<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Influence of Transformational Leadership, Work Discipline, and Work Motivation on Employees' Work Goals</article-title>
        <subtitle>Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Disiplin Kerja, dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-314fb173ee987644136a7a123040ce3d" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Alamsah</surname>
            <given-names>Dandi</given-names>
          </name>
          <email>dandialamsah1922@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-467b1d00feb347899c39e6cc5307b965" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Prapanca</surname>
            <given-names>Detak</given-names>
          </name>
          <email>d.prapanca@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-10-11">
          <day>11</day>
          <month>10</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-3">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">PT Sarana Nikoteknik lahir dari era 1970-an di Surabaya dan berkembang dari bengkel layanan AC yang melayani daerah-daerah di Surabaya., dan perlahan mendapatkan kepercayaan dari para pelanggan, hingga saat ini Sarana Nikoteknik adalah salah satu perusahaan kontraktor solusi pendingin berskala industri terbesar di indonesia dan melayani solusi sistem pendingin (AC commercial) dan pendinginan industri di Surabaya, Jakarta, Semarang, Bali, dan seluruh Indonesia. Perusahaan PT Sarana Nikoteknik adalah perusahaan yang menyediakan Sparepart pendingin yang berada di Surabaya (Industrial Refrigeration Prats &amp; Compnents Division) Suku cadang HVAC Industrial.</p>
      <p id="_paragraph-13">PT Sarana Nikoteknik hadir dengan performa lebih baik dan memiliki kelebihan saat pelanggan membutuhkan solusi yang lebih spesifik atau “costum”. Perusahaan tersebut akan memperlakukan setiap kebutuhan industri dengan solusi spesifik untuk menyesuaikan tiap kasus pekerjaan. Hal ini karena PT Sarana Nikoteknik adalah penyedia solusi pendinginan industri yang secara khusus merancang dan mengatur setiap komponen agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan.</p>
      <p id="paragraph-0b7b7be62f1c85354f454576fd50c578">Kajian Pustaka</p>
      <p id="paragraph-3e155e15b7a5124e9d6b63651911ed30">A. Landasan Teori</p>
      <p id="_paragraph-14">Menurut (Yukl, 2010:305) Kepemimpinan Transformasional adalah Kepemimpinan dimana pemimpin mengubah dan memotivasi para pengikut sehingga mereka merasakan kekaguman, kepercayaan, kesetiaan dan penghormatan terhadap pemimpin[1]. Adapun Indikator Kepemimpinan Transformasional yaitu :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-4ad6e20c19d5446e3632810a5c74cc13">
        <list-item>
          <p>Idealized Influence (pengaruh Ideal),</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Intellectual simulation (stimulasi Intelektual),</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Individualized consideration (Pertimbangan Individual).</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-15">Menurut (Hasibuan, 2011:195) Disiplin Kerja adalah kunci dari awal segala kesuksesan dalam rangka mencapai tujuan sebuah organisasi[2]. Penerapan disiplin kerja dalam suatu organisasi bertujuan agar semua karyawan yang ada dalam perusahaan tersebut bersedia dengan sukarela mematuhi serta mentaati setiap tata tertib yang berlaku tanpa ada paksaan. Adapun Indikator Disiplin Kerja yaitu :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-548f34120550392255edf0b4cec79150">
        <list-item>
          <p>Taat terhadap aturan waktu,</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Taat terhadap peraturan perusahaan,</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Taat terhadap aturan perilaku dalam pekerjaan,</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Taat tentang peraturan lainnya.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-16">Menurut (wibowo, 2010:378) Motivasi Kerja adalah proses psikologis yang membangkitkan dan mengarahkan perilaku pada pencapaian tujuan[3]. Adapun Indikator Motivasi Kerja yaitu:</p>
      <p id="_paragraph-17">a) Tanggungjawab,</p>
      <p id="_paragraph-18">b) Prestasi Kerja,</p>
      <p id="_paragraph-19">c) Peluang untuk Maju, d)Pengakuan atas Kinerja,</p>
      <p id="_paragraph-20">e) Pekerjaan yang menantang.</p>
      <p id="_paragraph-21">Menurut Siagian (2012:295) Kepuasan Kerja merupakan suatu cara pandang seseorang baik yang bersifat positif maupun bersifat negative tentang pekerjaannya[3].</p>
      <p id="paragraph-720e5b94358f9ae28f771098ec7604cd">B. Kerangka Konseptual</p>
      <fig id="figure-panel-d186497687873660c6615c8f0894c5a3">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Daftar Gambar Kerangka Konseptual [2]</title>
          <p id="paragraph-16fb20ce12fea935f8518a6b99fc861d" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-06db3277f589672490a2fa310d17922d" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="845 ijler g1.PNG" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-22">Hipotesis :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-91dfa809e8e079010898bfdbace8841d">
        <list-item>
          <p>Kepemimpinan Transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT Sarana Nikoteknik,</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT Sarana Nikoteknik,</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT Sarana Nikoteknik,</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kepemimpinan Transformasional, Disiplin Kerja, Motivasi Kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT Sarana Nikoteknik.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="paragraph-77b8a4030b4483f639dab40f2362a148">A. Jenis penelitian</p>
      <p id="paragraph-2">Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data bersifat kuantitatif statistik, pengumpulan data ini menggunakan instrumen penelitian dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian survey, karena melalui instrumen kuesioner berupa pertanyaan- pertanyaan untuk direspon sebagai hasil pengumpulan data primer. Menurut (Sugiyono, 2017:2) metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan manfaat tertentu[1]. Menurut Sugiyono (2016:30) pendekatan kuantitatif yaitu upaya untuk memecahkan masalah penelitian dengan menggunakan perhitungan dan rumus.</p>
      <p id="paragraph-3">B. Populasi</p>
      <p id="paragraph-5">Menurut Sugiyono (2016:80) menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudia ditarik kesimpulannya. [6]</p>
      <p id="paragraph-6">C. Sampel</p>
      <p id="paragraph-8">Menurut Sugiyono (2016:62) menyatakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut[4]. Sehingga dapat dikatakan sampel merupakan bagian yang dapat mewakili dari keseluruhan populasi tersebut. Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan teknik “Purposive sampling”.</p>
      <p id="paragraph-c12e2cd9311a2b9cda797b12452bffe4">D. Uji instrumen</p>
      <p id="paragraph-1796649ae97f6ea514a328492525148f">1. Uji validitas</p>
      <p id="paragraph-4">Menurut Sugiyono (2009) menyatakan bahwa uji validitas untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesionner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan persyaratan minim untuk di anggap suatu butir instrumen valid[1].</p>
      <p id="paragraph-c9a9241e3de157b4414c367e06b3a1c1">2. Uji reliabilitas</p>
      <p id="paragraph-7">Menurut Sugiyono (2012:122) menyatakan bahwa reliabilitas adalah derajat konsistensi atau keajengan data dalam interval waktu tertentu[5].</p>
      <p id="paragraph-5cd163b3cc14e66c2277e8599896cb38">E. Regresi linier berganda</p>
      <p id="paragraph-10">Menurut Sugiyono (2013:210) menyatakan bahwa analisis regresi berganda merupakan suatu alat analisis yang digunakan untuk memprediksikan berubahnya nilai variabel tertentu bila variabel lain berubah. Jumlah variabel independen yang diteliti lebih dari satu, sehingga dikatakan regresi berganda[6].</p>
      <p id="paragraph-7fabe8c56cf9eb13e579404843aeb6cc">F. Uji asumsi klasik</p>
      <p id="paragraph-ae9a6d501339ff928401e31ce6275c63">1. Uji normalitas</p>
      <p id="paragraph-1d751f135bd8492e816c6ff0032acea9">Menurut Sujarweni (2014:52) uji normalitas bertujuan untuk mengetahui distribusi data dalam variabel yang akan digunakan dalam penelitian[7]. Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian adalah data yang memiliki distribusi normal. Normalitas data dapat dilihat dengan menggunakan uji norma kolmogrov smirnov yaitu :</p>
      <p id="paragraph-33c1737c378423cb7326494dc8f6e7de">a) jika sig &gt; 0,05 maka berdistribusi normal,</p>
      <p id="paragraph-69842fc242d7aa0950754811a3bd9d0a">b) jika sig &lt; 0,05 maka berdistribusi tidak normal.</p>
      <p id="paragraph-130ca88e56a2751047d0a4839134d63b">2. Uji multikolinieritas</p>
      <p id="paragraph-9"><bold id="bold-9"> </bold>Menurut Ghozali (2016:103) menyatakan bahwa uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen)[1].</p>
      <p id="paragraph-b468ba7d2c9c418b1ab34cae0049aec4">3. Uji heteroskedastisitas</p>
      <p id="paragraph-12">Menurut Ghozali (2016:134) menyatakan bahwa uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan <italic id="italic-1">variance</italic> dari <italic id="italic-2">residual</italic> satu pengamatan ke pengamatan yang lain[1]. Kriteria uji glejser yaitu :</p>
      <p id="paragraph-13">a. jika r &gt; 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas</p>
      <p id="paragraph-14">b. jika r &lt; 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas</p>
      <p id="paragraph-3124efb4f9c37a927de5ef3792ae16b7">G. Hipotesis</p>
      <p id="paragraph-5ffa6c71b9f240802e1a44617ab45ac1">1. Uji parsial (uji t)</p>
      <p id="_paragraph-36">Untuk mengetahui pengaruh variabel kepemimpinan transformasional, disiplin kerja,motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan dapat dilakukan dengan uji t secara parsial melalui langkah-langkah sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-3c262b136ea783928a7bbf46467ee40c">
        <list-item>
          <p>Rumusan hipotesis</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Mementukan t<sub id="_subscript-1">tabe</sub>l dan tingkat sig. sebesar 5% dengan derajat seabsahan df=n-k-1, sedangkan pengujian melalui uji t adalah dengan membandingkan t<sub id="_subscript-2">hitung</sub> dengan t<sub id="_subscript-3">tabel</sub></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menentukan t<sub id="_subscript-4">hitung</sub></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Membandingkan nilai t<sub id="_subscript-5">hitung</sub> dan t<sub id="_subscript-6">tabel</sub></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Mengambil kesimpulan :</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="bullet" id="list-12d711dd36e87039d40249edb7e677cb">
        <list-item>
          <p>Jika t<sub id="_subscript-7">hitung</sub> &gt; t<sub id="_subscript-8">tabel</sub> maka H<sub id="_subscript-9">0</sub> ditolak, Ha diterima yang artinya secara statistik variabel bebas (X) berpengaruh secara sig. terhadap variabel terikat (Y)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika t<sub id="_subscript-10">hitung</sub> &lt; t<sub id="_subscript-11">tabel</sub> maka H<sub id="_subscript-12">0</sub> diterima, Ha ditolak yang artinya secara statistik variabel bebas (X) tidak berpengaruh sig. terhadap variabel terikat (Y) [8].</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-02c5889e3d70cd518f6c32317c1ac83c">2. Uji simultan (uji f)</p>
      <p id="_paragraph-37">Uji f diperlukan untuk mengetahui apakah varibael independen secara bersama-sama memberi pengaruh terhadap variabel dependen (Ghozali 2016;171) [6]. Uji f menurut Priyatno (2014:185) menyatakan bahwa memiliki kriteria berdasarkan nila signifikan sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-38">a. signifikansi &lt; 0,05 maka hipotesis penelitian diterima</p>
      <p id="_paragraph-39">b. signifikansi &gt; 0,05 maka hipotesis penelitian ditolak [8]</p>
      <p id="paragraph-7033ae03de968b1477e64c650c199a11">3. Koefisien determinasi (R2)</p>
      <p id="_paragraph-40">Menurut Ghozali (2016:95) menyatakan bahwa uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan varian variabel dependen[9].</p>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-74dd30df0e0040ab66fd2fde4b54c005">
        <title>Uji validitas</title>
        <p id="_paragraph-41">Berdasarkan hasil uji validitas diatas menujukkan bahwa nilai r<sub id="_subscript-13">hitung</sub> lebih besar daripada r<sub id="_subscript-14">tabel</sub> sebesar 0,304. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan dari hasil kuesioner sebagai alat ukur variabel Kepemimpinan Transformasional, Disiplin Kerja, Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja Karyawan dinyatakan valid semua.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-7091a4e9d715688177337a28ebe86848">
        <title>Uji reliabilitas</title>
        <fig id="figure-panel-6170b0cd270fd6bc5b79bf45a22928f3">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Uji reliabilitas</title>
            <p id="paragraph-38bca21cb5685b7ee2668016919eb695">Hasil penyebaran kuisioner 2021</p>
          </caption>
          <graphic id="graphic-20d0bc976c25145ba3d36bcf820fda9a" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="845 ijler g2.PNG" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-42">Hasil uji reliabilitas diatas menunjukkan bahwa nilai koefisien reliabilitas angket X1 sebesar 0,825, angket X2 sebesar 0,647, angket X3 sebesar 0,721, dan angket Y sebesar 0,566. Berdasarkan kuesioner dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semua kuesioner atau angket dinyatakan reliabel atau koefisien.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-6165ec27386e4105c80c7f3a9172c50c">
        <title>Regresi linier berganda</title>
        <fig id="figure-panel-7c850ef1a1e42925a416d0b5ffcfc4ea">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Regresi linier berganda</title>
            <p id="paragraph-928663eee6ec9df33fee2d40d0aa3ca6">Data diolah menggunakan SPSS</p>
          </caption>
          <graphic id="graphic-31df797523f5bd0e39f4435443ffa4ba" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="845 ijler g3.PNG" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-43">Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi sebagai berikut :</p>
        <p id="_paragraph-44">Y= 7,314 + 0,304X<sub id="_subscript-15">1</sub> + 0,165X<sub id="_subscript-16">2</sub> + 0,234X<sub id="_subscript-17">3</sub> + e</p>
        <p id="_paragraph-45">Persamaan regresi diatas memperlihatkan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara parsial.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-01f76d03d18ef520489981f3d8861dc3">
        <title>Uji normalitas</title>
        <fig id="figure-panel-6edb7c0ee690773714774c336eac6eda">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <title>Uji normalitas</title>
            <p id="paragraph-f3108ab76a4b25f77adfb7cf12c186e6">Data diolah menggunakan SPSS</p>
          </caption>
          <graphic id="graphic-a85bb72bc4386fa35527b6c24781b7e0" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="845 ijler g4.PNG" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-46">Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui nilai signifikansi 0,200 &gt; 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual bertrisbusi normal.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-b779bdbfef6fe6901e8e914729b5f6b1">
        <title>Uji multikolinieritas</title>
        <fig id="figure-panel-4065f2f486f837043f43a8a1c1a52084">
          <label>Figure 5</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-c49720b79ced78c09c63366b77dc8d47">Data diolah menggunakan SPSS</p>
          </caption>
          <graphic id="graphic-fd86d9778eb3d181d2c551637802d2b6" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="845 ijler g5.PNG" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-47">Berdasarkan hasil dari tabel di atas untuk variabel Kepemimpinan Transformasional (X1) terdapat nilai tolerance 0,693 dan VIF terdapat nilai 1,444, variabel Disiplin Kerja (X2) terdapat nilai tolerance 0,986 dan VIF terdapat nilai 1.014, variabel Motivasi Kerja (X3) terdapat nilai tolerance 0,699 dan VIF terdapat nilai 1.431. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel X1,X2, dan X3 nilai tolerance &gt; 0,10 dan nilai VIF &lt; 10,00 yang menyatakan bahwa semua variabel tersebut berdistribusi normal atau tidak terjadi multikolinieritas.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-c9f83c71fcb870f06bb11d8dbe1f34fd">
        <title>Uji heteroskedastisitas</title>
        <fig id="figure-panel-6d7dcf54519e0fdc224af63cb47674c1">
          <label>Figure 6</label>
          <caption>
            <title>Uji heteroskedastisitas</title>
            <p id="paragraph-ccf4cf6a1ce0f1d3fdd1b809d29c5e5b">Data diolah menggunakan SPSS</p>
          </caption>
          <graphic id="graphic-9bd6e7f5a69260983eb68e848ae8cedb" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="845 ijler g6.PNG" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-48">Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas melalui uji <italic id="_italic-3">glajser</italic> menunjukkan bahwa nilai signifikan pada X1 sebesar 0,157, X2 sebesar 0,897, dan X3 sebesar 0,295 &gt; 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa semua uji heteroskedastisitas diatas adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-e9efeb5a725f13d2eb7bdd7f3655aabe">
        <title>Uji parsial (uji t)</title>
        <fig id="figure-panel-4703ec62e231404c8d508f1fec817871">
          <label>Figure 7</label>
          <caption>
            <title>Uji parsial (uji t)</title>
            <p id="paragraph-5ab422717f7937efcf6a88e5ce215d52">Data diolah menggunakan SPSS</p>
          </caption>
          <graphic id="graphic-88c284604c3b4c3faa3e0e81faa6e914" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="845 ijler g7.PNG" />
        </fig>
        <list list-type="bullet" id="list-9b0b2457c0e426f9c7ea3b129c87c473">
          <list-item>
            <p>Diketahui bahwa nilai sig. untuk pengaruh variabel kepemimpinan transformasional (X<sub id="_subscript-21">1</sub>) terdapat kepuasan kerja karyawan (Y) adalah sebesar 0,008 &lt; 0,05 dan nilai t<sub id="_subscript-22">hitung</sub> 2,809 &gt; t<sub id="_subscript-23">tabel</sub> 2,024, sehingga dapat disimpulkan bahwa H<sub id="_subscript-24">0</sub> ditolak, H<sub id="_subscript-25">a</sub> diterima yang artinya secara statistik variabel kepemimpinan transformasional (X<sub id="_subscript-26">1</sub>) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Diketahui bahwa nilai sig. untuk pengaruh variabel disiplin kerja (X<sub id="_subscript-27"><sub id="subscript-f18ce2859c5641175b3f882a46a037f8">2</sub></sub>) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) adalah sebesar 0,041 &lt; 0,05 dan nilai t<sub id="_subscript-28"><sub id="subscript-658f9aaef226539ea725e60549cd5aee">hitung</sub></sub>2,114 &gt; t<sub id="_subscript-29"><sub id="subscript-c0f709056079355925b123d426776a8e">tabel</sub></sub> 2,024, sehingga dapat disimpulkan bahwa H<sub id="_subscript-30"><sub id="subscript-f36f39ad55de8f03188c547f5c8b6af9">0</sub></sub> ditolak, H<sub id="_subscript-31"><sub id="subscript-390b566cbdcc9f364d1225849a1bc105">a</sub></sub> diterima yang artinya secara statistik variabel disiplin kerja (X<sub id="_subscript-32"><sub id="subscript-c32d0a6fac4238ca1e9327719a3a9a56">2</sub></sub>) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Diketahui bahwa nilai sig. untuk pengaruh variabel motivasi kerja (X<sub id="_subscript-33"><sub id="subscript-be716be1ed5f7b39535d7eb9dd8dbcdd">3</sub></sub>) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) adalah sebesar 0,023 &lt; 0,05 dan nilai t<sub id="_subscript-34"><sub id="subscript-dfb4a144befdb62c49a99472a0ec648e">hitung</sub></sub> 2,372 &gt; t<sub id="_subscript-35"><sub id="subscript-69773d5d0fe42e138c3b3bab6d65dcf3">tabel</sub></sub> 2,024, sehingga dapat disimpulkan bahwa H<sub id="_subscript-36"><sub id="subscript-9d606aab4952b64b978d4e1657461e22">0</sub></sub> ditolak, Ha diterima yang artinya secara statistik variabel motivasi kerja (X<sub id="_subscript-37"><sub id="subscript-4041b352df175cf16bce025fba856108">3</sub></sub>) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).</p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
      <sec id="heading-4b7ca56a5ad2277fa8ab144af6093107">
        <title>Uji f</title>
        <fig id="figure-panel-b73157bb0dc96d63d9f24ae3ac67ac19">
          <label>Figure 8</label>
          <caption>
            <title>Uji f</title>
            <p id="paragraph-e79ba1c21540b24d00f7c88a8bc12f79">Data diolah menggunakan SPSS</p>
          </caption>
          <graphic id="graphic-a68c0a73a1a3be5cc7bec4c564bbcf54" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="845 ijler g8.PNG" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-49">Berdasarkan hasil uji F diatas dapat dilihat pada kolom sig. yang menyatakan bahwa nilai sig. adalah 0,00 atau nilai sig. &lt; 0,05. Maka kesimpulannya adalah variabel kepemimpinan transformasional (X<sub id="_subscript-18">1</sub>), disiplik kerja (X<sub id="_subscript-19">2</sub>), motivasi kerja (X<sub id="_subscript-20">3</sub>) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).</p>
      </sec>
      <sec id="heading-47fe3e4e49233ddbfcd5bcf69c8cdcd0">
        <title>Uji koefisien determinasi (R2)</title>
        <fig id="figure-panel-6c4c86faf52f448d60f97f83b12d17bc">
          <label>Figure 9</label>
          <caption>
            <title>Uji koefisien determinasi (R2)</title>
            <p id="paragraph-071118c86bc94764620e90ea4088998e">Data diolah menggunakan SPSS</p>
          </caption>
          <graphic id="graphic-8e2c1723c3d20014ab2028e24bac0001" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="845 ijler g9.PNG" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-50">Besarnya nilai Rsquare (koefisien diterminasi) yang terdapat pada tabel diatas adalah sebesar 0,457. Hal ini menunjukkan bahwa sumbangan pengaruh kepemimpinan transformasional (X1), disiplin kerja (X2), dan motivasi kerja (X3) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) adalah sebesar 45,7% sementara sisanya 54,3 merupakan kontribusi dari variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-dcf0c381db85790233a8cbb7f92d4045">
        <title>Pembahasan hasil penelitian</title>
        <p id="paragraph-56fcf12b8470603ce0370caa3758d753">1. Kepemimpinan Transformasional </p>
        <p id="_paragraph-51">Hasil analisis pengaruh kepemimpinan transformasional (X1) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) : dari analisis uji t diperoleh nilai sig. untuk pengaruh variabel kepemimpinan transformasional (X1) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) sebesar 0,008 &lt; 0,05 dan nilai thitung 2,809 &gt; ttabel 2,024, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kepemimpinan transformasional (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Selain itu koefisien regresi X1 sebesar 0,304 yang menyatakan bahwa kepuasan kerja karyawan akan meningkat sebesar 0,304. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel kepemimpinan transformasional, disiplin kerja, motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Bahwa pemimpin bisa mengambil tindakan untuk memberikan inspirasi. Pemimpin yang ada di PT Sarana Nikoteknik sering mengajak diskusi, dan tidak segan untuk mentransferkan ilmu.</p>
        <p id="_paragraph-52">Dalam penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Zulkarnaen, I Nyoman Sudarma (2018) yang berjudul pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, dan kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan Restoran Warung Taulan Bandung[10].</p>
        <p id="paragraph-476dee5239564c6fc80aac46c0d9f0fe">2. Disiplin kerja </p>
        <p id="_paragraph-53">Hasil analisis data uji t dan hasil pengujian menunjukkan bahwa pengaruh disiplin kerja terhadap kepuasan kerja karyawan adalah pengaruh signifikan sehingga nilai sig. variabel disiplin kerja terhadap kepuasan kerja karyawan sebesar 0,041 &lt; 0,05 dan nilai t<sub id="_subscript-38">hitung </sub>2,114 &gt; t<sub id="_subscript-39">tabel</sub> 2,024. Selain itu koefisien regresi disiplin kerja sebesar 0,165 yang menyatakan bahwa kepuasan kerja karyawan akan meningkat sebesar 0,165. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel disiplin kerja (X<sub id="_subscript-40">2</sub>) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) adalah terdapat pengaruh siginfikan positif dan secara simultan variabel kepemimpinan transformasioanl, disiplin kerja, dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan menyatakan bahwa signifikan.</p>
        <p id="_paragraph-54">Dalam penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Naim mustofa (2018) menyatakan bawha disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Apotik Sumber Anom Warujayeng Nganjuk. Disiplin kerja terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan nilai sig. sebesar 0,008 &lt; 0,05[2].</p>
        <p id="paragraph-0a702e3f8731db37ebc9ffcbc89bcc5e">3. Motivasi kerja </p>
        <p id="_paragraph-55">Hasil analisis pengaruh motivasi kerja (X<sub id="_subscript-41">3</sub>) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) : dari analisis uji t diperoleh nilai sig. untuk pengaruh variabel motivasi kerja (X<sub id="_subscript-42">3</sub>) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) sebesar 0,008 &lt; 0,05 dan nilai t<sub id="_subscript-43">hitung</sub> 2,372 &gt; t<sub id="_subscript-44">tabel</sub> 2,024, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi kerja (X<sub id="_subscript-45">3</sub>) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Selain itu koefisien regresi X<sub id="_subscript-46">3</sub> sebesar 0,234. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel motivasi kerja (X<sub id="_subscript-47">3</sub>) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) adalah terdapat pengaruh signifikan positif dan secara simultan pengaruh kepemimpinan transformasional, disiplin kerja, motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.</p>
        <p id="_paragraph-56">Dalam penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Ronna Yulia, Rita N, Yantje U (2017) yang berjudul pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan Cinemaxx Lippo Plaza Manado. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Cinemaxx Lippo Plaza Manado dengan nilai sig. untuk pengaruh variabel motivasi kerja (X<sub id="_subscript-48">3</sub>) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) sebesar 0,029 &lt; 0,05[3].</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-3d1995efb45c9f673d0be8bb28472ccf">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-58">Dari hasil penelitian diatas, maka penelitian ini bisa di simpulkan sebagai berikut :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-04cad766dd495b582181651a2578e495">
        <list-item>
          <p>hasil uji hipotesis secara parsial untuk variabel kepemimpinan transformasional terdapat hasil yang positif dan signifikan. Sehingga penguji bisa menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sarana Nikoteknik Surabaya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hasil uji hipotesis secara parsial untuk variabel disiplin kerja terdapat hasil yang positif dan signifikan. Sehingga penguji bisa menyimpulkan bahwa disiplin kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sarana Nikoteknik Surabaya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hasil uji hipotesis secara parsial untuk variabel motivasi kerja terdapat hasil yang signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sarana Nikoteknik Surabaya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hasil perhitungan hipotesis secara parsial untuk tiap-tiap variabel yaitu kepemimpinan transformasional, disiplin kerja dan motivasi kerja terdapat pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja karyawan yang artinya didalam penelitian ini membuktikan bahwa variabel tersebut secara parsial penting untuk variabel kepuasan kerja karyawan pada PT Sarana Nikoteknik Surabaya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hasil perhitungan uji hipotesis secara simultan atau secara bersama-sama untuk variabel kepemimpinan transformasional, disiplin kerja dan motivasi kerja terdapat pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sarana Nikoteknik Surabaya.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>