<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Influence of the Use of Instagram Social Media, Lifestyle, Financial Attitude, and Ease of Digital Payment Facilities in Mobile Banking on Consumptive Behavior in Students During the Covid-19 Pandemic Through the Role of Financial Literacy as a Modera</article-title>
        <subtitle>Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram, Gaya Hidup, Sikap Keuangan, dan Kemudahan Fasilitas Digital Payment pada Mobile Banking terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Peran Literasi Keuangan sebagai Variabel Moderasi</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-51e230198099a809251ac9be4fcc3bc0" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Trisuci</surname>
            <given-names>Choirunnisa Mutiara</given-names>
          </name>
          <email>choirunnisatiara5@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-58115d176c26ccee6d8bf687bc3a002e" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Abidin</surname>
            <given-names>Fityan Izza Noor</given-names>
          </name>
          <email>fityan_umsida@yahoo.co.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-08-27">
          <day>27</day>
          <month>08</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Pandemi COVID-19 (<italic id="_italic-63">Coronavirus Disease-19) </italic>adalah virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada 31 Januari 2020 [1].Virus tersebut telah menyebar luas keseluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Pemerintah berupaya memutus rantai penyebaran virus dengan mengeluarkan kebijakan PSBB. Dampak dari Covid-19 ini berdampak besar bagi kehidupan masyarakat, karena regulasi atau kebijakan yang dirumuskan oleh pemerintah tentunya memiliki pengaruh terhadap semua aspek. Hal ini berdampak signifikan pada perekonomian, bisnis dan pendidikan [2].</p>
      <p id="_paragraph-13">Jika ditinjau dari segi ekonomi, adanya pandemi ini menyebabkan pola perilaku konsumsi masyarakat berubah terutama dalam berbelanja <italic id="_italic-64">online</italic>. Karena selain terhindar dari paparan virus juga dapat dilakukan dirumah. Sejalan dengan dunia industri yang memasuki era revolusi 4.0, membuat masyarakat mudah menggunakan internet untuk memenuhi kebutuhan terutama dalam berbelanja <italic id="_italic-65">online</italic> [3]. Salah satu kegunaan internet yaitu untuk mengakses media sosial. Saat ini yang banyak dikunjungi oleh masyarakat khususnya generasi muda ialah instagram. Dikarenakan instagram yang multi fungsi sehingga banyak orang yang tertarik untuk menggunakan platform tersebut karena selain untuk mencari informasi terbaru, bersosialisasi atau melakukan komunikasi dua arah atau lebih, tetapi juga digunakan untuk pemasaran produk terkait transaksi jual beli [4].</p>
      <p id="_paragraph-14">Tetapi, maraknya <italic id="_italic-66">online shop </italic>saat ini dikhawatirkan belanja dengan tidak memperhatikan aspek yang diperlukan dapat menjerumuskan dalam pola hidup yang konsumtif. Dikarenakan dikalangan generasi muda orientasinya mengarah pada kenikmatan, kesenangan, serta kepuasan yang meyebabkan mengkonsumsi barang secara berlebihan [5]. Generasi muda itu adalah mahasiswa, mereka disebut dengan <italic id="_italic-67">Agent of change </italic>karena dijaman sekarang mahasiswa lebih dekat dengan teknologi <italic id="_italic-68">digital</italic> yang dapat mengaplikasikan teknologi tersebut dalam satu waktu dengan mudah guna mendukung aktivitas yang ada<bold id="_bold-38">. </bold>Akan tetapi dalam hal berbelanja kondisi ini dapat menimbulkan masalah dimana mahasiswa dapat menjadi pribadi yang lebih konsumtif apabila tidak mempertimbangkan mana kebutuhan dengan kesenangan semata [6].</p>
      <p id="_paragraph-15">Kemudahan penggunaan dalam bertransaksi belanja online juga mendorong meningkatnya pola hidup konsumtif yaitu dengan munculnya <italic id="_italic-69">digital payment</italic>[7]. Salah satu <italic id="_italic-70">digital payment</italic> yang banyak digemari ialah <italic id="_italic-71">mobile banking</italic><italic id="_italic-72">. </italic>Karena selain untuk mempermudah transaksi juga diperkuat dengan adanya <italic id="_italic-73">security system</italic> berlapis sehingga keamanannya lebih terjamin daripada pembayaran tunai[8]<italic id="_italic-74"> . </italic>Transaksi non tunai dimasa pandemi menjadi salah satu alternatif dalam bertransaksi guna mengurangi resiko terinfeksi virus melalui uang. Adanya pandemi ini justru mendorong masyarakat untuk peka terhadap pengembangan teknologi terutama dalam digitalisasi pembayaran yang pada akhirnya mengakibatkan kecenderungan dalam memanfaatkan kemudahan tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya.</p>
      <p id="_paragraph-16">Mahasiswa biasanya sangat mengikuti perkembangan teknologi, dan sangat menyukai hal-hal yang bersifat instan dan simple, oleh karena itulah penggunaan<italic id="_italic-75"> mobile banking</italic> banyak diminati oleh kalangan mahasiswa. Pembayaran tanpa kontak (<italic id="_italic-76">Contacless Payment) </italic>menjadi himbauan yang dianjurkan oleh <italic id="_italic-77">World Health Organization </italic>[9]<italic id="_italic-78">.</italic>BPS telah melakukan Survei Sosial Demografi Dampak COVID-19 dan salah satu hal yang dibahas adalah perilaku berbelanja online. Hasilnya, 9 dari 10 responden berbelanja online dan pola berbelanja masyarakat berubah selama pandemi COVID-19. Sebanyak 31% responden mengalami peningkatan dalam belanja online mereka, sedangkan hanya 28% dari mereka yang mengalami penurunan [10]<bold id="_bold-39">.</bold></p>
      <p id="_paragraph-17">Perilaku konsumtif harus dihilangkan dari kehidupan mahasiswa, karena jika terus menerus dilakukan, lambat laun akan mempengaruhi kebiasaan dan menjadi gaya hidup baru yang lebih konsumtif apalagi sampai melakukan segala cara untuk memenuhi konsumsinya. Dengan gaya hidup yang tinggi dapat mempengaruhi bagaimana seseorang bersikap ketika dihadapkan dengan keputusan keuangan yang harus diambilnya. Apalagi mahasiswa seringkali mengalami masalah keuangan yang sampai dihadapkan pada <italic id="_italic-79">trade off. Trade off</italic> itu sendiri merupakan situasi ketika seseorang harus mengorbankan salah satu kepentingan demi kepentingan lainnya [11]. Dengan adanya literasi keuangan yang baik, mereka mampu mengendalikan keuangan mereka secara bijak agar pola konsumtif tidak menjadi masalah bagi mahasiswa dimasa depan.</p>
      <p id="_paragraph-18">Sikap individu terhadap keuangan merupakan komponen pentingyang harus dimiliki mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki sikap keuangan yang baik akan lebih bijak dalam perilaku keuangannya dibandingkan dengan mahasiswa dengan sikap keuangan yang buruk [12].Sikap terhadap keuangan merupakan masalah sulit yang dihadapi oleh mahasiswa saat ini. Untuk membentuk sikap keuangan yang baik dapat dilakukan dengan fokus pada perencanaan keuangan saat ini dan melihat masa lalu, agar dapat bertindak lebih positif dengan tidak mengulanginya dimasa sekarang, serta mulai memikirkan masa depan[13].</p>
      <p id="_paragraph-19">Hal ini tentunya membuat mahasiswa harus menyadari akan pentingnya literasi keuangan.Dengan adanya literasi keuangan yang baik dapat membantu individu agar terhindar dari kerugian finansial dan mencegah terjadinya pola hidup konsumtif dimasa depan. Untuk meningkatkan literasi keuangan mahasiswa secara aktif harus lebih sering mengikuti seminar dan pelatihan keuangan dikampus maupun luar kampus agar memiliki peningkatan dalam pengetahuan keuangan, tanggung jawab dan sikap terhadap kredit sebelum dan sesudah mengikuti seminar. Serta meningkatkan pengetahuan tentang dasar keuangan, <italic id="_italic-80">saving</italic>, investasi, dan kredit dengan mencoba mengimplikasikannya menggunakan lembaga keuangan. Bertujuan untuk dapat mengelola uangnya dengan resiko dan keuntungan yang diperoleh dimasa mendatang dari keputusan yang akan diambil.</p>
      <p id="_paragraph-20">Penellitian ini merupakan pengembangan dari penelitian Ramadhani, Rianti Hikmah (2019) yang berjudul Pengaruh Literasi Keuangan, <italic id="_italic-81">Electronic Money</italic>, Gaya Hidup, dan Kontrol Diri Terhadap Perilaku Konsumtif. Perbedaan dengan penelitian selanjutnya yaitu penambahan variabel moderasi, merubah variabel pembayaran digital, dan mengganti variabel bebas. Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan, peneliti tertarik melakukan penelitian yang berjudul “ Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram, Gaya Hidup, Sikap Keuangan, dan Kemudahan Fasilitas <italic id="_italic-82">Digital Payment</italic> pada <italic id="_italic-83">Mobile Banking</italic> Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Peran Literasi Keuangan Sebagai Variabel Moderasi”.</p>
      <p id="_paragraph-21">Dari latar belakang yang telah dipaparkan diatas, dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-08083f92440e8caac7cf2b439b14e804">
        <list-item>
          <p>Apakah media sosial instagram berpengaruh terhadap perilaku konsumtif mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah gaya hidup berpengaruh terhadap perilaku konsumtif mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah sikap keuangan berpengaruh terhadap perilaku konsumtif mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah kemudahan penggunaan pada <italic id="_italic-84">mobile banking </italic>berpengaruh terhadap perilaku konsumtif mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah literasi keuangan memoderasi pengaruh media sosial instagram terhadap perilaku konsumtif mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah literasi keuangan memoderasi pengaruh gaya hidup terhadap perilaku konsumtif mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah literasi keuangan memoderasi pengaruh sikap keuangan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah literasi keuangan memoderasi pengaruh kemudahan penggunaan <italic id="_italic-85">mobile banking</italic> terhadap perilaku konsumtif mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo?</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-9405e91d8c12b468ccc1c5af42ee32af">A. Metode Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-22">Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif.</p>
      <p id="paragraph-6e624c744c18bf488b91f15b92f0134f">B. Lokasi Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-23">Lokasi penelitian ini yaitu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
      <p id="paragraph-d53b89bba4e1391036d95095125b309f">C. Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-24">Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer merupakan data utama diperoleh dari penyebaran kuisioner yang dibagikan secara <italic id="_italic-86">online. </italic>Sedangkan data sekunder merupakan data penunjang yaitu jumlah mahasiswa angkatan 2017 diperoleh dari Direktorat Akademik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
      <p id="paragraph-0c2d1db823a37db0fb52c7e8cdfb7f5d">D. Populasi Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-25">Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif Srata-1 jurusan Akuntansi angkatan tahun 2017 semester 8 Berjumlah 192 mahasiswa.</p>
      <p id="paragraph-fb4ae355ef30b8573c3ab7a882625779">E. Sampel Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-26">Sampel pada penelitian ini yaitu berjumlah 66 Responden dengan menggunakan Rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <italic id="_italic-87">nonprobability sampling </italic>dengan jenis teknik pengambilan sampel adalah <italic id="_italic-88">purposive sampling</italic>.</p>
      <p id="paragraph-9fef027bc44e408443d37342c58d8fea">F. Teknik Pengumpulan Data</p>
      <p id="_paragraph-27">Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan penyebaran kuisioner secara <italic id="_italic-89">online</italic> melalui <italic id="_italic-90">Google Form </italic>kepada responden yang telah memenuhi kriteria yaitu mahasiswa Akuntansi 2017 dengan menggunakan Skala Likert (1-5) dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju.</p>
      <p id="paragraph-3d5e1b88aa82b96963baea446d918b69">G. Teknik Analisis Data</p>
      <p id="_paragraph-28">Data yang telah diperoleh melalui teknik pengumpulan data yang telah dijelaskan akan dilakukan tabulasi data menggunakan <italic id="_italic-91">Microsoft Excel. </italic>Selanjutnya data tersebut akan dianalisis menggunakan program SmartPLS versi 3.0 melalui pendekatan <italic id="_italic-92">Structure Equation Modeling</italic> (SEM) berbasis PLS. Pengujian yang akan digunakan adalah <italic id="_italic-93">outer model</italic>(meliputi uji validitas, uji reliabilitas)dan <italic id="_italic-94">inner mode</italic><italic id="_italic-95">l </italic>(meliputi uji R² dan uji hipotesis melalui <italic id="_italic-96">bootstrapping </italic>dengan melihat nilai koefisien jalur.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-1d9c38eebeadf208bb62728b143a1b27">A. Analisis Deskriptif Responden</p>
      <p id="_paragraph-29">Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin disajikan pada tabel berikut:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin</title>
          <p id="_paragraph-31" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-2cfc55bbb88e043b3dea08261e7a3eab">
              <td id="table-cell-17f3193999fb2f7fc70953052a94dc16">Jenis Kelamin</td>
              <td id="table-cell-6859cd55152d2ce9d9356a36671c7fa7">Jumlah Responden</td>
              <td id="table-cell-06079e710f1061742fabe3e769b79f5c">Presentase</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-abaefd1d8ffcd4607ee51113dcc7e6a2">
              <td id="table-cell-fb014234605fef3df8eaef5c3dd56274">Perempuan</td>
              <td id="table-cell-99696719dab4e7277a53610739c1b660">43</td>
              <td id="table-cell-d0d1b3d85b279ae7a72e36475cfae667">60,6%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5a685bd5f5d9d285c3c51d69083b5de7">
              <td id="table-cell-6b662a58612522da5b5086a34b0c85e6">Laki-laki</td>
              <td id="table-cell-55c56804d15aecacb3e76d7823875167">23</td>
              <td id="table-cell-c30e2ccbdacb032f5b9330fe69ffe554">39,4 %</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a6968ca1200b254e36b80e970e715798">
              <td id="table-cell-1f89fd09f459f0d22c2a9cf7f1f14a8b">Total</td>
              <td id="table-cell-a9fc6c0932e179d8875e5d46b9efe33c">66</td>
              <td id="table-cell-670a3525e2384bfed0c52493fd67f753">100 %</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-32">Berdasarkan tabel 1 diatas menunjukkan bahwa 66 mahasiswa Akuntansi Angkatan 2017 yang berpartisipasi dalam penelitian ini sebanyak 60,6% responden perempuan dan sisanya 39,4% responden laki-laki.</p>
      <p id="paragraph-9ff833afc88412ad53db5903cce03ada">B. Uji Partial Least Square (PLS)</p>
      <p id="_paragraph-33">Untuk menguji validitas dan reliabilitas, penulis menggunakan analisis dengan bantuan SmartPLS 3.0. berikut hasil pengujiannya:</p>
      <p id="paragraph-3afaece0933c0b82a7db0b777847912b">a. Convergent Validity</p>
      <p id="_paragraph-34">Convergent validity dilakukan dengan melihat <italic id="_italic-100">item reliability</italic> (indikator validitas) yang ditunjukkan oleh nilai <italic id="_italic-101">loading factor</italic>. Apabila nilainya &gt; 0,70 maka dinyatakan valid.</p>
      <p id="paragraph-6c6d9bf2c0d15f14ae9734909bf39b2b">
        <italic id="italic-0792fbc96edf35e92cf13ef3317630a3">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-35"><bold id="bold-1487f9830e78f8465b9b3abac472d7e0">Gambar 1.</bold> Hasil Nilai Loading Factor</p>
      <p id="_paragraph-37">Berdasarkan tabel 2 diatas, masingmasing item pernyataan mempunyai nilai <italic id="_italic-107">loading factor </italic>lebih dari 0,7. Sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut valid.</p>
      <p id="paragraph-d1f0e1f884e2a95e952c829395a5613e">b. <italic id="italic-b6f8d512fbdca6c4ec313f703043ca4a">Discriminant Validity</italic></p>
      <p id="_paragraph-38"><italic id="_italic-108">Discriminant validity</italic> dilakukan dengan membandingkan nilai AVE dengan korelasi antar konstruk. Nilai AVE dinyatakan memenuhi syarat apabila &gt; 0,5.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title><italic id="_italic-112">Nilai AVE (</italic>Average Variance Extracted<italic id="_italic-113">)</italic></title>
          <p id="_paragraph-40" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-e8f242ae19c502b71e7352a3dc8781ef">
              <td id="table-cell-5f052e0532c75485fee45535e38569f6">Variabel</td>
              <td id="table-cell-c415fe0d468b5e701d6a7a03664c4b24">AVE</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-843cd4306173bd543b330e05ca31001d">
              <td id="table-cell-acca0b5a59844674f0acfda649f04dff">Media Sosial Instagram (X1)</td>
              <td id="table-cell-40270bb6f87949b741339715eb8da81d">0.715</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-06288ecae15ad492cb43f8b5efaaecf3">
              <td id="table-cell-719efaec0eaa939de0d5ede02ce8bd0c">Gaya Hidup (X2)</td>
              <td id="table-cell-42e9745bd3a19487176bbf12639a0adf">0.698</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e7774cd1342bdac5dd2f6c5866f4b795">
              <td id="table-cell-b5c6d0ba55e1045f8032bf62a1d5317e">Sikap Keuangan (X3)</td>
              <td id="table-cell-9afb343ab7636171de6d4677f1e3b2e0">0.772</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b79b83e0fca4c6279750d93ddd8255ad">
              <td id="table-cell-60711571a90d4bfa8e3876bd11b3183c">Kemudahan Mobile Banking (X4)</td>
              <td id="table-cell-5b0e09b75a29e59d750f1ae3d2dcd556">0.836</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2cfcb223d9ffe864ea4de1610f8972f5">
              <td id="table-cell-dd9f2fcc9c6dfda03de372994bb6164f">Literasi Keuangan (Z)</td>
              <td id="table-cell-016348274c76e5f5c8743a97af465019">0.604</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-eb8a450563207fae578b79dcd9a6f04a">
              <td id="table-cell-9b958957769e87cd8096057f4f50d47e">Perilaku Konsumtif (Y)</td>
              <td id="table-cell-1ea6fb8226bfe0de6506eb5099912736">0.604</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-41">Berdasarkan tabel 3 diatas menunjukkan bahwa nilai AVE dari setiap konstruk lebih dari 0,5. Dengan demikian dinyatakan bahwa konstruk ini memenuhi uji <italic id="_italic-114">discriminant validity.</italic></p>
      <p id="paragraph-af950a7ae26353bc6551ddb94ede2c3a">c. Hasil Reliabilitas</p>
      <p id="_paragraph-42">Uji reliabilitas dapat dilihat dari nilai <italic id="_italic-115">cronbach’s Alpha</italic> dan <italic id="_italic-116">Composite Reliability</italic>. Data yang memiliki nilai <italic id="_italic-117">composite reliability </italic>dan nilai <italic id="_italic-118">cronbach’s Alpha</italic> &gt; 0,7 dinyatakan mempunyai reliabilitas yang tinggi.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title><italic id="_italic-122">Nilai</italic> Cronbach’s Alpha<italic id="_italic-123"> dan</italic> Composite Reliability</title>
          <p id="_paragraph-44" />
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-3733da2aded0c5986f3ce134985acaa1">
              <td id="table-cell-ca2b1764cd4c0636d39e0aa9b222e417">Variabel</td>
              <td id="table-cell-e3b9a3cb6dc26e28cd6f3d479795d4b4"> Cronbach’s Alpha </td>
              <td id="table-cell-9f6bf6900f5ee18dcc296e9d5c921178"> Composite Reliability </td>
              <td id="table-cell-853b79936e2d640d3e55fa334b2dc083">Keterangan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e476385fb5dadb0fa7663dbac07bc198">
              <td id="table-cell-c282fff0373f0fb6ed2534f76bbe679c">Media Sosial Instagram (X1)</td>
              <td id="table-cell-f286029fa3256f21bdd76ab3cbbfb54d">0.799</td>
              <td id="table-cell-486bad88e13a403884d16327cc2fc4b5">0.882</td>
              <td id="table-cell-8bf2193e7b4682a966872aae94803140">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-aa3e75108bec130896be9ae6fd81f0db">
              <td id="table-cell-ca39c38a8f3361d88f9e9a5aa35a27d7">Gaya Hidup (X2)</td>
              <td id="table-cell-5badc935000ec97f70b39dc7fcc92ec6">0.852</td>
              <td id="table-cell-b4a7136125e2ecc76f718f198797d968">0.902</td>
              <td id="table-cell-4acfe5320ac268fb6cea2d53afb164bb">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-259b44cc57eb87c7579725a91d64679c">
              <td id="table-cell-41ddae4815f1950bd51d56ccd6a514f7">Sikap Keuangan (X3)</td>
              <td id="table-cell-c6d5a92c84451ff234d2042f978ca49f">0.853</td>
              <td id="table-cell-160bddb9b6e6006ae1411d1b6e748a58">0.911</td>
              <td id="table-cell-1192a9d59562966fea55cc19176cbdae">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5a017bee1dd4a4b2ae4c5ba8811ee645">
              <td id="table-cell-13c7539c482ac90251203be35d7c171f">Kemudahan Mobile Banking (X4)</td>
              <td id="table-cell-a5a5475342ad7f004e21881986a10b12">0.978</td>
              <td id="table-cell-7467df0832c81bd82bf1116b86d9d092">0.981</td>
              <td id="table-cell-87f88fb6ff37daa1bc331bee100c4b84">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-da2f73fa67f7553bd92501486096e8ac">
              <td id="table-cell-3fc32ad4f89a9a127d025512f3ce98c6">Literasi Keuangan (Z)</td>
              <td id="table-cell-92336c2d67fbb6e73aec4ad857ff34bd">0.895</td>
              <td id="table-cell-c79fa4a5265e11125319760646d9e7c6">0.914</td>
              <td id="table-cell-7585ef032feaff2ae91de89f4dde10c1">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fcc817c3adecc7332425f7c1185b0777">
              <td id="table-cell-13e7b77a734195de8b88d6bba898d66c">Perilaku Konsumtif (Y)</td>
              <td id="table-cell-e9d1f67eabce625bbc521b053b7c0078">0.917</td>
              <td id="table-cell-4bb855d7809529c56122b8b9482e2e47">0.932</td>
              <td id="table-cell-27c6c6b455604dea7d53e2d8912fc663">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dbc19bf2d0d22f01f089d30e8413dccf">
              <td id="table-cell-51fe749910a8b77445e16795fff4e7f4">Z-&gt;X1-&gt;Y</td>
              <td id="table-cell-5942d4ca675856a0473c8f3199bc4f3c">1.000</td>
              <td id="table-cell-59fb9d5533ea9e552bee09de5854cc9b">1.000</td>
              <td id="table-cell-47e8ffb81083b4d80f262b73db26c090">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c55fda666768420e42f922e6a0f2d545">
              <td id="table-cell-390282b052a08ec08126b82178a8732e">Z-&gt;X2-&gt;Y</td>
              <td id="table-cell-a3f0c43b49f9e5aeb00382ec8c4b70cf">1.000</td>
              <td id="table-cell-38277c2f5aa0ba6fd56aca140387bccc">1.000</td>
              <td id="table-cell-f405897abfae67258e20d6dc7b39ed0c">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c421f714684aea73ba650ece9f390473">
              <td id="table-cell-7cbe87c055dd31d246dd88c52d4c6252">Z-&gt;X3-&gt;Y</td>
              <td id="table-cell-b5dd2160125f4892b5922dc0083d08d9">1.000</td>
              <td id="table-cell-e93e4a58360f1b31980b74468b9dfbf9">1.000</td>
              <td id="table-cell-56e9985f619094f8c1ada196c59c3c84">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fb593c188a8f4f02075a8ebbed99cc8c">
              <td id="table-cell-c180fb2b5bfc0921d4c796b85f8c30f0">Z-&gt;X4-&gt;Y</td>
              <td id="table-cell-ed97940f906d4bfbfec1621ea3ad2a2c">1.000</td>
              <td id="table-cell-d566589c37f38f0443f8fefa417f1696">1.000</td>
              <td id="table-cell-04ce8dd519f20607ff301b58045404f1">Reliabel</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-45">Berdasarkan tabel 4 diatas menunjukkan nilai <italic id="_italic-126">cronbach’s Alpha </italic>dan <italic id="_italic-127">composite reliability </italic>untuk semua konstruk berada diatas nilai 0,7. Nilai <italic id="_italic-128">composite reliability</italic> jugalebih tinggi untuk semua konstruk dibandingkan dengan nilai <italic id="_italic-129">cronbach’s Alpha. </italic>Hal ini memperkuat penelitian bahwa semua konstruk memenuhi uji reliabilitas.</p>
      <p id="paragraph-b58c3945f051ec2d50cee788d5e069e8">2. Hasil Uji Model Struktural ( <italic id="_italic-133">Inner Model</italic> )</p>
      <p id="_paragraph-46">Setelah pengujian <italic id="_italic-134">outer model </italic>yang telah terpenuhi, berikutnya dilakukan pengujian <italic id="_italic-135">inner model</italic>.</p>
      <p id="paragraph-93841f54f87c7469afb9c3aca396165c">a. R-Square (R²)</p>
      <p id="_paragraph-47">Nilai <italic id="_italic-136">R-square </italic>digunakan untuk mengukur tingkat variansi perubahan variabel independen terhadap variabel dependen. Semakin tinggi nilai R-<italic id="_italic-137">square </italic>maka semakin baik model penelitian.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-49" />
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-ee9b57b86ba08f62f175b8c5b03d3a14">
              <td id="table-cell-65817c41f84889789976086f22c0abdd">Variabel</td>
              <td id="table-cell-94a6b117c0c31e84bca8f48beaff80f5">R-Square (R²)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-67e4e36add9b3a3cd82566c526d1d262">
              <td id="table-cell-f6e2e9b72d23bee1225841d661c5515a">Perilaku Konsumtif</td>
              <td id="table-cell-3b648fadd346c5ffc1af12257483fef3">0,711</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-50">Berdasarkan tabel 5 diatas, menunjukkan bahwa variabel media sosial instagram, gaya hidup, sikap keuangan, dan kemudahan <italic id="_italic-142">mobile banking</italic> secara simultan mampu menjelaskan variabel perilaku konsumtif sebesar 71,1%, dan sisanya 28,9% dijelaskan oleh konstruk lain diluar penelitian yang tidak dihipotesiskan dalam penelitian ini.</p>
      <p id="paragraph-11d7d775cde5e2179f48591d3efebf72">b. Hasil Pengujian Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-51">Untuk mengetahui apakah suatu hipotesis dapat diterima atau ditolak dapat dilihat dari hasil <italic id="_italic-143">bootstrapping</italic>. <italic id="_italic-144">Rules Of Thumb </italic>pada penelitian ini adalah 66 sampel dengan tingkat sig 5%, maka nilai T-tabel sebesar 1.668 , nilai P-<italic id="_italic-145">value</italic> 0,05 dan koef beta bernilai positif.</p>
      <p id="paragraph-263aa76b346804bb7521aeddd1a0baf4">
        <italic id="italic-f509dd5d5d8ab3bdb8557f41e90c7145">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-52"><bold id="_bold-143">Gambar <bold id="_bold-144">2</bold></bold><bold id="_bold-145">. </bold>Hasil Output PLS Bootstrapping</p>
      <p id="_paragraph-53">Berdasarkan gambar 1 diatas merupakan hasil<italic id="_italic-150"> output</italic>dari uji hipotesis melalui <italic id="_italic-151">bootstrapping</italic>. Dibawah ini merupakan hasil koefisien jalur dari pengujian PLS <italic id="_italic-152">bootstrapping</italic>sebagai berikut:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-6">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title><italic id="_italic-156">Nilai </italic>Path Coefficients</title>
          <p id="_paragraph-55" />
        </caption>
        <table id="_table-6">
          <tbody>
            <tr id="table-row-fcbd3d623cf2fd3485ab1d54e34e2c36">
              <td id="table-cell-cd8139ff7e8940367fe325af58122565">Hipotesis</td>
              <td id="table-cell-2428fa1128971d7f203c0ff95a2ba68b">Original Sample (O)</td>
              <td id="table-cell-c394e85a69c1a7587c0c52aa9cd64eb6">Sample Mean (M)</td>
              <td id="table-cell-d35b90084b39b76765772c2c6580f8e3">Standart Deviation (STDEV)</td>
              <td id="table-cell-aa23ca05657e114a59e426f253fb5124">T-Statistik (IO/STDEVI)</td>
              <td id="table-cell-e169f53f0c5d61cad67463f8e3807591">P Values</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f608d8d59d082e0b88859333a6b03139">
              <td id="table-cell-41848fca3dbbfc5d8e131a0ab242ea2b">X1-&gt;Y</td>
              <td id="table-cell-9c02dd338b898a82bb60020ffaa4fe52">0.299</td>
              <td id="table-cell-7c8b3c2716e9a51526ee0e0c9159fb54">0.320</td>
              <td id="table-cell-fb93c32a2b1a5aea6711f90d5e82eef8">0.086</td>
              <td id="table-cell-c57c4716ea971538a5b462bfe1b22f61">3.477</td>
              <td id="table-cell-e5d7cd7cee2564a9c77225956ab48023">0.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7db09b1fc46550240f563c8241168a32">
              <td id="table-cell-c20db53b2b4ba3bab70c89769ac524c9">X2-&gt;Y</td>
              <td id="table-cell-441967ab3152063c42651d3d0cf061d3">0.502</td>
              <td id="table-cell-553b68b5813ae99e3c385a98bad227bd">0.498</td>
              <td id="table-cell-484123570997467be437488afa0a9d21">0.102</td>
              <td id="table-cell-4f694c93ab7ad53fcdf1adade3e4d704">4.915</td>
              <td id="table-cell-bd86a849abeb1ce85bdca19c2e8ff3ea">0.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d9377357ef8d93adc4877f8f5459f874">
              <td id="table-cell-4eaf0722a970dc75dd0dc174d667c342">X3-&gt;Y</td>
              <td id="table-cell-bbe31a38a46b107a7513ecc0995546da">0.153</td>
              <td id="table-cell-1a5fe3a8c53f7c986b12cdbb1f4c72fe">0.157</td>
              <td id="table-cell-935d8d0ffba1f84e3517812183cf4a5f">0.086</td>
              <td id="table-cell-56b514322424c0562fc766630c0c17c1">1.775</td>
              <td id="table-cell-45f40c502336456cde8eff9dc2c914a2">0.038</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1460f831263f8e69efcd03612c931e66">
              <td id="table-cell-14bf153bf8729178c9643a8e48e9b2ea">X4-&gt;Y</td>
              <td id="table-cell-db7c919b8bc4ce79bd0657db2572ade8">-0.031</td>
              <td id="table-cell-dd8225cb3ea170aff32b326245d7a36b">0-.013</td>
              <td id="table-cell-991b7ae7a7caf6331a912b0b971b77c1">0.108</td>
              <td id="table-cell-63326c06c30af0a81bfa41bec0a1a05d">0.288</td>
              <td id="table-cell-296898e70774fb321282bc02c4c700b1">0.387</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cec31b3d78b23164dc7677603ec11221">
              <td id="table-cell-468d9b5342145aba330ebe4abc6c97c6">Z-&gt;Y</td>
              <td id="table-cell-e8890499c3b4dea6fa9e06b2e297c711">0.077</td>
              <td id="table-cell-2b70f2ae02052d263e3b0e41d455ffc0">0.062</td>
              <td id="table-cell-13c2116fee2046bf7ab8fa5f23a1e971">0.119</td>
              <td id="table-cell-0d49e7e666bbf2386ecb2ee6c2b830ad">0.643</td>
              <td id="table-cell-dfbf471c78c77cc6803145aae28d0aa2">0.260</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6ba1f1701f3de96393eeb5260b024eeb">
              <td id="table-cell-2146fcedcdb184f4e61e78f1c8c96893">Z-&gt;X1-&gt;Y</td>
              <td id="table-cell-00644a240a3a9748e38b4e11e1f7534e">0.012</td>
              <td id="table-cell-09b07bad83fe3ec5b4eb7e99565e587f">-0.000</td>
              <td id="table-cell-53d6866c758020297b5fe44b3b15dc2f">0.100</td>
              <td id="table-cell-5ba3f660813921d66b08dd148766d866">0.118</td>
              <td id="table-cell-4f1b430eeab88313c3d8af291dbdcfb1">0.453</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0804f03b96af2a680e3e127e940a82f4">
              <td id="table-cell-d572a68f925c0266a34906d5152ecea9">Z-&gt;X2-&gt;Y</td>
              <td id="table-cell-23fd65f2c1c5a2d1a19b86d8ef3d2afa">0.220</td>
              <td id="table-cell-94a2456d8f3d27dfbd8691a36a850f4a">0.199</td>
              <td id="table-cell-8a5da2e86842067a72cf61763178e955">0.126</td>
              <td id="table-cell-f8d06c24720029d8370d51aa7c764201">1.743</td>
              <td id="table-cell-407e0d4d7e8e85f4e69f1f3089009d0a">0.041</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cf9a404e585be33dc00d0049f0f5d68b">
              <td id="table-cell-f7907c786178d8560b057a471aa8090a">Z-&gt;X3-&gt;Y</td>
              <td id="table-cell-434a22f3b8df6afd9a3ac5b6fdcd3a72">-0.114</td>
              <td id="table-cell-04af030e27ff0ce2b59a72cecf6d1312">-0.108</td>
              <td id="table-cell-adff779f76a83f2ec7a1af8700341e1c">0.113</td>
              <td id="table-cell-83427af158eddd14470e3c02649fbeb0">1.008</td>
              <td id="table-cell-57a444493d5d828c6fa3ef513a37b1b0">0.157</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-438b403f1226c1d150c73a9d40750093">
              <td id="table-cell-42fb5e96bacbde95e13711e1117d373f">Z-&gt;X4-&gt;Y</td>
              <td id="table-cell-8a8a6b1ae0f128451baf34ccd2c69e3e">-0,061</td>
              <td id="table-cell-4e4e8d06c9d407b9bcae4744ceeef474">-0,024</td>
              <td id="table-cell-731a5df32660696b4697839816c221ab">0.116</td>
              <td id="table-cell-0d137d892447d7216b286b04c362ecc4">0.526</td>
              <td id="table-cell-597c77d78f1d4c94d76e7e13775528af">0.299</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-56">Berdasarkan tabel 6 diatas, menunjukkan bahwa Instagram, Gaya Hidup, dan Sikap Keuangan berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Tetapi, Kemudahan <italic id="_italic-157">Moble Banking</italic> tidak berpengaruh. Selanjutnya, Literasi Keuangan tidak memoderasi hubungan penggunaan Instgram, Sikap Keuangan, dan Kemudahan <italic id="_italic-158">Mobile Banking</italic>. Tetapi memoderasi Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumtif.</p>
      <p id="paragraph-61f6fd5ddd9852a18b6e59f78ad99ec8">C. Pembahasan</p>
      <p id="_paragraph-57">Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat dijelaskan dengan uji hipotesis dari masing-masing variabel sebagai berikut:</p>
      <p id="paragraph-f4615f92efe04448a9d40d2fd10aeba8">1. Pengaruh Media Sosial Instagram Terhadap Perilaku Konsumtif</p>
      <p id="_paragraph-58">Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa Instagram berpengaruh terhadap Perilaku Konsumtif. Hasil menunjukkan nilai koefisien beta sebesar 0,299, t-statistik &gt; t-tabel sebesar 3.477 &gt; 1668, dan p-<italic id="_italic-159">value</italic> sebesar 0.00, sehingga hipotesis pertama diterima. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian Ela Utami (2019), yaitu Instagram berpengaruh terhadap Perilaku Konsumtif. Hal ini membuktikan bahwa semakin besar intensitas penggunaan instagram akan meningkatkan perilaku konsumtif seseorang. Penggunaan instagram dapat menimbulkan kepuasan tersendiri dikalangan mahasiswa dengan berbelanja diplatform tersebut dan menjadi jembatan dalam mengekspresikan diri sehingga mereka akan dimanjakan dengan adanya produksi barang-barang yang memenuhi selera serta meningkatkan rasa percaya diri dilingkungan yang setara.</p>
      <p id="paragraph-1f2d7e61ed2fce38ab42a82365c42b85">2. Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumtif</p>
      <p id="_paragraph-59">Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa gaya hidup berpengaruh terhadap Perilaku Konsumtif. Hasil menunjukkan nilai koefisien beta sebesar 0,502, t-statistik &gt; t-tabel sebesar 4.915 &gt; 1668, dan p-<italic id="_italic-160">value</italic> sebesar 0.000, sehingga hipotesis kedua diterima. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian Rianti (2019) yaitu gaya hidup berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Hal ini membuktikan semakin tinggi gaya hidup yang ditunjukkan seseorang, maka akan semakin tinggi pula perilaku konsumtifnya. Gaya hidup dikalangan generasi muda telah mengalami perubahan dan cenderung berlebihan (mewah) dengan seiring berkembangnya teknologi informasi seperti berbelanja <italic id="_italic-161">online </italic>, jalan-jalan ketempat yang viral, dan menghabiskan uang untuk mengisi waktu luang.</p>
      <p id="paragraph-d6c9c5ff3046beb9fff82b34c7021075">3. Pengaruh Sikap Keuangan Terhadap Perilaku Konsumtif</p>
      <p id="_paragraph-60">Hasil uji hipotesis ketiga menunjukkan bahwa sikap keuangan berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Hasil menunjukkan nilai koefisien beta sebesar 0,153, t-statistik &gt; t-tabel sebesar 1.775 &gt; 1668, dan p-<italic id="_italic-162">value</italic> sebesar 0.038, sehingga hipotesis ketiga diterima. Hasil tersebut sejalan dengan Dyah dan Sri (2018) yaitu sikap keuangan berpengaruh terhadap Perilaku Konsumtif. Hal ini membuktikan mahasiswa yang memiliki sikap keuangan yang buruk lebih cenderung mempresepsikan uang sebagai alat untuk memenuhi segala keinginan yang dimiliki, serta otomatis akan menimbulkan keinginan untuk membelanjakan uangnya dan tidak memikirkan rencana masa depan.</p>
      <p id="paragraph-4a927cdf9d7e2cd749e65fe41451ace2">4. Pengaruh Kemudahan penggunaan <italic id="italic-1">Mobile banking</italic> Terhadap Perilaku Konsumtif</p>
      <p id="_paragraph-61">Hasil uji hipotesis keempat menunjukkan bahwa kemudahan <italic id="_italic-163">mobile banking </italic>tidak berpengaruh terhadap Perilaku Konsumtif. Hasil menunjukkan nilai koefisien beta yaitu sebesar -0,031, t-statistik &lt; t-tabel sebesar 0,643 &lt; 1668 dan p-<italic id="_italic-164">value</italic> sebesar 0,260. Dari hasil ini dinyatakan t-statistik tidak signifikan karena diketahui nilai t-tabel lebih besar dan p<italic id="_italic-165">-value</italic> &gt;0,05, sehingga hipotesis keempat ditolak. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian Nurdin, dkk. (2021) yang menyatakan kemudahan <italic id="_italic-166">mobile banking</italic> tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Hal ini membuktikan bahwa kemudahan penggunaan <italic id="_italic-167">mobile banking </italic>tidak menyebabkan mahasiswa berperilaku konsumtif. Dikarenakan besar kecilnya saldo dan besarnya biaya admin setiap kali melakukan transaksi menjadi pertimbangan dalam mengeluarkan uang untuk melakukan pembayaran<italic id="_italic-168"> online</italic>. Bisa jadi mereka lebih menyukai pembayaran melalui COD (<italic id="_italic-169">Cash On Delivery)</italic>.</p>
      <p id="paragraph-45087943f8c895188f60dcf8f00de71d">5. Peran Literasi Keuangan dalam Memoderasi pengaruh Media Sosial Instagram Terhadap Perilaku konsumtif</p>
      <p id="_paragraph-62">Hasil uji hipotesis kelima menunjukkan bahwa Literasi Keuangan tidak memoderasi pengaruh Instagram terhadap Perilaku Konsumtif. Hasil menunjukkan nilai koefisien beta sebesar 0,012, t-statistik &lt; t-tabel sebesar 0,118&lt; 1668, dan p-<italic id="_italic-170">value</italic> sebesar 0,453. Dari hasil ini dinyatakan t-statistik tidak signifikan, karena diketahui nilai t-tabel lebih besar dan p-<italic id="_italic-171">value</italic> &gt; 0,05, sehingga hipotesis kelima ditolak. Hal tersebut tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan yang dilakukan oleh Ramsay dan Capuano, 2011 (dalam Ari dan Rikah, 2020) yang menunjukkan generasi milenial yang melek finansial lebih cenderung kontrol atau bijak terhadap situasi keuangannya yang tercermin dari perilaku pembelian<italic id="_italic-172">online </italic>dan pengeluaran mereka serta akan meminimalkan resiko keuangan dan konsekuensi yang merugikan. Dalam penelitian ini literasi keuangan tidak memoderasi hubungan instagram terhadap perilaku konsumtif. Disebabkan bahwa literasi keuangan yang dimiliki oleh mahasiswa tidak dapat mempengaruhi dalam hal penggunaan media.</p>
      <p id="paragraph-7ed109eb95e1269ce40472e0fce420fe">6. Peran Literasi Keuangan dalam Memoderasi pengaruh Gaya Hidup Terhadap Perilaku konsumtif</p>
      <p id="_paragraph-63">Hasil uji hipotesis keenam menunjukkan bahwa Literasi Keuangan memoderasi pengaruh Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumtif. Hasil menunjukkan nilai koefisien beta 0,220, t-statistik &gt; t-tabel sebesar 1,743 &gt; 1668, dan p-<italic id="_italic-173">value</italic> sebesar 0,041. Sehingga, hipotesis keenam diterima. Hal tersebut tidak sejalan dengan penelitian Ana Nailu Himati (2019) yang menyatakan literasi keuangan tidak memoderasi gaya hidup terhadap perilaku konsumtif. Setelah diuji kembali ternyata mendapat hasil bahwa literasi keuangan memoderasi gaya hidup terhadap perilaku konsumtif. Jadi, untuk menghindari gaya hidup konsumtif dapat dicegah salah satunya dengan meningkatkan literasi keuangan.</p>
      <p id="paragraph-d0b3df56a902eea874155cd6e1b3f215">7. Peran Literasi Keuangan dalam Memoderasi pengaruh Sikap Keuangan Terhadap Perilaku konsumtif</p>
      <p id="_paragraph-64">Hasil uji hipotesis ketujuh menunjukkan bahwa Literasi Keuangan tidak memoderasi pengaruh Sikap Keuangan terhadap Perilaku Konsumtif. Hasil menunjukkan nilai koefisien sebesar -0,114, t-statistik &lt; t-tabel sebesar 1,008 &lt; 1668, dan p-<italic id="_italic-174">value</italic> sebesar 0,157. Dari hasil ini dinyatakan t-statistik tidak signifikan, karena diketahui nilai t-tabel lebih besar dan p-<italic id="_italic-175">value</italic> &gt; 0,05, sehingga hipotesis ketujuh ditolak. Hal tersebut sejalan dengan Erna Sulistyarini (2019) yaitu literasi keuangan tidak memoderasi sikap keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Penelitian tersebut membahas tentang perilaku konsumtif mahasiswa yang boros terhadap uang saku mereka. Terkadang walaupun seseorang memiliki literasi keuangan yang baik tetapi jika didalam diri mereka tidak menerapkan disiplin diri seperti memilah-milah apa yang ingin dibeli, mengesampingkan kebutuhan demi keinginan semata, tidak adanya perencanaan keuangan terhadap pembelian maka semua itu akan sia-sia yang akan berpengaruh pada sikap keuangan yang buruk. Jika tidak dirubah mulai sekarang akan berdampak pada keuangan masa depan.</p>
      <p id="paragraph-3df67eef35ab650d3b14d90b2ab1e703">8. Peran Literasi Keuangan dalam Memoderasi pengaruh Kemudahan penggunaan <italic id="_italic-177">Mobile banking</italic> Terhadap Perilaku konsumtif</p>
      <p id="_paragraph-65">Hasil uji hipotesis kedelapan menunjukkan bahwa Literasi Keuangan tidak memoderasi pengaruh Kemudahan <italic id="_italic-178">Mobile banking</italic> terhadap Perilaku Konsumtif. Hasil menunjukkan nilai koefisien beta -0,061, t-statistik &lt; t-tabel sebesar 0,526 &lt; 1668, dan p-<italic id="_italic-179">value</italic> sebesar 0,299. Dari hasil ini dinyatakan t-statistik tidak signifikan, karena diketahui nilai t-tabel lebih besar, dan p-<italic id="_italic-180">value</italic> &gt; 0,05, sehingga hipotesis kedelapan ditolak.Hal tersebut tidak sejalan dengan Cohen &amp; Nelson (dalam Khusnul dan Yuyun, 2019) yaitu seseorang yang kurang mengenal produk dan layanan keuangan akan sulit untuk mengadopsi <italic id="_italic-181">mobile banking</italic>, ketika seseorang beralih dari perbankan tradisional ke <italic id="_italic-182">mobile banking</italic> diperlukan literasi keuangan, karena adanya perubahan perilaku serta sikap dalam pengambilan keputusan. Dalam penelitian ini literasi keuangan tidak memoderasi hubungan kemudahan <italic id="_italic-183">mobile banking </italic>terhadap perilaku konsumtif. Walaupun seseorang memiliki literasi keuangan yang baik tetapi sikap dalam pengambilan keputusan buruk tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu seperti Top Up untuk membeli barang yang tidak begitu berguna, tidak mengalihkan uangnya untuk berinvestasi, maka dapat menjerumuskan kedalam perilaku konsumtif.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-66">Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan yaitu Hasil pengujian hipotesis pertama (H1) menunjukkan bahwa variabel Media Sosial Instagram berpengaruh terhadap Perilaku Konsumtif. Hasil pengujian hipotesis kedua (H2) menunjukkan bahwa variabel Gaya Hidup berpengaruh terhadap Perilaku Konsumtif. Hasil pengujian hipotesis ketiga (H3) menunjukkan bahwa Sikap Keuangan berpengaruh terhadap Perilaku Konsumtif. Hasil pengujian hipotesis keempat (H4) menunjukkan bahwa variabel Kemudahan penggunaan <italic id="_italic-184">mobile banking </italic>tidak berpengaruh terhadap Perilaku Konsumtif. Hasil pengujian hipotesis kelima (H5) menunjukkan bahwa Literasi Keuangan tidak memoderasi pengaruh Media Sosial Instagram Terhadap Perilaku konsumtif. Hasil pengujian hipotesis keenam (H6) menunjukkan bahwa Literasi Keuangan memoderasi pengaruh Gaya Hidup Terhadap Perilaku konsumtif. Hasil pengujian hipotesis ketujuh (H7) menunjukkan bahwa Literasi Keuangan tidak memoderasi pengaruh Sikap Keuangan Terhadap Perilaku konsumtif. Hasil pengujian hipotesis kedelapan (H8) menunjukkan bahwa Literasi Keuangan tidak memoderasi pengaruh Kemudahan penggunaan <italic id="_italic-185">mobile banking </italic>Terhadap Perilaku konsumtif. Pada penelitian ini terdapat 2 jenis moderasi. Pada moderasi efek 1,3, dan 4 disebut dengan Potensial Moderasi. Sedangkan, pada moderasi efek2 disebut dengan <italic id="_italic-186">Pure </italic>Moderasi.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>