<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Bankruptcy Prediction of Boycotted Firms Using Altman Z-Score Analysis</article-title>
        <subtitle>Prediksi Kebangkrutan Perusahaan yang Diboykoti Menggunakan Analisis Altman Z-Score</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Rosfian</surname>
            <given-names>Ilma Zulfiana</given-names>
          </name>
          <email>hanun@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Hanun</surname>
            <given-names>Nur Ravita</given-names>
          </name>
          <email>hanun@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-12-25">
          <day>25</day>
          <month>12</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>02</day><month>02</month><year>2025</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>
        <bold id="bold-2721df23aa20b8411e7bb01e1a25cf54">Pendahuluan </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-10">Setelah pandemi Covid-19, perusahaan menghadapi tantangan baru berupa boikot produk akibat memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza setelah serangan Israel pada 7 Oktober 2023, yang meningkatkan solidaritas global, termasuk di Indonesia . Berbagai kelompok masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan aktivis, merespons krisis ini dengan menggalang seruan boikot terhadap produk yang diduga mendukung genosida Israel di Jalur Gaza . Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 mendukung perjuangan Palestina dan menghimbau konsumen Muslim di Indonesia untuk menghentikan pembelian produk dari produsen yang berpihak pada Israel . Fatwa MUI yang berlaku mulai 8 November 2023 didasarkan pada publikasi daftar produk pro-Israel oleh Gerakan Boycott Divestment Sanctions (BDS) Indonesia, yang telah aktif sejak 2019 untuk mengajak masyarakat memboikot produk perusahaan besar yang mendukung serangan Israel terhadap Palestina, dengan harapan memberikan tekanan pada perusahaan-perusahaan tersebut . Informasi mengenai perusahaan yang berkontribusi dengan Israel diperoleh dari media terpercaya seperti Kompas.Id, Tempo.Co, Detik.com, dan sumber reputasi baik lainnya untuk memastikan validitas informasi. Perusahaan tersebut berpotensi mengalami dampak signifikan, seperti penurunan saham, pendapatan, dan perpindahan pelanggan ke merek alternatif, yang diharapkan dapat mendorong perubahan kebijakan dan praktik bisnis agar tidak dianggap mendukung konflik . Perselisihan antara Israel dan Palestina mengancam perekonomian global, dengan analisis teks yang digunakan dalam berbagai studi, termasuk media sosial dan berita tradisional . Berita tentang konflik ini semakin penting bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Perusahaan yang terkait dengan Israel dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan kinerja keuangan di tengah boikot, yang berdampak pada penurunan penjualan hingga 40% di sektor ritel dan restoran, serta mempengaruhi ekonomi Indonesia . </p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="bold-1">Gambar 1. Historical Harga Saham UNVR per 27 November 2023</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-11">Sumber : RTI Business</p>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image1.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-12">Pada gambar 1.  menunjukkan grafik saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mengalami penurunan signifikan sebesar 64% dalam lima tahun terakhir, dipengaruhi oleh aksi boikot, dengan harga saham tercatat di angka 3.280 pada minggu kedua November 2023. Selain itu, PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) juga terdampak, dengan penurunan saham sebesar 5,70% pada bulan yang sama . Penurunan harga saham berdampak pada PT Akasha Wira Internasional Tbk. (ADES), yang turun 7% dalam dua bulan terakhir, mencapai Rp8.725 per lembar pada 15 November 2023. PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) juga terpengaruh oleh boikot terhadap produk terkait Israel, termasuk iPhone. Selain itu, penolakan pembelian produk komputer Hewlett Packard (HP) yang dipasarkan oleh PT Metrodata Electronics Tbk. (MTDL) berpotensi mempengaruhi kinerja finansial MTDL, mengingat perangkat keras HP digunakan oleh militer Israel . PT Map Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB) adalah bagian dari MAP Group yang mengelola berbagai merek makanan dan minuman terkenal dari luar negeri. Beberapa merek yang dikelola termasuk Starbucks, <italic id="_italic-6">Burger King, Pizza Express, Krispy Kreme, Cold Stone Creamery, Godiva, dan Genki Sushi,</italic> yang dapat ditemukan di berbagai mal dan pusat perbelanjaan di Indonesia . PT Sarimelati Kencana Tbk. (Pizza Hut di Indonesia) terdampak aksi boikot, yang menyebabkan penurunan laba perusahaan. Pada tahun 2022, margin laba bersih tercatat sebesar -0,6% akibat kerugian, sehingga perusahaan tidak menghasilkan laba bersih. Situasi serupa berlanjut pada tahun 2023, dengan margin laba bersih mencapai -2,7% . </p>
      <p id="_paragraph-13">Aksi boikot produk Israel dapat menyebabkan kesulitan keuangan serius bagi perusahaan. Penting bagi pengurus, investor, dan pihak terkait untuk mengenali tanda-tanda awal kesulitan keuangan agar dapat mencegah kebangkrutan . Kebangkrutan menunjukkan perusahaan berada di titik terburuk kesulitan keuangan. Analisis kebangkrutan pada laporan keuangan bertujuan mengidentifikasi indikasi awal kemungkinan kebangkrutan, sehingga perusahaan dapat mengambil langkah pencegahan . Perusahaan dapat memprediksi kebangkrutan menggunakan rasio keuangan, salah satunya melalui metode Altman Z-Score. Metode ini menggabungkan berbagai rasio keuangan untuk mengukur kemungkinan kebangkrutan suatu perusahaan berdasarkan nilai-nilai tertentu . </p>
      <p id="paragraph-66443852bf037ffff17e3a413097baf7">Metode <italic id="_italic-34">Z-Score</italic> yang ditemukan oleh <italic id="_italic-35">Altman</italic> pada tahun 1968 memiliki kelebihan dibandingkan metode lain dalam memprediksi kebangkrutan. Metode ini menganalisis berbagai aspek, seperti kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendek, menghasilkan keuntungan, dan melunasi semua hutang . Prosesnya sederhana, di mana perusahaan hanya perlu memasukkan angka-angka keuangan ke dalam rumus untuk menghasilkan nilai akhir yang disebut <italic id="_italic-36">Z-Score</italic>, yang diperoleh dari penjumlahan beberapa rasio keuangan yang dikalikan dengan angka tertentu . Model Z-Score dipilih sebagai metode untuk memprediksi kondisi financial distress karena kemudahan penggunaannya, tingkat akurasi yang tinggi, serta penggunaan rasio yang mencerminkan kombinasi antara faktor internal dan eksternal perusahaan . Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya menunjukkan bahwa Perusahaan yang berisiko mengalami kebangkrutan atau kesulitan keuangan telah dikenali bahwa <italic id="_italic-37">Z-Score</italic> sebagai metode yang efektif. Tingkat akurasi ini dievaluasi melalui berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa model ini mampu memprediksi kebangkrutan dengan tingkat kesalahan yang lebih rendah dibandingkan dengan metode lainnya . Model <italic id="_italic-38">Altman Z-Score</italic> yang digunakan untuk memprediksi kemungkinan kebangkrutan suatu perusahaan, telah terbukti efektif dalam memberikan hasil yang akurat dengan menunjukkan keakuratan hingga 95% . Model <italic id="_italic-39">Altman Z-Score</italic> memiliki tiga jenis: <italic id="_italic-40">Original</italic>, <italic id="_italic-41">Revisi</italic>, dan <italic id="_italic-42">Modifikasi</italic>. Model <italic id="_italic-43">Modifikasi</italic> menggunakan empat rasio keuangan yaitu modal kerja terhadap total aset, laba ditahan terhadap total aset, EBIT terhadap total aset, dan nilai buku ekuitas terhadap nilai buku utang untuk menganalisis kebangkrutan. Rasio-rasio ini digunakan untuk menganalisis potensi kebangkrutan perusahaan. Fleksibilitas model memungkinkannya untuk digunakan di beragam tipe perusahaan, termasuk sektor manufaktur dan non-manufaktur, serta perusahaan terbuka maupun tertutup . </p>
      <p id="_paragraph-14">Penelitian ini mengadopsi teori sinyal dan teori keagenan. Teori sinyal mendeteksi masalah keuangan melalui sinyal dalam laporan keuangan, seperti penurunan laba atau peningkatan hutang. Teori keagenan menjelaskan risiko kebangkrutan akibat perbedaan kepentingan dan asimetri informasi antara manajemen dan pemilik, di mana pengawasan yang lemah dapat meningkatkan manipulasi informasi yang mengancam keberlangsungan perusahaan. Penelitian yang dilakukan peneliti sebelumnya berdasarkan perhitungan menggunakan metode <italic id="_italic-7">Altman Z-Score</italic>, PT Acset Indonusa Tbk. dan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. berada dalam kondisi keuangan yang mengkhawatirkan. PT Acset Indonusa Tbk. memiliki nilai <italic id="_italic-8">Z-Score</italic> yang lebih rendah karena lemahnya indikator X2 dan X3. Meskipun PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. menunjukkan nilai yang lebih baik, kedua perusahaan tetap terindikasi memiliki risiko kebangkrutan tinggi, karena nilai <italic id="_italic-9">Z-Score</italic> keduanya berada di bawah ambang batas aman 1,8 . Studi serupa telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya dalam temuan penelitiannya menunjukkan bahwa nilai <italic id="_italic-10">Z-Score</italic> PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. dari tahun 2017 hingga 2021 berada di atas ambang Zona Aman, yang mengindikasikan kondisi keuangan yang stabil. Namun, kinerja keuangannya menunjukkan kecenderungan menurun, yang jika tidak ditangani dapat mengakibatkan masalah keuangan dan berisiko mengarah pada kebangkrutan . Penelitian sejenis juga dilakukan oleh peneliti sebelumnya yang menyatakan bahwa PT Kalbe Farma Tbk. menunjukkan nilai <italic id="_italic-11">Z-Score</italic> yang stabil di atas 2,90 selama periode 2011-2019, yang mengindikasikan bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang sehat. Nilai <italic id="_italic-12">Z-Score</italic> tertinggi tercatat pada tahun 2014 dengan angka 6,18, sementara nilai terendah terjadi pada tahun 2011 sebesar 2,971, meskipun tetap berada dalam kategori aman. Kinerja keuangan perusahaan yang baik ditopang oleh tiga faktor utama: pertumbuhan penjualan, tingginya nilai total aset, dan stabilnya modal kerja . Penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya menunjukkan bahwa PT. Astra International dari tahun 2016 hingga 2020, perusahaan ini berada dalam kategori berpotensi bangkrut pada triwulan I, sementara pada triwulan II masuk dalam area abu-abu. Di sisi lain, PT. Mandom Indonesia menunjukkan kondisi yang sehat atau aman pada kedua triwulan tersebut. PT. Gudang Garam juga berada dalam area abu-abu pada triwulan I dan II. Sementara itu, PT. Sri Rejeki      Isman tergolong sebagai perusahaan yang berpotensi bangkrut pada kedua triwulan tersebut .</p>
      <p id="_paragraph-15">Hingga saat ini, belum ada penelitian yang secara khusus mengkaji dampak boikot konsumen terkait konflik Israel-Palestina terhadap prediksi kebangkrutan perusahaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data dari sumber kredibel seperti Kompas.com dan Detik.com untuk memastikan validitas informasi. Fokus penelitian adalah analisis prediksi kebangkrutan menggunakan model Altman Z-Score pada perusahaan yang terdampak boikot di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 2019-2023. Kebaruan penelitian terletak pada penekanan dampak boikot yang berkaitan dengan isu sosial-politik, serta adaptasi model Altman Z-Score untuk analisis ini. Penelitian ini juga mengintegrasikan teori sinyal dan teori keagenan untuk memberikan kerangka teoritis yang komprehensif, diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi akademisi, praktisi, dan investor mengenai dampak sosial-politik terhadap kesehatan finansial perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-16">
        <bold id="_bold-9">Pengembangan Hipotesis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-17">
        <bold id="_bold-10">
          <italic id="_italic-13">Working Capital to Total Assets</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-11">(X1) Berpengaruh Terhadap Prediksi Kebangkrutan Perusahaan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-18">Berdasarkan penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa rasio <italic id="_italic-14">Working Capital to Total Assets</italic> berdampak positif pada Financial Distress di kalangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil ini menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghindari kesulitan keuangan . Faktor utamanya adalah keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan modal kerja yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, membiayai operasional harian, dan menjalankan bisnis secara efisien. Pengeluaran-pengeluaran yang diperlukan dapat tertutup berkat ketersediaan aset lancar yang memadai </p>
      <p id="_paragraph-19">H1 : <italic id="_italic-15"><bold id="_bold-12">Working Capital to Total Assets</bold></italic><bold id="_bold-13">Berpengaruh Positif Terhadap Prediksi Kebangkrutan Perusahaan</bold></p>
      <p id="_paragraph-20">
        <bold id="_bold-14">
          <italic id="_italic-16">Retained Earnings to Total Assets</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-15">(X2) Berpengaruh Terhadap Prediksi Kebangkrutan Perusahaan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-21">Rasio ini mengukur profitabilitas kumulatif, di mana umur perusahaan berpengaruh signifikan. Perusahaan yang lebih lama beroperasi cenderung memiliki akumulasi laba ditahan yang lebih besar, sementara perusahaan muda biasanya menunjukkan rasio rendah, kecuali jika mereka memperoleh laba besar di awal. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa rasio <italic id="_italic-17">Retained Earnings to Total Assets</italic> memiliki korelasi kuat dengan risiko kebangkrutan perusahaan manufaktur di Indonesia. Rasio ini merupakan indikator penting untuk memprediksi kesulitan keuangan perusahaan. Hasil dari Analisis diskriminan telah menunjukkan bahwa rasio <italic id="_italic-18">Retained Earnings to Total Assets</italic> berkontribusi positif terhadap distress keuangan perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia .</p>
      <p id="_paragraph-22">
        <bold id="_bold-16">H2 : </bold>
        <bold id="_bold-17">
          <italic id="_italic-19">Retained Earnings to Total Assets</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-18">Berpengaruh Positif Terhadap Prediksi Kebangkrutan Perusahaan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-23">
        <bold id="_bold-19">
          <italic id="_italic-20">Earnings Before Interest and Taxes to Total Assets</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-20">(X3) Berpengaruh Terhadap Prediksi Kebangkrutan Perusahaan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-24">Variabel rasio earnings before interest and tax to total assets memiliki pengaruh positif terhadap financial distress. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis 3, yang menyatakan bahwa rasio tersebut berpengaruh positif terhadap financial distress, "diterima” . Dari studi lain yang telah dilakukan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang menyimpang (<italic id="_italic-21">outlier data</italic>). Oleh karena itu, <italic id="_italic-22">rasio Earnings Before Interest and Taxes to Total Assets</italic> dianggap memenuhi syarat untuk analisis diskriminan. Selain itu, <italic id="_italic-23">output</italic> menunjukkan bahwa nilai <italic id="_italic-24">Wilks' Lambda</italic> dari variabel independen lebih besar dari α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen memiliki pengaruh positif terhadap <italic id="_italic-25">Financial Distress</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-25">
        <bold id="_bold-21">H3 : </bold>
        <bold id="_bold-22">
          <italic id="_italic-26">Earnings Before Interest and Taxes to Total Assets</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-23">Berpengaruh Positif Terhadap Prediksi Kebangkrutan Perusahaan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-26">
        <bold id="_bold-24">
          <italic id="_italic-27">Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-25">(X4) Berpengaruh Terhadap Prediksi Kebangkrutan Perusahaan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-27">Rasio <italic id="_italic-28">Market Value Equity</italic> terhadap Total <italic id="_italic-29">Liabilities</italic> menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban menggunakan modal sendiri, serta menunjukkan beban utang dibandingkan dengan modal yang dimiliki. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan melunasi semua kewajiban, baik jangka pendek maupun jangka panjang, jika perusahaan dilikuidas . Prediksi kebangkrutan perusahaan dipengaruhi secara signifikan oleh rasio <italic id="_italic-30">Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities</italic>. Dalam model <italic id="_italic-31">Altman Z-Score</italic>, rasio ini ditunjukkan sebagai X4 yang memiliki pengaruh positif terhadap financial distress. Nilai X4 yang lebih tinggi mengindikasikan risiko kebangkrutan yang lebih rendah. Sebuah nilai X4 yang tinggi menunjukkan bahwa ekuitas perusahaan jauh lebih besar dibandingkan dengan total kewajibannya. Hal ini berarti perusahaan lebih mampu menutupi utang dan menghindari <italic id="_italic-32">financial distress </italic>.</p>
      <p id="_paragraph-28">
        <bold id="_bold-26">H4 : </bold>
        <bold id="_bold-27">
          <italic id="_italic-33">Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-28">Berpengaruh Positif Terhadap Prediksi Kebangkrutan Perusahaan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-29">
        <bold id="_bold-29">Kerangka Konseptual</bold>
      </p>
      <fig id="figure-panel-4649bbf3a996637e190d24a748f24515">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-32">Gambar 2. Kerangka Konseptual</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-26e46726442138c03afd80dcd1643746"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-8e4dfb3caecd268b18aab87b93d4b4a8" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11369-01.png"/>
      </fig>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>
        <bold id="bold-c00bd5967cb59ab64a2ee6c63ee920ac">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-30">Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, yang berpijak pada filosofi positivisme. Dalam pelaksanaannya, penelitian dilakukan terhadap populasi atau sampel yang telah ditentukan, menggunakan instrumen penelitian untuk mengumpulkan data. Pengujian hipotesis yang telah ditetapkan dilakukan melalui analisis data statistik .  Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Dengan demikian, peneliti menganalisis objek penelitian melalui data numerik. Data sekunder yang diperoleh peneliti melalui perantara atau sumber lain sebagai informasi tambahan digunakan dalam penelitian ini. Data sekunder ini berasal dari buku, jurnal, laporan keuangan, situs resmi, dan sumber lain yang memiliki tingkat kredibilitas yang baik . Sumber data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan yang berafiliasi dengan Israel  pada tahun 2019 hingga 2023 yang berasal dari <italic id="_italic-44">www.idx.co.id</italic> situs web resmi Bursa Efek Indonesia. Dalam hal ini, data dalam laporan keuangan yang dipakai adalah laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan. </p>
      <p id="_paragraph-31">Penelitian menggunakan empat variabel independen berupa rasio keuangan yang terdiri dari <italic id="_italic-45">Working Capital to Total Asset, Retained Earnings to Total Asset, Earnings Before Interest and Tax to Total Asset, dan  Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities yang merupakan variabel independen</italic>. Sedangkan untuk variabel dependennya adalah prediksi kebangkrutan.</p>
      <p id="_paragraph-32">
        <bold id="_bold-33">Definisi Operasional Variabel</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-33"><italic id="_italic-46"><bold id="_bold-34">Working Capital to Total Assets</bold></italic><bold id="_bold-35">(X1), </bold>Untuk menilai kapasitas perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek dengan menggunakan aset yang dimiliki, digunakan sebuah rasio. Modal kerja sendiri dapat dihitung dengan mengurangkan kewajiban lancar dari aset lancar. Berikut adalah indikator-indikatornya :</p>
      <fig id="figure-panel-629265ed68ca3c142224565e73506276">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-2e6f91723674affbe59584b0a4a9ba4f"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-d2990fd99d04c843207d5d5c34b0d67c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11369-02.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-34"><italic id="_italic-47"><bold id="_bold-36">Retained Earnings to Total Assets</bold></italic><bold id="_bold-37"> (X2), </bold>Pengukuran efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba operasional perusahaan dilakukan menggunakan sebuah rasio khusus. Nilai rasio yang tinggi mencerminkan optimalisasi penggunaan aset dan pengurangan risiko kesulitan keuangan, sedangkan nilai rendah menandakan kondisi sebaliknya. Apabila pemegang saham biasa mengizinkan perusahaan melakukan reinvestasi atas laba yang tidak dibagikan sebagai dividen, maka terbentuklah laba ditahan. Perhitungan rasio ini menggunakan rumus spesifik : </p>
      <fig id="figure-panel-b121e2482fba35b0bb1440d92c20e20c">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-afd4387c7ddd01e4996450377c070771"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-b5ed3486223324d19db09c31d8819712" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11369-03.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-35"><italic id="_italic-48"><bold id="_bold-38">Earnings Before Interest and Taxes to Total Assets</bold></italic><bold id="_bold-39"> (X3), </bold>Efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset-asetnya sebelum dikurangi biaya bunga dan pajak digambarkan oleh rasio ini. Perhitungan rasio ini dapat dilakukan dengan menggunakan rumus tertentu :</p>
      <fig id="figure-panel-f319850407857f4afd3875ee2413dd44">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-b9717605147254d67ad219c6242c0f28"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-4ba40c013ba74b8b83cfaa39fa70ae7e" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11369-04.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-36"><italic id="_italic-49"><bold id="_bold-40">Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities</bold></italic><bold id="_bold-41"> (X4), </bold>Untuk menilai kapasitas perusahaan dalam pemenuhan kewajiban keuangannya berdasarkan nilai pasar saham, digunakan sebuah rasio khusus. Perhitungan nilai pasar ekuitas dilakukan dengan mengkalkulasikan jumlah saham yang beredar dikalikan harga pasar per lembar sahamnya. Adapun nilai buku utang merupakan hasil penjumlahan dari kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. Terdapat rumus spesifik untuk menghitung rasio ini :</p>
      <fig id="figure-panel-4f3417a8ad709006d53e2ca2e975d5b2">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-6d52a14853e731fdeac4362aa8818929"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-4833699c85f16aaaa3a33fc226b86189" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11369-05.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-37"><bold id="_bold-42">Prediksi Kebangkrutan (Y), </bold>perkiraan kondisi di mana perusahaan tidak mampu melunasi seluruh kewajiban finansialnya dengan aset yang tersedia. Metode ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk mencegah potensi kegagalan finansial perusahaan. Prediksi kebangkrutan ini diukur menggunakan nilai <italic id="_italic-50">Altman Z-Score</italic><italic id="_italic-51"> Modifikasi</italic> : </p>
      <p id="_paragraph-38">Z = 6, 56X1 + 3,26X2 +  6,72X3 + 1,05X4</p>
      <list list-type="order" id="list-fcb21be4b485700e891d2fdef724f2a3">
        <list-item>
          <p>Perusahaan dengan nilai Z  2,6 dianggap dalam kondisi sehat dan tidak menghadapi masalah keuangan. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan dengan nilai 1,1  Z 2,6 termasuk dalam zona abu-abu, menunjukkan kemungkinan menghadapi kesulitan keuangan. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan dengan nilai Z  1,1 dikategorikan mengalami masalah keuangan atau berada dalam kondisi <italic id="_italic-52">financial distress</italic></p>
        </list-item>
      </list>
      <sec id="sec-2_1">
        <title>
          <bold id="_bold-43">Populasi dan Sampel</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-39">Dalam penelitian ini, populasi yang diteliti adalah perusahaan yang terdaftar di BEI dan yang mendukung Israel maupun yang berafiliasi dengan Israel seperti McDonald's, Starbucks, Pepsi, Coca-Cola, Nestlé, Unilever, Kraft, Fanta, KFC, Burger King, dan Pizza Hut. Untuk menentukan sampel, peneliti menggunakan metode <italic id="_italic-53">purposive sampling</italic> dengan seleksi pengambilan sampel sebagai berikut:</p>
        <table-wrap id="tbl1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="_bold-44">Tabel 1. Seleksi Sampel</bold>
            </title>
            <p id="_paragraph-41"/>
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-f9d003e344843a54592a79d43b1d9220">
                <td id="d4740d009d631873cc17d87848a803f1">No.</td>
                <td id="73edf5bf383b2820e1d144037ded2a12">Pertimbangan</td>
                <td id="1f704cff5202bf87c34e6029baf228c5">Jumlah</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bdf861293b186224a0fd50beb08c3129">
                <td id="3f682a1240227bb8b1336230e7fbc97d">1.</td>
                <td id="42d6bcc59001938b4a390debf2188e85">Perusahaan yang terkena isu boikot konsumen</td>
                <td id="be27b9726e631380f3506854a09e6727">28</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-af2dc2c28a728785b1292726179734cf">
                <td id="dc3cdc130d7223241a5f90e843dddd86">2.</td>
                <td id="f72be9d3bc6164556fd1f12e065eb743">Perusahaan yang berafiliasi menurut media massa daring yang terpercaya (Kompas.Id, Tempo.Co, Detik.com, Bdnaash.Com, dll)</td>
                <td id="2de67c5929399ee644b2cc654afc2fa1">9</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-757b28afa236283b40317ae01d179fd2">
                <td id="29b66bb6ab9e9e2d33d2db32da937a23">3.</td>
                <td id="b9164b65159ae9397f4d83c2f61b60f4">Perusahaan yang tidak mepublikasikan laporan keuangan secara berturut-turut di tahun 2019-2023</td>
                <td id="715c03711c353c7cb68cab5736453329">0</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-db1e705ad5f11280799bdb146eeae6bc">
                <td id="c8aa75891f0cc1513003a01789446dec">4.</td>
                <td id="407330e2bf4b0a1cde7676f5be08e787">Sampel terpilih</td>
                <td id="8f5a204e15722db4566b5256f7e4b5fe">9</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0ab0f5168bb80d1b60fe6652b71b6145">
                <td id="1cec4591fd28e21101fb5f7aa6d2896e">5.</td>
                <td id="11a4cc1a7f46f4ec209d4455550b0003">Periode Penelitian 2019-2023 </td>
                <td id="c4b9983e2f957282858c9676a74bf7b6">5</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ceca4dc4d56f04f83c4b585ed453cde4">
                <td id="1c1689a671eedeabfdfcd9215bea3ab1">6.</td>
                <td id="b5f89d43efeaa187b63c8b7c192feb8f">Total Sampel</td>
                <td id="191d3fd94fd4d59949f4e6d69ce5dc47">
                  <bold id="_bold-45">45</bold>
                </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <table-wrap id="tbl2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="bold-2933aec5d36bc722bf449add24456333">Tabel 2. Tabel Nama Perusahaan.</bold>
            </title>
            <p id="_paragraph-43"/>
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-986d087ab442092fd53e9acdc2a6dff3">
                <td id="e4db208660c8d5aa8a031480fe17dfe5">Kode Perusahaan</td>
                <td id="32d9fcc2e85ff5d52e64268e30e58d37">Keterangan</td>
                <td id="eb9660ee610ff37007b997d449909ee8">Nama Produk</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-562210292e19c120e32ef25f953ee14b">
                <td id="ccf7cb4bb6e38c8694154d0c8d4a5cff">FAST</td>
                <td id="00c85514b10a4e5f6464c2e99b8b4d6c">PT Fast Food Indonesia Tbk.</td>
                <td id="62a36370c3427ea1264f20ff85f829fa">KFC dan Taco Bell</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d2aa22884ebb2f8ef922878cc0474502">
                <td id="f3eb2bba9c406bceb414dddc1e15bab3">UNVR</td>
                <td id="1225f3e5b9570d0d5aa9d589f7e061aa">PT Unilever Indonesia Tbk.</td>
                <td id="2381b148578be536eedd6abdd0cf5354">Bango, Buavita, AXE, Citra, Clear, Dove, Pepsodent, Lux, Magnum, Molto, Pond’s, Rexona, Rinso, Sariwangi dll. </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c9b18325ae5f863f0609eef5c372fcd4">
                <td id="72513ff635da2aa3b6e14fc34a7d4808">ADES</td>
                <td id="0a24b6ad606ef7934d3bfc4422466ee7">PT Akasha Wira Internasional Tbk.</td>
                <td id="047839d6c98381c97895fd02e88dbe49">Nestlé dan Coca-Cola</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6d42a4a4a90b8759ccb36cebe27ba7fc">
                <td id="8874b95663af5b20005e3fcc8fd412a4">ERAA</td>
                <td id="2bf0bd2ddf5f7bf8a3fa77ccbb305c55">PT Erajaya Swasembada Tbk.</td>
                <td id="6c4f43c1bacf1de2364076dfa7204143">iPhone</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1609d01b3a7a8204c4d59edbd8e4b1a4">
                <td id="ee869b07617db1eb860e6757ed1c962b">MTDL</td>
                <td id="ad22568f0ae8a1dd2c387ca4dcd5a32e">PT Metrodata Electronics Tbk.</td>
                <td id="d9879389b372c5152bf920942274d800">Laptop Hewlett Packard (HP)</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-531b8f5e979d58fe4114b6178ac85e0c">
                <td id="8013cd71818c45d553fb0b61420143ac">MAPB</td>
                <td id="fa8faabc46033df84c0a89f9fd9860e0">PT Map Boga Adiperkasa Tbk.</td>
                <td id="1f3d3638e2d0823a1e86f7f7f92814c3">Starbucks, Burger King, Pizza Express, Krispy Kreme, Cold Stone Creamery, Godiva, dan Genki Sushi</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ca6c685eee09517b267cc4c5cbbce4f4">
                <td id="d75e5662253a3399223737f7e671418d">PZZA</td>
                <td id="7dec19ce0cef4afcb96b5a7ff9add0e3">PT Sarimelati Kencana Tbk.</td>
                <td id="8e6549af6026f495932de149afcefe8a">Pizza Hut</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cb4168383c6cce6038760b6010c06e87">
                <td id="8258417a2a02f0d456210bf26e4ef0b5">ULTJ</td>
                <td id="519ee4842b98e31afe29a5ae3c95583b">PT Ultrajaya Tbk.</td>
                <td id="22f8bc377f1403430491293301ec06a8">Ultramilk</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f2921d03cfc9caf08f9aa25105d4ad86">
                <td id="5bc660b3990b41bf7b6416986948f2cd">INDF</td>
                <td id="2c2777ba1f6eb8f8dd6ac13975650423">PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.</td>
                <td id="13b7fbea7a0920f5ec95dcfaf548dce0">Indomie, Supermie, Intermie, Indomilk, dan produk daily lainnya</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-44">
          <bold id="_bold-47">Metode Pengumpulan Data</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-45">Teknik dokumentasi dipilih sebagai metode untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, di mana prosesnya melibatkan pengumpulan informasi dari berbagai dokumen finansial perusahaan. Data yang dihimpun berasal dari laporan keuangan termasuk neraca dan laporan laba rugi, dengan rentang waktu dari tahun 2019 hingga 2023. </p>
        <p id="paragraph-c999eb95177b86a7cd83189536aa9a77">
          <bold id="_bold-48">Teknik Analisis Data</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-46">Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data dari laporan perusahaan yang berkaitan dengan variabel penelitian, kemudian menghitung rasio sesuai rumus yang telah ditetapkan. Selanjutnya, menganalisis dan membahas prediksi financial distress perusahaan dengan menggunakan metode <italic id="_italic-54">Altman Z-Score</italic>, yang bertujuan untuk menetapkan kategori atau menilai tingkat kesehatan keuangan perusahaan secara komprehensif. Analisis data dilakukan menggunakan teknik pengolahan data melalui program SPSS. Dimulai dengan Uji Statistik Deskriptif untuk menganalisis karakteristik sampel data, selanjutnya dilakukan Uji Normalitas dan Uji Hipotesis.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-7b15e2df5b58a63e7c43f978af4739bd">
      <title>
        <bold id="bold-86a4e301b7c44125fc63816c9f485475">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <table-wrap id="table-figure-54a31d3354ffff272ded9ce1387f4b50">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>  Tabel 3. Hasil Perhitungan Altman Z-Score Modifikasi</title>
          <p id="paragraph-68506a68d53220b3d7b1d534e5a15540"/>
        </caption>
        <table id="table-bc34bf2d808dec6c91fa7f4701133b3b">
          <tbody>
            <tr id="table-row-acbdac469cd1dfd24ed8946fa4060a34">
              <td id="table-cell-a676a0b6c8f4f0831c2a254c15c4b0ce"> Kode </td>
              <td id="table-cell-e3ba84b5407c0234f897541190ad5869"> Nama Perusahaan </td>
              <td id="table-cell-4daac209c658f55cff3787d6fbbc5825"> Tahun </td>
              <td id="table-cell-0369eaf82d4acd8c80be73c528a0e635"> Z-Score </td>
              <td id="table-cell-ec57e2923cf05cf693e90a05fc4d8b15"> Kategori </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9a96a798de65cefa3ed062abcb316ddb">
              <td id="table-cell-0c1936c45391a1067412924396d3139c" rowspan="5"> FAST </td>
              <td id="table-cell-674b97bb4e255e478648af03e0831ddd" rowspan="5"> PT. Fast Food Tbk </td>
              <td id="table-cell-3814ae0bcd60306304762ec7620dab84"> 2019 </td>
              <td id="table-cell-352132aa3d272ed2c4f6d7ed3f47dc76"> 4,062 </td>
              <td id="table-cell-9770d2540a0ab0da28f1e2e161f4e6b6"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8c8ebf6b37fed45061ad36d08b84a362">
              <td id="table-cell-d024618917e3d563f28d584e5abdbc78"> 2020 </td>
              <td id="table-cell-7e394a4148255b846f466ea9801cb24b"> 0,898 </td>
              <td id="table-cell-567378d8db7fa481a41860e9e97ac9f3"> Bangkrut </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8e6bb6653585038a5eb6417978e861db">
              <td id="table-cell-c50023799c13dcd7ccff8a6e73a3a792"> 2021 </td>
              <td id="table-cell-75c081d2a672fd5ce36f25630338c117"> 0,044 </td>
              <td id="table-cell-bbf6eb938a5124e92af9cfc1813a8be6"> Bangkrut </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cd351dffe9d76162e5796e1aed3fccc0">
              <td id="table-cell-1b66da5d989cd08232d7af6b6530e7b7"> 2022 </td>
              <td id="table-cell-953527ae173b900d74085ec6b5081840"> 0,388 </td>
              <td id="table-cell-63273a716884d4f3823a7404e82d1172"> Bangkrut </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7ea1cd196d2e21cdb550012c90a5e46e">
              <td id="table-cell-ddfedb6b65cfff41451ad1d81bc9d6be"> 2023 </td>
              <td id="table-cell-bd6518de63b422775401096b3167b2e2"> -1,698 </td>
              <td id="table-cell-18656ef12fec45728dae41a724275d7d"> Bangkrut </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-36c8e7d8ae15a530500a799dabf6340b">
              <td id="table-cell-08a6e0ed74f594daf88d1ca9ff7818bd" rowspan="5"> UNVR </td>
              <td id="table-cell-9ce68bef0789c19176984fe91ad9ad05" rowspan="5"> PT. Unilever Indonesia Tbk </td>
              <td id="table-cell-eab295c3ef63e3df38fc0acde0623cf0"> 2019 </td>
              <td id="table-cell-4b63b1c883a5971e62920c715dba3c51"> 2,947 </td>
              <td id="table-cell-19b4765f71d41c46a22773986c587051"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0be0056ccc40692d65b50875938e2665">
              <td id="table-cell-04d37f7541cba2ca34ceda0dd2c107d1"> 2020 </td>
              <td id="table-cell-4ba8e20455abe7ae7f6bc97e2a94e7ba"> 2,653 </td>
              <td id="table-cell-572e85667f854dc80f2b4acc9961d613"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a40bdab04cb9a8aa4f411089a9f3a957">
              <td id="table-cell-25acecf204ca069928889cfcc21328fb"> 2021 </td>
              <td id="table-cell-ee8ca19064f0a3cd5a4005269d9159fe"> 2,004 </td>
              <td id="table-cell-4ada61688c7036a8e186a29db6efef2f"> Grey Area </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-619bf1b7bcfd15a775536ab2717e9be5">
              <td id="table-cell-a331a43f07eed934b6f77ee6343bf187"> 2022 </td>
              <td id="table-cell-01cb68e8405f10ee5c67597d3e49ef3a"> 1,791 </td>
              <td id="table-cell-f7dbb1bb3c17c73e2eb4d3048728ddab"> Grey Area </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-340be881166d2f87e28400ca1e71fa74">
              <td id="table-cell-42edaf050c9a33f2660b892a27a7a9bf"> 2023 </td>
              <td id="table-cell-0ec6ea87adf54b24c501da5923c5d7c8"> 1,412 </td>
              <td id="table-cell-7b8f755cbae6ddb4bebca52268f87c7e"> Grey Area </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-41725cce790f22d374d9c722403b86d6">
              <td id="table-cell-ea2bb92ab491f447d187c96624907718" rowspan="5"> ADES </td>
              <td id="table-cell-360a23887d0b7129403443a571c92467" rowspan="5"> PT. Akasha Wira International Tbk </td>
              <td id="table-cell-49da7de29f8fb90c0c1c149dd6e6f14a"> 2019 </td>
              <td id="table-cell-348da7f10878df6ffadd03e220c6f2ae"> 3,650 </td>
              <td id="table-cell-dfb2c5418fea93f8c91125f021658a46"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-436f46a2823ef61442905d1496b33b64">
              <td id="table-cell-535a05d9a6dbfc7e5d51c0d40a8dd98e"> 2020 </td>
              <td id="table-cell-e52e8b52f0f55417c4341f95e48a9362"> 8,924 </td>
              <td id="table-cell-438ee1c1c2191f65d16a65877ff26ab9"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5ce8645022f7797c7d180708508cfb58">
              <td id="table-cell-b51334ba13f6b432ab05917c8faa9c5f"> 2021 </td>
              <td id="table-cell-b836c765a38eb69ca9dec9004506ae24"> 10,364 </td>
              <td id="table-cell-00202e13cb5beb4f9a3d06def6329832"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-88bb5c4f20c40371c30a98300bcb4542">
              <td id="table-cell-395ae061a77d312e80d99fe330e6fd16"> 2022 </td>
              <td id="table-cell-5247cd40fa7eb283fca54cc89af1fc70"> 9,655 </td>
              <td id="table-cell-71cebb21df71f5fb7d4fcdf4f5f1a90b"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b042dea791dec8827c64c78e3a664fa2">
              <td id="table-cell-74559086b965ddd60e8e66b24c09d82e"> 2023 </td>
              <td id="table-cell-f3b423d204360b392e0774bc77ef4bb3"> 11,083 </td>
              <td id="table-cell-3d765eb2f8e4f7912ccdce5f42af9c41"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9f9785b1bd07b76ba773552919b8c5d5">
              <td id="table-cell-415c2ebef437a739eec642efc219a12e" rowspan="5"> ERAA </td>
              <td id="table-cell-336201a9a3ef06157ef395e6ffe76dfd" rowspan="5"> PT. Erajaya Swasembada Tbk </td>
              <td id="table-cell-47332e747fec256deaebcb83dd3ea0f8"> 2019 </td>
              <td id="table-cell-dc8567718b33ea258e8cb8e1c9aff46d"> 3,863 </td>
              <td id="table-cell-c82802efb6211bb1a315d04ddcaeff45"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3d492cd881dcbe00acff86bf4392efe6">
              <td id="table-cell-561806b23b2a0d9a994d111d9fc99521"> 2020 </td>
              <td id="table-cell-6936be9ed95f6763a79fcf6636bb0c44"> 2,996 </td>
              <td id="table-cell-5208117bb7f2fb4d5b9d08ba44c9ab03"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-de6b5816a2867e32bc5323470e5d1380">
              <td id="table-cell-aa421a077dd2c4c0eefa913ca5f69301"> 2021 </td>
              <td id="table-cell-5c32eacc9749abf83fbf838fed7677bd"> 3,519 </td>
              <td id="table-cell-1f219c24f64716b7f9a72fbc0273d4e9"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8f4efd8a5386abd423850e4bdcc4a532">
              <td id="table-cell-5175e861ef8c590ccada44db54c78ffa"> 2022 </td>
              <td id="table-cell-88b0d439acc38684f3f14f0ec1fdb214"> 2,586 </td>
              <td id="table-cell-4b452bcc03e7e21a5c8bb366cb107002"> Grey Area </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-453234accf33cbb31f98d00978fcfed5">
              <td id="table-cell-6326ffc66c47e836ce7bd22c3790809d"> 2023 </td>
              <td id="table-cell-7a396eae7f7f94640f3c84a725af27e1"> 3,190 </td>
              <td id="table-cell-1c8138346990d87b449a18b64dc1febb"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dadd4f345373ae0387c82b5450623e68">
              <td id="table-cell-fc3bc969128633f14d606111a1f1582c" rowspan="5"> MTDL </td>
              <td id="table-cell-f7774a2aeba101dc14c72681fff4db27" rowspan="5"> PT. Metrodata Electronics Tbk </td>
              <td id="table-cell-b930ede5d1c4761f1a0d0245d3319ca8"> 2019 </td>
              <td id="table-cell-96c0b3863bdc68e88117dcbcfcecafaf"> 6,022 </td>
              <td id="table-cell-6f42a99a431ca97d5752502789d626d8"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f4968543e22ae7485febf8e4d43052b2">
              <td id="table-cell-94acd2d4df714bfd86fa08f8ee570fc7"> 2020 </td>
              <td id="table-cell-8a7bbf4d19673d288a34f6a2cb2d3561"> 6,545 </td>
              <td id="table-cell-c62cef8a44755d51d254e33693f6fbec"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b329d31415c4c69745bc976be148292d">
              <td id="table-cell-a8a9edfe8216066e45c83def1902366d"> 2021 </td>
              <td id="table-cell-bf40961620e3160acf3c4aa2f3361e97"> 5,931 </td>
              <td id="table-cell-a469936291cfaec78706b4453968d1f7"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2dbdc16ed9e165cfaf1af2d879f65196">
              <td id="table-cell-abb3571ef064358793246528d62c3ca9"> 2022 </td>
              <td id="table-cell-b9ebd53c3b9968b6d7f48475bb633a85"> 5,988 </td>
              <td id="table-cell-0a3621f734010b4fcd0701a421937f64"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d4f32643038ed78a2821db6d4b01e561">
              <td id="table-cell-1e7be18d99e83e9cc983c89916538783"> 2023 </td>
              <td id="table-cell-ab1c8bebbad8904cc011e1f8bfcb4c10"> 5,749 </td>
              <td id="table-cell-caaa0dc09d3f3428a1014c810f34e561"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ead1fc18bc8466e5b4047ee394319251">
              <td id="table-cell-92e869597245b059b35def68ee17636f" rowspan="5"> MAPB </td>
              <td id="table-cell-ac9bd135dbc1d1aceed448c87472112d" rowspan="5"> PT. Map Boga Adiperkasa Tbk </td>
              <td id="table-cell-ce0e834e4bbb438c28cc2b9acaf872dd"> 2019 </td>
              <td id="table-cell-a75256bd6ef23655d1923a0374e70634"> 2,958 </td>
              <td id="table-cell-5e13b34de3fa0c92c897d704130638bd"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0413877ac1eda4b5e04d10fba571d95d">
              <td id="table-cell-77a9eb6218be0eb1b0434b93e70f9937"> 2020 </td>
              <td id="table-cell-6ea6c8efb462c8e7a2394811bee116e2"> -0,720 </td>
              <td id="table-cell-352ba98babc5d3854da8bd852d4dbf38"> Bangkrut </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-884253f3e04310c4c0ac3d02d1b8142f">
              <td id="table-cell-1a6e60f7f7ac5a47df63a1b5b7da4fd7"> 2021 </td>
              <td id="table-cell-8652674616777194cfe3d9e489c3a4cf"> 0,061 </td>
              <td id="table-cell-bbced036d80747b71a37342a86100e5f"> Bangkrut </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-42fe0d80e3d9717b6ef9cdfdb296217b">
              <td id="table-cell-611e08ad495b48eab4e7a7c17f4536eb"> 2022 </td>
              <td id="table-cell-37f1520f63f536090764b2b23ae82b5e"> 0,509 </td>
              <td id="table-cell-cfe3e3669582778656fb03fb098d0087"> Bangkrut </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1a4bd8926ec59647aba3e5a6f90edbae">
              <td id="table-cell-0b3dcf4db6bebc4a919d6965f6b48275"> 2023 </td>
              <td id="table-cell-d2ff4ab05cdbe1b9474526e281f45d06"> 1,246 </td>
              <td id="table-cell-7f1069d92aaf9fc51c28894094ef76d8"> Grey Area </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e670c0bf19f1ae346b149412202ebfd9">
              <td id="table-cell-d4ed76b7ecb936d28ddc0772d2562d7f" rowspan="5"> PZZA </td>
              <td id="table-cell-9f22b143c370a3918808aca46a42124c" rowspan="5"> PT. Sarimelati Kencana Tbk </td>
              <td id="table-cell-3967794646e09a0f0bccc2106492c6a2"> 2019 </td>
              <td id="table-cell-d3c2138c5675424dd7b89724c82e5f69"> 3,746 </td>
              <td id="table-cell-51080c81ebd7b7fd40b648c83d985863"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d4f147643cc7596c5d40261f6f513cd6">
              <td id="table-cell-2c94888d898bca0c9641c01043efbfb1"> 2020 </td>
              <td id="table-cell-fda88eec965178adab9b35ee51f5e978"> 1,006 </td>
              <td id="table-cell-2a35c05109503c59a384308fcf81b162"> Bangkrut </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a366ed8913bf347c6eaa8e92029b0219">
              <td id="table-cell-41c9add95b1a4cfa06bf5fa1b3c67a1b"> 2021 </td>
              <td id="table-cell-f15961192f16203aff89759cd0fb9331"> 1,611 </td>
              <td id="table-cell-e79733e9e98075dc60efe2afc75b3d38"> Grey Area </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bd8d3ef3b4de3c4d1d9f74905a76939a">
              <td id="table-cell-2dece96b4f97a180470397d2c51c763d"> 2022 </td>
              <td id="table-cell-a18cb2b5e835d2dfeeaf1dbfb71bbc37"> 0,407 </td>
              <td id="table-cell-a1f146d92a5011b553abfbedbca6c84c"> Bangkrut </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-37b8acdadbb57299a5f8d67d948ea18b">
              <td id="table-cell-413c2b0fdc552518bbb4a02ccddd6402"> 2023 </td>
              <td id="table-cell-e23d3f6fe7cd6eacab66d069c0c6d928"> 0,134 </td>
              <td id="table-cell-682bf82d1e17b20d7b7b57072759671c"> Bangkrut </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e689c27d93e3ebd2b3b71d8352e016b4">
              <td id="table-cell-9e4bfba50531d8b07b7ffc59e1635acb" rowspan="5"> ULTJ </td>
              <td id="table-cell-aa321189b40da270f7e2eb34dfd01f8c" rowspan="5"> PT. Ultrajaya Tbk </td>
              <td id="table-cell-ab296bc1a89d363a2b62417089127aa9"> 2019 </td>
              <td id="table-cell-9c4f5d4a12e408a84362dd89544a1d99"> 12,858 </td>
              <td id="table-cell-c4b1705947b427050fcc7cf61fedcba1"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-81770dcc7eec900303ca536ae755ec04">
              <td id="table-cell-ac14451565e72080014a2a61f3c43d69"> 2020 </td>
              <td id="table-cell-feb0e4cc9decc83c0db271e61fc718a0"> 6,952 </td>
              <td id="table-cell-b1c4a2924b7d92d7bbf9b4f205f7e0d1"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3ffed0203787387d7bbe6c48a76d52ad">
              <td id="table-cell-a06f245a260b2b9d1f4e3c04636ca299"> 2021 </td>
              <td id="table-cell-4a0f3298484e09b9785c9adc76d98f89"> 9,401 </td>
              <td id="table-cell-0ffc8291b7e5d28a7bc0924041fd42da"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4e3f26bfe6bf7d3a751f8a9984368837">
              <td id="table-cell-fc85f208590c230e2b4207163ba25f41"> 2022 </td>
              <td id="table-cell-7e10f84c0ffa78bb24aede4b9647e900"> 10,953 </td>
              <td id="table-cell-87a4886da17ee590ed895403a3bcf183"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c903c523c4f9b192ab84c7b535896de1">
              <td id="table-cell-ca64b4a43550210bb0a51752999e12ff"> 2023 </td>
              <td id="table-cell-a03a739d3c91456279c05bfe91cc6423"> 15,527 </td>
              <td id="table-cell-76248149461a40910eeab9b982c079bc"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5eed2f7d983ec3e35715805c40b0719d">
              <td id="table-cell-86c79e6bb25a7532d59d8c3caad6ef5b" rowspan="5"> INDF </td>
              <td id="table-cell-e9c0f0f448b255695a5133ea4859f913" rowspan="5"> PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk </td>
              <td id="table-cell-bccccdc86b94d33229d8ca426a371646"> 2019 </td>
              <td id="table-cell-1e7134e9e79794d9bc15f0d61b448cc2"> 7,569 </td>
              <td id="table-cell-bbb4abb6cf1b7518ea832195d24a7d52"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-883284af61e15a9421b466721c3e9c59">
              <td id="table-cell-ca368a5db43b88185f91348cf1165075"> 2020 </td>
              <td id="table-cell-f6e10e7bc978183f95171439aced2ed2"> 2,540 </td>
              <td id="table-cell-b3233dd37d77dde8220f468899fb56bd"> Grey Area </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8cdaff1d073e88a56510bc10692b8115">
              <td id="table-cell-f1e37dddadd82d69be64ccc34ac4bb1b"> 2021 </td>
              <td id="table-cell-1b781bea6c9bd842d6525cfbdbc0c5b3"> 2,694 </td>
              <td id="table-cell-e4aaf9df98266b9215c091cf7b62912f"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-43515e5e5c9a157bf821b41b47b329ee">
              <td id="table-cell-2d65cba247dac51885c5dc9b92145d2a"> 2022 </td>
              <td id="table-cell-6b478174022bbb6f2ed57567c45ec6bc"> 3,213 </td>
              <td id="table-cell-a3ee348ed80229e09759a90b68687bf0"> Sehat </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1357a591d73b31a236a1a922bff35092">
              <td id="table-cell-a3bf7f85a34ed1b4eccbda5f30712009"> 2023 </td>
              <td id="table-cell-1b6b4d8d92b10fea3174e76461128186"> 3,670 </td>
              <td id="table-cell-ca26f8b32ad5a681fc8509d805fbca89"> Sehat </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-48">Hasil analisis Z-Score Altman pada tabel 3. Menunjukkan bahwa 10 perusahaan publik Indonesia selama periode 2019-2023 menunjukkan kondisi keuangan yang bervariasi. Beberapa perusahaan seperti PT. Ultrajaya Tbk (ULTJ), PT. Akasha Wira International Tbk (ADES), dan PT. Metrodata Electronics Tbk (MTDL) konsisten mempertahankan kondisi keuangan yang sehat dengan Z-Score tinggi selama 5 tahun berturut-turut. Sebaliknya, PT. Fast Food Tbk (FAST) mengalami penurunan drastis dari status sehat di 2019 menjadi bangkrut selama empat tahun berikutnya. PT. Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga menunjukkan tren penurunan, dari sehat menjadi rawan bangkrut. Dampak pandemi COVID-19 terlihat jelas pada tahun 2020, di mana banyak perusahaan mengalami penurunan tajam, terutama di sektor makanan dan minuman seperti FAST, MAPB, dan PZZA. PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT. Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menunjukkan kemampuan untuk pulih setelah mengalami penurunan. Secara keseluruhan, industri elektronik dan air minum tampak lebih tahan terhadap guncangan ekonomi dibandingkan dengan industri makanan cepat saji dan ritel.</p>
      <p id="_paragraph-49">
        <bold id="_bold-49">Uji Analisis Deskriptif</bold>
      </p>
      <table-wrap id="tbl4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-50"/>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-4d138c62ebefb7cae8c80adf8417040b">
              <td id="8c90552e68bd5d0527b73b163f9c2344" colspan="6">
                <bold id="_bold-50">Tabel 4. Hasil Uji Analisis Deskriptif</bold>
                <bold id="_bold-51">Descriptive Statistics</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f30482440992f8168ed16139d1130e0b">
              <td id="0ab46e79a254eeee47f8dc37c9295c77"/>
              <td id="f520693339d2446fb9851743ccd565c2">N</td>
              <td id="6b795b5017a7640514ca37c89406e964">Minimum</td>
              <td id="d8ace8c74f40b2d655b195f15665c4d6">Maximum</td>
              <td id="64284dde3855ee3316134ace001987c3">Mean</td>
              <td id="481ffc268b58722f62b2d86e74eb61c3">Std. Deviation</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3f4e21a227f6496aa7ba949a46c0b386">
              <td id="ca6852b712013c5ed30007a6f428595c">WCTA</td>
              <td id="8f32a806b8494f030ac6d70a561cded2">45</td>
              <td id="7cf9cbe0ea3a5b1dbface9ddd147913b">-3,82</td>
              <td id="dd7da4f2dba1723febfd34d93b871dd9">-,23</td>
              <td id="cdee36a599fd9b6788a939c31f672032">-1,3822</td>
              <td id="5c5733628e4ca2dd3ae6cbe3af994fe3">,83037</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8be17e11b5515a3dac2054f0673605f5">
              <td id="31656b5d51f0280cdffa301c6f54ea90">RETA</td>
              <td id="183f2645787aa86fb8ada09b2e4c1634">45</td>
              <td id="b7575d2ad7a264b18e83215e0537e0eb">-2,19</td>
              <td id="9905343c5a4e25f172a94a853b19e5b9">-,07</td>
              <td id="b3d9a33cf9cb4f2d1332232211c73d06">-1,1964</td>
              <td id="bd3582c6eb32f94713c08307c1273472">,56885</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f2ff3e756d4227b57145fa060ca6697e">
              <td id="8c82efc78fb059fce6ddb2d0bc883d64">EBITTA</td>
              <td id="422dbd4449d2fce2ba4b723bed9fceb3">45</td>
              <td id="fe5c752e8d5b2c7010a2613f036f810e">-,10</td>
              <td id="a811279b814d78ba736a6ab5d5ff8b5b">,36</td>
              <td id="c2ae381e5b4206fa9ea2bd2b15e1b0ab">,1435</td>
              <td id="369db1fb002312d3c75d0d1a3d982107">,08530</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7bd0657a92ff36461edd24e74f3927f0">
              <td id="e1d1578872174322269d5f5f4ca397f3">EBVL</td>
              <td id="daa4e22fabe1df19897c40954f84a291">45</td>
              <td id="eff7733a3167ebf5b955c68c1c16111f">,10</td>
              <td id="467bd25569398e5b87698ee1836fc036">7,99</td>
              <td id="86429beb55753d8b9b05de59ceaabae1">1,8852</td>
              <td id="6156b8936c4c6d82b7a29029fbadd10f">1,76956</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d3a3b3195b9427b93bad8a5a62b72c75">
              <td id="ebfbaefdcb00dcac75fe873eebd6879b">Z-Score</td>
              <td id="4fc1c792384e2ba0d380568e8ef2407d">45</td>
              <td id="ef4f562cc776c2e23550e1217722811a">,90</td>
              <td id="acfdc4e1fd3a6c96e0e24917cac654eb">15,53</td>
              <td id="b40d3a836746198a1843a8a33092d429">6,2175</td>
              <td id="2cfe3e0d19fec93e5f19b5ebd4b9eaaf">3,47151</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4bdc8e237f00f71cca6c9d6149568233">
              <td id="c23621a0abde5437b62d0d48e669847e">Valid N (listwise)</td>
              <td id="745495b566918d589602537c89f1d25d">45</td>
              <td id="151d242722f5d398643546af43b6bf2d"/>
              <td id="8eb20107dd6ea8b030dd886db6facbaa"/>
              <td id="c9e633686c4daab9dab61f2c7e9caa95"/>
              <td id="eec0a6fd344f6d2dae0fb702fc7bca9b"/>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-51">Tabel hasil uji analisis deskriptif pada tabel 4. menunjukkan kondisi keuangan lima variabel yang dianalisis dari 45 perusahaan. WCTA memiliki nilai minimum -3,82 dan maksimum -0,23, dengan rata-rata -1,3822, menunjukkan variasi yang besar. RETA berkisar antara -2,19 hingga -0,07, rata-rata -1,1964. EBITTA menunjukkan rentang dari -0,10 hingga 0,36, dengan rata-rata 0,1435, mencerminkan sebagian besar perusahaan memiliki laba positif. EBVL bervariasi antara 0,10 dan 7,99, rata-rata 1,8852. Z-Score memiliki rentang 0,90 hingga 15,53, rata-rata 6,2175, menunjukkan bahwa banyak perusahaan dalam kondisi keuangan baik, meskipun ada yang berisiko tinggi. Analisis ini memberikan wawasan tentang variasi kondisi keuangan yang dapat mempengaruhi prediksi kebangkrutan.</p>
      <p id="_paragraph-52">
        <bold id="_bold-52">Uji Normalitas</bold>
      </p>
      <table-wrap id="table-figure-98021bde392c7b1b873d389f1091df22">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="bold-65fdd8d9564068663187fa4d520266ba">Tabel 5. Hasil Uji Normalitas</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-967aa9fa818ce3a2edb14beddf9cbe45">Sumber : Output SPSS Ver. 23</p>
        </caption>
        <table id="table-0d7c20a546cb34fdf9f9a4df2b1e1fd9">
          <tbody>
            <tr id="table-row-400ae2ea3ca92fb9623563cd51b83907">
              <td id="table-cell-6b79c351188684d2bd5f826f88912a03" colspan="4"> One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4b5b8375dedcb5e629abc33a28013302">
              <td id="table-cell-a70665e68621d4187c48c7c2e55da523" colspan="2"/>
              <td id="table-cell-c4cdd6086a2d5a3b87de70f753fe49c7" colspan="2"> Unstandardized Residual </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f401c5b566b5bccb12e283c286418306">
              <td id="table-cell-806525fc93b7ba953ed710f0052fb324" colspan="2"> N </td>
              <td id="table-cell-c9c858204f38ca07f4fbaae7845023fb" colspan="2"> 45 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-06c839cbd1a92d09b215f722ae6561b5">
              <td id="table-cell-cf7f9867cb082d6f9c6c233cf7a2607c" rowspan="2"> Normal   Parametersa,b </td>
              <td id="table-cell-8ead04de2c7ae2e875548dd5354064a3"> Mean </td>
              <td id="table-cell-67584fb2acaff9d385b121bf5db7b872" colspan="2"> ,0000000 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1fd43fd3cda25c734a9eaa5df06ae23e">
              <td id="table-cell-2e2d4be06cb25639ceab6fa2f83ea84e"> Std. Deviation </td>
              <td id="table-cell-902918a7121bb2038e5dcdfb127251c6" colspan="2"> ,50508855 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7897d97b49f705f04fe89dffd363a4f2">
              <td id="table-cell-2fc2183091afbd01b52d648bcf346fe6" rowspan="3"> Most Extreme   Differences </td>
              <td id="table-cell-750bc1df4ebc365f5f5e708d3d365cab"> Absolute </td>
              <td id="table-cell-0c9bbe3c28bdf0cabef8d026d37cc84d" colspan="2"> ,151 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6be9242760edb413c679098c41fad4a0">
              <td id="table-cell-cd22c8c119feec2cd3b9bce1321a6a51"> Positive </td>
              <td id="table-cell-6a5dcb82188b1d2a0d74e5ab961112d1" colspan="2"> ,151 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-654b6dbac498ae67f58159ec727cfbae">
              <td id="table-cell-579225311fdd0f422cd3e18ec4fe9423"> Negative </td>
              <td id="table-cell-01215c85b3283ee413077af9e543fa18" colspan="2"> -,104 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b372146e178b18fd388f9ebdf69ded7e">
              <td id="table-cell-04e7ee693a0c95c2d31481a3b9909103" colspan="2"> Test Statistic </td>
              <td id="table-cell-af3761fc11040360c3be2f47dab28108" colspan="2"> ,151 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-659b727dfe5a642543c2db686253ce62">
              <td id="table-cell-57496f9e283654e7f198d704c482f794" colspan="2"> Asymp. Sig.   (2-tailed) </td>
              <td id="table-cell-030c86ba0fbbe924075b888745a75cc2" colspan="2"> ,069c </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0e42a4c80a93730e4e0cff7eac1cf73d">
              <td id="table-cell-1c16ea89ed601505e40a6b2aff9f66bb" colspan="4"> a. Test   distribution is Normal. </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-619bd5b14e055283e1a4df4d6818d928">
              <td id="table-cell-e7017a6a5c393027805c7ba765d7cca6" colspan="4"> b. Calculated   from data. </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-36a56c7dd6572da2fa59544ae59f39e5">
              <td id="table-cell-e834a5a2d88b78d06b32c1dfe8743233" colspan="4"> c. Lilliefors   Significance Correction. Sumber : Output   SPSS Ver. 23</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-54">Uji normalitas pada tabel 5. dilakukan menggunakan <italic id="_italic-55">One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test</italic> pada sampel sebanyak 45 menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai <italic id="_italic-56">Asymp. Sig.</italic> (<italic id="_italic-57">2</italic>-<italic id="_italic-58">tailed</italic>) sebesar 0,069. Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan, di mana nilai signifikansi harus lebih besar dari 0,005 untuk tidak menolak hipotesis nol, hasil ini mengindikasikan bahwa data berdistribusi normal. Dengan demikian, tidak ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa data tidak mengikuti distribusi normal.</p>
      <p id="_paragraph-55">
        <bold id="_bold-54">Uji Heteroskedastisitas</bold>
      </p>
      <fig id="fig2">
        <label>Figure 7</label>
        <caption>
          <title>Sumber : Output SPSS Ver. 23</title>
          <p id="_paragraph-56"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-57">Hasil uji heteroskedastisitas pada tabel 6. dapat diinterpretasikan dengan memperhatikan pola sebaran titik pada grafik. Dalam konteks ini, jika titik-titik pada grafik  menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu, maka dapat disimpulkan bahwa data memenuhi asumsi normalitas. Titik-titik tersebut tersebar merata tanpa adanya pola yang jelas, seperti pengelompokan atau tren tertentu, maka ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat masalah heteroskedastisitas dalam model yang digunakan. </p>
      <p id="_paragraph-58">
        <bold id="_bold-55">Uji Multikolonieritas</bold>
      </p>
      <table-wrap id="table-figure-fcc1be3f4c4f43a2a3419a369fb7f61e">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-b3a34fd65a757e652015124abf96d859">Sumber : Output SPSS Ver. 23</p>
        </caption>
        <table id="table-b0a3bdc5d1104390d2902eb1219ae079">
          <tbody>
            <tr id="table-row-ea2a76c3eca28e6620766dd4efcec4ba">
              <th id="table-cell-405e74cd18f7d228a8a23862d7036113" colspan="4"> Tabel 7. Hasil Uji Multikolonieritas Coefficientsa </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-61094e9355a5e68942516401394ff4f8">
              <td id="table-cell-77fd8e33b6df5ac571a0e3767a1410e2" rowspan="2" colspan="2"> Model </td>
              <td id="table-cell-d0ab7be74d7e33ee30979952c4cbf388" rowspan="2"> Tolerance </td>
              <td id="table-cell-17288df3e82ebcd62955ec82d1c76088"> Collinearity Statistics </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c2138107099fb7125898b9a3e7c09e14">
              <td id="table-cell-ce05cf49eda10513d4dd8c1d17b0666e"> VIF </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f19ef26125f23660e55927da10005b5d">
              <td id="table-cell-e1dcbe427d532837f941efb706254d9d" rowspan="5"> 1 </td>
              <td id="table-cell-3fe43f8c750233fc7ef484c9a6aeb642"> (Constant) </td>
              <td id="table-cell-2430a6dcd72b551127500aaa735df94a"/>
              <td id="table-cell-a8cb485af8e49247522778bd5b1dcdca"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-3d80417a8e8436df649d5fc60a361914">
              <td id="table-cell-49b206e34780ed0e58ecfd8e2caa880f"> WCTA </td>
              <td id="table-cell-a687c5699dc09de067239cdde9b40006"> 0,44 </td>
              <td id="table-cell-39f13069030cda88321b41d26888b287"> 2,271 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1714d2d3cabb2a978fc65f306b9490e2">
              <td id="table-cell-30ee2ae6cae0382df3771acc2fc4e9b8"> RETA </td>
              <td id="table-cell-28720acb87d721217e6380e1bbd3e659"> 0,681 </td>
              <td id="table-cell-406238aeb161dcb4dbbd964a77d0cd57"> 1,468 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ab08af2aab52b9b1888772e48a72168d">
              <td id="table-cell-81c6dabd8d1e8111616877f54862f726"> EBITTA </td>
              <td id="table-cell-8ae9d970a689493865e2553136b8598f"> 0,347 </td>
              <td id="table-cell-1ea886d764c335c4daaf4d8491a6eebf"> 2,883 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-feafcdd6118c740415401c742a9b5230">
              <td id="table-cell-42c4bbadca4bf953b99da49f2448c608"> MVEBVL </td>
              <td id="table-cell-871ccc34660e1e6b47b2987a0b4c24f4"> 0,491 </td>
              <td id="table-cell-81a3b5b5dc910e8b08b9979e82254f0a"> 2,038 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-eb4a0e0f947dcdd1dade646c75b3cabc">
              <td id="table-cell-bde6bf77300cc4ae1117f1adf9da7a73"/>
              <td id="table-cell-9849b37e4b27685e29281c269704bf62"/>
              <td id="table-cell-fb56b1e9ffc08252e5f31e1ab6eb17a4"/>
              <td id="table-cell-55f3ee5fd1a05aebc932febf4d96f828"/>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-60">Hasil uji pada tabel 7. menunjukkan bahwa semua nilai VIF lebih kecil dari 10 dan nilai <italic id="_italic-59">Tolerance</italic> lebih besar dari 0,1, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan tidak mengalami masalah multikolinieritas. Hal ini memberikan keyakinan bahwa estimasi koefisien regresi adalah stabil dan dapat diandalkan, serta interpretasi dari setiap variabel independen dalam model adalah valid.</p>
      <p id="_paragraph-61">
        <bold id="_bold-59">Uji Autokorelasi</bold>
      </p>
      <table-wrap id="table-figure-4013e0eb60e5d5d5f8227cc3798ea7e8">
        <label>Table 7</label>
        <caption>
          <title>  Tabel 8. Hasil Uji Autokorelasi</title>
          <p id="paragraph-582c7b0dd65c39c90ede19dd9e5cf486">Sumber : Output SPSS Ver. 23</p>
        </caption>
        <table id="table-e98faa6865906a4a1fcab38fa51ffe6b">
          <tbody>
            <tr id="table-row-750f5e32e447a1e2fdffd5e4311927f2">
              <th id="table-cell-30b582ccfd18368f4ab835fd33e5ae73" colspan="8"> Model Summaryb </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-9b2a59f9e149c19d1b91bf5df6a958a7">
              <td id="table-cell-3b791def5c02133466ef7b99c8635513" rowspan="2"> Model </td>
              <td id="table-cell-6d5fb5be93bb4380743d3719afedcc7a" rowspan="2"> R </td>
              <td id="table-cell-33d8589078cbd7bea3edd2f3eb1f55b5" rowspan="2"> R Square </td>
              <td id="table-cell-31e823a8fb0b197840a8a86ae44f03ac" rowspan="2"> Adjusted R Square </td>
              <td id="table-cell-1db2df31ad029a00eff8816fb5683346" rowspan="2"> Std. Error of the   Estimate </td>
              <td id="table-cell-11cb748b8b78f06269b227c589a1c371" colspan="3"> Change Statistics </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8f4c3216ddf70c8b947af9895b4009a7">
              <td id="table-cell-a99ecb0aa110317c6c790c53dc0097bc"> R Square Change </td>
              <td id="table-cell-c52fe1313b3e88fd04c6e4e686353c27"> F Change </td>
              <td id="table-cell-d7793df0f5ae3fee3f4a2ec94a4d9756"> Durbin-Watson </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cbbad1dcf8d76316830fb124ad7b2b0a">
              <td id="table-cell-dae2d59f0e3b1775b77ab6d1548db249"> 1 </td>
              <td id="table-cell-b5be90f758c9c82fd1791de4640be00e"> ,989a </td>
              <td id="table-cell-642fe1f7d7218a59cdf8dc58a8fcea67"> 0,979 </td>
              <td id="table-cell-906bf8e0dc86c55a8fcbd238ff1ab898"> 0,976 </td>
              <td id="table-cell-cdef5e17234a83a248153a315222ab69"> 0,54255 </td>
              <td id="table-cell-f77448e187b6c408578ee98c4248ced9"> 0,979 </td>
              <td id="table-cell-2d28d3782fbc0d796e9a56fa327ca6a8"> 300,554 </td>
              <td id="table-cell-68a21cc9ec75f3d5f854931e37238edb"> 1,534 </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-63">Hasil yang diperoleh dari tabel 8. uji autokorelasi dengan menggunakan metode <italic id="_italic-60">Durbin-Watson</italic> menunjukkan bahwa nilai <italic id="_italic-61">Durbin-Watson</italic> (DW) yang diperoleh adalah 1,534. Nilai ini mengindikasikan bahwa tidak ada autokorelasi yang terjadi pada residual, karena nilai DW tersebut berada dalam rentang antara -2 dan +2. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan telah memenuhi asumsi klasik yang diperlukan untuk analisis yang valid dan dapat diandalkan.</p>
      <p id="_paragraph-64">
        <bold id="_bold-62">Uji T</bold>
      </p>
      <table-wrap id="table-figure-a47c7dd60f1975e6d063cb8473418ff1">
        <label>Table 8</label>
        <caption>
          <title>  Tabel 9. Hasil Uji T</title>
          <p id="paragraph-be7763d611aa1aba83b13f91b82b36d7">Sumber : Output SPSS Ver. 23</p>
        </caption>
        <table id="table-30070e44abc92e16c5391a5dcce9b97b">
          <tbody>
            <tr id="table-row-d163e49b476864d3836e05161d73cff1">
              <th id="table-cell-cbc7a184f476388c20901106ca58c775" rowspan="2" colspan="2"> Model </th>
              <th id="table-cell-f8981000548454c3113e3634ea900613" colspan="2"> Unstandardized Coefficients </th>
              <th id="table-cell-aa08b1f2f50d1cbb6cbb046e1665718e"> Standardized Coefficients </th>
              <th id="table-cell-3be6c950b0187642ccfc022c5ca0cb82" rowspan="2"> t </th>
              <th id="table-cell-57955c23da4d723068dc168af01b9892" rowspan="2"> Sig. </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-b60f1774a2f126f9d7bd531109a90480">
              <th id="table-cell-6306ca327915aaed51d3c2f907754a0b"> B </th>
              <th id="table-cell-66d8802c06ba8edad6d17bca6d96db86"> Std. Error </th>
              <th id="table-cell-c06449887dfefc4488858f180ac79f6a"> Beta </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-8a266573722f88a408cec0d600d22b60">
              <td id="table-cell-36619445421b3d492b278ac9336261fa" rowspan="5"> 1 </td>
              <td id="table-cell-43bdb69a82e8d8e0eb621f87f4ad818c"> (Constant) </td>
              <td id="table-cell-aaccc70b9cddcc1aa2b77a4a1324c32b"> 5,874 </td>
              <td id="table-cell-d56b758be8dc7a80caafbabb9c5ebd24"> ,503 </td>
              <td id="table-cell-c119ebf36bcbbaf4945038f36f24b3b3"/>
              <td id="table-cell-061f2beea623ae90a5f03dfac08fb6eb"> 11,667 </td>
              <td id="table-cell-8ff546617203ce401bc6a75ee2af403b"> ,000 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c4c81d64428f8b6cfd419a5450d95690">
              <td id="table-cell-ce55fa28833c901d7633d7cf2250f7c8"> WCTA </td>
              <td id="table-cell-42537fcf4be81f1282d6cb02a2d882f0"> 1,308 </td>
              <td id="table-cell-c6834f445c72883bf6b1106357c4225a"> ,180 </td>
              <td id="table-cell-ee81e90986a4ca89f9b18ab9a44bcb82"> ,313 </td>
              <td id="table-cell-7499cea153f7ee749c2a0675c30d7fca"> 7,276 </td>
              <td id="table-cell-3136ac5d0c3b014c60905c66464c3771"> ,000 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-08176f73c85ec7be994a9b1aed96f8a9">
              <td id="table-cell-83426ffd83e9cb6f58cdc44146cc3428"> RETA </td>
              <td id="table-cell-f59cb4b2b5521ad9ca322fc826319b6b"> ,892 </td>
              <td id="table-cell-0d5448c5c930de464f42bc4a22114cfd"> ,211 </td>
              <td id="table-cell-bb5d09c67e7534de2d5345ca608ce427"> ,146 </td>
              <td id="table-cell-54ccf949e13fcd67cd2d1984a170f013"> 4,227 </td>
              <td id="table-cell-238130fff5412399f941b6d1ef67a82b"> ,000 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-442a555f6582ac77b7f615a47be1028f">
              <td id="table-cell-ecc97b4dbc40cbb3aef74ebd37e0e23e"> EBITTA </td>
              <td id="table-cell-bdcb6fabeb5b1e3930de89782c30424e"> 6,721 </td>
              <td id="table-cell-98bd71f0a77e20c35e34872642bbe7fb"> 1,972 </td>
              <td id="table-cell-a49d168ad03935b58d525030b0c7aef4"> ,165 </td>
              <td id="table-cell-f0cb3ca5cdc853f3937489a6f1918e90"> 3,409 </td>
              <td id="table-cell-413e4279a0cb9b69f6b7978480ac6119"> ,002 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0fb98cf580175edc9db7d2818226fe2b">
              <td id="table-cell-f38691336675827beb1380946be9184b"> MVEBVL </td>
              <td id="table-cell-cdff22b8ee712a46b6fcf840a9a20c7f"> 1,196 </td>
              <td id="table-cell-c00e1ccbd3bc9db372e5528a7d95c130"> ,080 </td>
              <td id="table-cell-b7d19bb25a15b3aca8dc5a5e6a36b2b7"> ,609 </td>
              <td id="table-cell-ff541e014abcb32b9451196facbc8bf9"> 14,960 </td>
              <td id="table-cell-1c9f1e26eb30643f1a1dc0bf00c9b883"> ,000 </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-66">Hasil uji T dalam tabel 9. menunjukkan bahwa semua variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen dalam model regresi. WCTA memiliki koefisien 1,308, <italic id="_italic-62">t-statistic</italic> 7,276, dan <italic id="_italic-63">p-value</italic> 0,000, menunjukkan pengaruh positif yang sangat signifikan. RETA dengan koefisien 0,892, t-statistic 4,227, dan <italic id="_italic-64">p-value</italic> 0,000 juga menunjukkan kontribusi signifikan. EBITTA, dengan koefisien 6,721, <italic id="_italic-65">t-statistic</italic> 3,409, dan <italic id="_italic-66">p-value</italic> 0,002, menunjukkan pengaruh positif yang signifikan. MVEBVL memiliki koefisien 1,196, <italic id="_italic-67">t-statistic</italic> 14,960, dan <italic id="_italic-68">p-value</italic> 0,000, menandakan pengaruh yang sangat signifikan. Secara keseluruhan, semua variabel independen menunjukkan nilai p di bawah 0,05, yang mengindikasikan bahwa mereka secara signifikan mempengaruhi variabel dependen dalam model ini.</p>
      <p id="_paragraph-67">
        <bold id="_bold-63">Uji Koefesien Determinasi</bold>
      </p>
      <table-wrap id="tbl9">
        <label>Table 9</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="bold-8389dbc963e32c3776a70bfa921cfa4b">Tabel 10. Hasil Uji Koefesien Determinasi</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-68">Sumber : Output SPSS Ver. 23</p>
        </caption>
        <table id="_table-9">
          <tbody>
            <tr id="table-row-f8cb3dae6902f851af6602554d62a756">
              <td id="42d11b8a291e17fd8e3201837dea3118" colspan="5">
                <bold id="_bold-64">Model Summary</bold>
                <bold id="_bold-65">
                  <sup id="_superscript-10">b</sup>
                </bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-413bfae45e31bfd27f1450236ff6ab8f">
              <td id="1c8d0e2a8a3df6a8a7b44b4075b40294">Model</td>
              <td id="95e2142b1e24870a9b73ce1e46a9b26a">R</td>
              <td id="66c13c73d7d20d6c7bb43717baba3cd4">R Square</td>
              <td id="23cf2b73c9161a654895195fb10e6abf">Adjusted R Square</td>
              <td id="a1b7231e97f49141e0fceea29f277574">Std. Error of the Estimate</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2bb321b9c32d3fa1b5d23282b0539aa8">
              <td id="76419299969c101817150728a0a60820">1</td>
              <td id="aa2011f1a7894093349224f1589db74b">,989<sup id="_superscript-11">a</sup></td>
              <td id="93053b874e098bfb919e766fb69ff39d">,979</td>
              <td id="a65c0fb3b5a3f46a1c4e5213c84f8434">,976</td>
              <td id="d6e6344b9ce9253c19bb6b4e0d3a06e8">,54255</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ff9029166fc3576c545a83290276f15f">
              <td id="12ce9fa4e03640eb99e38fd8b97bf86f" colspan="5">a. Predictors: (Constant),WCTA, RETA, EBITTA, MVEBVL</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-50f2b10b5c41643c0ca687235b615d56">
              <td id="58a9a2af5b351fb6ec135fdb0a4ca8b7" colspan="5">b. Dependent Variable: Z-Score</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-69">Hasil uji koefisien determinasi pada tabel 10. biasanya dinyatakan dengan nilai <italic id="_italic-69">R-squared</italic> (R²), memberikan gambaran tentang seberapa besar proporsi variasi dalam variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen dalam model regresi. Nilai R² yang diperoleh adalah 0,976, ini berarti bahwa 97,6% variasi dalam variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen yang dimasukkan dalam model, sementara 2,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam analisis. Nilai R² yang tinggi menunjukkan bahwa model regresi memiliki kemampuan yang baik dalam menjelaskan hubungan antara variabel-variabel tersebut.</p>
      <sec id="heading-5db71c298a2c96e1a625a9692f222662">
        <title>
          <bold id="_bold-66">Pembahasan</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-71">
          <bold id="_bold-67">Dampak Adanya Aksi Boikot Konsumen</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-72">Dari analisis data, terlihat bahwa beberapa perusahaan mengalami perubahan kondisi keuangan yang signifikan selama periode 2019-2023, terutama setelah aksi boikot konsumen. PT Fast Food Tbk (FAST) mengalami penurunan drastis dari kondisi sehat di 2019 (Z-Score 4,062) menjadi kondisi bangkrut di tahun-tahun berikutnya, dengan penurunan tajam pada 2020 (Z-Score 0,898) dan mencapai titik terendah pada 2023 dengan Z-Score negatif (-1,698). Tren ini menunjukkan dampak serius dari perubahan pola konsumsi dan kemungkinan pengaruh boikot terhadap operasional perusahaan. Produk utama FAST, seperti KFC dan Taco Bell, yang merupakan makanan cepat saji, tidak mampu bertahan di tengah perubahan tersebut. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga menunjukkan tren penurunan dari status sehat di 2019-2020 menjadi status rawan bangkrut dari 2021-2023, dengan nilai Z-Score yang terus menurun dari 2,947 pada 2019 menjadi 1,412 pada 2023, mengindikasikan tekanan berkelanjutan terhadap fundamental keuangan perusahaan. UNVR menawarkan berbagai produk konsumen yang sangat dikenal, termasuk Bango (kecap), Buavita (jus), AXE (deodorant), Dove (perawatan tubuh), dan Lux (sabun), yang juga terpengaruh oleh perubahan perilaku konsumen. Selain itu, PT Map Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) dan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) yang bergerak di sektor makanan dan minuman juga mengalami penurunan signifikan setelah 2019, dengan kondisi keuangan berada pada zona bangkrut selama beberapa tahun. MAPB menawarkan berbagai merek terkenal seperti Starbucks, Burger King, dan Krispy Kreme, yang juga terpengaruh oleh aksi boikot. Sementara itu, PZZA, yang dikenal dengan Pizza Hut, mengalami penurunan yang serupa, di mana produk makanan cepat saji mereka tidak mampu bertahan di tengah tekanan pasar. Di tengah tekanan akibat boikot, beberapa perusahaan menunjukkan ketahanan keuangan yang tinggi. PT Akasha Wira International Tbk (ADES) konsisten mempertahankan Z-Score tinggi, bahkan meningkat dari 3,650 pada 2019 menjadi 11,083 pada 2023, yang mengindikasikan fundamental keuangan yang sangat kuat. ADES memproduksi air mineral kemasan, yang merupakan kebutuhan pokok sehari-hari, sehingga permintaannya tetap stabil terlepas dari sentimen boikot. PT Ultrajaya Tbk (ULTJ) dengan produk yang terkenalnya yaitu ultramilk juga menunjukkan ketahanan luar biasa dengan Z-Score tertinggi di antara semua perusahaan sampel, mencapai 15,527 pada 2023, menunjukkan bahwa sektor air minum dalam kemasan memiliki resiliensi tinggi terhadap fenomena boikot konsumen. ULTJ memproduksi susu UHT dan berbagai minuman sehat yang kaya akan nutrisi, menjadikannya kebutuhan penting bagi keluarga. Selain itu, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) di sektor elektronik juga konsisten mempertahankan kondisi keuangan yang sehat dengan Z-Score di atas 5,7 selama periode penelitian. MTDL menyediakan solusi teknologi informasi dan infrastruktur digital, termasuk laptop Hewlett Packard (HP) dan layanan cloud, yang telah menjadi kebutuhan fundamental bagi operasional bisnis, khususnya setelah pandemi COVID-19 yang mempercepat transformasi digital.</p>
        <p id="_paragraph-73">Industri makanan cepat saji dan ritel makanan (FAST, MAPB, PZZA) cenderung lebih rentan terhadap dampak boikot konsumen dibandingkan dengan sektor lain yang sejalan dengan penelitian. Sebaliknya, industri minuman (ADES, ULTJ) dan elektronik (MTDL, ERAA) menunjukkan ketahanan yang lebih baik. Tahun 2020 menjadi titik balik bagi banyak perusahaan dalam sampel, yang mengindikasikan dampak ganda dari pandemi COVID-19 dan kemungkinan munculnya gerakan boikot konsumen. Beberapa perusahaan seperti FAST, MAPB, dan PZZA mengalami penurunan drastis pada tahun tersebut. Namun, perusahaan seperti ADES, MTDL, dan ULTJ tetap mampu mempertahankan kondisi keuangan yang sehat, menunjukkan kemampuan adaptasi dan ketahanan bisnis yang lebih baik. Faktor penyebab kebangkrutan ini meliputi dampak boikot konsumen yang memberikan sinyal negatif kepada pasar, berkontribusi pada penurunan Z-Score dan kondisi keuangan perusahaan, serta perubahan pola konsumsi yang lebih sehat dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk yang mereka konsumsi. Selain itu, pandemi COVID-19 pada tahun 2020 menjadi titik balik yang memperburuk kondisi keuangan banyak perusahaan, termasuk yang bergerak di sektor makanan dan minuman, dengan penutupan sementara dan penurunan permintaan yang signifikan. Dampak dari kebangkrutan ini sangat luas, termasuk merusak reputasi perusahaan dan mengurangi kepercayaan investor, yang dapat menyebabkan penurunan nilai saham dan kesulitan dalam mendapatkan pendanaan di masa depan. Kebangkrutan juga sering kali mengakibatkan pemutusan hubungan kerja, berdampak pada ekonomi lokal dan meningkatkan tingkat pengangguran, serta memaksa perusahaan untuk melakukan restrukturisasi guna mencoba kembali ke jalur yang sehat, yang bisa melibatkan pengurangan biaya, penjualan aset, atau perubahan strategi bisnis. Investor dapat mengetahui hasil Z-Score dan memprediksi kebangkrutan perusahaan dengan menganalisis laporan keuangan, menggunakan formula Z-Score yang melibatkan rasio keuangan penting, serta memantau tren Z-Score dari waktu ke waktu. Selain itu, membandingkan Z-Score perusahaan dengan rata-rata industri juga membantu investor menilai posisi relatif perusahaan dalam sektor yang sama. Dengan memahami dan menganalisis Z-Score, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik dan menghindari perusahaan yang berisiko tinggi untuk bangkrut, menjadikannya alat penting dalam manajemen risiko investasi.</p>
        <p id="_paragraph-74">Ketiga perusahaan yang tetap stabil di tengah era boikot yaitu ADES, ULTJ, dan MTDL menunjukkan karakteristik unik yang meningkatkan ketahanan bisnis mereka. Salah satu faktor utama adalah posisi produk mereka sebagai kebutuhan dasar yang sulit disubstitusi. ADES menghasilkan air mineral kemasan yang merupakan kebutuhan pokok sehari-hari, sehingga permintaannya tetap stabil terlepas dari sentimen boikot. Serupa dengan itu, ULTJ memproduksi susu UHT dan minuman sehat yang mengandung susu segar alami berkualitas tinggi yang kaya akan berbagai manfaat dari seluruh nutrisi yang terdapat di dalamnya, menjadikannya relatif kebal terhadap fluktuasi permintaan akibat sentimen konsumen. Sementara itu, MTDL menyediakan solusi teknologi informasi dan infrastruktur digital yang telah menjadi kebutuhan fundamental bagi operasional bisnis, khususnya setelah pandemi COVID-19 yang mempercepat transformasi digital. Ketiga perusahaan ini juga memiliki identitas lokal yang kuat, dengan ADES memposisikan diri sebagai produk air mineral dari pegunungan Indonesia, ULTJ secara konsisten mempromosikan dirinya sebagai perusahaan susu nasional yang mendukung peternak lokal, dan MTDL membangun reputasi sebagai perusahaan teknologi lokal yang memahami kebutuhan spesifik pasar Indonesia. Mereka juga melakukan diversifikasi portofolio yang efektif. ADES mengembangkan lini produk premium dan varian rasa, ULTJ memperluas rangkaian produknya mencakup berbagai jenis minuman untuk berbagai segmen pasar, dan MTDL beroperasi di beragam segmen teknologi dari hardware hingga layanan cloud. Kombinasi dari produk esensial, identitas lokal yang kuat, dan diversifikasi produk yang strategis menjadi kunci utama keberhasilan mereka mempertahankan kinerja keuangan yang sehat di tengah tekanan boikot konsumen.Penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh , , , dan  mengindikasikan bahwa boikot konsumen dapat berdampak signifikan pada kinerja keuangan perusahaan, terutama di sektor yang sangat bergantung pada citra merek dan loyalitas pelanggan. Temuan ini sejalan dengan analisis yang menunjukkan penurunan Z-Score menunjukkan bahwa manajemen mungkin tidak berhasil dalam memenuhi harapan pemangku kepentingan, termasuk konsumen dan investor. Ketidakmampuan untuk merespons dengan baik terhadap sentimen konsumen dapat mengakibatkan kerugian finansial yang besar seperti halnya pada perusahaan PT. Fast Food Tbk (FAST), PT. Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT. Map Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) dan PT. Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) setelah terjadinya aksi boikot, yang mencerminkan efek negatif terhadap kondisi keuangan mereka.</p>
        <p id="_paragraph-75">
          <bold id="_bold-68">Pengaruh </bold>
          <bold id="_bold-69">
            <italic id="_italic-70">Working Capital to Total Assets</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-70">Terhadap Prediksi Kebangkrutan </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-76">Berdasarkan hasil uji T yang dilakukan dalam penelitian ini, diketahui bahwa <italic id="_italic-71">variabel Working Capital to Total Assets</italic> (WCTA) memiliki nilai koefisien sebesar 1,308, nilai <italic id="_italic-72">t-statistic</italic> sebesar 7,276, dan <italic id="_italic-73">p-value</italic> sebesar 0,000, yang berarti bahwa variabel ini berpengaruh positif dan signifikan terhadap prediksi kebangkrutan perusahaan yang diukur menggunakan model <italic id="_italic-74">Altman Z-Score</italic>. WCTA berfungsi sebagai sinyal positif bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya. Semakin tinggi rasio modal kerja terhadap total aset, maka semakin kecil kemungkinan perusahaan mengalami kebangkrutan. Rasio ini menunjukkan seberapa besar porsi aset perusahaan yang tersedia dalam bentuk modal kerja untuk mendukung operasional dan memenuhi kewajiban jangka pendek . Temuan ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh  yang juga menyimpulkan bahwa WCTA memiliki pengaruh positif terhadap <italic id="_italic-75">financial distress</italic> pada perusahaan konstruksi di Indonesia. Selain itu, hasil ini memperkuat temuan dalam studi , yang menegaskan bahwa ketersediaan modal kerja yang memadai mencerminkan manajemen keuangan yang sehat, serta meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi tekanan likuiditas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki tingkat modal kerja yang tinggi cenderung lebih stabil secara finansial dan lebih mampu menghindari risiko kebangkrutan, khususnya dalam menghadapi tekanan eksternal seperti boikot konsumen  . Temuan ini juga sejalan dengan teori Keagenan, yang menekankan pentingnya hubungan antara manajemen dan pemilik perusahaan. Ketersediaan modal kerja yang tinggi mencerminkan keputusan manajerial yang baik dalam mengelola sumber daya perusahaan. Manajemen yang mampu menjaga tingkat modal kerja yang sehat menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk memenuhi kepentingan pemangku kepentingan, termasuk pemilik dan konsumen. Dalam situasi di mana perusahaan menghadapi boikot, manajemen yang efektif dalam mengelola modal kerja dapat membantu perusahaan untuk tetap stabil dan menghindari risiko kebangkrutan.</p>
        <p id="_paragraph-77">
          <bold id="_bold-71">Pengaruh </bold>
          <bold id="_bold-72">
            <italic id="_italic-76">Retained Earnings to Total Assets</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-73">Terhadap Prediksi Kebangkrutan </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-78">Berdasarkan hasil uji T dalam tabel 9, variabel<italic id="_italic-77"> Retained Earnings to Total Assets</italic> (RETA) memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap prediksi kebangkrutan perusahaan, dengan koefisien regresi 0,892, <italic id="_italic-78">t-statistik</italic> 4,227, dan <italic id="_italic-79">p-value</italic> 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini mengirimkan sinyal positif kepada investor dan pemangku kepentingan bahwa perusahaan memiliki akumulasi laba ditahan yang baik, yang mencerminkan kesehatan finansial dan kemampuan untuk mengatasi risiko kebangkrutan Ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan pada rasio RETA akan meningkatkan <italic id="_italic-80">Z-Score</italic> sebesar 0,892 satuan, yang mencerminkan perbaikan kondisi keuangan dan penurunan risiko kebangkrutan. Semakin tinggi rasio RETA, semakin baik posisi keuangan perusahaan dalam menghindari kebangkrutan, terutama bagi perusahaan yang terdampak boikot konsumen, yang memiliki akumulasi laba ditahan yang baik relatif terhadap total aset. Temuan ini sejalan dengan penelitian   dan   yang menyatakan bahwa rasio Retained Earnings to Total Assets memiliki korelasi kuat dengan risiko kebangkrutan perusahaan dan merupakan indikator penting dalam memprediksi kesulitan keuangan. Temuan ini juga sejalan dengan teori Keagenan  dimana ketersediaan laba ditahan yang tinggi mencerminkan keputusan manajerial yang baik dalam mengelola keuntungan perusahaan. Manajemen yang mampu mempertahankan dan menginvestasikan laba ditahan dengan bijak menunjukkan komitmen untuk memenuhi kepentingan pemangku kepentingan, termasuk pemilik dan konsumen. Dalam konteks boikot, manajemen yang efektif dalam mengelola laba ditahan dapat membantu perusahaan untuk tetap stabil dan mengurangi risiko kebangkrutan, karena mereka memiliki cadangan finansial yang dapat digunakan untuk menghadapi tantangan.</p>
        <p id="_paragraph-79">
          <bold id="_bold-74">Pengaruh </bold>
          <bold id="_bold-75">
            <italic id="_italic-81">Earnings Before Interest and Taxes to Total Assets</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-76">Terhadap Prediksi Kebangkrutan </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-80">Variabel <italic id="_italic-82">Earnings Before Interest and Taxes to Total Assets</italic> (EBITTA) terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap prediksi kebangkrutan perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa EBITTA memiliki koefisien sebesar 6,721 dengan nilai <italic id="_italic-83">t-statistic</italic> 3,409 dan <italic id="_italic-84">p-value</italic> 0,002 yang berada jauh di bawah tingkat signifikansi 0,05. Koefisien positif tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi rasio EBITTA, semakin tinggi pula nilai <italic id="_italic-85">Z-Score</italic> yang mengartikan risiko kebangkrutan yang lebih rendah. Hal ini sejalan dengan hipotesis penelitian yang diajukan bahwa EBITTA berpengaruh positif terhadap prediksi kebangkrutan. Rasio EBITTA menggambarkan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset-asetnya sebelum dikurangi biaya bunga dan pajak . Rasio ini berfungsi sebagai sinyal positif bagi investor dan pemangku kepentingan, menunjukkan bahwa perusahaan efektif dalam menghasilkan keuntungan dari asetnya. Ketika perusahaan mampu menunjukkan kinerja operasional yang baik, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan mengurangi persepsi risiko, terutama dalam situasi di mana perusahaan menghadapi tekanan eksternal seperti boikot konsumen. Koefisien yang relatif besar pada variabel ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba operasional menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan kondisi keuangan perusahaan. Perusahaan yang mampu memanfaatkan asetnya secara efektif untuk menghasilkan laba memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap risiko <italic id="_italic-86">financial distress</italic>, terutama bagi perusahaan yang menghadapi situasi khusus seperti dampak dari aksi boikot konsumen. EBITTA juga mencerminkan keputusan manajerial yang baik dalam mengelola aset dan menghasilkan laba. Manajemen yang mampu memanfaatkan aset secara efektif untuk menghasilkan laba operasional menunjukkan komitmen untuk memenuhi kepentingan pemangku kepentingan, termasuk pemilik dan konsumen. Studi yang dilakukan oleh ,  dan  mendukung hasil ini, menunjukkan bahwa nilai Wilks' Lambda untuk variabel independen lebih besar dari α = 0,05, yang mengindikasikan bahwa EBITTA berpengaruh positif terhadap <italic id="_italic-87">financial distress</italic>.</p>
        <p id="_paragraph-81">
          <bold id="_bold-77">Pengaruh </bold>
          <bold id="_bold-78">
            <italic id="_italic-88">Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-79">Prediksi Kebangkrutan </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-82">Berdasarkan hasil uji <italic id="_italic-89">t</italic> yang ditampilkan dalam penelitian ini, diketahui bahwa variabel <italic id="_italic-90">Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities</italic> (MVEBVL) memiliki koefisien sebesar 1,196 dengan nilai <italic id="_italic-91">t-statistic</italic> sebesar 14,960 dan nilai signifikansi (<italic id="_italic-92">p-value</italic>) 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa MVEBVL berpengaruh positif dan signifikan terhadap prediksi kebangkrutan perusahaan yang diukur dengan model Altman <italic id="_italic-93">Z-Score</italic>. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa semakin tinggi nilai MVEBVL, maka semakin besar nilai ekuitas pasar yang dimiliki perusahaan dibandingkan dengan total kewajibannya. Hal ini mengirimkan sinyal positif kepada investor dan pemangku kepentingan bahwa perusahaan memiliki kekuatan finansial yang baik untuk memenuhi kewajibannya. Ketika perusahaan menunjukkan nilai pasar ekuitas yang tinggi, ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan kreditor, serta mengurangi persepsi risiko kebangkrutan, terutama dalam situasi di mana perusahaan menghadapi tekanan eksternal seperti boikot konsumen. MVEBVL mencerminkan keputusan manajerial yang baik dalam mengelola struktur modal perusahaan. Ketersediaan ekuitas pasar yang lebih besar dibandingkan dengan kewajiban menunjukkan bahwa manajemen telah berhasil dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham dan menjaga keseimbangan antara utang dan ekuitas. Dalam konteks boikot, perusahaan yang memiliki rasio MVEBVL yang tinggi dapat lebih mudah memenuhi kewajiban finansialnya, sehingga mengurangi risiko kebangkrutan dan menunjukkan komitmen manajemen untuk memenuhi kepentingan pemangku kepentingan. Dengan demikian, perusahaan memiliki kemampuan lebih besar dalam memenuhi kewajibannya dan risiko mengalami financial distress menjadi lebih kecil. Rasio ini mencerminkan kekuatan modal sendiri perusahaan dalam menutupi seluruh utangnya apabila terjadi likuidasi. Semakin besar nilai pasar ekuitas dibandingkan nilai buku kewajiban, semakin baik posisi keuangan perusahaan di mata investor dan kreditor . Temuan ini juga konsisten dengan studi sebelumnya seperti yang dikemukakan oleh , dan  , yang menyatakan bahwa rasio MVEBVL merupakan indikator yang efektif dalam mendeteksi risiko kebangkrutan pada perusahaan, terutama dalam konteks tekanan keuangan akibat faktor eksternal seperti boikot konsumen.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>
        <bold id="bold-a0e075a5ca849d8c59588e356041e127">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-83">Analisis periode 2019-2023 menunjukkan bahwa boikot konsumen berdampak signifikan pada kondisi keuangan beberapa perusahaan, seperti PT Fast Food Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, PT Map Boga Adiperkasa Tbk, dan PT Sarimelati Kencana Tbk yang mengalami penurunan status hingga rawan atau bangkrut, terutama setelah pandemi COVID-19. Sebaliknya, perusahaan seperti PT Akasha Wira International Tbk, PT Ultrajaya Tbk, dan PT Metrodata Electronics Tbk mampu mempertahankan ketahanan finansial berkat produk esensial, identitas lokal kuat, dan diversifikasi portofolio. Model Altman Z-Score mengonfirmasi bahwa manajemen modal kerja yang baik, laba ditahan yang kuat, laba operasional efektif, dan nilai pasar ekuitas yang tinggi berkontribusi pada ketahanan perusahaan menghadapi tekanan eksternal. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada periode pengamatan yang singkat dan belum memasukkan faktor non-finansial serta variabel eksternal lain seperti pandemi dan inflasi. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya memperpanjang periode pengamatan, melakukan studi komparatif, mengintegrasikan model prediksi kebangkrutan lain, memasukkan variabel non-finansial, serta menambah analisis kualitatif dan mengembangkan model yang disesuaikan dengan tekanan sosial-politik seperti boikot konsumen.</p>
      <p id="paragraph-d6af927ee4c7b0b8eae5e2213d483400">
        <bold id="bold-a55a054a6d1eb9919924aa054788523f">Ucapan Terima Kasih </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-84">Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saya yang selalu memberikan dukungan, doa, dan semangat tanpa henti selama proses penyusunan skripsi ini. Kasih sayang dan motivasi dari Bapak dan Ibu menjadi sumber kekuatan terbesar bagi saya. Tidak lupa, saya juga berterima kasih kepada teman-teman saya yang selalu memberikan dorongan, bantuan, dan keceriaan sehingga perjalanan menyelesaikan skripsi ini menjadi lebih ringan dan menyenangkan. Kebersamaan dan support kalian sangat berarti bagi saya.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
