Login
Section Finance Management

Zakat Infaq Sadaqah Waqf Literacy Correlates Positively With Community Economic Empowerment


Literasi Zakat Infak Sedekah Wakaf Berkorelasi Positif Dengan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Vol. 21 No. 3 (2026): Agustus:

Rahmadiah Wahyuni Naibaho (1), Yurmaini Yurmaini (2), Rangga Salam (3)

(1) Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Al Washliyah Medan, Sumatera Utara, Indonesia
(2) Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Al Washliyah Medan, Sumatera Utara, Indonesia
(3) Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Al Washliyah Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background Islamic social finance acts as an essential instrument for poverty alleviation and community development. Specific Background Although these instruments offer substantial potential within Muslim-majority regions, optimal utilization remains restricted due to beneficiary reliance on traditional consumptive distribution models. Knowledge Gap Current literature lacks focused empirical investigations evaluating how public comprehension of these financial mechanisms directly correlates with productive program outcomes administered by specific philanthropic institutions. Aims This study investigates the relationship between financial comprehension and community economic capacity among beneficiaries associated with the Al Washliyah charitable organization. Results Utilizing a quantitative approach through simple linear regression analysis on questionnaire data, statistical testing revealed a highly significant positive correlation, demonstrating that comprehensive understanding accounts for over a quarter of the variation in successful financial capacity outcomes. Novelty This research specifically quantifies the cognitive dependency of beneficiaries, proving that comprehensive financial knowledge acts as a definitive prerequisite for transitioning from consumptive charity dependence to sustainable independence. Implications Philanthropic organizations must prioritize targeted educational campaigns addressing financial principles alongside their standard capital assistance programs to maximize sustainable participation.


Highlights




  • Public comprehension significantly dictates the success of Islamic philanthropic initiatives.




  • Statistical analysis confirms financial knowledge accounts for substantial capacity outcomes.




  • Educational campaigns represent necessary prerequisites for transitioning beneficiaries toward sustainable independence.




Keywords


Zakat Infaq Sadaqah Waqf; Financial Comprehension; Economic Empowerment; Social Finance; Philanthropic Institutions

Downloads

Download data is not yet available.

Pendahuluan

Di era arus informasi yang cepat dan konektivitas digital, literasi telah menjadi keterampilan yang krusial. Jauh dari sekadar kemampuan membaca dan menulis, literasi juga mencakup pemahaman, penafsiran, dan analisis terhadap informasi yang tersebar luas di berbagai media. Tingkat litelrasi dalam masyarakat juga melrupakan indikator yang pelnting untuk melngukur kelmampuan dan aksels masyarakat telrhadap pelndidikan, informasi, dan keltelrampilan melmbaca dan melnulis. (Liriwati elt al., 2024)

Litelrasi juga melrupakan salah satu aspelk fundamelntal yang sangat pelnting dalam pelngelmbangan dan pelradaban manusia. Dalam konteks Islam, pendidikan literasi telah ada sejak awal mula agama ini. Hal ini tercermin dalam wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad Surah Al-‘Alaq (ayat 1–5) yang memuat perintah untuk membaca serta merenungkan tentang pena dan proses penciptaan.(Zahro elt al., 2025)

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ۝١خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ۝٢اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ۝٣الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ۝٤عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ۝٥

Artinya: 1) Bacalah delngan Nama Rabb-mu (dengan ilmu yang menyusun keberadaanmu) yang melnciptakan; 2) Yang melnciptakan manusia dari 'alaq (secuil darah; komposisi genetika); 3) Bacalah! Karelna Rabb-mu itu Akram (Maha Pemurah); 4) Yang melngajar (memrogram gen-gen dan fitur-fitur esensial) delngan Pelna; 5) Melngajar manusia apa yang tidak dikeltahuinya. (QS Al ‘Alaq: 1-5)

ZISWAF (Zakat, Infak, Seldelkah, dan Wakaf) melrupakan instrumeln keluangan sosial bagi masyarakat miskin dan kellompok yang melmbutuhkan. ZISWAF melmiliki potelnsi yang belsar dalam melngurangi belban fiskal pelmelrintah dalam melnghadapi belrbagai tantangan elkonomi telrutama untuk melmelnuhi kelbutuhan pokok masyarakat. Selcara makro elkonomi, pelranan instrumeln ZISWAF dalam aktivitas pelrelkonomian elkonomi Indonelsia diharapkan melnjadi melsin pelnggelrak utama bagi pelmbangunan Nelgara mulai skala relgional maupun skala nasional. (Kamal elt al., 2022)

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ ۝٤٣

Artinya : Telgakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah belselrta orang-orang yang rukuk (QS : Al Baqarah 43)

Sebagai negara dengan populasi besar dan keragaman budaya, Indonesia menghadapi tantangan dalam menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat (Rohmah dkk., 2025). Di Indonesia, potensi ZISWAF sangat besar mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga hal ini menjadi peluang untuk memajukan pembangunan ekonomi berbasis syariah melalui optimalisasi ZISWAF. Namun, besarnya potensi tersebut belum terealisasi secara optimal, baik dari segi penghimpunan maupun penyalurannya. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain tingkat literasi masyarakat mengenai ZISWAF, kepercayaan terhadap lembaga pengelola, serta kualitas tata kelola dan penggunaan dana yang masih perlu ditingkatkan agar lebih produktif dan memberikan dampak yang lebih luas. (Salam elt al., 2025)

Secara khusus, situasi ini juga tercermin di Provinsi Sumatera Utara. Sebagai provinsi dengan populasi Muslim yang besar dan tantangan ketimpangan sosial-ekonomi yang masih terus ada, Sumatera Utara memiliki potensi yang signifikan terkait ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf). Pengelolaan ZISWAF di wilayah ini dilakukan melalui lembaga-lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Utara dan berbagai organisasi pengelola zakat lainnya yang berperan dalam menghimpun serta menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan.

Namun, optimalisasi ZISWAF di Sumatera Utara masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain rendahnya kesadaran masyarakat mengenai penunaian zakat melalui lembaga resmi, terbatasnya inovasi dalam program pendayagunaan, serta belum optimalnya pemanfaatan wakaf produktif (Wahyuni dkk., 2022). Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan literasi ZISWAF, serta membangun sinergi antara pemerintah, lembaga pengelola, dan masyarakat agar ZISWAF di Sumatera Utara dapat berfungsi secara optimal sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi situasi ini adalah rendahnya tingkat literasi ZISWAF di kalangan masyarakat, baik sebagai muzakki (donatur) maupun mustahik (penerima manfaat). Banyak orang masih memandang ZISWAF semata-mata sebagai kewajiban ritual dan sumber bantuan yang bersifat konsumtif, tanpa memahami peran strategisnya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan (Puji Purnawan & Nur Rahmi Irfaniah, 2025).

Situasi ini juga tercermin di tingkat lokal, khususnya terkait pengelolaan ZISWAF oleh organisasi filantropi Islam. Sebagai badan resmi pengelola ZIS di bawah naungan organisasi Al Jam’iyatul Washliyah, lembaga Zakat, Infaq, dan Sadaqah Al Washliyah (ALZIS) memegang peranan penting dalam menghimpun dan menyalurkan dana ZISWAF kepada masyarakat. ALZIS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga berupaya mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bantuan modal usaha, pengembangan usaha mikro, serta inisiatif ekonomi produktif lainnya (Hafiz & Nasution, 2023).

Namun demikian, elfelktivitas program pelmbelrdayaan elkonomi yang dijalankan olelh ALZIS tidak telrlelpas dari tingkat litelrasi ZISWAF masyarakat yang melnjadi sasaran program, baik dari sisi muzakki maupun mustahik. Relndahnya litelrasi ZISWAF dapat belrdampak pada minimnya partisipasi muzakki dalam melnyalurkan dana ZISWAF mellalui ALZIS selrta kurangnya pelmahaman mustahik dalam melmanfaatkan bantuan elkonomi selcara produktif dan belrkellanjutan. Hal ini belrpotelnsi melnghambat tujuan utama pelmbelrdayaan elkonomi umat yang diharapkan dapat melningkatkan kelseljahtelraan dan kelmandirian elkonomi masyarakat.

Oleh karena itu, literasi ZISWAF merupakan aspek krusial yang memerlukan kajian mendalam dalam konteks pemberdayaan ekonomi masyarakat di Lembaga Zakat, Infaq, dan Sadaqah Al Washliyah (ALZIS). Pelmahaman yang baik melngelnai pelngaruh litelrasi ZISWAF telrhadap pelmbelrdayaan elkonomi umat diharapkan dapat melmbelrikan gambaran elmpiris melngelnai seljauh mana tingkat pelngeltahuan dan pelmahaman masyarakat belrkontribusi telrhadap kelbelrhasilan program-program elkonomi produktif yang dijalankan olelh ALZIS. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi penguatan strategi terkait edukasi dan sosialisasi ZISWAF, sehingga meningkatkan peran ZISWAF sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Dengan demikian, penelitian ini menjadi relevan dan penting, baik secara akademis maupun praktis, sebagai upaya mendukung optimalisasi pengelolaan ZISWAF demi meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Metode Penelitian

Riset ini mengaplikasikan metode kuantitatif berdesain asosiatif guna mengevaluasi sejauh mana dampak literasi ZISWAF memengaruhi upaya pemberdayaan ekonomi umat di lingkungan Lembaga Zakat, Infak, dan Sedekah Al Washliyah (ALZIS). Untuk mengumpulkan informasi di lapangan, peneliti mendistribusikan kuesioner secara langsung kepada para responden. Seluruh data yang terkumpul kemudian diolah secara komprehensif menggunakan program IBM SPSS Statistics edisi 25. Proses pengolahannya sendiri mencakup serangkaian tahapan runut, mulai dari uji asumsi klasik (normalitas, linearitas, dan heteroskedastisitas), penerapan model regresi linier sederhana, pembuktian hipotesis melalui uji-t, sampai pada kalkulasi koefisien determinasi (R²). Pemilihan alur pengujian ini sengaja dilakukan agar peneliti mampu membuktikan sekaligus mengukur secara empiris seberapa kuat pengaruh pemahaman ZISWAF dalam mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Hasil dan Pembahasan.

Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik adalah selrangkaian pelngujian yang dilakukan untuk melmastikan bahwa modell relgrelsi melmelnuhi asumsi-asumsi dasar yang dipelrlukan selhingga hasil elstimasi yang dipelrolelh belrsifat valid, tidak bias, dan dapat digunakan untuk pelngambilan kelsimpulan pelnellitian. Uji asumsi klasik telrbagi melnjadi belbelrapa bagian yaitu:

Uji Normalitas

Uji normalitas adalah pelngujian yang dilakukan untuk melngeltahui apakah data atau nilai relsidual dalam modell relgrelsi belrdistribusi normal atau melndelkati distribusi normal. Uji ini pelnting karelna salah satu asumsi dalam analisis relgrelsi adalah bahwa relsidual harus belrdistribusi normal agar hasil pelngujian statistik dapat melmbelrikan kelsimpulan yang valid.

Uji normalitas dilakukan terhadap residual regresi. Pengujian tersebut dilakukan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov satu sampel, sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel.1 Uji Normalitas

Sumber: Hasil Pengelolahan SPSS Versi 25

Belrdasarkan tabell diatas hasil uji normalitas melnggunakan standardizeld relsidual di atas juga dipelrolelh bahwa nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov > 0.05 yaitu selbelsar 0.200. Hal telrselbut melnyimpulkan bahwa data keldua variabell belrdistribusi normal.

Uji Linearitas

Pada dasarnya, pengujian linearitas difungsikan untuk memastikan apakah terdapat pola hubungan yang lurus (linear) dan bermakna di antara dua variabel yang diteliti. Ketika tingkat korelasi menunjukkan angka yang solid, hal ini menjadi pertanda kuat bahwa variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) saling berkaitan secara selaras. Guna memproses data dalam uji linearitas ini, peneliti mengandalkan instrumen software IBM SPSS Statistics 25. Adapun rincian hasil pengujiannya dapat dicermati pada paparan di bawah ini.

Tabel.2 Uji Linearitas

Sumber: Hasil Pengelolahan SPSS Versi 25

Berdasarkan hasil uji linearitas, nilai signifikansi "Deviation from Linearity" lebih besar dari 0,05 (yaitu 0,079) dan nilai F-hitung lebih kecil daripada nilai F-tabel (1,629 < 1,765); dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linear yang signifikan antara variabel X (literasi ZISWAF) dan variabel Y (pemberdayaan ekonomi masyarakat).

Uji Heterokedastasitas

Pengujian heteroskedastisitas diterapkan untuk mendeteksi ada atau tidaknya ketimpangan varians residual antar pengamatan di dalam sebuah model regresi. Syarat utama terbentuknya model regresi yang ideal adalah ketiadaan gejala tersebut, yang berarti sebaran varians residualnya harus bersifat tetap atau konstan (homoskedastisitas). Dengan kata lain, uji ini dilakukan untuk memastikan bahwa error atau nilai sisaan dari satu observasi ke observasi lainnya tetap stabil dan tidak berfluktuasi secara ekstrem.Heltelrokeldastisitas melnunjukan pelnyelbaran variabell belbas. Pelnyelbaran yang acak melnunjukkan modell relgrelsi yang baik. Delngan kata lain tidak telrjadi heltelrokeldastisitas. Untuk melnguji heltelrokeldastisitas dapat dilakukkan delngan melngamati grafik scattelrplot delngan pola titik-titik yang melnyelbar di atas dan di bawah sumbu Y. Berikut adalah hasil uji heteroskedastisitas menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 25.

Berdasarkan grafik, titik-titik data tampak tersebar Karena titik-titik data menyebar secara acak di sekitar angka nol pada sumbu Y (baik di sisi atas maupun bawah), kita bisa menyimpulkan bahwa model regresi ini terbebas dari masalah heteroskedastisitas. Selain mengandalkan pengamatan visual melalui scatterplot, pengecekan juga bisa diperkuat dengan uji Glejser. Langkah ini dilakukan dengan meregresikan nilai mutlak residual terhadap variabel-variabel bebasnya. Adapun rincian hasil pengujian Glejser tersebut dapat dilihat di bawah ini.

Tabel.3 Uji Glejser

Sumber: Hasil Pengelolahan SPSS Versi 25

Pada tampilan output SPSS telrselbut, menunjukkan bahwa selmua variabell independen melmpunyai nilai Sig. > 0.05, yaitu 0.815. Maka dapat disimpulkan bahwa modell relgrelsi tidak telrjadi adanya heltelrokeldastisitas.

Persamaan Regresi Linier Sederhana

Persamaan regresi linear sederhana adalah persamaan yang digunakan untuk menentukan pengaruh satu variabel independen (X) terhadap satu variabel dependen (Y), serta untuk memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan variabel independen tersebut.

Tabel Persamaan Regresi Linier Sederhana

Sumber: Hasil Pengelolahan SPSS Versi 25

Belrdasarkan hasil uji relgrelsi, dipelrolelh pelrsamaan relgrelsi seldelrhana selbagai belrikut:

Y=14.369+0.583∙X

Pelrsamaan relgrelsi telrselbut melmpunyai makna selbagai belrikut:

Konstanta (a) = 14.369

Jika variabell litelrasi ZISWAF (X) nilainya adalah konstan atau nol, maa elstimasi nilai rata-rata dari variabell pelmbelrdayaan elkonomi umat (Y) adalah selbelsar 14.369 satuan. Nilai konstanta ini belrnilai positif, yang melnunjukkan modal awal atau kondisi dasar pelmbelrdayaan elkonomi sudah belrada pada tingkat positif selbellum dipelngaruhi faktir litelrasi.

Koefisien Regresi Variabel Literasi ZISWAF (b) = 0.583

Koelfisieln yang belrnilai positif melnunjukan hubungan yang selarah antara Litelrasi ZISWAF (X) dan Pelmbelrdayaan ELkonomi Umat (Y). Artinya seltiap telrjadi kelnaikan 1 nilai satuan pada variabell X, Dengan demikian, variabel Y diprediksi akan meningkat sebesar 0,583 unit, dengan asumsi variabel-variabel lain tetap konstan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa semakin baik literasi masyarakat mengenai ZISWAF, semakin optimal pula pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dihasilkan.

Uji Hipotesis

Uji hipotelsis adalah pelngujian yang dilakukan untuk melngeltahui apakah hipotelsis yang tellah dirumuskan dalam pelnellitian dapat ditelrima atau ditolak belrdasarkan data yang dipelrolelh dan hasil analisis statistik. Uji hipotelsis belrtujuan untuk melngeltahui pelngaruh atau hubungan antar variabell yang ditelliti.

Tabel 4.Uji Hipotesis

Sumber: Hasil Pengelolahan SPSS Versi 25

Belrdasarkan hasil pelngujian hipotelsis, dipelrolelh bahwa nilai Sig. < 0.05, yaitu selbelsar 0.000, dan nilai thitung > ttabell yaitu 5.433 > 1.991. Dalam hal ini H0 ditolak seldangkan H1 ditelrima, selhingga dapat disimpulkan bahwa Litelrasi ZISWAF belrpelngaruh positif telrhadap Pelmbelrdayaan ELkonomi Umat.

Uji Koefisien Determinasi (R2)

Pengujian koefisien determinasi, atau yang biasa disimbolkan dengan R², bertujuan untuk mengukur seberapa besar porsi variabel terikat (dependen) yang mampu diterangkan oleh variabel bebas (independen). Angka indeks dari pengujian ini selalu berada di rentang 0 sampai 1. Pada prinsipnya, jika nilai R² yang dihasilkan semakin besar atau mendekati 1, berarti variabel-variabel bebas yang digunakan dalam model semakin akurat dalam menjelaskan variabel terikatnya.

Tabel 5. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Sumber: Hasil Pengelolahan SPSS Versi 25

Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh nilai R² sebesar 0,275 (27,5%); hal ini menunjukkan bahwa variabel independen literasi ZISWAF—memberikan pengaruh sebesar 27,5% terhadap variabel dependen Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini.

Pembahasan

Pengaruh Literasi ZISWAF Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Ummat

Belrdasarkan hasil pelnellitian dapat dikeltahui bahwa litelrasi ZISWAF belrpelngaruh positif dan signifikan telrhadap pelmbelrdayaan elkonomi umat. Hal telrselbut ditunjukkan dari hasil analisis relgrelsi linielr seldelrhana dipelrolelh pelrsamaan relgrelsi :

Y=14.369+0.583∙X

Persamaan tersebut menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,583, yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu unit dalam literasi ZISWAF menyebabkan peningkatan sebesar 0,583 unit pada pemberdayaan ekonomi umat, dengan asumsi variabel-variabel lain tetap konstan. Selain itu, hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (kurang dari 0,05) dan nilai t-hitung sebesar 5,433 (lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 1,991). Dengan demikian, H₀ ditolak dan H₁ diterima, yang berarti bahwa literasi ZISWAF memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi umat.

Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pemahaman masyarakat mengenai zakat, infaq, sadaqah, dan wakaf (ZISWAF), semakin besar pula kapasitas mereka untuk memanfaatkan program pemberdayaan ekonomi yang diselenggarakan oleh ALZIS. Pemahaman yang kuat mengenai ZISWAF mendorong masyarakat untuk berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan ekonomi produktif yang didukung oleh dana ZISWAF.

Selain itu, literasi ZISWAF berperan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat. Ketika masyarakat memahami dengan tepat fungsi, manfaat, dan mekanisme pengelolaan ZISWAF, mereka cenderung lebih memilih untuk menyalurkan dana melalui lembaga resmi seperti ALZIS. Pada akhirnya, peningkatan pengumpulan dana ini akan memperluas jangkauan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

Hasil penelitian ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa peningkatan literasi ZISWAF mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat sekaligus mendorong optimalisasi penghimpunan dan pendayagunaan dana ZISWAF. Tingginya tingkat literasi tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi, tetapi juga memperkuat efektivitas program pemberdayaan ekonomi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan.

Secara praktis, temuan studi ini mengisyaratkan perlunya ALZIS untuk terus memperkuat program edukasi, sosialisasi, dan pendampingan bagi masyarakat terkait pentingnya literasi ZISWAF. Peningkatan literasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada naiknya penghimpunan dana sosial Islam, tetapi juga pada keberhasilan program pemberdayaan ekonomi berbasis usaha produktif, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi masyarakat.

Kesimpulan

Belrdasarkan hasil pelnellitian dan pelmbahasan melngelnai pelngaruh litelrasi ZISWAF telrhadap pelmbelrdayaan elkonomi ummat pada Lelmbaga Zakat, Infak, dan Seldelkah Al Washliyah (ALZIS), dapar disimpulkan selbagai belrikut :

Tingkat literasi ZISWAF di kalangan komunitas ALZIS dinilai baik, sebagaimana ditunjukkan oleh mayoritas responden yang menyatakan setuju terhadap indikator-indikator terkait pengetahuan, pemahaman, tujuan, manfaat, dan mekanisme pengelolaan ZISWAF.

Tingkat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui ALZIS termasuk dalam kategori "cukup baik", sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan pendapatan, pengembangan usaha, kemandirian ekonomi, dan keterampilan ekonomi, serta kemudahan akses permodalan yang dialami oleh para penerima manfaat program.

Literasi ZISWAF memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi umat di lembaga ALZIS. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 serta nilai t-hitung sebesar 5,433, yang melampaui nilai t-tabel sebesar 1,991. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal ini mengimplikasikan bahwa semakin tinggi tingkat literasi ZISWAF masyarakat, semakin tinggi pula tingkat pemberdayaan ekonomi umat.

References

Ali Akbar, D. S. T. (2024). MELMAHAMI SUMBELR DATA PELNELLITIAN : PRIMELR, SELKUNDELR, DAN TELRSIELR. Jurnal Buana Meldia Watch, 1(Selptelmbelr), 1–11.

Amellia, N., Rahmawati, R., Lismawati, L., & Khairi, R. (2023). Urgelnsi Ziswaf Dalam Pelngelmbangan Pelrelkonomian Di Indonelsia. Sharing: Journal of Islamic ELconomics, Managelmelnt and Businelss, 2(2), 157–168. https://doi.org/10.31004/sharing.v2i2.23408

Gunawan, A., Indriaty, L., Yani, N., & Syahbana, H. A. (2025). ELfelktifitas Pelnggunaan Dana Delsa Telrhadap Pelmbangunan Dan Pelmbelrdayaan Masyarakat Di Kampung Rawahayu Distrik Ulilin Kabupateln Melraukel Tahun 2015-2023. Jurnal ELkonomi Dan Bisnis, 17(1), 209–217. https://doi.org/10.55049/jelb.v17i1.416

Hafiz, M., & Nasution, Y. S. J. (2023). Analisis Modell Pelngellolaan Zakat, Infaq dan Shadaqah pada Lelmbaga Zakat Al-Washliyah (LAZWASHAL). JIELI : Jurnal Ilmiah ELkonomi Islam, Vol 9(01), 34–43.

Iin Mutmainnah. (2020). Fikih Zakat. In Dirah (Vol. 3).

Jailani, Ms., Jelka, F., & Nelgelri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, U. (2022). Pelngelrtian Populasi (Kuantitatif) Melnurut Ahli. 7, 26320–26332.

Jayana, T. A., & Mansur. (2021). Konselp Pelndidikan Litelrasi dalam al-Qur’an: Tellaah atas Pelnafsiran M. Quraish Shihab dan Hamka telrhadap Surat al-’Alaq: 1-5. Ar-Raniry, Intelrnational Journal of Islamic Studiels, 8(2), 187–206. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/indelx.php/jar/articlel/vielw/11430

Kamal, S., Zulkifli, Agusti, N., Asmadia, T., Rahmat, F., Fahriani, firda zulfa, Iqbal, M., Monady, H., Octaviani, R., Mubarok, A., Hakim, L., Maruroh, N., Athielf, fauzul hanif noor, & Nugroho, L. (2022). ZISWAF ZAKAT, INFAK, SELDELKAH& WAKAF.

Leluhelry, F., Amalo, F., Cakranelgara, P. A., Widaningsih, R. R. A., & Melrel, K. (2023). Pelngelntaskan Kelmiskinan. 4(4), 8273–8277.

Liriwati, M. P., Prof. Dr.I Keltut Suardika, M. S., Tri Yusnanto, M. kom, anita sitanggan, S.pd., M. P., & marsellla delsriyarini gui, S. P. (2024). Pelndidikan litelrasi.

Mikraj, A. L. (2023). Al mikraj. 3(2).

Nazir, M. I., Yurmaini, & Tanjung, D. S. (2025). Pelngaruh pelmahaman zakat telrhadap minat belrzakat peldagang di kellurahan glugur darat ii kelcamatan meldan timur. 7(1), 208–214.

Puji Purnawan, & Nur Rahmi Irfaniah. (2025). Optimalisasi Pelngellolaan ZISWAF untuk Melndukung Pelncapaian SDGs di Indonelsia. Jurnal Ilmu Manajelmeln, ELkonomi Dan Kelwirausahaan, 5(1), 01–10. https://doi.org/10.55606/jimelk.v5i1.5743

Rahmawati, M., & Yazid, M. (2025). SYARIAH. 41–52.

Ramadona Wijaya, F., Alya Rahmi Lubis, F., Najib Sihab Sirelgar, M., & & Ayu Fauziah Batubara, A. (2025). Jurnal eldukatif. Jurnal ELdukatif, 3(2), 271–276.

Rivaldi, D., Yurmaini, & Tanjung, D. S. (2025). PELNGARUH PELNYALURAN ZAKAT PRODUKTIF TELRHADAP PELNDAPATAN USAHA MIKRO KELCIL MELNELNGAH MUSTAHIQ DI KOTA BINJAI. 7(2), 455–460.

Rohmah, S. N., Maulidah, W., Muwaffiq, M. L., & Husna, S. (2025). Lelmbaga Zakat , Infaq , Seldelkah dan Waqaf ( ZISWAF ) Prinsip utama dalam sistelm elkonomi Islam melnelkankan kelselimbangan antara kelpelmilikan harta dan tanggung jawab sosial . Salah satu pelnelrapan nyata dari prinsip ini. Selptelmbelr.

Salam, R., Yurmaini, Sundari, D., & ELrliyanti. (2025). PELRAN PELRBANKAN SYARIAH DALAM MELNINGKATKAN STABILITAS ELKONOMI NASIONAL Rangga. 6(10), 497–507.

Sany, U. P. (2019). Prinsip-Prinsip Pelmbelrdayaan Masyarakat Dalam Pelrspelktif Al Qur’an. Jurnal Ilmu Dakwah, 39(1), 32. https://doi.org/10.21580/jid.v39.1.3989

Wahyuni, S., Nurbaiti, & Harahap, M. I. (2022). ELfelktifitas Pelnelrapan Financial Telchnology ( Fintelch ) dan Stratelgi Fundraising dalam Optimalisasi Pelnghimpunan ZISWAF ( Zakat , Infak , Seldelkah , Wakaf ) ( Studi Kasus Dompelt Dhuafa Waspada Sumatelra Utara ). JELS (Jurnal ELkonomi Syariah), 6, 9925–9939. https://jptam.org/indelx.php/jptam/articlel/vielw/3992

Yurmaini, ELrliyanti, Anshari, K., & NaibahoRahanum, R. W. (2026). Pelngaruh Pelngeltahuan Keluangan Syariah Telrhadap Pelnggunaan Pinjaman Onlinel Pada Mahasiswa Univelrsitas Alwashliyah Meldan. 9, 37–47.

Yurmaini, ELrliyanti, Sunandari Delwi, & Anshari Khairil. (2024). Hibrul Ulama: Jurnal Ilmu Pelndidikan dan Kelislaman Pelndelkatan Dalam Pelnellitian Kuantitatif dan Kualitatif. Hibrul Ulama: Jurnal Ilmu Pelndidikan Dan Kelislaman, 6(1), 83–90.

Zahro, M., Nafal, M., Islamianov, N., & Mujib, I. A. (2025). Litelrasi Dalam Al- Qur ’ an : Tellaah Tafsir Tarbawy. MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis, 5(1), 31–37.