<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Analysis Job Satisfaction with Leader Member Exchange and Organizational Climate Through Organization Citizenship Behavior in Company</article-title>
        <subtitle>Analisis Kepuasan Kerja dengan Leader Member Exchange dan Iklim Organisasi Melalui Organization Citizenship Behavior pada Perusahaan</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-cd50f09f2956725e76b8c86ef4b5abae" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Muarofah</surname>
            <given-names>Siti</given-names>
          </name>
          <email>siti185.manajemena2@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-cb5bef7efc28d421ca503a57517aa1b5" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Abadiyah</surname>
            <given-names>Rifda</given-names>
          </name>
          <email>rifdahabadiyah@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-10-16">
          <day>16</day>
          <month>10</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-2">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Sumber daya manusia menjadi faktor terpenting dalam sebuah perusahaan. Tanpa adanya sumber daya, perusahaan tidak dapat menjalankan kegiatan operasionalnya untuk mencapai tujuan. Sehingga setiap perusahaan harus memperhatikan setiap potensi dari sumber daya manusia yang dimilikinya. Sumber daya manusia menjadi sebuah aset yang penting bagi perusahaan, dimana jika sumber daya manusia dapat bekerja dengan maksimal maka perusahaan akan dapat dengan mudah mencapai tujuannya. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas, perusahaan juga harus mempertimbangkan kepuasan kerja mereka[1], kepuasan kerja merupakan melaksanakan pekerjaan dengan perasaan dan emosional yang positif atau menyenangkan yang diungkap pada pekerjaan yang dilakukan.</p>
      <p id="_paragraph-13">PT. Pabrik Gula Candi Baru adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam produksi gula yang berada di Candi Sidoarjo Jawa Timur. Perusahaan yang berdisi sejak tahun 1911 sudah merasakan pasang surut dan ketatnya persaingan bisnis. Sesuai dengan visi perusahaan yaitu menjadi perusahaan terbaik di tingkat nasional dalam industri gula dan pengelolaan aset, PT. Pabrik Gula Candi Baru tentu memiliki beberapa strategi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.</p>
      <p id="_paragraph-14">PT. Pabrik Gula Candi Baru memiliki tujuan perusahaan yang ditetapkan pada pasal 3 Akta No. 19 tanggal 18 Juli 1998, dimana maksud dan tujuan perusahaan yaitu dalam bidang perkebunan dan pertanian, serta industry dan perdagangan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.</p>
      <p id="_paragraph-15">Berdasarkan observasi awal peneliti diketahui bahwa salah satu upaya meningkatan kepuasan kerja karyawan pada PT. Pabrik Gula Candi Baru yaitu dengan melakukan <italic id="_italic-25">leader member exchange</italic> (LMX). <italic id="_italic-26">Leader member exchange </italic>(LMX) memberikan penjelasan terkait dengan bagaimana atasan dan bawahan mengembangkan hubungan yang saling memperngaruhi serta menegoisasi peran bawahan dalam suatu perusahaan[2]. Pimpinan selalu senantiasa menerima masukan dari bawahan, selain itu pimpinan juga memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berusaha mengambil keputusan yang dianggapnya baik. Iklim Organisasi sudah berjalan dengan baik dibuktikan dengan membagian tugas dan tanggungjawab yang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman individu. Upaya menciptakan iklim organisasi yang baik juga dilakukan manajemen pada masing-masing divisi dengan memanfaatkan media social dan iklim organisasi juga merupakan semua atribut organisasi yang memiliki makna khas yang mempengaruhi dimensi antara individu dengan organisasi atau perusahaan[3]. Tetapi, <italic id="_italic-27">organizational citizenship behavior </italic>(OCB) masih kurang dibuktikan dengan kurangnya kesadaran karyawan untuk saling membantu dan menjaga peralatan kerja baik miliknya sendiri maupun rekan kerjanya. Selain itu sikap untuk saling membantu karyawan dalam bekerja juga masih minim. Bias juga <italic id="_italic-28">organizational citizenship behavior </italic>(OCB) sebagai peran ekstra perilaku social organisasi maupun perilaku suka rela dalam organisasi yang mencakup kecenderungan sifat kooperatif dan bentuk kesungguhan karyawan terhadap organisas[4]. Kepuasan kerja juga mulai berkurang dibuktikan dengan masih sering dijumpai karyawan yang mengabaikan peraturan sarana dan prasarana perusahaan tidak sesuai dengan prosedur dan tidak menggunakan atribut secara lengkap.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-34ac0ad297ceb386b7d2ec59d096c986">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-e3e5e34c7600db55e6f49dd2139ece85">
        <bold id="_bold-13">Lokasi Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-17">Lokasi penelitian ini di PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo yang beralamatkan di jalan Raya Candi No. 10 Sidoarjo.</p>
      <p id="paragraph-6250961169db1d87d0eb6e03670c2f0d">
        <bold id="_bold-14">Populasi dan Sampel</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-19">Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruan karyawan bagian staff PT. Pabrik Gula Candi Baru yang berjumlah 34 karyawan. Teknik ppengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik <italic id="_italic-29">probability sampling </italic>dengan metode total sampling. Teknik ini digunakan mengingat jumlah populasi kurang dari 100, sehingga sampel yang digunakan dalam ini adalah 34 karyawan.</p>
      <p id="paragraph-a2668ad6235b438b743d49d1ff8fe749">
        <bold id="_bold-15">Jenis Sumber data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-20">Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer yang berupa angket atau keusioner dan data sekunder yang berupa data <italic id="_italic-30">company profile </italic>perusahaan dan jumlah karyawan.</p>
      <p id="paragraph-e32704d7a2b92ec022a720542d9770d9">
        <bold id="_bold-16">Teknik Pengumpulan data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-21">Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan jawaban dengan skala interval.</p>
      <p id="paragraph-459850d47bab5d2951595ff4c189dec8">
        <bold id="_bold-17">Kerangka Konseptual</bold>
      </p>
      <fig id="figure-panel-f1b486bd5f053accdecfda04098e85b8">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Kerangka Konseptual</title>
          <p id="paragraph-8d1fb2e8faccba8f3f8b51a6578cbdc4" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-198e2e0bcd1a1c9610b825b58dd6dac1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Kerangka.JPG" />
      </fig>
      <p id="paragraph-0abca8ae6210d60c0d11d52b55a86c40">
        <bold id="_bold-18">Hipotesis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-22">Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, dan kajian teori yang telah dijelaskan diatas, maka hipotetsis pada penelitian ini adalah :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-8fc79828631dd77e7e3a838588f03f71">
        <list-item>
          <p>Terdapat pengaruh <italic id="_italic-31">leader member exchange </italic>terhadap kepuasan kerja.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Terdapat pengaruh iklim organisasi terhadap kepuasan kerja.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Terdapat pengaruh <italic id="_italic-32">leader member exchange </italic>terhadap kepuasan kerja melalui <italic id="_italic-33">organization citizenship behavior</italic>.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Terdapat pengaruh iklim organisasi terhadap kepuasan kerja melalui <italic id="_italic-34">organization citizenship behavior</italic><italic id="_italic-35">.</italic></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Terdapat pengaruh <italic id="_italic-36">Organizational citizenship behavior </italic>terhadap kepuasan kerja.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-23">Ada dua pengujian keabsahan data yang digunakan, yaitu Uji Validitas dan Uji Reliabilitas</p>
      <p id="paragraph-14890d87fbfffd4eb04d2fc13b19ffc7">
        <bold id="_bold-19">Uji Validitas</bold>
      </p>
      <fig id="figure-panel-f5eb7b382b1914e7651557e669c8d196">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>Uji Validitas</title>
          <p id="paragraph-8a5e6205c5441c1e6fa7c3eff9f5adaf" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-fdade8a9e50c44337d94dd8c065a79d4" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Tabel Valid.JPG" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-25">Berdasarkan Tabel di atas bisa kita lihat bahwa hasil dari uji validitas dapat diketahui bahwa keseluruhan item disetiap variabel mempunyai nilai <italic id="_italic-37">Corrected Item-Total Correlation </italic>lebih dari 0,2. Artinya keseluruh item pernyataan variabel dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk uji selanjutnya.</p>
      <p id="paragraph-840ddcf1b356c9967962f818a5798bf0">
        <bold id="_bold-20">Uji </bold>
        <bold id="_bold-21">Realibilitas</bold>
      </p>
      <fig id="figure-panel-bbd9915ca79d186125803178a90557c6">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>Uji Realibilitas</title>
          <p id="paragraph-ee96659eb6b3b53beff514bfe5ac805f" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-4cd2baaca1436c718d968e27a39dbf7a" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Tabel Reabil.JPG" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-27">Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai <italic id="_italic-38">cronbach Alpha</italic> pada masing-masing variabel &gt; 0,6. Dengan demikian dapat dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel sudah reliabel atau konsisten dan dapat digunakan untuk pengjian lebih lanjut.</p>
      <p id="_paragraph-28">Dalam penelitian ini uji asumsi klasik dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 25 . Penelitian ini menggunakan dua model regresi, dengan persamaan sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-29">Z = a + + β<sub id="_subscript-1">1</sub>X<sub id="_subscript-2">1</sub>+ β<sub id="_subscript-3">2</sub>X<sub id="_subscript-4">2</sub>+e</p>
      <p id="_paragraph-30">Y = a + + β<sub id="_subscript-5">1</sub>X<sub id="_subscript-6">1</sub>+ β<sub id="_subscript-7">2</sub>X<sub id="_subscript-8">2</sub>+ β<sub id="_subscript-9">3</sub>Z<sub id="_subscript-10">3 </sub>+ e</p>
      <p id="_paragraph-31">Adapun hasil uji asumsi klasik adalah sebagai berikut.</p>
      <p id="paragraph-ff00d127627662edafb7b54f68fb0be8">
        <bold id="_bold-22">Uji Normalitas</bold>
      </p>
      <fig id="figure-panel-cfc060cde6377067825d6eb9e531c729">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title>Uji Normalitas</title>
          <p id="paragraph-d95005c1e07e61de0737c8bbd386656b" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-084a3c40c13ff2af6e2bbc65a2d30186" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Tabel Normal.JPG" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-33">Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi atau <italic id="_italic-39">Asymp. Sig. (2-tailed) </italic>sebesar 0,200 model I dan 0,200 untuk model II dimana kedua model regresi sudah memperoleh nilai signifikansi &gt; 0,0,5. Artinya model regresi dalam penelitian ini memenuhi asumsi normalitas atau data terdistribusi normal.</p>
      <p id="paragraph-016e7769c60938207b7e1efdca1e2196">
        <bold id="_bold-23">Uji Linieritas</bold>
      </p>
      <fig id="figure-panel-7c53dad6fd1b413062317ca2929ec213">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <title>Uji Linieritas</title>
          <p id="paragraph-5c32af0130b20655bc1a57d580ef2fe4" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-298cb20dd949fd8b7cfd6941b7785e02" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Tabel Liner.JPG" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-35">Dalam penelitian ini uji linieritas menggunakan <italic id="_italic-40">Test for Linearity, </italic>dimana dapat dinyatakan linier apabila mempunyai nilai signifikansi (<italic id="_italic-41">linearity</italic>) kurang dari 0,05[5].Dari tabel di atas, dapat diketahui semua variabel mempunyai nilai signifikansi &lt; 0,05. Artinya terdapat hubungan yang linier antara variabel bebas dengan variabel terikat.</p>
      <p id="paragraph-a5a070ffb93f75ead20332a34a374548">
        <bold id="_bold-24">Uji Multikolinieritas</bold>
      </p>
      <fig id="figure-panel-44feba51848b335733af0fb02b4d9291">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <title>Uji Multikolinieritas</title>
          <p id="paragraph-dc16400a1562e6b3e28fdc8fe2a69654" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-c779481ee03c339aefd44db11ee9e284" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Tabel Multi.JPG" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-37">Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SPSS di atas, diperoleh hasil bahwa nilai <italic id="_italic-42">tolerance</italic> lebih besar dari 0,1 sedangkan nilai VIF kurang dari 10. Dengan demikian dapat diketahui bahwa model regresi dalam penelitian ini terhindar dari gejala multikolinieritas.</p>
      <p id="_paragraph-38">
        <bold id="_bold-25">I. </bold>
        <bold id="_bold-26">Pengujian Hipotesis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-39">
        <bold id="_bold-27">a) </bold>
        <bold id="_bold-28">Analisis Jalur (</bold>
        <italic id="_italic-43">
          <bold id="_bold-29">path analysis</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-29" />
        <bold id="_bold-30">)</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-40">Penelitian ini menggunakan dua model persamaan struktural, dimana pada model I bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel <italic id="_italic-44">leader member exchange</italic>dan iklim organsasi terhadap variabel <italic id="_italic-45">organization citizenship behavior</italic>. Persamaan struktural jalur II bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel <italic id="_italic-46">leader member exchange</italic><italic id="_italic-47">, </italic>iklim organsasi dan <italic id="_italic-48">organization citizenship behavior</italic> terhadap variabel <italic id="_italic-49">organization citizenship behavior</italic>.</p>
      <fig id="figure-panel-0310c1fd109dea6f38491c46095460a6">
        <label>Figure 7</label>
        <caption>
          <title>Hasil analisis jalur</title>
          <p id="paragraph-d1b20c45b3cfa808755ad4b58c3bfb38" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-55fdb86f92ad0084664ac9256b35f2f5" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Hasil analisis.JPG" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-42">Berdasarkan hasil estimasi jalur I diperoleh nilai koefisien jalur untuk variabel <italic id="_italic-50">leader member exchange </italic>sebesar 0,378 dan variabel iklim organisasi sebesar 0,379 dengan nilai koefisien determinansi sebesar R<sup id="_superscript-5">2</sup> = 0,428 dan koefisien residu sebesar a<sub id="_subscript-11">3</sub> = = 0,756 Adapun nilai Signifikansi F sebesar 0,000. hasil estimasi jalur II diperoleh nilai koefien jalur untuk variabel <italic id="_italic-51">leader member exchange </italic>sebesar 0,264, untuk variabel iklim organisasi sebesar 0,282 dan untuk variabel <italic id="_italic-52">leader member exchange</italic> sebesar 0,513 dengan nilai koefisien determinasi sebesar R<sup id="_superscript-6">2</sup> = 0,801 dan koefisien residu sebesar b<sub id="_subscript-12">4</sub> = = 0,466. Adapun nilai Signifikansi F sebesar 0,000.</p>
      <p id="paragraph-78786cb85a31c61d4f67c18bd7e17cd8">
        <bold id="_bold-45">Pengaruh </bold>
        <italic id="_italic-61">
          <bold id="_bold-46">leader member exchange </bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-47">terhadap kepuasan kerja</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-43"><italic id="_italic-53">Leader member exchange </italic>berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Variable <italic id="_italic-54">leader member exchange </italic>memperoleh nilai t<sub id="_subscript-13">hitung </sub>= 2,426 &gt; t<sub id="_subscript-14">tabel</sub> = 2,03693 dengan signifikan sebesar 0,021 &lt; 0,05 serta nilai koefisien jalur sebesar a<sub id="_subscript-15">1</sub> = 0,378. Hal ini menunjukkan bahwa <bold id="_bold-31">H</bold><sub id="_subscript-16"><bold id="_bold-32">1</bold></sub><bold id="_bold-33"> diterima</bold>.</p>
      <p id="paragraph-ef217510c796ca9764abc80361ae7702">
        <bold id="_bold-48">Pengaruh</bold>
        <bold id="_bold-49">ik</bold>
        <bold id="_bold-50">lim organisasi terhadap kepuasan kerja</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-44">Iklim organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Variable iklim organisasi memperoleh nilai t<sub id="_subscript-17">hitung</sub> = 2,432 &gt; t<sub id="_subscript-18">tabel</sub> = 2,03693 dengan signifikansi sebesar 0,021 &lt; 0,05 serta nilai koefisien jalur sebesar a<sub id="_subscript-19">2</sub> = 0,379. Hal ini menunjukkan bahwa <bold id="_bold-34">H</bold><sub id="_subscript-20"><bold id="_bold-35">2</bold></sub><bold id="_bold-36"> diteri</bold><bold id="_bold-37">ma</bold>.</p>
      <p id="paragraph-68be1268bbbd83c2bb8a8d030ba0c0ad">
        <bold id="_bold-51">Pengaruh</bold>
        <italic id="_italic-62">
          <bold id="_bold-53">leader member exchange</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-53" />
        <bold id="_bold-54">terhadap kepuasan kerja melalui </bold>
        <italic id="_italic-63">
          <bold id="_bold-55">organization citizenship behavior</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-55" />
      </p>
      <p id="_paragraph-45">Variabel <italic id="_italic-55">leader member exchange </italic>memperoleh nilai t<sub id="_subscript-21">hitung </sub><bold id="_bold-38">= </bold>2,584 &gt; t<sub id="_subscript-22">tabel</sub> = 2,03693 dengan signifikansi sebesar 0,021 &lt; 0,05 dan nilai koefisien jalur sebesar b<sub id="_subscript-23">1</sub> = 0,264. Adapun pengaruh tidak langsung <italic id="_italic-56">leader member exchange </italic>sebesar a<sub id="_subscript-24">1 </sub>x b<sub id="_subscript-25">3 </sub>= 0,378 x 0,513 = 0,891. Hal ini menunjukkan bahwa variabel <italic id="_italic-57">leader member exchange </italic>terbukti berpengaruh terhadap kepuasan kerja melalui <italic id="_italic-58">organizational citizenship behavior</italic>, atau <bold id="_bold-39">H</bold><sub id="_subscript-26"><bold id="_bold-40">3 </bold></sub><bold id="_bold-41">diterima</bold>.</p>
      <p id="paragraph-89727a052ec55d7db4682188f102d0e5">
        <bold id="_bold-56">Pengaruh iklim organisasi terhadap kepuasan kerja melalui </bold>
        <italic id="_italic-64">
          <bold id="_bold-57">organizational citizenship behavior</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-57" />
      </p>
      <p id="_paragraph-46">Variabel iklim organisasi memperoleh t<sub id="_subscript-27">hitung</sub> = 2,766 &gt; t<sub id="_subscript-28">tabel</sub> = 2,03693 dengan signifikansi sebesar 0,010 &lt; 0,05 dan nilai koefisien jalur sebesar b<sub id="_subscript-29">2</sub> = 0,282. Adapun pengaruh tidak langsung iklim organisasi terhadap kepuasan kerja melalui <italic id="_italic-59">organizational citizenship behavior </italic>sebesar a<sub id="_subscript-30">2</sub> x b<sub id="_subscript-31">3</sub> = 0,379 x 0,513 = 0,194. Hal ini menunjukkan bahwa variabel iklim organisasi terbukti berpengaruh terhadap kepuasan kerja melalui <italic id="_italic-60">organizational citizenship behavior</italic>, atau <bold id="_bold-42">H</bold><sub id="_subscript-32"><bold id="_bold-43">4</bold></sub><bold id="_bold-44"> diterima</bold>.</p>
      <p id="paragraph-92b955e59062a4259ea795258d3fc683">
        <bold id="_bold-58">Pengaruh </bold>
        <italic id="_italic-65">
          <bold id="_bold-59">organizational citizenship behavior </bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-60">terhadap kepuasan kerja</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-47">Variabel <italic id="_italic-66">organizational citizenship behavior </italic>memperoleh nilai t<sub id="_subscript-33">hitung</sub> = 4,761 &gt; t<sub id="_subscript-34">tabel </sub>= 2,03693 dengan signifikansi sebesar 0,000 &lt; 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel <italic id="_italic-67">organizational citizenship behavior </italic>terbukti berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan, atau <bold id="_bold-61">H</bold><sub id="_subscript-35"><bold id="_bold-62">5</bold></sub><bold id="_bold-63"> diterima</bold>.</p>
      <p id="paragraph-e13331909465a756c308514d9b717e44">
        <bold id="_bold-64">Pembahasan</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-5ff1fd9378e2ae4ca886561d93e58117">
        <bold id="_bold-65">Hipotesis Pertama : pengaruh </bold>
        <italic id="_italic-76">
          <bold id="_bold-66">leader member exchange </bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-67">terhadap kepuasan kerja</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-48">Berdasarkan hasil analisis data membuktikan bahwa <italic id="_italic-68">leader memer exchange </italic>berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Artinya semakin persepsi karyawan terhadap hubungan dengan pimpinan, maka kepuasan kerja akan semakin meningkat. Berdasarkan hasil responden, diketahui bahwa jawaban tertinggi terkait dengan pimpinan yang selalu berkontribusi disetiap pekerjaan sesuai dengan dilakukan. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori kualitas hubungan kerja antara bawahan dengan pimpinan yang baik, akan tercipta suasana kerja yang kooperatif, sehingga tujuan akan tercapai. Selaras dengan studi yang dilakukan pada teori[6], yang menunjukkan bahwa <italic id="_italic-69">leader member exchange </italic>yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Artinya jika hubungan antara atasan dan bawahan terjadi dengan baik, maka tujuan akan dapat tercapai dan kepuasan kerja yang mereka rasakan akan meningkat.</p>
      <p id="paragraph-63fd0c39b1a4a724fbbc9cd5df4edb16">
        <bold id="_bold-68">Hipotesis Kedua :</bold>
        <bold id="_bold-69">Pengaruh iklim organisasi berpengaruh signifikan terhadap kep</bold>
        <bold id="_bold-70">uasan kerja</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-49">Berdasarkan hasil analisis data membuktikan bahwa iklim organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Artinya iklim organisasi yang baik akan membuat karyawan merasa nyaman tenang dan bebas melakukan pekerjaan tanpa adanya rasa takut. Berdasarkan hasil responde, adanya sikap yang selalu memintak petunjuk rekan kerja jika menghadapi masalah dalam kerja. Sama halnya penelitian yang dilakukan pada teori[7], iklim organisasi yang baik akan memberikan dampak positif pada pelaksanaan kerja karyawan, sehingga pekerjaan yang dilaksanakan akan terselesaikan dengan maksimal dan dengan sendirinya kepuasan kerja akan dapat dirasakan karyawan.</p>
      <p id="paragraph-9ff22d640112825695a7ee8af42112b0">
        <bold id="_bold-71">Hipotesis Ketiga : p</bold>
        <bold id="_bold-72">engaruh</bold>
        <italic id="_italic-77">
          <bold id="_bold-73">leader member exchange </bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-74">terhadap kepuasan kerja melalui </bold>
        <italic id="_italic-78">
          <bold id="_bold-75">organization </bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-79">
          <bold id="_bold-76">citizenship behavior</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-76" />
      </p>
      <p id="_paragraph-50">Berdasarkan hasil analisis data diketahui pengaruh langsung dan tidak langsung lebih besar pengaruh tidak langsung, sehingga <italic id="_italic-70">leader member exchange </italic>terbukti berpengaruh terhadap kepuasan kerja melalui <italic id="_italic-71">organization</italic><italic id="_italic-72"> citizenship behavior </italic>pada karyawan. Artinya dengan adanya hubungan yang baik antara pimpinan dengan bawahan serta didukung dengan kontribusi lebih karyawan yang dilakukan secara sukarela untuk perusahaan akan menghasilkan pekerjaan yang maksimal dan tercapai tujuan perusahaan, adanya tercapainya tujuan tersebut akan memberikan rasa puas dalam diri karyawan. Sama halnya penelitian yang dilakukan pada teori[8], mendefinisikan <italic id="_italic-73">leader member exchange </italic>sebagai peningkatan dari kualitas hubungan antara bawahan dengan atasan yang mampu meningkatkan kinerjanya.</p>
      <p id="paragraph-0416a9401dd63d0dfd1d56871598ba2a">
        <bold id="_bold-77">Hipotesis keempat : pengaruh iklim organisasi terhadap kepuasan kerja melalui </bold>
        <italic id="_italic-80">
          <bold id="_bold-78">organization citizenship behavior </bold>
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-51">Berdasarkan hasil analisis data diketahui pengaruh langsung dan tidak langsung lebih besar pengaruh tidak langsung, sehingga iklim organisasi terbukti berpengaruh terhadap kepuasan kerja melalui <italic id="_italic-74">organization citizenship behavior </italic>pada karyawan. Artinya iklim organisasi yang nyaman dan bebas dalam melakukan tugas tanpa rasa takut dan tekanan, serta didukung adanya perilaku yang positif diluar tanggungjawab guna mencapai tujuan perusahaan, akan berdampak baik pada kepuasan kerja karyawan. Adanya iklim organisasi yang baik dan didukung dengan <italic id="_italic-75">organization citizenship behavior</italic> akan membuat karyawan merasakan kepuasan dalam menjaalankan pekerjannya. Iklim organisasi akan mendukung pelaksanaan kerja karyawan, dimana iklim yang baik akan memberikan ruang bagi karyawan untuk terus mengembangkan kemampuannya dalam menjalankan tugas. Sama halnya penelitian yang dilakukan pada teori[9], iklim organisasi memiliki kontribusi yang positif dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan</p>
      <p id="paragraph-3616a6dc68735e50e123643df0926aee">
        <bold id="_bold-79">Hipotesis</bold>
        <bold id="_bold-80">kelima : pengaruh </bold>
        <italic id="_italic-81">
          <bold id="_bold-81">organization citizenship behavior </bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-82">terhadap kepuasan kerja</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-52">Berdasarkan hasil analisis data terbukti bahwa <italic id="_italic-82">organization citizenship behavior </italic>berpengaruh terhadap kepuasan kepuasan kerja. Artinya adanya <italic id="_italic-83">organization citizenship behavior </italic>yang baik dalam perusahaan, akan berkontribusi pada meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Berdasarkan jawaban responden, diketahui pernyataan terkait dengan perilaku membantu rekan kerja jika ada yang mengalami kesulitan tanpa harus diminta dan senantiasa mengikut kegiatan yang diselenggarakan perusahaan memperoleh skor tinggi. Berdasarkan jawaban responden diketahui bahwa kepuasan kerja karyawan dapat tercipta karena pekerjaan yang dilakukan karyawan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Sama halnya penelitian yang dilakukan pada teori[10], perilaku <italic id="_italic-84">organization citizenship behavior </italic>memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Dimana karyawan yang memiliki kepuasan kerja yang tinggi akan berusaha untuk bekerja secara maksimal.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <list list-type="bullet" id="list-538cc43b51265a0174b95f6f00cee09b">
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-85">Leader member exchange </italic>terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa dengan <italic id="_italic-86">leader member exchange </italic>yang baik, akan berdampak pada semakin meningkatnya kepuasan kerja karyawan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Iklim organisasi terbukt berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa dengan semakin baiknya iklim organisasi, akan berdampak pada semakin meningkatnya kepuasan kerja karyawan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-87">Leader member exchange</italic> terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja melalui <italic id="_italic-88">organization citizenship behavior </italic>pada karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan semakin meningkatnya <italic id="_italic-89">leader member exchange </italic>yang didukung dengan <italic id="_italic-90">organization citizenship behavior</italic> yang baik dan konsisten, maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Iklim organisasi terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja melalui <italic id="_italic-91">organization citizenship behavior </italic>pada karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya iklim organisasi yang baik dan didukung dengan <italic id="_italic-92">organization citizenship behavior </italic>yang konsisten akan menciptakan rasa puas dalam diri karyawan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-93">Organization citizenship behavior </italic>terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa dengan <italic id="_italic-94">organization citizenship behavior </italic>yang baik, akan membentuk kepuasan kerja dalam diri karyawan.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>