<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Role Stressors, Spiritual Intelligence, and Auditor Performance</article-title>
        <subtitle>Faktor Stres Peran, Kecerdasan Spiritual, dan Kinerja Auditor</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Ramadhani</surname>
            <given-names>Nurma Ayu</given-names>
          </name>
          <email>nurmaayuramadhani@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Biduri </surname>
            <given-names>Sarwendah</given-names>
          </name>
          <email>nurmaayuramadhani@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-12-14">
          <day>14</day>
          <month>12</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>02</day><month>02</month><year>2025</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-9">
      <title>
        <bold id="bold-736aa90bb7e56bcd38bb159ae18a600e">Pendahuluan </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-8"> Berbagai jenis pekerjaan yang  sedang berkembang  pada era masa kini kian beragam,  salah satunya profesi pelayanan jasa.  Akuntan publik menyajikan pelayanan jasa yang dibutuhkan bagi suatu perusahaan atau  organisasi,  maupun instansi pemerintah dalam menyediakan informasi, memeriksa, <italic id="_italic-10">mereview</italic>,  mengenai kualitas dari laporan keuangan berdasarkan standar Ikatan  Akuntansi Indonesia (IAI)  sekaligus  memberikan opini atau saran untuk pengambilan sebuah keputusan. Hal yang menjadi perhatian utama bagi klien ataupun publik dalam menilai hasil audit adalah kinerja auditor.  Hasil audit yang telah dilakukan oleh akuntan publik merupakan tanggung jawab yang besar bagi seorang akuntan publik terhadap pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu, seorang akuntan publik harus memiliki kinerja yang baik dan berkualitas.</p>
      <p id="_paragraph-9">Munculnya fenomena yang terjadi  atas buruknya kinerja auditor atau kegagalan peran dalam melaksanakan pekerjaannya menilai kewajaran suatu laporan keuangan,  dapat dilihat dari contoh kasus yang terjadi,  berdasarkan laporan periodik P2PK Kementerian Keuangan pada kuartal II 2019 banyak KAP yang sudah ditindaklanjuti.  Sejak awal tahun hingga Juni 2019 sudah 5 KAP yang dibekukan izinnya. Selain itu, 3 KAP   diberikan rekomendasi, 8 KAP diberikan peringatan, 2 KAP dilakukan pembatasan entitas, dan 2 KAP lainnya dilakukan pembatasan jasa. Tidak hanya KAP,  hingga Juni 2019  tercatat 10 AP  yang diberikan peringatan,  1 AP  dilakukan pembatasan pemberi jasa tertentu,  dan 1 KAP lainnya dibekukan izinnya. Terdapat beragam faktor  yang mempengaruhi kinerja auditor salah satunya adalah peran auditor. Dalam menjalankan tugasnya, auditor biasanya dihadapkan oleh potensi konflik peran.  Terdapat tiga jenis role stress yaitu konflik peran, ketidakjelasan peran, dan kelebihan peran.</p>
      <p id="_paragraph-10">Konflik peran (<italic id="_italic-11">role conflict</italic>) terjadi karena timbul adanya dua perintah yang berbeda yang diterima sacara bersamaan dan melaksanaan salah satu perintah saja akan mengakibatkan teraibanya perintah yang lain . Penelitian yang dilakukan Fauziah menunjukan hasil <italic id="_italic-12">role</italic><italic id="_italic-13"> conflict </italic>tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor . Adapun penelitian lain yang menunjukkan hasil yang berbeda, Ulum dan Purnamasari menyatakan <italic id="_italic-14">role conflict </italic>berpengaruh terhadap kinerja auditor .</p>
      <p id="_paragraph-11">Ketidakjelasan peran (<italic id="_italic-15">role ambiguity</italic>) timbul ketika seseorang tidak mendapatkan informasi yang jelas akan apa yang harus ia kerjakan dan kemapuan dalam menyelesaikan . Penelitian yang dilakukan oleh Gunawan dan Ramdan menunjukkan hasil <italic id="_italic-16">role ambiguity</italic> berpengaruh terhadap kinerja auditor. Adapun  penelitian lainnya yang menunjukkan hasil yang berbeda bahwa <italic id="_italic-17">role ambiguity </italic>tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor .</p>
      <p id="_paragraph-12">Kelebihan peran (<italic id="_italic-18">role overload) </italic>timbul ketika seseorang yang dibebani terlalu banyak pekerjaan dengan waktu dan kemampuan yang terbatas . Hasil penelitian yang dilakukan oleh Aprimulki menunjukkan hasil <italic id="_italic-19">role overload </italic>berpengaruh terhadap kinerja auditor, penelitian lain yang dilakukan oleh Gunawan dan Ramdan  menunjukkan hasil yang berbeda yakni <italic id="_italic-20">role overload </italic>tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor.</p>
      <p id="_paragraph-13"> Faktor lain yang mempengaruhi kinerja auditor adalah gaya kepemimpianan (<italic id="_italic-21">leadership </italic><italic id="_italic-22">styles</italic>). Penelitian yang dilakukan oleh Ulum dan Purnamasari menyatakan bahwa terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi kinerja seseorang, dan salah satunya adalah gaya kepemimpinan. Ulum dan Purnamasari mendefinisikan bahwa gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin melaksanakan kegiatannya dalam upaya membimbing, memandu, mengarahkan, dan mengontrol pikiran, perasaan, atau perilaku seseorang atau sejumlah orang untuk mencapai tujuan tertentu. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ulum dan Purnamasari menyebutkan gaya kepemimpianan berpengaruh terhadap kinerja auditor, hasil penelitian lainnya yang dilakukan oleh Gunawan dan Ramdan menyebutkan gaya kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor. </p>
      <p id="_paragraph-14">Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang menujukkan hasil yang berbeda-beda sehingga perlu dilakukan penelitian kembali. Penggunaan variabel pemoderasi yang memperkuat atau memperlemah sebuah penelitian ditambahkan pada penelitian kali ini yang diharapkan dapat memberikan hasil penelitian yang lebih baik dari penelitian sebelumnya. Karena itu penulis tertarik untuk membuat penelitian dengan judul “Pengaruh <italic id="_italic-23">Role Conflict, Role Ambiguity, Role Overload, Leadership Styles </italic>Dengan Menggunakan Kecerdasan Spiritual Sebagai Variabel Pemoderasi Terhadap Kinerja Auditor”.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-10">
      <title>
        <bold id="bold-ee8075074bff3995d500d2ea6b851adf">Metode</bold>
      </title>
      <p id="heading-ed841d22aa4c0597b305c7fd705c4b2b">
        <bold id="bold-e7f4afc0f44181cc45c665ea8202e63e">A.</bold>
        <bold id="_bold-12">Lokasi Penelitian </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-15"> Penelitian ini dilakukan pada Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berada di Kota Surabaya dan di Kota Sidoarjo.</p>
      <p id="paragraph-6f92e0bc98cc1135436400e18f5e2dd0">
        <bold id="bold-d6df3b01ea517f6a05c4077b73b7e1ed">B.</bold>
        <bold id="_bold-13">Variabel Penelitian </bold>
      </p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title> Tabel 1   Identifikasi Variabel dan Indikator Variabel </title>
          <p id="_paragraph-18"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-005b9737b9092cdeada842f83952e844">
              <th id="8d7187ba9917df3a09ee1798ce3377cf">
                <bold id="_bold-7">No</bold>
              </th>
              <th id="9d696d6a7b84a0a6ba5b5ca53d73dd68">
                <bold id="_bold-8">Variabel</bold>
              </th>
              <th id="0f0e29fd9dfc2e08f1d1bbe188d5c2c7">
                <bold id="_bold-9">Indikator</bold>
              </th>
              <th id="ca305435f0759fcee69b007bcc2564f6">
                <bold id="_bold-10">Sumber</bold>
              </th>
              <th id="3839c76c530287df2b31999ffc35ef96">
                <bold id="_bold-11">Skala Likert</bold>
              </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-ad54d98f084bb3942db93244d32b920e">
              <td id="26a4eb1782c316adf93e173ee9d2774d">1</td>
              <td id="f1daafa7530eea1b08dd0e26275a4939"><italic id="_italic-24">Role Conflict</italic>(konflik peran)</td>
              <td id="ea75f50dab92c86295593a9d7e0bef5c">Karyawan menegerjakan tugas diluar tugas utamaKaryawan tidak mengetahui kepada siapa harus melaporkan hasil pekerjaannyaKaryawan tidak mengetahui kepada siapa harus mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannyaMendapat tugas pekerjaan dari dua atau lebih atasan yang memiliki metode kerja yang berbeda</td>
              <td id="38f490576bad7e8f5b39cce2c432251d">Robbins </td>
              <td id="8adf98f7a7f166077668bf57a71279d0">1-5</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-afa56338f33024ebb30dfa738535be51">
              <td id="10c415b9d872ee3d3a8bbd9dc1a52456">2</td>
              <td id="d134a4a30fb6167ebabc2a10c3a36119"><italic id="_italic-25">Role Ambiguity </italic>(ketidakjelasan peran)</td>
              <td id="4110f79a509f1e9d8b84ae32536054ad">Mengetahui dengan jelas, apa yang menjadi tugas wewenang saat bekerja Tidak mempunyai wewenang dalam melaksanakan pekerjaanTidak mengetahui kinerja yang diharapkan perusahaan dari pegawaiTidak memahami kontribusi yang diberikan terhadap pencapaian target perusahaan</td>
              <td id="1d976b4d61beb0a11750d6df8fd495e3">Robbins</td>
              <td id="18a3ec6c3fe84389c351dc52ea9d0f2d">1-5</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-36562108dc94b2920dfae1200218639d">
              <td id="a8bc72cd7cc0cab1145e2e522ee557d8">3</td>
              <td id="f4f7e14bff4accee2d68884e2b69cfd1"><italic id="_italic-26">Role Overload </italic>(kelebihan peran)</td>
              <td id="2079e001ded7df104c946f6cdbfe69ea">Tuntutan terhadap kualitas pekerjaan tidak masuk akal Tugas-tugas yang diberikan terlalu sulit dan kompleksTugas yang diberikan rumitPerusahaan menuntut tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki karyawan </td>
              <td id="9c389d17044bf13ad1438861612b0238">Robbins</td>
              <td id="5c94ae8560c7e0c538bd7c7135647a77">1-5</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4cc34d90834a0adc1d69397fa6476125">
              <td id="fb01221dda6dfe6df8b95b1f50c249da">4</td>
              <td id="405bc6d701c8cdd16551c3505d89a7a9"><italic id="_italic-27">Leadership S</italic><italic id="_italic-28">tyles </italic>(gaya kepemimpinan)</td>
              <td id="9d755a79d0ed5885984f3acf9a754e58">Konsiderasi (<italic id="_italic-29">Conderation</italic>)Struktur inisiatif (<italic id="_italic-30">Initiating structure</italic>)</td>
              <td id="cc763eefa56fd29e49fda8bd3e88e8e1">Trisnaningsih</td>
              <td id="767e8d489e6562193dc8f0be7bfc430f">1-5</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f0cfaed12e3b090955f1edb98df30333">
              <td id="101e389c2276fa9cb73c64f91f3f919a">5</td>
              <td id="49f097fe7aef2175480deab5ac926ac0">Kinerja Auditor</td>
              <td id="faee0c59816d56fc6814f24c2c163458">TujuanStandarUmpan balikKompetensiAlat</td>
              <td id="d30e9c454e17717c945c1dea8908eaed">Wibowo</td>
              <td id="394d3826ea9ee57141466ecb40c06810">1-5</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-def64e199ea70f16cc7f732eaedddfdf">
              <td id="5723239103e84edacaeae88e55daf11c">6</td>
              <td id="7bc9bc3055e2b14d31cc8f42347cacd1">Kecerdasan Spiritual</td>
              <td id="d215eaac94b28473cd91f53df3be63b3">JujurKeterbukaanPengetahuan diriFokus pada konstribusi Spiritual non-dogmatis</td>
              <td id="82d53ce8f6fb5286c9c9e73fb4e862cf">Fathinah</td>
              <td id="3d0ec86569edf3e21ea9ac218258b6c5">1-5</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-19">Sumber : Data diolah, 2023</p>
      <p id="paragraph-60f7994d2069df409db60b97cd3a45f9">
        <bold id="bold-14858b6c40d960c992b3e0d1f759f966">C. </bold>
        <bold id="_bold-14">Populasi dan Sampel </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-20"> Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ada di Kota Surabaya dan Sidoarjo yang berjumlah 314 auditor. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non probabilitas atau pemilihan <italic id="_italic-31">non random</italic> yaitu mengunakan teknik pengambilan sampel yang mudah (<italic id="_italic-32">convenience sampling</italic>), yaitu pengumpulan informasi dari anggota populasi yang dengan senang hati bersedia memberikannya . Responden dalam penelitian ini sebanyak 50 auditor yang bekerja di KAP Surabaya dan Sidoarjo yang terdaftar di IAI. </p>
      <p id="paragraph-a3820b2821456c1ad97a74b917a776de">
        <bold id="bold-968b5cf5fee177722a424c687ae242f2">D. </bold>
        <bold id="_bold-15">Jenis dan Sumber Data </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-21"> Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini berupa kuesioner yang dibagikan langsung kepada auditor yang bekerja di KAP kota Surabaya dan Sidoarjo. </p>
      <p id="paragraph-ae7a126c9f88bd2a9b55e3f9cba3d9cd">
        <bold id="bold-f92e52fe3eaf9356dd36fcaa0e95e52f">E.</bold>
        <bold id="_bold-16">Metode Analisis Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-22"> Teknik analis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Uji <italic id="_italic-33">Partial Least Square </italic>(PLS). Terdapat dua tahap evaluasi model PLS yaitu <italic id="_italic-34">outer model </italic>dan <italic id="_italic-35">inner</italic><italic id="_italic-36"> model</italic>. </p>
      <p id="paragraph-c7b7028b7660164cb41bc6d4574813f7">1. Model Pengukuran (<italic id="_italic-37">outer model</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-23">Model pengukuran digunakan untuk menguji validitas konstruk dan reliabilitas instrument. </p>
      <p id="paragraph-70bf9f1f67d540bc75b29de03ee6478e">2. Model Struktural (<italic id="_italic-38">inner model</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-24">Model struktural digunakan untuk uji kausalitas (pengujian hipotesis).</p>
    </sec>
    <sec id="sec-11">
      <title>
        <bold id="bold-3b3fbaac8b76c7df3b77114bdd4f7e9d">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-ebaf0203a8d13fb4b3c8bd655f2eedb1">
        <title>
          <bold id="bold-34d03fae25c690638f22e3ff97fb4497">A.</bold>
          <bold id="bold-387f1bdc01c2afd93c5f277c94a91189">Analisis Data dan Hasil Penelitian </bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-25">Analisis data dan pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan <italic id="_italic-39">software </italic>SmartPLS. Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel independen yaitu <italic id="_italic-40">Role Conflict, Role Ambiguity, Role Overload, Leadership Styles </italic>terhadap variabel dependen yaitu Kinerja Auditor, dengan Kecerdasan Spiritual sebagai variabel Pemoderasi. </p>
        <list list-type="order" id="list-0e80e3d7d406a1d06ed7930c6272d6d5">
          <list-item>
            <p>
              <bold id="bold-31b305cc341efdf3c6ff7b6531eca7dd"/>
              <bold id="_bold-19">Evaluasi Model Pengukuran </bold>
              <bold id="_bold-20">(</bold>
              <bold id="_bold-21">
                <italic id="_italic-41">outer model</italic>
              </bold>
              <bold id="_bold-22">)</bold>
            </p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-26"> Analisis data dilakukan dengan memasukkan tabulasi data kuesioner dan menguji <italic id="_italic-42">convergent validity, discriminant validity, </italic>dan uji signifikan. Model pengukuran reflektif dievaluasi dengan <italic id="_italic-43">convergent </italic>dan <italic id="_italic-44">discriminant validity </italic>dari indikatornya dan <italic id="_italic-45">composite reliability.</italic>Berikut adalah tampilan hasil output SmartPLS:</p>
        <fig id="fig1">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title> Gambar 1   Output SmartPLS </title>
            <p id="_paragraph-29"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
        </fig>
        <p id="paragraph-9dcb9930fbe6fc2f7ef577a191bb9e99">
          <bold id="bold-9d2052e55411f24ef00cc7ebf52db8fc">a. </bold>
          <bold id="bold-10d96383a0d1c314fca14d21ae52279f">Convergent Validity</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-30"> Pengujian dalam <italic id="_italic-46">convergent validity</italic>menggunakan nilai outer loadings (<italic id="_italic-47">loading factor</italic>) yaitu dengan hasil &gt;0.7 agar indikator tersebut dikategorikan baik dan memenuhi standart <italic id="_italic-48">convergent validity.</italic>Hasil outer loading dibawah ini menunjukkan nilai diatas 0.7 untuk semua indikatornya, sehingga semua indikator sudah valid. Berikut disajikan tabel dari masing-masing indikator:  </p>
        <fig id="figure-panel-ca2bde388c2c458c230207fbb5d1428a">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title> Tabel 2   Outer loading</title>
            <p id="paragraph-c623a7ffeb6ff1beacb192720bcc7802"/>
          </caption>
          <graphic id="graphic-48790d2367dc439d41e84ce789e9e90e" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="6641-01.png"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-34">Sumber: Data Diolah, 2023</p>
        <p id="paragraph-6aead6686af6d56a569170374f36e07b">
          <bold id="bold-cccfa49935b6230fa55457dd83e2ba44">b.</bold>
          <bold id="_bold-32">Construk relia</bold>
          <bold id="_bold-33">bility </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-35"> Tahap selanjutnya pengujian construk reliability dapat dinilai dengan melihat nilai dari <italic id="_italic-53">composite reliability, cronbach’s alpha, average variance extracted </italic>(AVE). Dari tabel dibawah ini dapat dilihat untuk pengujian <italic id="_italic-54">composite reliability </italic>dan <italic id="_italic-55">cronbach’s alpha </italic>menunjukkan nilai diatas 0.70 untuk masing-masing variabel dan dapat dikatakan reliabel. Untuk pengujian AVE dapat dilihat nilai untuk masing-masing maviabel menunjukkan nilai diatas 0.5 sehingga dapat dinyatakan mempunyai reliabilitas yang baik. Berikut tabel dari <italic id="_italic-56">composite reliability, cronbach’s alpha, average variance extracted </italic>(AVE): </p>
        <table-wrap id="tbl3">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title> Tabel 3   Composite reliability, Cronbach’s Alpha, Average Variance Extracted (AVE) </title>
            <p id="_paragraph-38"/>
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-6a502cc94765ddf6248e850aaf7a477f">
                <td id="1f34b6c16dcbe91f813231fff7ee4d34">
                  <bold id="_bold-42">Variabel</bold>
                </td>
                <td id="2be61398a8f824ad3db2b895e490bf6a">
                  <bold id="_bold-43">Cronbach’s alpha</bold>
                </td>
                <td id="27a7c4b584a42b44cc6f23365013598c">
                  <bold id="_bold-44">Composite reliability</bold>
                </td>
                <td id="7d387fb7856c223082e91045342fc514">
                  <bold id="_bold-45">AVE</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-feef9bc9e1fdb3655eb8a7ab2e9279a5">
                <td id="f0e7633b32cbc5996f5117cf86e4f5e1">
                  <italic id="_italic-63">Role Conflict</italic>
                </td>
                <td id="fd916ab1ac0131aa7c9085464e211ee0">0.859</td>
                <td id="63c64c0d9d7cb7e80ba8733b062418dc">0.863</td>
                <td id="8e6c94d556fe264961ac4675525d3198">0.705</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3dd72d23f501372c265d64634a2f3334">
                <td id="a578bdfd1c7c0c982c4eddbbc4346cba">
                  <italic id="_italic-64">Role Ambiguity</italic>
                </td>
                <td id="f0c531cefe1b61abf7983dd03e1db87b">0.836</td>
                <td id="a551c1f5281a2c2f58941c034cf689be">0.856</td>
                <td id="c320f7f4cf36f7115887ce183aac08a9">0.672</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-daf950a4d21cdbd57af71eac24712313">
                <td id="5aa376be16d965af8d95c09cb217386e">
                  <italic id="_italic-65">Role Overload</italic>
                </td>
                <td id="903d45de5ff7baf42eaa7abc75642a9c">0.926</td>
                <td id="641ff3c3901ce79cfd8424a27db8c693">0.934</td>
                <td id="cdba0410bd934609598e3eb7cd34b7fc">0.818</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e4b4e7c7ea49f522460755f89dc864d3">
                <td id="3ebcbd56642ca8a3170f85976f8f5b6c">
                  <italic id="_italic-66">Leadership Styles</italic>
                </td>
                <td id="c825b2beb210169bd2424388f189bbca">0.899</td>
                <td id="d6d91a98ef2a1e7df9f26304859a5674">0.906</td>
                <td id="cca4e13106351a314d8e46e6c843cf0e">0.713</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6e7b2c783cd351edddc85e84e98df8f1">
                <td id="6e6a933bea3e3a1ac1eab0fa3334c58f">Kinerja Auditor</td>
                <td id="642abdf14c1a4645e0595e5ad149ce5e">0.938</td>
                <td id="c3d68e05527e9a544e9abee9b3da836a">0.941</td>
                <td id="2d520349fcdb615dcec6ff1a2998660c">0.805</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-87628e458b0aa11959733972585a71a5">
                <td id="3ebd603625bdb615862c462a31a18dea">Kecerdasan Spiritual</td>
                <td id="6aa0bb38ba703908611dd8f58570f50b">0.830</td>
                <td id="1bcf9df34e771d16ba8114bba2500fc8">0.840</td>
                <td id="fc380c43aab35bbf968b98709f93f617">0.592</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-39">Sumber: Data diolah, 2023</p>
        <list list-type="order" id="list-095d4a6d0cf10f949833f81512a94d85">
          <list-item>
            <p>
              <bold id="_bold-46">Evaluasi Model </bold>
              <bold id="_bold-47">Struktural </bold>
              <bold id="_bold-48">
                <italic id="_italic-67">(</italic>
              </bold>
              <bold id="_bold-49">
                <italic id="_italic-68">Inner Model</italic>
              </bold>
              <bold id="_bold-50">
                <italic id="_italic-69">)</italic>
              </bold>
            </p>
          </list-item>
        </list>
        <table-wrap id="tbl4">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title> Tabel 4   R-Square </title>
            <p id="_paragraph-42"/>
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-db1033b439285490ff21a293c551a291">
                <td id="85ee65025fddfa9e2335c32dbe1795e9">
                  <bold id="_bold-53">Variabel Penelitian</bold>
                </td>
                <td id="ea1e59a9fc9d529ff1ee9d755de480c8">
                  <bold id="_bold-54">R S</bold>
                  <bold id="_bold-55">
                    <italic id="_italic-70">quare</italic>
                  </bold>
                </td>
                <td id="6a345c3a616ce3849636c5487d99922b">
                  <bold id="_bold-56">Adjust R </bold>
                  <bold id="_bold-57">
                    <italic id="_italic-71">Square</italic>
                  </bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8e282fead382cff3cb622ec0e3bc2b58">
                <td id="6ec03417afab2c38eb85b10f13fbd42b">Kinerja Auditor (Y)</td>
                <td id="9744a863b679d5daea9f178652bd7c5b">0.760</td>
                <td id="021f11c0ce8330317e360b1c84e7eb0e">0.706</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-43"> Nilai R Square untuk varibel Kinerja auditor sebesar 0.760. Hal ini menunjukkan bahwa variabel <italic id="_italic-72">role conflict, role ambiguity, role overload, leadership styles </italic>mampu menjelaskan variabilitas konstrak Kinerja Auditor sebesar 76%, sedangkan sisanya sebesar 24% dijelaskan oleh konstruk lainnya diluar yang diteliti dalam penelitian ini. Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan nilai T value dengan T tabel. Berikut hasil <italic id="_italic-73">Path Coefficients </italic>dan uji signifikan adalah sebagai berikut:</p>
        <table-wrap id="tbl5">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title> Tabel 5   Path Coefficients </title>
            <p id="_paragraph-46"/>
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-d7795e719176320aafaa8b34044067fb">
                <td id="4379b00ab56199e59169304d35017d02">
                  <bold id="_bold-60">Variabel Penelitian</bold>
                </td>
                <td id="1bb7b8dcbc55a289f6c30352045c77de">
                  <bold id="_bold-61">Original Sample (O)</bold>
                </td>
                <td id="2549c9b831f1a009f09cc3870fa1b945">
                  <bold id="_bold-62">Sample Mean (M)</bold>
                </td>
                <td id="f7c2571923bf0f801196ba7df6574c16">
                  <bold id="_bold-63">Standard Deviation (STDEV)</bold>
                </td>
                <td id="3d247ca5f05a7a5281315dc047eaf7b4">
                  <bold id="_bold-64">T Satistict (|O/STDEV|)</bold>
                </td>
                <td id="1d05e4a337f1447b9a6de98efd071f6e">
                  <bold id="_bold-65">P Values</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1314daf3c9a7054e90c44d13e8ebfcb9">
                <td id="8c4da7de25c7b49f4939fd8b5c580051">
                  <bold id="_bold-66">X1_&gt;Y</bold>
                </td>
                <td id="19583d72270638941757ddbc177d4119">-0.160</td>
                <td id="d6bde804b7d8b666b32be79e70fca720">-0.153</td>
                <td id="d624d9e2f5048db34db02f6781b20a0f">0.162</td>
                <td id="7b8afa9abe32a1774c3a72bff1d10948">0.990</td>
                <td id="a7b7f5f3399573760d0a741a0dbf5845">0.322</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-00f7c6ccc9443ad9000bfe39fb82ca0f">
                <td id="1136321a3ca28552bed8bc7c4375a5a9">
                  <bold id="_bold-67">X2_&gt;Y</bold>
                </td>
                <td id="cabd886e7c31a59947769b13a794b536">0.508</td>
                <td id="b38df1668e706c6764b28d00e4c2f4a1">0.458</td>
                <td id="8cfbb2601e70b66c93fd23eb491efc11">0.238</td>
                <td id="b5241968293e138ac7bc60481e69a208">2.133</td>
                <td id="dda86c691da798dfa144956b8304953a">0.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8b721e8a9b053b2dc196416d1955db35">
                <td id="bf04442ee46ae1a50e846a32e49407b3">
                  <bold id="_bold-68">X3_&gt;Y</bold>
                </td>
                <td id="73ce088040ea5afd6c34c7defa7cbb85">-0.590</td>
                <td id="a5da9ac23a53cfb0513ea3f651de2233">-0531</td>
                <td id="5365c519de7b87680e0cb8a9c3a26d9b">0.221</td>
                <td id="2a6bf82b614844618213570a953cfa95">2.668</td>
                <td id="64b314d9f8135d00f814a86c9989932e">0.008</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-36eb8a91fe1a6c885a026756c86d4a8a">
                <td id="a670dc88c81baa16c5831c9f74aa4123">
                  <bold id="_bold-69">X4_&gt;Y</bold>
                </td>
                <td id="95ea4727eda6767ed612bb75d10784fa">0.279</td>
                <td id="ef12111c6db63bc3062aba4d682a746a">0.268</td>
                <td id="79ffef42f0bce807ea13f5e4d6cd782d">0.155</td>
                <td id="3527255df2469046b5da2edaa5d2de50">1.795</td>
                <td id="981555501f343376ab76d781297cc6f1">0.073</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-657d085b2288caf9a644ee93627fc0e6">
                <td id="feded10da69a6479f5be4b96f3aafef6">
                  <bold id="_bold-70">Z_&gt;Y</bold>
                </td>
                <td id="fd258aa0358adf2f713681aff9ef7e8c">0.643</td>
                <td id="25434a10fe5b50b15ba28e293cd3e1b2">0.636</td>
                <td id="db1060b178d6d4ffa7c2cf6432dbc417">0.137</td>
                <td id="546c087ea7efdeaefaf29368bacd24fb">4.695</td>
                <td id="e9ed41e1489393a00cdbb232304ebddf">0.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-00a342f68f9b65902db337239a86e093">
                <td id="5c73b2b4ed0f6bbf0f2304e3276eff5d">
                  <bold id="_bold-71">Moderating X1_&gt;Y</bold>
                </td>
                <td id="58868c7a6a9a5f48402391be829f87c6">0.638</td>
                <td id="222fb3588bab1c9fe0b05ed3bf47a11f">0.594</td>
                <td id="5784a8193ba87aedff23724ad008c1a4">0.246</td>
                <td id="27c372cef7e43c10cbadfc3e71bd0f46">2.590</td>
                <td id="7065c3e84802a6420f44dfad88b6956f">0.010</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-58ee393329990c935bf19155cfe7b05b">
                <td id="35b06666bc7f906a3ccc7acc50a30cd6">
                  <bold id="_bold-72">Moderating X2_&gt;Y</bold>
                </td>
                <td id="bc8d89bbdcf579bf1cdbac922d18af96">-0.514</td>
                <td id="c9a9888cc9975896f00d05d8ccc9ae8d">-0.468</td>
                <td id="39827af81bcfa9c7cb194160968c7f1c">0.333</td>
                <td id="820870ad55abcb94634bd509f75965f5">1.544</td>
                <td id="717400a903a19b8b919259b86f90d4ff">0.123</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-fb5a57b51362e83687ca60d1f22ec77b">
                <td id="64e7b83dbc97375189cd252d88be95d1">
                  <bold id="_bold-73">Moderating X3_&gt;Y</bold>
                </td>
                <td id="1c80e670bc90c74541b8dab9d594a752">0.051</td>
                <td id="90576b0f94e9e6b83a5c5442208ca66d">0.050</td>
                <td id="b73890841a5ba87d58856be0d9a2444d">0.255</td>
                <td id="9ea33aaabb2d9b7a4a4a9f2a15b8362d">0.201</td>
                <td id="ebb591b4a55d68d10c827f0696e65061">0.841</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b850d22886d00d73e3724d99a2e09e93">
                <td id="41c77e86ee7b66b025d545498c758a9a">
                  <bold id="_bold-74">Moderating X4_&gt;Y </bold>
                </td>
                <td id="8cd0e749054b102ea06c62e6b68661b4">0.293</td>
                <td id="5cb5cabaf25abbbcfefcea532fdfef2f">0.284</td>
                <td id="23a9f227e987f759833a1b27396abe6e">0.140</td>
                <td id="c9cc49885ae373ff9323b379b9e41600">2.091</td>
                <td id="b56aaf7b8ebd0ba5fd405c61464f7eea">0.037</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-47">Sumber: Data diolah,2023</p>
        <p id="_paragraph-48"> Dapat diketahui bahwa hasil dari pengujian untuk variabel <italic id="_italic-75">Role Conflict </italic>(X1) memiliki pengaruh negatif sebesar -0.160 dan tidak signifikan pada 5% (T hitung 0.990 &lt; 1.96) terhadap Kinerja Auditor (Y), untuk variabel <italic id="_italic-76">Role Ambiguity </italic>(X2) memiliki pengaruh positif sebesar 0.508 dan signifikan pada 5% (T hitung 2.133 &gt; 1.96) terhadap Kinerja Auditor (Y), untuk variabel <italic id="_italic-77">Role Overload </italic>(X3) memiliki pengaruh negatif sebesar -0.590 dan signifikan pada 5% (T hitung 2.668 &gt; 1.96) terhadap  Kinerja Auditor (Y), untuk variabel <italic id="_italic-78">Leadership Styles </italic>(X4) memiliki pengaruh positif sebesar 0.279 dan tidak signifikan pada 5% (T hitung 1.795 &lt; 1.96) terhadap Kinerja Auditor (Y), dan untuk variabel Kecerdasan Spiritual (Z) mmemiliki pengaruh positif  sebesar 0.643 dan signifikan pada 5% (T hitung 4.695 &gt; 1.96) terhadap Kinerja Auditor (Y). Sedangkan untuk variabel Kecerdasan Spiritual (Z) dalam memoderasi variabel X1 berpengaruh positif sebesar 0.638 dan signifikan pada 5% (T hitung 2.590 &gt; 1.96) terhadap Kinerja Auditor (Y), untuk variabel Kecerdasan Spiritual (Z) dalam memoderasi variabel X2 berpengaruh negatif sebesar -0.514 dan tidak signifikan pada 5% (T hitung 1.544 &lt; 1.96) terhadap Kinerja Auditor (Y), untuk variabel Kecerdasan Spiritual (Z) dalam memoderasi variabel X3 berpengaruh positif sebesar 0.051 dan tidak signifikan pada 5% (T hitung 0.201 &lt; 1.96) terhadap Kinerja Auditor (Y), untuk variabel Kecerdasan Spiritual dalam memoderasi variabel X4 berpengaruh positif sebesar 0.279 dan signifikan pada 5% (T hitung 2.091 &gt; 1.96). Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian ini menunjukkan terjadinya moderasi pada 2 (dua ) variabel yaitu, yang pertama variabel <italic id="_italic-79">role conflict </italic>(X1)terhadap kinerja auditor (Y) dengan kecerdasan spiritual (Z) sebagai pemoderasinya, dan yang kedua yaitu variabel <italic id="_italic-80">leadership styles </italic>(X4) terhadap kinerja auditor (Y) dengan kecerdasan spiritual (Z) sebagai pemoderasinya.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-8e9099ee18b0408ea71ab087ee6fbb7d">
        <title>
          <bold id="bold-361151e7e1dd9c84a6ebde8876ddb719">B. </bold>
          <bold id="_bold-75">Pembahasan</bold>
        </title>
        <p id="heading-2e8325a5bd8c793be1c62a4c24cffdd4">1. Pengaruh <italic id="italic-1">role conflict </italic>terhadap kinerja auditor</p>
        <p id="_paragraph-49"> Hasil penelitian  menujukkan bahwa nilai signifikansi yang terbentuk pada <italic id="_italic-81">role conflict </italic>lebih besar dari α = 0.05, yaitu sebesar 0.322. Dari hasil tersebut, terlihat bahwa T- Statistik 0.990 &lt; T-Tabel 1.96 dan P-Values 0.332 &gt; 0.05. Artinya hasil penelitian ini mengidentifikasikan bahwa <italic id="_italic-82">role conflict </italic>yang dialami oleh auditor tidak akan mempengaruhi auditor dalam pelaksanaan kinerja tugasnya. Konflik peran yang timbul dalam diri auditor umumnya akan mempengaruhi auditor tersebut dalam bertindak atau berperilaku. Berperilaku merupakan hal yang umum yang terjadi dalam kehidupan seseorang untuk bersikap dan perilaku. Perilaku yang baik akan meminimalisir untuk timbulnya konflik peran dalam diri sesorang. Hal ini disebabkan karena para auditor dalam menjalankan tugasnya selalu menjaga sikap dan profesionalisme dalam bekerja walaupun banyak konflik peran yang terjadi. </p>
        <p id="_paragraph-50"> Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ainul Fauziah yang menyataan <italic id="_italic-83">role conflict </italic>tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor.  Hal ini disebabkan karena auditor yang menerima penugasan didukung dengan tenaga kerja (sumber daya manusia) yang cukup untuk melakukannya, auditor mampu memecahkan masalah yang timbul karena konflik antar auditor, sehingga dapat meningkatkan kinerja auditor. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ulum dan Purnamasari yang menyatakan <italic id="_italic-84">role </italic><italic id="_italic-85">conflict </italic>berpengaruh terhadap kinerja auditor, hal ini disebabkan oleh semakin tinggi Konflik Peran maka Kinerja auditor akan semakin rendah. Pekerjaan yang berbeda dalam satu waktu membuat auditor mengalami Konflik peran dan membuat auditor mengalami tekanan dan stress dalam bekerja. Hal ini membuat seorang auditor akan mengalami penurunan kinerja.</p>
        <p id="paragraph-80d39fcd00ea807e292e15e53e8936f0">2. Pengaruh <italic id="italic-0666a23af4c501a0ed47a423c6066f71">role ambiguity </italic>terhadap kinerja auditor</p>
        <p id="_paragraph-51"> Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang terbentuk pada <italic id="_italic-86">role </italic><italic id="_italic-87">ambiguity </italic>lebih kecil dari α = 0.05, yaitu sebesar 0.00. Dari hasil tersebut, terlihat bahwa T-Statistik 2.133 &gt;  T-Tabel 1.96 dan P-Values 0.00 &lt; 0.05, artinya ketidakjelasan peran (<italic id="_italic-88">role ambiguity</italic>) yang dimiliki seorang auditor dapat mempengaruhi kinerjanya dalam menjalankan tugas . Timbulnya ketidakjelasan peran pada diri auditor disebabkan karena seseorang melakukan tugas dan sasaran dalam menjalankan pekerjaan dilakukan dengan  tidak jelas, sehingga  hasil pekerjaan yang dilakukan tanpa adanya sasaran yang jelas akan menimbulkan sikap ketidaksesuaian tujuan pekerjaan dengan hasil pekerjaan yang telah dikerjakan. Tidak mengetahui kinerja yang diharapkan oleh perusahaan terhadap pegawainya memungkinkan terjadinya kesalahan dalam pekerjaan sehingga kinerjanya dapat dikatakan tidak optimal. </p>
        <p id="_paragraph-52"> Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ainul Fauziah yang menyatakan semakin tinggi ketidakjelasan peran (<italic id="_italic-89">role ambiguity</italic>) pada auditor maka semakin menurun kinerja auditor, ini disebabkan oleh auditor yang memiliki sedikit pengalaman akan merasa tidak yakin apakah <italic id="_italic-90">judgement</italic> yang dibuatnya sudah tepat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa auditor mengalami kesan ketidakpastian lingkungan kerja sehingga berakibat pada kurang efektif dalam melakukan pekerjaan yang diberikan, hal ini sering terjadi pada auditor junior yang masih belum banyak pengalaman. </p>
        <p id="paragraph-eb47080ca2b7eac6dbf12e71d67aa5f6">3. Pengaruh <italic id="italic-0c5d2bb5532daa162aaebf4f067d6d0b">role overload </italic>terhadap kinerja auditor</p>
        <p id="_paragraph-53"> Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang ditunjukan oleh <italic id="_italic-91">role overload </italic>lebih kecil dari α = 0.05, yaitu sebesar 0.008. Dari hasil tersebut terlihat T-Statistik 2.668 &gt; T-Tabel 1.96 dan P Values 0.008 &lt; 0.05, artinya kelebihan peran (<italic id="_italic-92">role</italic><italic id="_italic-93"> overload</italic>) yang dialami seorang auditor mempengaruhi kinerjanya dalam menjalankan tugas. Kelebihan pekerjaan yang dirasa oleh auditor akan mempengaruhi auditor dalam berperilaku, dimana auditor akan kewalahan oleh tugas-tugas yang diberi oleh atasan yang mengakibatkan kinerja yang tidak maksimal. Hal ini disebabkan apabila adanya tuntutan terhadap kualitas pekerjaan yang tidak masuk akal yang akan berakibat pada hasil pekerjaan. Dan adanya tuntutan yang tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh auditor akan mempengaruhi hasil kerja auditor. </p>
        <p id="_paragraph-54"> Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ulum dan Purnamasari yang menyatakan kelebihan peran (<italic id="_italic-94">role overload</italic>) berpengaruh terhadap kinerja auditor, hal ini terjadi jika semakin tinggi kelebihan peran maka Kinerja Auditor semakin rendah. Biasanya auditor akan mengalami banyak pekerjaan dalam mengaudit dan menyebabkan banyak tekanan baik dari pihak perusahaan maupun pihak pemimpin tim. Sehingga akan menyebabkan pada penurunan kinerja.</p>
        <p id="_paragraph-55"> Hasil penelitian menunjukkan bahwa signifikansi yang ditunjukan oleh <italic id="_italic-95">Leadership </italic>lebih besar dari α = 0.05 yaitu sebesar 0.073. Dari hasil tersebut terlihat T-Statistik 1.795 &lt; T-Table 1.96 dan P Values 0.073 &gt; 0.05, artinya gaya kepemimpinan dalam suatu perusahaan tidak mempengaruhi seorang auditor dalam kinerja penugasannya. Perilaku yang baik dari seorang atasan kepada bawahannya akan menghasilkan hubungan yang harmonis, sehingga mengakibatkan auditor dalam bekerja menunjukkan sikap yang nyaman yang didapatkan dari atasan. Hal ini disebabkan adanya sikap baik atasan atau pemimpin yang mengarahkan dan  penjelasan mengenai bagaimana melaksanakan pekerjaan yang baik, adanya komunikasi yang baik antar atasan dan bawahan yang mengakibatkan adanya hubungan yang baik antar atasan dan bawahan sehingga tidak mengakibatkan adanya penurunan dalam kinerja seorang auditor.</p>
        <p id="paragraph-d04942d10b91d34307f14511a2e59804">4. Pengaruh <italic id="italic-8667683f0746cd3cc9041553900fc31b">leadership styles </italic>terhadap kinerja auditor</p>
        <p id="_paragraph-56"> Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Widhi dan Setyawati yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan (<italic id="_italic-96">leadership styles</italic>) tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wiguna , yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan (<italic id="_italic-97">leadership styles) </italic>berpengaruh terhadap kinerja auditor. Hal ini disebabkan karena gaya kepemimpinan merupakan salah satu faktor dalam peningkatan kinera pegawai, karena pada dasarnya sebagai tulang punggung pengembang organisasi dalam mendorong dan mempengaruhi semangat kerja auditor.</p>
        <p id="paragraph-d89a3e75bbc847769e27fd7e4034b398">5. Pengaruh <italic id="italic-99c6a8affe9ad98fa2a673a5963b0aa8">role conflict </italic>terhadap kinerja auditor dengan kecerdasan spiritual sebagai pemoderasi</p>
        <p id="_paragraph-57"> Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi yang ditunjukkan oleh Kecerdasan Spiritual dalam memoderasi <italic id="_italic-98">role confict </italic>terhadap kinerja auditor lebih kecil dari α = 0.05, yaitu sebesar 0.010. Dari hasil tersebut terlihat T-statistik 2.590 &gt; T-Table 1.96 dan P Values 0.010 &lt; 0.05, artinya dengan adanya perilaku kecerdasan spiritual pada diri sesorang dalam bersikap baik dan tanggung jawab yang dimiliki oleh seseorang mampu mengatasi konflik peran yang dialami seseorang terkait kinerjanya. Dengan adanya sifat keterbukaan dan bersikap adil dalam menjalankan tugas maka auditor tidak akan mengalami konflik peran dalam dirinya. Adanya kecerdasan spiritual yang dimiliki oleh setiap manusia, akan memberikan kemampuan untuk melihat masalah dari nilai positif dan dengan kearifan.</p>
        <p id="_paragraph-58"> Hal ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Ulum dan Purnamasari yang menyatakan kecerdasan spiritual bukan sebagai variabel moderasi yag mempengaruhi <italic id="_italic-99">role conflict</italic> pada kinerja auditor. Hal ini  diduga karena kecerdasan seseorang belum mampu dalam menyelesaikan masalah pekerjaan yang berbeda salam satu waktu, mungkin mampu diselesaikan dengan kecerdasan lainnya karena menurut vendy ada tiga kecerdasan dalam diri seseorang manusia yaitu : kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual.</p>
        <p id="paragraph-f988d57230e4c5a0b824ff27ffd08484">6. Pengaruh <italic id="italic-926729c996740e9ef19ee9f3c4a1c1c2">role ambiguity </italic>terhadap kinerja auditor dengan kecerdasan spiritual sebagai pemoderasi</p>
        <p id="_paragraph-59"> Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi yang ditunjukkan oleh kecerdasan spiritual dalam memoderasi hubungan anatara role ambiguity pada kinerja auditor lebih besar dari α = 0.05, yaitu sebesar 0.123. Dari hasil tersebut terlihat T-Statistik 1.544 &lt; T-Table 1.96 dan P Values 0.123 &gt; 0.05, artinya dengan adanya perilaku yang baik dalam diri auditor  mengenai kecerdasan spiritual belum mampu mengatasi sikap ketidakjelasan peran (<italic id="_italic-100">role ambiguity</italic>) yang sedang dialami auditor dalam menjalankan tugasnya. Dapat disimpulkan pada penelitian ini ditolaknya hipotesis diduga karena adanya variabel lain yang dapat memoderasi hubungan <italic id="_italic-101">role ambiguity </italic>terhadap kinerja auditor. <italic id="_italic-102">Role ambiguity</italic> masih dapat mencapai kinerja yang tinggi dengan menggunakan kecerdasan intelektual yang tinggi, seperti yang kita ketahui, kecerdasan manusia terbagi menjadi tiga wilayah, yakni <italic id="_italic-103">intellectual quotient</italic>, <italic id="_italic-104">emotional quotient</italic>, dan <italic id="_italic-105">spiritual quotient</italic>, dimana auditor yang mengalami ketidakjelasan peran cenderung memerlukan informasi sehingga walaupun mereka dalam ketidakjelasan peran, namun mereka dapat mengatasinya dengan pengetahuan dan pengalamannya yang cukup.</p>
        <p id="_paragraph-60"> Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Aprimulki dan penelitian yang dilakukan oleh Setiawan dan Latrini, yang menyatakan bahwa kecerdasan spiritual memoderasi hubungan <italic id="_italic-106">role ambiguity </italic>terhadap kinerja auditor. Hal ini dikarenakan kecerdasan spiritual yang dimiliki seseorang dapat membuat seseorang berfikir positif dan melihat masalah dengan kearifan. Kelebihan peran yang dialami oleh auditor terhdap kinerjanya dapat dimoderasi oleh kecerdasan spiritual yang dimilikinya, kecerdasan spiritual dapat memberikan pengelolaan yang baik dalam dirinya agar lebih berhati-hati dalam bertindak yang akan mempengaruhi kinerjanya.</p>
        <p id="paragraph-f07f1058dc490024d8316ee9fd18a3b9">7. Pengaruh <italic id="italic-d94c90a9209c9784e5f34f9a457eb27a">role overload </italic>terhadap kinerja auditor dengan kecerdasan spiritual sebagai pemoderasi </p>
        <p id="_paragraph-61"> Hasil penelitian menujukkan hasil signifikansi yang ditunjukkan oleh kecerdasan spiritual dalam memoderasi hubungan antara <italic id="_italic-107">role overload</italic> terhadap kinerja auditor lebih besar dari α = 0.05 yaitu sebesar 0.841. Dari hasil tersebut terlihat T- Statistik 0.201 &lt; T-Table 0.201 dan P Values 0.841 &gt; 0.05, artinya perilaku mengenai kecerdasan spiritual yang dimiliki oleh auditor tidak dapat memberikan pengaruh pada kelebihan peran (<italic id="_italic-108">role </italic>overload) yang sedang dialami oleh auditor. Berperilaku merupakan hal yang umum terjadi pada diri sesorang dalam bersikap dan perilaku. Hal ini dikarenakan pengetahuan diri yang dimiliki oleh seorang auditor tidak mampu menyelesaiakan tugas-tugas yang diberikan oleh atasan sehingga mengakibatkan terhambatnya kinerja auditor.</p>
        <p id="_paragraph-62"> Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh  Ulum dan Purnamasari dimana hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa kecerdasan spiritual yang dimiliki seseorang dapat memoderasi role overload yang dialami dalam bekerja terhadap kinerja akuntan publik. Kecerdasan spiritual yang dimiliki dapat membuat setiap orang menilai segala hal dari sisi positif dan memiliki kearifan dalam bertindak. Ketika seseorang dihadapkan dengan banyaknya komitmen dan pekerjaan yang harus diselesaikan, yang akan memengaruhi kinerja nya, dapat dimoderasi dengan kecerdasan spiritual yang dimiliki. </p>
        <p id="paragraph-564d3a6b3f62ed421ff9072abfc4c0f7">8. Pengaruh <italic id="_italic-116">leadership styles </italic>terhadap kinerja auditor dengan kecerdasan spiritual sebagai pemoderasi</p>
        <p id="_paragraph-63"> Hasil penelitian menunjukkan hasil signifikansi yang ditunjukkan oleh Kecerdasan Spiritual dalam memoderasi <italic id="_italic-117">leadership styles </italic>terhadap kinerja auditor lebih kecil dari α = 0.05 yaitu sebesar 0.037. Dari hasil tersebut terlihat T-Statistik 2.091 &gt; T.Tabel 1.96 dan P Values 0.037 &lt; 0.05, artinya para pemimpin organisasi atau perusahaan yang memiliki sikap kepemimpinan yang baik akan mempengaruhi kinerja karyawan dalam suatu perusahaaan. Dengan dimilikinya sikap yang baik mengenai kecerdasan spiritual dalam diri seorang pemimpin maka akan terciptanya rasa saling percaya, komunikasi yang baik dan saling menghargai pendapat bawahan yang akan menghasilkan kinerja yang baik untuk perusahaan. </p>
        <p id="_paragraph-64"> Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ulum dan Purnamasari, yang menyatakan kecerdasan spiritual mampu memoderasi pengaruh gaya kepemimpinan pada kinerja auditor. Jadi dapat dijelaskan bahwa Kinerja auditor memperkuat pengaruh Gaya kepemimpinan terhadap Kinerja auditor. Kecerdasan spiritual membuat seorang pemimpin dapat dengan mudah beradaptasi dalam lingkungan atau situasi yang bebeda, memiliki sikap tanggung jawab dalam memimpin bawahannnya serta memiliki tujuan atau visi misi yang jelas . Sehingga seseorang pemimpin yang memiliki kecerdasan spiritual akan dapat memiliki gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situasi yang ada dan akan berbeda dengan seseorang pemimpin yang kurang dalam kecerdasan spiritual.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-163a74314c5af1e9f57e6143519dc533">
      <title>
        <bold id="bold-3cc5e6d2a771b26d4a932f2bbe8f7689">Kesimpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-65">Berdasarkan analisa data yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa <italic id="_italic-118">role ambiguity</italic> dan <italic id="_italic-119">role overload </italic>berpengaruh terhadap kinerja auditor, namun tidak dengan <italic id="_italic-120">role conflict </italic>dan <italic id="_italic-121">leadership </italic><italic id="_italic-122">styles </italic>tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor. Kecerdasan spiritual mampu memoderasi hubungan antara <italic id="_italic-123">role conflict </italic>terhadap kinerja auditor, kecerdasan spiritual mampu memoderasi hubungan antara <italic id="_italic-124">leadership styles</italic> terhadap kinerja auditor. Namun kecerdasan spiritual belum mampu memoderasi hubungan antara <italic id="_italic-125">role </italic><italic id="_italic-126">ambiguity </italic>terhadap kinerja auditor, dan kecerdasan spiritual belum mampu memooderasi hubungan antara <italic id="_italic-127">role overload </italic>terhadap kinerja auditor. Saran yang dapat penelitin berikan atas penelitian yang sudah dilakukan agar mendapat hasil yang lebih baik dari penelitian ini yakni : penelitian selanjutnya diharapkan memperluas objek penelitian, sehingga dapat diperoleh hasil penelitian dengan tingkat generalisasi yang tinggi, penelitian selanjutnya diharapkan apabila ingin melakukan penelitian dengan obyek KAP sebaiknya menghindari mencari data atau mengumpulkan data bukan pada waktu sibuk auditor, yaitu diawal dan akhir tahun. </p>
      <p id="paragraph-c73f07641533393b897b3507c2a01e0f">
        <bold id="bold-82f380e31dd3c83868091233e4b6b101">Ucapan Terima Kasih </bold>
      </p>
      <list list-type="order" id="list-d0218af77d976e1d52251bd31ddbeda2">
        <list-item>
          <p>Kepada orang tua yang selalu senantiasa mendukung baik secara moral, materi, dan memberikan penyemangat hingga terselesaikan skripsi ini.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kepada kepada dosen pembimbing yang senantiasa membantu dalam skripsi ini.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kepada teman-teman seperjuangan untuk menempuh Sarjana S1yang selalu memberikan motivasi, semangat, dan masukan selama pengerjaan skripsi ini. </p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-15">
      <title/>
      <list list-type="bullet" id="list-fc440dcc633c9c14d5592cb48a62fcdc"/>
    </sec>
  </body><back/></article>
