<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Relationship Between Gratitude and Psychological Well-Being of Street Vendors in the Sports Arena</article-title>
        <subtitle>Hubungan Antara Syukur Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Pedagang Kaki Lima di Gelanggang Olah Raga</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-cd34cd8ef8a1ff3cb7ff7443dbd03a80" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Etdika</surname>
            <given-names>Yovi Noverial</given-names>
          </name>
          <email>noverial94@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-6aedfd0b328dcbf489437745d7115dae" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Mariyati</surname>
            <given-names>Lely Ika</given-names>
          </name>
          <email>ikalely@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-11-05">
          <day>05</day>
          <month>11</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-dff4cc3cdb8fcf926350f81a03806b92">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">PT Pegadaian (Persero) merupakan suatu lembaga keuangan yang memberikan kredit dengan sistem gadai, dan telah berdiri sejak tahun 1901 pada zaman Hindia Belanda dengan status Staatsblad (Stbl) No. 131 tanggal 12 Maret 1901. Dalam kebijakan tesebut mengatur bahwa usaha Pegadaian merupakan monopoli Pemerintah. Sebagai salah satu lembaga pembiayaan, PT Pegadian (Persero) saat ini semakin memfokuskan dalam upaya membangun perekonomian Indonesia, dengan motonya “Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah”. Pada awal pendirian PT Pegadaian (Persero) hanya melayani jasa Gadai, akan tetapi seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat BUMN tersebut berkembang menjadi 5 jenis bisnis, yaitu bisnis gadai dan pembiayaan konvensional, gadai dan pembiayaan berdasar prinsip syariah, dan bisnis pembiayaan mikro. Bisnis lainnya adalah bisnis emas dan properti. Pegadaian sendiri tengah mengoptimalkan bisnis emas karena dianggap sebagai investasi jangka panjang.</p>
      <p id="_paragraph-13">Progres kemajuan perusahaan salah satunya dengan mengupayakan peningkatkan kualitas sumberdaya manusianya. Dalam proses pengelola perusahaan, karyawan menjadi hal utama yang harus diperhatikan dalam peningkatan perkembangan perusahaan termasuk pegadaian. Alat ukur yang dapat digunakan untuk memonitor performa tenaga kerja adalah produktifitas dari tenaga kerja itu sendiri. Dengan melihat produktifitas tenaga kerja maka akan dapat dilihat sejauh mana karyawan memberikan kontribusinya terhadap perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-14">Pembangunan karakter tenaga kerja merupakan tugas dari perusahaan dalam membentuk pola bekerja tenaga kerja perusahaan. Salah satunya menjadi tujuan dari pembentukan program<italic id="_italic-22"> Good Corporate Governance </italic>(GCG). Untuk itu dalam penelitian ini membahas mengenai, Peranan <italic id="_italic-23">Good Coorporate Go</italic><italic id="_italic-24">v</italic><italic id="_italic-25">ernance </italic>(GCG) terhadap Kinerja Tenaga Kerja dan Budaya Perusahaan; Studi kasus pada PT Pegadaian Kantor Wilayah Surabaya.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-279f3f877549c44239afd35811407a03">
      <title>Kajian Pustaka</title>
      <p id="_paragraph-15">Good Corporate Governance (GCG)</p>
      <p id="_paragraph-16">GCG adalah suatu sistem pengelolaan perusahaan yang dirancang untuk meningkatkan kinerja perusahaan, melindungi kepentingan <italic id="_italic-26">stakeholders </italic>dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta nilai-nilai etika yang berlaku secara umum. Pengertian GCG menurut peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-01/MBU/2011 adalah “Tata Kelola Perusahaan yang Baik (<italic id="_italic-27">Good Corporate Governance</italic>), selanjutnya disebut GCG adalah prinsip-prinsip yang mendasari suatu proses dan mekanisme pengelolaan perusahaan berlandaskan peraturan perundang-undangan dan etika berusaha”. Pada kesimpulannya GCG yaitu seperangkat peraturan yang menghubungkan para pelaku kegiatan<italic id="_italic-28"> (stakeholder)</italic>serta pemegang kepentingan internal maupun eksternal yang berkaitan dengan hak-hak kewajiban mereka.</p>
      <p id="_paragraph-17">Manajemen Sumber Daya Manusia</p>
      <p id="_paragraph-18">Manajemen sumber daya manusia dapat bergerak dalam usaha menggerakan atau pengelolaan sumber daya manusia dalam suatu organisasi agar mampu berpikir dan bertindak seperti apa yang diharapkan oleh organisasi. Manajemen sumber daya manusia adalah pendekatan terhadap manajemen manusia <sup id="_superscript-3">[</sup><sup id="_superscript-4">1</sup><sup id="_superscript-5">]</sup>. Manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai suatu pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya yang ada pada individu (pegawai) <sup id="_superscript-6">[</sup><sup id="_superscript-7">2</sup><sup id="_superscript-8">]</sup>. Pengelolaan dan pendayagunaan tersebut dikembangkan secara maksimal di dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan serta pengembangan individu pegawai.</p>
      <p id="_paragraph-19">Pendekatan manajemen manusia didasarkan pada nilai manusia dalam hubungannya dengan organisasi. Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses yang terdiri dari <sup id="_superscript-9">[</sup><sup id="_superscript-10">3</sup><sup id="_superscript-11">]</sup>: (1) Rekruitmen atau penarikan sumber daya manusia; (2) Seleksi sumber daya manusia; (3) Seleksi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menentukan dan memilih pelamar yang memenuhi kriteria; (4) Pengembangan sumber daya manusia; (5) Pemeliharaan sumber daya manusia; (6) Penggunaan sumber daya manusia.</p>
      <p id="_paragraph-20">Budaya Organisasi</p>
      <p id="_paragraph-21">Budaya organisasi merupakan sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi lain. Sistem makna bersama ini, bila diamati dengan lebih seksama, merupakan seperangkat karakteristik utama yang dihargai oleh suatu organisasi. Sebagai pembanding penegertian Budaya organisasi didefinisikan sebagai suatu kerangka kerja kognitif yang memuat sikap-sikap, nilai-nilai, norma-norma dan pengharapan-pengharapan bersama yang dimiliki oleh anggota-anggota organisasi<sup id="_superscript-12">[</sup><sup id="_superscript-13">4</sup><sup id="_superscript-14">]</sup>.</p>
      <p id="_paragraph-22">Pendapat lain yang diajukan <sup id="_superscript-15">[</sup><sup id="_superscript-16">5</sup><sup id="_superscript-17">]</sup>, budaya organisasi didefinisikan sebagai keyakinan, sikap dan nilai yang umumnya dimiliki yang timbul dalam suatu organisasi. Maka budaya organisasi dapat diartikan sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota dalam kerangka kerja kognitif yang memuat sikap-sikap, nilai-nilai, norma-norma dan pengharapan-pengharapan bersama yang dimiliki oleh anggota-anggota organisasi.</p>
      <p id="_paragraph-23">Kinerja Tenaga Kerja</p>
      <p id="_paragraph-24">Kinerja karyawan dapat mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi, yang meliputi kuantitas output, kualitas output, jangka waktu output, kehadiran di tempat kerja, dan sikap kooperatif, sebagai pembanding Kinerja karyawan juga dapat ditentukan sebagai kemampuan seseorang untuk tampil dan juga termasuk kesempatan dan kesediaan untuk mengerjakan tugasnya <sup id="_superscript-18">[</sup><sup id="_superscript-19">6</sup><sup id="_superscript-20">]</sup>. Pengertian kinerja dapat diartikan sebagai gambaran pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan, program atau pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan, program atau kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi. Kinerja perusahaan dapat dilihat dari aspek keuangan dan juga non-keuangan. Aspek keuangan dapat dilihat dari laporan keuangan yang menggambarkan bagaimana kinerja keuangan dalam suatu perusahaan dan sering menjadi perhatian utama bagi para pemakai informasi laporan keuangan, sedangkan dari aspek non-keuangan bisa dilihat dari aspek bisnis internal, serta aspek pembelajaran pertumbuhan.</p>
      <p id="_paragraph-25">Tujuan pokok penilianan kinerja adalah untuk memotivasi para karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi segala standar perilaku yang telah ditetapkan dalam perusahaan serta dapat juga menimalkan perilaku yang bertentangan dengan perusahaan. Maka dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai/karyawan merupakan fungsi dari kemampuan dan motivasi, di mana kemampuan terdiri dari keterampilan, pelatihan dan sumberdaya yang diperlukan untuk melakukan tugas dan motivasi digambarkan sebagai kekuatan batin yang mendorong individu untuk bertindak terhadap sesuatu yang didasari dari kemampuan seseorang untuk tampil dan juga termasuk kesempatan dan kesediaan untuk mengerjakan tugasnya sehingga dapat meningkatkan produktivitas karyawan yang juga mengarah kinerja.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-78720a2bf42f6b1a8bdcd0e2b1038452">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-26">Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menyebutkan bahwa penelitian kualititif merupakan metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna–yang oleh sejumlah individu atau sekelompok orang–dianggap berasal dari masalah sosial dan kemanusiaan <sup id="_superscript-21">[</sup><sup id="_superscript-22">7</sup><sup id="_superscript-23">]</sup>. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-upaya penting, seperti mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedur-prosedur, mengumpulkan data yang spesifik dari para partisipan, menganalisa data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ke yang umum, dan menafsirkan makna data.</p>
      <p id="_paragraph-27">Penelitian kualitatif memiliki strategi-strategi yakni: etnografi, <italic id="_italic-29">grounded theory</italic>, studi kasus, fenomenologi, dan naratif. Penelitian ini menggunakan strategi studi kasus. Menurut Stake studi kasus merupakan strategi penelitian di mana di dalamnya peneliti menyelidiki secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu<sup id="_superscript-24">[</sup><sup id="_superscript-25">8</sup><sup id="_superscript-26">]</sup>. Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan.</p>
      <p id="_paragraph-28">Pengelolaan hasil wawancara kemudian dikonversi menjadi bentuk transkrip. Dari situ dilakukan kodifikasi untuk menemukan isu-isu utama yang harus diangkat menjadi pembahasan di dalam penelitian ini. Triangulasi data dilakukan dengan mengecek kebenaran informasi dari informan yang masih dianggap meragukan melalui pembandingan dengan informan lainnya, mengecek dokumen-dokumen terkait, dan berdasarkan hasil pengamatan langsung. Dalam menganalisis hasil wawancara penulis menggunakan pendekatan teori jaringan aktor (<italic id="_italic-30">actor network theory</italic> - ANT). Pendekatan ini digunakan untuk memetakan relasi-relasi antara aktor <italic id="_italic-31">human</italic> dan <italic id="_italic-32">non human</italic> terkait isu yang diangkat dalam penelitian ini. Menggunakan <italic id="_italic-33">actor network theory</italic> dapat menemukan relasi mana yang menyebabkan permasalahan di lapangan. sehingga semua pertanyaan penelitian dapat terjawab dengan analisis data menggunakan teori tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-29">Langkah selanjutnya mengumpulkan data-data sekunder berupa dokumen-dokumen mengenai sistem GCG yang telah diterapkan oleh PT Pegadaian (Persero). Penelitian dokumen-dokumen ini bertujuan sebagai perbandingan terhadap temuan-temuan yang ditemukan melalui wawancara dengan para informan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-13b23e0270a0ee9f26c6f914cbd4eab0">
      <title>Hasil Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-30">Keterkaitan Penerapan GCG Pada Kinerja Tenaga Kerja</p>
      <p id="_paragraph-31">Kinerja tenaga kerja suatu perusahaan dapat berubah-ubah kondisinya, begitu pula dengan kinerja tenaga kerja di PT Pegadaian (Persero). Berdasarkan analisa penelitian menggunakan penggambaran jejaring aktor terdapat perubahan atas kinerja tenaga kerja. Hal ini diakibatkan adanya penerapan sistem GCG di perusahaan. Perubahan itu dapat terlihat atas keterkaitan erat antara kinerja tenaga kerja dengan beberapa aktor lainnya seperti tenaga kerja, nama baik perusahaan, budaya perusahaan, dan PT Pegadaian (Persero).</p>
      <p id="_paragraph-32">Hal ini disebabka melalui adanya penerapa GCG, maka para tenaga kerja secara tidak langsung dituntut untuk melaksanakan segala tugas dan kewajiban sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan sesuai sistem GCG yang telah diputuskan. Praktek GCG memiliki pengaruh dalam meningkatkan kinerja tenaga kerja dalam menjalankan tugas-tugasnya sehingga menghasilkan keuntungan, keuntungan disini adalah dimaksudkan bagi perusahaan dan juga karyawan perusahaan tersebut karena terdapat adanya sistem reward dalam menjalankan pekerjaannya.</p>
      <p id="_paragraph-33">Keterkaitan Penerapan GCG Pada Budaya Perusahaan</p>
      <p id="_paragraph-34">Penerapan GCG pada PT Pegadaian (Persero) memiliki dampak pada perubahan keterkaitan antar akor yang terkait. Selain perubahan dalam kinerja karyawan juga terdapat perubahan dalam budaya perusahaan. Terdapat keterkaitan era tantara budaya perusahaan terhadap reputasi perusahaan, tenaga kerja, kinerja tenaga kerja, serta perusahaan tersebut. Sebelum diterapkan GCG dalam perusahaan, hanya pada perusahaan dan tenaga kerja yang berkaitan erat dengan budaya perusahaan. Sehingga perubahan yang ada setelah penerapan GCG dapat memperbaiki budaya perusahaan sesuai dengan nilai-nilai GCG.</p>
      <p id="_paragraph-35">Perubahan atas budaya perusahaan dapat dilihat dari penerapan-penerapan sistem GCG pada karyawan dapat memberikan perubahan budaya kerja di lingkup perusahaan. Selain itu nilai-nilai yang terkadung dalam GCG menjadi suatu kebiasaan karyawan dalam beraktifitas kantor dan menjadikan kebiasaan tersebut sebagai budaya perusahaan yang telah mengadopsi beberapa nilai yang terkandung dalam GCG.</p>
      <p id="_paragraph-36">Keterkaitan Penerapan GCG Terhadap Reputasi Perusahaan</p>
      <p id="_paragraph-37">Penerapan konsep GCG dalam keseharian di PT Pegadaian (Persero) mulai terasa efektif sejak adanya program-program yang mengadopsi nilai-nilai GCG ke dalam suatu slogan atau tulisan himbauan dan lain sebagainya. Hal tersebut berdampak pada peningkatan kinerja tenaga kerja yang akhirnya menghasilkan pelayanan kepada nasabah atau pelanggan secara prima. Hal ini yang menjadi pengaruh dalam meningkatnya nilai reputasi PT Pegadaian (Persero) dimata masyarakat. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya penerapan GCG dengan mengikut sertakan penerapan budaya perusahaan, menjadikan peningkatan kinerja tenaga kerja dan berdampak pada meningkatnya reputasi PT Pegadaian (Persero) dimata masyarakat</p>
    </sec>
    <sec id="heading-2777585b40d05cc1f5b2c1700a497b4f">
      <title>Kesimpulan dan Saran</title>
      <p id="_paragraph-38">Kesimpulan dari penelitian ini mengenai bagaiman penerapan GCG pada PT Pegadaian (Pereso) bahwa:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-e12a9c307ca425848bdd48bb79717262">
        <list-item>
          <p>Sistem <italic id="_italic-34">Good Corporate Covernance</italic> (GCG) yang telah diterapkan memiliki peranan dalam perubahan kinerja tenaga kerja pada PT Pegadaian Kantor Wilayah Surabaya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Sistem <italic id="_italic-35">Good Corporate Covernance</italic> (GCG) yang telah diterapkan memiliki peranan dalam perubahan kondisi Budaya Perusahaan pada PT Pegadaian Kantor Wilayah Surabaya. Hal ini disebabkan oleh gencarnya Perushaan dalam mensosialisasikan slogan-slogan yang mengandung nilai-nilai GCG yang diterpakan dalam pembentukan budaya perusahaan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Reputasi PT Pegadaian (persero) dimata masyarakat semenjak diberlakukannya sistem <italic id="_italic-36">Good Corporate Covernance</italic> (GCG) mengalami peningkatan. Hal ini berbanding lurus dengan peningkata kinerja tenaga kerja pada PT Pegadaian (Persero) pada PT Pegadaian Kantor Wilayah Surabaya.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-39">Penelitian mengenai penerapan GCG dalam PT Pegadaian (Persero) yang melihat dengan keterkaitan dengan kinerja tenaga kerja, budaya perusahaan, dan reputasi perusahaan memberikan saran yaitu:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-63561aa6d91e48efe3aff9b7d2de2a9a">
        <list-item>
          <p>PT Pegadaian (Persero) diharapka konsisten dalam menerapkan sistem GCG, dikarenakan dengan adanya penerapan sistem GCG berdapampak baik bagi perusahaan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Untuk penelitian selanjutnya, dapat mengikutsertakan variable lain yang dapat dipengaruhi oleh penerapan GCG dan penelitian mengenai tingkat konsistensi PT Pegadaian (Persero) dalam menerapkan system GCG.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>