<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title> Analysis of the Cost Accounting System for Control and Determination of Production Cost (at UMKM Kaoz Kaoz)</article-title>
        <subtitle>Analisis Sistem Akuntansi Biaya Untuk Pengendalian dan Penentuan Harga Pokok Produksi (Pada UMKM Kaoz Kaoz)]</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Ainiyah </surname>
            <given-names>Rusda Dewi</given-names>
          </name>
          <email>akhmadmulyadi@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Mulyadi</surname>
            <given-names>Akhmad</given-names>
          </name>
          <email>akhmadmulyadi1@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-09-20">
          <day>20</day>
          <month>09</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>20</day><month>09</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>I. Pendahuluan </title>
      <p id="_paragraph-12">Dalam menjalankan usaha, diperlukan sistem operasional dan manajemen yang baik agar kegiatan bisnis berjalan efektif dan efisien. Dalam menjalankan suatu usaha salah satu aspek pentingnya adalah pengendalian biaya produksi,karena berperan langsung untuk menentukan harga jual produk. Maka dari itu, perhitungan harga pokok produksi (HPP) yang diperlukan sebagai dasar penetapan harga jual yang detail dapat menekan biaya [1]. Selain itu, sistem biaya produksi juga berfungsi sebagai sistem pengendalian internal yang membantu manajemen mengevaluasi efisiensi operasional, dan mendukung pengambilan keputusan strategis untuk meningkatkan keuntungan perusahaan [2][3]. Fenomena yang terjadi  dilapangan yang menunjukkan bahwa UMKM masih mengalami kesulitan dalam menghitung harga pokok produksi. Hal ini dikarenakan pencatatan biaya rapi dan belum sistematis. Kebanyakan UMKM masih menghitung harga pokok produksi secara manual dan sederhana, tanpa menggunakan metode akuntansi yang benar maupun bantuan teknologi. Karena harga pokok produksi memegang peran penting dalam menentukan besarnya keuntungan pada suatu UMKM. Jika harga pokok produksi dihitung  dengan salah maka harga jual bisa terlalu rendah sehingga menyebabkan kerugian, atau terlalu tinggi sehingga UMKM tidak dapat bersainh. Oleh karena itu perhitungan harga pokok produksi masih menjadi masalah utama bagi UMKM. Maka dari itu UMKM perlu diberikan pelatihan dan bimbingan agar mampu mengelola biaya produksi secara efisien sehingga laba usaha dapat meningkatkan[4][5]. Dengan adanya beberapa kasus yang telah ditemukan dapat ditarik dengan kesimpulan bahwa UMKM masih kesulitan dalam menentukan biaya produksi dan ini tentunya berpengaruh dalam penentuan harga pokok produksi (HPP).</p>
      <p id="_paragraph-13">Dengan data biaya yang tepat, UMKM bisa menentukan harga jual secara tepat berdasarkan data, bukan hanya asumsi. Selain itu sistem ini juga membantu menetapkan keuntungan yang realistis sehingga efesiensi usaha meningkatkan dan keuntungan semakin besar[6]. Penerapan sistem akuntansi biaya yang efektif dapat membantu UMKM untuk menilai kondisi keuangan serta menganalisis biaya yang dapat di optimalkan. Hal ini penting agar pelaku usaha mampu melakukan pengendalian biaya secara tepat dan menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sistem akuntansi biaya merupakan salah satu instrumen penting yang seharusnya diterapkan oleh UMKM guna mendukung pengelolaan usaha yang lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan. Sistem akuntansi biaya memiliki peranan penting dalam mendukung pengelolaan usaha yang efisien dan terstruktur, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sistem akuntansi biasa berperan dalam mencatat, mengklasifikasi, dan menganalisis seluruh biaya produksi. Dengan data yang valid UMKM mampu menentukan harga jual dan menghitung margin keuntungan berdasarkan data aktual. Namun belum banyak UMKM yang menerapkan sistem akuntansi biaya dengan baik, karena sebagian besar hanya mengandalkan pencatatan yang sederhana, bahkan terdapat UMKM yang tidak melakukan pencatatan biaya[7]. Hal ini menyebabkan ketidaktepatan dalam penetapan harga jual dan berisiko menimbulkan kerugian. Minimnya literasi keuangan serta keterbatasan sumber daya manusia yang memahami prinsip akuntansi biaya turut memperparah kondisi ini. Padahal, dengan penerapan sistem akuntansi biaya yang baik, UMKM dapat mengendalikan biaya produksi, melakukan efisiensi, dan meningkatkan daya saing usahanya. Oleh karena itu, penting bagi UMKM untuk mendapatkan edukasi dan dukungan dalam penerapan sistem akuntansi biaya agar mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan pasar yang semakin ketat [8].</p>
      <p id="_paragraph-14">Sistem akuntansi biaya bagi sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), masih terdengar asing. Selain itu, informasi biaya yang akurat juga memudahkan pelaku UMKM dalam mengevaluasi efisiensi usaha dan merencanakan keuntungan secara lebih terarah [9][10]. Dengan demikian, pemahaman dan penerapan sistem akuntansi biaya menjadi langkah strategis bagi UMKM untuk meningkatkan profesionalisme dan daya saing usahanya serta sebagai dasar penentuan untuk harga pokok produksi (HPP) [11]. Sistem akuntansi biaya memiliki peran besar dalam menentukan harga pokok produksi yang menentukan keberlanjutan dan keuntungan usaha. Sistem tersebut memungkinkan pelaku usaha untuk melakukan pemantauan terhadap biaya produksi seperti bahan baku, upah tenaga kerja, secara terstruktur dan sesuai anggaran. Dengan melakukan pengendalian harga pokok produksi yang efektif dapat mengidentifikasi adanya pemborosan sehingga dapat diminimalkan. Hal tersebut berdampak pada stabilitas keuangan dan penetapan harga yang jual yang kompetitif, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing usaha. Biaya yang terkendali memungkinkan UMKM untuk meningkatkan keuntungan sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di tengah persaingan.[12][13].</p>
      <p id="_paragraph-15">Pengendalian harga pokok produksi memiliki peranan yang sangat penting dalam keberhasilan suatu usaha, karena secara langsung memengaruhi proses penentuan harga jual produk [14]. Harga pokok produksi yang terkendali dengan baik akan membantu pelaku usaha menetapkan harga jual yang tepat sehingga dapat menjaga profitabilitas dan daya saing produk di pasar. Pengendalian ini erat kaitannya dengan penerapan sistem akuntansi biaya, dimana sistem tersebut berfungsi untuk mencatat seluruh biaya produksi secara terstruktur dan sistematis. Dengan adanya pencatatan yang rapi dan klasifikasi biaya terstruktur dapat memudahkan pelaku usaha untuk menganalisis biaya produksi[5][16]. Hal tersebut memudahkan identifikasi terhadap biaya yang tidak efisien, selain itu sistem akuntansi biaya menyajikan informasi biaya yang jelas dan dapat dipercaya, sehingga proses pengendalian harga pokok produksi menjadi lebih efektif. Dengan adanya pengendalian HPP yang sistematis, usaha dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan akurasi penentuan harga jual, serta memperkuat daya saing. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian HPP bukan hanya sekadar aktivitas administratif, tetapi juga merupakan bagian penting dari strategi manajemen yang berkontribusi langsung terhadap keberlanjutan dan perkembangan usaha [16].</p>
      <p id="_paragraph-16">Sistem akuntansi biaya berperan penting dalam penentuan dan pengendalian Harga Pokok Produksi (HPP). Melalui pencatatan dan pengelompokan biaya yang terstruktur, pelaku usaha dapat menganalisis komponen biaya, meningkatkan efisiensi produksi, dan menentukan HPP secara lebih akurat [17][18]. Informasi biaya yang dihasilkan juga menjadi dasar dalam menetapkan harga jual yang kompetitif serta mendukung pengambilan keputusan untuk meningkatkan daya saing UMKM [19]. Penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) merupakan dasar penting dalam menetapkan harga jual produk. HPP dihitung dengan menjumlahkan seluruh biaya produksi, meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead, menggunakan metode akuntansi biaya yang tepat. Perhitungan HPP yang akurat membantu pelaku usaha menetapkan harga jual yang kompetitif, mengendalikan biaya produksi, meningkatkan efisiensi, serta menjaga profitabilitas usaha, terutama bagi UMKM [20][21]. </p>
      <p id="_paragraph-17">Penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) adalah hal penting yang harus sering ditelaah oleh pelaku UMKM untuk mencegah kerugian usaha. Khususnya bagi UMKM yang memiliki keterbatasan ketepatan perhitungan HPP menjadi alasan penentu karena kesalahan perhitungan berdampak pada kelangsungan operasional. Perhitungan HPP yang akurat memungkinkan UMKM mencatat biaya produksi dengan benar. Oleh karena itu, perhitungan HPP bukan hanya berfungsi sebagai perhitungan biaya, tetapi juga sebagai instrumen dalam mempertahankan keberlanjutan usaha UMKM [20]. Salah satu UMKM di Sidoarjo yang bergerak di bidang percetakan kaos adalah UMKM Kaoz Kaoz. UMKM ini dipilih karena masih dalam tahap pengemabnagan dan mengalami tantangan terahdap pencatatan keuangan yang sedang dilakukan di UMKM terkait. Hal ini menajdi dasar untuk mengambil UMKM ini sebagai objek penelitian  [22]. </p>
      <p id="_paragraph-18">Selain itu UMKM ini juga layak untuk dijadikan objek karena banyaknya tantangan dalam pencatatan laporan keuangan usahanya. Namun, penerapan sistem akuntansi biaya diduga belum optimal, sehingga berpotensi memengaruhi ketepatan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penetapan harga jual, dan keuntungan usaha. Selain itu, pemilik UMKM yang merupakan generasi muda memiliki potensi untuk lebih mudah mengadopsi sistem akuntansi biaya yang lebih modern guna mendukung pengelolaan usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan [23]. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa banyak UMKM belum menerapkan sistem biaya produksi secara memadai sehingga penentuan dan pengendalian Harga Pokok Produksi (HPP) masih dilakukan secara konvensional dan kurang akurat, yang berpotensi menimbulkan kerugian [24][25]. Namun, beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa penerapan sistem biaya produksi yang baik dapat membantu UMKM menentukan dan mengendalikan HPP secara lebih efektif [10]. Perbedaan hasil tersebut menjadi dasar dilakukannya penelitian ini untuk menganalisis penerapan sistem biaya produksi pada UMKM Kaoz Kaoz serta pengaruhnya terhadap penentuan dan pengendalian HPP. Penelitian ini berfokus pada sistem biaya produksi yang digunakan untuk menghitung dan mencatat biaya selama proses produksi. Tujuan dari UMKM ini adalah untuk mengetahui secara mendalam mengenai penentuan dan pengendalian harga pokok produksi (HPP) yang ada di UMKM kaoz Koaz, selain itu dengan adanya penelitian ini memberikan manfaat UMKM yang bersangkutan bisa menggunakan saran saran dari peneliti untuk keberlanjutan UMKM yang terkait. </p>
      <p id="_paragraph-19">Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam analisis penerapan sistem akuntansi biaya dalam pengendalian dan penentuan Harga Pokok Produksi (HPP), dengan studi kasus pada UMKM Kaoz Kaoz. Objek penelitian ini dipilih karena UMKM Kaoz Kaoz merupakan salah satu usaha mikro yang bergerak di bidang produksi, yaitu percetakan kaos, sehingga idealnya memiliki sistem pencatatan biaya produksi yang baik dan mampu menetapkan HPP secara akurat. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini diantaranya bagaimana penerapan UMKM Kaoz Koaz melakukan penegndalian dan penentuan harga pokok produksi dengan menggunakna sistem akuntansi.  UMKM yang bergerak di sektor produksi sangat membutuhkan sistem akuntansi biaya yang terstruktur, guna mengelola setiap elemen biaya produksi secara efisien dan tepat sasaran. Oleh karena itu, UMKM Kaoz Kaoz menjadi contoh yang relevan untuk diteliti dalam konteks ini, mengingat kebutuhan akan sistem biaya yang memadai sangat penting dalam menjamin keberlangsungan usaha dan penetapan harga jual produk yang kompetitif. Selain itu, penelitian ini menjadi penting karena merespons fenomena yang cukup umum terjadi, di mana banyak pelaku UMKM masih belum menerapkan sistem akuntansi biaya secara optimal. Kondisi ini menyebabkan perhitungan dan pengendalian HPP seringkali dilakukan secara konvensional dan tidak akurat, yang pada akhirnya berdampak pada ketidakefisienan biaya dan risiko kerugian usaha. Dengan demikian, manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya sistem akuntansi biaya dalam mendukung pengelolaan keuangan usaha mikro secara lebih profesional dan terarah.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>II. Metode Penelitian </title>
      <p id="_paragraph-20">
        <bold id="_bold-15">Jenis Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-21">Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan studi kasus, hal ini bisa diartikan sebagai penelitian yang melakukan observasi langsung ke lapangan Dengan demikian, peneliti berusaha memahami realitas yang terjadi serta memaknai data yang dikumpulkan dari situasi yang sebenarnya. Metode kualitatif sendiri merupakan pendekatan penelitian yang berlandaskan pada paradigma postpositivisme, yang digunakan untuk meneliti kondisi objek dalam situasi yang bersifat alami, tanpa adanya perlakuan atau manipulasi dari peneliti [26]. Pada definisi lain bisa dijelaskan jika metode penelitian yang menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengklarifikasi suatu fenomena atau realitas sosial melalui pemaparan berbagai objek yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti dan tidak bertujuan untuk menguji hipotesis. Peneliti berusaha menggambarkan secara faktual bagaimana sistem akuntansi biaya digunakan dalam proses pengendalian serta penentuan harga pokok produksi (HPP) di UMKM Kaoz Kaoz yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo dan bergerak di bidang percetakan kaos.</p>
      <p id="_paragraph-22">
        <bold id="_bold-16">Lokasi Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-23">Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di kawasan Perumahan Kahuripan, yang menjadi tempat berdirinya UMKM Kaoz Kaoz, sebuah UMKM yang bergerak di bidang percetakan kaos. UMKM ini dipilih karena sesuai dengan kriteria penelitian yang akan dipilih, hal ini dikarenakan UMKM ini melakukan pencattan secara manual </p>
      <p id="_paragraph-24">
        <bold id="_bold-17">Jenis Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-25">Penelitian kalai ini menggunakan jenis data kualitatif, dimana data yang digunakan bukan berupa angka namun observasi secara langsung sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisa scera mendalam kondisi pada usaha tertentu. Jenis data ini memungkinkan peneliti menangkap konteks, pola pikir, serta persepsi informan secara lebih komprehensif. Oleh karena itu, hasil penelitian yang diperoleh sangat dipengaruhi oleh kualitas informasi yang disampaikan oleh informan, sehingga temuan yang dihasilkan diharapkan mampu menggambarkan kondisi nyata dan memberikan pemahaman yang lebih kaya mengenai isu yang diteliti [27]</p>
      <p id="_paragraph-26">
        <bold id="_bold-18">Sumber Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-27">Sumber data yang digunakan kali ini adalah sumber data primer diaman data yang diperoleh secara langsung melalui proses observasi wawancara mendalam dengan berbagai pihak yang terlibat dalam operasional UMKM Kaoz Kaoz. Informan utama dalam penelitian ini meliputi pemilik usaha, staf administrasi yang bertanggung jawab terhadap pencatatan keuangan dan biaya produksi, serta staf bagian produksi yang memahami proses produksi secara teknis. Dengan melakukan wawancara secara langsung kepada pihak-pihak tersebut, peneliti dapat menggali informasi yang relevan dan mendalam mengenai penerapan sistem akuntansi biaya, serta bagaimana proses penentuan dan pengendalian Harga Pokok Produksi (HPP) dilakukan. Selain wawancara, peneliti juga melakukan observasi lapangan secara langsung untuk memahami aktivitas usaha dalam konteks nyata. Penggunaan metode gabungan antara wawancara mendalam dan observasi langsung memberikan peneliti kesempatan untuk memperoleh data yang lebih akurat, menyeluruh, dan mencerminkan kondisi riil di lapangan dan pendekatan ini turut memperkuat validitas hasil penelitian. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji sistem akuntansi yang diterapkan di UMKM Kaoz Kaoz, khususnya dalam aspek perlakuan akuntansi biaya, mekanisme pengendalian terhadap harga pokok produksi (HPP), serta prosedur penetapan HPP sebagai bagian dari sistem informasi akuntansi manajemen yang digunakan oleh entitas tersebut [27].</p>
      <p id="_paragraph-28">
        <bold id="_bold-19">Tabel 1</bold>
        <bold id="_bold-20">.1</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-29">Informan Kunci</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-30"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-cd9c91fbbae7c184d52bcfa36fc95604">
              <td id="6bcbf573b872279a5fa8e6559b594758">
                <bold id="_bold-21">NO</bold>
              </td>
              <td id="a79e18ff4f534c32429adb3b77efe271">
                <bold id="_bold-22">Informan</bold>
              </td>
              <td id="cddb12caf7c3d82ed9a479e517102d88">
                <bold id="_bold-23">Jabatan</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c4d197ef0e1a69a65f1ae31324fec7db">
              <td id="769cfd9eb50cf66f86bd2ea5b559a762">1</td>
              <td id="ac0b7918865b377137fcd7f0888b9a70">AD</td>
              <td id="6ffc1db8dccd3a686e17697dfa9b7743">Owner </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c14cc669da2d499869780131081b05b9">
              <td id="4ddec30c05359ac0fdb3672f4297f616">2</td>
              <td id="97a19e080d1aac4130bad897809a6436">RF</td>
              <td id="6db36f5d2f0f8645b26472463174a023">Staff Keuangan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ec668ae363479071b69bc7499d128cc8">
              <td id="de4d5e6c15371299d46438394863e1eb">3</td>
              <td id="416d560e1211a1411144160710b8b575">NC</td>
              <td id="53f005c55382fd51bc7b138acf3e45d9">Staff Produksi </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-31">Sumber : Data Primer diolah Peneliti, 2026</p>
      <p id="_paragraph-32">
        <bold id="_bold-24">Tehnik Pengumpulan Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-33">Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan 2 metode yaitu metode observasi dan wawancara. Hal ini dilakukan dengan cara mengunjungi dan melihat secara langsung keadaan UMKM yang diteliti sedangkan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data yang berguna untuk kepentingan hasil penelitian nantinya.Wawancara ini bertujuan untuk menggali lebih dalam informasi terkait sistem akuntansi biaya produksi yang digunakan, mekanisme pengendalian HPP, serta cara UMKM menentukan harga pokok produksinya. Pertanyaan dalam wawancara disusun secara terfokus pada ketiga aspek tersebut. Seluruh data yang diperoleh dari observasi dan wawancara kemudian dianalisis lebih lanjut sebagai dasar penyusunan hasil dan kesimpulan penelitian [28].</p>
      <p id="_paragraph-34">
        <bold id="_bold-25">Teknik Analisis Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-35">Dalam penelitian ini, teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan utama yang dirancang untuk menghasilkan analisis yang komprehensif, tepat, dan akurat. Tentunnya tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini memastikan data yang diperoleh valid dan bisa dipertanggungjawabkan serta sesuai dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan. Dengan adanya tahapan ini peneliti bisa membuat sebuah penelitian yang kredibel dan sesuai dengan keadaan yang ada di UMKM yang bersangkutan, dimana metode yang digunakan mulai dari tahap persiapan sampai dnegan penyajian. Tehnik analisis data yang dilakukan meliputi Reduksi data, Penyajian data dan pemecahan masalah [28] :</p>
      <p id="_paragraph-36">a.Reduksi Data</p>
      <p id="_paragraph-37">Reduksi data merupakan proses penting dalam penelitian kualitatif yang berfungsi untuk menyederhanakan dan merangkum data agar menjadi lebih ringkas serta relevan dengan fokus penelitian. Tahap ini melibatkan pemilahan dan pengolahan data sehingga hanya informasi penting yang menjadi dasar analisis lebih lanjut.</p>
      <p id="_paragraph-38">b.Penyajian Data</p>
      <p id="_paragraph-39">Setelah data direduksi, langkah berikutnya adalah melakukan penyajian data, dimana penyajian data ini menjelaskan hasil temuan secara sistematis menggunakan flowchart untuk memaparkan suatu proses yang didapat sampai selesai pada penelitian yang dilakukan di UMKM Kaoz Kaoz. Penyajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan terstruktur mengenai alur proses yang terjadi, sehingga memudahkan dalam memahami setiap tahapan yang telah dilalui selama penelitian berlangsung.</p>
      <p id="_paragraph-40">
        <bold id="_bold-26">c.</bold>
        <bold id="_bold-27">Solusi atau Pemecahan Masalah</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-41">Tahap terakhir dari proses penelitian ini adalah merumuskan solusi, yang dalam konteks penelitian ini dilakukan melalui penyusunan rekomendasi serta evaluasi lanjutan, disertai dengan penyesuaian terhadap sistem akuntansi yang mengacu pada prinsip-prinsip akuntansi serta kaidah-kaidah pengendalian dan penetapan Harga Pokok Produksi (HPP). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi <bold id="_bold-28">serta memberikan solusi yang </bold>sejalan dengan prinsip-prinsip akuntansi dan kaidah-kaidah pengendalian internal, khususnya dalam penetapan Harga Pokok Produksi (HPP).</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>III. Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-edfb9d0367452d3c15c983f4524eb919">
        <bold id="bold-1">Sistem Akuntasi Pengendalian Biaya di UMKM Kaoz Kaoz</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-f73a0e3e63efd24ada0b8106f5c33109">UMKM Kaoz Kaoz pada dasarnya telah memiliki sistem akuntansi biaya sebagai dasar dalam pencatatan dan pengelolaan biaya produksi. Namun, dalam penerapannya sistem tersebut masih dilakukan secara manual dengan menggunakan media pencatatan berupa lembar kerja Microsoft Excel. Penggunaan sistem pencatatan manual ini memiliki berbagai keterbatasan, antara lain tingkat efisiensi yang relatif rendah serta potensi terjadinya kesalahan dalam proses pencatatan, pengolahan, dan penyajian informasi biaya dengan kwalitas data dan Informasi tidak mendukung dalam proses pelaporan keuangan, karena penentuan harga pokok produksi tidak dilakukan pencatatan dengan pendekatan akuntansi sehingga dari proses ini informasi dan laporan yang dihasilkan tidak mencermikan kondisi keuangan dan asset perusahaan secara wajar khusus nya dalam penyajian nilai persedian yaitu persediaan bahan baku, bahan setengah jadi dan barang jadi tidak akan tampak da;lam laporan keuangan. Pencatatan hanya sebatas pada transaksi yang bersifat Cash basic [29].</p>
      <p id="paragraph-2">Sistem akuntansi biaya yang diterapkan disusun sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan UMKM Kaoz Kaoz, sehingga pencatatan yang dilakukan masih bersifat sederhana dan belum terintegrasi secara sistematis. Meskipun dalam proses pencatatan telah memanfaatkan perangkat komputer atau PC, namun sistem yang digunakan belum berbasis pada standar akuntansi yang berlaku. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan sistem akuntansi biaya di UMKM Kaoz Kaoz masih memerlukan pengembangan lebih lanjut agar mampu menghasilkan informasi biaya yang lebih akurat, andal, serta mampu menyajikan kondisi keuangan dan asset perusaan secara riil, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku [30]. Dengan adanya pencatatan sederhana ini membantu pelaku usaha untuk terus mengembangkan usahanya dan menjadi tolak ukur dalam membuat sebuah keputusan atau kebijakan.</p>
      <p id="paragraph-3"><bold id="bold-97e167000835316257f95989a9164cb4"> </bold>Untuk efisiensi biaya perusahaan menerapkan kebijakan bahwa untuk menghasilkan produk Kaos T Shirt polos perusahaan mengambil kebijakan menggunakan jasa pola dan penjahitan pada pihak ke tiga dengan ketentuan bahan dan pola serta spesifikasi kualitas ditentukan antara ke dua belah pihak dengan perjanjian kontrak yang disepakati dengan demikian UMKM. Kebijakan ini diambail dengan pertimbangan strategis Untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional, perusahaan menerapkan kebijakan bahwa proses pembuatan Kaos T-Shirt Polos, khususnya pada tahap pemotongan pola dan penjahitan, dikerjakan oleh pihak ketiga (pihak jasa jahit). Dalam kerja sama tersebut, perusahaan tetap menentukan spesifikasi bahan, pola, ukuran, serta standar kualitas produk yang harus dipenuhi oleh mitra produksi. Seluruh ketentuan tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama atau kontrak yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Kebijakan ini tentunya diambil berdasarkan beberapa pertimbangan strategis. Pertama, apabila perusahaan melakukan seluruh proses penjahitan secara mandiri, perusahaan harus mengeluarkan investasi awal yang cukup besar untuk pengadaan mesin jahit, mesin obras, mesin overdeck, serta peralatan produksi lainnya. Selain itu sebuah perusahaan tentunya juga menanggung sebuah biaya penyusutan aset mulai dari biaya perawatan sampai dengan perbaikan mesin. Selain itu dengan omzet dan skala usaha yang tentunya terbatas, kepemilikan fasilitas produksi di UMKM Kaoz Kaoz meningkatkan beban biaya tetap sehingga berdampak dalam efisiensi jalannya usaha. Selanjutnya UMKM kaoz Kaoz tentunya juga membutuhkan tenaga penjahit untuk menjadikan produksi siap jadi dan hal ini juga membutuhkan biaya operasional mulai dari listrik sampai gaji dari tenaga kerja itu sendiri. Yang terakhir UMKM Kaoz Kaoz juga menggunakan jasa pihak ketiga sebagai penyedia jasa untuk membantu mempercepat usaha produksi sehingga kapasitas produksi lebih banyak dan tentunya lebih fleksibel. Dengan adanya kebijakan tersebut UMKM dapat memfokuskan biaya yang ada terutama biaya tetap menjadi sumber biaya utama seperti biaya operasional produksi pusat. </p>
      <p id="paragraph-4"><bold id="bold-2"> </bold>Dalam mengatasi situasi dimana fluktuasi harga pokok produk yang berubah ubah, karena disebabkan adanya dinamika perubahan harga bahan baku yang berubah ubah dan cenderung meningkat dari waktu kewaktu maka berakibat pada perubahan harga jual yang cenderung meningkat pula . hal ini akan membawa dampak pada perilaku konsumen, konsumen kecenderungan mencari produk dengan harga yang lebih menarik. Dengan demikian daya saing perusahaan lemah. Fluktuasi harga pokok produk yang disebabkan oleh perubahan harga bahan baku yang terus meningkat dapat memengaruhi harga jual produk. Ketika harga jual naik tentunya akan berdampak kepada customer, dimana customer bisa saja mencari opsi lain dengan harga yang relatif lebih murah, hal ini menyebab daya siang dari UMKM lebih kompetitif sehingga akan menurunkan volume penjualan dari barang yang akan dijual. </p>
      <p id="paragraph-5">
        <bold id="bold-3">Jenis- Jenis Produk UMKM Kaoz Kaoz </bold>
      </p>
      <p id="paragraph-6">UMKM. Kaoz Kaoz menghasilkan beberapa UMKM Kaoz Kaoz menghasilkan beberapa jenis produk yang dapat diklasifikasikan berdasarkan tahap proses produksinya, yaitu kaos polos dan kaos sablon. Kaos polos merupakan produk dasar yang dibuat dari bahan kain katun berkualitas, seperti cotton combed, dengan berbagai pilihan ukuran, warna, dan model sesuai permintaan pasar. Produk ini dipasarkan sebagai produk jadi bagi konsumen yang membutuhkan kaos tanpa desain, seperti untuk kebutuhan sehari-hari, seragam, komunitas, maupun kegiatan promosi.</p>
      <p id="paragraph-7">Selain dijual secara langsung, kaos polos juga menjadi produk setengah jadi yang diproses lebih lanjut menjadi kaos sablon. Pada tahap kedua, kaos polos diberikan desain atau gambar menggunakan teknik sablon sesuai dengan pesanan pelanggan. Dengan demikian, proses produksi di UMKM Kaoz Kaoz terdiri atas dua tahapan, yaitu produksi kaos polos sebagai produk dasar dan proses penyablonan sebagai proses lanjutan yang menghasilkan produk kaos sablon bernilai tambah lebih tinggi. Sistem produksi tersebut memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, baik yang menginginkan kaos polos maupun kaos dengan desain khusus sesuai pesanan, klasifikasi dari produk yang dihasilkan bisa dibagi menjadi berikut:</p>
      <p id="paragraph-8">Kaos Polos untuk dijual langsung : merupakan kaoas polos hasil produksi pertama yang dijual langsung ke costumer. Jenis produk ini merupakan produk inti. Disebut produk inti karena dari hasil peroses produksi utama menghasilkan produk yang siap untuk dijual atau diporoses lebih lanjut disablon dan modifikasi produksi lainnya. Biasanya costumer membeli produk dalam kelompok ini untuk dijual kembali atau diproses dan dimudifikasi lebih lanjut ( disablon/ dibordir) agar kaos jenis ini memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.</p>
      <p id="paragraph-9">Produk Kaos Sablon; produk ini merupakan hasil produksi lebih lanjut dari produk utama melalui proses produksi penyablonan atau modifikasi lain. Hasil produk ini biasanya dijual langsung kepada konsumen akhir. Baik melalui penjualan ritail, grosir maupun pesanan dengan modifikasi tertentu.</p>
      <p id="paragraph-10">berikut ini adalah table Produksi Kaos beserta karakteristik dari masing masing produk :</p>
      <table-wrap id="tbl2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-48"/>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-046be98b96f40a319f2ea3f5937c047e">
              <td id="ea643d2e4c3b13f86fb9f4f01becbb57">
                <bold id="_bold-29">No.</bold>
              </td>
              <td id="12fafc2b41a137d75a8ac5fde6a8950a">
                <bold id="_bold-30">Nama Produk </bold>
              </td>
              <td id="774ba07bb940d7c4f891a00dcf027073">
                <bold id="_bold-31">Jenis Produk </bold>
              </td>
              <td id="cc22a8a8737997f093c0ee15cafe1c55">
                <bold id="_bold-32">Spesifikasi Produk</bold>
              </td>
              <td id="3aab3c56c3b2b7cac41b8fc671a2723d">
                <bold id="_bold-33">Tahap Produksi </bold>
              </td>
              <td id="2a48080cdd2b2b51f18d80a8af201abf">
                <bold id="_bold-34">Keterangan </bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0b9c236775218f7d9b19ccf8410fd4dd">
              <td id="9c85c3b2eb40db34bf67af6636a98181">1</td>
              <td id="d99d68be67027cf944497224d8de5841">Kaos Polos </td>
              <td id="87a1b80287acc4decfa69c44e8257718">Produk Jadi </td>
              <td id="db5b9f2f2174417b7ead0b105bfc8ba6">Bahan cotton combed, ukuran S, M, L, XL, berbagai warna, tanpadesain sablon, jahitan rapi dan nyaman digunakan</td>
              <td id="0e6162097da76ab5b6e01969a4b50dc3">Tahap 1: Produksi Kaos Polos (pemotongan kain, penjahitan, obras,finishing,quality control)</td>
              <td id="3b193806c9da97cf1650d2f566a32846">Dipasarkan langsungkepada konsumensebagai produk akhir atau diproses lebijh lanjut untuk menghasilkan produk KAOS SABLON</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6b666ef3d53cf166a95b961b88910ec4">
              <td id="640437d9c830fdc96f6f2612cc04c858">2</td>
              <td id="bba1961071a25afb6af706329fd30757">Kaos Sablon</td>
              <td id="1050192aac5cda9169c95c5ebd305ead">Produk Jadi</td>
              <td id="2d4d982f78858faa3b803fe7cf6cf107">Kaos polos yang telah diberi tambahan desain sablon berupa logo, tulisan, gambar, atau desain custom, ukuran S, M, L, XL</td>
              <td id="b3ff941fb79eaa65c13df1c74b9d91ab">Tahap 2: Produksi Kaos Sablon (pembuatan desain, penyablonan, pengeringan tinta, finishing akhir)</td>
              <td id="3e31ad9aff50bbd03523decfa740db3a">Produk akhir yang dijualsesuai pesanan pelanggan</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-4e7efa72e24da6de4c6d2efc322773d4">
        <bold id="bold-19aa54bd825376bb9d673845b0365393">Proses Produksi</bold>
        <bold id="bold-6b9cc32964b54a41716d6f361c15ef7b"> Kaos Polos dan Kaos Sablon</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-c0016e739649526f117c4f22c83ed63a">Untuk menghasilkan kedua produk di atas , melalui dua proses pruduksi yaitu Proses Produksi untuk kaos Polos, Proses produksi pada tahapan ini adalah mengubah bahan baku kain kaos menjadi kaos T-Shirt polos. Untuk menghailkan produk Kaos T Shirt polos. selanjutnya hasil produksi berupa kaos polos akan melalui proses produksi berikutnya untuk menjadi baranmg jadi berupa Kaos Sablon. Berikut ini adalah masing masing flow chart yang menggambarkan alur proses produk sebagai berikut, yang pertama adalah proses produksi untuk kaos polos :</p>
      <fig id="figure-panel-8bb44bbcfa9a0607a60aa31644928428">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-bba1a475cd08f1c6fb5eda03d5c3e4ad"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-8f47eabb6941f752092e6b29a3fda8e8" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="15763-1.jpg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-50">Flowchart tersebut menggambarkan alur produksi kaos polos di UMKM Kaoz Kaoz yang melibatkan customer, administrasi, gudang, dan produksi. Proses dimulai dari pemesanan customer yang diterima administrasi, kemudian dilakukan pengecekan kebutuhan bahan baku. Jika stok tidak mencukupi, administrasi melakukan pembelian bahan baku kepada supplier setelah mendapat persetujuan. Bahan baku yang diterima dicatat oleh gudang dan dikirim ke bagian produksi untuk proses penjahitan. Ketika semua proses produksi selesai akan melalui proses QC dimana proses ini sangat penting dalam pengecekan kualitas barang yang dihasilkan, setelah itu baru masuk ke proses packing dan penjualan, setelah semua proses dikerjakan, semua barang akan dilakukan pencatatan stok untuk memperbarui keterangan persediaan yang ada di gudang hal ini bertujuan untuk menyelaraskan persediaan fisik dan yang ada disistem yang sudah dicatat. </p>
      <p id="_paragraph-51">Hasil dari proses prosuksi awal menghasilkan sustu produk yang dikenal dengan nama kaos polos. Jenis ptroduk pertam,a dari proses produksi awal ini akan dijual langsung ke pelanggang baik rital maupun secara grisir, biasanya pelanggan membeli kaos dalam kategori produk ini untuk diproduksi lebih lanjut menjadi kaos produk jadi akhir. Disamping dijual UMKM Kaoz Kaoz juga memproses lebih lanjut jenis produk ini menjadi produk jadi berupa Kaos Sablon. Adapun proses produksinya tampak sebagai berikut:</p>
      <fig id="fig2">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-52"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image2.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="paragraph-fc796e4d3ceaf5b7c2fb6a1c6a20209f"><bold id="_bold-46">Gambar</bold><bold id="_bold-47">2</bold>.Flowchart Proses Kaos Sablon.</p>
      <p id="_paragraph-53">Flowchart tersebut menggambarkan alur produksi kaos sablon di UMKM Kaoz Kaoz yang melibatkan customer, administrasi, gudang, desain, dan produksi. Proses dimulai dari pemesanan customer beserta permintaan desain, kemudian administrasi melakukan pengecekan ketersediaan kaos polos melalui gudang. Jika stok tersedia, kaos polos dikirim untuk proses desain dan penyablonan sesuai permintaan pelanggan. Setelah tahap sablon akan dilakukan QC atau quality control, dimana setelah itu juga kana dilaksanakan perhitungan dari biaya sablon. Selanjutnya barang yang siap akan dijual dan didistribusikan kepada customer , tentunya laur ini sangatlah penting untuk tetap menjaga kualitas produk selalu baik. </p>
      <p id="paragraph-1ec357c4022445069607e8ce5bc3feff">A. <bold id="_bold-48">Sistem </bold><bold id="_bold-49">Akuntansi </bold><bold id="_bold-50">Penentuan Harga Pokok  UMKM Kaoz Kaoz</bold> </p>
      <p id="_paragraph-54">
        <bold id="_bold-51">Produks Kaos Polos </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-55">Dalam menentukan Harga Pokok kaoz kaoz telah menentukan standard biaya baik untuk kaos polos maupun kaos Sablon. Berikut ini adalah penenentuan standard  biaya untuk jenis Kaos Polos </p>
      <p id="_paragraph-56">
        <bold id="_bold-52">Tabel</bold>
        <bold id="_bold-53">3</bold>
        <bold id="_bold-54">.</bold>
        <bold id="_bold-55">1</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-57">Perhitungan Biaya Bahan Baku Kaos Polos Size L</p>
      <table-wrap id="tbl3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-58"/>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-cda5e798bc1ed8c2dcdb97aafe4fc7e3">
              <td id="5010cc0e5e10e50fd06e2bda3938d80b">
                <bold id="_bold-56">No</bold>
              </td>
              <td id="eb70c140ec723889d82a4f0bc23c1fcf">
                <bold id="_bold-57">Keterangan</bold>
              </td>
              <td id="29b4a1271de7a78ffb2f2447ef7f9cd4">
                <bold id="_bold-58">Perhitungan</bold>
              </td>
              <td id="9d09e76c63608d77ee7fd88cad5e76fb">
                <bold id="_bold-59">Hasil</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-40b50b92d642fe19e48444e6054f432d">
              <td id="1989e721bf08d4406ec76fcb1a705dd1">1</td>
              <td id="7e7ce97f1ecdff3e1cc0133667be3375">Berat kain per roll</td>
              <td id="ee345eeaf0f96b2b7fa2da3e09fed9b1">-</td>
              <td id="bf4e003aa4288f17c1753d1042c6145e">25 kg</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c44cff6775b267f02962d8bc74317edc">
              <td id="2a2fa4c598cf2a9e18c72b98f78932ff">2</td>
              <td id="79fefcf828fcc39b35fcb8d408db3fc7">Hasil produksi per kg</td>
              <td id="5be63d976f0013fef87c775ce1533eee">-</td>
              <td id="d13cf2162a5f06dd6483ac9722c8e21a">4 kaos</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0cc2e8b2d1a4e9b4fff4dafd99ff552d">
              <td id="0db86d411b319e54bacf4adb47f001d7">3</td>
              <td id="cb56a78433c591582ecaf9ebdce3afee">Total produksi per roll</td>
              <td id="d39f56e63b2173139db9991c27776776">25 kg x 4</td>
              <td id="376aea9828ab46c427f87b4875240356">100 kaos</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d6c9e7f258e0e7d2057e25cd73b78e3e">
              <td id="1efa70041b54b64dedfe4def1e76f95e">4</td>
              <td id="1bda38df8dbab87e2fd5b09c946ab635">Harga kain per kg</td>
              <td id="7dd13ad507dd2a53c89537dc21289669">-</td>
              <td id="d59d87f3da5f77320dbf7d0ba266ee43">Rp88.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-477f18c82e32aaf8406198bcb539d405">
              <td id="679b69821f039efe21a892d9c6831c6e">5</td>
              <td id="1e9169d4b0074d06b1a46a14d51dd4af">Total biaya kain per roll</td>
              <td id="f29ee13128d1495296e2ce875f01fe38">25 kg x Rp88.000</td>
              <td id="d8180c281758db46e75a932c9e3f2da2">Rp2.200.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0a61ce6e4f7771ab12a7a2004277162b">
              <td id="98e809909739c43e233533b7220883e2">6</td>
              <td id="1783f164a4e13e6ad5b50b26d57618a6">Biaya kain per kaos</td>
              <td id="8a236188b9c484c30a39aa996b819456">Rp2.200.000 / 100</td>
              <td id="823aa01f094d15840f39003b64473740">Rp22.000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-59">
        <bold id="_bold-60">Produksi</bold>
        <bold id="_bold-61">Produk</bold>
        <bold id="_bold-62">Kaos</bold>
        <bold id="_bold-63">Sablon. </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-60">Setelah produksi kaos polos selesai tentunya akan dilanjutkan dengan langkah selanjutnya yaitu membuat kaos sablon. Proses ini sangat berguna untuk menentukan model dan menjadi daya tarik baru dalam pendistribusian produk ke pasar. Adapun perhitungan biaya yang digunakan. </p>
      <p id="_paragraph-61">
        <bold id="_bold-64">Tabel</bold>
        <bold id="_bold-65">4.1</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-62">Perhitungan Biaya Tambahan Kaos Sablon</p>
      <table-wrap id="tbl4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-63"/>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-248a7d35b6c0223327ed69e026e1043b">
              <td id="6aefbb7a413488c4ec781d98b8a378a2">
                <bold id="_bold-66">No</bold>
              </td>
              <td id="414bc9a00962055a99fa39a0d6cd88a3">
                <bold id="_bold-67">Komponen</bold>
                <bold id="_bold-68">Biaya</bold>
              </td>
              <td id="10be1ae2c0aae88def1534c6782e4517">
                <bold id="_bold-69">Biaya</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-37cc367df4296c3c82bbd98d3d10ba13">
              <td id="3bea10f40bb43861da2c5a0cdb718a2f">1</td>
              <td id="48bbdb93251ff9d7a31c5590e6d47cc3">Biaya sablon A4</td>
              <td id="a208e1ea7ca2400db84dd962a9444ea4">Rp15.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4cb89956db0e04307f275cd797267df1">
              <td id="d8648dadf1183726c69355b332d3a59a">2</td>
              <td id="ba32cc907a8d530717c3a19c98a673b1">Biaya desain</td>
              <td id="d3ed6a36cf7865203eaae6b3d591fb35">Rp5.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8a021bd2155673e3c34dc541c7728d75">
              <td id="53382972dc3884e34a8e8a0bb6df448f"/>
              <td id="b74cf20b2945a4f43995cc5a6638e918">
                <bold id="_bold-70">Total</bold>
                <bold id="_bold-71">Biaya</bold>
              </td>
              <td id="ff4f10acacde51f7d194265fae9fc7de">
                <bold id="_bold-72">Rp20.000</bold>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-64">Bedasarkan tabel perhitungan biaya tambahan produksi kaos sablon, terdapat dua komponen biaya utama yang dikeluarkan dalam proses penyablonan, yaitu biaya sablon ukuran A4 sebesar Rp15.000 dan biaya desain sebesar Rp5.000. Biaya sablon merupakan biaya yang dikeluarkan untuk proses pencetakan desain pada permukaan kaos, sedangkan biaya desain digunakan untuk pembuatan atau penyesuaian desain sesuai dengan permintaan pelanggan. Dari dua komponen diatas biaya yang diperoleh sebesar Rp. 20.000 dari setiap kaos sablon. Biaya tersebut merupakan biaya yang dikenakan dilaur dari produksi kaos polos sehingga menjadi komponen baru yang menjadi penambah di perhitungan HPP produk. Dengan adanya biaya tersebut UMKM tentunya menentukan harga jual yang sudah sesuai dengan HPP yang sudah dihitung. </p>
      <p id="_paragraph-65">
        <bold id="_bold-73">Analisis</bold>
        <bold id="_bold-74">Efektivitas</bold>
        <bold id="_bold-75">Sistem</bold>
        <bold id="_bold-76">Pengendalian</bold>
        <bold id="_bold-77">Biaya</bold>
        <bold id="_bold-78">dan</bold>
        <bold id="_bold-79">Penentuan</bold>
        <bold id="_bold-80">Harga</bold>
        <bold id="_bold-81">Pokok</bold>
        <bold id="_bold-82">Produksi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-66">Dalam melakukan pengendalian harga pokok produksi, UMKM Kaoz Kaoz telah memiliki acuan biaya yang digunakan sebagai dasar dalam menentukan harga pokok produksi setiap unit produknya. Penetapan biaya tersebut disesuaikan dengan ukuran, model, serta spesifikasi masing-masing jenis pakaian yang akan diproduksi. Perbedaan ukuran dan desain tentu memengaruhi kebutuhan bahan baku, waktu pengerjaan, serta tenaga kerja yang digunakan, sehingga perhitungan biaya dilakukan secara menyesuaikan agar hasilnya lebih akurat. Dengan adanya acuan biaya ini, UMKM dapat menentukan harga jual yang kompetitif sekaligus menjaga tingkat keuntungan usaha [32]. Selain itu, setiap kali akan mengeluarkan produk baru, UMKM Kaoz Kaoz selalu melakukan riset pasar terlebih dahulu agar produk yang dihasilkan sesuai dengan selera dan kebutuhan masyarakat. Langkah ini penting karena industri fashion merupakan sektor yang sangat dipengaruhi oleh tren yang terus berubah pada setiap periode. Perubahan model, warna, desain, maupun gaya berpakaian yang berkembang di masyarakat menjadi pertimbangan utama sebelum memproduksi barang baru. Dengan melakukan riset pasar, UMKM dapat meminimalkan risiko produk kurang diminati serta meningkatkan peluang penjualan. Dalam rangka mengefisienkan biaya produksi, perusahaan juga menerapkan sistem kerja sama jasa produksi dengan pihak luar untuk beberapa tahapan tertentu. Strategi ini dilakukan agar biaya operasional dapat ditekan, terutama apabila kapasitas produksi internal terbatas atau ketika permintaan sedang meningkat. Dengan memanfaatkan jasa pihak luar, UMKM Kaoz Kaoz dapat menjaga kelancaran produksi, memenuhi target pesanan tepat waktu, serta tetap mengendalikan biaya secara lebih efektif dan efisien. </p>
      <p id="_paragraph-67">Dalam bisnis fashion, tren pasar cenderung berubah-ubah mengikuti kebutuhan dan selera konsumen pada periode tertentu. Kondisi tersebut menuntut UMKM Kaoz Kaoz untuk mampu menyesuaikan strategi produksi dan pengelolaan usahanya agar tetap kompetitif di pasar. Bentuk pengendalian yang dilakukan oleh UMKM Kaoz Kaoz salah satunya adalah melakukan restock bahan baku secara berkala, dimana dalam hal ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan bahan baku dan menjaga kontrak baik dengan supplier, persediaan bahan baku secara terencana tentunya bisa membuat produksi lebih efisien dan tentunya efektif, selain itu UMKM Kaoz Kaoz juga mempunya supplier tetap untuk bahan baku yang digunakan.  Hubungan kerja sama yang konsisten serta jumlah pembelian bahan baku dalam kuantitas cukup besar memberikan keuntungan berupa harga beli yang lebih murah dibandingkan pembelian eceran. Kondisi ini tentu sangat membantu usaha dalam menekan biaya bahan baku sebagai komponen utama produksi. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus menjaga stabilitas harga jual produk agar tetap mampu bersaing di pasar [32]. </p>
      <p id="_paragraph-68">Dengan pengendalian tersebut, UMKM Kaoz Kaoz dapat memastikan bahwa persediaan bahan baku selalu tersedia untuk menunjang kelancaran proses produksi. Selain itu, bahan baku yang diperoleh dengan harga lebih murah memberikan keuntungan tersendiri bagi perusahaan karena mampu menekan biaya produksi secara keseluruhan. Kondisi ini memberikan dampak positif terhadap daya saing usaha di pasar. UMKM Kaoz Kaoz dapat mengikuti perkembangan tren fashion terkini dengan menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan konsumen, namun tetap ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau atau affordable. Strategi tersebut menjadi nilai tambah bagi perusahaan karena konsumen cenderung mencari produk yang mengikuti tren dengan harga yang ekonomis [32]. </p>
      <p id="_paragraph-69">Selain itu UMKM Kaoz Kaoz memiliki struktur organisasi dan struktur operasional yang mendukung kelancaran kegiatan usahanya. Meskipun jumlah sumber daya manusia (SDM) tergolong terbatas, UMKM ini telah membentuk beberapa tim yang bertanggung jawab atas pelaksanaan operasional sehari-hari. Struktur organisasi tersebut mencakup staf administrasi dan tenaga produksi, di mana staf administrasi yang ada hanya satu orang dan bertanggung jawab untuk seluruh input data, termasuk pencatatan sistem akuntansi biaya. Selama proses operasional, komunikasi antara pemilik usaha (owner) dan staf berjalan dengan baik. Semua target kerja dan standar operasional prosedur (SOP) telah dijelaskan secara rinci kepada staf, sehingga setiap tugas dapat dilaksanakan dengan jelas [10]. Apabila muncul kendala atau hambatan, pemilik usaha dan staf selalu melakukan koordinasi untuk menemukan solusi yang tepat. Hubungan komunikasi yang baik ini mendukung kelancaran operasional dan membantu meminimalkan kesalahan dalam pencatatan serta pelaksanaan proses bisnis di UMKM Kaoz Kaoz.</p>
      <p id="_paragraph-70">Dalam operasional yang dilakukan di UMKM Kaoz Kaoz, bahan baku yang berubah ditangani secara baik dan cermat, selain itu harga bahan baku yang naik akan menjadi salah satu evaluasi pengusaha apakah kenaikan tersebut signifikan atau tidak. Ketika bahan baku naik melebihi angka 5% tentunya akan berpengaruh terhadap harga jual produk yang akan disesuaikan nantinya. Sebaliknya ketika bahan baku naik dibawah 5% cenderung tidak berpnegaruh dan barang tetap akan bisa bersaing di pasar atau bisa dikatakan akan lebih stabil dan kompetitif. Dengan adanya perlakuan diatas menunjukkan adanya pengendalian biaya yang dilakukan oleh UMKM Kaoz Kaoz sehingga evaluasi akan selalu ada untuk menjaga usaha yang dijalankan lebih stabil dan barang yang dihasilkan masih bisa mengikuti tren pasar dan bersaing saat didistribusikan.  Dengan adanya evaluasi rutin ini, UMKM Kaoz Kaoz mampu menjaga konsistensi kualitas dan ketepatan pencatatan biaya. </p>
      <p id="_paragraph-71">Di UMKM Kaoz Kaoz, penerapan sistem akuntansi biaya menjadi salah satu strategi penting untuk mempermudah proses pengendalian serta penentuan harga pokok produksi (HPP). Sistem ini membantu mempercepat perhitungan HPP dan mempermudah pemantauan setiap komponen biaya, sehingga pelaku usaha dapat melakukan pengendalian biaya secara lebih efektif dan efisien. Dengan adanya sistem akuntansi biaya, proses penentuan HPP tidak perlu dilakukan secara manual satu per satu, melainkan dapat dilakukan secara terstruktur menggunakan media pencatatan yang tersedia, seperti lembar kerja Excel [31]. Meskipun demikian, dalam penerapan sistem akuntansi biaya di UMKM Kaoz Kaoz terdapat beberapa kendala yang perlu diperhatikan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, di mana pemahaman staf mengenai akuntansi masih terbatas [20]. Kondisi ini menyebabkan sistem yang diterapkan belum dapat berfungsi secara maksimal dan masih berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan atau salah saji dalam perhitungan HPP. Oleh karena itu, perbaikan dalam hal kompetensi SDM serta pengembangan sistem akuntansi biaya yang lebih terstruktur sangat diperlukan untuk meningkatkan akurasi perhitungan HPP dan efektivitas pengendalian biaya di UMKM Kaoz Kaoz .</p>
      <p id="_paragraph-72">
        <bold id="_bold-83">Penentuan Harga Pokok Produksi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-73">Pencatatan akuntansi merupakan bagian yang sangat penting dalam kegiatan operasional perusahaan karena berfungsi sebagai dasar untuk menghasilkan informasi keuangan yang akurat, relevan, dan dapa dipertanggungjawabkan. Melalui pencatatan akuntansi yang baik, perusahaan dapat mengetahui seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses produksi, menghitung harga pokok produksi secara tepat, mengendalikan pengeluaran, serta menjadi dasar dalam menentukan harga jual produksi. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan laba yang dilaporkan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, menghambat pengambilan keputusan manajemen, serta menurunkan daya saing perusahaan. Oleh karena itu, penerapan sistem akuntansi biaya yang tertib dan didukung oleh pencatatan yang sistematis menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pengendalian biaya dan keberlangsungan usaha UMKM Kaoz Kaoz.</p>
      <p id="_paragraph-74">Melihat table 2 diatas , dalam menentukan harga pokok produksi masing masing pada proses penentuan Harga Pokok Produksi Kaos polos dan kaos sablon , perusahaan masih belum tepat dalam mengalokasikan biaya produksi sehingga harag pokok produksi menjadi ntidak akurat. Pada penentuan harga pokok produksi kaos polos perusahaan belum mengalokasikan ongkos jahit dan biaya benang  ke dalam elemen pembentuk harga pokok. Dan pada penentuan harga pokok produksi kaos sablon, perusahaan tidak mengalokasikan biaya tenaga kerja dan biaya penyusutan mesin sablon . kedua biaya tersebut diakui sebagai beban periodik . akibatnya beban periodic menjadi lebih tinggi dan laba yang diperoleh menjadi lebih rendah. Sedangkan harga pokok produksi menjadi lebih rendah sebagai konsekwensinya dalam penentuan harga jula menjadi tidak akurat.</p>
      <p id="_paragraph-75">Untuk menyederhanakan pembahasan perhitungan dan pencatatan akuntansi biaya produksi disajikan ilustrasi pencatatan akuntansi dan perhitungan harga pokok produksi. Berikut ini adalah ilustrasi kegiatan dan data produksi pada bulan Januari 2026. Ilustrasi ini diambil dari dari salah satu produk kaos jenis T-Shirt Combine Cotton pada pereiode  Januari 2026 Perusahaan berencana memproduksi kaos Jenis T-Shirt Combine Cotton sebanyak 100 potong  dengan ilustrasi berikut ini :</p>
      <p id="_paragraph-76">
        <bold id="_bold-84">Tabel</bold>
        <bold id="_bold-85">5</bold>
        <bold id="_bold-86">.</bold>
        <bold id="_bold-87">1</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-77">Data Produksi</p>
      <table-wrap id="tbl5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-78"/>
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-040f17a43b8e4e1e861e65900b2c600a">
              <td id="339382f479edce4a2d63dfefd436fb17">
                <bold id="_bold-88">No.</bold>
              </td>
              <td id="dde16da691a7e09ecfb499e6af9c4736">
                <bold id="_bold-89">Keterangan</bold>
              </td>
              <td id="8a000f68375649ba5aae0e96c5fad633">
                <bold id="_bold-90">Perhitungan</bold>
              </td>
              <td id="09ce776a34dd1f5cb303a9fb5b80abe3">
                <bold id="_bold-91">Total biaya</bold>
              </td>
              <td id="405c9bd9800837a258106b3daba4e0e0">
                <bold id="_bold-92">biaya Per unit</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-088048c7aea371a699cf637ab565228a">
              <td id="e2283bfdb81ff547f694e89bc30d564f">1</td>
              <td id="70d2c267247efc46dd004526b6b399a0">Total Produksi  100 potong</td>
              <td id="53eb42e213d0aea93728eb9137ff2181">-</td>
              <td id="dab9fdfd9e10d9367e0be692b2d88d0c"/>
              <td id="f39d66adc751fd80f20379f94bbf14a4"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-37e4b0551532b208ebf11f9c79d7abad">
              <td id="0e628be76e44f60510517241b70df7c6">2</td>
              <td id="7352f5bd0eca7af1237cc3d791748b0f">Bahan Baku Kaos 25kg</td>
              <td id="286a2e3a564955617ff2f1dddce57ecc">-</td>
              <td id="fc8badf118a53f4de1a453886abe212b"/>
              <td id="6ec4ea80d1d0708fd6b128f85f09cded"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-91e82d74e132cf2f7c297a0ddba56419">
              <td id="0b8a1b62c79504046ebc32631b58e730">3</td>
              <td id="8beb6b7ea638bd116a03462e8aefab12">Harga kain /kg Rp88.000</td>
              <td id="0a8cc3e92f60cf21ce3767a245f25303"/>
              <td id="55ec49434a9d05a9247e43a40e5f3087"/>
              <td id="ff232b689f941f64e35bf9b40e2c5994"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-a2dbf09ea29d9a802a56b47cb6d67576">
              <td id="9c11cab225373a7d573818c622cdca47">4</td>
              <td id="4195f401d5234ee42cecef2c9f2a1209">Total biaya kain /roll</td>
              <td id="fa18344c57b6ee6d1d663b2d1f9c1c01">25 kg x Rp. 88.000</td>
              <td id="56fe5833ae4017a89c25ef325d4073e6">Rp. 2.200.000</td>
              <td id="c37dc1bccaaf78f74d41ecc596473b17">Rp. 22.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-44fd80513aacc0f76716da3b916d67e3">
              <td id="e2493c14c985b40e5f724af71caf7456">5</td>
              <td id="728e9ebe40c80d7b8b4704b3b14bf11b">Ongkos Jahit /potong</td>
              <td id="75f66999eae033cefc5a79b456bf7bf1">Rp. 8.500 x 100</td>
              <td id="85375bdd0919d4e9f36f052b122bb509">Rp. 850.000</td>
              <td id="eed52a7aeb446be5a1f6e8b9e2d51a5c">Rp. 8.500</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e5a9756cc65de27fa35b2239ac0bb21e">
              <td id="1f96e2734fe9b8743ab7650a30155d76">6</td>
              <td id="04b569310bdd4806bd24b48b98831b10">Biaya benang</td>
              <td id="74d780c9493e717ac5c0aead593c8427">Rp. 1.000 x 100</td>
              <td id="0d5185118b34ee7877df1dab87bf9524">Rp. 100.000</td>
              <td id="7e55b9ec31e24c873d1083bdf075aebc">Rp. 1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e20ad0bab0b834c42d914514dea1e5b0">
              <td id="c8954691440c3ea77a55b17ef40520ad"/>
              <td id="938bc865dee53c4cc55adf6371f442a5">
                <bold id="_bold-93">Total</bold>
              </td>
              <td id="2d7141c14762abb9c039298c594b28c1"/>
              <td id="5baf3626990218e6cd4e7392be659caa">
                <bold id="_bold-94">Rp. 3.150.000</bold>
              </td>
              <td id="6da46e4217d5404c9ad36761bcaf22b0">
                <bold id="_bold-95">Rp. 31.500</bold>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-79">Pembelian bahan baku sebanyak 25kg dengan harga per kg adalah Rp88.000 dengan kondisi awal UMKM tidak memiliki persediaan bahan baku awal dan tidak ada barang dalam proses. Berikut adalah pencatatan dan pengakuan alokasi biaya produksi. Sesuai dengan table diatas, perusahaan membeli bahan baku kain kaos senilai 25 kg senilai harga per kilo gram Rp. 88.000, perlakuan dan catatan akuntansi dalam jurnal berikut :</p>
      <p id="_paragraph-80">Persediaan Bahan Baku                           2.200.000</p>
      <p id="_paragraph-81"> Kas                                         2.200.000</p>
      <p id="_paragraph-82">Pada saat barang yang dibeli sudah diterima selanjutnya barang akan disimpan digudang, sebelum diserahkan ke perusahaan jasa konveksi. Hal ini dilakukan untuk menjamin kwalitas  bahan baku kaos apakah terhindar dari produk cacat, untuk itu sebelumnya harus melalui pemeriksaan ketat terhadap kwalitas bahan baku. Setelah bahan baku melalui tahap pemeriksaan kwalitas selanjutnya bahan baku kain kaos diserahkan ke Perusahaan jasa konveksi dengan jutrnal sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-83">Barang dalam proses                               2.200.000</p>
      <p id="_paragraph-84"> Persediaan bahan baku                          2.200.000</p>
      <p id="_paragraph-85">Selain menggunakan biaya bahan baku kaos, produksi juga menggunakan biaya ongkos jahit dan benang dengan jurnal sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-86">Barang dalam proses                                 950.000 </p>
      <p id="_paragraph-87"> Kas                                                950.000</p>
      <p id="_paragraph-88">Saat barang selesai perusahaan jasa konveksi  menyerahkan barang jadi berupa kaos polos non sablon Kembali ke UMKM Kaoz Kaoz dengan bukti otentik bahwa barang telah selesai dan memenuhi kewajiban ke dua belah pihak maka saat penyerahan produk jadi dicatat dengan jurnal sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-89">Persediaan Kaos polos                             3.150.000</p>
      <p id="_paragraph-90"> Barang Dalam proses                       31.500.000</p>
      <p id="_paragraph-91">Selanjutnya akan dilakukan analisis selisih biaya yaitu antara biaya actual yang standard biaya seperti pada table berikut :</p>
      <p id="_paragraph-92">
        <bold id="_bold-96">Tabel </bold>
        <bold id="_bold-97">6</bold>
        <bold id="_bold-98">.</bold>
        <bold id="_bold-99">1</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-93">Perhitungan Harga Pokok Produksi Kaos Polos</p>
      <table-wrap id="tbl6">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-94"/>
        </caption>
        <table id="_table-6">
          <tbody>
            <tr id="table-row-215ecee79145b0e450145a71b882d087">
              <td id="d7903882d11815acc3891687f4c8328a">
                <bold id="_bold-100">No</bold>
              </td>
              <td id="286c20f4b01b33fe0d20de27ef5e2865">
                <bold id="_bold-101">Komponen Biaya</bold>
              </td>
              <td id="c791c5b9ce83b75b156ea38fadbe2556">
                <bold id="_bold-102">Biaya per Kaos</bold>
              </td>
              <td id="699f0fb48e69918dbefe51a358bf5ccd">
                <bold id="_bold-103">Biaya /</bold>
                <bold id="_bold-104">100 pcs</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-11a73639b227dfae19729d59ef7706eb">
              <td id="ce993cb4d0f832bb0f70006eb2b6aa24">1</td>
              <td id="67d5aab4e1642d906371575f8e7d27f5">Biaya bahan kain</td>
              <td id="35627a78ce3e81f51df3f8097be014d0">Rp22.000</td>
              <td id="a51adb5a58e7388414044ecbd840df07">Rp2.200.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6c5cca6677562af8da71aeaa027fa856">
              <td id="291a9684a0167e3a2c1acfea472fd8bf">2</td>
              <td id="1685206dd5e2aa24716d23ecd2c47784">Ongkos jahit</td>
              <td id="c23d646fc42f68c05bda1a224a409273">Rp8.500</td>
              <td id="f958817b35e4ca58ef5ea5f3f268a31e">Rp850.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f9d3a51f76539a950ff64f41ecb29e33">
              <td id="1bfa0d213754f76660df86d6c0973777">3</td>
              <td id="3b79e7dd5346ec22aa143cc07e56d177">Biaya benang</td>
              <td id="84db98bccfa46789c92b63b4969a21b2">Rp1.000</td>
              <td id="6567e4a4e476e7663832e9d26c95d1f7">Rp100.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-73436d334f0f91834c1a8de885b8222e">
              <td id="b17824ad4b228f055951cd910df4a511" colspan="2">
                <bold id="_bold-105">Total Biaya</bold>
              </td>
              <td id="fd6ca04713d908346a7a449bab8f9751">Rp31.500</td>
              <td id="3ffdec93789355faecb216fdb706123a">Rp3.150.000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-95">Apabila kaos polos diproses lebih lanjut melalui tahap penyablonan, maka perhitungan biaya produksi mengacu pada konsep pengolahan lanjutan (further processing). Berdasarkan perhitungan yang disusun, biaya tambahan akibat proses penyablonan akan ditambahkan ke biaya produksi kaos polos untuk memperoleh harga pokok produksi kaos sablon. Adapun jurnal yang disajikan sebagai berikut  :</p>
      <p id="_paragraph-96">Pada saat persediaan kaos polos diserahkan ke bagian produksi untuk dilakukan proses sablon jurnal dicatat sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-97">Barang dalam proses, kaos sablon              3.150.000</p>
      <p id="_paragraph-98"> Persediaan kaos polos               3.150.000</p>
      <p id="_paragraph-99">Untuk menjadi produk jadi berupa kaos sablon maka perusahaan menambahkan beberapa biaya yaitu, biaya sablon, biya desain, biaya tenaga kerja, alokasi penyusutan peralatan sablon. Adapaun pengakuan alokasi biaya tersebut dijurnal sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-100">Barang dalam proses kaos sablon                  6.400.000</p>
      <p id="_paragraph-101">Biaya hpp kaos polos3.150.000</p>
      <p id="_paragraph-102">Biaya sablon A4 dan desain2.000.000</p>
      <p id="_paragraph-103">Biaya Penyusutan Peralatan                             500.000</p>
      <p id="_paragraph-104">Biaya tenaga kerja  750.000</p>
      <p id="_paragraph-105">Pada saat barang di nyatakan jadi bagian produksi meneyerahkan barang jadi ke bagian persediaan atau dikenal dengan display disertai dengan dokumen surat penyerahan barang jadi. Sedangkan catatan akuntansi dan pengakuan barang jadi dijurnal sebagai berikut : </p>
      <p id="_paragraph-106">Persediaan Kaos Sablon6.400.000</p>
      <p id="_paragraph-107"> Barang Dalam Proses Kaos Sablon           6.400.000</p>
      <p id="_paragraph-108">Seperti halnya pada penentuan harga pokok produk kaos polos diatas pada penentuan harga pokok kaos sablon juga dilakukan analisis biaya standard seperti table berikut ini :</p>
      <p id="_paragraph-109">
        <bold id="_bold-106">Tabel </bold>
        <bold id="_bold-107">7.1</bold>
        <bold id="_bold-108">.</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-110">Perhitungan Harga Pokok Produksi Kaos Sablon</p>
      <table-wrap id="tbl7">
        <label>Table 7</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-111"/>
        </caption>
        <table id="_table-7">
          <tbody>
            <tr id="table-row-f8f6fc3121c5f98f406e14f54fc33490">
              <td id="e075a3c739b9c507cc384add51e44248">
                <bold id="_bold-109">No</bold>
              </td>
              <td id="bfdc0b88896d0002b29eef4a5f24b05c">
                <bold id="_bold-110">Komponen Biaya</bold>
              </td>
              <td id="674f0e3597a0410d1d03aa1be0b3dc11">
                <bold id="_bold-111">Biaya</bold>
              </td>
              <td id="1affcf07befa2303f0248dc02b68e3ae">
                <bold id="_bold-112">Biaya /</bold>
                <bold id="_bold-113">100 pcs</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ff0a68849bf7b9f15b1ec50443494921">
              <td id="b8e71d1170c3dd16dabc80af6ac814d8">1</td>
              <td id="46b59c6f7b8b676366df485e423ec123">Hpp Kaos Polos</td>
              <td id="ca7187ad23e67f717d13ecca9d412580">Rp31.500</td>
              <td id="2eecd246a5808b0ff109e7858979996e">Rp3.150.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-31fb6a2504281eda710e67be8c297ec4">
              <td id="e32de21e365a04c40f4dc8a83fd210a2">2</td>
              <td id="48a534bf5f9957ffc19ae88e87c6142b">Biaya desain dan sablon A4</td>
              <td id="e3815ac2c6048d652238204baf68c8dc">Rp20.000</td>
              <td id="c2a45df577f83cbb912901911bb5e3aa">Rp2.000.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-71c66f6d7f4f05bea0a41152a8399005">
              <td id="280d577b205fc4ebc0da569b38caf96d">3</td>
              <td id="47b1b071b8a110453f0ac98f7d61dfe0">Biaya penyusutan peralatan</td>
              <td id="d46efcd4c322ef9f7455ba903d51671d">Rp5.000</td>
              <td id="2902c16010515ae2a4e608e134e8cf36">Rp500.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4d7a3869faceb98b973b8c5249eddf45">
              <td id="245300eba603d5b8d9a520e30ff525dc">4</td>
              <td id="b8f85cf63561e58f08333abca0602128">Biaya tenaga kerja</td>
              <td id="1edfee762c982a84d9f48727530a3877">Rp7.500</td>
              <td id="83bd227ee119549398b96805e82790e7">Rp750.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2296ca28cddd950eb78670f8f020e104">
              <td id="15c07dd0ac8543a9be07f2b0fa223fb1" colspan="2">
                <bold id="_bold-114">Total HPP</bold>
              </td>
              <td id="2680157c04d72df27a7196bb0c1c3afa">
                <bold id="_bold-115">Rp. 64.000</bold>
              </td>
              <td id="545ba77474edbcf95ead1499279fcb5a">
                <bold id="_bold-116">Rp. 6.400.000</bold>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-112">Dengan tujuan ketika terjadi selesih biaya yang signifikan maka manjemen dalam mengambi; tindakan strategis lain supaya  biaya produksi dapat ditekan.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>V. Simpulan </title>
      <p id="_paragraph-113">Di UMKM Kaoz Kaoz, penerapan sistem akuntansi biaya belum sepenuhnya memadai, meskipun telah ada sistem yang digunakan untuk pencatatan biaya produksi. Untuk saat ini UMKM Kaoz Kaoz masih menggunakan pencatatan manual sebagai pembukuan akuntansinya, hal ini tentunya dipengaruhi oleh kurangnya SDM yang profesional untuk menghandle laporan keuangan UMKM. Pencatatan dilakukan melalui micsoft excel, selain itu komunikasi dan struktur organisasi yang ada i dalam UMKM berjalan dengan baik dan evaluasi selalu rutin dilakukan sehingga prosedur produksi sampai pencatatan keuangan berjalan sesuai standar yang berlaku. Dalam aspek pengendalian biaya, UMKM juga sudah melakukan pengendalian biaya didalam usahanya dimana ketika ada perubahan dalam bahan baku pemilik usaha melakukan penyesuaian melihat dengan kenaikan bahan baku dan mempunyai standar yang berbeda tergantung dengan berapa persen kenaikan bahan baku yang terjadi. Namun ada juga kelemahan yang ada adi UMKM ini salah satunya adalah mengalokasikan beberapa komponen biaya produksi, dimana perhitungan HPP pada kaos polos terjadi beberapa perhitungan yang kurang tepat seperti UMKM belum memasukkan biaya jahit dan benang yang digunakan dalam perhitungannya selain itu pada produk kaos sablon, biaya tenaga kerja dan biaya penyusutan peralatan sablon masih diperlakukan sebagai beban periodik, bukan sebagai bagian dari biaya produksi. Sebuah kesalahan yang dilakukan dalam alokasi biaya bisa menyebabkan harga pokok produksi lebih rendah daripada harga aslinya, hal ini sangat berpengaruh terhadap ke tidak tepatan penentuan harga jual sehingga mempengaruhi margin penjualan yang akan berakibat fatal nantinya. Sehingga dengan adanya pengendalian HPP bisa membantu untuk meminimalisir resiko tersebut. Selain itu UMKM Kaoz Kaoz juga selalu melakukan evaluasi terhadap penentuan HPP yang dihitung sehingga menjadi salah satu keunggulan UMKM terkait. Langkah tersebut akan membantu perusahaan menekan biaya produksi, meningkatkan akurasi penentuan harga pokok produksi, serta mempertahankan daya saing UMKM Kaoz Kaoz di industri fashion.</p>
      <p id="_paragraph-114">Sebaiknya UMKM Kaoz Kaoz mulai beralih dari pencatatan manual di Microsoft Excel ke sistem akuntansi sederhana berbasis aplikasi. Misalnya pakai aplikasi kasir atau UMKM gratis seperti BukuKas, Jurnal, atau Accurate Lite. Tujuannya agar pencatatan lebih rapi, tidak rawan salah, dan laporan bisa langsung jadi, dan perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan dalam alokasi biaya produksi. Biaya yang selama ini belum dimasukkan seperti biaya jahit dan benang untuk kaos polos, serta biaya tenaga kerja langsung dan biaya penyusutan peralatan sablon untuk kaos sablon harus dimasukkan sebagai bagian dari biaya produksi, bukan beban periodik. Hal ini agar HPP lebih akurat dan harga jual tidak merugi. Selain itu agar margin penjualan lebih jelas, perlu memisahkan antara biaya produksi, biaya tenaga kerja, dan biaya operasional lainnya. Ini akan membantu UMKM mengambil keputusan harga dan strategi promosi dengan lebih tepat.</p>
      <p id="_paragraph-115">Penelitian ini hanya dilakukan dalam periode waktu tertentu sehingga belum dapat menggambarkan fluktuasi biaya produksi dan penjualan UMKM Kaoz Kaoz dalam jangka panjang, seperti saat musim ramai atau sepi. Penulis hanya mengandalkan data pencatatan manual melalui Excel yang disediakan UMKM. Kemungkinan ada beberapa transaksi atau biaya kecil yang belum tercatat sehingga hasil analisis HPP belum 100% akurat.</p>
      <p id="paragraph-0d544f12cd1764195ed8cf9d142d6d1d">
        <bold id="bold-590316f79fe2ee5c22e4b71c0696aa40">Ucapan Terima Kasih </bold>
      </p>
      <p id="paragraph-929b3a76404212401a76030986e81c8b">Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi yang berjudul “Analisis Sistem Akuntansi Biaya Untuk Pengendalian dan Penentuan Harga Pokok Produksi (Pada UMKM Kaoz Kaoz)” dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Akuntansi pada Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing, kedua orang tua, serta seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan, motivasi, dan bantuan selama proses penyusunan skripsi ini.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
