<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Influence of Religiosity, Emotional Intelligence, and Moral Reasoning on the Ethical Behavior of Accounting Students at Universitas Muhammadiyah Sidoarjo </article-title>
        <subtitle>Pengaruh Nilai Religiusitas, Kecerdasan Emosional dan Moral Reasoning terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Donda </surname>
            <given-names>Zackya Gana</given-names>
          </name>
          <email>aishahanif@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Hanif</surname>
            <given-names>Aisha</given-names>
          </name>
          <email>aishahanif@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-09-24">
          <day>24</day>
          <month>09</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>24</day><month>09</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>I. Pendahuluan </title>
      <p id="_paragraph-12">Perilaku etis mahasiswa merupakan aspek penting di berbagai negara terutama indonesia, pendidikan tinggi menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian utama karena perannya dalam meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan. termasuk indonesia. Khususnya di bidang akuntansi, perilaku etis mencerminkan komitmen mahasiswa terhadap prinsip moral, integritas, serta tanggung jawab profesional, yang terwujud dalam pengambilan keputusan akademik maupum profesional di masa depan. Hal ini sangat relevan karena profesi akuntan bergantung pada kepercayaan publik yang dibangun melalui perilaku etis individu<xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>. Tingkat pelanggaran etika di lingkungan akademik juga menjadi sorotan para peneliti, karena berpotensi mencerminkan pola perilaku profesional mahasiswa di masa depan. Berbagai temuan empiris di indonesia mengindikasi bahwa penilaian mahasiswa akuntansi terhadap perilaku tidak etis seorang akuntan turut dibentuk oleh sejumlah faktor antara lain, idealisme, relativisme, pengetahuan etika, dan gender. Pada konteks di kehidupan nyata faktor-faktor tersebut erat kaitannya dengan kapasitas mahasiswa dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip etika<xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>. Khususnya, pada program studi akuntansi dalam mempersiapkan diri menjadi akuntan professional, mahasiswa tidak hanya perlu menguasai kemampuan teknis, tetapi juga mengembangkan kematangan moral agar mampu menghadapi berbagai dilema etika yang kompleks  di dalam lingkungan pendidikan tinggi. Berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dilakukan oleh peneliti, berbagai faktor penting di antaranya seperti, religiusitas, kecerdasan emosional, serta kemampuan penalaran moral berperan penting dalam membentuk perilaku etis mahasiswa akuntansi Ketika menghadapi berbagai situasi yang memerlukan pengambilan keputusan, baik di lingkungan akademik maupun profesional<xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-13">Pada dasarnya, religiusitas merupakan nilai yang mencerminkan sejauh mana keyakinan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama tertanam dalam diri seseorang serta menjadi pedoman dalam menentukan sikap dan perilaku. Dalam konteks mahasiswa akuntansi, religiusitas tidak hanya berkaitan dengan tingkat keyakinan terhadap ajaran agama, tetapi juga bagaimana nilai-nilai agama tersebut diterapkan ketika menghadapi suatu tindakan atau kondisi yang mengandung pertimbangan etis. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan menghindari tindakan yang merugikan orang lain dapat menjadi landasan bagi mahasiswa dalam menentukan perilaku yang sesuai dengan prinsip etika.<xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>. Dengan demikian, semakin kuat nilai religiusitas yang dimiliki mahasiswa, semakin besar kecenderungannya untuk mempertimbangkan nilai moral dan etika dalam mengambil keputusan. Hal tersebut menjadikan religiusitas sebagai salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi pembentukan perilaku etis mahasiswa akuntansi. Berbeda dengan individu yang memiliki kecerdasan emosional yang baik, seseorang dengan kecerdasan emosional yang rendah cenderung kesulitan mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain dalam berbagai situasi sosial maupun profesional. Berdasarkan hasil penelitian, kecerdasan emosional dan religiusitas terbukti memberikan kontribusi positif terhadap kemampuan mahasiswa dalam menilai suatu permasalahan secara etis<xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>. Mahasiswa akuntansi dibekali oleh kecerdasan emosional untuk bertahan menghadapi tekanan akademik mauapun godaan untuk berprilaku menyimpang dari norma etika ketika  dihadapkan pada situasi dilema moral<xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>. Di samping itu, kemampuan penalaran moral atau moral reasoning juga turut membentuk perilaku etis seseorang sebagai faktor yang sangat penting. Seseorang menggunakan moral reasoning sebagai proses kognitif untuk mengevaluasi suatu dilema moral guna menentukan tindakan yang yang selaras dengan standar moral yang berlaku<xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>. Berperan penting dalam membentuk perilaku etis mahasiswa akuntansi , terutama ketika mereka dihadapkan pada persoalan moral dalam konteks dunia kerja maupun lingkungan profesional, telah dikonfirmasi oleh berbagai hasil penelitian<xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-14">Penelitian mengenai perilaku etis mahasiswa akuntansi telah berkembang dalam bidang akuntansi keperilakuan, terutama dalam mengkaji faktor-faktor internal yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan etis individu. Salah satu faktor yang banyak menjadi perhatian adalah religiusitas. Religiusitas berkaitan dengan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai keagamaan yang dapat menjadi pedoman seseorang dalam menentukan tindakan yang benar dan salah. Penelitian yang membahas dampak pemahaman kode etik akuntan dan religiusitas menunjukkan bahwa religiusitas menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pembentukan perilaku etis individu<xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat berperan sebagai landasan moral dalam membentuk pertimbangan etis mahasiswa ketika menghadapi suatu tindakan atau dilema etika. Selain religiusitas, kecerdasan emosional juga menjadi faktor yang banyak dikaji dalam penelitian mengenai perilaku etis mahasiswa akuntansi. Bota, Mitan, dan Goo (2024) meneliti pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi dengan kecerdasan intelektual sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan emosional menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan perilaku etis mahasiswa akuntansi<xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>. Kecerdasan emosional memungkinkan individu untuk mengenali, mengendalikan, dan mengelola emosi serta memahami kondisi emosional orang lain. Kemampuan tersebut dapat membantu mahasiswa mengendalikan dorongan pribadi dan mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan yang dilakukan ketika menghadapi situasi yang mengandung dilema etika. Penelitian Mada dan Putri (2022) yang tercantum dalam referensi [9] juga mengkaji kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dalam kaitannya dengan perilaku etis, sehingga semakin memperkuat perhatian penelitian terhadap faktor psikologis dan nilai internal individu dalam pembentukan perilaku etis. Selain itu, moral reasoning juga menjadi fokus penting dalam penelitian etika akuntansi, karena berkaitan langsung dengan kemampuan berpikir moral individu. Berdasarkan hasil penelitian Ayu Putu (2022), semakin baik moral reasoning yang dimiliki mahasiswa akuntansi, semakin etis pula perilaku mereka dalam menghadapi dilema etika di dunia kerja. Mahasiswa dengan tingkat moral reasoning yang tinggi cenderung membuat pertimbangan terhadap dampak moral dari setiap alternatif pilihan secara lebih cermat dan mendalam sebelum suatu keputusan yang diambil<xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>. Dalam penelitian Pratiwi dan Susilowati (2025), peran yang signifikan dalam membentuk perilaku etis juga diungkapkan oleh moral reasoning, khususnya dalam upaya pencegahan terhadap munculnya perilaku menyimpang dan tindakan kecurangan<xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref>. Meskipun penelitian mengenai religiusitas, kecerdasan emosional, dan moral reasoning telah dilakukan, masih terdapat ruang penelitian yang perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian terdahulu cenderung menguji faktor-faktor tersebut secara terpisah atau menggabungkannya dengan variabel lain, seperti kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual. Penelitian Bota, Mitan, dan Goo (2024), misalnya, berfokus pada kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan kecerdasan intelektual sebagai variabel moderasi [5]. Sementara itu, penelitian mengenai kode etik dan religiusitas juga menempatkan religiusitas dalam konteks yang berbeda [8]. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat peluang untuk menguji pengaruh nilai religiusitas, kecerdasan emosional, dan moral reasoning secara bersama-sama terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi dalam satu model penelitian.Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah sama-sama membahas perilaku etis mahasiswayang dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam mengambil keputusan etis. Namun, kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan ketiga variabel tersebut secara simultan dalam satu model penelitian untuk menjelaskan perilaku etis mahasiswa akuntansi. Dengan demikian, research gap dalam penelitian ini terletak pada adanya keterbatasan penelitian yang menguji ketiga faktor internal tersebut secara simultan serta adanya perbedaan fokus dan kombinasi variabel dalam penelitian terdahulu. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh nilai religiusitas, kecerdasan emosional, dan moral reasoning terhadap perilaku etis mahasiswa. Hasil penelitian diharapkan dapat memperluas kajian mengenai faktor-faktor internal yang berperan dalam membentuk perilaku etis mahasiswa akuntansi.</p>
      <p id="_paragraph-15">Rumusan masalah dalam penelitian ini berfokus pada bagaimana faktor-faktor internal mahasiswa berkontribusi terhadap terbentuknya perilaku etis mereka.</p>
      <p id="_paragraph-16">Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pengaruh nilai religiusitas,kecerdasan emosional, dan moral reasoning terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi Universitas Muhammasiyah Sidoarjo. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk menganalisis pengaruh setiap variabel tersebut baik secara individual maupun secara bersama-sama dalam membentuk perilaku etis mahasiswa sebagai calon profesional akuntansi. Secara lebih spesifik, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana nilai religiusitas berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran moral dan perilaku etis mahasiswa.Selain itu, penelitian ini juga menguji pengaruh variabel nilai religiusitas, kecerdasan emosional, termasuk moral reasoning secara simultan dalam membentuk perilaku etis mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo juga diuji secara simultan dalam penelitian ini. Melalui penelitian ini, diharapkan mampu memberikan  gambaran yang lebih menyeluruh mengenai besarnya kontribusi masing-masing variabel dalam membentuk perilaku etis. Dengan demikian, upaya untuk mengidentifikasi variabel mana yang paling dominan pengaruh yang dilakukan oleh peneliti, sehungga hasil temuan ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam pengambilan keputusan, khususnya dalam rangka pengembangan kurikulum dan perancangan metode pembelajaran yang relevan dan akurat. </p>
      <p id="_paragraph-17">Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) karena teori ini menjelaskan bahwa perilaku individu merupakan hasil dari sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku<xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref>. Dalam konteks penelitian ini, perilaku etis mahasiswa dapat dipengaruhi oleh faktor internal yang membentuk cara individu menilai dan menentukan suatu tindakan. Nilai religiusitas mengadopsi konsep yang dikemukakan oleh Charles Glock dan Rodney Stark. Menurut Glock dan Stark (1968) menjelaskan bahwa religiusitas menggambarkan tingkat keterikatan individu terhadap ajaran agamanya, yang tercermin dalam lima dimensi utama, yaitu keyakinan (<italic id="_italic-11">belief</italic>), praktik ibadah (<italic id="_italic-12">practice</italic>), pengalaman religius (<italic id="_italic-13">experince</italic>), pengetahuan agama (<italic id="_italic-14">knowledge</italic>), dan konsekuensi perilaku (<italic id="_italic-15">consequence</italic>)<xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>.Selain itu, kecerdasan emosional juga menggunakan teori yang dikembangkan oleh Daniel Goleman, yang menyatakan bahwa keberhasilan seseorang dalam kehidupan sosial maupun profesional tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kemampuan dalam memahami dan mengelola emosi. Goleman (1995) mengidentifikasi lima komponen utama  kecerdasan emosional yaitu, kesadaran diri (<italic id="_italic-16">self-awareness</italic>), pengaturan diri (<italic id="_italic-17">self-regulation</italic>),motivasi (<italic id="_italic-18">motivation</italic>),empati (<italic id="_italic-19">empathy</italic>),dan keterampilan sosial (<italic id="_italic-20">social skills</italic><xref id="_xref-15" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. Sebagai landasan tambahan, penelitian ini juga merujuk pada teori perkembangan moral yang dikemukakan oleh Lawrence Kohlberg, yang menjelaskan bahwa kemampuan individu dalam membedakan hal yang benar dan salah berkembang secara bertahap melalui beberapa tingkatan.  Kohlberg (1981) mengklarifikasikan perkembangan moral ke dalam tiga tingkat utama, yaitu <italic id="_italic-21">pro-conventional</italic>,<italic id="_italic-22"> conventional</italic>, dan <italic id="_italic-23">post-conventional</italic>, yang masing-masing terbagi menjadi dua tahap<xref id="_xref-16" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-18">Dengan demikian, Theory of Planned Behavior digunakan sebagai landasan untuk menjelaskan bahwa faktor-faktor tersebut dapat berkontribusi terhadap terbentuknya niat dan perilaku etis mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pemyusunan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada aspek pengetahuan akademik, tetapi juga mendukung pengembangan kecerdasan emosional dan kemampuan berpikir moral mahasiswa. Dengan begitu, lulusan akuntansi diharapkan memiliki integritas, empati, serta kemampuan mengambil keputusan yang etis ketika sudah masuk ke dunia kerja.</p>
      <p id="_paragraph-19">
        <bold id="_bold-10">Pengembangan Hipotesis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-20">
        <bold id="_bold-11">Pengaruh Nilai Religiusitas terhadap Perilaku Etis </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-21">Religiusitas merujuk pada tingkat pemahaman, keyakinan, dan pengalaman seseorang terhadap ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, yang mencakup keyakinan terhadap ajaran agama, pelaksanaan ibadah, pengalaman religius, pengetahuan agama, serta cara nilai-nilai agama membentuk perilaku individu yang didukung oleh Theory of Planned Behavior (TPB) dan konsepCharles Glock dan Rodney Stark (1968)<xref id="_xref-17" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>. Individu dengan nilai religiusitas tinggi biasanya menunjukkan komitmen moral yang kokoh dan lebih cenderung menjauhi perilaku yang bertentangan dengan norma<xref id="_xref-18" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>. Pada mahasiswa akuntansi, berbagai bentuk perilaku yang bertentangan dengan norma etika, seperti manipulasi data  maupun pelanggaran integritas akademik, cenderung dihindari oleh mereka untuk memiliki nilai religiusitas yang tinggi. Kecenderungan tersebut dimunculkan sebagai manifestasi dari kesadaran moral yang kokoh, yang bersumber dari internalisasi nilai-nilai spiritual yang diayakini dan dipegang teguh oleh seseorang yang bersangkutan<xref id="_xref-19" ref-type="bibr" rid="bib17">[17]</xref>. Adanya hubungan positif antara religiusitas dan perilaku etis yang turut dikonfirmasi oleh berbagai temuan empiris,  di mana orientasi etis yang lebih kuat dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam lingkungan akademik dan profesional ditunjukkan oleh seseorang dengan nilai religiusitas yang tinggi.Salah satunya menemukan bahwa individu dengan nilai religiusitas yang  lebih tinggi cenderung mengambil keputusan bisnis yang lebih etis<xref id="_xref-20" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>. Demikian pula, penelitian oleh saat penelitian kedua menunjukkan bahwa mahasiswa dengan komitmen religius yang kuat lebih peka terhadap isu etika akuntansi<xref id="_xref-21" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref>. Dalam lingkungan akademik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang berlandaskan nilai-nilai islam, peran signifikan dalam membentuk perilaku etis diperkirakan dimiliki oleh religiusitas. Kemungkinan mahasiswa yang terlibat dalam tindakan tidak etis yaitu dipengaruhi dari nilai religiusitas yang diukur dari frekuensi ibadah, pemahaman ajaran agama, dan konsistensi penerapan ajaran agama. Hal ini menegaskan bahwa komitmen moral individu dapat diperkuat oleh nilai spiritual. Oleh karena itu, nilai religiusitas diprediksi memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. </p>
      <p id="_paragraph-22">
        <italic id="_italic-24">
          <bold id="_bold-12">H1: </bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-13">
          <italic id="_italic-25">Nilai Religiusitas berpengaruh positif terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</italic>
        </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-23">
        <bold id="_bold-14">Pengaruh </bold>
        <bold id="_bold-15">Kecerdasan Emosional</bold>
        <bold id="_bold-16">terhadap Perilaku Etis </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-24">Kecerdasan emosional dapat didukung oleh Theory of Planned Behavior (TPB) dan konsep Daniel Goleman (1995) yang merupakan kemampuan seseorang untuk memahami perasaan dirinya sendiri, mengendalikan emosinya dengan baik, serta memahami dan menghargai perasaan orang lain<xref id="_xref-22" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref>. Kecerdasan emosional sangat membantu seseorang dalam mengambil keputusan tepat karena emosi dapat mempengaruhi cara berpikir dan menilai suatu tindakan. Orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi biasanya lebih tenang saat menghadapi tekanan, mampu mengendalikan emosinya, dan lebih peduli terhadap perasaan orang lain<xref id="_xref-23" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref>. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional seseorang, semakin baik pula kemampuannya dalam mengambila keputusan yang etis,terutama dalam lingkungan akademik<xref id="_xref-24" ref-type="bibr" rid="bib21">[21]</xref>. Hal ini juga didukung oleh penelitian sebelumnya, yang menunjukkan bahwa seseorang dengan kecerdasan emosional yang lebih tinggi cenderung memiliki perilaku lebih etis dalam lingkungan organisasi<xref id="_xref-25" ref-type="bibr" rid="bib22">[22]</xref>. Hasil penelitian lainnya juga membuktikan bahwa kecerdasan emosional berkaitan dengan perilaku etis, baik di lingkungan akademik maupun profesional. Oleh karena itu, mahasiswa yang mampu mengendalikan diri , berempati, dan menyelesaikan konflik dengan baik, maka semakin besar pula kecenderungan mereka untuk menunjukkan perilaku etis.Kecerdasan emosional digunakan mahasiswa akuntansi untuk membantu mereka menghadapi berbagai dilema akademik seperti plagiarisme dan manipulasi data<xref id="_xref-26" ref-type="bibr" rid="bib23">[23]</xref> Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa kecerdasan emosional memiliki peran penting dalam membentuk perilaku etis mahasiswa. Oleh karena itu, kecerdasan emosional diperkirakan memberikan pengaruh terhadap perilaku etis mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo diperkirakan dimiliki oleh variabel ini. </p>
      <p id="_paragraph-25">
        <italic id="_italic-26">
          <bold id="_bold-17">H2: </bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-18">
          <italic id="_italic-27">Kecerdasan Emosional berpengaruh positif terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</italic>
        </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-26">
        <bold id="_bold-19">Pengaruh </bold>
        <bold id="_bold-20">Moral Reasoning</bold>
        <bold id="_bold-21">terhadap Perilaku Etis </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-27">Moral reasoning paling kuat didukung oleh Theory of Planned Behavior (TPB) dan konsep perkembangan moral Lawrence Kohlberg(1981) yang mengacu pada kemampuan individu dalam melakukan pertimbangan moral untuk menentukan tindakan yang sesuai berdasarkan dengan nilai, norma, dan prinsip etika yang berlaku<xref id="_xref-27" ref-type="bibr" rid="bib24">[24]</xref>. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan seseorang dalam melakukan penalaran moral, semakin besar kecenderungannya untuk berperilaku etis<xref id="_xref-28" ref-type="bibr" rid="bib25">[25]</xref>. Beberapa penelitian juga  mendukung hal ini, ada yang bahwa mahasiswa dengan moral reasoning yang tinggi lebih peka terhadap masalah etika dalam akuntansi<xref id="_xref-29" ref-type="bibr" rid="bib26">[26]</xref>. Penelitian lain  menegaskan bahwa moral reasoning menjadi faktor utama dalam menentukan perilaku etis, karena berpengaruh pada kualitas penilaian moral seseorang.Di samping itu, oleh sejumlah bahwa diindikasikan bahwa keputusan audit yang lebih berorientasi pada nilai-nilai etika cenderung dihasilkan oleh auditor yang memiliki tingkat moral reasoning yang tinggi. Dalam konteks pendidikan akuntansi, posisi yang sangat strategis ditempati oleh moral reasoning mengingat mahasiswa kerap dihadapkan pada situasi yang melibatkan konflik kepentingan<xref id="_xref-30" ref-type="bibr" rid="bib27">[27]</xref>. Melalui  kemampuan penalaran moral yang memadai, dilema etika mahasiswa dapat dievaluasi secara lebih rasional dan objektif. Di samping itu, peran yang tidak kalah  penting dimiliki oleh moral reasoning dalam meminimalkan kecenderungan perilaku tidak etis, seperti kecurangan maupun manipulasi data<xref id="_xref-31" ref-type="bibr" rid="bib28">[28]</xref>. Oleh karena itu, moral reasoning dianggap sebagai faktor penentu penting bagi perilaku etis mahasiswa.</p>
      <p id="_paragraph-28">
        <bold id="_bold-22">
          <italic id="_italic-28">H3:</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-23">
          <italic id="_italic-29">Moral Reasoning</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-24">
          <italic id="_italic-30">berpengaruh positif terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</italic>
        </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-29">
        <bold id="_bold-25">Kerangka Konseptual</bold>
      </p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-30"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image1.jpg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-31"><bold id="_bold-26">Gambar 1. </bold>Kerangka Konseptual</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>II. Metode</title>
      <p id="_paragraph-32">
        <bold id="_bold-27">Jenis Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-33">Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan eksplanatori (explanatory resesarch) bertujuan untuk menjelaskan hubungan dan pengaruh antarvariabel yang diteliti. Metode ini digunakan karena penelitian ingin mengetahui apakah nilai religiusitas, kecerdasan emosional, dan moral reasoning dapat mempengaruhi perilaku etis mahasiswa. dengan pengukuran dan analisis statistik yang akurat. Secara prinsip, penelitian kuantitatif bertujuan menguji teori melalui pengukuran hubungan antarvariabel menggunakan instrumen penelitian serta analisis data statistik<xref id="_xref-32" ref-type="bibr" rid="bib29">[29]</xref>. Penelitian eksplanatori dipakai karena studi ini tidak hanya mendeskripsikan fenomena, melainkan juga mengungkap hubungan kausal antarvariabel. Sebagaimana disebutkan, penelitian eksplanatori berfungsi untuk menjelaskan posisi variabel serta keterkaitan di antara variabel-variabel tersebut melalui pengujian hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-34"><bold id="_bold-28">Tabel 1</bold>. Indikator Variabel</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-35"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-68a46599b7ee04c09c59cec96306a618">
              <td id="4c7e0c691fdbe77ad474c4fef1ffeca1">No</td>
              <td id="15d8dbfdb48b6310c8b5eeef872fb9e9">Variabel</td>
              <td id="30534350b0f10755984657c83e583fa8">Definisi Operasional</td>
              <td id="27cd212a4739fdb69addebc6cd36342e">Indikator</td>
              <td id="7bc80a7a9046da9b834ebc5863eeece9">Skala</td>
              <td id="6f5e16fd099541111b6c44b563e5ad55">Sumber</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c22e9d36d732b7cd6ab454cc551772e8">
              <td id="2fdce2752b0f6cc5ed1b6af057ff29de">1</td>
              <td id="ce5d005a79bc67d8e3c9292d0f8716ba">
                <bold id="_bold-29">Nilai Religiusitas (X1)</bold>
              </td>
              <td id="49a02376efa8fafe9d94a37a46a3997b">Religiusitas mencerminkan sejauh mana individu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupannya. Individu yang memiliki nilai religiusitas tinggi cenderung mempunyai prinsip moral yang kuat serta lebih mampu menghindari tindakan yang bertentangan dengan norma yang berlaku <xref id="_xref-33" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>,<xref id="_xref-34" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>.</td>
              <td id="d7395d4124afbdf315121a7380b91341">1. Keyakinan Agama 2. Pengetahuan Agama 3. Pengalaman Religius 4. Konsekuensi Beragama</td>
              <td id="22634ac04f613dbcd3c74d7455209a0c">Likert (1-4)</td>
              <td id="5384ba7374fd13a738bfe51e98485e64">
                <xref id="_xref-35" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>
                <xref id="_xref-36" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b1631e4c93a00c6e90d7ac0de0deb133">
              <td id="612812384ec5d1958aabfdc469d5f3b3">2</td>
              <td id="e0cb3d972205c2aadff9907211b1be34">
                <bold id="_bold-30">Kecerdasan Enosional (X2)</bold>
              </td>
              <td id="734b22c6df75a68f17b8ec160d34215b">Kecerdasan emosinal merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, dan mengendalikan emosinya sendiri maupun memahami emosi orang lain. Kemampuan ini memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan etis karena emosi mempengaruhi cara seseorang menilai suatu Tindakan dari sisi moral<xref id="_xref-37" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref>,<xref id="_xref-38" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref>.</td>
              <td id="150d6892233c399c74403b8530107b62">1. Kesadaran Diri2. Pengendalian Diri3. Empati4. Pengambilan Keputusan</td>
              <td id="f5e5de69fb27c3fca827469a8a580356">Likert (1-4)</td>
              <td id="8582bf63d1d7c948bc985b184ad84636">
                <xref id="_xref-39" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref>
                <xref id="_xref-40" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4f34c0f116a19d480d139f1d99d3f54b">
              <td id="3c30ae8291d6c721cdfd5c4de2748290">3</td>
              <td id="035864614dbcf0b904e175f4abde819a">
                <bold id="_bold-31">Moral Reasoning (X3)</bold>
              </td>
              <td id="084bb85eea9257831b5a876c15c26402">Moral reasoning didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam menilai dan memutuskan suatu tindakan berdasarkan prinsip moral tertentu. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat moral yang dimiliki seseorang, maka semakin besar kecenderungannya untuk selalu bertindak sesuai dengan nilai dan prinsip etika<xref id="_xref-41" ref-type="bibr" rid="bib24">[24]</xref>,<xref id="_xref-42" ref-type="bibr" rid="bib25">[25]</xref>. </td>
              <td id="97ed17827334b42cf8b1624eaddf1055">1. Hukuman dan Kepatuhan2. Kepentingan Pribadi3. Prinsip Etika</td>
              <td id="906483e56cbab218d08d47abdad4b814">Likert (1-4)</td>
              <td id="fcbc19c1b9b3252f7f47e6225c7bf374">
                <xref id="_xref-43" ref-type="bibr" rid="bib24">[24]</xref>
                <xref id="_xref-44" ref-type="bibr" rid="bib25">[25]</xref>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a5697d8d73733da98597a64d441997d8">
              <td id="7717e551db0b68df5155058e0d2949dc">4</td>
              <td id="a654e5dcdeee467261fa110b3150218b">
                <bold id="_bold-32">Perilaku Etis (Y)</bold>
              </td>
              <td id="989ddf9cca2355a6494c56519052c619">Perilaku etis menggambarkan bagaimana seseorang bertindak dengan benar dan bertanggung jawab sesuai dengan aturan serta nilai moral yang dianut. Perilaku etis dalam penelitian ini adalah kecenderungan mahasiswa akuntansi untuk bertindak jujur, bertanggung jawab, dan mematuhi aturan akademik dalam situasi yang berpotensi menimbulkan dilema etika<xref id="_xref-45" ref-type="bibr" rid="bib30">[30]</xref>. </td>
              <td id="04845cfc0d89ca0b0d05f062f8f2f318">1. Tanggung Jawab2. Kejujuran Akademik 3. Integritas dalam pengambilan keputusan</td>
              <td id="a05c56d883751014ddea46b475c87ad7">Likert (1-4)</td>
              <td id="2f037b9fe264d0196e9921f2a18b7860">
                <xref id="_xref-46" ref-type="bibr" rid="bib30">[30]</xref>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-36">
        <italic id="_italic-31">Sumber : Ringkasan Peneliti, 2026</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-37">
        <bold id="_bold-33">Populasi dan Sampel</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-38"> Populasi dalam penelitian ini melibatkan seluruh mahasiswa akuntansi aktif tahun akademik 2025-2026.   Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada tahun tahun akademik berjalan. Pemilihan  mahasiswa akuntansi sebagai populasi didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka merupakan calon akuntan yang akan berhadapan dengan proses pengambilan Keputusan keuangan dan penerapan etika dalam dunia kerja<xref id="_xref-47" ref-type="bibr" rid="bib31">[31]</xref>. Berdasarkan data akademik tahun 2025-2026 yang tersedia jumlah mahasiswa akuntansi aktif di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo adalah sebanyak 617 mahasiswa. Agar penelitian dapat mencerminkan keadaan populasi, Sampel yang dipilih harus mampu mewakili seluruh anggota populasi. Penelitian ini menggunakan sampel mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang jumlah populasinya telah diketahui. Jumlah sampel kemudian ditentukan melalui perhitungan menggunakan rumus slovin :</p>
      <fig id="figure-panel-a1aa86a40308e12a443fea33c1403264">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-772cb189e5d3c6fa34d04a62c54c8dee"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-daa1bf5207c0e5b7df292fa3eaf20c4d" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="16082-1.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-44">Tingkat kesalahan (error tolerance) yang digunakan dalam pennelitian ini adalah sebesar 10% atau 0,1. Hasil  perhitungan rumus Slovin menghasilkan jumlah sampel sebesar 86,05 responden,  yang kemudian dibulatkan menjadi 86 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <italic id="_italic-32">purposive sampling</italic>, berdasarkan kriteria yang ditentukan.</p>
      <p id="_paragraph-45">Kriteria responden dalam penelitian ini meliputi:</p>
      <list list-type="order" id="list-8517c275c0bc109d9827f90ba8ecaecb">
        <list-item>
          <p>Mahasiswa aktif Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pernah mengikuti kegiatan keagamaan di dalam/luar kampus</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pernah menikuti kegiatan kampus (organisasi)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Telah memiliki pengalaman mengikuti pelatihan/seminar terkait etika atau karakter.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-46">Melalui penyebaran kuesioner secara daring via <italic id="_italic-33">Google Form</italic>, terdapat 135 responden yang memenuhi syarat penelitian. Seluruh data responden tersebut kemudian digunakan dalam proses  analisis agar hasil penelitian dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya dan memiliki tingkat akurasi yang baik.</p>
      <p id="_paragraph-47"><bold id="_bold-34">Tabel 2. </bold>Karakteristik Responden</p>
      <table-wrap id="tbl2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-48"/>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-ad8482831ea1c8ba41a1c587f63f6ee9">
              <th id="82853134b029dad6c71ec1c9585f1489">Demografi</th>
              <th id="e84286afcc1386a6dcca6dc0e58104f5">Frekuemsi</th>
              <th id="cf3a60cb2bd0fc895e1b4cccfa232418">Presentase</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-52c78fb06ba6d1d6d8c08023a3ead381">
              <td id="0927544ae6a442da6c5fbb334001bb7c">Jenis Kelamin</td>
              <td id="7d43fbd1390e527015643b995d94f9b4"/>
              <td id="8787e4dc5598229cfc1c2a267d0e6ee2"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-1c34fd26ea477626120cfaae2494da28">
              <td id="0d1eadda5552de3b506fcaf9ba37fe22">Laki-Laki</td>
              <td id="8c1eb67a87dd1ca925e0fa67fc1392ba">75</td>
              <td id="8e7cbfa6ffeb3a7aecbdbb40d078c527">75,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0bd9e4f29993a02cfd5c494404d3ca74">
              <td id="3c9e683619a81fc2d669efbddb34f185">Perempuan</td>
              <td id="e0fa15510ef33a9b4f84237689073e86">60</td>
              <td id="053d9e8437a9e8787a0ad4fc4e3f6a4e">60,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dd1411a1f33a36ded0d075af38671e89">
              <td id="c573b3e7fbb9a4d1c9fe105a82d1f033">Semester</td>
              <td id="7088e85a7f76115616f99a99ba7d5816"/>
              <td id="0a9b031278f4347be62387b0b81b229e"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-965d624154dd24b3f1c03c60d8113a76">
              <td id="1b107894fe2926e85c4cb6615fa55dd6">Semester 1-2</td>
              <td id="f5e8563215e2f8a1a7a3740621c0111a">25</td>
              <td id="e285166b0451d41b20b7a94f7d38e905">25,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b5e0223f9baf93046d7dbea5c5a65d37">
              <td id="27561b05775eb9a4e091ce6390a78dd8">Semester 3-4</td>
              <td id="b223d1d5c877426ae707eb21f28a43c3">27</td>
              <td id="9e26b5539736dea3e730ab3425913cb1">27,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a196c9fc04bd74227d010f69031121c4">
              <td id="7a4d79dd2e22ca801eb96d56c0a243bb">Semester 5-6</td>
              <td id="284921eb1d968a0787c920dcfed3cad7">27</td>
              <td id="acfe30307f7555246d414364883dd9cd">27,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e1bb8eb7fab1ecc724ae96e267e067bf">
              <td id="52d4ec4092a83f2cf80128c52da5e6ac">Semester 7 ke atas</td>
              <td id="3cd4b55dabd3d97078af4982e68821e9">56</td>
              <td id="577d33869fca91988a448e76dd990cfe">56,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-30af9134702e002e8363ea456b166b3e">
              <td id="dccab4f46e5e0bb4b9bf9f21b41e17b6">Tingkat keaktifan dalam kegiatan keagamaan(dikampus/luar kampus)</td>
              <td id="ea39794b11369e2928550d56b09563d5"/>
              <td id="898191283272eebbf9635ca183192874"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-5995a8fe81d93667952bea13a15f6ddc">
              <td id="c431c33ff7cad153f5b14ab7d45e25c8">Aktif</td>
              <td id="f0d7d6f82affa2d46402c05f8bc0b991">52</td>
              <td id="d394fedd43f0524cafb5140b5cacdb95">52,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1d618a3439c483f3f86277ee0b384a37">
              <td id="14363a3a8df623a9d4ee8c97ac5172f0">Kurang aktif</td>
              <td id="60846a3fbf9e472eae0f87cf44ac94d5">45</td>
              <td id="898d4013e56b31914e9616d71b1a2144">45,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b3f54468d957211a028b855c72b1074d">
              <td id="00145d8cf805cafcff2374e55225bbeb">Tidak aktif</td>
              <td id="c6547011774582941a4f5f8c3861a58d">38</td>
              <td id="2dfa865a95443e8fc7a47cccbc8741e0">38,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7b490b69030fb841b227b9b4d14eaf3d">
              <td id="1c368dcdc56519fb6161684412c6a05d">Organisasi yang diikuti (jika ada)</td>
              <td id="b37f8ed7c013e25be8a51f6900fc04da"/>
              <td id="fd96ade629ccaaee03b7983a4c5c2c9f"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-de4e9bb90eb59f065933a8a567bc27c5">
              <td id="95e4643d76e2c4725ab2c816dcfbdabd">Tidak mengikuti organisasi</td>
              <td id="8e6d2e4539a04f49b2d4b457d793e288">50</td>
              <td id="d5161388ac96c3aae20c43dd4a19fa7a">50,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-189b7923d922d1d5d0b649eb168d283a">
              <td id="6bbb205f942c833da14dea97d0ced1a6">Organisasi keagamaan</td>
              <td id="5623224c1a71f5008f6c583104536e25">44</td>
              <td id="50caaa16a5b796d0f4ddc59844f12d86">44,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2e4602b1ddcea1395c47be32b9c257b6">
              <td id="86b74fdeb57e28c6ce6c597706ca88b4">Organisasi kemahasiswaan</td>
              <td id="d3cb125ad1703e76182c6f3a5999ffd2">41</td>
              <td id="23f8446f24e4f45936498761e64b1415">41,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e805411cd576c61c7fa8a57268411485">
              <td id="05d5da72fecdcd1e0b7861e78968e3ff">Lainnya</td>
              <td id="3c12789d9da3d1e62beac7f71b4dfcad">-</td>
              <td id="d3bda70c3b3079c9a7c01025ea4e604e">0%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c34e92bfc4ba48fa2ef33287cf171789">
              <td id="bc762b6bb936038dc34840b114f1b0e2">Pengalaman mengikuti pelatihan/seminar terkait etika atau karakter</td>
              <td id="e82e82e42f2af30beac15fd93a381710"/>
              <td id="59a9b31fa9dc8985ed92518a2c4b973e"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-cd8d9fda6e096b19c1d880a75cea7b29">
              <td id="c1b42d6964f20a97192feca230407f42">Pernah </td>
              <td id="5fe661944ad39981604385f7781aad3a">78</td>
              <td id="d59cbcfb7d397406408ed29569c2e40f">78,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6b282d11ca6d4bca5d6e40bc29553f87">
              <td id="1700b654553ee93aa215d1b2c0d8c609">Tidak pernah</td>
              <td id="a2e192fd34035a706c0638ebad623726">57</td>
              <td id="927f0a190477e54c8f148f4e9e1b5a13">57,00%</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-49">
        <bold id="_bold-35">Jenis dan Sumber Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-50">Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berbentuk kuantitatif, diperoleh langsung dari responden melalui penyebaran kuesioner secara online menggunakan Google Forms. Kuesioner tersebut diberikan pada mahasiswa akuntansi aktif  Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan menggunakan skala likert sebagai alat pengukuran<xref id="_xref-48" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>. Pemilihan data primer ini didasarkan pada karakteristik penelitian ini yang mengkaji hubungan  antar variabel psikologis dan perilaku, sehingga membutuhkan informasi yang diperoleh secara langsung dari responden sebagai subjek penelitian.</p>
      <p id="_paragraph-51">
        <bold id="_bold-36">Teknik Pengumpulan Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-52"> Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode survei dengan kuesioner terstruktur sebagai instrumen utama untuk memperoleh data primer. Metode survei dianggap paling tepat untuk mengetahui persepsi, tingkat pemahaman, serta perilaku etis responden yang bersifat subjektif dan sulit diamati secara langsung. Penyusunan kuesioner mengacu pada indikator masing-masing variabel penelitian, yaitu nilai religiusitas, kecerdasan emosional, dan moral reasoning, dan perilaku etis tersebut mengacu pada teori serta hasil  penelitian terdahulu yang relevan agar instrument yang digunakan sesuai dengan tujuan penelitian. </p>
      <p id="_paragraph-53"> Dalam penelitian ini, kuesioner disebarkan secara daring (online) sebagai metode pengumpulan data untuk menyesuaiakan dengan karakteristik responden, yaitu mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang terbiasa memanfaatkan media digital dalam kegiatan akademik. Metode ini dipilih karena memudahkan peneliti dalam memperoleh responden serta mempermudah proses pengisian kuesioner. Penyebaran kuesioner dilakukan melalui berbagai platform digital seperti Google Form, grup media sosial mahasiswa, dan aplikasi komunikasi akademik. Selama proses pengumpulan data, peneliti tetap memperhatikan etika penelitian dengan menjaga kerahasiaan identitas dan data pribadi setiap responden. </p>
      <p id="_paragraph-54"> Kuesioner disusun menggunakan skala likert empat poin untuk mengukur tingkat persepsi responden terhadap setiap pernyataan,  dengan pilihan jawaban berupa sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju. Skala empat poin dipilih karena dapat memberikan variasi jawaban yang cukup jelas, sehingga perbedaan sikap, persepsi, dan kecenderungan perilaku setiap responden dapat diukur dengan lebih baik. Sebelum digunakan, kuesioner terlebih dahulu melalui uji keterbacaan dan uji konsistensi, guna memastikan bahasa yang dipakai mudah dipahami, setiap pernyataan konteks penelitian, dan tidak menimbulkan perbedaan penafsiran antar responden. Tahap ini  dilakukan agar data yang diperoleh memiliki kualitas yang baik dan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya bias dalam proses pengukuran. </p>
      <p id="_paragraph-55"> Setelah terkumpul, data diperiksa dan dibersihkan untuk memastikan seluruh jawaban reesponden lengkap serta layak analisis. Proses analisis selanjutnya dilakukan dengan bantuan program SPSS 26, yang dipilih karena menyediakan berbagai metode analisis statistik untuk menguji hubungan dan pengaruh antar variable dalam penelitian<xref id="_xref-49" ref-type="bibr" rid="bib33">[33]</xref>. Melalui analisis ini, peneliti dapat mengetahui pengaruh nilai religiusitas, kecerdasan emosional, dan moral reasoning terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, baik secara parsial maupun simultan sesuai dengan kerangka konseptual yang telah disusun. </p>
      <p id="_paragraph-56">
        <bold id="_bold-37">Teknik Analisis Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-57">
        <bold id="_bold-38">Uji Validitas </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-58">Uji validitas dilakukan untuk memastikan setiap pernyataan dalam kuesioner benar-benar mampu mengukur variabel yang ingin  diteliti. Pengujian ini dilakukan dengan mengamati hubungan antara skor tiap item pernyataan dengan skor total variabel menggunakan korelasi pearson. Suatu item dinyatakan valid jika nilai r hitung &gt; r tabel pada tingkat signifikansi 0,05 (5%). Jika memenuhi syarat tersebut, maka item pernyataan dianggap layak digunakan dalam penelitian<xref id="_xref-50" ref-type="bibr" rid="bib34">[34]</xref> .</p>
      <p id="_paragraph-59">
        <bold id="_bold-39">Uji Reliabilitas </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-60">Uji reliabilitas bertujuan mengetahui tingkat konsistensi kuesioner dalam mengukur suatu variabel. Instrument kuesioner dikatakan reliabel apabila hasil pengukuran yang diperoleh dari jawaban responden terhadap setiap pernyataam memiliki tingkat konsistensi yang baik. Kriteria  reliabilitas terpenuhi jika  nilai Cronbach Alpha &gt; 0,70, yang mengindikasikan bahwa instrument memiliki tingkat konsistensi internal yang baik <xref id="_xref-51" ref-type="bibr" rid="bib35">[35]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-61">
        <bold id="_bold-40">Uji Hipotesis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-62">Dalam penelitian ini, analisis regresi digunakan untuk sebagai metode analisis data untuk mengetahui sejauh mana variabel independent mampu menjelaskan sekaligus mempengaruhi perubahan pada variabel dependen.</p>
      <p id="paragraph-65a85b3c9658a081e71945bfdd5039ad">
        <bold id="bold-1">a. </bold>
        <bold id="bold-2">Analisis Regresi Linier Berganda</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-63">Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengukur pengaruh nilai religiusitas (X₁), kecerdasan emosional (X₂), dan moral reasoning (X₃) terhadap variabel dependen yaitu perilaku etis (Y) [46]. Melalui analisis regresi linear berganda, penelitian dapat mengidentifikasi besarnya kontribusi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Persamaan regresi linier berganda yang digunakan adalah :</p>
      <p id="_paragraph-64">Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e </p>
      <p id="_paragraph-65"> Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-66">Y = Variabel dependen</p>
      <p id="_paragraph-67"> a = Konstanta </p>
      <p id="_paragraph-68">b1, b2, dan b3 = Koefisien regresi masing-masing variabel</p>
      <p id="_paragraph-69">X1, X2, dan X3 = Variabel independen</p>
      <p id="_paragraph-70"> e = Standart error</p>
      <p id="paragraph-e75a46d8c59aff5aa57e264537f25663">
        <bold id="bold-188b95d41c76abfef5b5b59a9b5e102e">b. </bold>
        <bold id="bold-c1022184707126f64488033f6316f42f">Uji T </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-71">Uji t digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen berpengaruh secara individual terhadap variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan melihat nilai signifikansi &lt; 0,05 dan arah koefisien regresi sesuai dengan hipotesis yang diajukan, maka H0 ditolak dan Hα diterima, yang berarti variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen<xref id="_xref-52" ref-type="bibr" rid="bib35">[35]</xref>.</p>
      <p id="paragraph-32b10f36b485438378e26586111fbb32">
        <bold id="bold-ebd0bddec512ed934ac9587fb6ba0879">c. </bold>
        <bold id="bold-4d27e79e94575ba5ddee551d5f647c22">Koefisien Determinasi (R²) </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-72">Koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan variabel independen menjelaskan variasi pada variabel dependen, dengan nilai berkisar antara 0 hingga 1. Semakin nilai R² mendekati 1, semakin besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Sebaliknya, senakin mendekati 0, semakin besar pula variasi variabel dependen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian <xref id="_xref-53" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>III. Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-73">
        <bold id="_bold-44">Uji Validitas</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-74">Uji validitas bertujuan mengukur tingkat kelayakan dan ketepatan instrumen penelitian dalam mengukur variabel yang diteliti, sekaligus memastikan bahwa setiap item pernyataan dalam kuesioner mampu merepresentasikan indikator dari masing-masing variabel penelitian. Proses pengujian dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 26. Hasil pengujian validitas terhadap seluruh item pernyataan pada empat variabel penelitian, yaitu nilai religiusitas, kecerdasan emosional, moral reasoning, dan perilaku etis disajikan dalam tabel berikut. </p>
      <p id="_paragraph-75"><bold id="_bold-45">Tabel </bold><bold id="_bold-46">3</bold><bold id="_bold-47">. </bold>Hasil Uji Reliabilitas</p>
      <table-wrap id="tbl3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-76"/>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-00487762073eb65d4428d409653602ad">
              <td id="c46cf527dbaeb19f46472039f6d849d1">Variabel</td>
              <td id="79aa5e3e1363ad007e94c97012f6c4dd">Item</td>
              <td id="94eed913f5e335343fa22d686f24c5f7">R Hitung</td>
              <td id="1800d17fa1789f5b48a92f9377194e3b">R Tabel</td>
              <td id="3d636b8c49db7ae56230ea06ac885ca0">Keterangan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-86b701a4cf38580f8d772a7a0efa7860">
              <td id="9eef72825a45d478b4cb2b5cf290b4ac">Nilai Religiusitas (X1)</td>
              <td id="2603d214533964dcb2b261784ca0e826">X1.1
X1.2
X1.3
X1.4
X1.5
X1.6
X1.7
X1.8
X1.9
X1.10</td>
              <td id="aa9ebc61d2a084f5b382227d62ac6a57">0,836
0,837
0,779
0,787
0,812
0,866
0,831
0,779
0,836
0,843</td>
              <td id="94114213f959cbf078cb54befd640ef9">0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159</td>
              <td id="eb13475ecefb522e12de126d03fcf687">Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f0d88947f86bff9aa948d15fa77db72f">
              <td id="7a0ed38ad7fe4f1329c8efe67013668c">Kecerdasan Emosional (X2)</td>
              <td id="d248301fa2adb2b6d27fb42ffc6e9a91">X2.1
X2.2
X2.3
X2.4
X2.5
X2.6
X2.7
X2.8
X2.9
X2.10</td>
              <td id="36aa7ba18ea95da05cad43f729075e6a">0,873
0,875
0,849
0,821
0,827
0,834
0,816
0,800
0,815
0,762</td>
              <td id="d67084e80885820c4c886516515c45f7">0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159</td>
              <td id="6b2d28034d68f6bad3d5b3531af0883a">Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-470fb08ff5c266243d7168afc150afb0">
              <td id="89a7357da4ae8709045f8f5f63b70f79">Moral Reasoning (X3)</td>
              <td id="527f893ea50485abcb99d10a67343357">X3.1
X3.2
X3.3
X3.4
X3.5
X3.6
X3.7
X3.8
X3.9</td>
              <td id="1e3fac6a1536ffb69d8544607fdb77e9">0,781
0,802
0,776
0,799
0,743
0,835
0,821
0,825
0,798</td>
              <td id="5c46d80b5012cbb854a5ddc30abb69b1">0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159</td>
              <td id="fa1bb21d6eeecd3ee2eda8288c2d9f3f">Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a539210ddc355d7b867d86c7e29520a6">
              <td id="8a0ad24eab537b0546828e3a1fd78082">Perilaku Etis (Y)</td>
              <td id="c4fabdff25bdcb324fb43c43dd847065">Y.1
Y.2
Y.3
Y.4
Y.5
Y.6
Y.7
Y.8</td>
              <td id="8736bb83b56d7500d21ad3ad916b5f98">0,848
0,779
0,830
0,848
0,855
0.804
0,815
0,760</td>
              <td id="7f1dc183582e9a1b0c3d4aba217cc1a7">0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159
0,159</td>
              <td id="aaa7518ec220f3b94c08dff1515ed406">Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-77">
        <italic id="_italic-34">Sumber : Output Spss data diolah 2026</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-78">Hasil uji validitas tersebut menunjukkan bahwa instrumen penelitian telah memenuhi kriteria valid, di mana setiap item pernyataan memiliki nilai r hitung &gt; r tabel (0,159) dengan tingkat signifikasi 0,05, sehingga instrumen penelitian dapat dinyatakan valid dan seluruh pernyataan dalam kuesioner layak digunakan untuk mengukur variabel penelitian.</p>
      <p id="_paragraph-79">
        <bold id="_bold-48">Uji Reliabilitas</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-80">Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan melihat nilai Cronbach Alpha untuk setiap variabel, di mana suatu variabel dinyatakan reliabel apabila memiliki nilainya &gt; 0,70. Pengujian dilakukan menggunakan aplikasi SPSS versi 26 guna mengetahui tingkat konsistensi instrumen penelitian, dengan hasil disajikkan pada tabel berikut.</p>
      <p id="_paragraph-81"><bold id="_bold-49">Tabel 4. </bold>Hasil Uji Reliabilitas</p>
      <table-wrap id="tbl4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-82"/>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-86f9b4a18e96cf713a0963ea7edd9dbf">
              <td id="a9d588cb0e454c53cadf9434c00ebd2b">Variabel</td>
              <td id="909c75450286ddd0f69fa19f3b4499c1">Nilai Cronbach’s Alpha</td>
              <td id="31f874cd0bc2b14696bac6e12dd4de39">Standar</td>
              <td id="375095f2a124c544b343ccd7b872d4f1">Keterangan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f7200f2b0c17d62930dd01ef4a60bba2">
              <td id="d983fdd23e0cfd19309f05dd4de7e659">Nilai Religiusitas X1</td>
              <td id="cdc8a543668a39eecfd0ef2f4f618ad8">0,946</td>
              <td id="f34919020717bb57adce8b161aedd12c">0,70</td>
              <td id="eaf77f9c261a220710c2b90a0dd3a0b3">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d29095239c8535afb63c707c7b532a9c">
              <td id="12302f55e6fb8a732864d9dc35db1c1c">Kecerdasan Emosional X2</td>
              <td id="236df3448fc376113fc9892d506af570">0,949</td>
              <td id="6361849f721fd1ebf2c8a2d2e04ce671">0,70</td>
              <td id="5dd10a01810ce5155219fb77e5619354">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-948885be6080ce117ecf0868f58fc32b">
              <td id="fcdeae2be2914ea1c58ca54dd4409ef9">Moral Reasoning X3</td>
              <td id="e787308d9c8d561aeba6fae4284c7ce7">0,929</td>
              <td id="6c9775da7da0d19320e01296f7cbacbf">0,70</td>
              <td id="64dcca0fd23373e42e4c4968f4f5c899">Reliabel</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-73f8c340bed1094258a566cbbbeeabeb">
              <td id="f11cc6a829701e628d483db3c224b1e2">Perilaku Etis Y</td>
              <td id="59eaa6286b5a84484c7e7fe07326b546">0,929</td>
              <td id="32f1c990c2f4dbdc7e35097caad55d3e">0,70</td>
              <td id="8be4dca4c31850a9c5937ff41a35bfd3">Reliabel</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-83">
        <italic id="_italic-35">Sumber : Output Spss data diolah 2026</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-84">Sebagaimana terlihat pada tabel,  seluruh variabel penelitian memiliki nilai Cronbach Alpha yang memenuhi batas minimum reliabilitas, yaitu &gt; 0,70. Oleh karena itu, selirih item pernyataan pada masing-masing variabel dapat  dikatakan reliabel karena mampu mengukur variabel penelitian secara konsisten. </p>
      <p id="_paragraph-85">
        <bold id="_bold-50">Uji Hipotesis</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-42405be4dc147575c37cd0511f3b8c5c">a. <bold id="_bold-51">Analisis Linear Berganda</bold> </p>
      <p id="_paragraph-86">Uji regresi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen, nilai religiusitas, kecerdasan emosioanal, dan moral reasoning, terhadap variabel dependen yaitu perilaku etis. Pengujiam ini dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 26, sehingga diperoleh persamaan regresi yang digunakan sebagai model dalam penelitian berikut ini.</p>
      <p id="_paragraph-87"><bold id="_bold-52">Tabel 5. </bold>Hasil Uji Regresi Linear Berganda</p>
      <table-wrap id="tbl5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-88"/>
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-453dbef681cea3343ef1d46adad9473a">
              <td id="6c7106e9b17b592e442de8d12dcf49d1">Model</td>
              <td id="bab7d527e63b985443fc36e68e026b30">Unstandardized CoefficientsB                                         Std. Error</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1a80041eec48ca084e27a541b8c5a9ae">
              <td id="4bc57e3057540050b737a9a2c5596057">1 (Constant)</td>
              <td id="139c4dd14b859c28a910e3d88b844af8">-3.354                                     1.282</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d32f0cdfc48bd0e66751ddc4e3abcf45">
              <td id="6da0124321dc125ee2f4b34ec9ff1355">Nilai Religiusitas</td>
              <td id="3fbe92bf2e9fc83aee7e61fc2feea4c7">.316                                         .039</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-58b247cfd858b416b081a84fac8bdcb0">
              <td id="c6cfcb71716b912da6c42572218218be">Kecerdasan Emosional</td>
              <td id="ed95736a64f530c583710af9789ea606">.275                                         .038</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5d0fb96d0619b4401bf6518eae9aafb4">
              <td id="1381f6c214e833cb37db21b1578a6057">Moral Reasoning</td>
              <td id="892c34fb6009dd15555ad596fb4d0393">.375                                         .043</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-89">
        <italic id="_italic-36">Sumber : Output Spss data diolah 2026</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-90">Berdasarkan tabel koefisien di atas, diperoleh persamaan regresi linear berganda dalam penelitian ini sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-91">Y = -3.354 + 0,316X1 + 0,275X2 + 0,375X3 + e</p>
      <p id="_paragraph-92">Berdasarkan persamaan regresi tersebut, maka dapat dijelaskan sebagai berikut : </p>
      <list list-type="order" id="list-ef10fe7d7edb6cfe2a999ef539aed7a3">
        <list-item>
          <p>Nilai konstata sebesar -3.354 menunjukkan bahwa seluruh variabel independen, memiliki nilai 0 atau dianggap konstan, maka nilai variabel dependen yaitu sebesar -3.354</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variabel nilai religiusitas menujukkan koefisien regresi sebesar 0,316 dengan arah hubungan positif, yang berarti peningkatan religiusitas berasosiasi dengan peningkatan perilaku etis. Dengan kata lain, setiap kenaikan nilai religiusitas akan diikuti dengan peningkatan perilaku etis.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variabel kecerdasan emosional menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,275 dengan arah hubungan positif, yang berarti peningkatan kecerdasan emosional berasosiasi dengan peningkatan perilaku etis. Semakin baik kemampuan seseorang dalam mengelola emosinya,maka semakin tinggi pula kecenderungan untuk menunjukkan perilaku etis.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variabel moral reasoning menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,375 dengan arah hubungan positif, yang berarti peningkatan moral reasoning berasosiasi dengan peningkatan perilaku etis. Dengan demikian, kemampuan seseorang dalam mempertimbangkan aspek moral berperan dalam meningkat perilaku etis.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-b229f0d31de9e8371bc7a62ce0979f6e">b. <bold id="_bold-53">Uji T</bold> </p>
      <p id="_paragraph-93">Pada pengujian ini disajikan hasil analisis yang bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen yang terdiri dari nilai religiusitas, kecerdasan emosional, moral reasoning berpengaruh secara individual terhadap variabel dependen, yaitu perilaku etis.</p>
      <p id="_paragraph-94"><bold id="_bold-54">Tabel 6. </bold>Hasil Uji T</p>
      <table-wrap id="tbl6">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-95"/>
        </caption>
        <table id="_table-6">
          <tbody>
            <tr id="table-row-49b8045e330fec87572a3ff3d1a2fda2">
              <td id="d18626e5e2bec25e374ccb0ba944b57d">Model</td>
              <td id="648ae93cdf0205d7a17eacb802ef5424">Unstandardized CoefficientsB                                         Std. Error</td>
              <td id="d71ac988066845fcab7911742aeb81ad">StandardizedCoefficientsBeta</td>
              <td id="8e84c209f11fe16b4dca35c8ccab80ff">t</td>
              <td id="8f39bebcb526e1ce7289041be4407b6e">Sig.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f87d9d8c2258e9245fc3b6be34687e44">
              <td id="bf1890c8e950beb4388d572d04fb77b9">1 (Constant)</td>
              <td id="f4194d98b86a3660c6625597ff4ab753">-3.354                                     1.282</td>
              <td id="5c7791c9d799d73a5c9ea5ba2419da71"/>
              <td id="8890cefd64e001989e2e74bb98b53a53">-2615</td>
              <td id="8cfd3f4f1892373fbb399dbee3d6538d">.010</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-87de4a99a2e427093726fe8a0422aaa4">
              <td id="db46a587d8dd623fe95d24738168160b">Nilai Religiusitas</td>
              <td id="391a67c58b73322f285f40d0ad4876b3">.316                                         .039</td>
              <td id="6f50cbc579b15b187c5ac3a1709fe6f5">.400</td>
              <td id="7a6de4813108f658967e8b63859377f3">8.131</td>
              <td id="f8259f3db301c3f3d78dc122f0fc7904">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-58678fc1546b82423f3f01639bf07604">
              <td id="c6e19fc202cc629e32d8d6fa962e93d9">Kecerdasan Emosional</td>
              <td id="2eb385853ed17a6a300323fee074aead">.275                                         .038</td>
              <td id="eb92ce8972a435f14190217dfa571bc6">.350</td>
              <td id="a8770766e1e3cd909c8861de5de023d3">7.242</td>
              <td id="349cc299475a356bf31d3dd5761da553">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-71acb11b02131ce232c54d1b195e3d9f">
              <td id="757aa902849609baf671d9936211ca06">Moral Reasoning</td>
              <td id="65300fbc217b8f7a43642ad4f5796dc6">.375                                         .043</td>
              <td id="d275ec9b225cf82de50434bc8b3846d8">.407</td>
              <td id="5857a4ddb31ab89f1ead4141bf2eea92">8.773</td>
              <td id="23cf213ce80e15c9b7321acf6d3140fe">.000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-96">
        <italic id="_italic-37">Sumber : Output Spss data diolah 2026</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-b684b599c2c792c95273cc679dc5b0b3">a. Pengujian hipotesis 1 mengenai pengaruh nilai religiusitas terhadap perilaku etis menunjukkan nilai signifikansi sebesar nilai 0,000 &lt; 0,05. Variabel nilai religiusitas menghasilkan nilai t hitung sebesar 8,131, jauh melampaui t tabel sebesar 1,656. Merujuk pada kriteria pengujian, kondisi ini membuat  H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan kata lain, nilai religiusitas terbukti berpengaruh terhadap perilaku etis.</p>
      <p id="paragraph-c603a179427bdc2838f832b20926d088">b. Pengujian hipotesis 2 mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap perilaku etis menunjukkan nilai  signifikansi sebesar nilai 0,000 &lt; 0,05. Pada variabel kecerdasan emosional, nilai t hitung sebesar 7,242 yang juga lebih besar dari t tabel 1,656. Hasil ini mengindikasikan bahwa H2 diterima, yang berarti bahwa kecerdasan emosional memberikan pengaruh nyata terhadap perilaku etis.</p>
      <p id="paragraph-e00587c84641b638e7e3d4f537ef6f00">c. Pengujian hipotesis 3 mengenai pengaruh moral reasoning terhadap perilaku etis menunjukkan nilai signifikansi sebesar nilai 0,000 &lt; 0,05. Sementara itu, variabel moral reasoning mencatat nilai t hitung tertinggi diantara ketiganya, yaitu 8,773 yang juga lebih besar dari t tabel sebesar 1,656. Temuan ini menunjukkan bahwa H3 diterima, sehingga moral reasoninh dapat disimpulkan berpengaruh terhadap perilaku etis. </p>
      <p id="paragraph-243252aaa541111487027c82af1d3b52">c. <bold id="_bold-55">Koefisien Determinasi (R²)</bold> </p>
      <p id="_paragraph-97"> Uji koefisien determinasi bertujuan mengetahui sejauh mana model penelitian mampu menjelaskan variasi pada variabel dependen. Melalui nilai R Square, yang berkisar antara nilai antara 0 hingga 1. Semakin nilai R Square, mendekati angka 1, semakin besar  kemampuan model dalam menjelaskan variasi variable dependen. Sebaliknya, semakin mendekati 0, semakin terbatas kemampuantersebut. Nilai R Square yang diperoleh dari tabel Model Summary disajikan sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-98"><bold id="_bold-56">Tabel 7. </bold>Hasil Uji Koefisien Determinasi</p>
      <table-wrap id="tbl7">
        <label>Table 7</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-99"/>
        </caption>
        <table id="_table-7">
          <tbody>
            <tr id="table-row-845ef18307e230a450b1535e90d44833">
              <td id="547fc42d5c2aa38e43f18753903d4d21">Model</td>
              <td id="0e2a821920c6601580f6d81803c81666">R</td>
              <td id="2fc2a2a484e46023f9ee55b572704412">R Square</td>
              <td id="a96331cb40582cf34089d94158b16f26">Ajusted R Square</td>
              <td id="26601cfc04ef82dd0c66fa4ac75d05e6">Std. Error of the Estimate</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dcda00df310e5fbb6c92b6c6b8c853ff">
              <td id="086681c9e411cdf1345c1f092942f403">1</td>
              <td id="87b2c5e08314a87571732c4390c48101">.870</td>
              <td id="e4456482afb6e76849428941ab82065c">.757</td>
              <td id="fdadd3ff8941f0b696d10169f0807b32">.751</td>
              <td id="8551e12a498ffa8a873853e7a22c7d80">3.44819</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-100">
        <italic id="_italic-38">Sumber : Output Spss data diolah 2026</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-101"> Nilai R Square sebesar 0,757 pada tabel model summary menunjukkan bahwa  variabel nilai religiusitas (X1), kecerdasan emosional (X2), dan moral reasoning (X3) secara bersama-sama mampu menjelaskan 75,7% variasi pada variabel perilaku etis (Y), sedangkan sisanya sebesar 24,3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain penelitian yang tidak dikaji dalam penelitian ini.</p>
      <p id="_paragraph-102">
        <bold id="_bold-57">Pembahasan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-103">
        <bold id="_bold-58">Nilai Religiusitas berpengaruh positif terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-104">Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, nilai religiusitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai t-statistik sebesar 8,131 yang lebih besar dibandingkan dengan t-tabel sebesar 1,656 serta nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, H1 dinyatakan diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai religiusitas yang dimiliki mahasiswa, maka semakin tinggi pula kecenderungan mahasiswa untuk menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai dan norma etika. Pengaruh positif tersebut menunjukkan bahwa religiusitas tidak hanya berkaitan dengan aktivitas keagamaan secara formal, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana nilai-nilai agama diinternalisasikan dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari<xref id="_xref-54" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>. Dalam konteks penelitian ini, religiusitas dapat tercermin melalui frekuensi menjalankan ibadah, pemahaman terhadap ajaran agama, serta konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan<xref id="_xref-55" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>. Mahasiswa yang memiliki pemahaman agama yang baik akan memiliki pedoman internal dalam membedakan tindakan yang benar dan salah. </p>
      <p id="_paragraph-105">Apabila dikaitkan dengan indikator religiusitas, frekuensi ibadah menunjukkan adanya kebiasaan mahasiswa dalam menjalankan kewajiban keagamaan secara konsisten. Kebiasaan tersebut secara tidak langsung dapat membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan kemampuan mengendalikan diri. Hasil penelitian juga dapat dijelaskan melalui karakteristik lingkungan pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memberikan ruang terhadap penguatan nilai-nilai keislaman. Lingkungan pendidikan yang mendukung internalisasi nilai agama dapat membantu mahasiswa menghubungkan nilai keagamaan dengan tanggung jawab akademik dan professional. Temuan penelitian ini diperkuat yang melibatkan 880 mahasiswa akuntansi di Indonesia. Penelitian tersebut menemukan bahwa latar belakang lingkungan religius universitas, religiusitas, orientasi etis, dan nilai personal berpengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi<xref id="_xref-56" ref-type="bibr" rid="bib36">[36]</xref>. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lingkungan perguruan tinggi yang mendukung nilai religius dapat menjadi faktor eksternal yang memperkuat pembentukan perilaku etis calon akuntan. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa pendidikan akuntansi Islam dapat memberikan pengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa melalui internalisasi nilai seperti kejujuran, amanah, dan profesionalisme. Namun, penelitian tersebut menemukan bahwa tingkat religiusitas secara individual tidak berpengaruh terhadap perilaku etis. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa religiusitas tidak selalu menghasilkan perilaku etis secara otomatis, tetapi efektivitasnya dapat dipengaruhi oleh bagaimana nilai agama diinternalisasikan dan diterapkan dalam lingkungan pendidikan<xref id="_xref-57" ref-type="bibr" rid="bib37">[37]</xref>. Hasil penelitian ini juga memiliki relevansi dengan penelitian mengenai religiusitas dan persepsi etis mahasiswa akuntansi. Religiusitas menjadi salah satu faktor personal yang dapat memengaruhi cara mahasiswa dalam memandang tindakan yang berkaitan dengan etika profesi akuntansi<xref id="_xref-58" ref-type="bibr" rid="bib38">[38]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-106">Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa nilai religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Nilai t-statistik sebesar 8,131 menunjukkan dukungan empiris yang kuat terhadap hipotesis penelitian. Artinya, peningkatan religiusitas yang tercermin melalui pelaksanaan ibadah, pemahaman ajaran agama, dan konsistensi penerapan nilai agama berhubungan dengan semakin baiknya perilaku etis mahasiswa. Religiusitas dalam penelitian ini bukan hanya menjadi aspek spiritual, tetapi juga berperan sebagai kontrol internal yang membantu mahasiswa menjaga kejujuran, tanggung jawab, amanah, dan integritas dalam menjalankan aktivitas akademik maupun mempersiapkan diri sebagai calon akuntan.</p>
      <p id="_paragraph-107">
        <bold id="_bold-59">Kecerdasan Emosional</bold>
        <bold id="_bold-60">berpengaruh positif terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-108">Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hasil tersebut ditunjukkan oleh nilai t-statistik sebesar 7,242 yang lebih besar daripada t-tabel sebesar 1,656 serta nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, H2 dinyatakan diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin baik kecerdasan emosional yang dimiliki mahasiswa, semakin baik pula kecenderungan mahasiswa dalam menunjukkan perilaku etis. Kecerdasan emosional dalam penelitian ini berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam mengenali dan mengendalikan emosi, memahami kondisi orang lain, serta menghadapi konflik secara tepat<xref id="_xref-59" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref>. Jika dikaitkan dengan indikator penelitian, kemampuan pengendalian diri menjadi salah satu aspek penting dalam pembentukan perilaku etis. Mahasiswa yang mampu mengendalikan emosinya cenderung tidak mudah mengambil keputusan berdasarkan dorongan sesaat. Ketika menghadapi tekanan akademik, misalnya keterbatasan waktu dalam menyelesaikan tugas atau menghadapi ujian, mahasiswa dengan pengendalian diri yang baik akan lebih mampu mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakan.</p>
      <p id="_paragraph-109">Hasil ini juga didukung oleh penelitian mengenai ethical judgement calon akuntan di Malaysia yang menemukan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif terhadap ethical judgement mahasiswa akuntansi. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kecerdasan emosional tidak hanya berhubungan dengan pengelolaan perasaan, tetapi juga dapat membantu individu dalam melakukan pertimbangan etis sebelum mengambil keputusan. Penelitian lain pada mahasiswa akuntansi juga menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan locus of control secara bersama-sama berpengaruh terhadap perilaku etis mahasiswa<xref id="_xref-60" ref-type="bibr" rid="bib39">[39]</xref>. Meskipun demikian. Dalam penelitian mahasiswa Akuntansi UMSIDA, hasil t-statistik sebesar 7,242 dan signifikansi 0,000 memberikan bukti empiris bahwa kecerdasan emosional memiliki kontribusi yang nyata terhadap perilaku etis responden.</p>
      <p id="_paragraph-110">Dengan demikian, kecerdasan emosional dapat dipandang sebagai kemampuan personal yang membantu mahasiswa menerjemahkan pengetahuan mengenai etika ke dalam tindakan nyata. Mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui bahwa suatu tindakan merupakan tindakan yang salah, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk mengendalikan dorongan, mengelola tekanan, memahami orang lain, dan menyelesaikan konflik agar mampu mempertahankan keputusan yang etis<xref id="_xref-61" ref-type="bibr" rid="bib40">[40]</xref>. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Semakin baik kemampuan mahasiswa dalam mengendalikan diri, berempati, dan mengelola konflik, semakin besar kecenderungannya untuk menunjukkan perilaku yang sesuai dengan norma etika.</p>
      <p id="_paragraph-111">
        <bold id="_bold-61">Moral Reasoning</bold>
        <bold id="_bold-62">berpengaruh positif terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-112">Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, moral reasoning berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hasil pengujian menunjukkan nilai t-statistik sebesar 8,773 yang lebih tinggi dibandingkan dengan t-tabel sebesar 1,656 serta nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, H3 dinyatakan diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan moral reasoning mahasiswa dalam mempertimbangkan persoalan moral, semakin tinggi pula kecenderungan mahasiswa untuk menunjukkan perilaku etis. Moral reasoning merupakan kemampuan individu dalam mempertimbangkan alasan moral sebelum menentukan suatu tindakan<xref id="_xref-62" ref-type="bibr" rid="bib24">[24]</xref>. Dalam konteks mahasiswa akuntansi, kemampuan tersebut menjadi penting karena bidang akuntansi tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dalam mencatat dan menyajikan informasi keuangan, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi dilema etika. Apabila dikaitkan dengan indikator moral reasoning, kemampuan mahasiswa dalam mempertimbangkan benar dan salah menunjukkan adanya proses evaluasi sebelum suatu tindakan dilakukan. Mahasiswa dengan moral reasoning yang baik tidak hanya mempertimbangkan apakah suatu tindakan menguntungkan dirinya, tetapi juga mempertimbangkan apakah tindakan tersebut dapat dibenarkan secara moral dan sesuai dengan norma yang berlaku<xref id="_xref-63" ref-type="bibr" rid="bib25">[25]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-113">Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa moral reasoning memiliki nilai t-statistik paling tinggi dibandingkan dua variabel independen lainnya, yaitu sebesar 8,773. Berdasarkan hasil tersebut, moral reasoning dapat dikatakan sebagai variabel yang memiliki dukungan statistik paling kuat dalam menjelaskan perilaku etis mahasiswa dalam penelitian ini. Namun, perlu ditegaskan bahwa nilai t-statistik yang paling tinggi tidak secara otomatis berarti bahwa moral reasoning merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar secara substantif. Penelitian lain juga menemukan bahwa moral reasoning berpengaruh terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi. Penelitian tersebut dilakukan pada 333 mahasiswa akuntansi di beberapa perguruan tinggi di Kota Batam dan menguji moral reasoning bersama ethical sensitivity dan ethical climate<xref id="_xref-64" ref-type="bibr" rid="bib41">[41]</xref>. Hasil penelitian ini juga diperkuat oleh penelitian yang menunjukkan bahwa moral reasoning berpengaruh signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi, sedangkan variabel lain seperti gender tidak menunjukkan pengaruh yang sama. Selain itu, penelitian mengenai creative accounting menemukan bahwa moral reasoning berpengaruh positif terhadap persepsi mahasiswa akuntansi terhadap praktik creative accounting<xref id="_xref-65" ref-type="bibr" rid="bib42">[42]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-114">Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa moral reasoning berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Nilai t-statistik sebesar 8,773 dan signifikansi sebesar 0,000 memberikan bukti empiris yang kuat bahwa kemampuan mahasiswa dalam mempertimbangkan aspek moral berhubungan dengan kecenderungan untuk berperilaku etis. Mahasiswa yang mampu menilai konsekuensi, mempertimbangkan prinsip benar dan salah, serta mengevaluasi dilema etika secara lebih matang akan lebih mampu mempertahankan integritas dalam aktivitas akademik maupun ketika mempersiapkan diri memasuki profesi akuntansi.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>IV. Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-115">Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh nilai religiusitas, kecerdasan emosional, dan moral reasoning terhadap perilaku etis mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dapat disimpulkan  Nilai religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-statistik sebesar 8,131 yang lebih besar dari t-tabel sebesar 1,656 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 &lt; 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi religiusitas mahasiswa yang tercermin melalui pelaksanaan ibadah, pemahaman ajaran agama, dan konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai agama, maka semakin baik pula perilaku etis mahasiswa.Kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-statistik sebesar 7,242 yang lebih besar dari t-tabel sebesar 1,656 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 &lt; 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa yang mampu mengendalikan diri, memiliki empati, serta mampu mengelola konflik dengan baik cenderung lebih mampu mengambil keputusan dan menunjukkan perilaku yang sesuai dengan norma etika. Moral reasoning berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-statistik sebesar 8,773 yang lebih besar dari t-tabel sebesar 1,656 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 &lt; 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan mahasiswa dalam mempertimbangkan nilai benar dan salah, menilai konsekuensi suatu tindakan, serta menghadapi dilema moral, maka semakin tinggi kecenderungan mahasiswa untuk berperilaku etis.</p>
      <p id="_paragraph-116">Di antara ketiga variabel tersebut, moral reasoning merupakan variabel yang memberikan pengaruh paling besar terhadap perilaku etis. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam mempertimbangkan benar dan salah serta mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai moral menjadi faktor yang paling dominan dalam membentuk perilaku etis. Sementara itu, nilai religiusitas membantu mahasiswa berpegang pada nilai-nilai agama dalam bertindak, dan kecerdasan emosional membantu mereka mengendalikan emosi, berempati, serta mengambil keputusan yang lebih bijaksana. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 75,7% variasi perilaku etis mahasiswa, sementara 24,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa nilai religiusitas, kecerdasan emosional, dan moral reasoning memiliki peran penting dalam membentuk perilaku etis mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai calon akuntan yang profesional, berintegritas, dan mampu menghadapi berbagai dilema etika di dunia kerja.</p>
      <p id="_paragraph-117">Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam menginterpretasikan hasil penelitian. Pertama, penelitian hanya dilakukan pada mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, sehingga hasil penelitian memiliki keterbatasan dalam hal generalisasi terhadap mahasiswa akuntansi di perguruan tinggi lain yang memiliki karakteristik lingkungan pendidikan, budaya, dan latar belakang responden yang berbeda.Kedua, penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Penggunaan kuesioner memungkinkan adanya subjektivitas responden dalam memberikan jawaban karena responden dapat memberikan jawaban yang dianggap paling baik atau sesuai dengan norma sosial, khususnya pada pertanyaan yang berkaitan dengan religiusitas dan perilaku etis. Kondisi tersebut memungkinkan adanya perbedaan antara jawaban yang diberikan melalui kuesioner dengan perilaku responden dalam situasi nyata.Ketiga, penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel independen, yaitu nilai religiusitas, kecerdasan emosional, dan moral reasoning dalam menjelaskan perilaku etis mahasiswa. Sementara itu, perilaku etis merupakan suatu konsep yang kompleks dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang belum diteliti dalam penelitian ini, seperti ethical sensitivity, kecerdasan spiritual, pemahaman kode etik profesi, love of money, locus of control, lingkungan akademik, maupun budaya organisasi.Keempat, penelitian dilakukan dalam satu periode pengumpulan data sehingga penelitian belum dapat menggambarkan perubahan perilaku etis mahasiswa dalam jangka panjang. Tingkat religiusitas, kecerdasan emosional, dan moral reasoning dapat mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya pengalaman akademik, pengalaman organisasi, maupun pengalaman kerja mahasiswa.</p>
      <p id="_paragraph-118">Bagi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk terus memperkuat pendidikan etika dan pembentukan karakter mahasiswa akuntansi. Penguatan tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran etika profesi, kegiatan yang mendorong internalisasi nilai keagamaan, serta pemberian contoh kasus nyata mengenai dilema etika dalam bidang akuntansi. Selain itu, pengembangan kemampuan kecerdasan emosional dan moral reasoning juga dapat dilakukan melalui diskusi kasus, simulasi pengambilan keputusan etis, dan pembelajaran berbasis masalah. Bagi mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya perilaku etis sejak berada di lingkungan akademik. Mahasiswa tidak hanya perlu meningkatkan kemampuan akademik dan teknis akuntansi, tetapi juga perlu membangun integritas, meningkatkan pengendalian diri, mengembangkan empati, serta membiasakan diri mempertimbangkan konsekuensi moral sebelum mengambil keputusan. Hal tersebut penting sebagai persiapan untuk menghadapi tuntutan dan dilema etika ketika memasuki dunia kerja sebagai calon akuntan profesional.Bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas objek penelitian dengan melibatkan mahasiswa akuntansi dari beberapa perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, sehingga hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang lebih luas dan memiliki tingkat generalisasi yang lebih baik. Penelitian selanjutnya juga disarankan untuk menambahkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi perilaku etis mahasiswa, seperti <italic id="_italic-39">ethical sensitivity</italic>, kecerdasan spiritual, pemahaman kode etik profesi<italic id="_italic-40">, love of money, locus of control</italic>, lingkungan akademik, atau budaya organisasi. Penambahan variabel tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang membentuk perilaku etis mahasiswa akuntansi.</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <volume>9284</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1080/09639284.2021.1888135</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Okougbo</surname>
              <given-names>Peace Onuwabhagbe</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Okike</surname>
              <given-names>Elewechi Ngozi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Alao</surname>
              <given-names>Amos</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Accounting ethics education and the ethical awareness of undergraduates : an experimental study</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>201-229</page-range>
          <volume>27</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Indah</surname>
              <given-names>Kadek</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Lestari</surname>
              <given-names>Dwi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana Persepsi Etis Mahasiswa Akuntansi Atas Perilaku Tidak Etis Akuntan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana ( Unud ), Bali , Indonesia PENDAHULUAN Perkembangan globaliasi saat ini menuntut manusia untuk lebih cerdas dan kreatif dalam segala bidang . Semakin meningkatnya kecerdasan manusia tidak hanya menimbulkan dampak yang positif melainkan juga menimbulkan dampak yang Kadek Indah Dwi Lestari dan I Wayan Ramantha . Persepsi ... negative Diwi ( 2015 ). Perkembangan globalisasi yang terjadi mengubah gaya hidup dan pola pikir sehingga seringkali mendorong orang untuk melakukan tindakan-tindakan yang mengabaikan moral dan etika . Bahkan cenderung menghalalkan segala cara tanpa memikirkan dampak atas perbuatan tersebut . Oleh karenanya etika muncul sebagai salah satu faktor menarik dalam era globalisasi saat ini . Etika dan aturan dalam profesi di bidang akuntansi harus dipatuhi oleh pihak-pihak yang ada dalam profesi tersebut . Etika merupakan nilai atau norma yang dijadikan pegangan oleh individu atau masyarakat untuk mengatur tingkah lakunya ( Bertens , 2013 ). Etika profesi khusus berlaku dalam kelompok profesi yang bersangkutan , dimana dalam penelitian ini adalah akuntan . Akuntan adalah mereka yang telah lulus dari pendidikan strata satu ( S1 ) program studi akuntansi dan telah memperoleh gelar profesi akuntan melalui pendidikan profesi akuntansi ( PPAk ). Sampai saat ini banyak profesi yang dapat digeluti oleh akuntan , yaitu sebagai akuntan manajemen ( auditor internal ), akuntan pemerintah , akuntan publik ( auditor eksternal ), akuntan pendidik dan sebagainya . Tujuan profesi akuntansi adalah untuk memenuhi tanggung jawab dengan standar profesionalisme tertinggi dan mencapai tingkat kinerja tertinggi dengan orientasi kepada kepentingan publik . Terdapat empat kebutuhan dasar untuk memenuhi tujuan tersebut yaitu kredibilitas , profesionalisme , kualitas jasa dan kepercayaan . Jika hal tersebut tidak dipenuhi , maka dapat menimbulkan krisis kepercayaan terhadap profesi akuntansi . Selanjutnya , Chan dan Leung ( 2006 )</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>July</issue>
          <page-range>183-196</page-range>
          <volume>11</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sugijaya</surname>
              <given-names>Raymond Petrus</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Widyaningsih</surname>
              <given-names>Aristanti</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Arief</surname>
              <given-names>Meta</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Jurnal Pendidikan Akuntansi dan Keuangan Factors that Affect Ethical Behaviour on Accounting Students : Literature Review</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>March</issue>
          <page-range>21-30</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Intelligence</surname>
              <given-names>Does Emotional</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Students</surname>
              <given-names>Accounting</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Does Emotional Intelligence and Religiosity Affect the Ethical Judgment of</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>4</issue>
          <volume>2</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Bota</surname>
              <given-names>Victoria Adriyani</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mitan</surname>
              <given-names>Wilhelmina</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Goo</surname>
              <given-names>Emilianus Eo K</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual dengan Kecerdasan Intelektual sebagai Variabel Moderasi terhadap Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi ( Studi Empiris pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Nusa Nipa )</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="book">
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Belajar</surname>
              <given-names>Disiplin</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Didik</surname>
              <given-names>Peserta</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sma</surname>
              <given-names>D I</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>PENGARUH PENALARAN MORAL TERHADAP PERILAKU</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>1-9</page-range>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ariani</surname>
              <given-names>Meiliyah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yogyakarta</surname>
              <given-names>Universitas Teknologi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>ETHICAL BEHAVIOR OF ACCOUNTING STUDENTS</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>16-31</page-range>
          <volume>10</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Etis</surname>
              <given-names>Kepekaan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Control</surname>
              <given-names>Locus O F</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Religiusitas</surname>
              <given-names>D A N</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>ANALISIS DAMPAK PEMAHAMAN KODE ETIK AKUNTAN ,</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2022</year>
          <article-title>No Title</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>31-43</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Economic</surname>
              <given-names>Jambura</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Journal</surname>
              <given-names>Education</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>1) , 2)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>182-194</page-range>
          <volume>9</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Juli</surname>
              <given-names>I</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Akuntansi</surname>
              <given-names>J U R N</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Vol</surname>
              <given-names>N S I I</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Salisa</surname>
              <given-names>Naila Rizki</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Faktor yang Mempengaruhi Minat Investasi Di Pasar Modal : Pendekatan Theory Of Planned Behaviour ( TPB )</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Palopo</surname>
              <given-names>U I N</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Almahdy</surname>
              <given-names>Andi M U H</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>KESEHATAN YANG DIMODERASI</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>159-168</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2024</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.37680/absorbent</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Chintya</surname>
              <given-names>Risma</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sit</surname>
              <given-names>Masganti</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Teori Daniel Goleman dalam Perkembangan Kecerdasan Emosi Anak Usia Dini</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <volume>1</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Asfiyah</surname>
              <given-names>Wardatul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kohlberg</surname>
              <given-names>Lawrence</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Perkembangan Moral Kohlberg Menurut Perspektif Islam</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>23-64</page-range>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ii</surname>
              <given-names>B A B</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Religiusitas</surname>
              <given-names>Pengertian</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>No Title</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Religiusitas</surname>
              <given-names>Efek</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pemoderasi</surname>
              <given-names>Sebagai</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>PENALARAN MORAL TERHADAP WHISTLEBLOWING : ​</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Persepsi</surname>
              <given-names>Terhadap</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mahasiswa</surname>
              <given-names>Etis</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>No Title</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>276-283</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Agustinus</surname>
              <given-names>Hendy</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Pendidikan Etika Bisnis , Religiusitas , Gender , dan Performa Akademik terhadap Persepsi Etis Mahasiswa Akuntansi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <volume>1</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nugraha</surname>
              <given-names>Asep Eka</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Susilawati</surname>
              <given-names>Indria</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>KECERDASAN EMOSIONAL MENURUT GOLEMAN DALAM PERSPEKTIF KURIKULUM 2013 PAUD</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib20">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>September</issue>
          <page-range>1-17</page-range>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hermawan</surname>
              <given-names>Ridwan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Maghfiroh</surname>
              <given-names>Vera Siti</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Dimensi Kecerdasan Emosional Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam : Tinjauan Teori Goleman dan Salovey pembelajaran PAI dapat menurunkan perilaku agresif dan meningkatkan empati siswa .</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib21">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>13-24</page-range>
          <article-title>Exploring the Relationship between Moral Decision-Making and Emotional Intelligence</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib22">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Etis</surname>
              <given-names>Sensitivitas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rumah</surname>
              <given-names>Perawat</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Islam</surname>
              <given-names>Sakit</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh kepemimpinan etis islam terhadap perilaku etis dengan mediasi iklim etis, kepuasan kerja dan sensitivitas etis perawat rumah sakit islam di jawa timur</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib23">
        <element-citation publication-type="book">
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Desrianti</surname>
              <given-names>Geaby</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tinggi</surname>
              <given-names>Sekolah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ekonomi</surname>
              <given-names>Ilmu</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>No Title</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib24">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ahyaruddin</surname>
              <given-names>Muhammad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Asnawi</surname>
              <given-names>Mizan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Moral Reasoning dan Ethical Environment Terhadap Kecenderungan Untuk Melakukan Whistleblowing The Effect of Moral Reasoning And Ethical Environment On Tendency To Conduct Whistleblowing</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib25">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Psikologi</surname>
              <given-names>Program Studi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Psikologi</surname>
              <given-names>Fakultas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kesehatan</surname>
              <given-names>D A N</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Islam</surname>
              <given-names>Universitas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sunan</surname>
              <given-names>Negeri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Hubungan antara moral reasoning dengan academic dishonesty pada mahasiswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib26">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>64-81</page-range>
          <volume>17</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Jasmine</surname>
              <given-names>Theresia Joycelin</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Susilawati</surname>
              <given-names>Clara</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Penalaran Moral dan Sensitivitas Etika Terhadap Persepsi Etis dengan Gender Sebagai Variabel Moderasi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib27">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>159-172</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Marlina</surname>
              <given-names>Dwi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Jeremi</surname>
              <given-names>Frisky</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rukmana</surname>
              <given-names>Risa</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Dilema Etika pada Akuntan – Sebuah Studi Persepsi Mahasiswa Akuntansi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib28">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>3481-3486</page-range>
          <volume>2</volume>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Saputra</surname>
              <given-names>Irwansyah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Anggraini</surname>
              <given-names>Wiyanda</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Adekantari</surname>
              <given-names>Risma</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pebrianti</surname>
              <given-names>Selfi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Membentuk Keputusan Bisnis yang Etis : Peran Pendidikan Etika Profesi Bagi Mahasiswa Akuntansi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib29">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>10-16</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sari</surname>
              <given-names>Mutia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rachman</surname>
              <given-names>Habibur</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Astuti</surname>
              <given-names>Noni Juli</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Afgani</surname>
              <given-names>Muhammad Win</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Abdullah</surname>
              <given-names>Rusdy</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Explanatory Survey dalam Metode Penelitian Deskriptif Kuantitatif Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib30">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>142-156</page-range>
          <volume>14</volume>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wijayanti</surname>
              <given-names>Rita</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Jurnal Ekonomi Modernisasi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib31">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kerja</surname>
              <given-names>Pasar</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Nilai</surname>
              <given-names>D A N</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sosial</surname>
              <given-names>Nilai</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Linda</surname>
              <given-names>Rosa</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>AKUNTAN PUBLIK ( Studi Pada Mahasiswa Angkatan 2020 Prodi Akuntansi Syariah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung ) PASAR KERJA DAN NILAI - NILAI SOSIAL AKUNTAN PUBLIK ( Studi Pada Mahasiswa Angkatan 2020 Prodi Akuntansi Syariah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung )</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib32">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Dan</surname>
              <given-names>R</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sari</surname>
              <given-names>Ade Risna</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Si</surname>
              <given-names>M</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ed</surname>
              <given-names>C</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Husnawati</surname>
              <given-names>Henik</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pd</surname>
              <given-names>S I</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pd</surname>
              <given-names>M</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>METODE PENELITIAN KUALITATIF ,</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib33">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Basuki</surname>
              <given-names>Agus T R I</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Spss</surname>
              <given-names>Dengan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis statistik dengan spss</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib34">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>4-7</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ningsih</surname>
              <given-names>Eva Silvia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fatimah</surname>
              <given-names>Fatma Siti</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sarwadhamana</surname>
              <given-names>Raden Jaka</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sulistyaningsih</surname>
              <given-names>Eni</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Kuesioner Manajemen Talenta</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib35">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Arifin</surname>
              <given-names>Zaenal</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bumi</surname>
              <given-names>Stit Al-hikmah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Way</surname>
              <given-names>Agung</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Metodologi penelitian pendidikan education research methodology</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib36">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2002</issue>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Akuntansi</surname>
              <given-names>Latar Belakang</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Weygandt</surname>
              <given-names>Menurut</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kartikahadi</surname>
              <given-names>Menurut</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>BAB I</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib37">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>39-52</page-range>
          <volume>10</volume>
          <year>2024</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.34204/jiafe.v10i1.9549</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Maulana</surname>
              <given-names>Fadhlan Haekal</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Laela</surname>
              <given-names>Sugiyarti Fatma</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>DETERMINANTS OF STUDENT ETHICAL BEHAVIOR : A STUDY ON ISLAMIC ACCOUNTING EDUCATION AND STUDENT RELIGIOSITY</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib38">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <volume>26</volume>
          <year>2025</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.18196/jai.v26i2.26561</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Putri</surname>
              <given-names>Caesar Marga</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rahmawati</surname>
              <given-names>Novita</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bashir</surname>
              <given-names>Usman</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Examining the role of religiosity in shaping ethical perceptions of creative accounting among accounting students</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib39">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>257-268</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hidayatin</surname>
              <given-names>Sita</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Nganjuk</surname>
              <given-names>Ilmu Ekonomi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Etisme</surname>
              <given-names>Sikap</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Seminar &amp; Call for Economic Paper ( SCPE ) UKMC 2025 Dampak Kecerdasan Intelek , Kecerdasan Emosional , &amp; Kecerdasan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib40">
        <element-citation publication-type="journal">
          <volume>4</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Intelektual</surname>
              <given-names>Kecerdasan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kecerdasan</surname>
              <given-names>D A N</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Karimah</surname>
              <given-names>Akhlakul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Variabel</surname>
              <given-names>Sebagai</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Islamic Accounting and Finance Review</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib41">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>Icaess</issue>
          <page-range>51-56</page-range>
          <volume>377</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Muliana</surname>
              <given-names>Debora</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>THE EFFECT OF MORAL REASONING , ETHICAL SENSITIVITY , AND ETHICAL CLIMATE ON THE ACCOUNTING STUDENT ’ S ETHICAL BEHAVIOR</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib42">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>November 2022</issue>
          <volume>71</volume>
          <year>2025</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.jaccedu.2025.100966</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Poje</surname>
              <given-names>Tamara</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Li</surname>
              <given-names>Mina</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Groff</surname>
              <given-names>Maja Zaman</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Who enrolls in accounting ? Ethical predispositions of undergraduate accounting students</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
