Thalia Aliyah Alare Asyah (1), Duwi Rahayu (2)
General Background Modern retail enterprises increasingly adopt integrated digital platforms to manage massive daily transactions and maintain operational consistency. Specific Background PT Indomarco Prismatama operates simultaneous digital application and physical point-of-sale channels, yet faces recurring inventory discrepancies between virtual records and physical stock. Knowledge Gap While prior literature evaluates retail inventory software independently, few studies examine the operational synchronization bottlenecks merging digital applications with conventional physical store databases. Aims This research examines the implementation and data integration of dual-channel commercial recording frameworks, identifying the systemic constraints causing stock variances. Results Qualitative descriptive analysis reveals that although physical point-of-sale systems operate efficiently in real-time, cross-channel synchronization experiences delays due to network disruptions, human error in return processing, absent automated control alerts, and complex multi-channel coordination during peak hours. Novelty This study maps the exact operational friction points where concurrent e-commerce and physical store transactions overlap, causing physical stock shortages. Implications Retailers must prioritize network infrastructure upgrades, implement automatic stock reservation mechanisms, tighten standard operating procedures, and deploy automated inventory alerts to ensure cross-channel data consistency.
Highlights:
• Simultaneous physical transaction frameworks frequently encounter data mismatches from network delays.
• Manual processing regarding damaged goods contributes heavily toward unrecorded stock shortages.
• Automatic item reservation mechanisms prevent dual purchasing during peak operational hours.
Keywords: Accounting Information System, Digital Transaction, Stock Discrepancy, Internal Control, Point Of Sale
Perkembangan kemajuan teknologi informasi pada saat ini mendorong perubahan besar dalam sistem operasional perusahaan, khususnya pada sektor ritel modern yang mengelola transaksi dalam jumlah besar setiap harinya. Dalam kondisi tersebut, sistem informasi akuntansi menjadi sarana utama bagi perusahaan untuk mengolah data transaksi menjadi suatu informasi keuangan yang dibutuhkan manajemen. Penerapan sistem informasi akuntansi yang terintegrasi mampu mendukung kelancaran proses bisnis dan meminimalkan kesalahan pencatatan transaksi [1]. Penggunaan sistem informasi akuntansi juga berkaitan erat dengan kualitas informasi yang dihasilkan, kinerja sistem informasi akuntansi menentukan tingkat keandalan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan [2]. Pada konteks pengendalian internal,menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi sangat berperan dalam menjaga konsistensi dan ketertiban proses operasional perusahaan [3], Penerapan sistem informasi akuntansi yang baik terbukti
mampu meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas informasi manajerial pada perusahaan ritel modern [4]. Transformasi digital pada perusahaan ritel juga ditandai dengan evolusi e-business yang mendorong integrasi konsistensi sistem berbasis teknologi dalam aktivitas operasional dan penjualan [5]. Konsistensi data yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi menjadi semakin krusial ketika perusahaan ritel menjalankan lebih dari satu jalur penjualan secara bersamaan.[6]
Kebutuhan akan konsistensi data tersebut semakin menantang ketika perusahaan ritel mengintegrasikan penjualan offline di toko fisik dengan penjualan online melalui aplikasi digital secara bersamaan. PT Indomarco Prismatama mengembangkan aplikasi Klik Indomaret sebagai sarana penjualan online untuk memberikan kemudahan akses produk bagi konsumen. Klik Indomaret dikembangkan sebagai inovasi digital untuk mendukung proses penjualan dan meningkatkan efisiensi transaksi berbasis aplikasi [7]. Dalam praktiknya, pemanfaatan aplikasi tersebut tidak terlepas dari tantangan pengelolaan sistem. Layanan aplikasi Klik Indomaret masih memerlukan pengelolaan teknologi informasi yang konsisten agar dapat berjalan optimal [8]. Pengalaman pengguna terhadap aplikasi juga menunjukkan adanya persoalan pada aspek keakuratan informasi produk [9]. Ulasan pengguna turut menggambarkan adanya ketidakpuasan terhadap keandalan sistem aplikasi ritel [10]. Ketidaksesuaian informasi antara sistem penjualan online dan kondisi toko fisik dapat memengaruhi keputusan pembelian [11]. Tingkat kepuasan dan keberlanjutan penggunaan aplikasi sangat dipengaruhi oleh kemudahan, kegunaan, dan kepercayaan pengguna [12]. Lemahnya pengendalian internal dalam sistem informasi akuntansi berpotensi menurunkan keandalan informasi persediaan dan laporan keuangan perusahaan ritel [13]. Pengendalian internal yang baik dalam sistem berbasis digital juga berpengaruh terhadap kepuasan dan kepercayaan pengguna sistem [14]. Temuan-temuan tersebut mengindikasikan bahwa integrasi penjualan online dan offline menuntut dukungan sistem informasi akuntansi yang mampu menjaga konsistensi data secara berkelanjutan.
Dampak dari belum optimalnya integrasi sistem penjualan online dan offline tersebut tercermin dari fenomena selisih data persediaan yang masih sering terjadi di lapangan,khususnya terkait pengelolaan persediaan barang. Salah satu permasalahan yang sering ditemui adalah terjadinya selisih antara data stok yang tercantum pada aplikasi Klik Indomaret dengan kondisi stok fisik di toko. Meskipun sistem pembelian Indomaret telah terkomputerisasi dan terpusat, tantangan operasional tetap ditemukan di tingkat toko [15]. Dalam praktiknya, aplikasi menunjukkan barang tersedia, namun pada saat konsumen datang ke toko, barang tersebut telah habis. Kesalahan ini dapat berdampak pada efisiensi dan kinerja perusahaan secara keseluruhan [16]. Keterlambatan pembaharuan data persediaan menjadi salah satu kendala utama dalam aplikasi Klik Indomaret [8]. Perbedaan sistem pencatatan penjualan online dan offline dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen [17]. Selain itu, lemahnya pengendalian manajemen persediaan berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian data stok pada perusahaan ritel berskala besar [18]. Evaluasi sistem informasi akuntansi pada Indomaret menunjukkan bahwa masih terdapat kelemahan dalam pemisahan pencatatan pendapatan online dan offline [19]. Fenomena selisih stok tersebut menunjukkan bahwa permasalahan persediaan tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga berhubungan dengan efektivitas sistem informasi akuntansi yang digunakan.
Fenomena selisih stok yang terjadi antara data pada aplikasi Klik Indomaret dengan kondisi fisik di toko menunjukkan adanya indikasi bahwa penerapan sistem informasi akuntansi (SIA) penjualan belum sepenuhnya berjalan optimal. Secara konseptual, sistem informasi akuntansi berfungsi untuk menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu, dan terintegrasi, termasuk dalam pengelolaan data persediaan. Apabila masih terjadi perbedaan antara data sistem dan kondisi riil, maka hal tersebut mengindikasikan adanya celah pada proses integrasi data, prosedur operasional, maupun pengendalian internal dalam sistem. Oleh karena itu, fenomena selisih stok menjadi relevan untuk dikaji lebih lanjut dalam perspektif penerapan sistem informasi akuntansi penjualan online dan offline pada PT Indomarco Prismatama.
Beberapa penelitian terdahulu telah mengkaji penerapan sistem informasi akuntansi persediaan dan penjualan pada PT Indomarco Prismatama dari berbagai cabang. Sistem akuntansi persediaan pada Indomaret Cabang Bengkulu telah berjalan secara terkomputerisasi dan menggunakan metode perpetual, namun tetap memerlukan pengawasan yang konsisten agar terhindar dari kesalahan pencatatan [20]. Pada beberapa toko Indomaret masih ditemukan praktik pencatatan yang belum sepenuhnya optimal [21]. Dan dapat diidentifikasi adanya research gap yang menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada evaluasi sistem informasi akuntansi persediaan, pengendalian internal, atau kinerja sistem secara parsial pada satu jalur penjualan saja, baik online maupun offline. Namun, masih terbatas penelitian yang secara mendalam mengkaji keterkaitan antara penerapan sistem informasi akuntansi penjualan online dan offline dengan fenomena selisih data persediaan yang terjadi di tingkat toko. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini berfokus untuk mengisi celah tersebut dengan menganalisis integrasi sistem, alur pencatatan, serta kendala operasional yang memengaruhi konsistensi data persediaan antara aplikasi Klik Indomaret dan kondisi stok fisik di toko.Penerapan sistem informasi akuntansi penjualan berbasis web masih menghadapi risiko ketidakakuratan akibat lemahnya pemisahan fungsi [10].Temuan tersebut menunjukkan bahwa meskipun sistem telah terkomputerisasi, potensi permasalahan pencatatan dan pengendalian tetap dapat terjadi di tingkat operasional.
Selain faktor teknis sistem, kinerja sistem informasi akuntansi juga dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia dan dukungan manajemen. Kinerja sistem informasi akuntansi dipengaruhi oleh partisipasi pengguna dan dukungan manajemen puncak dalam pengembangan sistem[2]. Penggunaan software akuntansi sederhana masih berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan akibat human error [22]. Kualitas sistem informasi akuntansi yang baik akan meningkatkan kepuasan pengguna dan efektivitas operasional perusahaan [6].
Penelitian ini memiliki kebaharuan dengan menempatkan sistem informasi akuntansi penjualan online (Klik Indomaret) dan offline sebagai satu kesatuan proses bisnis yang saling terhubung, bukan sebagai sistem yang berdiri sendiri. Kebaharuan penelitian ini terletak pada fokus analisis integrasi data penjualan dan persediaan antara jalur online berbasis aplikasi dan jalur offline di toko fisik pada tingkat operasional cabang. Sebagian besar penelitian sebelumnya masih meninjau sistem informasi akuntansi penjualan atau persediaan secara terpisah, baik pada penjualan konvensional maupun berbasis digital, sehingga belum secara spesifik menggambarkan dinamika sinkronisasi data online dan offline dalam satu perusahaan ritel yang sama. Pemanfaatan sistem informasi akuntansi berbasis digital memerlukan kesiapan pengguna agar sistem dapat berjalan optimal [23]. Selain itu, juga menjadi faktor penting terkait kompetensi karyawan dalam menjaga keakuratan pencatatan transaksi [24]. Dengan demikian, keberhasilan penerapan sistem informasi akuntansi tidak hanya ditentukan pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada proses, prosedur, dan pengelolaan sumber daya manusia.
Berdasarkan uraian tersebut, menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara konsep sistem informasi akuntansi penjualan yang terintegrasi secara teoritis dengan praktik penerapannya di lapangan, khususnya pada integrasi penjualan online (Klik Indomaret) dan offline di tingkat toko. Penelitian ini menjadi penting karena secara spesifik mengkaji penerapan sistem informasi akuntansi penjualan online dan offline serta mengaitkannya dengan fenomena selisih stok barang yang masih sering terjadi. Sistem informasi akuntansi merupakan elemen strategis dalam mendukung tujuan perusahaan sekaligus sebagai sumber keunggulan kompetitif [25]. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi praktis bagi PT Indomarco Prismatama dalam meningkatkan akurasi data persediaan serta efektivitas pengendalian internal. [20]. Serta memperkaya kajian akademik mengenai sistem informasi akuntansi pada sektor ritel modern. Maka tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis penerapan sistem informasi akuntansi penjualan online (Klik Indomaret) dan offline pada PT Indomarco Prismatama Cabang Surabaya. (2) Menganalisis integrasi data penjualan dan persediaan antara sistem online dan sistem offline. (3) Mengidentifikasi kendala sistem yang menyebabkan terjadinya selisih data persediaan antara aplikasi Klik Indomaret dan kondisi stok fisik di toko. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi PT Indomarco Prismatama dalam meningkatkan akurasi data persediaan, memperbaiki integrasi sistem penjualan online dan offline, serta memperkuat pengendalian internal guna meminimalkan terjadinya selisih stok Dan dapat memperkaya referensi akademik di bidang sistem informasi akuntansi, khususnya pada konteks ritel modern, serta menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji integrasi sistem penjualan online dan offline.
Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini digunakan karena bisa memberikan gambaran mendalam mengenai kondisi nyata penerapan sistem informasi akuntansi penjualan online dan offline pada perusahaan ritel. Penelitian kualitatif sangat tepat digunakan untuk mengkaji proses dan fenomena operasional yang terjadi dalam sistem informasi akuntansi [1]. Hal ini sejalan dengan metode deskriptif kualitatif yang mampu memberikan pemahaman komprehensif terhadap penerapan sistem akuntansi dalam aktivitas bisnis [26]. Bahwa pendekatan kualitatif efektif untuk mengidentifikasi kendala dan celah penerapan sistem informasi akuntansi di lapangan [3].
Fokus penelitian ini dilakukan pada PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Surabaya. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada pertimbangan bahwa cabang tersebut telah menerapkan sistem penjualan online melalui aplikasi Klik Indomaret serta penjualan offline melalui toko fisik. Secara operasional, penelitian lapangan difokuskan pada salah satu unit toko yaitu Indomaret Sarirogo 2 dengan kode toko (T2AW). Pemilihan toko ini didasarkan pada pertimbangan bahwa toko telah menjalankan aktivitas penjualan online melalui Klik Indomaret dan penjualan offline secara aktif, sehingga dinilai representatif untuk mengkaji integrasi sistem penjualan dan pengelolaan persediaan di tingkat toko. Indomaret merupakan objek penelitian yang relevan untuk mengkaji integrasi sistem penjualan digital dan konvensional [8]. Perusahaan ritel dengan dua sistem penjualan menjadi objek ideal untuk penelitian sistem informasi akuntansi [17].
Pada penelitian ini digunakan data primer dan data sekunder. Data primer tersebut diperoleh melalui wawancara secara langsung kepada pihak terkait dalam proses penjualan dan pengelolaan persediaan barang. Data primer melalui wawancara sangat penting untuk menggali pemahaman mendalam terkait penerapan sistem informasi akuntansi [27]. Data primer sangat penting untuk menggali informasi faktual terkait permasalahan operasional perusahaan [18]. Dan untuk data sekunder diperoleh dari dokumen perusahaan, laporan internal, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Penggunaan dua jenis data ini digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan akurat.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi [28]. Observasi digunakan untuk mengamati secara langsung proses penjualan online dan offline serta pengelolaan persediaan barang di toko. Observasi lapangan penting untuk meminimalkan bias data dalam penelitian kualitatif [22]. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur untuk memperoleh informasi mendalam dari informan [2]. Dokumentasi diperlukan untuk melengkapi data hasil observasi dan wawancara[1]. Cara ini digunakan untuk menentukan flowchart dari toko indomaret. Pengumpulan data ini juga bertujuan untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan tujuan penelitian dan dilakukan melalui beberapa metode, salah satunya adalah menggunakan metode sebagai berikut:
a. Pengamatan atau Metode Observasi
Observasi ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung dan sistematis di tempat penelitian untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai objek yang diteliti, adapun gambaran yang diperoleh :
1. Aktivitas penjualan offline ditoko fisik
2. Aktivitas penjualan online melaui (klik indomaret)
3. Alur pencatatan transaksi penjualan
4. Proses pembaruan data persediaan (stok barang)
5. Integrasi data antara sistem online dan sistem offline
Dalam penelitian ini, observasi juga dilakukan menggunakan pendekatan observasi partisipatif, yaitu peneliti terlibat secara langsung dalam lingkungan operasional toko untuk memahami alur proses penjualan dan pengelolaan persediaan secara lebih mendalam. Melalui observasi partisipatif, peneliti dapat memperoleh gambaran nyata mengenai praktik penerapan sistem informasi akuntansi serta potensi kendala yang terjadi di lapangan.
b. Wawancara
Adalah teknik pengumpulan data yang diperlukan untuk mengumpulkan informasi, Wawancara dilakukan kepada bagian-bagian yang terlibat langsung dalam proses penjualan, pencatatan transaksi, dan pengelolaan persediaan, seperti :
Tabel 1. Data Wawancara
Penambahan informan dari unsur operasional toko dilakukan untuk memperoleh perspektif yang lebih komprehensif terkait implementasi sistem di tingkat pelaksana.
Data yang diperoleh melalui wawancara meliputi :
1. Gambaran umum sistem penjualan online dan offline
2. Alur pencatatan transaksi
3. Mekanisme integrasi data
4. Kendala operasional sistem
5. Permasalahan selisih data persediaan
c. Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan dan meneliti beberapa dokumen yang relevan,Dokumentasi berfungsi sebagai data pendukung (supporting data) untuk memperkuat hasil observasi dan wawancara, serta sebagai alat verifikasi kebenaran informasi yang diperoleh di lapangan.
d. Studi Pustaka
Studi pustaka ini dilakukan dengan mempelajari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik sistem informasi akuntansi, penjualan online dan offline, serta pengelolaan persediaan. Studi pustaka ini digunakan sebagai dasar teoritis dalam menganalisis hasil penelitian dan membandingkan temuan penelitian dengan penelitian sebelumnya.
Keabsahan data pada penelitian ini dilakukan untuk memastikan bahwa informasi yang diperoleh peneliti benar-benar menunjukkan kondisi yang terjadi di lapangan serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Maka dari itu, penelitian ini menggunakan triangulasi sebagai teknik utama dalam pengujian keabsahan data. Triangulasi sumber efektif untuk meningkatkan kredibilitas data penelitian kualitatif [29].
Triangulasi metode dilakukan dengan membandingkan data yang telah didapatkan dari hasil wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Informasi yang diperoleh melalui wawancara dengan informan mengenai penerapan sistem informasi akuntansi penjualan dan pengelolaan persediaan dibandingkan dengan hasil pengamatan langsung terhadap proses operasional di toko, serta ditelusuri kembali melalui dokumen pendukung seperti laporan penjualan dan data persediaan. Langkah ini bertujuan untuk melihat konsistensi informasi antar teknik pengumpulan data [18].
Selain itu, penelitian ini juga menerapkan triangulasi sumber yang dilakukan dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari beberapa informan yang memiliki peran berbeda dalam operasional toko. Data yang disampaikan oleh kepala toko dibandingkan dengan keterangan dari kasir dan petugas persediaan untuk memastikan kesesuaian informasi terkait pencatatan penjualan dan kondisi stok barang. Pendekatan ini digunakan untuk mengurangi subjektivitas informan serta meningkatkan tingkat kepercayaan data penelitian.
Dengan menerapkan triangulasi metode dan sumber tersebut, data yang dihasilkan diharapkan memiliki tingkat validitas yang tinggi dan mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai penerapan sistem informasi akuntansi penjualan online dan offline[30].
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan dan memahami fenomena penelitian secara komprehensif berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Berikut merupakan proses analisis yang dilakukan secara berkesinambungan sejak pengumpulan data hingga penarikan kesimpulan akhir:
1. Analisis :
Dilakukan dengan menghimpun dan mengelompokkan data, yaitu seluruh data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi dikumpulkan kemudian diklasifikasikan sesuai dengan fokus penelitian. Data dikelompokkan berdasarkan tema, seperti proses pencatatan penjualan online dan offline, integrasi data persediaan, serta kendala yang menyebabkan terjadinya selisih stok. Tahapan ini bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam memahami pola data yang muncul.
2. Penyederhanaan dan penyajian data :
Yaitu menyeleksi data yang relevan dengan tujuan penelitian dan mengesampingkan informasi yang tidak berkaitan langsung. Data yang telah diseleksi kemudian disajikan dalam bentuk narasi deskriptif yang sistematis untuk menggambarkan alur proses penjualan dan pengelolaan persediaan secara jelas. Penyajian data ini bertujuan agar hubungan antar temuan dapat dipahami dengan lebih mudah.
3. Penggunaan alur flowchart :
Flowchart adalah diagram visual yang digunakan untuk merepresentasikan alur kerja atau proses secara terstruktur. Dalam pemrograman dan sistem, flowchart berperan sebagai alat bantu dalam merencanakan, menganalisis, dan memahami tahapan penyelesaian suatu permasalahan.
4. Penarikan kesimpulan :
Yaitu merumuskan hasil penelitian berdasarkan pola dan hubungan yang ditemukan dari data yang telah dianalisis. Kesimpulan disusun dengan mengaitkan temuan lapangan dengan fokus penelitian untuk menjelaskan bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi penjualan online dan offline dilakukan serta faktor-faktor ypang menyebabkan terjadinya selisih data persediaan. Tahap ini juga digunakan untuk merumuskan implikasi dan rekomendasi perbaikan sistem.
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penjulan Online (Aplikas Klik Indomaret) dan Offline Langsung Datang ditoko Fisik
A. Alur Penjualan offline langsung datang ditoko fisik
B. Alur Penjualan online (aplikasi klik indomaret)
Penjualan offline di Indomaret Sarirogo 2 dilakukan melalui sistem Point of Sale (POS) yang terpasang di setiap kasir toko. Sistem ini secara otomatis merekam setiap transaksi penjualan, memperbarui data persediaan barang, dan menghasilkan laporan penjualan harian yang dikirimkan ke server pusat PT Indomarco Prismatama. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Kepala Toko (Bunga) dan Store Crew Girl (Adinda), diketahui bahwa alur proses penjualan offline dimulai ketika konsumen membawa barang ke kasir. Kasir kemudian memindai barcode setiap produk menggunakan scanner yang terhubung dengan sistem POS. Data harga, nama produk, dan jumlah barang secara otomatis terbaca oleh sistem. Setelah pembayaran selesai dilakukan, baik secara tunai maupun non-tunai, sistem secara langsung mengurangi jumlah stok barang dalam database persediaan sesuai dengan kuantitas yang terjual.
Gambar 1. Tampilan menu transaksi penjualan (POS)
Pencatatan transaksi penjualan offline dilakukan secara real-time dan tersinkronisasi dengan sistem pusat. Setiap akhir shift, kasir melakukan closing untuk merekonsiliasi total transaksi yang tercatat dalam sistem dengan uang tunai yang ada di laci kasir. Laporan penjualan harian kemudian diterima oleh Kepala Toko untuk diverifikasi sebelum dikirimkan ke kantor cabang. Seluruh proses pencatatan tersebut menggunakan sistem yang terkomputerisasi dan terpusat, sehingga data penjualan dari setiap toko dapat dipantau secara langsung oleh manajemen cabang maupun kantor pusat. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa sistem akuntansi pada Indomaret telah berjalan secara terkomputerisasi menggunakan metode perpetual dalam pencatatan persediaan [20].
Penjualan online melalui aplikasi Klik Indomaret merupakan jalur penjualan berbasis digital yang memungkinkan konsumen untuk memesan produk dari toko terdekat secara daring dan menerima pengiriman ke lokasi yang diinginkan. Berdasarkan wawancara dengan Supervisor Klik Indomaret (Tabitha Agatha) dan Kepala Koordinator Delivery Man (Farid), diketahui bahwa alur proses penjualan online dimulai dari pemesanan yang dilakukan konsumen melalui aplikasi Klik Indomaret di perangkat smartphone. Pesanan tersebut kemudian masuk ke sistem manajemen pesanan (Delivery Man System/DMS) yang terhubung langsung dengan database persediaan toko terdekat. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara dengan Supervisor Klik Indomaret yang menyatakan bahwa “konsumen memesan lewat aplikasi, pesanan masuk ke DMS, sistem otomatis cek stok di database toko terdekat, dan seluruh proses tercatat otomatis di sistem dari awal sampai konfirmasi penerimaan.” (Wawancara dengan Tabita Agatha, 9 April 2026, menit 00:23–00:45)
Setelah pesanan diterima oleh sistem, notifikasi akan muncul pada perangkat toko. Store Crew kemudian bertugas menyiapkan (picking) barang yang dipesan sesuai dengan daftar pesanan yang tertera di sistem. Barang yang telah disiapkan kemudian diserahkan kepada Delivery Man yang bertugas mengantarkan pesanan ke alamat konsumen. Pembayaran pada transaksi online umumnya dilakukan secara non-tunai melalui dompet digital atau transfer bank yang terintegrasi dalam aplikasi. Setelah proses pengiriman selesai dan dikonfirmasi, sistem secara otomatis mencatat transaksi tersebut sebagai penjualan online dan mengurangi stok barang dalam database. Penerapan aplikasi Klik Indomaret sebagai platform penjualan online ini sejalan dengan strategi pengembangan e-business PT Indomarco Prismatama dalam rangka meningkatkan efisiensi transaksi berbasis aplikasi [7].
Gambar 2. Tampilan menu Delivery Man System (DMS)
C. Integrasi Data Penjualan dan Persediaan antara Sistem Online dan Offline
Secara konseptual, integrasi antara sistem penjualan online (Klik Indomaret) dan offline di Indomaret Sarirogo 2 dirancang untuk berjalan pada satu database persediaan terpusat yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama. Kedua jalur penjualan tersebut mengacu pada data stok yang sama, sehingga setiap transaksi yang terjadi - baik melalui kasir offline maupun melalui aplikasi online - seharusnya langsung memperbarui jumlah stok dalam sistem secara bersamaan. Mekanisme sinkronisasi ini dirancang agar informasi ketersediaan produk yang ditampilkan pada aplikasi Klik Indomaret selalu mencerminkan kondisi stok fisik yang sesungguhnya ada di toko.
Namun berdasarkan hasil observasi dan wawancara di lapangan, ditemukan bahwa integrasi data antara kedua sistem tersebut belum sepenuhnya berjalan optimal. Terdapat jeda waktu (time lag) dalam proses sinkronisasi data stok antara transaksi offline yang dicatat melalui POS dengan pembaruan data yang ditampilkan pada aplikasi Klik Indomaret. Hal ini menyebabkan kondisi di mana aplikasi masih menampilkan produk tertentu sebagai "tersedia", padahal stok fisik di toko sudah habis terjual melalui kasir offline. Kondisi tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Toko yang menyatakan bahwa :
“selisih antara data stok di sistem online dengan kondisi fisik barang di rak sering kali baru diketahui pada saat proses picking pesanan online berlangsung.” (Wawancara dengan Bunga Putri, 10 April 2026, menit 00:53–01:07) Dari sisi pencatatan pendapatan, terdapat pemisahan antara pencatatan penjualan online dan offline dalam laporan keuangan toko. Pendapatan dari penjualan offline dicatat langsung melalui sistem POS, sedangkan pendapatan dari penjualan online melalui Klik Indomaret dicatat secara terpisah dan baru direkonsiliasi pada periode pelaporan tertentu. Pemisahan pencatatan ini berpotensi menimbulkan selisih sementara antara data penjualan agregat yang tersedia di tingkat toko dengan laporan yang dihasilkan oleh sistem pusat. Temuan ini konsisten dengan hasil evaluasi sistem informasi akuntansi siklus pendapatan pada PT Indomarco Prismatama yang mengindikasikan adanya kelemahan dalam pemisahan pencatatan pendapatan online dan offline [19].
Gambar 3. Tampilan menu transaksi penjualan IRIS Klik Indomaret
D. Kendala Sistem yang Menyebabkan Selisih Data Persediaan
Berdasarkan hasil penelitian lapangan, teridentifikasi sejumlah kendala sistemik yang menjadi penyebab utama terjadinya selisih data persediaan antara aplikasi Klik Indomaret dan kondisi stok fisik di toko. Kendala-kendala tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.
Pertama, keterlambatan pembaruan data stok (delay sinkronisasi). Proses sinkronisasi data persediaan antara sistem POS offline dan database aplikasi Klik Indomaret tidak selalu berjalan secara real-time. Pada kondisi tertentu, seperti saat koneksi jaringan toko mengalami gangguan atau pada periode transaksi padat, terdapat jeda waktu antara terjadinya transaksi offline dengan pembaruan data yang tampil pada aplikasi. Akibatnya, aplikasi menampilkan stok yang sebenarnya sudah tidak tersedia, sehingga konsumen dapat memesan produk yang tidak lagi ada secara fisik di toko. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang mengidentifikasi keterlambatan pembaruan data persediaan sebagai kendala utama dalam aplikasi Klik Indomaret [8].
Kedua, kesalahan pencatatan akibat faktor sumber daya manusia (human eror). Retur yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengembalian barang yang mengalami kerusakan, Yang terjadi selama proses pengiriman barang dan kerusakan ditemukan di toko. Dalam kondisi tersebut, tim toko seharusnya segera melakukan input retur ke dalam sistem persediaan. Namun, berdasarkan temuan di lapangan, masih terdapat keterlambatan dalam proses tersebut. Beberapa barang yang mengalami kerusakan seperti kemasan bocor, rusak akibat digigit tikus, maupun kondisi tidak layak jual lainnya tidak segera diretur ke dalam sistem. Selain itu, ditemukan pula adanya kasus kehilangan barang yang diduga akibat pencurian yang tidak segera terdeteksi dan dicatat dalam sistem. Keterlambatan dalam proses retur serta tidak tercatatnya barang yang hilang tersebut menyebabkan ketidaksesuaian antara data stok dalam sistem dengan kondisi fisik barang di toko.Risiko human error dalam pencatatan yang demikian telah diidentifikasi sebagai salah satu kelemahan yang berpotensi terjadi meskipun sistem telah terkomputerisasi [22].
Ketiga, keterbatasan fitur pengendalian internal dalam sistem. Sistem yang berjalan saat ini belum memiliki mekanisme peringatan otomatis (automated alert) yang secara proaktif memberi tahu manajemen toko apabila terdapat perbedaan signifikan antara stok yang tercatat dalam sistem dengan hasil penghitungan fisik. Pengecekan stok fisik masih dilakukan secara berkala melalui proses stock opname manual, yang pelaksanaannya tidak selalu dapat mengikuti kecepatan arus keluar masuk barang yang terjadi akibat transaksi online dan offline yang berlangsung bersamaan. Lemahnya mekanisme pengendalian internal semacam ini berpotensi memperlambat deteksi dini terhadap selisih stok yang terjadi [13].
Keempat, kompleksitas koordinasi antara jalur penjualan online dan offline. Pada jam-jam sibuk (peak hours), Store Crew harus melayani antrian konsumen offline di kasir sekaligus menyiapkan pesanan online secara bersamaan. Kondisi ini kerap menyebabkan proses picking pesanan online menjadi tidak optimal, di mana terkadang terdapat produk yang secara fisik sudah disisihkan untuk pesanan online namun belum terkunci (reserved) dalam sistem, sehingga produk yang sama dapat terjual kembali melalui kasir offline. Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara yang menyatakan bahwa “input retur sering tertunda karena crew harus memprioritaskan pelayanan kasir saat toko sedang ramai.” (Wawancara dengan Adinda rahma, 10 April 2026, menit 01:15–01:25)
Kompleksitas koordinasi operasional yang demikian berkontribusi pada terjadinya selisih stok yang tidak tercatat dalam sistem secara akurat [17].
E. Alur Proses Sistem Penjualan Online dan Offline
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara lapangan, dapat digambarkan alur proses penjualan offline sebagai berikut: (1) Konsumen memilih produk di toko fisik; (2) Kasir memindai barcode produk melalui sistem POS; (3) Sistem POS membaca data produk dan harga dari database pusat; (4) Konsumen melakukan pembayaran (tunai/non-tunai); (5) Sistem POS mencatat transaksi penjualan dan secara otomatis mengurangi jumlah stok dalam database; (6) Struk transaksi dicetak dan diserahkan kepada konsumen; (7) Data transaksi terkirim ke server pusat untuk pelaporan keuangan.
Adapun alur proses penjualan online melalui Klik Indomaret adalah sebagai berikut: (1) Konsumen membuka aplikasi Klik Indomaret dan memilih produk; (2) Sistem DMS menerima pesanan dan mengecek ketersediaan stok pada database toko terdekat; (3) Notifikasi pesanan masuk diterima oleh Store Crew di toko; (4) Store Crew melakukan picking (pengambilan barang) sesuai daftar pesanan; (5) Barang diserahkan kepada Delivery Man; (6) Delivery Man mengantarkan pesanan ke alamat konsumen; (7) Konsumen mengkonfirmasi penerimaan pesanan di aplikasi; (8) Sistem mencatat transaksi sebagai selesai dan memperbarui data stok; (9) Data penjualan online terkirim ke server pusat untuk pelaporan keuangan terpisah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi penjualan online dan offline pada PT Indomarco Prismatama Cabang Surabaya secara umum telah berjalan dengan baik dari sisi struktur dan prosedur dasar. Sistem POS yang digunakan untuk penjualan offline telah mampu melakukan pencatatan transaksi secara otomatis dan real-time, yang mendukung akurasi laporan keuangan dan kemudahan monitoring oleh manajemen. Hal ini sesuai dengan pandangan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi yang terintegrasi mampu mendukung kelancaran proses bisnis dan meminimalkan kesalahan pencatatan transaksi [1]. Demikian pula, aplikasi Klik Indomaret sebagai platform penjualan online telah berhasil memperluas jangkauan penjualan dan memberikan kemudahan akses produk bagi konsumen [7].
Namun demikian, penelitian ini mengidentifikasi bahwa integrasi data antara sistem online dan offline belum sepenuhnya optimal. Fenomena selisih stok yang ditemukan di lapangan merupakan manifestasi nyata dari kelemahan dalam mekanisme sinkronisasi data dua jalur penjualan tersebut. Selisih stok yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh faktor teknis, melainkan juga melibatkan faktor prosedural dan sumber daya manusia. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa keberhasilan penerapan sistem informasi akuntansi tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh proses, prosedur, dan pengelolaan sumber daya manusia yang terlibat dalam operasionalnya [2].
Apabila dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya, penelitian ini memiliki keselarasan temuan dengan studi yang menyatakan bahwa sistem akuntansi pada Indomaret meskipun telah terkomputerisasi, tetap memerlukan pengawasan yang konsisten agar terhindar dari kesalahan pencatatan [20]. Penelitian ini memperluas perspektif tersebut dengan menunjukkan bahwa tantangan pengawasan tersebut semakin kompleks ketika terdapat dua jalur penjualan yang harus disinkronisasikan secara bersamaan. Selain itu, penelitian ini juga mempertegas temuan yang mengindikasikan adanya ketidakpuasan pengguna terhadap keandalan sistem aplikasi Klik Indomaret[10], di mana ketidakandalan tersebut dapat ditelusuri akarnya pada permasalahan integrasi data yang ditemukan dalam penelitian ini.
Guna mengatasi kendala yang ditemukan, beberapa rekomendasi perbaikan dapat dikemukakan. Dari sisi teknis, diperlukan peningkatan kapasitas dan keandalan infrastruktur jaringan di toko agar proses sinkronisasi data dapat berjalan lebih cepat dan konsisten. Penerapan mekanisme stock reservation otomatis pada sistem DMS juga perlu dipertimbangkan, sehingga setiap produk yang dipesan melalui aplikasi langsung terkunci (reserved) dari stok yang tersedia. Dari sisi prosedural, perlu disusun standar operasional prosedur (SOP) yang lebih ketat mengenai penanganan retur barang, penghapusan produk rusak dari sistem, dan frekuensi pengecekan stok fisik. Dari sisi pengendalian internal, implementasi fitur automated alert yang dapat memberikan peringatan dini kepada manajemen toko akan sangat membantu dalam meminimalkan akumulasi selisih stok.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
Pertama, penerapan sistem informasi akuntansi penjualan offline pada PT Indomarco Prismatama Cabang Surabaya telah berjalan dengan baik melalui sistem POS yang terkomputerisasi dan terpusat. Sistem ini mampu mencatat setiap transaksi penjualan secara otomatis, memperbarui data persediaan secara langsung, dan menghasilkan laporan penjualan yang dapat dipantau oleh manajemen. Demikian pula, penerapan sistem informasi akuntansi penjualan online melalui aplikasi Klik Indomaret telah berhasil memperluas jalur penjualan perusahaan dan memberikan kemudahan akses produk bagi konsumen, dengan alur transaksi yang didukung oleh sistem DMS yang terhubung dengan database toko.
Kedua, integrasi data penjualan dan persediaan antara sistem online dan offline pada PT Indomarco Prismatama Cabang Surabaya belum berjalan secara optimal. Meskipun kedua jalur penjualan tersebut dirancang untuk mengacu pada satu database persediaan terpusat, kenyataan di lapangan menunjukkan masih terdapat jeda waktu dalam proses sinkronisasi data stok, serta pemisahan dalam pencatatan pendapatan antara penjualan online dan offline yang berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian data pada periode tertentu.
Ketiga, terdapat empat kendala utama yang menyebabkan terjadinya selisih data persediaan antara aplikasi Klik Indomaret dan kondisi stok fisik di toko, yaitu: (1) keterlambatan sinkronisasi data stok akibat gangguan jaringan dan beban sistem pada periode transaksi padat; (2) kesalahan pencatatan yang disebabkan oleh human error dalam penanganan retur barang dan penghapusan produk tidak layak jual; (3) keterbatasan fitur pengendalian internal dalam sistem yang belum memiliki mekanisme peringatan otomatis untuk deteksi dini selisih stok; dan (4) kompleksitas koordinasi operasional antara jalur online dan offline pada jam-jam sibuk yang memungkinkan terjadinya penjualan ganda atas produk yang sama.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan kepada PT Indomarco Prismatama untuk: (1) meningkatkan keandalan infrastruktur jaringan di setiap unit toko guna memperlancar sinkronisasi data real-time; (2) mengimplementasikan mekanisme stock reservation otomatis pada sistem DMS untuk mencegah penjualan ganda;
(3) memperkuat prosedur operasional standar (SOP) terkait penanganan retur, penghapusan produk, dan frekuensi stock opname; serta (4) mengembangkan fitur automated alert dalam sistem untuk membantu deteksi dini selisih persediaan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji dampak implementasi rekomendasi tersebut terhadap akurasi data persediaan dan kepuasan pengguna aplikasi Klik Indomaret secara kuantitatif.
Penelitian ini telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan metode penelitian yang ditetapkan, namun masih terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diakui sebagai berikut:
1. Penelitian ini hanya dilakukan pada satu unit toko PT Indomarco Prismatama Cabang Surabaya sehingga temuan yang dihasilkan belum dapat digeneralisasikan ke seluruh cabang PT Indomarco Prismatama maupun perusahaan ritel modern lainnya di Indonesia.
2. Penelitian ini hanya berfokus pada sistem informasi akuntansi penjualan online dan offline, sehingga aspek sistem informasi akuntansi lainnya seperti sistem pembelian, penggajian, dan pengelolaan aset tidak tercakup dalam lingkup penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya maupun bagi pihak perusahaan, yaitu sebagai berikut:
1. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan studi komparatif pada beberapa cabang PT Indomarco Prismatama di berbagai kota agar temuan yang dihasilkan lebih representatif dan dapat digeneralisasikan secara lebih luas.
2. Penelitian selanjutnya diharapkan memperluas cakupan penelitian dengan menganalisis dampak penerapan sistem informasi akuntansi penjualan terhadap kinerja keuangan perusahaan secara lebih komprehensif dan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk memperkuat validitas temuan.
3. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dan bahan perbandingan bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji sistem informasi akuntansi di perusahaan ritel modern.
Penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo atas dukungan dan fasilitas yang diberikan selama proses studi, serta kepada Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Program Studi Akuntansi atas arahan dan bimbingan akademis yang telah diberikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak manajemen dan seluruh karyawan PT Indomarco Prismatama Cabang Surabaya atas kerja sama, keterbukaan, dan partisipasinya yang sangat berarti dalam pelaksanaan penelitian ini. Terima kasih pula kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun materiil sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik.
U. N. Putra, “Peran sistem informasi akuntansi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis,” 2023.
F. Y. Mempengaruhinya, S. Pada, P. Ritel, W. Tangerang, T. Selatan, and D. A. N. Bogor, “Kinerja sistem informasi akuntansi dan,” vol. 12, no. 2, pp. 152–173, 2020.
S. Economic, “Pengaruh sistem informasi akuntansi dalam pengambilan keputusan manajemen, efisiensi operasional perusahaan, dan pengendalian,” vol. 2, no. 1, 2024.
P. Penerapan, I. Akuntansi, P. Kinerja, D. A. N. Sistem, P. Terhadap, and D. I. K. Jambi, “Manajerial pada perusahaan ritel modern,” vol. 12, no. 1, pp. 83–96, 2019.
E. Zulfita, D. Nofriansyah, I. Wulan, and S. Batubara, “Analysis of the evolution of e-business in the channel enhancement stage in retail companies in Indonesia (case study at PT Indomarco Prismatama (Indomaret)),” pp. 156–162, 2022.
S. N. Banjarmasin, “Akuntansi pada PT Indomarco Prismatama cabang,” vol. 14, no. 1, 2021.
D. Ambarwati, D. E. Harmadji, and T. A. Doloksaribu, “Determinan penggunaan Klik Indomaret untuk proses penjualan barang,” vol. 1, no. 1, pp. 60–71, 2024.
F. Purwani, N. Miftha, and D. Hermiyani, “Analisis manajemen layanan teknologi informasi dalam proses pemesanan produk melalui aplikasi Klik Indomaret pada PT Indomarco Prismatama,” vol. 2, no. 2, pp. 58–64, 2025.
G. C. Hermawan and D. F. Suyatno, “Analisis kepuasan pelanggan terhadap layanan aplikasi Klik Indomaret menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS) dan DeLone and McLean,” vol. 4, no. 3, pp. 50–63, 2023.
S. Mudhalia, T. Lestari, K. Hidayati, and U. B. Surabaya, “Ubhara Accounting Journal,” vol. 1, no. November, pp. 255–263, 2021.
R. Luke, A. Putri, R. W. Sekarsari, and S. D. Rahmawati, “Fasilitas olahraga bagi kenaikan PAD (studi di Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang),” no. 10, pp. 36–46, 2023.
J. Fernanda and D. Puruwita, “Pengaruh perceived ease of use, perceived usefulness, dan trust terhadap customer satisfaction serta dampaknya terhadap continuance intention pada pengguna aplikasi Klik Indomaret,” vol. 2, no. 4, pp. 517–529, 2025.
J. Akuntansi and U. S. Ratulangi, “3 1,2,3,” vol. 12, no. 2, pp. 131–139, 2017.
S. Gunawan, “Pengaruh kualitas produk dan pengendalian internal terhadap kepuasan konsumen,” vol. 14, pp. 100–111, 2022.
Alya et al., “Analisis sistem akuntansi pembelian pada toko ritel modern: Studi kasus Indomaret (analysis of purchasing accounting system in modern retail stores: Indomaret case study),” vol. 3, no. 1, pp. 1–10, 2025.
P. Barang and S. Informasi, “No title.”
R. Mulyani, M. E. Baining, and M. Putriana, “Analisis akuntansi persediaan barang dagang pada toko Indomaret Basuki Rahmat di Kota Jambi,” vol. 16, no. 2, pp. 397–422, 2023.
N. Sari and S. W. Arfi, “Analisis penerapan pengendalian manajemen pada PT Indomarco Prismatama,” vol. 2, no. 2, 2024.
Hamidah and M. I. Rahmawati, “Evaluasi sistem informasi akuntansi siklus pendapatan berbasis e-commerce pada PT Indomarco Prismatama.”
C. A. B. Bengkulu, W. I. Atmaja, A. Sumarlan, and F. Ranidiah, “Analisis sistem informasi akuntansi persediaan barang dagang (studi kasus pada PT Indomarco,” vol. 4, no. 1, pp. 38–46, 2023.
R. Lestiowati, “Analisis sistem informasi akuntansi untuk pencatatan hasil penjualan barang pada minimarket retail (Toko Indomaret) PT Indomarco Prismatama Tbk Cabang Purwakarta,” JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia, vol. 1, no. 8, pp. 3767–3784, Oct. 2024.
S. Kasus, P. PT, I. Cabang, S. Febiola, and D. Evianti, “Analisis penggunaan software akuntansi spreadsheet terhadap ketepatan pencatatan penjualan dan penyajian laporan keuangan ritel,” vol. 1, no. 2, 2021, doi: 10.37641/jikes.v1i2.1367.
R. Sinaga and R. Firdaus, “Implementasi sistem informasi akuntansi berbasis mobile dalam bisnis Alfamart di Aceh Utara, Kecamatan Cot Girek,” pp. 9261–9268, 2025.
A. Purwanti et al., “Pengaruh kualitas sistem akuntansi terhadap pengendalian internal dalam rangka pemasaran berkelanjutan: Studi kasus pada industri retail di Provinsi Jawa Barat,” vol. 5, no. 2, pp. 68–80, 2023.
N. Laili, I. Fuji, T. Vani, D. Naraya, and H. Niken, “NLP-based sentiment analysis of Alfagift and Klik Indomaret application reviews: A comparative study,” vol. 7, no. 3, pp. 2458–2475, 2025, doi: 10.51519/journalisi.v7i3.1178.
R. Handayani and S. N. Syahrir, “Analisis akuntansi persediaan barang dagang pada Toko Indomaret Wolo Kabupaten Kolaka,” no. 339.
A. R. Syakira, N. Saragih, and R. D. Anggraini, “Penerapan sistem informasi akuntansi manajemen pada usaha kecil menengah di Kota Pekanbaru,” vol. 2, no. 1, pp. 210–216, 2022.
D. Mutiarani, “Analisis siklus penjualan pada Indomaret Surya Sumantri 23 Cab. Bandung,” vol. 22, no. 2, pp. 27–42, 2025.
Safitri, “Analisis akuntansi persediaan barang dagang dengan metode FIFO berdasarkan PSAK No. 14 (studi kasus di Indomaret Adirejo Pekalongan, Kab. Lampung Timur),” Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, 2024.
M. P. More, “About the author,” Noel Chabani Manganyi, vol. 2, no. 2, pp. 245–246, 2024, doi: 10.1515/9780796110268-016.