<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Mediating Role of Corporate Image in the Relationship between Service Quality and Customer Satisfaction: A Study of PT. Pelindo Energi Logistik</article-title>
        <subtitle>Peran Mediasi Citra Perusahaan dalam Hubungan antara Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan: Studi pada PT. Pelindo Energi Logistik</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-6c14bf690b2365845f93c232ef9b0668" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Kristiawati</surname>
            <given-names>Indriana</given-names>
          </name>
          <email>indriana.k@stiamak.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-946c0294327f48a66fb4834f4739d54a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Ester Kalangi</surname>
            <given-names>Meyti Hanna</given-names>
          </name>
          <email>indriana.k@stiamak.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-4a89870421963a590355612c4529879b" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Utomo</surname>
            <given-names>Utomo</given-names>
          </name>
          <email>indriana.k@stiamak.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-06-22">
          <day>22</day>
          <month>06</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-4">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="paragraph-61e9e4f668561aa0e663d02cb460ce09">Indonesia sebagai negara yang berkembang saat ini banyak perusahaan-perusahaan baru khususnya perusahaan di bidang jasa. Pergerakan di bidang jasa ini memerlukan alat serta infrastruktur yang bagus guna bisa membantu serta mendukung kemajuannya, terkhusus pada alat serta infrastruktur pelayanan transportasi dan jasa jembatan timbang. Ini dikarenakan jasa tranportasi itu tidak cuma berkutat pada satu wilayah khusus saja akan tetapi menjangkau, melibatkan serta berhubungan dengan wilayah yang lain yang diharuskan agar tidak <italic id="_italic-6">over dimension over loading</italic>(ODOL) kendaraan. Peran jembatan timbang saat ini sangat diperlukan dalam pengawasan angkutan barang untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran dikarenakan kelebihan muatan <italic id="_italic-7">(overloading)</italic>pada kendaraan angkutan barang sehingga menyebabkan kerusakan pada jalan atau aspal.</p>
      <p id="paragraph-98f1879d2e68b218f1a0a8c99ae1bb21">Penyedia pelayanan yang sangat baik bisa berpengaruh pada tahap kepuasan pelanggan. pelanggan yang mendapatkan layanan yang baik akan terus-menerus menggunakan jasa tersebut dan pada akhirnya akan berada dalam posisi untuk membangun loyalitas pelanggan dengan perusahaan. Pelanggan yang puas kemungkinan besar akan menginformasikan kepada orang lain tentang hal itu. Kondisi ini sangat disarankan bagi perusahaan dalam meningkatkan pelanggan.Terciptanya kepuasan Pelanggan tersebut akan meningkatkan loyalitas pelanggan kepada perusahaan. Perusahaan jasa dituntut mampu memberikan pelayanan yang prima untuk memenuhi berbagai macam keinginan pelanggan. [1]), [2] pelayanan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan customer. Menurut riset Wyock pada Lovelock dikutip oleh [3] “<italic id="_italic-8">service</italic><italic id="_italic-9">quality</italic>adalah meningkatkan keunggulan kualitas yang diinginkan</p>
      <p id="paragraph-f8eb27efa0829ebf5e684e7925582cec">guna memenuhi kebutuhan pelanggan”. Kualitas menjadi suatu motivasi kepada konsumen dengan tujuan dapat menjalin ikatan hubungan dengan perusahaan supaya lebih kuat. Dalam waktu panjang hubungan semacam ini memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi impian pelanggan serta keinginannya. Dengan begitu, perusahaan bisa memaksimalkan tingkat kepuasan <italic id="_italic-10">customer </italic>dengan mengoptimalkan pengalaman pelanggan yang bagus serta meminimalkan pengalaman pelanggan yang buruk. Dengan layanan tepat, perusahaan akan mampu berkembang dengan baik sehingga <italic id="_italic-11">customer </italic>yang menggunakan jasa tersebut akan kembali lagi untuk menggunakan jasa perusahaan [4]. Berangkat dari konsep ini, berhasilnya suatu bisnis sangat ditentukan oleh layanan serta penawaran yang baik kepada customer. Kualitas pelayanan yang baik harus dimulai dari memenuhi dan melayani keinginan konsumen akan jasa pelayanan yang diberikan dan berujung pada pemahaman konsumen tentang keunggulan pelayanan yang diberikan dengan kepuasan pelayanan sehingga perusahaan dapat bersaing dengan kompetitor lain.</p>
      <p id="paragraph-ae4e9c8a9b02f334ac10e29795919a0c">Penelitian ini dilakukan di PT Pelindo Energi Logistik yang merupakan anak perusahaan dari PT Pelindo Marine Service (PMS) dan juga bagian dari PT. Pelindo III Grup. PT Pelindo Energi Logistik bergerak dalam bidang layanan logistik, pengelolaan energi dan jasa jembatan timbang. Keunggulan PT. Pelindo Energi Logistik adalah organisasi milik pemerintah dan kinerjanya secara keseluruhan dipantau oleh pemerintah, selain itu PT. Pelindo Energi Logistik merupakan satu-satunya perusahaan dari Pelindo Group bergerak di bidang layanan logistik, pengelolaan energi dan jasa jembatan timbang di lingkup PT. Pelindo III Grup</p>
      <p id="paragraph-ec76e0db162b16bafd2e41772d8eb398">Target utama PT Pelindo Energi logistik (PT. PEL) dalam memberikan pelayanan jasanya adalah untuk memenuhi dan memuaskan pelanggan. Memberikan kualitas layanan yang maksimal terhadap <italic id="_italic-12">customer</italic>dan royal kepada <italic id="_italic-13">customer</italic>dapat meningkatkan kepuasan customer serta <italic id="_italic-14">customer</italic>akan setia menggunakan jasa tersebut, menjadikan pelanggan puas dengan jasa yang diberikan dapat menjadi sumber pendapatan bagi perusahaan. Semakin banyak jumlah customer yang mempergunakan jasa pelayanan PT Pelindo Energi logistik (PT. PEL) akan semakin menguntungkan dan semakin besar peluang untuk meningkatan pendapatan perusahaan. Terjadinya penurunan pelanggan di PT Pelindo Energi Logistik akan mempengaruhi pendapatan pada perusahaan. Beberapa alasan mengenai terdapatnya penurunan tersebut adalah pelayanan yang masih kurang efektif dan efisien dilihat dari segi pelayanannya yang kurang maksimal dikarenakan ada dua unit alat jembatan timbang namun hanya satu unit yang dapat beroperasi hal ini disebabkan adanya kerusakan pada alat jembatan timbang, Sehingga sering terjadi penumpukan antrian. selain itu penyedia jasa PT Pelindo Energi Logistik harus dapat memaksimalkan kinerja dalam memberi pelayanan jasa jembatan timbang dengan baik sehingga tidak menimbulkan penumpukan antrian dan menciptakan kepuasan pelanggan. Alasan inilah yang menjadi penyebab turunnya kuantitas pelanggan PT Pelindo Energi Logistik.</p>
      <p id="paragraph-a419e52e3b9ec118bcf81ad44dbd1f68">Perusahaan perlu metode strategi yang tepat untuk mengoptimalkan pelayanan, salah satu strategi yang tepat untuk memperoleh kepuasan dari pelanggan yaitu dengan memberikan citra yang baik serta selalu berupaya memberikan pelayan semaksimal mungkin untuk pelanggan. Company image adalah gambaran konsumen tentang keseluruhan latar belakang perusahaan penyedia jasa sesuai dengan pengetahuan dan perjalanan masing-masing konsumen, baik mengenai layanannya, nama baik perusahaan dan kredibilitas yang dilakukan oleh perusahaan sesuai dengan pelanggan tersebut [5]. Kompetitor dapat dengan mudah meniru produk atau jasa, maka dari itu citra menjadi istimewa bagi perusahaan, namun kesan terakhir yang di ingat pelanggan selalu tentang citra perusahaan yang baik. Konsumen dapat memilih dan membedakan perusahaan mana yang bagus serta mana yang kurang bagus berkat adanya citra perusahaan. Citra perusahaan juga dapat digunakan untuk menunjukkan tingkat kualitas tertentu dari suatu layanan jasa yang diberikan terhadap pelanggan [6].</p>
      <p id="paragraph-b7d0f710626d5674f0fbe0a847323855">Berdasarkan pada uraian diatas yang sudah diterangkan tersebut, sehingga penulis akan melakukan penelitian serta menganalisis permasalahan yang terjadi pada PT Pelindo Energi logistik (PT. PEL) tersebut dengan mengangkat tema penelitian dengan judul “Citra Perusahaan Memediasi Kualitas Pelayanan Dan Kepuasan Pelanggan Pada PT. Pelindo Energi Logistik”.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-10">Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif , Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan dimulai dari bulan April – bulan Juni 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang menjadi pelanggan PT. Pelindo Energi Logistik pada tahun 2022 yang berjumlah 30 responden . Sampel menggunakan teknik non probability sampling yakni sampling jenuh. [7] sampel jenuh merupakan metode pengambilan sampel dimana pengambilan sampelnya adalah seluruh partisipan dari populasi. Ini sering digunakan jika populasinya relatif kecil</p>
      <p id="_paragraph-11">&lt; 30 orang, atau jika ingin memilih untuk membuat generalisasi dengan tingkat kesalahan sangat kecil dalam penelitian. Istilah lainnya dari sampel jenuh ialah yang mana seluruh kontributor populasi menjadi sampel. Sampel yang digunakan pada riset ini yaitu semua konsumen yang menggunakan jasa PT. Pelindo Energi Logistik sebanyak 30 responden</p>
      <p id="_paragraph-12">Pengujian statistik dilakukan dengan beberapa uji antaralain: a. Uji Validitas b. Uji Reliabilitas c. Uji Asumsi Klasik (Uji Nomalitas, Uji Multikolonieritas, Uji Heterokedastisitas) d. Uji <italic id="_italic-15">Path</italic><italic id="_italic-16">Analysis </italic>e. Uji Koefisien Determinasi f. Uji Hipotesis T g. <italic id="_italic-17">Sobel</italic><italic id="_italic-18">Test.</italic></p>
      <sec id="heading-785fc45b988c41fce330f36f7a3e4d6d">
        <title>Definisi Operasional</title>
        <list list-type="bullet" id="list-6687e267823ddc50b44e6e3cddc25cfa">
          <list-item>
            <p>Kualitas pelayanan (X). Dengan indikator sebagai berikut:</p>
            <list list-type="bullet">
              <list-item>
                <p>Tampilan fisik <italic id="_italic-19">(Tangible).</italic></p>
              </list-item>
              <list-item>
                <p>Keandalan <italic id="_italic-20">(Reliability).</italic></p>
              </list-item>
              <list-item>
                <p>Daya Tanggap <italic id="_italic-21">(Responsiveness).</italic></p>
              </list-item>
              <list-item>
                <p>Jaminan <italic id="_italic-22">(Assurance).</italic></p>
              </list-item>
              <list-item>
                <p>Empati <italic id="_italic-23">(Emphaty)</italic>.</p>
              </list-item>
            </list>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Citra perusahaan (Z) Dengan indikator sebagai berikut:</p>
            <list list-type="bullet">
              <list-item>
                <p>Reputasi.</p>
              </list-item>
              <list-item>
                <p>Nilai.</p>
              </list-item>
              <list-item>
                <p>Identitas perusahaan.</p>
              </list-item>
            </list>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Kepuasan pelanggan (Y) Dengan indikator sebagai berikut:</p>
            <list list-type="bullet">
              <list-item>
                <p>Kesesuaian Harapan.</p>
              </list-item>
              <list-item>
                <p>Minat Berkunjung Kembali.</p>
              </list-item>
              <list-item>
                <p>Kesediaan Merekomendasi</p>
              </list-item>
            </list>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-15">Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penelitian survei. Metode kuantitatif menurut [8] adalah jenis penelitian spesifik dalam bentuk sistimatis dan terstruktur dengan jelas hingga pembuatan desain penelitian.</p>
        <p id="_paragraph-16">Sedangkan penelitian survei menurut [9] adalah metodologi kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan data yang terjadi pada masa lampau hingga kini, meliputi keyakinan, pendapat, karakteristik, hubungan antar variabel dan hasil penelitian yang cenderung untuk digeneralisasi.</p>
        <p id="_paragraph-17">Pada penelitian kuantitatif ini digunakan pendekatan statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif menurut [10] merupakan suatu pembahasan statistika yang berhubungan dengan penguraian atau memberikan keterangan mengenai suatu fenomena. Pendekatan deskriptif ini digunakan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan hasil pendapat responden terhadap variabel yang diteliti yaitu kualitas layanan, kepercayaan dan kepuasan pelanggan.</p>
        <p id="_paragraph-18">Statistika inferensial menurut [10] merupakan bahagian dari statistika tentang penafsiran dan penarikan kesimpulan dari data yang tersedia secara umum. Statistik inferensial bertujuan guna mengetahui besarnya pengaruh antara variabel kualitas pelayanan dan kepercayaan terhadap kepuasan pelanggan di PT. Berkah Multi Cargo Logistics baik secara parsial maupun simultan.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-1b1ca163a5f3d03bc73de5905b840b5b">
        <title>Populasi dan Sampel</title>
        <p id="_paragraph-20">Populasi menurut [9] ialah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek ataupun subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan untuk dipelajari dan ditarik suatu simpulan.</p>
        <p id="_paragraph-21">Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan jasa logistik di PT. Berkah Multi Cargo Logistics yang merupakan perusahaan pelanggan yang pernah atau masih melakukan transaksi jasa dengan PT. Berkah Multi Cargo Logistics sebanyak 32 pelanggan.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-8e75094666016e14cee0d4c779790efd">
        <title>Teknik Sampling</title>
        <p id="_paragraph-23">Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah <italic id="_italic-24">sensus</italic><italic id="_italic-25">/</italic><italic id="_italic-26">sampling</italic><italic id="_italic-27">total</italic>. <italic id="_italic-28">Sensus</italic><italic id="_italic-29">/</italic><italic id="_italic-30">sampling </italic><italic id="_italic-31">total </italic>didefinisikan menurut [11] adalah metodologi yang menjadikan seluruh anggota populasi sebagai sampel.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-9e6984fd41e5954589b75292c7168186">
        <title>Jenis dan Sumber Data Data Primer</title>
        <p id="_paragraph-26">Menurut [10] mendefinisikan data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi atau perseorangan secara langsung dari objek. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini adalah observasi dan penyebaran kuisioner kepada pelanggan jasa PT. Berkah Multi Cargo Logistics.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-7d53c488a274c44faeab65b3589672f0">
        <title>Data Sekunder</title>
        <p id="_paragraph-28">Menurut [10] mendefinisikan data sekunder, yaitu data yang diperoleh dan diolah oleh pihak lain dalam bentuk publikasi. Pengumpulan data sekunder dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan yang diperoleh dari berbagai literatur, karya ilmiah, jurnal, dan dokumen yang berhubungan dengan penelitian ini.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-8daa154b3df387f77af71354d3800db1">
        <title>Teknik Pengumpulan Data</title>
        <p id="heading-13d5906dbf54dfb56903c56e47b7982f">1. Observasi</p>
        <p id="_paragraph-30">Observasi dedifinisikan menurut [12] merupakan suatu proses yang komplit, tersusun dari pelbagai biologis dan psikologis. Pada tahap observasi ini, peneliti melakukan pengamatan secara langsung mengenai kegiatan dan kondisi perusahaan di PT. Berkah Multi Cargo Logistics. Peneliti melakukan pencatatan beberapa informasi dari dokumen atau arsip yang ada, khususnya data yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Data tersebut ialah data keluhan dan jumlah pelanggan PT. Berkah Multi Cargo Logistics.</p>
        <p id="paragraph-3bcf00be71e58e3bdd70c5376d5807c0">2. Kuisioner</p>
        <p id="_paragraph-31">Kuisioner didefinisikan menurut [10] adalah sebagai alat pengumpul data primer yang berdaya guna dibandingkan dengan observasi ataupun wawancara. Pada tahap ini, kuisioner disebar melalui <italic id="_italic-32">platform online google form </italic>kepada responden pelanggan jasa logistik PT. Berkah Multi Cargo Logistics. Dalam kuisioner tersebut yang akan ditanyakan adalah bagaimana kualitas layanan dan kepercayaan yang diberikan PT. Berkah Multi Cargo Logistics.</p>
        <p id="paragraph-f3aa1a4a64e3414c8fcaeaf5508c9963">3. Studi Kepustakaan</p>
        <p id="_paragraph-32">Studi kepustakaan didefinisikan menurut [13] sebagai data pelengkap yang diperoleh dari luar suatu organisasi untuk mendukung suatu penelitian. Peneliti mengumpulkan berbagai sumber literatur dalam bentuk publikasi guna mempelajari konsep dan teoritis yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang diteliti.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-6389d2431ae6ce2001619778402075c0">
        <title>Deskripsi Operasional Variabel</title>
        <p id="_paragraph-34">Variabel penelitian didefinisikan menurut [9] ialah suatu atribut sifat dari nilai seseorang, berkaitan dengan objek, konstitusi maupun kegiatan yang mempunyai ketentuan variasi untuk dipelajari oleh peneliti untuk ditarik suatu kesimpulan.</p>
        <p id="_paragraph-35">Dalam penelitian ini variabel yang digunakan dapat diklasifikasikan menjadi variabel bebas dan variabel terikat.</p>
        <p id="paragraph-f9718eba069a4d98e0dd8fc60fdf3446">1. Variabel Bebas (<italic id="italic-1">Indevenden Variable</italic>)</p>
        <p id="paragraph-2">Kualitas layanan (X1) merupakan suatu tingkatan keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas pemenuhan keinginan pelanggan, meliputi :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-dffa3d61a44ef3287144f92a47eb87cf">
          <list-item>
            <p>Bukti Konkret (<italic id="italic-2">Tangible</italic>).</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Daya Andal (<italic id="italic-3">Reliability</italic>).</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Ketanggapan (<italic id="italic-4">Responsiveness</italic>).</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Garansi (<italic id="italic-5">Assurance</italic>).</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Perhatian (<italic id="italic-6">Emphaty</italic>).</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="paragraph-8">2. Kepercayaan (X2) merupakan perusahaan mengandalkan kemauan mitra bisnisnya. Kepercayaan bergantung pada banyak aspek antar idiosinkratik dan antar konstitusi, seperti persepsi moralitas, kelurusan (hati) dan niat baik, meliputi :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-d24aa4bb1f45bb7e5018c16ce2585900">
          <list-item>
            <p>Kemampuan (<italic id="italic-7">Ability</italic>).</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Kebaikan Hati (<italic id="italic-8">Benevolence</italic>).</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Integritas (<italic id="italic-9">Integrity</italic>).</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="paragraph-b53486ddcf40b36b497476256514e3a2">3. Variabel Terikat (<italic id="italic-10">Devenden Variable</italic>)</p>
        <p id="paragraph-13">Kepuasan pelanggan (Y) merupakan kesediaan yang dialami seseorang setelah membandingkan persepsinya terhadap harapan performa suatu produk, meliputi :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-dccafac2235f36a77621231ba12a77dd">
          <list-item>
            <p>Kepuasan Konsumen Secara Menyeluruh (<italic id="italic-11">Overall Customer Satisfaction</italic>).</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Verifikasi Pengharapan (<italic id="italic-12">Confirmation Of Expectations</italic>).</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Ketertarikan Untuk Menggunakan Jasa Kembali (<italic id="italic-13">Repurchase Interest</italic>).</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Kesediaan Untuk Merekomendasikan (<italic id="italic-14">Willingness To Reccommend</italic>).</p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
      <sec id="heading-c9d5a7c8ceb4cd6498ec7ad0131ee311">
        <title>Teknik Analisa Data</title>
        <p id="_paragraph-39">Uji Validitas dan Reliabilitas</p>
        <p id="_paragraph-40">Uji validitas didefinisikan menurut [14] merupakan hal yang berkaitan dengan perhatian atas isu kebenaran hubungan kasual / sebab akibat dan dapat digeneralisasi dengan lingkungan eksternal. Pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan program SPSS dengan tingkat ketidaktelitian sebesar 5% dengan uji 2 (dua) sisi dan n = 32 sehingga didapat rtabel 0,349</p>
        <p id="_paragraph-41">Uji reliabilitas didefinisikan menurut [14] merupakan suatu alat pengukuran untuk menunjukkan keakuratan instrumen. Uji reliabilitas dilakukan dengan pengujian statistik <italic id="_italic-56">Cronbach</italic><italic id="_italic-57">Alpha</italic>. Dengan kriteria pengambilan keputusan apabila nilai <italic id="_italic-58">Cronbach</italic><italic id="_italic-59">Alpha </italic>di atas 0,6 maka dapat dinyatakan variabel tersebut reliabel.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-7e8de1008437c8fe2e751d3e48bba6d0">
        <title>Uji Asumsi Klasik</title>
        <p id="heading-4c3cff6f46763d0ecf0357034be954ed">a. Uji Normalitas</p>
        <p id="_paragraph-43">Uji normalitas didefinisikan menurut [15] dipergunakan sebagai membuktikan apakah jenis regresi pada penelitian mengantongi diseminasi normal atau tidak. Pengujian normalitas data menggunakan uji <italic id="_italic-60">Kolmogorov-Smirnov</italic>dalam program aplikasi SPSS dengan taraf probabilitas (sig) 0,05.</p>
        <p id="_paragraph-44">b. Uji Multikoliniearitas</p>
        <p id="_paragraph-45">Tujuan uji multikoliniearitas diungkapkan oleh [15] dipergunakan sebagai mengevaluasi uji apakah model regresi pada penelitian ini kedapatan korelasi diantara variabel indevenden. Uji multikolinearitas dapat dilihat dari nilai <italic id="_italic-61">Tolerance </italic>dan <italic id="_italic-62">Variance</italic><italic id="_italic-63">Inflation Factor </italic>(VIF).</p>
        <p id="_paragraph-46">c. Uji Heteroskedastisitas</p>
        <p id="_paragraph-47">Uji heteroskedastisitas didefinisikan menurut [15] dipergunakan sebagai evaluasi apakah dalam model regresi timbul adanya ketidakcocokan pada residual dan <italic id="_italic-64">variance </italic>pada satu pemantauan ke pemantauan lain. Uji heteroskedastisitas dipergunakan untuk menguji terjadi atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilihat dengan gambar <italic id="_italic-65">Scatterplots</italic>. Kriteria pengambilan keputusan dalam uji heteroskedastisitas dalam riset yang dilaksanakan, apabila titik – titik data penyebar diatas dan dibawah atau di sekitar angka 0 serta penyebaran titik data tidak boleh membentuk pola maka data tersebut tidak terjadi gejala heteroskedastisitas</p>
        <p id="_paragraph-48">d. Analisa Regresi Liniear Berganda</p>
        <p id="_paragraph-49">Analisa regresi linear berganda didefinisikan menurut [10] regresi sederhana merupakan kasus khusus dari regresi berganda dengan satu variabel indevenden yang mempengaruhi variabel devenden. Dalam regresi berganda terdapat satu variabel terikat dengan lebih dari satu variabel indevenden yang mempengaruhinya.</p>
        <p id="_paragraph-50">Uji ini dimanfaatkan guna mengetahui kekuatan hubungan antar variabel yaitu kualitas layanan, kepercayaan, dan kepuasan pelanggan pada PT. Berkah Multi Cargo Logistics.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-7dbe83c13b5e4c6c7ee1e3f10e263042">
        <title>Uji Hipotesa</title>
        <p id="_paragraph-52">a. Uji Parsial (Uji t)</p>
        <p id="_paragraph-53">Uji t didefinisikan menurut [15] digunakan untuk mengetahui masing - masing variabel indevenden terhadap variabel devenden. Jika thitung &gt; ttabel atau nilai Sig. &lt; 0,05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa, secara individual variabel indevenden terdapat pengaruh signifikan positif terhadap variabel devenden. Dalam penelitian ini pengujian pengaruh variabel indevenden yaitu kualitas layanan dan kepercayaan mempunyai pengaruh secara parsial terhadap variabel devenden yaitu kepuasan pelanggan.</p>
        <p id="_paragraph-54">b. Uji Simultan (Uji F)</p>
        <p id="_paragraph-55">Uji F didefinisikan menurut [16] dipergunakan guna melihat apakah model regersi tersebut dapat dikatakan layak atau tidak. Dari definisi tersebut dapat diartikan bahwa, layak yang berarti model regresi yang ada dapat digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel indevenden yaitu kualitas layanan dan kepercayaan pada variabel devenden yaitu kepuasan pelanggaan. Melalui tabel ANOVA, model regresi dapat dinyatakan layak jika nilai Fhitung Sig. &lt; 0,05.</p>
        <p id="_paragraph-56">c. Uji Koefisien Determinasi (R2)</p>
        <p id="_paragraph-57">Uji koefisien determinasi R2 didefinisikan menurut [14] digunakan untuk mengukur proporsi variasi antar variabel devenden yang dapat dijelaskan oleh variabel indevenden pada model regresi. Nilai R2 akan berkisar diantara 0 hingga 1. Semakin tinggi nilai R2 maka semakin andal kemampuan model regresi dalam menjelaskan variabel dependen.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-e9f1fcb46b189d125784a0011804a92f">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-5bfe0bd1abb48ce8b850f1f3aadea9cd">
        <title>Uji Validitas</title>
        <p id="_paragraph-59">Bersumber dari pengolahan data bahwa korelasi setiap item pernyataan memiliki nilai r-hitung lebih besar dari r-tabel, bersumber dari pengujian validitas menerangkan jika pada seluruh item pernyataan pada variabel kualitas pelayanan (X), citra perusahaan (Z) dan kepuasan pelanggan (Y) dikatakan valid serta bisa dijadikan sebagai instrumen penelitian. Nilai r tabel di peroleh dari df = N - 2 dengan cara uji dua arah pada tingkat signifikansi 0,05 yakni sebesar 0,3610.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-bd857b29072a18fb288eb0f2c8cce6df">
        <title>Uji Reliabilitas</title>
        <p id="_paragraph-61">Mengunakan teknik analisis <italic id="_italic-66">Cronbach’s Alpha </italic>untuk pengujian keandalan (reliabel) suatu pernyataan tiap variabel penelitian dengan program SPSS. Hasil uji ini bisa dinyatakan reliabel bila <italic id="_italic-67">Cronbach’s Alpha </italic>&gt; 0,6. <italic id="_italic-68">Cronbach’s Alpha </italic>dari variabel kualitas pelayanan (X), citra perusahaan (Z) dan kepuasan pelanggan (Y) &gt; 0.6 maka bisa tarik kesimpulan data reliabel yang artinya bahwa kuesioner bisa dipakai pada penelitian.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-db7f00ecf49c6ef2f389601f99a2dba2">
        <title>Uji Asumsi Klasik</title>
        <p id="_paragraph-63">Uji Normalitas</p>
        <p id="_paragraph-64">Uji normalitas digunakan untuk pengujian apakah dalam bentuk regresi variabel independen serta variabel dependen ataupun kedua-duanya memiliki distribusi normal ataupun tidak. Jika variabel tidak berdistribusi secara normal berarti pengujian statistik akan terjadi penurunan. Melakukan pengujian normalitas bisa menggunakan <italic id="_italic-69">One Sample Kolmogorov Smirnov </italic>yakni dengan syarat jika nilai signifikan diatas 0,05 artinya data terdistribusi normal. Namun bila hasil <italic id="_italic-70">One Sample</italic><italic id="_italic-71">Kolmogorov Smirnov </italic>nilai signifikannya dibawah 0,05 artinya bahwa data tidak terdistribusi normal. Hasil dari uji normalitas dengan <italic id="_italic-72">Kolmogorov-Smirnov </italic>dan dilihat dari <italic id="_italic-73">Unstandardized Residual </italic>menunjukkan nilai <italic id="_italic-74">Asymp. Sig. (2-tailed) </italic>yakni 0,980 &gt; 0,05, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa data Residul berdistribusi normal.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-89d0ad0495206f7f2f39a3ae03bdaeff">
        <title>Uji Multikolinearitas</title>
        <p id="_paragraph-66">Pengujian multikolinearitas guna mengetahui apakah dalam model regresi ditemui ada korelasinya antar variabel bebas. Apabila nilai <italic id="_italic-75">Tolerance </italic>&lt; 0.1 atau <italic id="_italic-76">Variance Invlation Factor </italic>(VIF) &gt; 10, artinya tidak terjadi masalah multikolinearitas. Bersumber dari pengolahan data nilai tolerance semua variabel &gt; 0,1 serta nilai <italic id="_italic-77">variance</italic><italic id="_italic-78">inflation</italic><italic id="_italic-79">factor </italic>(VIF) &lt; 10. jadi bisa tarik kesimpulan data riset ini tidak terjadi multikolinieritas antar variabel bebas.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-f77c0499c16ba2aebab4b3390fc13dc9">
        <title>Uji Heteroskedastisitas</title>
        <p id="_paragraph-68">Pengujian heteroskedastisitas memiliki tujuan yaitu mendeteksi terjadinya nilai relevan yang berbeda dari tiap varian variabel bebas yaitu kualitas pelayanan (X) dan citra perusahaan (Z) dalam model regresi. Masalah heteroskedastisitas pada riset ini dideteksi dengan cara memakai scatterplot yakni dengan memplotkan <italic id="_italic-80">standardized</italic><italic id="_italic-81">predictors</italic>dengan <italic id="_italic-82">standardized</italic><italic id="_italic-83">residual</italic><italic id="_italic-84">model</italic>. Bila tidak terdapat pola yang jelas, serta titik-titik tersebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka dari itu tidak terjadi heteroskedastisitas. Berikut hasil <italic id="_italic-85">scatterplot </italic>yang dihsilkan dengan olah data output SPSS. Hasil pengujian heteroskedastisitas menunjukkan jika <italic id="_italic-86">scatterplot</italic>tidak terbentuk pola serta titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y sehinnga dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-60c74bc0892f442357c4e26226edd240">
        <title>Hipotesis</title>
        <p id="_paragraph-70">Setelah di uji asumsi klasik bisa ditarik kesimpulan jika model regresi terbebas dari masalah multikolinieritas, heterokesdastisitas dan normalitas. Pengujian hipotesis ialah pembuktian statistik atas semua yang telah dihipotesiskan pada penelitian berlandaskan teori. Pengujian hipotesis yang sudah diajukan serta untuk mendeteksi pengaruh variabel mediasi dalam memediasi variabel independen terhadap variabel dependen menggunakan metode Analisis Regresi, Analisis Jalur dan <italic id="_italic-87">Sobel Test</italic>. Analisis jalur merupakan perluasan dari analisis regresi berganda, atau dapat dikatakan analisis jalur ialah penggunaan analisis regresi guna menaksir hubungan kausalitas antar variabel yang sudah dinyatakan lebih dahulu bersumber pada teori.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-e4abb1eda3e7399e5806d9ed69deda94">
        <title>Analisis Regresi Linier Berganda</title>
        <p id="heading-ead638a776a45d459dda2d1935455159">a. Pengujian Hipotesis 1</p>
        <p id="_paragraph-72">Hipotesis kesatu yang diajukan yakni kualitas pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap citra perusahaan pada PT. Pelindo Energi Logistik. Bersumber pada hasil dari uji analisis regresi yang sudah dilakukan sehingga mendapatkan hasil signifikan. Sesuai hasil nilai signifikansi yang dihasilkan senilai 0,000 &lt; 0,05, Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa variabel kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap citra perusahaan. Sehingga hipotesis kesatu diterima.</p>
        <p id="paragraph-9bfb8e5577dfeb3749decc390ae9178c">b. Pengujian Hipotesis 2 dan 3</p>
        <p id="_paragraph-73">Hipotesis kedua yang diajukan yakni kualitas pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada PT. Pelindo Energi Logistik. Hipotesis ketiga yang diajukan adalah citra perusahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada PT. Pelindo Energi Logistik. Bersumber pada hasil dari uji analisis regresi yang sudah dilakukan sehingga mendapatkan hasil signifikan. Nilai signifikansi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan senilai 0,040&lt; 0,05, Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa variabel kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, sehingga hipotesis kedua diterima. Sedangkan nilai signifikansi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan senilai 0,018 &lt; 0,05, Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa variabel citra perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Sehingga hipotesis ketiga diterima.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-c64550c0b1d2e33a1beb816e006887fa">
        <title>Analisis Koefisien Determinasi Berganda</title>
        <p id="_paragraph-75">Mengukur koefisien determinasi berganda memiliki tujuan guna daapat diketahui besarnya korelasi serta hubungan variabel dari model regresi dalam riset ini dan mengukur seberapa dekat garis regresi yang diestimasi terhadap data yang sesungguhnya. Perihal ini bisa diamati melalui koefisien R dan R<sup id="_superscript-4">2</sup>. Bersumber dari hasil pengolahan data menujukkan nilai R sebesar 0,868 yamg berarti bahwa hubungan korelasi antara citra perusahaan (Z) dengan kualitas pelayanan (X) dan kepuasan pelanggan (Y) ialah kuat, karena nilai R &gt; 0,5 sehingga bisa dinyatakan berkorelasi kuat. Berdasarkan hasil hitung koefisien determinasi berganda dengan menggunakan SPSS, ditemukan jika nilai koefisien determinasi berganda <italic id="_italic-88">Adjusted R Square </italic>ialah 0,734 atau sebesar 73,4%. Citra perusahaan (Z) dapat diterangkan oleh variabel kualitas pelayanan (X) dan kepuasan pelanggan (Y) sebesar 73,4%. Serta untuk sisanya 26,6% diterangkan oleh variabel yang lain yang tidak diteliti pada riset ini.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-db732d7e79eee012c0434434b79ced8a">
        <title>Analisis Jalur <italic id="_italic-89">(Path</italic> <italic id="_italic-90">Analysis)</italic></title>
        <p id="_paragraph-77">Analisis jalur ialah perluasan daripada analisis regresi linear berganda. Melakukan pengujian analisis regresi sebanyak dua kali. Analisis regresi yang pertama agar bisa diketahui kekuatan hubungan dari variabel bebas (independen) terhadap variabel mediasi (intervening). Analisis regresi yang kedua agar bisa diketahui kekuatan hubungan dari variabel bebas (indenpenden) terhadap variabel terikat (dependen). Suatu variabel dikatakan variabel <italic id="_italic-91">intervening </italic>jika variabel tersebut ikut mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil pengolahan data menunjukkan hasil regresi variabel kualitas pelayanan (X) terhadap citra perusahaan (Z) sebesar 0.867. Hasil pengolahan data menunjukkan hasil regresi variabel kualitas pelayanan (X) terhadap kepuasan pelanggan (Y) sebesar 0,415. Hasil pengolahan data menunjukkan hasil regresi variabel citra perusahaan (Z) terhadap kepuasan pelanggan (Y) sebesar 0,483.</p>
        <p id="_paragraph-78">Bersumber pada rangkuman diatas, jadi besarnya pengaruh langsung dan tidak langsung adalah sebagai berikut:</p>
        <p id="paragraph-8b7c6df3535d008996948b7ad7a8ff08">a. Pengaruh Langsung (Direct Effect = DE)</p>
        <p id="_paragraph-79">Pengaruh variabel kualitas pelayanan (X) terhadap kepuasan pelanggan (Y). XY= 0,415.</p>
        <p id="paragraph-9ef51b29543311ef38806b3e934cf13e">b. Pengaruh Tidak Langsung (Indirect Effect = IE)</p>
        <p id="_paragraph-80">Pengaruh variabel kualitas pelayanan (X) terhadap kepuasan pelanggan (Y) melalui citra perusahaan (Z).</p>
        <p id="_paragraph-81">Pengaruh kualitas pelayanan (X) terhadap kepuasan pelanggan (Y) secara langsung lebih kecil dibandingkan dengan pengaruh tidak langsung dari variabel kualitas pelayanan (X) terhadap kepuasan pelanggan (Y) melalui citra perusahaan (Z) dan dibuktikan dengan nilai 0,415 &lt; 0,418. Maka dari itu, hipotesis ke 4 yang berbunyi “citra perusahaan memediasi pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada PT. Pelindo Energi Logistik” diterima.Bersuber pada pengolahan data hasil analisis regresi, sehingga analisis jalur tiap-tiap variabel dapat disimpulkan sebagai berikut:</p>
        <p id="paragraph-e100704c90e4d764291cebd91cda1d97">Uji Sobel <italic id="_italic-92">(Sobel</italic><italic id="_italic-93">Test)</italic></p>
        <p id="_paragraph-83">Uji hipotesis mediasi bisa dilakukan dengan metode yang dikembangkan Sobel (1982) dan dikenal dengan Uji Sobel <italic id="_italic-94">(Sobel</italic><italic id="_italic-95">Test).</italic>Untuk mengetahui pengaruh mediasi dari citra perusahaan (Z), jadi pengujian yang digunakan yakni uji sobel. Syarat memakai uji sobel ialah dengan dibandingkannya nilai t hitung dengan nilai t tabel. Jika nilai t hitung &gt; t tabel artinya bisa ditarik kesimpulan terdapat pengaruh mediasi. Hasil t hitungnya yakni 3,161 serta lebih besar dari t tabel yaitu sebesar 2,048, sehingga bisa dinyatakan bahwa t hitung &gt; t tabel. Shingga hipotesis 4 diterima. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel citra perusahaan (Z) mampu memediasi pengaruh kualitas pelayanan (X) terhadap kepuasan pelanggan (Y).</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-7">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-84">Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan, ditarik beberapa simpulan sebagai berikut :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-fd7702e32cddf303b7e058d207713518">
        <list-item>
          <p>Kualitas pelayanan (X) berpengaruh terhadap citra perusahaan (Z) dengan tingkat signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Hal ini menjelaskan bahwa tinggi rendahnya kualitas pelayanan dapat mempengaruhi citra perusahaan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kualitas pelayanan (X) berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan (Y) dengan tingkat signifikansi 0,040 &lt; 0,05. Hal ini menjelaskan bahwa penilaian baik atau buruknya mengenai kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen akan mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Citra perusahaan (Z) berpengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y) dengan tingkat signifikansi 0,018 &lt; 0,05. Hal ini menjelaskan bahwa citra perusahaan menjadi salah satu faktor pembentuk kepuasan pelanggan, hal ini membuktikan bahwa semakin baik citra perusahaan yang dipersepsikan oleh konsumen dapat meningkatkan kepuasan yang telah dirasakan oleh para konsumen.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Citra perusahaan (Z) memediasi pengaruh kualitas pelayanan (X) terhadap kepuasan pelanggan (Y), hal ini terbukti dengan nilai t hitung 3,161 &gt; t tabel 2,048. Yang berarti bahwa ada pengaruh tidak langsung yang terjadi dimana peran citra perusahaan juga menjadi sangat penting dalam memperkuat hubungan pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan, Sehingga dapat disimpulkan hipotesis keempat mampu memperkuat kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>