<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Effect of Brand Image and Product Quality on Fast Food Consumer Loyalty in East Java Province</article-title>
        <subtitle>Pengaruh Citra Merek Dan Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Konsumen Makanan Cepat Saji di Provinsi Jawa Timur</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-0c339f91796a611489fdf8b1d8129b80" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Melania</surname>
            <given-names>Dewi Riski</given-names>
          </name>
          <email>dewiriskia30@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-a0c9cb4e3621e5893295fc4224e454ee" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Sukmono</surname>
            <given-names>Rita Ambarwati</given-names>
          </name>
          <email>ritaambarwati@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-10-05">
          <day>05</day>
          <month>10</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-2">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Perkembangan bisnis makanan siap saji dewasa ini telah berkembang pesat. Dengan semakin banyaknya cabang makanan cepat saji yang mudah ditemukan di berbagai tempat [1]. Dalam suatu kondisi saat ini dapat mengakibatkan perusahaan semakin dituntut agar dapat menemukan strategi yang baik agar dapat mencapai target penjualan di tengah persaingan bisnis makanan cepat saji, agar tidak kalah saing. McDonald's adalah perusahaan makanan cepat saji Amerika, didirikan pada tahun 1940 sebagai restoran dan memulai jangkauan perusahaan di seluruh dunia. McDonald’s pertama kali masuk di indonesia pasa tahun 1991.Dari beberapa restoran <italic id="_italic-50">fast food </italic>yang terdapat di Indonesia, McDonald’s menduduki urutan nomer 2 pada Top Brand Awards restoran <italic id="_italic-51">fast food</italic> yang berada di Indonesia. McDonald’s juga menghadirkan cita rasa Indonesia pada produk barunya agar menjadi satu pilihan masyarakat Indonesia [2]. Visi McDonald’s adalah menjadikan McDonald’s sebagai restoran cepat saji dengan pelayanan yang terbaik di dunia. Untuk mencapai visi ini, McDonald’s selalu menjamin mutu dan kualitas produknya, dan memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan, serta menawarkan kebersihan dan keamanan produk pangan serta nilai-nilai tambah lainnya. Senyum konsumen adalah hal penting untuk McDonald's. Misi dari McDonald’s sendiri terdiri dari 3 yaitu : Menjadikan perusahaan terbaik untuk seluruh karyawan McDonald’s di setiap cabang McDonald’s di seluruh dunia. Selain itu McDonald’s juga menghadirkan pelayanan dengan sistem operasional yang unggul bagi setiap konsumen di setiap restoran cabang McDonald’s. Terus meningkatkan perkembangan ke arah yang menguntungkan sebagai sebuah brand, serta terus mengembangkan sistem operasional McDonald’s ke arah yang lebih baik lagi memalui inovasi dan teknologi yang telah berkembang. McDonald’s hingga saat ini memiliki ribuan restoran yang tersebar di lebih dari 100 negara di dunia, salah satunya berada di Indonesia, faktor rasa menjadi alasan paling banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia [3].</p>
      <p id="_paragraph-13">Dalam persaingan bisnis, Loyal dapat diartikan bahwa konsumen melakukan pembelian berulang. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa loyalitas dibangun karena pengaruh merek. Citra dapat menciptakan kepentingan dan membantu konsumen dalam mengumpulkan informasi, membedakan merek, menciptakan alasan untuk membeli, dan merek yang telah dikenal oleh masyarakat dapat berpengaruh pada perusahaan, dengan citra merek yang positif di kalangan masyarakat maka dapat mempengaruhi loyalitas konsumen [4]. Perilaku ini kemudian dapat diukur dengan menanyakan kepada orang-orang seberapa besar mereka menyukai dan merekomendasikan merek tersebut, merasa berkomitmen terhadap produk, dan akan merekomendasikannya kepada orang lain, dan sehingga orang lain juga memiliki keyakinan dan perasaan positif terhadap produk tersebut.Selain citra merek, kualitas produk juga mempengaruhi dalam loyalitas konsumen [5]. Kualitas produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan oleh perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Kualitas yang baik dapat mendorong konsumen untuk menjalin hubungan dengan perusahaan. Produk dapat menjelaskan suatu fungsi dan kegunaannya untuk konsumen dan produk juga dapat menjelaskan identitas dari suatu merek yang di pasarkan. Kualitas yang semakin tinggi manfaatnya maka semakin tinggi pula kualitas dari produk yang dipasarkan sehingga konsumen pun semakin puas dengan produk yang ditawarkan karena kualitasnya yang baik.Dengan semakin tinggi nya kepuasan dari konsumen biasanya menyarankan produk tersebut kepada konsumen lain [6]. Sehingga dapat menjadi strategi pemasaran yang menjanjikan.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-14">Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, karena menggunakan data penelitian berupa angka-angka dan dianalisis menggunakan statistik. Populasi pada penelitian adalah seluruh konsumen McDonald’s yang pernah membeli produk McDonald’s lebih dari 2 kali pembelian dengan sampel 100 responden. Pada penelitian menggunakan teknik <italic id="_italic-52">probability sampling</italic> dengan jenis <italic id="_italic-53">s</italic><italic id="_italic-54">imple random sampling</italic> merupakan metode yang digunakan dalam memilih sampel dari populasi secara acak dan sederhana sehingga setiap anggota memiliki peluang yang sama besar untuk diambil sebagai sampel. Kriteria pengambilan sampel tersebut terdiri dari :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-7e30b5e975e7e04d68b18f6785b3360e">
        <list-item>
          <p>Pria atau wanita yang pernah membeli lebih dari 2 kali produk McDonald’s.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pria atau wanita yang berusia kisaran 17-65 tahun.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-15">Jika jenis data kuantitatif. Analisis data dapat dilakukan ketika semua jawaban dari responden terkumpul dan siap untuk dianalisis oleh peneliti. Pengukuran Pengaruh Citra Merek Dan Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Konsumen dapat dilakukan dengan menggunakan<italic id="_italic-55">skala</italic><italic id="_italic-56">likert</italic><italic id="_italic-57">. </italic>Pernyataan yang terdapat di dalam kuisioner menggunakan lima alternatif jawaban yang harus dijawab oleh responden yang masing-masing diberi skor 1 sampai 5, yaitu:</p>
      <p id="_paragraph-16">1= SangatTidakSetuju</p>
      <p id="_paragraph-17">2= TidakSetuju</p>
      <p id="_paragraph-18">3= Netral</p>
      <p id="_paragraph-19">4= Setuju</p>
      <p id="_paragraph-20">5= SangatSetuju</p>
      <p id="_paragraph-21">Penelitian ini menggunakan metode Analisis statistik deskriptif yaitu analisis data yang digunakan dalam mengidentifikasi perbedaan karakteristik yang berbeda dari masing-masing responden yang menjadi target penelitian dan jawaban dari responden terhadap variabel penelitian, dijelaskan menggunakan rata-rata hitung. Dan menggunakan Partial Least Square (PLS) merupakan model persamaan Structural Equation Modeling (SEM). Analisis PLS-SEM terdiri dari dua sub model yaitu model pengukuran <italic id="_italic-58">measurement model </italic>atau outer model dan model struktural atau <italic id="_italic-59">inner model</italic>.</p>
      <p id="paragraph-832dd53ca94349d4b5c2063b934406cf">A. Evaluasi model dalam PLS atau outer model :</p>
      <p id="_paragraph-22">PLS-SEM, juga disebut sebagai SEM berbasis varians, dikembangkan oleh Hermanliar(1982) menawarkan pendekatan pemodelan persamaan struktural dengan banyak fleksibilitas yang lebih besar. PLS-SEM didasarkan pada hubungan kausal-prediktif karena memaksimalkan jumlah varians yang dijelaskan dari variabel dependen yang ditemukan dalam penjelasan yang dikembangkan dengan baik (Rambut, Sarstedt, &amp; Ringle, 2019; Jöreskog &amp; Wold, 1982). Pada pengukuran SEM-PLS terdapat dua pengukuran yang terdiri dari <italic id="_italic-60">outer model</italic> ( model pengukuran)dan <italic id="_italic-61">inner model </italic>(model struktural), pada outer model terdiri dari dua uji yaitu uji validitas dan uji reliabilitas. Inner model digunakan dalam pengukuranuji hipotesis(Ghozali dan Latan, 2015). <italic id="_italic-62">Outer Model</italic> terdiri dari beberapa uji yang dilakukan yaitu <italic id="_italic-63">Convergent Validity</italic> / Uji Validitas, <italic id="_italic-64">Discriminant Validity</italic>, <italic id="_italic-65">Composite </italic><italic id="_italic-66">Reability</italic> / Uji Reabilitas.</p>
      <p id="paragraph-3dbea6b474e6ba8c6d570642104f971a">B. Evaluasi Model Struktural (<italic id="_italic-67">Inner Model</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-23"><italic id="_italic-68">Inner Model</italic> atau model struktural merupakan gambaran hubungan antar variabel. Model struktural dapat dievaluasi dengan menggunakan <italic id="_italic-69">R-Square</italic> untuk konstruk dependen, nilai <italic id="_italic-70">path</italic> coeficcient atau <italic id="_italic-71">t-values</italic> pada setiap path untuk dapat diuji signifikasi</p>
      <p id="_paragraph-24">Kerangka Konseptual</p>
      <fig id="figure-panel-c97dfbbcbdf79a0dbd4eae62b9bd9d51">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Kerangka Konseptual</title>
          <p id="paragraph-9ce20a960ff3b9466b0d31fa9a35c936" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-43fcc9a567eee7d7bd23206eea38e1c7" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="832 Ijler G1.png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-3728da57831a5c2f78d7e623be3b62c1">Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-26">H1 : Terdapat pengaruh antara Citra Merek terhadap Loyalitas Konsumen McDonald’s</p>
      <p id="_paragraph-27">H2 : Terdapat pengaruh antara Kualitas Produk terhadap Loyalitas Konsumen McDonald’s</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-3804ace0181791f2e72a4ba6c32d8c1f">
        <title>Analisis data</title>
        <p id="_paragraph-29">Outer Model</p>
        <p id="paragraph-a6d1908be6e89dc2bfd5abd71d845806">a. Uji validitas konvergen</p>
        <p id="paragraph-0be386775f31e31ba2167c91b63898f0">Validitas konvergen dapat terjadi apabila jumlah yang diperoleh tiap instrumen berbeda untuk menghitung konstruk sama atau memiliki korelasi yang tinggi [2]. Validitas konvergen adalah model mengukur menggunakan indikator reflektif yang dapat dinilai menggunakan SEM-PLS berdasarkan hubungan korelasi antara skor item dan skor yang dihitung dengan PLS .Untuk menguji validitas konvergen menggunakan outer loading , suatu indikator dikatakan valid apabila outer loading &gt;0,5. Berikut output dari outer loading :</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Outer Loading</title>
            <p id="_paragraph-31">Data primer diolah dengan SmartPLS 3.0 ,2022</p>
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-ce52d2da1c35e4663330c45a45572f2f">
                <td id="table-cell-2118775224d5d0623042311f3d1d7546" />
                <td id="table-cell-5040098677538b96071721fba4699a21">X1</td>
                <td id="table-cell-c8af272344e39fd2e64361c293b7bb34">X2</td>
                <td id="table-cell-7ee768a3d8e428c1e3f418a202f45f21">Y</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9f04795941cbd55cde5c0d94052f48b6">
                <td id="table-cell-e31d96bc35f757702c87aaeda6f784f6">X1.1</td>
                <td id="table-cell-2701946ae4e7118cd431864d225722f5">0.779</td>
                <td id="table-cell-3bb83fb06ea903c17886d49b67cb83dd" />
                <td id="table-cell-956125c469e71dd3bea8f9fb9486ad77" />
              </tr>
              <tr id="table-row-41ca2d5251b646320d651507742fcc59">
                <td id="table-cell-89d09b4e70aee602185adcddbe60f429">X1.2</td>
                <td id="table-cell-8d3ff5d02afbc414be75ae0b87017a3b">0.898</td>
                <td id="table-cell-314cb6724e17350aa1a9b4d074ef015c" />
                <td id="table-cell-b812b06acad212d53fb19c85932da2e8" />
              </tr>
              <tr id="table-row-ccf5d214da5d1fe54dcb50754f427a1b">
                <td id="table-cell-4333ed702d6aef5a3c31fbea0e360528">X1.3</td>
                <td id="table-cell-828d51a242e30c870d73a65105538d2f">0.887</td>
                <td id="table-cell-db2f373886b6cca16366b4518ecfab08" />
                <td id="table-cell-54dd926c2ca09598bab4e6083cb8d0d9" />
              </tr>
              <tr id="table-row-cb0b249cd6c98ddcdfb838f3396e17db">
                <td id="table-cell-91df6b2db835f942d2dc37d89d66abc4">X1.4</td>
                <td id="table-cell-c58d4c0a95222a201783c22ea19c310d">0.774</td>
                <td id="table-cell-71df6b678517bd6f4e2b9b8782d0afee" />
                <td id="table-cell-c36c0a022c4a07c30c663ba878fc9b13" />
              </tr>
              <tr id="table-row-f71b8548071e0655a22b81787ef1ffd9">
                <td id="table-cell-65d56b64b434fc7088f04e85aef82c25">X2.1</td>
                <td id="table-cell-e174fa1dc9f25e2af52dc74aca3a1334" />
                <td id="table-cell-7c26f022edbcc74836f89aaf6a691c6f">0.885</td>
                <td id="table-cell-90e526347ed98cffea997f1834f06a0b" />
              </tr>
              <tr id="table-row-c3c63a22122d1c4127f2c8912284c17c">
                <td id="table-cell-4427a25b6b98c10c2b6a7d4a69352ce1">X2.2</td>
                <td id="table-cell-b752a17a907e5d7eec743d97ec806fb4" />
                <td id="table-cell-1f9c878181bf2a2b6a68453563897cf4">0.896</td>
                <td id="table-cell-5b80d717b8a9dcea5afb70f365bca76e" />
              </tr>
              <tr id="table-row-3b5eda668902e41841c1af4446292ef3">
                <td id="table-cell-21f8175e8c929725b902ad184a490e27">X2.3</td>
                <td id="table-cell-de4824edeaaab99a5f190684a4dddb9c" />
                <td id="table-cell-f1f2180d6453192b723392548eddb8f8">0.772</td>
                <td id="table-cell-2e2a4d5b0e74b1e49d7d30f517d55a13" />
              </tr>
              <tr id="table-row-4223e6d0503ee33cbb828096cee7777a">
                <td id="table-cell-670c275f8f144a1a16dc8c3a99faf7e5">X2.4</td>
                <td id="table-cell-d9efe593cb5fd527cf6c0cdd441d5171" />
                <td id="table-cell-a4d78592d4f97c6146534ec2c934d8ee">0.689</td>
                <td id="table-cell-feaeaecd4b9033073adee055cb8cc152" />
              </tr>
              <tr id="table-row-5e7283f57b8132e0accda73d3dd0ecfd">
                <td id="table-cell-d87a8b01e809ace4c97cb230f3b947f2">Y1.1</td>
                <td id="table-cell-78fc432d414dd0f0b3adafa42128ccae" />
                <td id="table-cell-431d192d04bc6349a46f1711a44be63f" />
                <td id="table-cell-2978324618ce4121fc2b8295c669deb0">0.815</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-708958a8e4086a2440b9e98e054b5497">
                <td id="table-cell-5c3f02d691a24f9a592c32c3bbb4353e">Y1.2</td>
                <td id="table-cell-62ff56c0cd254c35398f423ac7016a80" />
                <td id="table-cell-a0893149441f2a2692efa06e2956f6aa" />
                <td id="table-cell-bebf303081237981e65f897c111334a9">0.812</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6d0710c9b3f0fda58d7d0bc85be59609">
                <td id="table-cell-4d5c8a0e9ae5b49ce0a8ea157ece01a0">Y1.3</td>
                <td id="table-cell-44e56c9e5fe19115f19405783f1d4080" />
                <td id="table-cell-a3bf8c53054e8c46835adf6e04e1e21c" />
                <td id="table-cell-4cc3281501feb6948873a13327c36887">0.765</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3b5153f96560d32e6fd6d03e7bf8d890">
                <td id="table-cell-33ba22bff2e0e7a97963ca4f58a61e54">Y1.4</td>
                <td id="table-cell-9a8497e019d8aee026f5ad23397916a0" />
                <td id="table-cell-cd4c94b8897596affc1dca1847272f8f" />
                <td id="table-cell-afd9e1684ce0a0d5fd0cc7d75326cab4">0.853</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-c2fbfebbb950ce73bb15d0327b0d0b39">Pada hasil tabel output outer loading diatas dapat dikatakan memenuhi validitas konvergen apabila nilai outer loading &gt;0,5 masih dianggap cukup [7]. dari data output outer loading diatas tidak ada yang dibawah 0,5 sehingga indikator yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi validitas konvergen yang berarti layak atau valid untuk digunakan dalam analisis selanjutnya.</p>
        <p id="paragraph-53eaf4b7d00c56553941aebe16c65382">b. Uji deskriminant validity</p>
        <p id="_paragraph-33">discriminant validity juga dapat dilihat melalui tabel <italic id="_italic-72">A</italic><italic id="_italic-73">verage </italic><italic id="_italic-74">V</italic><italic id="_italic-75">ariant </italic><italic id="_italic-76">E</italic><italic id="_italic-77">xtracted</italic> (AVE) dengan syarat nilai harus &gt;0,5 untuk mengetahui setiap indikator dikatakan valid atau tidak Maka dapat disimpulkan bahwa indikator valid dan memenuhi syarat pada <italic id="_italic-78">convergen validity</italic>[8].</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Average Variant Extracted (AVE)</title>
            <p id="_paragraph-35">Data primer diolah dengan SmartPLS 3.0 ,2022</p>
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-ebe009880c55bf456fdb394314a04d6d">
                <td id="table-cell-d6309a8cb56dc8cda373cbe5028cb7e9">Variabel</td>
                <td id="table-cell-9b51b70cf7e4ccedb0d145e0265459c1">Average Variance Extracted (AVE)</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-39b1cfd6d8921a3900f71303c4c16bac">
                <td id="table-cell-ed6bada133e5f70eea0244caacf33175">Citra merek (X1)</td>
                <td id="table-cell-1ddfa5c436815ad5fa2f7cd0fee34fc1">0.700</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0c2a001a9513f06216798e7c13d18d00">
                <td id="table-cell-d0a90232ba5c88b8daa154cc59abf9ba">Kualitas produk (X2)</td>
                <td id="table-cell-d8949d32cdab9231456f72845e43c87b">0.664</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-38153188167dd39e176369c31af99c3f">
                <td id="table-cell-01c0c076818ff5eca27572e5e606c599">Loyalitas konsumen (Y)</td>
                <td id="table-cell-544df1032cd15f14f16298a4e9009ff3">0.659</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-17a9ac995e859915598d3bdb4d21ac29">c. Uji Reliabilitas</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Uji Reliabilitas</title>
            <p id="_paragraph-38">Data primer diolah dengan SmartPLS 3.0 ,2022</p>
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-3d90e0112dc6009464cf0383e303fa86">
                <td id="table-cell-2597fd5fd361a1ef25763b0afc24cce4">Variabel</td>
                <td id="table-cell-9819ee07c0a15330d2e3187c0c456c8d">Cronbach's Alpha</td>
                <td id="table-cell-c3620b10c8c882ede230376503649115">Composite Reliability</td>
                <td id="table-cell-a5cd4e574bd72f85934cfbef9efeced1">Keterangan</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3b5422ad20c05804f1a903409df7b339">
                <td id="table-cell-79b0c66f48c3018c726bc0aec8dac33a">Citra merek (X1)</td>
                <td id="table-cell-5b4b035089d65066f9117620d42ced39">0.856</td>
                <td id="table-cell-197ae7bf512c0f92f4688bf76925cc87">0.903</td>
                <td id="table-cell-85522beb886f5c68b6b17f6a363393a8">Reliabel</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a392ea7a0a85c5ba7b65f71188d601e1">
                <td id="table-cell-70c45a73399b00e8a1c4128666ec4224">Kualitas produk (X2)</td>
                <td id="table-cell-a4ea69d3bfabe103d274030f69ebb291">0.828</td>
                <td id="table-cell-dfed79664046ec21e412006b29b1db3f">0.887</td>
                <td id="table-cell-b7ea77d5bcae5a3279d7effda73219f8">Reliabel</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-327e7c04870ee4689f0391b9ac28ec75">
                <td id="table-cell-32d0971f3c403541fd3434b902652f60">Loyalitas konsumen (Y)</td>
                <td id="table-cell-97c27282a071ce8be1cde1f8d1113146">0.827</td>
                <td id="table-cell-a596916b306a1ad79381467bced39f8f">0.885</td>
                <td id="table-cell-0fa630cf602dcb7e361e3cd655fb4627">Reliabel</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-40">Sarwono dan narima wati(2015) menyatakan bahwa” suatu variabel laten dapat dikatakan mempunyai reliabilitas jika jumlah cronbach alpha dan composite reliability &gt;0,7”. Maka dapat disimpulkan bahwa data indikator tersebut reliabel karena &gt; 0,7.</p>
        <p id="_paragraph-41">Inner Model</p>
        <p id="paragraph-93a595a8aa7c9d09838d8f520205af9a">a. Uji R-Square</p>
        <p id="_paragraph-42"><italic id="_italic-81">R-Square</italic> sebagai kekuatan prediksi dalam model struktural. Pada nilai <italic id="_italic-82">R-Square</italic> menjelaskan seberapa besar pengaruh pada variabel eksogen tertentu terhadap variabel endogen yang mempunyai pengaruh yang <italic id="_italic-83">substantive</italic>. Semakin tinggi nilai maka berarti semakin baik pula model prediksi yang di dapat dari model penelitian yang diajukan.Perhitungan uji R-Square dilakukan dengan melalui estimasi koefisien jalur.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Uji R-Square</title>
            <p id="_paragraph-44">Data primer diolah dengan SmartPLS 3.0 ,2022</p>
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-f02b8dbf9c3842dcc6861c6e04d029fe">
                <td id="table-cell-50abc438b4fe04fb983158464559ef1a" />
                <td id="table-cell-3afe355a09d6d9799cd2eb4c187c3dbe">R Square</td>
                <td id="table-cell-f9b9c8140ad11b93e8b77c81c5a62e0f">R Square Adjusted</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d648b397f542be6e77a954d9a32f2079">
                <td id="table-cell-6c175db842de99415bb8c626c89e85f3">L oyalitas K onsumen (Y)</td>
                <td id="table-cell-605ad2e025d0c34f63646a85cb6c0ffa">0.886</td>
                <td id="table-cell-6cf6ed20c4cbf808da4f8f210346fffb">0.881</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-46">Nilai R-Square digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel laten independen terhadap variabel laten dependen. Menurut Chin (1998) dalam Ghozali(2012:27), hasil R-Square 0,67 menunjukkan bahwa model dikategorikan baik. Pada penelitian ini menunjukkan tabel R-Square variabel Loyalitas Konsumen sebesar 0,886 atau 88% yang berarti 88% yang mempengaruhi loyalitas konsumen ialah variabel yang diteliti oleh penulis , sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari penelitian ini. Jika penelitian ini menunjukkan tabel R-Square sebesar 0,886 Maka dapat dikatakan bahwa permodelan ini merupakan model yang baik.</p>
        <p id="paragraph-5ae535b86c6b8d2e286e1aacebc94d2c">b. Uji Hipotesis</p>
        <p id="_paragraph-47">Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui apakah hipotesis dapat diterima atau tidak dengan melihat nilai signifikan antar konstruk. Hipotesis dapat dilihat melalui hasil dari nilai T-statistik dan P-values. Cara untuk mengetahui nilai T-statistik dan P-values adalah dengan melakukan <italic id="_italic-85">bootst</italic><italic id="_italic-86">rapping</italic>. Kemudian melihat nilai signifikan atau tidaknya dengan melihat nilai T-statistik pada <italic id="_italic-87">path</italic><italic id="_italic-88"> coefficient</italic><italic id="_italic-89">. </italic>Hipotesis dapat diterima apabila nilai T-statistik lebih dari 1,96 dan P-values kurang dari 0,05.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>Uji hipotesis</title>
            <p id="_paragraph-49">Data primer diolah dengan SmartPLS 3.0 ,2022</p>
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-beb3b0f995edc38f61356809617fe863">
                <td id="table-cell-a102c2c0d1043808083625528cc670b1" />
                <td id="table-cell-0c7937bbefa38f07de0b6da75c964e0d">Variabel</td>
                <td id="table-cell-45a56b619a41cf7bbbbbaa66400726cf">T Statistics </td>
                <td id="table-cell-0f96b16d4f67268c1d5beecec5b27a6a">P Values</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-94cecce8e9200e829d22b292653e7387">
                <td id="table-cell-636829dfd589040fd9196d21299f58b3">H1</td>
                <td id="table-cell-f2d8ca435385c42e085179eb83d2beec">X1 - &gt; Y</td>
                <td id="table-cell-909ce4574d961c72e823859441342cd5">2.236</td>
                <td id="table-cell-cee5a2584c9c14d1d42f51f226c2cfc1">0.022</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e475e0804e990ecc0e591edcda95238c">
                <td id="table-cell-f3c613c68a3acfaa87ba8e6933c57810">H2</td>
                <td id="table-cell-54cec2b18ecfed0b087ad2d426d67ec9">X2 - &gt; Y</td>
                <td id="table-cell-7bfb0f1c7c87074d8bf8be904c261431">3.340</td>
                <td id="table-cell-a503fc1fd256139331d16687123a95a9">0.001</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-51">H1 :Berdasarkan perhitungan diatas,nilai t-statistik 2.236 &gt;1,96 dan nilai p-values 0.022 &lt;0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 diterima dan dinyatakan terdapat pengaruh signifikan antara citra merek terhadap loyalitas konsumen.</p>
        <p id="_paragraph-52">H2 : Berdasarkan perhitungan diatas,nilai t-statistik 3.340 &gt;1,96 dan nilai p-values 0.001 &lt;0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2 diterima dan dinyatakan terdapat pengaruh signifikan antara kualitas produk terhadap loyalitas konsumen.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-35b8781e4cbd19fb13c0dcde731c3570">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-53">Berdasarkan hasil pengujian yang didapatkan maka hasil hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-54">H1 : Pengaruhcitra merek terhadap loyalitas konsumen McDonald’s.</p>
        <p id="_paragraph-55">Dari hasil pengujian ini, dapat diketahui bahwa dinyatakan terdapat pengaruh signifikan antara citra merek terhadap loyalitas konsumen [9]. Hasil outer loading paling dominan dari variabel citra merek adalah indikator <italic id="_italic-90">reputation</italic> yang berarti reputasi yang baik pada McDonald’s secara dominan lebih berpengaruh daripada indikator lainnya pada variabel citra merek, sehingga perusahaan dapat meningkatkan loyalitas konsumen dengan tetap mempertahankan reputasi yang baik di masyarakat. Sedangkan hasil outer loading terendah terletak pada indikator <italic id="_italic-91">loyalty</italic> yang artinya selalu percaya dan setia terhadap produk McDonald’s, nilai dari outer loading rendah dikarenakan banyaknya pesaing dan produk sejenis lainnya yang merupakan pesaing bagi McDonald’s.</p>
        <p id="_paragraph-56">H2 : Pengaruhkualitas produk terhadap loyalitas konsumen McDonald’s.</p>
        <p id="_paragraph-57">Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa dinyatakan terdapat pengaruh signifikan antara kualitas produk terhadap loyalitas konsumen [10]. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan hasil outer loading dari variabel kualitas produk yang memiliki nilai tertinggi dari indikator kualitas produk adalah varian rasa yang dapat merefleksikan secara dominan terhadap variabel kualitas produk, adanya variant rasa yang beragam dan berbagai macam produk yang beragam dapat membuat konsumen menjadi loyal kepada produk yang ditawarkan McDonald’s. Selain itu biasanya McDonald’s menyajikan produk yang beragam seperti rasa burger yang memiliki varian rasa <italic id="_italic-92">double cheeseburger, cheeseburger deluxe, cheeseburger with egg, beef burger deluxe</italic>, ayam gulai McDonald’s , burger rendang, gulai gurih <italic id="_italic-93">Mcshaker fries</italic>, putu ayu mcflury oreo. Sedangkan hasil analisis yang dilakukan hasil outer loading dari variabel kualitas produk yang memiliki nilai terendah dari indikator kualitas produk adalah daya simpan produk McDonald’s tahan lama. hasil terendah ini dikarenakan McDonald’s merupakan makanan cepat saji yang tidak tahan sampai beberapa hari dan harus segera dikonsumsi.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-58">Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasaan , maka dapat disimpulkan bahwa Variabel Citra Merek berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Konsumen McDonald’s, hal ini menunjukkan bahwa peningkatan Citra merek melalui reputasi yang baik secara langsung dan signifikan dapat meningkatkan Loyalitas konsumen</p>
      <p id="_paragraph-59">Variabel kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen McDonald’s, hal ini menunjukkan bahwa peningkatan Kualitas Produk melalui varian rasa yang beragam secara langsung dan signifikan dapat meningkatkan Loyalitas konsumen.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>