Human Resource Management
DOI: 10.21070/ijler.2020.V7.292

The Impact of Internal Communication, Awards, Organizational Culture, on the Performance of Employees in Production at Construction Company


Dampak Komunikasi Internal, Penghargaan, Budaya Organisasi, terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi pada Perusahaan Konstruksi

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

The Influence of Internal Communication Awards Organizational Culture on Employee Performance

Abstract

This study aims to determine internal communication, awards and organizational culture of employee performance at PT. Wijaya Karya Beton Gempol Pasuruan. This research is a type of quantitative research with hypothesis testing. The sample used in this study were 63 employees at PT. Wijaya Karya Beton Gempol Pasuruan. The analytical tool used in this research is multiple linear regression analysis, determinant coefficient (R2), multiple correlation coefficient (R), f test, t test, and classic assumption test using SPSS version 18 for windows. Primary data in this study were obtained from questionnaires whose measurement used a Likert scale that was tested for validity and reliability. The results of this study prove that Internal Communication, Awards and Organizational Culture Against Employee Performance. effect simultaneously on employee performance. Internal communication has a partial effect on employee performance, awards have a partial effect on employee performance, organizational culture also has a partial effect on employee performance and for the variable that has the most significant effect on employee performance at PT. Wijaya Karya Beton Gempol Pasuruan is Organizational Culture.

Pendahuluan

Melihat perubahan lingkungan organisasi yang semakin kompleks dan kompetitif, yang mensyaratkan perusahaan untuk bersikap lebih responsive agar tetap bertahan , setiap organisasi dituntut untuk siap menghadapi perkembangan teknologi, kebutuhan konsumen dan persaingan yang ketat dengan perusahaan lain. Perusahaan yang ingin tetap bertahan harus menghadapi perubahan tersebut dengan strategi masing masing. Salah satu strategi tersebut adalah meningkatkan kinerja karyawan. Dengan mempertahankan kinerja karyawan tetap tinggi maka kemungkinan besar perusahaan juga akan mampu bertahan ataupun berkembang. Permasalahan yang menyebabkan banyak perusahaan mengalami kegagalan, baik yang disebabkan oleh ketidak mampuan beradapta sidengan kemajuan teknologi maupun yang disebabkan oleh kurang baiknya hasil kerja dari sumber daya manusia yang adapada organisasi tersebut [1] Kinerja karyawan merupakan faktor yang penting dalam mendorong produktivitas perusahaan sehingga kinerja karyawan penting untuk ditingkatkan. Tujuan perusahaan tidak akan tercapai tanpa kinerja yang baik dari karyawannya.

Karyawan yang memiliki kinerja yang baik adalah karyawan yang memiliki kemampuan professional, memiliki sikap pejuang, disiplin dan pengabdian. Salah satufaktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja. [2] kinerja karyawan adalah tingkat hasil kerja karyawan dalam pencapaian persyaratan pekerjaan yang diberikan. Kinerja karyawan yang tinggi sangatlah diharapkan oleh setiap perusahaan, semakin banyak karyawan yang mempunyai kinerja yang tinggi, maka produktivitas perusahaan secara keseluruhan akan meningkat sehingga perusahaan dapat bertahan selama mungkin dalam persaingan global.

Kinerja karyawan merupakan salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi kemajuan perusahaan. Semakin tinggi atau semakin baik kinerja karyawan maka tujuan perusahaan akan semakin mudah untuk dicapai, begitu pula sebaliknya yang terjadi apabila kinerja karyawan rendah atau tidak baik maka tujuan itu akan sulit dicapai dan juga hasil yang diterima juga tidak akan sesuai keinginan perusahaan [3] Kinerja merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dengan perusahaan. Dukungan dari perusahaan berupa pengarahan dari seorang pemimpin, motivasi yang diberikan untuk menyemangati karyawan, suasana kerja yang nyaman dan dukungan sumber daya seperti peralatan yang memadai sebagai sarana untuk memudahkan pencapaian tujuan ingin dicapai sangat diperlukkan untuk kinerja karyawan.

Salah satufaktor yang mempengaruhikinerjakaryawanadalahkomunikasi internal. [4] komunikasi internal adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain”. Sedangkan [5] komunikasi internal merupakan sebuah pentranferan makna maupun pemahaman makna kepada orang lain dalam bentuk lambang-lambang , symbol, atau bahasa-bahasa tertentu sehigga orang yang menerima informasi memahami maksud dari informasi tersebut dan dapat diartikan bahwa komunikasi adalah saluran memberi dan menerima pengaruh mekanisme perubahan, alat untuk mendorong motivasi, serta perantara dan sarana yang memungkinkan organisasi untuk mencapai tujuan. Komunikasi dapat dilakukan secara lisan, tertulis maupun isyarat.

Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri seperti dalam sebuah perusahaan. Dengan komunikasi yang baik perusahaan dapat berjalan seperti apa yang telah tertera dalam visi dan misi yang jelas. Tetapi apabila terdapat kurang atau tidak adanya komunikasi akan dapat menghambat tujuan perusahaan. Dalam lapangan fakta membuktikan masalah komunikasi selalu muncul dalam perusahaan. Oleh sebab itu komunikasi dalam perusahaan menjadi system aliran yang menghubungkan dan membangkitkan kinerja antar bagian dalam perusahaan, sehingga menghasilkan sinergi. Atas dasar itu maka komunikasi dalam perusahaan perlu mendapatkan perhatian untuk dipelajari dan dipahami oleh setiap orangdalam perusahaan. Sebab, komunikasi yang efektiflah yang dapat menjamin tercapainya tujuan perusahaan.

[6] menyatakan komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan berita atau informasi dari seseorang ke orang lain. Suatu komunikasi yang tepat tidak akan terjadi jika penyampaian berita tidak menyampaikan dengan benar dan penerima berita menerimanya tidak dalam bentuk distorsi.

Selain komunikasi internal, faktor penting yang bagai balas jasa untuk bekerja, tujuan dengan diberikannya penghargaan untuk menjalin ikatan kerjasama yang formal antara pemimpin dan karyawan.Dengan pemaham anter hadap Penghargaan, diharapkan karyawan tersebut akan semakin berorientasi dan sadar berusaha untuk menjaga stabilitas keadaan perusahaan. Karyawan yang memiliki penghargaan yang tinggi akan bekerja dengan loyal dan totalitas, karena setiap karyawan juga melihat apa yang diberikan oleh perusahaan. Karyawan yang diberi banyak pernghargaan akan bekerja dengan fokus demi mencukupi kebutuhan keluarga sehingga dengan kefokus anda lambekerja, kinerja karyawan akan meningkat.

Budaya organisasi juga merupakan faktor yang penting untuk meningkatkan kinerja. Menurut [7] mengemukaan bahwa budaya organisasi yaitu seperangkat asumsi atau keyakinan nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggota untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal. Dan system makna, nilai-nilai dari kepercayaan yang dianut bersama dalam suatu organisasi yang menjadi rujukan untuk bertindak dan membedakan organisasi satu dengan yang lain, selain itu budaya organisasi sebagai suatu konsep dapat menjadi satu sarana untuk mengukur kesesuaian dari tujuan organisasi, strategi dan organisasi tugas, serta dampak yang dihasilkan.

Kelangsungan hidup dan pertumbuhan dari suatu perusahaan bukan hanya ditentukan dari keberhasilan dalam mengelola keuangan yang berdasarkan pada kekuatan modal atau uang semata, tetatpi juga ditentukan dari keberhasilan mengelola sumber daya manusianya.

Budaya organisasi merupakan falsafah, ideology, nilai-nilai, anggapan, keyakinan, harapan, sikap, dan norma - norma yang dimiliki secara bersama serta mengikat alam suatu komunitas tertentu. Secara spesifik budaya dalam organisasi akan ditentukan oleh kondisi team work, dan characteristic of organization serta administrasion proses yang berlaku. Mengapa budaya organisasi penting, karena merupakan kebiasaan – kebiasaan yang terjadi dalam hirarki organisasi yang mewakili norma – norma perilaku yang diikuti oleh para anggota organisasi. Budaya yang produktif adalah budaya yang dapat menjadikan organisasi menjadi kuat dan tujuan perusahaan dapat terakomodasi. Dan budaya organisasi mempunyai garis sejajar dengan keputusan karyawan maupun kinerja dalam perusahaan.

PT. Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton), merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Wijaya Karya (persero), Tbk (WIKA), merupakan bagian dari ekspansi perusahaan yang mengkhususkan diri dalam industry beton pracetak. WIKA mulai berkonsentrasi pada industri beton pracetak pada tahun 1977 dengan mengmbangkan panel beton pracetak untuk proyek perumahan bertingkat rendah. Sejak saat itu, WIKA bertekad untuk terus mengembangkan produk mereka untuk mengantisipasi rencana pembangunan dan proyek-proyek infrastruktur yang muncul. Dengan hal ini PT. wijaya karya beton Gempol Pasuruan menekankan faktor - faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan untuk meningkatkan pengembangan produksi di perusahaan khususnya dalam hal komunikasi internal, penghargaan, dan budaya organisasi namun dalam mencapai tujuan nyater sebut masih mengalami hambatan yang dihadapi, diantaranya menurunnya kinerja karyawan.

Untuk meningkatkan kinerja karyawan, manajemen PT Wijaya Karya Beton melakukan peningkatan pada komunikasi internal dengan baik sehingga menjaga agar hubungan setiap karyawan terjalin dengan baik. Kemudian penghargaan juga perlu diperhatikan, dengan member penghargaan setiap karyawan maka kebutuhan karyawan bisa mencukupi. Budaya organisasi harus dijaga dengan baik supaya anggota mempunyai prinsip dalam bekerja di organisasi.

Menurut pengamatan peneliti, terdapat kesenjangan yang terjadi pada PT Wijaya Karya Beton dimana tingkat komunikasi internal, penghargaan dan budaya organisasi sudah dilakukan dengan baik, namunada indikasi tingkat kinerja karyawan yang masih belum maksimal. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, ditemukan ditemukan beberapa karyawan yang masih banyak angka ketidakhadiran.

Berdasarkan jumlah karyawan yang tidak hadir cenderung mengalami peningkatan, disini diketahui bahwa terdapat indikasi penurunan kinerjakaryawan. Melihat permasalahan maka saya tertarik mengambil judul “ Pengaruh komunikasi internal, penghargaan dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan bagianproduksiPT. Wijaya Karya Beton Kejapanan Pasuruan”.

Metode

Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di PT. Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) yang berlokasi di Jalan Raya Kejapanan No.323, Melikan, Kejapanan, Kec. Gempol, Pasuruan, Jawa Timur 67155, Indonesia.

sampling dengan teknik purposive sampling menggunakan rumus slovin dengan hasil akhir yang didapat sebanyak 62,56 dan digenapkan menjadi 63 responde

Populasi dan Sampel

  1. Populasi :Dalam penelitian ini ialah seluruh karyawan produksi PT. Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) sebanyak 167 Karyawan
    1. Populasi :Dalam penelitian ini ialah seluruh karyawan produksi PT. Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) sebanyak 167 Karyawan
    2. Sampel : Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability
  2. Jenis dan Sumber Data
    1. Jenis Data : Terdapat 2 jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : data kualitataif dan data kuantitatif.
    2. Sumber Data : Terdapat 2 sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : data primer dan data sekunder
  3. Teknik Pengumpulan Data : Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner (angket).

Hasil dan Pembahasan

Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Variabel Item Variabel Correlation (r-hitung) r-kritis Sig Keterangan
Komunikasi Internal (X1) X1.1 0,737 0,3 0,000 Valid
X1.2 0,701 0,000 Valid
X1.3 0,792 0,000 Valid
X1.4 0,732 0,000 Valid
X1.5 0,704 0,000 Valid
X1.6 0,792 0,000 Valid
Penghargaan (X2) X2.1 0,810 0,000 Valid
X2.2 0,831 0,000 Valid
X2.3 0,865 0,000 Valid
X2.4 0,769 0,000 Valid
X2.5 0,810 0,000 Valid
X2.6 0,831 0,000 Valid
X2.7 0,865 0,000 Valid
X2.8 0,769 0,000 Valid
Budaya Organisasi (X 3 ) X3.1 0,707 0,000 Valid
X3.2 0,781 0,000 Valid
X3.3 0,813 0,000 Valid
X3.4 0,797 0,000 Valid
X3.5 0,810 0,000 Valid
X3.6 0,599 0,000 Valid
X3.7 0,609 0,000 Valid
X3.8 0,766 0,000 Valid
X3.9 0,693 0,000 Valid
X3.10 0,742 0,000 Valid
Kinerja Karyawan (Y) Y.1 0,812 0,000 Valid
Y.2 0,778 0,000 Valid
Y.3 0,729 0,000 Valid
Y.4 0,648 0,000 Valid
Y.5 0,778 0,000 Valid
Y.6 0,781 0,000 Valid
Y.7 0,812 0,000 Valid
Y.8 0,781 0,000 Valid
Table 1.Uji Validitas

Berdasarkan Table 1 menyatakan bahwa semua item pernyataan yang ada dalam kuisioner dari Variabel (X1, X2, X3) dan variabel (Y) mempunyai nilai yang koefisien korelasinya diatas 0,3 (>0,3), sehingga dapat dikatakan jika item pernyataan kuisioner tersebut dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang telah diteliti.

Variabel Nilai Alpha Cronbach Nilai Kritis Keterangan
Komunikasi Internal 0,837 0,60 Reliabel
Penghargaan 0,929 0,60 Reliabel
Budaya Organisasi 0,902 0,60 Reliabel
Kinerja Karyawan 0,893 0,60 Reliabel
Table 2.Uji Reliabilitas

Berdasarkan Table 2, diperoleh nilai koefisien reliabilitas cronbach alpha pada variabel Komunikasi Internal sebesar 0,837 , variabel Penghargaan sebesar 0,929 , variabel Budaya Organiasasi sebesar 0,902 dan variabel Kinerja Karyawan sebesar 0,893. Dari keempat variabel tersebut diketahui nilai koefisien reliabilitas cronbach alpha lebih dari 0,60 maka dapat disimpulakn bahwa kuisioner yang digunakan reliabel.

Uji Asumsi Klasik

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 63
Normal Parametersa,b Mean .000000
Std. Deviation 3.03688019
Most Extreme Differences Absolute .125
Positive .088
Negative -.125
Kolmogorov-Smirnov Z .994
Asymp. Sig. (2-tailed) .276
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Table 3.Uji Normalitas

Dari hasil Table 3 bisa di lihat dari tabel one – sample Kolmogrove – Smirnof diperoleh nilai asymp.sig sebesar 0,276 (0,276 > 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua data berdistribusi normal. Untuk mengetahui normal atau tidaknya menggunakan Plot of regression Standardized residual. Data dinyatakan berdistribusi normal jika sebaran dan data membentuk titik-titik yang mendekati garis diagonal.

Variabel F Sig.Linierity Kondisi Kesimpulan
Kinerja Karyawan * Komunikasi Internal 6.152 0,016 Sig<0,05 Linier
Kinerja Karyawan * Pengharhaan 32.761 0,000 Sig<0,05 Linier
Kinerja Karyawan * Budaya Organisasi 47.124 0,000 Sig<0,05 Linier
Table 4.Uji Linieritas

Dari Table 4 diperoleh nilai sig. Linierity untuk variabel Kinerja Karyawan dengan Komunikasi Internal yaitu sebesar 0,016 yang berarti 0,016 lebih kecil dari 0,05 (0,016<0,05). Kemudian untuk variabel Kinerja Karyawan dengan Penghargaan yaitu sebesar 0,000 yang berarti 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05). Dan yang terakhir yaitu variabel Kinerja Karyawan dengan Budaya Organisasi sebesar 0,000 yang berarti 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05). Dari tiga variabel tersebut memperlihatkan bahwa sig. Linierity lebih keci dari 0,05 atau <0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antar variabel bersifat linier, yang berarti hubungan variabel bebas (independent) dengan variabel terikat (dependent) semuanya bersifat linier.

Model Summary b
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics Durbin-Watson
R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change
1 ,703a ,495 ,469 3.113 ,495 19.248 3 59 ,000 1.947
a. Predictors: (Constant), Budaya_organisasi, Penghargaan, Komunikasi_Internal
b. Dependent Variable: Kinerja karyawan
Table 5.Uji Autokorelasi

Berdasarkan Table 5 dapat diketahui nilai Durbin Watson sebesar 1,960. Nilai tersebut menunjukan bahwa du < d < 4 – du atau 1,6932 < 1,947 < 2,3068 tidak terjadi autokorelasi.

Figure 1.Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan Figure 1, maka dapat dilihat bahwa tidak terjadi pola tertentu dan titik-titik data tersebut menyebar dibawah di pengamatan yang lain. Pada gambar Scatterplot terlihat titik-titik meneyebar secara acak, tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0, sehingga model regresi tidak terkena gejala heterokedasitas.

Coefficients a
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Correlations Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Zero-order Partial Part Tolerance VIF
(Constant) 16.019 3.100 5.167 .000
Komunikasi Internal .356 .146 .316 2.434 .018 .289 .302 .225 .507 1.971
Penghargaan .239 .090 .324 2.643 .010 .583 .325 .245 .570 1.753
Budaya Organisasi .453 .106 .635 4.258 .000 .625 .485 .394 .385 2.598
a. Dependent Variable: kinerja karyawanSumber : Output data SPSS,18.0
Table 6.Uji Multikolinearitas

Berdasarkan Table 6 dapat diperoleh nailai VIF untuk Komunikasi Internal sebesar 1,971 (<10), variabel Penghargaan sebesar 1,753 (<10) dan variabel Budaya Organisasi sebesar 2,598 (<10). Dari hasil tersebut maka dapat dinyatakan jika regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini bebas dari multikolinieritas. Yang berarti diantara variabel bebas (Komunikasi Internal, Penghargaan, Budaya Organisasi) tidak saling mempengaruhi.

Analisis Regrasi Linear Berganda

Coefficients a
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Correlations Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Zero-order Partial Part Tolerance VIF
(Constant) 16.019 3.100 5.167 .000
Komunikasi Internal .356 .146 .316 2.434 .018 .289 .302 .225 .507 1.971
Penghargaan .239 .090 .324 2.643 .010 .583 .325 .245 .570 1.753
Budaya Organisasi .453 .106 .635 4.258 .000 .625 .485 .394 .385 2.598
a. Dependent Variable: kinerja karyawan
Table 7.Coefficients aSumber : Output data SPSS,18.0

Berdasarkan hasil yang ada pada Table 7 dapat diketahui model regresinya dari keempat variabel sebagai berikut :Y = a+b1X1+b2X2+b3X3+e (Y = 16.019+ 0,356 X1 + 0,239 X2 + 0,453 X3 + e)

Pengujian Hipotesis

Uji Simultan (Uji t)

Pengaruh Komunikasi Internal terhadap Kinerja Karyawan

Dengan menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 5 % (α=0,05) dan degree of freedom sebesar k=3 dan df 2 = n – k – 1 (63 – 3 – 1 = 59) sehingga diperoleh ttabel sebesar 1,67109, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

Pengaruh Penghargaan terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan Tabel uji t diperoleh nilai thitung untuk variabel Komunikasi Internal sebesar 2,434 dengan nilai signifikan 0,018, dimana diketahui ttabel 1,67109. Sehingga dapat disimpulkan jika thitung lebih besar dari ttabel yaitu 2,434 > 1,67109 dengan nilai signifikan 0,018 < 0,05.

Pengaruh Penghargaan terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan Tabel uji t diperoleh nilai thitung untuk variabel Penghargaan sebesar 2,643 dengan nilai signifikan 0,010, dimana diketahui ttabel 1,67109. Sehingga dapat disimpulkan jika thitung lebih besar dari ttabel yaitu 2,643 > 1,67109 dengan nilai signifikan 0,010 < 0,05.

Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan Tabel uji t diperoleh nilai thitung untuk variabel Budaya Organisasi sebesar 4,258 dengan nilai signifikan 0,000, dimana diketahui ttabel 1,67109. Sehingga dapat disimpulkan jika thitung lebih besar dari ttabel yaitu 4,258 > 1,67109 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05.

ANOVA b
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 559.625 3 186.542 19.248 .000a
Residual 571.804 59 9.692
Total 1131.429 62
a. Predictors: (Constant), Budaya_Organisasi, Penghargaan, Komunikasi_Internal
b. Dependent Variable: totalY
Table 8.ANOVA b

Uji Parsial (Uji F)

Berdasarkan hasil dari Tabel yang ada diatas didapatkan nilai Fhitung sebesar 19.248 sedangkan untuk nilai Ftabel sebesar 2,76 Sehingga dapat dikatakan Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu 19.248 > 2,76 dan table yang ada diatas juga menunjukkan jika nilai sig = 0,000, yang berarti lebih kecil dari α = 0,05 (0,000 < 0,05). Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak Ha diterima, yang berarti variabel bebas yang meliputi Komunikasi Internal (X1), Penghargaan (X2), dan Budaya Organisasi (X3) mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel terikat yaitu Kinerja Karyawan (Y).

Model Summary b
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics Durbin-Watson
R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change
1 ,703a ,495 ,469 3.113 ,495 19.248 3 59 ,000 1.947
a. Predictors: (Constant), Budaya_organisasi, Penghargaan, Komunikasi_Internal
b. Dependent Variable: Kinerja karyawan
Table 9.Model Summary b

Uji Korelasi Berganda (Uji R)

Jangakauan nilai R adalah berkisar anatara 0 – 1. Semakin mendekati 1 berarti hubungan antara variabel bebas secara bersama – sama dan variabel terikat dapat dikatakan semakin kuat. Jika semakin mendekati 0 berarti hubungan antara variabel bebas secara bersama – sama dan variabel terikat dapat dikatakan semakin lemah atau tidak ada sama sekali. Bisa dilihat pada tabel uji R, nilai R sebesar 0,703 (70,3%) hal ini menunjukkan bahwa hubungan variabel independen (bebas) dan variabel dependen (terikat) kuat. kuat karena nilai dari uji R tersebut lebih dari 50%.

Uji Determinasi Berganda (R2)

Berdasarkan Tabel Table 9 dapat dijelaskan bahwa koefisien determinan yaitu ada pada penelitian ini adalah sebesar 0,495 atau sebesar 49,5% Komunikasi Internal (X1), Penghargaan (X2), dan Budaya Organisasi (X3) dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap Kinerja karyawan (Y). Dan sisa 50,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Hipotesis pertama : pengaruh komunikas internal secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Komunikasi Internal berpengaruh Secara Parsial Terhadap Kinerja Karyawan, variabel Komunikasi Internal nilai signifikan sebesar 0,018 yang berarti terdapat pengaruh secara parsial Komunikasi Internal terhadap Kinerja karyawan. Lebih lanjut Koefisien regresi variabel Komunikasi Internal (X1) sebesar 0,356. Koefisien bernilai positif artinya ada hubungan searah antara Komunikasi Internal dengan Kinerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel Komunikasi Internal mempunyai pengaruh yang positif terhadap variabel Kinerja karyawan Komunikasi Internal dapat mempengaruhi kinerja karyawan ketika komunikasi yang diberikan sesame karyawan baik maka semakin baik pula tingkat kinerja karyawan. Hubungan komunikasi dengan kinerja karyawan didukung oleh beberapa pertanyaan ahli, banyak ahli komunikasi yang memiliki kesamaan pandangan mengenai hubungan antara proses komunikasi dengan kinerja perkantoran. Mereka bersepakat bahwa komunikasi dan keberhasilan perkantoran berhubungan dengan signifikan. Memperbaiki komunikasi berarti memperbaiki kinerja karyawan. Suatu perkantoran dikontruksikan dan dipelihara dengan komunikasi. Artinya, ketika proses komunikasi antara komponen dapat diselenggarakan secara harmonis, maka perkantoran tersebut semakin kokoh dan kinerja karyawan akan meningkat. [8] bahwa komunikasi internal memelihara kinerja dengan memberikan penjelasan kepada para karyawan tentang apa yang harus dilakukan, seberapa baik dia mengerjakan dan apa yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja jika sedang berada dibawah standart atau tekanan. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya komunikasi internal yang baik dapat meningkatkan kinerja karyawan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan dan juga sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh [9] yang menyatakan bahwa komunikasi internal berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan.

Hipotesis kedua : pengaruh Penghargaan Secara Parsial Berpengaruh Signifikan Terhadap Kinerja Karyawan.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penghargaan berpengaruh Secara Parsial Terhadap Kinerja Karyawan, variabel Penghargaan nilai signifikan sebesar 0,010 yang berarti terdapat pengaruh secara parsial Penghargaan terhadap Kinerja karyawan. Lebih lanjut Koefisien regresi variabel Penghargaan (X2) sebesar 0,239. Koefisien bernilai positif artinya ada hubungan searah antara Penghargaan dengan Kinerja karyawan.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel Penghargaan mempunyai pengaruh yang positif terhadap variabel Kinerja karyawan karena jika perusahaan menyediakan penghargaan yang baik maka karyawan akan lebih betah tinggal lama di sebuah perusahaan. Penelitian ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh [10] yang menyatakan bahwa dalam kepegawaian, hadiah yang bersifat uang merupakan kompensasi yang diberikan kepada pegawai sebagai penghargaan dari pelayanan mereka. Seseorang akan termotivasi dengan kuat, apabila kepentingan individu mereka terpenuhi. Kepentingan individu tersebut akan terpenuhi salah satunya oleh penghargaan yang mereka terima sebagai imbalan dari kerja mereka. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh [11] yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan antara variabel Penghargaan dengan kinerja karyawan oleh karena itu, perusahaan sebaiknya memberikan penghargaan yang menarik bagi karyawan untuk meningkatkan kinerja karyawan.

Hipotesis ke tiga : pengaruh Budaya Organisasi Secara Parsial Berpengaruh Signifikan Terhadap Kinerja Karyawan.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Budaya Organisasi berpengaruh Secara Parsial Terhadap Kinerja Karyawan, variabel Budaya Organisasi nilai signifikan sebesar 0,000 yang berarti terdapat pengaruh secara parsial Budaya Organisasi terhadap Kinerjav karyawan. Lebih lanjut Koefisien regresi variabel Budaya Organisasi (X3) sebesar 0,453 . Koefisien bernilai positif artinya ada hubungan searah antara Budaya Organisasi dengan Kinerja karyawan. Budaya Organisasi dapat mempengaruhi kinerja karyawan ketika karyawan merasa nyaman atas pekerjaan yang diberikan dan hubungan yang baik dengan rekan kerjanya. Artinya semakin puas karyawan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan di PT. Wijaya Karya Beton Gempol Pasuruan maka semakin tinggi pula tingkat kinerja karyawannya. Adanya keterkaitan hubungan antara budaya organisasi dengan kinerja karyawan yang dapat dijelaskan dalam model diagnosis budaya organisasi Tiernay bahwa semakin baik kualitas faktor-faktor yang terdapat dalam budaya organisasi makin baik kinerja organisasi tersebut [12] Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh [13] mengatakan bahwa Budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. dapat ditarik kesimpulan bahwakondisi Budaya organisasi yang baik akan mendukung kinerja yang baik pula, sehingga karyawan memiliki semangat dalam bekerja dan pada akhirnya berdampak pada kenaikan tingkat kinerja karyawan.

Hipotesis ke empat : pengaruh Komunikasi Internal, Penghargaan dan Budaya Organisasi Secara Simultan Berpengaruh Signifikan Terhadap Kinerja Karyawan.

Hasil analisis data yang sudah diolah membuktikan bahwa komunikasi Internal, Penghargaan, dan Budaya Organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa setiap peningkatan nilai variabel komunikasi Internal, Penghargaan dan Budaya Organisasi secara bersama – sama, maka akan meningkatkan nilai Kinerja karyawan. Dengan pemberian komunikasi Internal yang baik, Penghargaan yang bsesuai serta Budaya Organisasi terpenuhi , maka Kinerja karyawan pada PT. Wijaya Karya Beton Gempol Pasuruan akan meningkat. Hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat pada penelitian ini sangat kuat dan searah antara variabel bebas yang meliputi Komunikasi Internal, Penghargaan, dan Budaya Organisasi dengan variabel terikat yaitu Kinerja karyawan. Yang berarti jika variabel bebas ditingkatkan, maka akan meningkat juga variabel terikat, dan juga sebaliknya. Komunikasi Internal, Penghargaan, dan Budaya Organisasi secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan, karena dengan adanya komunikasi internal yang semakin erat dapat memacu karyawan sehingga karyawan dapar bekerja dengan semangat serta memiliki keinginan terus bertahan di perusahaan. Maka PT Wijaya Karya Beton Gempol Pasuruan dapat mempererat komunikasi internal yang diingin kan oleh karyawan yang nantinya akan mempengaruhi faktor kinerja karyawan PT. Wijaya Karya Beton Gempol Pasuruan. Untuk mencapai tujuan organisasi memerlukan sumber daya manusia sebagai pengelola sistem agar dapat berjalan dengan baik dengan memperhatikan aspek lain seperti penghargaan. Penghargaan yang baik akan memperikan kesejahteraan lebih bagi karyawan karena dengan adanya kompensasi yang sesuai dapat memacu karyawan sehingga karyawan dapar bekerja dengan semangat serta memiliki keinginan terus bertahan di perusahaan. Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian yang sudah dilakukan oleh [14] yang membuktikan hasil peneletian secara simultan bahwa komunikasi internal, budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Hipotesis ke lima : pengaruh Budaya Organisasi berpengaruh paling signifikan terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Budaya Organisasi berpengaruh Secara Parsial Terhadap Kinerja Karyawan, variabel Budaya Organisasi nilai signifikan sebesar 0,000 yang berarti terdapat pengaruh secara parsial Budaya Organisasi terhadap Kinerjav karyawan. Lebih lanjut Koefisien regresi variabel Budaya Organisasi (X3) sebesar 0,453 . Koefisien bernilai positif artinya ada hubungan searah antara Budaya Organisasi dengan Kinerja karyawan. Budaya Organisasi dapat mempengaruhi kinerja karyawan ketika karyawan merasa nyaman atas pekerjaan yang diberikan dan hubungan yang baik dengan rekan kerjanya. Artinya semakin puas karyawan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan di PT. Wijaya Karya Beton Gempol Pasuruan maka semakin tinggi pula tingkat kinerja karyawannya. Adanya keterkaitan hubungan antara budaya organisasi dengan kinerja karyawan yang dapat dijelaskan dalam model diagnosis budaya organisasi Tiernay bahwa semakin baik kualitas faktor-faktor yang terdapat dalam budaya organisasi makin baik kinerja organisasi tersebut [15] Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh [16] mengatakan bahwa Budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. dapat ditarik kesimpulan bahwakondisi Budaya organisasi yang baik akan mendukung kinerja yang baik pula, sehingga karyawan memiliki semangat dalam bekerja dan pada akhirnya berdampak pada kenaikan tingkat kinerja karyawan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian analisis data dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Komunikasi Internal, Penghargaan, dan Budaya Organisasi berpengaruh secara parsial terhadap Kinerja karyawan PT. Wijaya Karya Beton Gempol Pasuruan. Sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima
  2. Komunikasi Internal, Penghargaan, dan Budaya Organisasi berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja karyawan PT. Wijaya Karya Beton Gempol Pasuruan, Sehingga hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima
  3. Diantara variabel Komunikasi Internal, Penghargaan, dan Budaya Organisasi. Budaya Organisasi yang paling berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT. Wijaya Karya Beton Gempol Pasuruan adalah Budaya Organisasi. Sehingga hipotesis ketiga dalam penelitian ini diterima.

References

  1. AA.Anwar Prabu Mangkunegara, 2014,Manajemen Sumber Daya ManusiaPerusahaan, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.
  2. Aw, Suranto. 2010. Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta. Graha Ilmu.
  3. Edison, Emron, Anwar, Yohny dan Komariyah, Imas. 2016.Manajemen Sumber Daya Manusia.cetakan ke-1.Bandung:Alfabeta.
  4. Effendy, Onong Uchyana. 2011. Ilmu Komunikasi: Teori dan Prakteknya, Bandung : Remaja Rosdakarya.
  5. Handoko, T. Hani. 2012. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE.
  6. Hasibuan, Malayu S.P., 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara, Jakarta.
  7. Henry Simamora,2010,Manajemen Sumber Daya Manusia, Gramedia,Jakarta.
  8. Luthans, Fred.2013.”Perilaku Organisasi” edisi10. Yogyakarta:Penerbit ANDI.
  9. Miftah Thoha.2012. Prilaku Organisasi Konsep Dasar dan Implikasinya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  10. Moorhead dan Griffin. 2013. Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.
  11. Pabundu Tika. 2010. Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja Perusahaan, Cetakan ke-3. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
  12. Robbins, Stephen P. dan Coulter, Mary. 2010. Manajemen Edisi Kesepuluh. Jakarta: penerbit Erlangga.
  13. Sedarmayanti, 2013, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bandung: Refika Aditama.
  14. Siagian.Sondang P. 2012.Manajemen Sumber Daya Manusia,Bumi Aksara. Jakarta.
  15. Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.
  16. Trenholm, Sarah and Arthur Jensen. 2010. Interpersonal Communication.Belmont, California : Wadswort Publishing Company Inc.
  17. Wibowo. 2013. Manajemen Kinerja. Jakarta: Rajawali Pers.