<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Sustainability of Omnichannel in Banks with Online Service Strategy and Pricing Decisions</article-title>
        <subtitle>Keberlanjutan Omnichannel di Bank dengan Strategi Layanan Online dan Keputusan Harga</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-8124caa631cc87dc09c42cf9b9b4bd11" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Indayani</surname>
            <given-names>Lilik</given-names>
          </name>
          <email>lilikalmachfudz@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-50639f2601b4892de6ecabd3e9556c37" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hariasih</surname>
            <given-names>Misti</given-names>
          </name>
          <email>lilikindayani@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-abffb596a39a0162c4a9d8fd8ef6cda8" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Prapanca</surname>
            <given-names>Detak</given-names>
          </name>
          <email>lilikindayani@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
        <contrib id="person-d593dc08f2061e09949828545f13d1fb" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Mariani</surname>
            <given-names>Anti</given-names>
          </name>
          <email>lilikindayani@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-4" />
        </contrib>
        <contrib id="person-c3b2489a5d6a2343ed88150dd16b908b" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Mahendra</surname>
            <given-names>Danar Putra</given-names>
          </name>
          <email>lilikindayani@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-5" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-4">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-5">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-08-03">
          <day>03</day>
          <month>08</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-291e1d9c8560b5ff16e961d1786b1f5d">
      <title>
        <bold id="bold-ee16cfa7441737f93cf7366e7fd5e523">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-20">Omnichannel Bank merupakan perubahan besar bagi dunia Perbankan khususnya mengubah pola Bank yang melayani nasabah secara offline namun juga menyajikan berbagai layanan secara online pada saat nasabah datang di Bank secara fisik. Pemasaran omnichannel memungkinkan untuk menghubungkan semua saluran pemasaran bisnis di satu platform [1]. Kemampuan omnichannel ini memudahkan bisnis untuk memberikan pengalaman yang konsisten di semua platform yang mereka gunakan [2]. Ini mempromosikan kedekatan pelanggan yang luar biasa yang menciptakan kepuasan dan loyalitas. Omnichannel marketing adalah strategi pemasaran yang dijalankan dengan mengintegrasikan berbagai platform bisnis ke dalam satu sistem yang terintegrasi [3]. Strategi pemasaran ini bertujuan untuk branding, menjalin komunikasi dengan pelanggan dan membangun loyalitas pelanggan [4]. Multisaluran memberi bisnis cara untuk berinteraksi dengan pelanggan mereka melalui platform pilihan mereka. mulai dari aplikasi obrolan hingga media sosial hingga hotline layanan pelanggan [5].</p>
      <p id="_paragraph-21">Dengan menetapkan harga yang tepat, perusahaan mencapai keuntungan yang diinginkan. Namun, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat mengambil keputusan [6]. Jangan menaikkan harga karena akan sulit mendapat untung. Namun, menetapkan harga jual yang terlalu rendah juga tidak dianjurkan [7]. Hal ini karena mungkin tidak menutup biaya operasional yang dikeluarkan [8].</p>
      <p id="_paragraph-22">Permasalahan yang dihadapi oleh Lembaga Keuangan Bank di Indonesia adalah Penurunan jumlah Bank dan kantor Bank di Indonesia, dan penurunan paling signifikan telah dialami Bank Perkreditan Rakyat Konvensional sebanyak 38 Bank dan 48 kantor Bank yang tutup, seperti terlihat pada Tabel 1.1 berikut.</p>
      <fig id="figure-panel-207e8f47da5ba93659be37255da002eb">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-8">Jumlah Bank dan Kantor Bank di Indonesia</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-cd69a4b4c3b57737656566019327c54d" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-0a977f88df166058583362b377e69827" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="x.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-24">Banyak Nasabah yang datang secara fisik dilayani dengan baik oleh front office, tetapi banyak produk yang tidak diinfokan dengan baik kepada nasabah karena keterbatasan waktu pelasanan, situasi tersebut tidak akan mendukung penjualan produk perbankan dengan baik, bukan saja sepi pembeli, Namun hal ini merupakan masalah serius yang harus dipecahkan. Strategi perbankan omnichannel yang diharapkan mempunyai strategi berkelanjutan dengan strategi online serta keputusan harga pada perbankan omnichannel. Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka kami tim peneliti mengambil penelitian dengan judul: <bold id="_bold-9"><italic id="_italic-16">Sustainble</italic></bold><bold id="_bold-10"><italic id="_italic-17"> Omnichannel Banking Strategic </italic></bold><bold id="_bold-11"><italic id="_italic-18">With</italic></bold><bold id="_bold-12"><italic id="_italic-19"> Online Service Strategy and Price Decision</italic></bold></p>
      <p id="_paragraph-25">
        <bold id="_bold-13">TINJAUAN PUSTAKA</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-26">
        <italic id="_italic-20">
          <bold id="bold-1ba02b1569baba11aba04b2e40c1de7b">Omnichannel Banking</bold>
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-27">Dengan semakin maraknya transaksi digital, industri perbankan juga harus beralih dari tradisional ke digital. Apalagi saat menanggapi berbagai keluhan dan berbagai transaksi yang rumit.</p>
      <p id="_paragraph-28">Mendigitalkan semua proses ini tidaklah mudah. Bank perlu menggabungkan saluran digital dan tradisional secara efektif. Dan yang paling penting, pertahankan keterlibatan pelanggan Anda dan berikan pengalaman digital yang luar biasa.</p>
      <p id="_paragraph-29">Tanpa hubungan emosional yang kuat dengan bank, pelanggan cenderung memandang layanan perbankan sebagai komoditas, menurut laporan Accenture. Satu-satunya perbedaan adalah harga yang kompetitif. Oleh karena itu, membangun hubungan yang baik dengan pelanggan Anda dapat menghindari kemungkinan beralih ke pesaing. Semua ini dapat diselesaikan dengan menggunakan omnichannel.</p>
      <p id="_paragraph-30">
        <italic id="_italic-21">
          <bold id="bold-c6aeba0106aa82ea50297ca956ec7996">Online Service Strategy</bold>
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-31">IT Service Management merupakan istilah umum yang menggambarkan pendekatan strategis untuk merancang, memberikan, mengelola dan meningkatkan teknologi informasi yang digunakan dalam sebuah organisasi. Tujuan dari setiap kerangka IT Service Management adalah untuk memastikan bahwa proses yang benar, orang dan teknologi berada di tempat sehingga organisasi dapat memenuhi tujuan bisnisnya. Perbankan digital akan menjadi model pengembangan layanan keuangan yang lebih luas dan mudah diakses dengan layanan produk yang dapat disebar dengan cepat. Adanya bank digital juga memudahkan standarisasi layanan dengan biaya layanan yang relatif murah [9].</p>
      <p id="_paragraph-32">
        <italic id="_italic-22">
          <bold id="bold-c55dfeea17540fd6fdb91913dbca0733">Price Decision</bold>
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-33">Dengan menetapkan harga yang tepat, perusahaan mencapai keuntungan yang diinginkan. Namun, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat mengambil keputusan. Jangan menaikkan harga karena akan sulit mendapat untung. Namun, menetapkan harga jual yang terlalu rendah juga tidak dianjurkan. Hal ini karena mungkin tidak menutup biaya operasional yang dikeluarkan [10].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-c9e30f53861028c1d51a81ddfb3b416a">
      <title>
        <bold id="_bold-14">METODE PENELITIAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-35">Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan paradigma positivisme dan menambahkan wawancara terstruktur kepada praktisi dengan tujuan memperkuat indikator variabel dari item pertanyaan yang dibuat untuk kuesioner. Lokasi penelitian ini adalah Bank BPR Jawa Timur. Data dibuat dengan distribusi kuesioner dan analisis Sofware SEM PLS, Populasi sebanyak 12 BPR Konvensional dan sample dipilih menggunakan Teknik sample jenuh sebanyak 12 BPR Konvensional. Kuesioner dibuat dengan sala linkert menggunakan interval 1-5.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-89aa139defef6e30ea4ca428807dd341">
      <title>
        <bold id="_bold-16">HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-37">Bank berupaya memperkuat kapabilitas saluran digitalnya melalui omnichannel. Hal ini dilakukan untuk melayani pelanggan kami melalui platform yang lengkap [11]. Pengembangan digital dilakukan di dalam bank serta untuk mendukung mitra pihak ketiga dengan menggunakan layanan application programming interface (API). Perbankan digital akan menjadi model pengembangan layanan keuangan yang lebih luas dan mudah diakses dengan layanan produk yang dapat disebar dengan cepat [12]. Adanya bank digital juga memudahkan standarisasi layanan dengan biaya layanan yang relatif murah [13].</p>
      <p id="_paragraph-38">Omnichannel memungkinkan bank untuk menawarkan berbagai pilihan saluran kepada pelanggan mereka. Pelanggan kemudian dapat melakukan perbankan yang sama melalui situs web, aplikasi seluler, pusat panggilan, cabang atau saluran bank. Tersedia lainnya. Mereka juga menginginkan pengalaman yang mulus kapan saja, di mana saja, di perangkat apa saja. Untuk pengalaman pelanggan yang mulus di berbagai saluran, bank perlu memfasilitasi pertukaran data di antara mereka, termasuk kemampuan untuk beralih antar saluran dan berinteraksi secara real time. Ini membutuhkan integrasi dan kinerja sistem yang baik.</p>
      <p id="_paragraph-39">Bank harus memantau dan melacak semua interaksi nasabah. Ini berarti bahwa lebih banyak data harus diproses dan dikelola dengan cara yang kompleks. Semua data ini harus disimpan dan diambil secara real time, termasuk data historis untuk setiap pelanggan. Ketersediaan data dan infrastruktur memungkinkan kami memberikan pengalaman yang mulus kepada pelanggan kami. Namun, menerapkan strategi perbankan omnichannel yang sukses tidak selalu mudah, dan bank bahkan berisiko kehilangan pelanggan. Pemasaran omnichannel memungkinkan Anda menghubungkan semua saluran pemasaran bisnis Anda di satu platform. Kemampuan omnichannel ini memudahkan bisnis untuk memberikan pengalaman yang konsisten di semua platform yang mereka gunakan. Ini mempromosikan kedekatan pelanggan yang luar biasa yang menciptakan kepuasan dan loyalitas [14].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-6e0f4c355ce0bf206d3fee99d7937e4f">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="heading-faeea1c3f7409fcfc982129c95361f94">Pemasaran omnichannel memiliki potensi besar bagi sektor perbankan, khususnya dalam menciptakan pengalaman yang seragam dan memuaskan bagi nasabah melalui berbagai saluran. Namun, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun upaya telah dilakukan untuk mengoptimalkan strategi Omnichannel Banking di Bank BPR Konvensional Jawa Timur, terdapat tantangan yang perlu diatasi. Fokus pada layanan online dan keputusan harga tampaknya memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan strategi omnichannel. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya lebih mendalam memahami bagaimana layanan online dapat ditingkatkan dan bagaimana kebijakan harga dapat disesuaikan untuk mendukung strategi omnichannel yang berkelanjutan. Selanjutnya, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menggali faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi keberhasilan implementasi strategi omnichannel di sektor perbankan, serta bagaimana penerapan teknologi dan integrasi data dapat ditingkatkan untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi industri perbankan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan strategi omnichannel yang efektif dan berkelanjutan.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>