersedia atau biasanya karyawan sini menyebutnya query, semua karyawan memiliki user id,password untuk mengakses aplikasi." (IP1)

PT Sinar Baja Electric menggunakan Sistem Informasi Akuntansi berupa System Applications and Product (SAP) metode batch prosessing. System Applications and Product (SAP) merupakan sebuah aplikasi untuk mengolah data berbagai sumber daya untuk kepentingan bisnis suatu perusahaan. System Applications and Product (SAP) memiliki berbagai modul seperti Sales Distribution, Material Management, Financial and Controlling, Human Resources Plant Maintenance, Project System, Financial Accounting, Controlling, Asset Management, Production Planning, Quality Management, Workflow (WF) sebagaimana dalam wawancara pihak akademisi (IP3) dengan kutipan sebagai berikut:

"System Applications and Product (SAP) digunakan perusahaan untuk menghubungkan dari berbagai permasalahan atau hal-hal yang kompleks, kemudian harapannya bisa memberikan solusi bagi perusahaan dalam menjalankan operasional bisnisnya. System Applications and Product (SAP) ini banyak sekali modul-modul yang penting dalam penerapannya dan memang dibutuhkan perusahaan, salah satunya adalah bagaimana perusahaan memanage accountingnya, kemudian inventoringnya, purchasing, suppliyer, human (manusia), nah itu sangat kompleks sekali disediakan oleh System Applications and Product (SAP) ." (IP3)

Sedangkan System Applications and Product (SAP) dengan sistem transaksi metode Batch processing adalah pemrosesan data dengan cara mengumpulkan transaksi yang terjadi sampai saat tertentu untuk kemudian diproses secara bersama-sama. Dalam pemrosesan batch, transaksi dicatat dan disimpan selama periode tertentu. Data dikumpulkan, disimpan, diproses, dan sistem menghasilkan hasil dalam batch. Hal ini sejalan dengan pernyataan hasil wawancara dari Staff EDP (IP2) bahwa:

"Kami menggunakan System Applications and Product (SAP) dengan menggunakan sistem secara batch processing, sehingga data yang diolah secara otomatis telah masuk keprogram tersebut dan telah diatur sampai prosesnya selesai maka data tersebut menjadi informasi akuntansi dan dapat digunakan." (IP2)

Contoh penerapannya seperti sistem pengajian dan sistem penjualan dengan mengumpulkan data dalam periode tertentu, data mentah masuk ke dalam sistem, kemudian data diproses dan diubah menjadi informasi yang berguna. Dalam pemrosesannya System Applications and Product (SAP) pada PT Sinar Baja Electric, bukti transaksi diotorisasi tim finance, di susu oleh akuntan selanjutnya dapat diinput oleh tim EDP. Hasil input dapat dilihat pada menu (Query) yang dapat diakses karyawan dengan cara login menggunakan user ID dan password yang dimiliki. Halaman login yang dirancang untuk memberikan akses untuk memfasilitasi masuk ke dalam sistem dengan peran dan otorisasi yang sesuai. Sehingga pengguna dapat dengan mudah mengakses dan menggunakan sistem sesuai peran masing-masing. Berikut merupakan halaman login untuk masuk aplikasi Sistem Informasi Akuntansi pada System Applications and Product (SAP):

Figure 1. Gambar 1. Halaman Log In Aplikasi System Applications and Product (SAP)

Setelah proses input dilakukan maka data tersebut akan di proses oleh sistem dan hasilnya akan muncul untuk kegiatan bisnis dan data yang digunakan oleh divisi lain untuk kegiatan bisnis yang ada pada divisi lain. Ketika user berhasil login, salah satu menu yang ada pada sistem informasi akuntansi melalui System Applications and Product (SAP) PT Sinar Baja Electric yaitu menu untuk melakukan pelaporan keuangan, berikut penjelasan hasil wawancara dari Staff Finance (IK1):

"Untuk menerapkan SIA terutama pada divisi finance sendiri yakni menggunakan aplikasi System Applications and Product (SAP) disitu ada beberapa menu yang bisa digunakan untuk membuat laporan keuangan, melakukan pembayaran terhadap supplier, memastikan harga beli bahan baku sesuai dengan harga jual bahan baku" (IK1)

Laporan keuangan dibuat menggunakan aplikasi System Applications and Product (SAP) dan sudah terotomatisasi oleh sistem, jadi ketika terdapat transaksi yang berkaitan dengan laporan keuangan diinput ke dalam System Applications and Product (SAP), data tersebut hanya merekam input posting dalam bentuk jurnal.

Kendala Dalam Penerapan Sistem Informasi Akuntansi PT Sinar Baja Electric

Pada pelaksanaannya, karyawan PT Sinar Baja Electric masing masing bagian dalam menerapkan SIA memiliki beberapa kendala diantaranya dijelaskan:

"Kendala mungkin informasi hasil laporan kurang lengkap, dikarenakan masih ada beberapa karyawan yang kesulitan dalam mengoperasikan System Applications and Product (SAP)." (IK1)

Beberapa karyawan pada PT Sinar Baja Electric masih menghadapi beberapa kendala saat menggunakan perangkat lunak sistem informasi akuntansi melalui System Applications and Product (SAP). Terdapat informasi yang tidak akurat yang dihasilkan dari salah input data diakibatkan karena karyawan yang kurang paham dalam pengoperasian System Applications and Product (SAP) sehingga peluang untuk menyebabkan kerugian perusahaan sangat besar, karena hal tersebut akan mempengaruhi hasil keputusan yang dibutuhkan. Kerumitan penggunaan System Applications and Product (SAP) ini sebenarnya masih bisa dimaklumi, mengingat fungsinya yang mana membuat penggunanya bisa lebih menyederhanakan penggunaan sistem yang lain sehingga nantinya akan lebih efisien. Cara kerja System Applications and Product (SAP) memang sedikit kompleks dan memerlukan proses belajar. Oleh karena itu semua pegawai yang akan mengoperasikan System Applications and Product (SAP) harus diberikan pelatihan secara intensif terlebih dahulu secara resmi diberikan tanggung jawab penuh untuk mengoperasikan sistem. Kendala lain dijelaskan oleh informan sebagai berikut:

"Terhambatnya proses penginputan data dikarenakan pengecekan yang dilakukan oleh tim EDP hanya dilakukan 15 hari sekali dan akhir bulan, sehingga pelaporannya tidak efektif dan efisien." (IP1)

Keterlambatan dalam penginputan data dikarenakan pengecekan yang dilakukan oleh tim EDP terhadap data sebelum diinput hanya dilakukan 15 hari sekali. Keterlambatan pelaporan keuangan mengakibatkan konsekuensi serius bagi perusahaan, menghambat pengambilan keputusan atau kemampuan perusahaan untuk bergerak maju dengan rencana dan sasaran bisnis. Pengecekan data sebelum diinput seharusnya dilakukan secara berkala dengan jarak waktu yang tidak terlalu lama, karena memeriksa ulang informasi karena ketidakakuratan atau duplikasi data, dengan jarak waktu yang lama mengakibatkan kurang efektif dan efisien waktu ketika laporan keuangan yang seharusnya segera dibutuhkan masih dalam proses pengecekan dan rentan kesalahan yang dilakukan karyawan saat proses pengecekan dan penginputan dikarenakan deadline yang diberikan. Inefisiensi ini dapat sangat menghambat pelaporan keuangan dan pengambilan keputusan. Selanjutnya kegagalan atau kendala lain juga dipaparkan oleh informan akademisi (IP3) sebagai berikut:

"Sebenarnya setiap sistem pasti memiliki kendala atau bahkan kegagalan, salah satu yang bisa menjadi kegagalan adalah ada beberapa vendor atau pembuat sistem itu tidak paham akuntansi, jadi mereka paham sistem tapi tidak paham tahapan akuntansi sehingga System Applications and Product (SAP) atau sistem ini bisa saja menjadi kendala dalam suatu perusahaan. Kemudian perusahaan ada senioritas dan junior juga ditakutkan dapat berpengaruh, karena merasa senior dia tidak mau belajar ilmu baru dan hanya mengandalkan junior, padahal yang memegang sistem adalah senior" (IP3)

Suatu hal yang bisa menjadi sebuah kendala dalam penenarapan System Applications and Product (SAP) yaitu pembuat sistem (vendor) tidak paham tentang akuntansi. Ketika vendor hanya mengetahui tentang pembuatan sistem tanpa harus mempelajari akuntansi, jadi kalau pengguna menanyakan solusi terhadap sistem yang tidak sesuai vendor akan memperbaikinya namun terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita dibutuhkan dan tidak sesuai dengan tahap-tahap standar akuntansi. Selanjutnya senioritas di perusahaan juga berpengaruh terhadap berjalannya sistem. Kebanyakan karyawan senior enggan belajar dari yang lebih muda (junior) terhadap sistem teknologi baru. Padahal sistem dipegang oleh senior yang seharusnya update belajar sistem setiap ada perkembangannya, senior cenderung melimpahkannya kepada para junior dengan menyalahgunakan posisinya sebagai senior. Jadi adanya tim atau manajemen yang kurang bagus atau tidak kompak seperti senioritas itu bisa menjadi kegagalan atau kendala bagi penerapan System Applications and Product (SAP).

Dengan pelaksanaan pelatihan System Applications and Product (SAP) intensif dan juga pengecekan data secara berkala, diharapkan terwujudnya pengalokasian System Applications and Product (SAP) secara tertib, efektif, efisien dan akuntabel secara administratif teknis yang pada gilirannya dapat mewujudkan pengelolaan Sistem Informasi Akuntansi yang baik dan benar. Hal ini harus didukung dengan Sumber Daya Manusia yang kompeten (berlatar belakang teknologi informasi) sehingga mampu mengoperasikan aplikasi System Applications and Product (SAP) agar mempermudah pengelolaan keuangan serta akuntansi perusahaan secara lebih terstruktur dan terintegrasi.

B. Aspek Keperilakuan (sikap, persepsi dan emosi) terhadap SIA PT Sinar Baja Electric

Aspek keperilakuan yang berkaitan dengan sikap, persepsi dan emosi pada karyawan PT Sinar Baja Electric dalam menerapkan Sistem Informasi Akuntansi dinilai sudah baik, berdasarkan hasil wawancara dari setiap narasumber dijelaskan:

“Sikap karyawan yang jujur dalam menyampaikan informasi keuangan dan tidak melakukan manipulasi laporan dan sesuai dengan penerapan Sistem Informasi Akuntansi, sikap tanggung jawab yang dapat dilihat dari konsisten dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya”. (IP2)

Sikap berkaitan dengan perilaku karyawan yang mengatur secara langsung sistem informasi akuntansi, dari hasil wawancara kepada narasumber diketahui bahwa sikap karyawan PT Sinar Baja Electric sudah baik dalam menerapkan Sistem Informasi Akuntansi, sikap mampu memberikan kontribusi yang baik dalam menjalankan pekerjaan dan sangat penting terhadap suatu perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan secara optimal. Sikap yang baik berarti karyawan telah mematuhi setiap peraturan dan tata tertib perusahaan dalam menerapkan Sistem Informasi Akuntansi.

“Persepsi tiap karyawan berbeda-beda, namun secara keseluruhan karyawan selalu berinisiatif dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan sehingga memudahkan dalam bekerja. Selain itu karyawan juga memiliki motivasi dalam bekerja yang cukup kuat, oleh karena itu disini ada pemberian rewards setiap tahunnya kepada karyawan yang masa 1 tahun bekerja kinerja dan absensinya bagus, motivasi itu dibuat dengan tujuan agar karyawan semangat dalam meningkatkan kinerjanya”. (IP1)

Persepsi memberikan cara pandang karyawan serta tugas dan pekerjaan. Persepsi juga merupakan faktor penting dan mampu memberikan pengaruh dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi, dari hasil wawancara tersebut diketahui bahwa karyawan PT Sinar Baja Electric memiliki persepsi yang baik, sehingga dapat meningkatkan penerapan sistem informasi akuntansi pada PT Sinar Baja Electric.

“Pengendalian diri berkaitan dengan sikap emosi karyawan PT Sinar Baja Electric cukup baik, mereka sudah beradaptasi dengan pekerjaan yang ditangani, sehingga mampu mengontrol diri terutama dalam mengelola emosi”. (IK1)

Emosi memberikan dampak terhadap kinerja karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya. Dari hasil wawancara tersebut, dapat diketahui dalam sikap emosi karyawan PT Sinar Baja Electric sudah baik dalam mengontrol emosi mereka dalam bekerja yang berkaitan dengan penerapan Sistem Informasi Akuntansi. Hal tersebut juga menggambarkan bahwa ketika emosi karyawan cenderung menurun, artinya karyawan menunjukkan sikap emosi yang baik ketika melakukan pekerjaan.

“Sikap berkaitan komitmen dan profesional karyawan dalam menerima semua perubahan sistem, agar software atau aplikasi yang dijalankan bisa membantu dalam melaksanakan operasional manajemen perusahaan. Persepsi berkaitan dengan cara pandang karyawan apakah memiliki persepsi positif atau negatif, sebab akan mempengaruhi bagaimana sistem bekerja. Emosi berkaitan dengan bagaimana karyawan mengelola emosi, sebab hal itu berdampak pada pengembangan dan kemajuan sistem”. (IP3)

Dari hasil wawancara kepada keempat informan, maka disimpulkan bahwa aspek keperilakuan yang meliputi sikap, emosi dan persepsi dalam penggunaan SIA pada karyawan PT Sinar Baja Electric tergolong sudah baik, namun perusahaan harus lebih memperhatikan lagi penggunaan sistem informasi akuntansi yang digunakan agar berjalan efektif dan efisien sesuai dengan tujuan perusahaan.

C. Pe nerapan P eningkatan SIA PT Sinar Baja Electric Setelah Adanya Aspek K eperlakuan

Aspek keperilakuan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan dalam penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang ada pada PT Sinar Baja Electric, dari hasil wawancara menjelaskan pengaruh aspek keperilakuan terhadap peningkatan Sistem Informasi Akuntansi:

“Setelah adanya aspek keperilakuan, penerapan SIA pada PT Sinar Baja Electric lebih efektif, fleksibel dan informatif, sehingga produktivitas memadai dan berkualitas. Selain itu persepsi karyawan untuk maju akan mempengaruhi kualitas kinerjanya, termasuk dalam penggunaan teknologi Sistem Informasi Akuntansi.” (IK1)

Dari hasil wawancara tersebut menjelaskan bahwa peningkatan SIA setelah adanya aspek keperilakuan di PT Sinar Baja Electric salah satunya ditunjukkan dengan memberikan kemudahan dalam mencari informasi yang dibutuhkan karyawan dan pengambilan keputusan memudahkan pihak instansi untuk mengakses dan penyimpanan data yang disajikan fleksibel sesuai tujuan penggunaannya untuk menyelesaikan laporan yang informatif, sehingga meningkatkan produktivitas yang memadai. Hal ini juga berkaitan dengan persepsi karyawan dalam memahami sistem itu sendiri. Semakin baik persepsi karyawan atas penggunaan teknologi informasi, maka semakin baik kualitas informasi akuntansi.

“Peningkatan SIA pada PT Sinar Baja Electric setelah adanya aspek keperilakuan ini berdampak baik pada kelancaran operasional perusahaan dan produktivitas karyawan. Sikap karyawan PT Sinar Baja Electric yang ingin terus belajar membantu pelaksanaan Sistem Informasi Akuntansi itu sendiri.” (IP2)

Aspek keperilakuan memberikan pengaruh signifikan terhadap kegiatan operasional PT Sinar Baja Electric, hal ini juga berdampak pada produktivitas karyawan dalam menyelesaikan setiap tugas atau pekerjaannya. Selain itu, adanya keinginan dan profesional dari karyawan untuk belajar, sehingga aplikasi Sistem Informasi Akuntansi yang diterapkan bisa membantu dalam melaksanakan operasional manajemen perusahaan.

“Penerapan SIA tidak terlepas dari perilaku ekonomi yang menjalankan sistem, jika pelaku ekonomi memiliki karakter yang menyimpang seperti manipulasi data, maka sistem tidak berjalan optimal. Namun jika pelaku ekonomi memiliki karakter atau perilaku yang positif dan dapat menjalankan dan meningkatkan sistem, maka akan menghasilkan informasi yang relevan.” (IP3)

Penerapan Sistem Informasi Akuntansi tentunya tidak terlepas dari perilaku pelaku ekonomi yang menjalankan sistem tersebut, karena sebuah sistem hanya sebagai alat untuk meghasilkan infromasi, sedangkan yang menjalankan adalah para pelaku ekonomi dengan berbagai karakter dalam merealisasikan kepentingan mereka. Pada dasarnya kalau sistem tersebut dijalankan dengan keperilakuan yang baik tanpa ada tindakan yang menyimpang seperti manipulasi data atau membuat informasi yang tidak sesuai dengan sesungguhnya, maka akan menghasilkan informasi yang relevan dan dapat dijadikan landasan untuk menghasilkan keputusan bisnis.

“Aspek keperilakuan berdampak pada peningkatan akurasi data, pengurangan kesalahan dan peningkatan waktu respon dalam pelaporan keuangan pada Sistem Informasi Akuntasi System Applications and Product (SAP) PT Sinar Baja Electric.” (IP1)

Implementasi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) berbasis System Applications and Product (SAP)di PT Sinar Baja Electric tampaknya telah membawa peningkatan dalam berbagai aspek, termasuk perilaku kerja dan efisiensi. Beberapa peningkatan ini mungkin mencakup peningkatan akurasi data, pengurangan kesalahan pencatatan, serta peningkatan waktu respons dalam pelaporan keuangan. Selain itu, penerapan System Applications and Product (SAP)dapat mendorong karyawan untuk lebih disiplin dalam pencatatan dan pengolahan dtaa, mengingat sistem ini memerlukan konsistensi dan ketelitian. Dengan adanya proses otomatisasi yang terintegrasi, beban kerja administratif juga berkurang yang memungkinkan karyawan untuk lebih fokus pada analisis dan pengambilan keputusan.

Penerapan System Applications and Product (SAP)juga dapat mendorong peningkatan dalam kolaborasi antar departemen karena akses data yang lebih cepat dan transparan. Akibatnya bisa meningkatkan komunikasi lintas fungsi yang pada akhirnya berkontribusi pada efisiensi operasional secara keseluruhan. Adanya perubahan ini menunjukkan bahwa perilaku kerja di PT Sinar Baja Electric menjadi lebih terstruktur dan berbasis data, sehingga mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan.

Simpulan

Dari hasil analisis dan pembahasan makalah tersebut dapat penulis simpulkan bahwa penggunaan sistem informasi akuntansi melalui System Applications and Product (SAP) yang dimplementasikan oleh karyawan PT Sinar Baja Electric cukup baik dalam membantu mengelola keuangan perusahaan. Penggunaan System Applications and Product (SAP) ini mampu mempercepat pengolahan dan penyajian data yang lebih akurat. Didalam aspek keperilakuan sikap, sikap karyawan tergolong sudah baik sehingga mereka melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan perusahaan. Aspek keperilakuan emosi, para karyawan mampu menjalani hubungan yang baik dengan karyawan lainnya, serta mampu menerima informasi dan berkomunikasi dengan jujur terhadap karyawan lain. Sedangkan untuk aspek keperilakuan persepsi, Persepsi memberikan cara pandang karyawan serta tugas dan pekerjaan dan berjalan dengan baik Implementasi sistem informasi akuntansi melalui System Applications and Product (SAP) pada PT Sinar Baja Electric bahwasannya sudah cukup baik, namun yang terjadi beberapa kendala dilapangan seperti masih kurangnya keahlian para karyawan khusunya dalam menggunakan aplikasi System Applications and Product (SAP) ini, dikarenakan kurangnya pelatihan yang diadakan, hal ini membuat kinerja karyawan sedikit terhambat dan terdapat keterlambatan dalam penginputan data sehingga menghambat pelaporan keuangan dan pengambilan keputusan. Selain itu, adanya aspek keperilakuan memberikan peningkatan terhadap Sistem Informasi Akuntansi berbasis System Applications and Product (SAP) yang ada di PT Sinar Baja Electric seperti memberikan kemudahan dalam mencari informasi yang dibutuhkan karyawan dan pengambilan keputusan memudahkan pihak instansi untuk mengakses dan penyimpanan data yang disajikan fleksibel sesuai tujuan penggunaannya untuk menyelesaikan laporan yang informatif, sehingga meningkatkan produktivitas yang memadai. Penerapan System Applications and Product (SAP) juga dapat mendorong peningkatan dalam kolaborasi antar departemen karena akses data yang lebih cepat dan transparan, sehingga perilaku kerja karyawan PT Sinar Baja Electric menjadi lebih terstruktur sekaligus dapat mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan.

Pada penelitian ini diharapkan agar perusahaan dapat lebih memperhatikan faktor keperilakuan karyawan yaitu sikap, emosi, motivasi, dan persepsi dalam penggunaan sistem informasi akuntansi agar nantinya penggunaan sistem informasi akuntansi yang digunakan dapat berjalan efektif dan efisien sesuai dengan tujuan perusahaan. Perusahaan sebaiknya menyediakan fasilitas softskill terkait dengan penggunaan System Applications and Product (SAP) ini kepada karyawan untuk meningkatkan keahlian serta meminimalisir lambatnya kinerja karyawan dalam menggunakan aplikasi System Applications and Product (SAP) ini selain itu perlu adanya pengembangan System Applications and Product (SAP) supaya penelitian yang ada sekarang lebih berkembang lagi.

Ucapan Terima Kasih

  1. Kepada orang tua yang senantiasa mendukung baik secara moral, materi dan memberikan semangat sehingga bisa menempuh pendidikan hingga sarjana dan mampu menyelesaikan skripsi dengan baik
  2. Kepada dosen seluruh Bapak dan Ibu dosen prodi akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan ilmu untuk mengerjakan skripsi ini
  3. Kepada teman-teman seperjuangan yang memberikan dukungan dan bantuan dalam penyelesaian skripsi

References

[1] I. A. Lubis, Behavioral Accounting, Jakarta, Indonesia: Salemba Empat, 2019.

[2] E. Sulastri, “Analysis of Behavioral Aspects on Accounting Information Systems,” Disclosure Journal of Accounting and Finance, vol. 1, no. 1, p. 29, 2021, doi: 10.29240/disclosure.v1i1.2937.

[3] M. Kalalo, A. Poputra, and E. Akay, “Analysis of Behavioral Aspects on the Implementation of Inventory Accounting Systems at PT Surya Wenang Indah Manado,” Journal of Economic Research, Management, Business, and Accounting, vol. 4, no. 1, pp. 688–697, 2016.

[4] K. Tumiwa, I. Walukow, and R. M. Losu, “Behavioral Aspects in the Implementation of Inventory Accounting Systems at the Public Works and Spatial Planning Office of North Sulawesi Province,” Journal of Business and Entrepreneurship, vol. 18, no. 3, pp. 207–218, 2022, doi: 10.31940/jbk.v18i3.207-218.

[5] E. E. K. Goo, “Utilization of Regional Financial Accounting Information Systems, Human Resource Capacity, and Control on Government Financial Report Quality,” Journal of Accounting Research and Economics, vol. 5, no. 2, pp. 1–12, 2021.

[6] K. F. Fensa, M. N. Dince, and E. E. K. Goo, “Accounting Information System for Cash Receipts in Improving Internal Control Systems,” Journal of Accounting Studies, pp. 1–10, 2021.

[7] A. P. Junaini, E. N. Wulanda, Y. Isneli, P. Ramadhani, and U. M. Riau, “Behavioral Aspects on Accounting Systems in Micro, Small, and Medium Enterprises,” Research Accounting Journal, vol. 3, no. 2, pp. 247–253, 2019.

[8] M. L. Soo, W. Mitan, and A. P. Kurniawan, “Behavioral Aspects on Accounting Information Systems at Regional Drinking Water Companies,” Journal of Accounting Studies, vol. 2, no. 2, pp. 65–77, 2023.

[9] D. A. Nandasari and S. Ramlah, “Accounting Information Systems and Employee Performance,” Tangible Journal, vol. 23, no. 4, pp. 38–51, 2019.

[10] B. S. Wandhana, M. Firdaus, and N. Widaninggar, “Behavioral Aspects in Inventory Accounting System Implementation,” Jakuma Journal of Accounting and Financial Management, vol. 2, no. 2, pp. 17–30, 2022, doi: 10.31967/jakuma.v2i2.519.

[11] S. D. Mulia and L. Rona, “Behavioral Accounting in Accounting Information System Perspective,” EKOMA Journal of Economics, Management, and Accounting, vol. 2, no. 1, pp. 138–145, 2022.

[12] M. Y. A. Ganiar Risma, “Work Discipline and Work Ethic on Employee Performance at the Regional Revenue Agency of Bandung City,” Journal of Business Administration, vol. 51, pp. 1–10, 2022.

[13] A. T. I. M. Pare, M. N. Dince, and E. E. K. Goo, “Organizational Behavioral Factors and the Usefulness of Regional Financial Accounting Systems,” Journal of Accounting Research, vol. 1, no. 4, pp. 253–267, 2023.

[14] I. Dahniar, Faridah, and Nur, “Organizational Behavioral Factors on the Usefulness of Regional Financial Accounting Information Systems,” Econ. Bosowa Journal, vol. 5, no. 4, pp. 191–203, 2019.

[15] H. Samant, “Behavioral Aspects in the Implementation of Inventory Accounting Systems in Flyover Toll Road Projects,” Undergraduate Thesis, 2021.

[16] L. Kakavoulis, Communication and Human Behavior, London, UK: Academic Press, 2019.

[17] M. Fahad, “Individual Behavioral Aspects and Top Management Support on Accounting Information Systems in Manufacturing Companies,” Angewandte Chemie International Edition, vol. 6, no. 11, pp. 951–952, 2017.

[18] D. E. Khaulia, A. T. Cahyono, and D. Pramono, “Organizational Behavioral Factors on the Usefulness of Government Financial Accounting Systems,” International Journal of Social Sciences and Business, vol. 3, no. 4, pp. 524–531, 2019.

[19] J. Oktaviani, “Behavioral Aspects in the Use of Accounting Systems,” Journal of Regional Accounting and Finance, vol. 14, no. 1, pp. 18–23, 2018.

[20] D. Riningsih, “Behavioral Aspects of Information Systems in Organizational Decision Making,” Journal of Accounting, vol. 8, no. 2, pp. 10–16, 2018.

[21] I. Wahyuni and E. T. Pratiwi, “Behavioral Aspects on the Use of Accounting Information Systems at PT Matahari Putra Prima Tbk,” Scientific Journal of Economics Students, vol. 4, no. 1, pp. 2747–2779, 2022.

[22] R. A. Supriyono, Behavioral Accounting, Yogyakarta, Indonesia: Gadjah Mada University Press, 2018.

[23] B. Ngo, S. Rofingatun, and M. Sanggenafa, “Behavioral Aspects on the Use of Accounting Systems in Banking,” Journal of Regional Accounting and Finance, vol. 14, no. 2, pp. 18–23, 2020, doi: 10.52062/jakd.v14i2.1452.

[24] E. R. Evana, “Behavioral Aspects in Inventory Accounting System Implementation,” Undergraduate Thesis, 2022.

[25] J. W. Creswell and J. D. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 5th ed., Thousand Oaks, CA, USA: Sage Publications, 2018.

[26] L. J. Moleong, Qualitative Research Methodology, Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya, 2008.

[27] S. Hermawan and Amirullah, Business Research Methods: Quantitative and Qualitative Approaches, Bandung, Indonesia: Media Nusa Creative, 2021.

[28] S. Hermawan and Amirullah, Business Research Methods: Quantitative and Qualitative Approaches, Bandung, Indonesia: Media Nusa Creative, 2021.

[29] Sugiyono, Quantitative, Qualitative, and R&D Research Methods, Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2017.

[30] Sugiyono, Quantitative, Qualitative, and R&D Research Methods, Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2019.

[31] Sugiono, Quantitative, Qualitative, and R&D Research Methods, Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2020.