<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Enhancing Branding Strategies of Culinary Micro and Small Enterprises Through Online Media: A Community Service Approach</article-title>
        <subtitle>Meningkatkan Strategi Branding Usaha Mikro dan Kecil Kuliner Melalui Media Online: Sebuah Pendekatan Pengabdian Kepada Masyarakat</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-b246d210844f07bfba3473b67f3f7611" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Maulana</surname>
            <given-names>Mahesa</given-names>
          </name>
          <email>mahesa.umuka@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-4493c449db4658ca67976560c844f692" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Megantoro</surname>
            <given-names>Adrian Yohana</given-names>
          </name>
          <email>mahesa.umuka@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-97a4221892979eef3984be2a017be9bd" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Setiawan</surname>
            <given-names>Azizah Nafabilla</given-names>
          </name>
          <email>mahesa.umuka@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-06-22">
          <day>22</day>
          <month>06</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-e02d991e3dc0405656bb4431fcbf1434">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Usaha Mikro Kecil (UMK) memiliki peran penting dan strategis dalam meningkatkan pembangunan ekonomi di Indonesia. Hal tersebut terbukti ketika Usaha Mikro Kecil (UMK) mampu tumbuh dan bertahan ketika krisis melanda Indonesia pada tahun 1998 [1]. Dalam sektor ekonomi Usaha Mikro Kecil memiliki potensi yang besar dalam penyerapan tenaga kerja dan kontribusi UMK dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PBD) [2].</p>
      <p id="_paragraph-13">Berdasarkan data Dinas Koperasi UMKM Provinsi Jawa Tengah pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) berjumlah sekitar 136.568 UMK. Provinsi Jawa Tengah memiliki 3 kategori yang unggul, yaitu: pada kategori industri pengolahan dengan sub kategori industri pengolahan, makanan dan minuman, <italic id="_italic-74">fashion</italic>, <italic id="_italic-75">handycraft</italic>; kategori perdangan dan hotel, resto dan reparasi; dan kategori lainnya dengan sub kategori seperti jasa,kegiatan lainnya, akomodasi dan penyediaan makanan dan minuman, jasa pendidikan dan pelayanan RT, jasa kesehatan, dan kegiatan sosial, konstruksi, dan perorangan [3].</p>
      <p id="_paragraph-14">Keunggulan tersebut belum optimal dalam memberikan manfaat peningkatan skala usaha dan pendapatan para pengusaha mikro. Salah satu kelemahan pada pengusaha dan pelaku UMK adalah kurangnya perhatian dan pemanfaatan strategi <italic id="_italic-76">branding </italic>terhadap produk kuliner yang dihasilkannnya.</p>
      <p id="_paragraph-15">Potensi besar yang dimiliki Usaha Mikro Kecil (UMK) belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga pangsa pasar masih berskala lokal atau lingkungan sekitar tempat usaha. Maka perlu kesadaran <italic id="_italic-77">branding</italic>untuk mengenalkan dan memperluas pangsa pasar produk UMK [1]. Membangun merek atau <italic id="_italic-78">brand </italic>adalah hal yang penting bagi pelaku usaha di era persaingan global saat ini. Pengelolaan merek atau <italic id="_italic-79">brand </italic>yang baik mampu mempengaruhi minat dan keputusan pembelian. Nilai <italic id="_italic-80">brand </italic>yang baik dapat ditunjukan melalui kualitas hingga inovasi produk [4]. Namun sebaliknya pengelolaan <italic id="_italic-81">brand</italic>yang buruk mampu menurunkan minat pembelian dan menghilang dari pasaran [5]. Untuk itu <italic id="_italic-82">branding </italic>terhadap produk UMK ini sangat diperlukan agar peningkatan usaha dan pendapatan bagi pelaku usaha dapat meningkat sekaligus meningkatkan kemampuan mempertahankan pertumbuhan dalam persaingan usaha.</p>
      <p id="_paragraph-17">Melakukan <italic id="_italic-83">branding </italic>semakin mudah dengan perkembangan teknologi saluran digital dan transformasi digital saat ini [6]. Pelaku Usaha Mikro Kecil dapat memasarkan dan <italic id="_italic-84">branding</italic>produknya melalui media <italic id="_italic-85">online,</italic>diantaranya platform <italic id="_italic-86">e-commerce</italic>dan sosial media<italic id="_italic-87">.</italic>Beberapa tahun ini <italic id="_italic-88">trend</italic>media <italic id="_italic-89">online</italic>sangat banyak diminati dan dimanfaatkan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil diberbagai bidang usaha mulai dari produk busana, rumah tangga, hingga produk kuliner untuk memperkenalkan, mempromosikan dan menjual produknya. Kegiatan <italic id="_italic-90">branding </italic>ini sangat penting yakni sebagai sarana komunikasi pemasaran produk salah satunya Usaha Mikro Kecil bidang kuliner. <italic id="_italic-91">Branding </italic>produk sangat dibutuhkan bagi pengusaha UMK kuliner guna untuk mengembangkan, memperkenalkan lebih luas dan meningkatkan <italic id="_italic-92">brand</italic><italic id="_italic-93">awarness</italic>produknya [7].</p>
      <p id="_paragraph-18">Menjamurnya platform <italic id="_italic-94">e-commerce</italic>sebagai sarana memasarkan produk, sangat memudahkan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil maupun pembeli untuk berinteraksi tanpa harus tatap muka. Kemudahan tersebut dapat dirasakan saat masa pandemi covid-19 hingga pasca pandemi, yang memiliki tren meningkat cukup signifikan terhadap belanja melalui <italic id="_italic-95">online</italic>. Berdasarkan data CNN Indonesia, nilai transaksi pada tahun 2020 – 2021 meningkat hingga 56% dari Rp 11,6 trilliun menjadi Rp 18,1 trilliun [8]. Meningkatnya transaksi belanja online adalah pada saat harbolnas (hari belanja <italic id="_italic-96">online</italic>nasional), yang didukung oleh promo gratis ongkir hingga potongan harga produk yang dijual.[9].</p>
      <p id="_paragraph-19">Meskipun tren belanja <italic id="_italic-97">onlin</italic><italic id="_italic-98">e </italic>melalui <italic id="_italic-99">e-commerce </italic>meningkat, namun berbelanja <italic id="_italic-100">online </italic>memiliki manfaat dan risiko. Manfaat dari berbelanja <italic id="_italic-101">online </italic>diantaranya dapat menghemat waktu, praktis dan memiliki banyak pilihan, sedangkan risiko dalam berbelanja <italic id="_italic-102">online</italic>diantaranya risiko penipuan, produk yang kurang sesuai, pengiriman produk yang lama, harga yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan beli langsung ditoko dan ongkos kirim yang mahal [10].</p>
      <p id="_paragraph-20">Tren belanja <italic id="_italic-103">online </italic>ini juga berkembang cukup pesat di Kabupaten Karanganyar yang merupakan salah satu daerah penyangga kota Surakarta dengan karakteristik daerah agraris. Saat ini, Kabupaten Karanganyar banyak ditemui berbagai Usaha Mikro Kecil (UMK), salah satunya UMK kuliner. Namun UMK produk kuliner di Kabupaten Karanganyar masih menghadapi beberapa kendala dalam <italic id="_italic-104">branding</italic>, sehingga kegiatan pemasaran produk masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan lokal. Permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMK produk kuliner diantaranya adalah (i) Kurangnya pemahaman mengenai <italic id="_italic-105">branding, </italic>(ii) Belum mengoptimalkan <italic id="_italic-106">branding </italic>melalui media <italic id="_italic-107">online</italic>sebagai sarana untuk mempromosikan produk kulinernya yang berada di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.</p>
      <p id="_paragraph-21">Solusi untuk pemecahan masalah tersebut adalah (i) mengenalkan dan memberikan pemahaman mengenai <italic id="_italic-108">branding </italic>produk, (ii) Memberikan pendampingan terhadap penggunaan media <italic id="_italic-109">online </italic>dan pendampingan terhadap pembuatan konten promosi untuk produk kulinernya di daerah Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-22">Metode yang dilakukan dalam pendampingan usaha kecil menengah dalam mengembangkan strategi <italic id="_italic-110">branding </italic>adalah meliputi:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-0b30ace306ecb861699fb27407cc0f91">
        <list-item>
          <p>Observasi karakteristik model usaha mikro kecil yang memiliki kriteria yang telah ditentukan, yakni usaha mikro kecil adalah produk kuliner baik itu <italic id="_italic-111">street</italic><italic id="_italic-112">food</italic>atau jajanan kaki lima<italic id="_italic-113">,</italic><italic id="_italic-114">frozen</italic><italic id="_italic-115">food</italic>atau makanan beku, gorengan<italic id="_italic-116">,</italic>kuliner kue tradisional dan macam-macam kue lainnya, cemilan atau <italic id="_italic-117">snack</italic>rumahan, dan macam-macam olahan minuman. Serta usaha mikro kecil produk kuliner berada di area Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Penentuan masalah dan kebutuhan usaha mikro kecil dalam melakukan <italic id="_italic-118">branding </italic>pada media <italic id="_italic-119">online </italic>yang digunakan. Dalam penentuan masalah dan kebutuhan ini, diawali dan dilakukan wawancara dan FGD (<italic id="_italic-120">Focus</italic><italic id="_italic-121">Group Discussion</italic>) terkait strategi <italic id="_italic-122">branding </italic>apa saja yang telah dilakukan? Media <italic id="_italic-123">online </italic>apa saja yang telah digunakan? Kendala apa saja yang didapatkan saat promosi?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perencanaan dan pendampingan. Memberikan pemahaman dasar akan pentingnya <italic id="_italic-124">branding</italic>dalam pengembangan produk kuliner bagi pelaku usaha melalui media <italic id="_italic-125">online</italic>. Berikutnya melakukan pendampingan dalam perencanaan strategi <italic id="_italic-126">branding</italic>melalui media <italic id="_italic-127">online</italic>. Beberapa tahapan dalam perencanaan strategi yakni dimulai dengan analisis produk, penentuan segmentasi dan tujuan produk, penentuan media yang perlu, kontent, dan kegiatan promosi yang digunakan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pelaksanan dan pendampingan, yang dilakukan adalah mengimplentasikan dari perencanaan strategi yang telah dilakukan. Dalam hal ini diprioritaskan membuat media <italic id="_italic-128">online </italic>yang diperlukan, membuat konten, kegiatan promosi dan mengaplikasikan konten dan promosi yang telah dibuat.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Evaluasi dan keberlanjutan program. Evaluasi dilakukan terhadap ketercapaian tiap kegiatan mulai dari tahap i- iv dan rencana kelanjutan program bagi pelaku Usaha Mikro Kecil kuliner untuk mengoptimalkan ketercapaian kegiatan pendampingan dalam memahami <italic id="_italic-129">branding </italic>produk melalui media <italic id="_italic-130">online. </italic>Pemahaman dan penguasaan dalam menentukan strategi <italic id="_italic-131">branding </italic>yang tepat bagi produk UMK kuliner mampu mendorong untuk lebih berdaya saing.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-24">Pelaksanaan pendampingan usaha mikro kecil kuliner dalam mengembangkan strategi <italic id="_italic-132">branding</italic>melalui media <italic id="_italic-133">online </italic>berlangsung pada Mei 2023 – 6 Juni 2023.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-e09798e6d29b40b3da36afce855185f9">
        <title>Karakteristik Pelaku Usaha Mikro Kecil Kuliner</title>
        <p id="_paragraph-26">Hasil observasi dari penentuan usaha mikro kecil yang akan dilakukan pendampingan adalah sebagai berikut:</p>
        <list list-type="bullet" id="list-e72c7920ddb3f5352ba38fce0f80b8b8">
          <list-item>
            <p>Usaha kecil menengah adalah produk kuliner jenis <italic id="_italic-134">street food </italic>yakni Qiyan Dimsum yang berada di daerah Kecamatan Jaten, kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Usaha kecil menengah berikutnya adalah produk kuliner makanan rumahan yakni My Chicken yang berada di daerah Kecamatan Cangakan, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.</p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
      <sec id="heading-28bd3614ca12819cef0780329a597343">
        <title>Penentuan Masalah dan Kebutuhan</title>
        <p id="_paragraph-27">Hasil dari wawancara dan FGD (<italic id="_italic-135">Focus</italic><italic id="_italic-136">Group</italic><italic id="_italic-137">Discussion</italic>) yang dilakukan untuk mencari tau permasalahan dan kebutuhan apa saja yang perlukan pelaku Usaha Menengah Kecil kuliner dalam melakukan kegiatan pemasaran ataupun <italic id="_italic-138">branding</italic>, diantaranya:</p>
        <list list-type="bullet" id="list-e9f8d57dc3338161feec04a750c4a6b7">
          <list-item>
            <p>Pelaku UMK kuliner belum secara optimal dalam mengelolah media <italic id="_italic-140">online</italic>yang telah dimiliki dan ada media <italic id="italic-1">online </italic>yang belum digunakan</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Strategi <italic id="_italic-141">branding </italic>yang dilakukan lebih berfokus pada <italic id="_italic-142">outlet-</italic>nya atau penjualan secara <italic id="_italic-143">offline </italic>seperti spanduk, <italic id="_italic-144">neon</italic><italic id="_italic-145">box</italic>, daftar menu, packaging sederhana dengan logo produk. Sedangkan media <italic id="_italic-146">online</italic>yang digunakan oleh pelaku usaha cenderung sama seperti shopeefood, Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business. Namun media <italic id="_italic-147">online </italic>yang dimiliki cenderung kurang aktif.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Kendala yang dialami produk Qiyan Dimsum adalah mengenai SDM yang kurang<italic id="_italic-148">, </italic>sehingga menyebabkan jam operasional <italic id="_italic-149">outlet</italic>yang tidak pasti.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Kendala yang dialami produk my chicken adalah pendapatan yang kurang maksimal, ditengah harga bahan pangan yang tidak menentu dan cenderung tinggi.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Kebutuhan yang dapat direkomendasikan untuk produk Qiyan adalah melalui penjualan <italic id="_italic-150">pre-order </italic>dengan slot kuota penjualan yang ditentukan jumlahnya dan disesuaikan berdasarkan batas produksi. Sedangkan untuk my chicken membuat paket promo penjualan, paket untuk anak sekolah, dan paket snack konsumsi untuk acara perjalanan wisata, <italic id="_italic-151">gathering </italic>dan kegiatan lainnya pada area Karangnyar.</p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
      <sec id="heading-03094c4800c99610fa98b1a0c1497e19">
        <title>Perencanaan dan Pendampingan</title>
        <p id="_paragraph-29">Berdasarkan hasil dari penentuan masalah dan kebutuhan yang diperlukan pelaku Usaha Mikro Kecil produk kuliner, maka tahapan berikutnya adalah melakukan perencanaan strategis terkait <italic id="_italic-152">branding</italic>produk melalui media <italic id="_italic-153">online </italic>yang diantaranya:</p>
        <list list-type="bullet" id="list-08ea8b9694f6d1369075a2a86286befc">
          <list-item>
            <p>Memberikan pendampingan dengan memberikan pemahaman dasar mengenai <italic id="_italic-154">branding </italic>produk melalui media <italic id="_italic-155">online</italic>. Hasil dari pendampingan melalui materi <italic id="_italic-156">branding </italic>produk melalui media <italic id="_italic-157">online </italic>mampu meningkatkan pemahaman pelaku Usaha Mikro Kecil kuliner dari 30% menjadi 75%.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Memberikan pendampingan terhadap perencanaan strategi <italic id="_italic-158">branding </italic>yang akan dilakukan mulai dari analisis produk apa kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang dari masing-masing produk, berikutnya menentuka target pasar, tujuan, media apa saja yang digunakan seperti shopefood, gofood, Instagram, facebook, TikTok dan WhatsApp Business. Berikutnya konten dan kegiatan promosi yang di posting seluruh sosial media yang dimiliki.</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-30">Berikut beberapa akun platform <italic id="_italic-159">e-commerce </italic>dan sosial media yang dimiliki oleh kedua pelaku Usaha Mikro Kecil pelaku kuliner produk Qiyan Dimsum dan My Chicken di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.</p>
        <fig id="figure-panel-0020d21cf4f3be1e56d46e3f83039c9a">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Platform <italic id="_italic-160">e-commerce</italic>dan sosial media produk Qiyan Dimsum dan produk My Chicken</title>
            <p id="paragraph-f4c1ac8ff5ee0a61aa51899abaf2a369" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-227a356643742f1b7e55c658761d0257" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="932 g 1.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-32">Produk Qiyan Dimsum memiliki akun platform <italic id="_italic-161">e-commerce </italic>seperti shopeefood dengan nama Qiyan Dimsum - Jaten dan gofood dengan nama QIYAN DIMSUM, Sroyo. Sedangkan sosial media yang dimiliki seperti akun TikTok @qiyan_qyn, Instagram @qiyan_qyn, WhatsApp Business dengan nomor 0856-388-7741. Sedangkan untuk produk My Chicken memiliki media sosial seperti Facebook,WhatsApp dan memiliki platform <italic id="_italic-162">e-commerce </italic>diantarnya shopeefood dengan nama Omah Payung My Chicken – Karanganyar dan gofood dengan nama MyChicken Geprek, Ayam &amp; Mie, Slamet Riyadi.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-3cd350b4bcb7a441912f7f0bfbf1c1f9">
        <title>Pelaksanaan dan Pendampingan</title>
        <p id="_paragraph-33">Hasil dari pelaksanaan dan pendampingan ini adalah sebagai berikut:</p>
        <list list-type="bullet" id="list-a0767144062ffd540da6dd0c270b5da6">
          <list-item>
            <p>Melakukan pendampingan pembuatan konten untuk produk Qiyan Dimsum melalui promosi program <italic id="_italic-163">pre-order</italic>sebagai salah satu penyesuaian dengan kondisi internal pelaku bisnis. Program promosi <italic id="_italic-164">pre-order</italic>ini merupakan aktivitas penjual membuka slot untuk jumlah pemesanan dengan jumlah produk yang terbatas dan menentukan pembelian produk dapat melalui <italic id="_italic-165">cash on delivery </italic>(COD), <italic id="_italic-166">dine-in </italic>atau <italic id="_italic-167">take away. </italic>Konten promosi ini akan di posting melalui akun Instagram, TikTok dan WhatsApp Business dari produk Qiyan Dimsum.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Melakukan pendampingan dalam pelaksanaan strategi <italic id="_italic-168">branding </italic>melalui pembuatan konten promosi produk my chicken di setiap sosial media yang dimiliki, seperti Facebook, Instagram, TikTok dan WhatsApp Business.</p>
          </list-item>
        </list>
        <fig id="figure-panel-9f699ea4c8a839e6c6645d103627e074">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Konten promosi <italic id="_italic-169">pre-order</italic>produk Qiyan Dimsum dan promo penjualan My Chicken</title>
            <p id="paragraph-439e2b23f60d7d24213a87120b0d59d2" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-41661489eb67218f786e40aa323215c8" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="932 g 2.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-35">Gambar diatas merupakan implementasi dari perencanaan yang dilakukan kedua produk dalam bentuk promosi <italic id="_italic-170">pre-order</italic>yang dilakukan oleh produk Qiyan Dimsum dan promosi potongan penjualan beli 2 gratis 1 yang dilakukan oleh produk My Chicken melalui media sosial masing-masing produk.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-3c64caee029155cba43548777d65c2ad">
        <title>Evaluasi dan Beberlanjutan Program</title>
        <p id="_paragraph-36">Berdasarkan hasil evaluasi pendampingan ini, pelaku usaha mikro kecil produk kuliner mampu memahami, meningkatkan dan mengoptimalkan strategi <italic id="_italic-171">branding </italic>produknya melalui media <italic id="_italic-172">online </italic>yang telah dimiliki sebesar 75%. Diawali dengan pemahaman dasar akan analisis situasi produk mulai dari kekuatan, kelemahan, ancaman hingga peluang yang dimiliki produk kuliner oleh pelaku UMK. Sehingga pelaku UMK dapat mengetahui kondisi yang dihadapi produknya saat ini. Paham terhadap kondisi yang sebenarnya dari produk sangat penting dan dibutuhkan untuk membantu pelaku usaha merancang strategi bisnis saat ini dan yang akan mendatang [11]. Berikutnya adalah penentuan target pasar dari produk, tujuan yang ingin dicapai, penentuan strategi <italic id="_italic-173">branding </italic>melalui kegiatan promosi yang dirancang, penentuan media <italic id="_italic-174">online</italic>yang digunakan, pelaksanaan pembuatan konten lalu mengimplentasikannya hingga tahapan evaluasi dari program yang digunakan.</p>
        <p id="_paragraph-37">Dari kegiatan penjualan <italic id="_italic-175">pre-order</italic>yang dilakukan produk Qiyan Dimsum mampu mempermudah pemilik usaha untuk melakukan aktivitas kegiatan yang lain, memastikan pendapatan, memprediksi permintaan produk dan bisnis kuliner tetap berjalan. Hal tersebut sejalan dengan penjualan produk Ragnor secara <italic id="_italic-176">pre-order </italic>mampu meningkatkan pengunjung, mengukur minat pembeli, mampu memprediksi keuntungan, dan penjualan meningkat [12]. Sedangkan kegiatan promosi beli 2 gratis 1 pada produk My Chicken, mampu menarik minat pembeli, meningkatkan <italic id="_italic-177">awareness</italic>dan meningkatkan pembelian produk. Strategi promosi penjualan melalui media Instagram sering sekali digunakan oleh berbagai produk makanan dan minuman di Kota Pekanbaru, yang di nilai sangat efektif menarik minat konsumen untuk membeli produk [13].</p>
        <p id="_paragraph-38">Pengelolah usaha UMK dari kedua produk kuliner ini tergolong berusia muda yakni umur 21 tahun dan mengikuti perkembangan teknologi, sehingga dengan mudah untuk memberikan pendampingan strategi <italic id="_italic-178">branding</italic>melalui media <italic id="_italic-179">online </italic>yang dimiliki. Dalam hal ini dalam penyerbarluasan informasi terkait produk, promosi, dan penjualan produk melalui media <italic id="_italic-180">online</italic>seperti gofood, shopeefood, Facebook,Instagram, TikTok, dan WhatsApp chat group ataupun <italic id="_italic-181">story</italic>. Serta <italic id="_italic-182">branding </italic>di area <italic id="_italic-183">outlet </italic>yang melayani penjualan <italic id="_italic-184">offline </italic>seperti <italic id="_italic-185">dine-in </italic>atau <italic id="_italic-186">take away.</italic>Selain memanfaatkan media <italic id="_italic-187">online</italic>pelaku UMK kuliner juga menggunakan metode <italic id="_italic-188">word</italic><italic id="_italic-189">of</italic><italic id="_italic-190">mouth</italic>dalam penyebaran informasi produk di area sekitar Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hal ini juga diterapkan oleh produk kuliner Mie Eblek di Desa Kasepuhan Pekalongan yang menggunakan promosi melalui <italic id="_italic-191">word of mouth </italic>yang terbukti praktis dan efektif menarik minat beli konsumen [14]. Diharapkan program untuk mengembangkan strategi <italic id="_italic-192">branding</italic>melalui media <italic id="_italic-193">online</italic>dapat dilakukan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil produk kuliner secara optimal dan berkelanjutan dengan mengikuti perkembangan tren dan teknologi yang ada.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-8">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-39">Dalam kegiatan pendampingan usaha mikro kecil produk kuliner Qiyan Dimsum dan My Chicken dalam pengembangan strategi <italic id="_italic-194">branding</italic>melalui media <italic id="_italic-195">online</italic>menghasilkan pemahaman sebesar 75% dari awal 30%. Pelaku usaha mampu memahami dan mengimplementasikan perencanaan strategi <italic id="_italic-196">branding</italic>produk yang dimilikinya melalui media <italic id="_italic-197">online </italic>seperti Instagram, Facebook, TikTok, WhatsApp Business, gofood, dan shopeefood. Capaian ini mengindikasikan pada kapasitas pelaku usaha dalam mengembangkan produk melalui penerapan strategi yang tepat, serta mampu mendorong secara optimal dalam bidang bisnisnya.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>