<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Influence of Good Corporate Governance, Earning Power and Leverage on Earnings Management in Manufacturing Companies in the Industrial and Consumer Goods Sector</article-title>
        <subtitle>Pengaruh Good Corporate Governance, Earning Power dan Leverage Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri dan Barang Konsumsi</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-91a631fede4dc18a03173665eafab344" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Firman</surname>
            <given-names>Karinda</given-names>
          </name>
          <email>karindafirman02@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-65c0d960dc794947f011236972922361" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Widodo</surname>
            <given-names>Heri</given-names>
          </name>
          <email>heri_wdd@hotmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-08-28">
          <day>28</day>
          <month>08</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Di era industri yang semakin modern ini perusahaan juga dituntut untuk dapat berinovasi agar dapat bertahan dalam ketatnya persaingan serta memperoleh laba yang sebesar-besarnya. Pemilik perusahaan atau pemegang saham tentu akan memilih dan mempekerjakan seseorang yang mempunyai kompetensi dan profesional untuk diposisikan sebagai manajer ataupun komisaris untuk mengelola perusahaan tersebut. Dalam teori keagenan seorang manajer memiliki peran penting sebagai pengelola suatu perusahaan agar dapat memaksimalkan laba, namun disisi lain seorang manager juga menginginkan keuntungan untuk dirinya sendiri [1]. Manajer yang bertindak sebagai pengelola suatu perusahaan tentunya mempunyai informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan pemilik perusahaan atau pemegang saham. Manajer lebih mengetahui informasi secara internal dan perkembangan perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan dengan pemilik perusahaan atau pemegang saham. Namun terkadang manajer tidak menyampaikan kondisi perusahaan yang sebenarnya sehingga informasi yang diterima oleh pemilik perusahaan (pemegang saham) tidak sesuai [2].Untuk meminimalkan terjadinya manajemen laba dan peningkatan kualitas laporan keuangan yang ada pada suatu perusahaan perlu dilakukan adanya tata kelola perusahaan yang baik (<italic id="_italic-12">Good Corporate Governance</italic>). Menurut teori keagenan, <italic id="_italic-13">Corporate governance</italic> ditujukan untuk mengurangi asimetri informasi antara pemilik perusahaan (pemegang saham) dengan agen (manajer). GCG (<italic id="_italic-14">Good Corporate Governance</italic>) merupakan sistem tata kelola yang digunakan untuk mengatur hubungan antara para <italic id="_italic-15">stakeholder</italic> (pemegang saham, kreditur, manajemen perusahaan, pemerintah, serta pihak-pihak yang terkait lainnya) yang memiliki kepentingan terhadap suatu perusahaan [2]. Kaitan antara <italic id="_italic-16">good corporate governance</italic> dengan manajemen laba adalah dengan adanya penerapan tata kelola yang baik maka dapat meminimumkan tindakan manajemen laba pada suatu perusahaan adanya monitoring yang dilakukan oleh perusahaan, kegiatan pengawasan atau memonitoring ini bertujuan untuk mengawasi manajemen dalam mengelola suatu perusahaan agar dapat meminimalkan kesempatan manajemen dalam melakukan manajemen laba, jika tindakan monitoring ini dilakukan secara baik maka manajer juga akan kesulitan untuk melakukan manajemen laba. Beberapa penelitian yang mengungkapkan tentang manajemen laba telah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu. Dalam penelitian yang dilakukan oleh [2] yang menyebutkan bahwa kepemilikan institusional tidak mempunyai pengaruh terhadap praktik manajemen laba. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh [3] yang menyebutkan bahwa faktor kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Namun hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh [4] yang menyebutkan bahwa kepemilikan institusional bepengaruh positif terhadap manajemen laba, sehingga semakin tinggi kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak institusional, maka akan semakin tinggi pula tingkat manajemen laba yang terjadi di perusahaan tersebut. Selain <italic id="_italic-17">good corporate governance</italic>, beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap manajemen laba yaitu <italic id="_italic-18">earning power</italic>. Nilai Profitabilitas yang ada pada suatu perusahaan umumnya akan menjadi alat yang sangat dibutuhkan untuk menilai kinerja suatu perusahaan. Semakin besar nilai <italic id="_italic-19">profitabilitas</italic> pada suatu perusahaan maka dapat dikatakan kinerja dan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba juga akan semakin besar. Penelitian yang dilakukan oleh [5] yang menyatakan bahwa praktik manajemen laba dapat dipengaruhi oleh nilai dari <italic id="_italic-20">earning power</italic> pada perusahaan, akan tetapi setiap manajemen mempunyai teknik yang berbeda-beda tergantung dari motivasi suatu manajemen untuk melakukannya. Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh [4], bahwa mereka juga menyatakan hal yang sama. Faktor lain yang dapat dijadikan dalam pengukuran kinerja keuangan perusahaan adalah <italic id="_italic-21">leverage</italic>. Rasio <italic id="_italic-22">leverage</italic> menunjukkan proporsi penggunaan utang untuk membiayai investasi suatu perusahaan. Perusahaan yang memiliki rasio <italic id="_italic-23">leverage</italic> yang cukup besar atau tingginya jumlah utang perusahaan dibandingkan dengan asset yang dimiliki suatu perusahaan, diduga telah melakukan praktik manajemen laba karena perusahaan tersebut dianggap tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran utang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Penelitian yang dilakukan oleh [4], menyebutkan bahwa ketika suatu perusahaan dibiayai oleh hutang cenderung akan melakukan praktik manajemen laba.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-696475951bb8218b8a18fd7a76f366f6">A. Jenis Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-14">Jenis penelitian ini dapat diklasifikasikan dalam penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan proses penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, menyusun data dan menganalisis data serta menafsirkan data yang diperoleh. Data yang diolah dalam penelitian kuantitatif merupakan data sekunder yang diperoleh dari sumber yang sudah ada berupa laporan keuangan perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-114a93ebe259869c7f3ba17631ab1a4d">B. Lokasi Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-15">Penelitian ini dilakukan di Perusahaan manufaktur sektor industri dan barang konsumsi yang terdaftar Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengakses situs resmi yang dikelola oleh Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id. Penelitian ini menggunakan data laporan keuangan tahunan pada perusahaan manufaktur periode 2017 – 2019.</p>
      <p id="paragraph-92182bded521dffddd7a8c0da201a36a">C. Indikator Variabel</p>
      <p id="paragraph-1302ffa01d37e5f448f0acb5337d148d">
        <italic id="italic-bea8b078a31bf116018e6e9808eb4136">Supplementary File</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-2d5a04130f65a584b210c9e44b258803"><bold id="bold-e3ec794971dcdc705b5b27b890e9f36a">Gambar 1. </bold>Indikator Variabel</p>
      <p id="paragraph-fe4b8b69f71365f3152dc711dd69ee20"><bold id="bold-3dfdc7f5114e0f8b73b19297819c137a">Sumber : </bold>Data Diolah 2022</p>
      <p id="paragraph-bf3b5b894acbe074670ed6dcb1e3453a">D. Populasi dan Sampel </p>
      <p id="_paragraph-19">Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur sektor industri dan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017-2019. Adapun populasi perusahaan manufaktur sektor industri dan barang konsumsi yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017 sampai dengan 2019 adalah 53 perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-20">Sampel penelitian merupakan sebagian dari populasi atau dari jumlah keseluruhan objek penelitian yang ada. Jika Teknik pengumpulan data sampel yang ada dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling yang bertujuan untuk memperoleh data sampel yang representatif dan sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Berikut beberapa kriteria untuk memilih sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-cf139861cdeb6ac28cee6a2ce0d55160">
        <list-item>
          <p>Perusahaan manufaktur sektor industri dan barang konsumsi yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017 sampai dengan 2019.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan (annual report) pada periode 31 Desember 2017 sampai dengan 31 Desember 2019.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan yang memiliki saham manajerial selama periode perusahaan penelitian.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-21">Melalui kriteria tersebut sampel di ketahui 15 perusahaan sehingga jumlah data keseluruhan sebanyak 45 laporan keuangan perusahaan perusahaan <italic id="_italic-25">Consumer &amp; Goods Industry</italic> yang terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2019.</p>
      <p id="paragraph-27ee505e51131a100d5f0c7ca8c76c3e">E. Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-22">Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu dari laporan keuangan dari perusahaan manufaktur sub sektor industri dan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2019.</p>
      <p id="paragraph-2a4e9747f0657ac395529e50c7a84c90">F. Teknik Pengumpulan Data</p>
      <p id="_paragraph-23">Menurut [6] proses pengumpulan data merupakan tahapan penting untuk mencari hasil dari sebuah penelitian berdasarkan data yang diperoleh yang akan di olah dan akan diuji kebenarannya menggunakan hipotesis. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang dilakukan dengan mengolah berbagai literatur, jurnal, artikel serta media tertulis lain yang berkaitan dengan topik pembahasan. Penelitian ini juga menggunakan metode dokumentasi dengan mengumpulkan beberapa sumber dokumenter berupa laporan keuangan tahunan pada perusahaan yang menjadi sampel penelitian.</p>
      <p id="paragraph-4d08ae1ef019518e9b4115317527613b">G. Teknik Analisis</p>
      <p id="_paragraph-24">Dalam rangka menguji hipotesis yang telah dirumuskan, analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan SPSS <italic id="_italic-26">(Statistical</italic><italic id="_italic-27">Product</italic><italic id="_italic-28">Service</italic><italic id="_italic-29">Solution)</italic><italic id="_italic-30">ver.25.0</italic>. Analisis regresi linear berganda digunakan oleh peneliti dengan maksud untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, apabila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya) [7] :</p>
      <p id="paragraph-f2f1b532c481760e31031f652ff8f56b">1. Uji Statistik Deskriptif</p>
      <p id="_paragraph-25">Analisis statistik deskriptif adalah teknik deskriptif yang memberikan informasi mengenai data yang ada dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis [2],.</p>
      <p id="paragraph-956a7aa4ee0192abfe26684d349a5344">2. Uji Asumsi Klasik</p>
      <p id="paragraph-04df58e20cbc2217d6129356e3384cc9">a. Uji Normalitas</p>
      <p id="_paragraph-26">Uji normalitas data mempunyai tujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi, variabel bebas, variabel terikat, dan variabel residual terdapat distribusi secara normal ataupun tidak normal. Dalam suatu model regresi dinyatakan baik jika data tersebut normal ataupun mendekati normal. Apabila data berada disekitar garis diagonal ataupun tersebar dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan normalitas yang diberlakukan.</p>
      <p id="paragraph-9fc0d1d1fbf30e39c67b208b04b90653">b. Uji Multikolinearitas</p>
      <p id="_paragraph-27">Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat korelasi antar variabel bebas. Jika dalam model regresi terdapat korelasi antar variabel bebas maka dinyatakan terdapat permasalahan multikolinearitas.</p>
      <p id="paragraph-4a8eec603908450f46a60ff987522fd8">c. Uji Heteroskedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-28">Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk mendeteksi apakah dalam model regresi linear terdapat perbedaan dari satu pengamatan dengan pengamatan lain. Cara mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat pada titiknya pola tertentu pada grafik scaterplot.</p>
      <p id="paragraph-0e3e9aefde9f571cb38732d58bbfc12d">d. Uji Autokorelasi durbin Watson</p>
      <p id="_paragraph-29">Uji Autokorelasi digunakan untuk melihat adanya korelasi antara anggota sampel. Konsekuensi adanya autokorelasi dalam suatu model regresi adalah varian sampel tidak dapat menggambarkan varian populasinya. Untuk menguji ada atau tidaknya autokorelasi dapat dideteksi dengan melihat nilai <italic id="_italic-31">Durbin-Watso</italic><italic id="_italic-32">n</italic>.</p>
      <p id="paragraph-e2d830fedbb299540066292dd20a949f">3. Analisis Korelasi dan koefisien Determinasi (<italic id="italic-1">R<sup id="superscript-1">2</sup>)</italic></p>
      <p id="_paragraph-30">Uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur besar kecilnya persentase variabel independen dalam variabel dependen. Koefisien determinasi dapat dikatakan tepat apabila angka koefisien mendekati angka 1.</p>
      <p id="paragraph-c24c44de94e0156e373e6e0b8b52ed96">H. Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-31">Uji statistik T digunakan untuk menguji pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika nilai signifikan t &lt; 0,05 maka artinya variabel bebas mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-32">A. Hasil Analisis</p>
      <p id="paragraph-b56597c7b1430b5e3789543f49660265">1. Uji Multikolinearitas</p>
      <p id="_paragraph-33">Dilakukan pengujian normal multikolinearitas ini ini adalah agar diketahui kerapatan hubungan antar variabel sebelum dianalisis pada model regresi:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-39"/>Uji Multikolinieritas</title>
          <p id="_paragraph-35">Olahan SPSS, 2022.</p>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-0c8318c1a31f73ade1763358d69a2592">
              <td id="table-cell-dd5a12336a9a1d4600efe351d184d919" colspan="2" />
              <td id="table-cell-54890ec7602bb7032a4d426a1eca4b69">Tolerance</td>
              <td id="table-cell-18b7aebc0ab5fafd51a6f5ef447d7db6">VIF</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6f19d482f2329e99d9a4cfed1d97b949">
              <td id="table-cell-6009875eb87e3f3e432aae8476d492b1" rowspan="7">1</td>
              <td id="table-cell-e0a274718748a80c0b08c70db5f239fc">(Constant)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-96159c5582add57fd6fcba0a8183428a">
              <td id="table-cell-6fb143ce9aa5a0b94d31de1e7b235a03">Uk.Dwn.Kmsris_X1</td>
              <td id="table-cell-b5780ce3d5dabb378135e05fadd5c19b">.614</td>
              <td id="table-cell-c2fd78bca11ed1c30aa1670c0f82544f">1.630</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-666f50936fc0133405489b75f15eecf4">
              <td id="table-cell-c68fb945d526423b68000e611b6a07e7">K.Manajerial_X2</td>
              <td id="table-cell-11eca02fd19081ffaa4f279d2907a01c">.154</td>
              <td id="table-cell-e9a3b366b35e115d7bfb235b9264ea97">6.502</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-47f8c388edcb9d8f0367f60b8d5a0ae5">
              <td id="table-cell-218147205a02ef1829aed40b10fa2c28">K.Instituti_X3</td>
              <td id="table-cell-d91372962b02590362f81dca838d39a7">.154</td>
              <td id="table-cell-ccca9cdef74724f8fbaedd74a56abf0e">6.499</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ab71e7663799771e12b6338d71dca4c8">
              <td id="table-cell-b45d7b151c2d48aa4e9426c4abeda102">Uk.Komite.Audt_X4</td>
              <td id="table-cell-fca857e70801e208940509fa13eef6dd">.583</td>
              <td id="table-cell-01e4290ed8e5f74dc26569fb652df4fa">1.716</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9db2f5d1e1fbd7af740bd29a9dcc32e8">
              <td id="table-cell-f04f61eb1e56ae20b79472a03b789d6a">Earning_Pwr_X5</td>
              <td id="table-cell-2507fa29ab6538c23f91eb792e334ec9">.545</td>
              <td id="table-cell-2b0927456c05bcbd9b070a9231795059">1.834</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-883583d3e2c3b4e3e7a87bb6a25188fd">
              <td id="table-cell-961b0e141396d089d9396715c5c46b66">Leverage_X6</td>
              <td id="table-cell-556cee1538d890a61ff8d9fd7338d9c6">.466</td>
              <td id="table-cell-4a4bd31686e4b3b53f838c336049ab8e">2.145</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-37">Dari hasil pada tabel 3 diatas terlihat bahwa tolerance &gt; 0.1 dan VIF &lt; 10 dengan ini dinyatakan bahwa tidak adanya multikolinieritas.</p>
      <p id="paragraph-59389f047923ec929c697b426d93ccdb">2. Uji Heterokedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-38">Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas pada penelitian ini, yaitu dengan melihat apakah terdapat pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED:</p>
      <p id="_paragraph-39"><bold id="_bold-40">Gambar 2.</bold> Uji Heterokedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-40">Sumber : Olahan SPSS, 2022</p>
      <p id="_paragraph-41">Pada gambar di atas dapat terlihat bahwa penyebaran data terlihat normal dan menyebar tidak mengumpul menjadi satu titik sehingga model regresi Dalam penelitian ini tidak adanya heterokedastisitas.</p>
      <p id="paragraph-6a0f01d34c8ef349e8e6bc3f42d3b825">3. Uji Normalitas</p>
      <p id="_paragraph-42">Tujuan dari uji normalitas ini adalah untuk mengetahui adanya distribusi data yang tidak normal data dari variabel tersebut adalah variabel dependen dan independen. terlihat apabila data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah diagonal maka dapat diasumsikan data memenuhi normalitas berlaku juga sebaliknya dari pengertian tersebut maka berikut hasil olahan uji normalitas, uji normalitas ditampilkan ke tabel 3 berikut:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-42"/>Uji <italic id="_italic-33">Kolmogorov-Smirnov</italic></title>
          <p id="_paragraph-44">Olahan SPSS, 2022</p>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-33356f25e9288b96d4b296be295a2eb6">
              <td id="table-cell-62bb8ef96c1520be405481a2d18e2060" colspan="2">One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-40eaeb92768179d92d103517d89a252a">
              <td id="table-cell-b15e73c58cfc1c08345f12a09b587209" />
              <td id="table-cell-50d35d2947ebfed2fd399ee79352f887">Integritas Laporan Keuangan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9d5cce4dd2200c07850aa666a852d823">
              <td id="table-cell-107d29d1f61475f822eab958c2b145e6">N</td>
              <td id="table-cell-2964de1007b5b99b01e2f7721dddb863">64</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-35df37a0697368e5cd72bba755d9fc2a">
              <td id="table-cell-e9dee959a9b7fec66bcea2c13f676e15">Test Statistic</td>
              <td id="table-cell-f108480b5837bc8b640a420a92a09dfb">.104</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d835f9cc2753e84e5ce66d9b4e2df549">
              <td id="table-cell-56d03b356c7376847d9ff9c55b76d869">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
              <td id="table-cell-a6e2969cc53651ec67654d96baf36615">.200c,d</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-46">Hasil pengujian <italic id="_italic-34">smirnov</italic> untuk menguji normalitas data terlihat bahwa nilai <italic id="_italic-35">Asymp Sig 2 Tailed</italic> senilai 0,200 hasil ini melebihi taraf signifikansi 0,05 atau tingkat kepercayaan 5%. Sesuai dengan hasil ini maka data dapat dikatakan memiliki tingkat distribusi secara normal.</p>
      <p id="paragraph-a58ade921679d008d4a9698297552f70">4.Uji Autokorelasi</p>
      <p id="_paragraph-47">Melalui uji durbin-watson metode pengujian yang digunakan untuk mendeteksi adanya autokorelasi. pengambilan patokan secara umum nilai durbin Watson yang memiliki hasil di bawah minus 2 maka dapat disimpulkan adanya autokorelasi positif sedangkan apabila nilai Durbin Watson di antara negatif 2 hingga positif :.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-44"/>Uji Autokorelasi</title>
          <p id="_paragraph-49">Olahan SPSS, 2022</p>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-d80a8f7e43bb776d550f963615aca863">
              <td id="table-cell-fb0595f4868032d6ecd50a3336d89816">Model</td>
              <td id="table-cell-d130c8218cdd8060ad22f036cbabe88a">Durbin-Watson</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-11b5e5e6322332039e1cff3328165f84">
              <td id="table-cell-ddd73e36d5ad4e13332a84a2f765f7cb">1</td>
              <td id="table-cell-a77d81348717130568f0665908815158">1.112</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-51">Pada tabel 4 terlihat bahwa nilai durbin-watson yang ditunjukkan senilai 1.112 nilai tersebut berada di antara min 2 dan + 2 artinya bahwa nilai dari DW tersebut dalam penelitian ini tidak ada autokorelasi positif atau negatif sehingga memenuhi kelayakan data.</p>
      <p id="paragraph-92d285a047f3479ab36cfebfaf9741d8">5. Analisis Regresi Linier Berganda</p>
      <p id="_paragraph-52">Regresi linier berganda digunakan sebagai alat analisis pengolahan data. Penggunaan regresi linier berganda karena dalam penelitian ini menggunakan empat variabel independen terhadap satu variabel dependen:</p>
      <p id="_paragraph-53">Y = -0.233 + (-0.068) X1 + (-1.178 )X2 + (-1.288 ) X3 + 0.287 X4 + (-1.187) X5 + 0.646 X6 + e</p>
      <p id="_paragraph-54">Pada persamaan regresi diatas variabel komite audit (X1) dan leverage (X2) memiliki nilai positif hal artinya jika nilai dari variabel bebas tersebut meningkat maka akan mengakibatkan juga kenaikan manajemen laba.</p>
      <p id="paragraph-2ff0c8ad62c1bacd066d5298e5b9d077">6. Analisa Koefisien Determinasi</p>
      <p id="_paragraph-55">Kemudian pada persamaan regresi variabel ukuran dewan komisaris (X1), Kepemilikan Manajerial (X2), Kepemilikian Institusi (X3) dan <italic id="_italic-36">Earning Power</italic> (X5) memiliki nilai negatif hal artinya jika nilai dari variabel bebas tersebutmenurun maka akan mengakibatkan juga menurunkan manajemen laba</p>
      <p id="_paragraph-56">Analisis koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. analisis R² karena kemampuan faktor yang dalam menjelaskan faktor variabel mungkin sangat terbatas:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>Uji Koefisien Determinasi</title>
          <p id="_paragraph-58">Olahan SPSS, 2022</p>
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-050afd19c9f558d97bec266a3d092586">
              <td id="table-cell-4a25fefe7a6b1f56687bf3823d06fb0e" colspan="6">Model Summary b </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-aad34658968a5c92dcbeb6d4d743e85d">
              <td id="table-cell-5a1824b186fc2db1e521dc2d3206aeef">Model</td>
              <td id="table-cell-30e547e88e0b85aec9219f46cd262ee7">R</td>
              <td id="table-cell-999c95d0e3bb6d3d71b337e3d9e3dce5">R Square</td>
              <td id="table-cell-3fbe2bf6c8f6bada10a64613820984af">Adjusted R Square</td>
              <td id="table-cell-8fbeaa47686c57efbc9e73f971c705ca">Std. Error of the Estimate</td>
              <td id="table-cell-f057fa6acb90769f34330321d8824f86">Durbin-Watson</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ab61391f19b18ae10751c002b16b08d1">
              <td id="table-cell-4904619c7aebef97807111071e47cde3">1</td>
              <td id="table-cell-cbc6527602016c634733afa2ad4f575f">.691a</td>
              <td id="table-cell-88613f98e0fb971fe267a7d088103395">.478</td>
              <td id="table-cell-b753f142ea623edac48646aba18d8ec0">.395</td>
              <td id="table-cell-a47cf56b79609669ede6cc41f5282ee7">.18435</td>
              <td id="table-cell-9ea85d8f10b9f20d6b7b919050a5d0e0">1.112</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-60">Pengaruh yang dihasilkan dengan R² yang didapatkan senilai 0.478 atau 47.8% sisa 52.2% dapat diperjelas oleh variabel bebas lain yang bisa diteliti dalam mempengaruhi manajemen laba (Y) . Yang artinya variabel bebas dalam penelitian ini mempengaruhi variabel terikat sebesar 47.8%, sedangkan sisanya sebesar 52.2% dipengaruhi oleh faktor-faktor variabel lain yang tidak diteliti dalam riset ini.</p>
      <p id="paragraph-ade295614b1f7f4107fd81ac06be8021">7. Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-61">Uji t ini berfungsi supaya ya dapat diketahui adanya pengaruh dari variabel bebas ukuran dewan komisaris (X<sub id="_subscript-11">1</sub>), kepemilikan manajerial (X<sub id="_subscript-12">2</sub>), kemepilikan institusi (X<sub id="_subscript-13">3</sub>), ukuran komite audit (X<sub id="_subscript-14">4</sub>), <italic id="_italic-37">earning power</italic> (X<sub id="_subscript-15">5</sub>) dan <italic id="_italic-38">leverage</italic> (X<sub id="_subscript-16">6</sub>) terhadap manajemen laba (Y). Berikut hasil pengujian berdasarkan statistik t yang didapatkan dari hasil olah data pada riset ini disajikan pada tabel 4.8 sebagai berikut:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-6">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-60"/>Uji Hipotesis</title>
          <p id="_paragraph-64">Olahan SPSS, 2022</p>
        </caption>
        <table id="_table-6">
          <tbody>
            <tr id="table-row-b86676271c805bd017882f8342da02d2">
              <td id="table-cell-977af9cb0f9f1ee5a5d627564a23fe06">Variabel</td>
              <td id="table-cell-f562c75c7c1a17f2acf1d37298f7861a">t</td>
              <td id="table-cell-ca7300e5a9f28652a8cd887280adab09">Sig.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d4f69af4fb7ff82bf627f48e481b8b1c">
              <td id="table-cell-b757ca35ab59abe7c4237b3ff10fc3c8">Uk.Dwn.Kmsris_X1</td>
              <td id="table-cell-ba67ca5b598da117631445084f75bb51">-3.060</td>
              <td id="table-cell-c98a2c7763aafa8372ed0b331e4db7c2">.004</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2a4b9dc11d7232f76b00719c10902240">
              <td id="table-cell-2ab1b78f8da539be6c4fa65000475745">K.Manajerial_X2</td>
              <td id="table-cell-d680b43ee71a6c7e561fc2fdcfa5764f">-3.742</td>
              <td id="table-cell-f5b86a5b154a1e20c57e80a94b8aea1c">.001</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fe77567eb8acadca0e92d82ef61a13cd">
              <td id="table-cell-f68b0e8cfc92e2506b202f83343f243e">K.Instituti_X3</td>
              <td id="table-cell-5aaece028387ec575a45b052bd7b997d">-4.421</td>
              <td id="table-cell-e61c41a22da146f1547d10c3906e8e0f">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5072185dc4b7c1c6ce837d174a1ef3ae">
              <td id="table-cell-4c3c48af729fea4c2fc68e739185eccd">Uk.Komite.Audt_X4</td>
              <td id="table-cell-75c0d9d8ff5d3e2777be5f54b9d4e24e">2.914</td>
              <td id="table-cell-858188dd13a23958b4d69578766be438">.006</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9f22ad2a765bc104de5f65919398b587">
              <td id="table-cell-f30fc165b52833146c9f0434b101050b">Earning_Pwr_X5</td>
              <td id="table-cell-d1bf71421db2988b4aa92bd8a73cf974">-2.263</td>
              <td id="table-cell-c72241d66d786996d5d721fa011da955">.029</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e7153944075fe361de68815b0d8d98bb">
              <td id="table-cell-a9350165937ac29d0ccd07a1d5f26c5e">Leverage_X6</td>
              <td id="table-cell-c188dc9c5a02e33356c3825f5ce91da6">2.770</td>
              <td id="table-cell-4862491592d6863081a7da8f3fd385f1">.009</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-8b0cbbfd7da4b7af46412756a02238c8">a) <ext-link id="external-link-1" ext-link-type="uri" xlink:href=""/><ext-link id="external-link-2" ext-link-type="uri" xlink:href=""/><ext-link id="external-link-3" ext-link-type="uri" xlink:href=""/>Uji Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris<italic id="italic-24ce3d87989aca4b43d8ef2b7f1a7ec9"> </italic>(X<sub id="subscript-1">1</sub>)<italic id="italic-2"> </italic>Terhadap Manajemen Laba (Y)</p>
      <p id="_paragraph-66">Agar dapat diketahui kebenaran hipotesis yang pertama yang menyatakan <italic id="_italic-39">good corporate governance</italic> yang diproksikan oleh ukuran dewan komisaris berpengaruh terhadap manajemen laba yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.004 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,004 0,05) maka H<sub id="_subscript-17">a</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-18">0 </sub>ditolak. Artinya variabel ukuran dewan komisaris berpengaruh terhadap manajemen laba, sehingga hipotesis yang pertama yang menyatakan <italic id="_italic-40">good corporate governance</italic> yang diproksikan oleh ukuran dewan komisaris berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan industri barang konsumsi yang terdapat di BEI periode 2017-2019, dapat diterima.</p>
      <p id="paragraph-d3568afeaf5b43bd1a08f54c77cc1892">b) <ext-link id="external-link-5293cf211f310d9cece2a3b2e0755db6" ext-link-type="uri" xlink:href=""/>Uji Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Manajemen Laba</p>
      <p id="_paragraph-67">Agar dapat diketahui kebenaran hipotesis yang pertama yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-41">good corporate governance</italic> yang diproksikan oleh kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap manajemen laba yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.001 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,001 ≤ 0,05) maka H<sub id="_subscript-19">a</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-20">0 </sub>ditolak. Artinya variabel kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap manajemen laba, sehingga hipotesis yang kedua yang menyatakan <italic id="_italic-42">good corporate governance</italic> yang diproksikan oleh kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan industri barang konsumsi yang terdapat di BEI periode 2017-2019, dapat diterima.</p>
      <p id="paragraph-50808eca7fab35db4c634a6bb9ec343d">c) <ext-link id="external-link-f2bc5cd5066ed1a58f54252871dcb8f1" ext-link-type="uri" xlink:href=""/>Uji Pengaruh Kepemilikan Institusi<italic id="italic-a0c1f4ddff07822a0dda8202c1830425"> </italic>Terhadap Manajemen Laba</p>
      <p id="_paragraph-68">Agar dapat diketahui kebenaran hipotesis yang pertama yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-43">good corporate governance</italic> yang diproksikan oleh kepemilikan institusional berpengaruh terhadap manajemen laba yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.000 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,000 ≤ 0,05) maka H<sub id="_subscript-21">a</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-22">0 </sub>ditolak. Artinya variabel kepemilikan institusional berpengaruh terhadap manajemen laba, sehingga hipotesis yang ketiga yang menyatakan <italic id="_italic-44">good corporate governance</italic> yang diproksikan oleh kepemilikan institusional berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan industri barang konsumsi yang terdapat di BEI periode 2017-2019, dapat diterima.</p>
      <p id="paragraph-90c0c7527136b4d9e00d03242d4fdf68">d) Uji Pengaruh Komite Audit<italic id="italic-5ca2a801067ff0799c9ef58181728c5d"> </italic>Terhadap Manajemen Laba</p>
      <p id="_paragraph-69">Agar dapat diketahui kebenaran hipotesis yang pertama yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-45">good corporate governance</italic> yang diproksikan oleh komite audit berpengaruh terhadap manajemen laba yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.006 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,006 ≤ 0,05) maka H<sub id="_subscript-23">a</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-24">0 </sub>ditolak. Artinya variabel komite audit berpengaruh terhadap manajemen laba, sehingga hipotesis yang keempat yang menyatakan <italic id="_italic-46">good corporate governance</italic> yang diproksikan oleh komite audit berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan industri barang konsumsi yang terdapat di BEI periode 2017-2019, dapat diterima.</p>
      <p id="paragraph-10ae6bf72cefa29f75867b5cd688cff8">e) Uji Pengaruh <italic id="italic-1a31c294085159d536d1e259a1e8257d">Earning Power </italic>Terhadap Manajemen Laba</p>
      <p id="_paragraph-70">Agar dapat diketahui kebenaran hipotesis yang pertama yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-47">earning power</italic>berpengaruh terhadap manajemen laba yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.029 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,029 ≤ 0,05) maka H<sub id="_subscript-25">a</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-26">0 </sub>ditolak. Artinya variabel <italic id="_italic-48">earning power</italic>berpengaruh terhadap manajemen laba, sehingga hipotesis yang kelima yang menyatakan <italic id="_italic-49">earning power</italic> berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan industri barang konsumsi yang terdapat di BEI periode 2017-2019, dapat diterima</p>
      <p id="paragraph-38397e248ed9c43f640c559bd3c5b9be">f) Uji Pengaruh <italic id="_italic-51">Leverage </italic>Terhadap Manajemen Laba</p>
      <p id="_paragraph-71">Agar dapat diketahui kebenaran hipotesis yang pertama yang menyatakan bahwa leverage berpengaruh terhadap manajemen laba yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.009 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,009 ≤ 0,05) maka H<sub id="_subscript-28">a</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-29">0 </sub>ditolak. Artinya variabel <italic id="_italic-52">leverage</italic>berpengaruh terhadap manajemen laba, sehingga hipotesis yang kelima yang menyatakan <italic id="_italic-53">leverage</italic> berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan industri barang konsumsi yang terdapat di BEI periode 2017-2019, dapat diterima.</p>
      <p id="_paragraph-74">B. Pembahasan</p>
      <p id="paragraph-48f1e94b5896fbc5d9dbeef2065f0241">1. Ukuran Dewan Komisaris (X1) Berpengaruh Terhadap Manajemen Laba (Y)</p>
      <p id="_paragraph-75">Sesuai dengan hasil analisis pada pembahasan sebelumnya dugaan sementara yang merupakan hipotesis penelitian kemudian diuji dengan melalui uji t secara parsial menunjuukan hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.004 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,004 0,05) maka variabel ukuran dewan komisaris berpengaruh terhadap manajemen laba, dalam hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian oleh [8] yang sama sama mebuktikan bahwa <italic id="_italic-54">good corporate governance</italic> yang diproksikan oleh Ukuran Dewan Komisaris berpengaruh terhadap manajemen laba. Berdasarkan teori keagenan, dewan komisaris dianggap sebagai mekanisme pengendalian intern tertinggi, yang bertanggung jawab untuk memonitor tindakan manajemen puncak. Pengawasan dilakukan agar kecenderungan manajer untuk melakukan manajemen laba berkurang agar investor tetap memberikan kepercayaan untuk menanamkan investasinya pada perusahaan. Hasil pada penelitian-penelitian sebelumnya banyak yang menemukan adanya pengaruh ukuran dewan komisaris terhadap manajemen laba. Semakin besar ukuran dewan komisaris, maka semakin besar pula manajemen laba yang dilakukan perusahaan. Namun karena dewan komisaris bertugas untuk memonitor atas pelaporan keuangan perusahaan, maka perannya diharapkan dapat mempengaruhi pihak manajemen dalam menyusun laporan keuangan sehingga dapat diperoleh suatu laporan laba yang berkualitas. Hal ini juga sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh [9] yang menyatakan bahwa semakin banyak tingkat kehadiran Dewan Komisaris Independen dalam rapat koordinasi yang terjadwal meningkatkan informasi yang terkait dengan operasi perusahaan sehingga dapat melakukan kontrol yang efektif terhadap perilaku manajer untuk melakukan tindakan oportunis.</p>
      <p id="paragraph-0deed2ba828d23526eb80903bba8e75a">2. Kepemilikan Manajerial<italic id="italic-9a6f0667336935c740d2c7fb792dcedf"> </italic>(X<sub id="subscript-ca5236d31d8706e9f80add0bd2df3903">2</sub>)<italic id="italic-e1ea0c1b0672b61cc5b63c93d6dbbf7d"> </italic>Berpengaruh Terhadap Manajemen Laba (Y)</p>
      <p id="_paragraph-76">Berdasarkan dengan hasil analisis uji hipotesis yang telah dilakukan di pembahasan sebelumnya mengemukakan bahwa adanya pengaruh <italic id="_italic-55">good corporate governance</italic> yang diproksikan oleh kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.001 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,001 ≤ 0,05) maka variabel kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap manajemen laba, dalam hasil uji hipotesis yang dibuktikan bahwa hasil tersebut juga didukung oleh hasil riset terdahulu yang dikemukakan oleh (Jao dan Pagalung<italic id="_italic-56">,</italic>2011) dalam penelitian tersebut sama sama membuktikan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap manajemen laba. Manajer yang bertindak sebagai pengelola suatu perusahaan tentunya mempunyai informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan pemilik perusahaan atau pemegang saham. Manajer lebih mengetahui informasi secara internal dan perkembangan perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan dengan pemilik perusahaan atau pemegang saham dalam perusahaan sektor industri barang konsumsi peran kepemilikan manajerial jika manajer memiliki saham yang terdapat dalam perusahaan maka manajer cenderung selalu menginginkan imbal hasil yang nantinya diterima oleh perusahan sehingga manajer akan bertindak supaya sesuai dengan keinginan manajer dan investor karena merasa adanya kepemilikan mananerial ini. Penelitian yang dilakukan oleh [8], yang menunjukkan bahwa mekanisme <italic id="_italic-57">good corporate governance</italic> yang diproksikan dengan kepemilikan manajerial mampu menurunkan tindakan manajemen laba. Dimana, besarnya kepemilikan manajerial pada suatu perusahaan akan mampu menurunkan tindakan manajemen laba karena apabila seorang manajer juga memiliki saham di perusahaannya maka manajer tersebut akan melindungi sahamnya dengan cara tidak memanipulasi laporan keuangan perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-2498402bbe83ac94c5fae1940ad7ee24">3. Kepemilikan Institusi<italic id="italic-0d1e039ef1da79fb743341b8b81aa6ca"> </italic>(X<sub id="subscript-23157fad219154873d27d3aa12a09736">3</sub>)<italic id="italic-18ace582bfc118495bb470cc17e6c0f0"> </italic>Berpengaruh Terhadap Manajemen Laba (Y)</p>
      <p id="_paragraph-77">Berdasarkan dengan hasil analisis uji hipotesis yang telah dilakukan di pembahasan sebelumnya mengemukakan bahwa adanya pengaruh <italic id="_italic-58">good corporate governance</italic> yang diproksikan oleh kepemilikan institusiberpengaruh terhadap manajemen laba. hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.006 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,000 ≤ 0,05) artinya variabel kepemilikan institusi berpengaruh terhadap manajemen laba. Dalam hasil pada riset ini juga didukung oleh hasil penelitian terdahulu yang dikemukakan oleh [2] mengemukakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh terhadap manajemen laba. Kepemilikan institusional mempunyai peranan penting dalam pengelolaan manajemen hal ini dikarenakan pada kepemilikan institutional institusional ownership dapat membantu dalam pemantauan agar manajer disiplin dalam melakukan aktivitas usahanya. Pendapat para pemiliki perusahaan bahwa pihak institutional memiliki hak suara yang dapat memaksa manajer perusahaan agar memfokuskan kegiatan usahanya pada bidang peekonomian perusahaan sehingga dapat menghindari peluang adanya kepentingan pibadi, kepemilikan institusional ini dengan harapan agar dapat membantu mengawasi, memantau dan tindakan disiplin terhadap perusahaan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Jao dan Pagalung, 2011), menunjukkan bahwa kepemilikan institusional memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. [2] mendefinisikan bahwa adanya kepemilikan saham yang dimilikai oleh lembaga institusional dapat meningkatkan pengawasan terhadap kinerja keuangan yang lebih optimal pada perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-487c46b8a13f9425fd2253f425800aef">4. Kepemilikan Komite Audit<italic id="italic-0dd51a75a5b8ac6918095c1a2eef3d73"> </italic>(X<sub id="subscript-58f1f53e6a17a7fa75dea478a0574217">4</sub>)<italic id="italic-4f4056b42119e226ee300265f7da8bdd"> </italic>Berpengaruh Terhadap Manajemen Laba (Y)</p>
      <p id="_paragraph-78">Berdasarkan dengan hasil analisis uji hipotesis yang telah dilakukan di pembahasan sebelumnya mengemukakan bahwa adanya pengaruh <italic id="_italic-59">good corporate governance</italic> yang diproksikan oleh komite auditberpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.006 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,006 ≤ 0,05) artinya variabel komite audit berpengaruh terhadap manajemen laba, kemmudian hasil dalam riset ini juga sama sama dibuktikan dan didukung oleh hasil penelitian terdahulu yang dikemukakan oleh [8] yang sama sama juga mmeberikan hasil bahwa komite auditberpengaruh terhadap manajemen laba. Komite audit bertujuan untuk memastikan bahwa manajemen membuat keputusan yang didasarkan oleh kebijakan akuntansi, pengungkapan akuntansi, dan praktik yang sesuai dengan standar akuntansi dari audit internal serta untuk mengembangkan kualitas laporan keuangan yang disajikan oleh pihak manajemen yang dapat digunakan oleh pihak eksternal untuk proses pengambilan sebuah keputusan [2], Komite audit mempunyai peran yang cukup penting dalam proses terlaksananya mekanisme tata kelola perusahaan yang baik. Dalam pelaksanaan tugasnya komite menyediakan komunikasi dalam bentuk formal antara dewan, manajemen, auditor eksternal, dan auditor internal. Adanya komunikasi formal antara komite audit, auditor internal, dan auditor eksternal dilakukan dengan baik. Proses audit internal dan eksternal yang baik akan menghasilkan tingkat akurasi laporan keuangan yang tinggi dan kepercayaan terhadap laporan keuangan pun meningkatkan agar apabila dalam manajemen memerlukan kebijakan yang harus segera diambil maka dengan adanya kualitas dalam laporan keuangan tersebut keputusan akan dapat dengan mudah diambil.</p>
      <p id="paragraph-024ba26031b0ec829338590541244a74">5. <italic id="italic-95fc0ed8c65e392aee4c1c11d1d6e8d7">Ea</italic>r<italic id="italic-97de2654498bc45a2045ad986ed85af7">ning Power </italic>(X<sub id="subscript-0faf901b9bd4247123ff55e97b2d1661">5</sub>)<italic id="italic-3"> </italic>Berpengaruh Terhadap Manajemen Laba (Y)</p>
      <p id="_paragraph-79">Berdasarkan dengan hasil analisis uji hipotesis yang telah dilakukan di pembahasan sebelumnya mengemukakan bahwa adanya pengaruh <italic id="_italic-60">earning power</italic> berpengaruh terhadap manajemen laba. hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.029 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,029 ≤ 0,05) artinya variabel <italic id="_italic-61">earning power</italic>berpengaruh terhadap manajemen laba, dalam hasil penelitian ini didukung oleh hasil yang dikemukakan oleh Penelitian yang dilakukan oleh [3], mengindikasikan bahwa tindakan manajer perusahaan cenderung melakukan manajemen laba dengan cara <italic id="_italic-62">income minimization</italic> (minimisasi laba) maupun <italic id="_italic-63">income maximization</italic> (maksimisasi laba) dengan tujuan untuk menciptakan kinerja perusahaan yang baik sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan agar memperoleh kepercayaan dari para investor. <italic id="_italic-64">earnings power</italic> merupakan kemampuan untuk mengetahui efisiensi perusahaan dengan melihat besar kecilnya dalam menghasilkan laba. Investor beranggapan bahwa <italic id="_italic-65">earnings power</italic> yang tinggi akan menjamin pengembalian investasi serta akan memberikan keuntungan yang layak, oleh karena itu perusahaan harus menampilkan kinerja menejemen yang baik sehingga <italic id="_italic-66">earnings power</italic> perusahaan dapat dilihat maksimal.</p>
      <p id="paragraph-9cee29bf3b11790e6c459834a04d747d">6. <italic id="_italic-69">Leverage</italic>(X<sub id="_subscript-34">5</sub>)Berpengaruh Terhadap Manajemen Laba (Y)</p>
      <p id="_paragraph-80">Berdasarkan dengan hasil analisis uji hipotesis yang telah dilakukan di pembahasan sebelumnya mengemukakan bahwa adanya pengaruh <italic id="_italic-70">leverage</italic> berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.009 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,009 ≤ 0,05) maka H<sub id="_subscript-35">a</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-36">0 </sub>ditolak. Artinya variabel <italic id="_italic-71">leverage</italic>berpengaruh terhadap manajemen laba, dalam hasil penelitian ini didukung oleh hasil yang dikemukakan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh [11], menunjukkan bahwa <italic id="_italic-72">leverage</italic> berpengaruh terhadap manajemen laba manfaat menghitung rasio <italic id="_italic-73">leverage</italic> bagi suatu perusahaan adalah untuk melihat bagaimana prospek serta perbandingan kemampuan suatu perusahaan dalam jangka panjang. Sehingga dapat dilihat apakah sumber dana tambahan tersebut dapat meningkatkan sistem operasional menjadi lancar atau tidak berpengaruh sama sekali. Dengan adanya <italic id="_italic-74">leverage</italic> hal itu dapat menunjukan seberapa besar aset perusahaan yang dibiayai oleh utang. <italic id="_italic-75">Leverage</italic> merupakan rasio antara total kewajiban dengan total aset. Semakin besar tingkat leverage berarti semakin tinggi nilai utang perusahaan..</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-81">Sesudah penelitian dilakukan maka sesuai dengan hasil analisis penelitian maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut : Uji hipotesis menunjukkan bahwa <italic id="_italic-76">Good Corporate Governance</italic> yang diproksikan oleh Ukuran Dewan Komisaris terbukti mampu mempengaruhi manajemen laba, melalui hasil uji t parsial signifikansi sebesar 0.001 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,001 ≤ 0,05). Kepemilikan Manajerial yang merupakan proksi dari GCG dibuktikan mampu mempengaruhi manajemen laba, melalui hasil uji t parsial signifikansi sebesar 0.006 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,001 ≤ 0,05). Kepemilikan Institusional yang merupakan proksi dari GCG mampu mempengaruhi manajemen laba, melalui hasil uji t parsial signifikansi sebesar 0.000 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,000 ≤ 0,05). Ukuran Komite Audit yang merupakan proksi dari GCG terbukti mampu mempengaruhi manajemen laba, melalui hasil uji t parsial signifikansi sebesar 0.006 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,006 ≤ 0,05). <italic id="_italic-77">Earning Power</italic> terbukti mampu mempengaruhi manajemen laba, melalui hasil uji t parsial.signifikansi sebesar 0.029 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,029 ≤ 0,05).</p>
      <p id="_paragraph-82"><italic id="_italic-78">Leverage</italic> terbukti mampu mempengaruhi manajemen laba, melalui hasil uji t parsial signifikansi sebesar 0.009 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,009 ≤ 0,05).</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>