<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Influence of Corporate Social Responsibility on Word of Mouth and Company Value, with Company Reputation as a Mediation Variable</article-title>
        <subtitle>Pengaruh Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Terhadap Dari Mulut ke Mulut dan Nilai Perusahaan, dengan Reputasi Perusahaan Sebagai Variabel Mediasi</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-88c622fba9814a8650f44988b283dacb" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Anggraini</surname>
            <given-names>Titania</given-names>
          </name>
          <email>titaniaanggraini12@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-e3c8831cceb08761c7ee4eab6f1aba89" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Fitriyah</surname>
            <given-names>Hadiah</given-names>
          </name>
          <email>hadiah@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-10-05">
          <day>05</day>
          <month>10</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-b54ff27e067f5020096489a9b20d4435">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Dalam sebuah bisnis, tujuan utama yang ingin dicapai adalah untuk mendapatkan laba, selain hal tersebut yang menjadi prioritas bisnis adalah keberlanjutan usahanya. CEO (<italic id="_italic-36">Chief Executive Officer</italic>) hanya berorientasi pada kepentingan pemegang saham (<italic id="_italic-37">shareholders</italic>), karena belum adanya aturan pasti mengenai etika dalam berbisnis. Paradigma <italic id="_italic-38">shareholders</italic> tersebut pada akhirnya mengalami pergeseran karena pada akhirnya, suatu kegiatan bisnis tentu harus memperhatikan pihak-pihak lain yang sekiranya terkena dampak dari aktivitas bisnisnya.Sedangkan keberlanjutan tanpa adanya keperdulian terhadap aspek lingkungan dan sosial, berpotensi menimbulkan kendala-kedala dalam menjalankan usaha, yang tentunya kan menghambat pencapaian keuntungan perusahaan. Beberapa waktu sebelumnya, tujuan mendirikan perusahaan hanya sekedar mencari keuntungan saja.</p>
      <p id="_paragraph-13">Dalam beberapa tahun terakhir ini industri bisnis menunjukkan salah satu nilai yang membawa perubahan mendasar yakni adanya konsep <italic id="_italic-39">Corporate Social Responsibility</italic> (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan dirancang untuk meningkatkan keuntungan sesuai dengan peraturan yang sudah ada [1].</p>
      <p id="_paragraph-14">Maraknya penerapan CSR di Indonesia karena adanya peraturan dari pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) pasal 70 yang menyatakan bahwa perusahaan wajib untuk menyisihkan 20 % dari laba perusahaan sebagai dana CSR terutama untuk kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan alam. Hal yang sama juga dijelaskan pada perturan pemerintah nomer 47 tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan perseroraan terbatas ini mewajibkan seluruh perusahaan yang menjalakan kegiatan usaha dibidang atau berkaitan dengan sumber daya alam untuk menyelenggarakan progam <italic id="_italic-40">Coporate Social Responsibility</italic> (CSR), dan mengharuskan perusahaan memasukan progam <italic id="_italic-41">Coporate Social Responsibility</italic> (CSR) dalam rencana kerja tahunan perusahaan. Salah satu perusahaan yang melaksanakan progam <italic id="_italic-42">Coporate Social Responsibility</italic> (CSR) adalah perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK), perusahan memproduksi air mineral melalui sumber daya alam yang ada disekitar perusahaan, sehingga perusahaan diwajibkan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.</p>
      <p id="_paragraph-15">Dengan semakin bertambahnya jumlah perusahaan yang memproduksi air mineral dalam kemasan maka juga berdampak pada persaingan yang semakin ketat. Sebagai perusahaan air mineral terbesar di Indonesia PT tirta investama juga tidak luput dari berbagai masalah yang berdampak pada nama baik atau reputasi perusahaan. Pada tahun 2017 Komisi pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan denda administrasi sebesar Rp. 13,84 miliar kepada produsen Aqua, PT. Tirta Investama dan distributornya PT. Agung Perkasa sebesar 6,29 miliar. Produsen Aqua dinilai melakukan monopoli dan praktik perdagangan tidak sehat dengan melarang toko menjual merk air mineral kemasan lainnya. Padahal sebelum kausus tersebut pada juli 2017 adanya isu tentang tutup botol Aqua yang tidak sesuai dengan standart. Awalnya konsumen mencurigai bahwa produk tersebut palsu, tapi setelah dipriksa oleh Badan Pengawasa Obat-obatan dan makanan (BPOM) mengatakan bahwa produk yang tutupnya tidak sesuai dengan standart tersebut bukan produk palsu.</p>
      <p id="_paragraph-16">Adanya ajakan untuk boikot produk prancis yang ramai dibeberapa Negara, dikarenakan pernyataan presiden Prancis yang menimbulkan dampak negative. Majelis Ulama indonesa (MUI) merupakan salah satu pihak yang menghimbau agar umat muslim di Indonesia tidak membeli produk asal perancis, salah satunya adalah minuman kemasan Aqua keluaran Danone.</p>
      <p id="_paragraph-17">Masalah terbaru yang menerpa aqua yaitu adanya isu tentang tutup botol aqua yang tidak sesuai dengan standar. Ini sangat bertolak belakang dengan apa yang selalu disampaikan oleh produsen aqua yang mengatakan bahwa aqua merupakan air mineral yang berasal dari mata air segar dan higienis. Selain itu Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga menetapkan bahwa produsen aqua telah terbukti melakukan persaingan usaha yang tidak sehat, yaitu dengan mengancam akan menurunkan status dan fasilitas outlet yang menjual Le-Mineralle.</p>
      <p id="_paragraph-18">Masalah lain yang sedang menyerang aqua yaitu ditemukannya sabu cair di salah satu diskotik di Jakarta yang dikemas dalam botol aqua yang kemudian dikenal dengan sebutan aqua getar atau aqua setan (cnnindonesia.com, 2017). Dengan di catutnya nama aqua sebagai kata sandi untuk menyebutkan sabu cair yang tergolong dalam jenis narkotika, tentunya akan dapat menodai nama baik aqua. Apalagi berdasarkan data dari <italic id="_italic-43">top brand</italic> indeks kategori air minum dalam kemasan (AMDK), Aqua mengalami penurunan nilai (%) meskipun tetap berada diurutan teratas dengan predikat TOP.</p>
      <p id="_paragraph-19">Masalah-masalah tersebut tentunya dapat berdampak pada turunnya kepercayaan konsumen terhadap Aqua dan berpengaruh terhadap <italic id="_italic-44">Word of </italic><italic id="_italic-45">Mouth </italic>konsumen. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka diperlukan strategi yang tepat agar dapat mendapatkan hati konsumen kembali. Salah satu caranya dengan memanfaatkan <italic id="_italic-46">Corporate Social Responsibility</italic> – CSR dan reputasi perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-20">PT. Tirta Investama merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi air mineral di Pasuruan, PT. Tirta Investama mempunyai 2 industri dikabupaten Pasuruan yakni di kecamatan Pandaan dan kecamatan Kejayan. PT tirta investama merupakan industry yang melakukan kegiatan <italic id="_italic-47">Coporate Social Responsibility</italic> (CSR) secara rutin.Bahkan ada badan khusus diperusahaan yang khusus menangani kegiatan yang berhubungan dengan <italic id="_italic-48">Coporate Social Responsibility</italic> (CSR).</p>
      <p id="_paragraph-21">[2] menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara karakteristik pengirim pesan dengan efektivitas pesan CSR, strategi komunikasi dengan efektivitas pesan CSR dan efektivitas pesan CSR dengan reputasi perusahaan. Reputasi perusahaan merupakan keseluruhan evaluasi pelanggan mengenai perusahaan berdasarkan pada reaksinya terhadap barang, pelayanan, aktivitas komunikasi, interaksi dengan perusahaan yang meliputi manajemen, karyawan ataupun dengan pelanggan lainnya. Reputasi perusahan merupakan hasil penilaian tersendiri dari para pelanggan atau konsumen pada sebuah perusahaan yang berupa penilaianmengenai barang, pelayanan, komunikasi serta tentang keseluruhan aktivitasbisnis yang membentuk nilai dan kepercayaan konsumen. Reputasi perusahaan juga merupakan suatu hal yang dalam pencapaiannya tidak cukup dengan waktu singkat.</p>
      <p id="_paragraph-22"><italic id="_italic-49">Word of </italic><italic id="_italic-50">Mouth </italic>merupakan salah satu cara dari perusahaan sebagai media promosi dari rekomendasi para pelanggan. Menurut [2], <italic id="_italic-51">Word of </italic><italic id="_italic-52">Mouth </italic>merupakan pertukaran komentar, pemikiran, atau ide-ide di antara dua pelanggan atau lebih. Pelanggan membentuk harapan pada produk atau pengecer sebelum membeli, dan merasa puas atau bahkan setia kepada kepada produk atau pengecer ketika kinerja dirasakan melebihi harapan. <italic id="_italic-53">Word of </italic><italic id="_italic-54">Mouth </italic>juga berarti keseluruhan komunikasi dari orang ke orang mengenai suatu produk, jasa atau perusahaan tertentu pada suatu waktu.</p>
      <p id="_paragraph-23">Penelitian yang dilakukan oleh [3] menyatakan bahwa CSR berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap citra perusahaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi masyarakat terhadap kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan maka semakin tinggi pula persepsi masyarakat terhadap citra perusahaan. CSR berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap WoM. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi masyarakat terhadap kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan maka semakin tinggi pula tingkat WoM positif di kalangan masyarakat. Citra perusahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap WoM. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi masyarakat terhadap citra perusahaan yang dilakukan perusahaan maka semakin tinggi pula tingkat penyebaran WoM positif di kalangan masyarakat. Peran citra perusahaan memediasi secara signifikan pengaruh CSR terhadap WoM. Hal tersebut menunjukkan semakin tinggi citra perusahaan maka semakin tinggi pengaruh CSR untuk menimbulkan WoM positif pada benak masyarakat.</p>
      <p id="_paragraph-24">CSR dapat digunakan secara strategis untuk menumbuhkan nilai perusahaan namun, investasi ini juga dapat mengurangi nilai perusahaan dengan meningkatkan biaya dan mengalihkan fokus dari tujuan operasional. Peningkatan laba bersih yang didapat seharusnya dapat berdampak pada peningkatkan harga saham karena para investor tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut sehingga membuat nilai perusahaan ikut meningkat. Nilai perusahaan merupakan indikator kinerja keuangan bagi perusahaan yang <italic id="_italic-55">go public</italic>. Nilai perusahaan merupakan indikator kinerja keuangan, nilai perusaahaan yang tinggi dapat mencerminkan indikator kinerja keuangan, nilai perusahaan yang tinggi dapat mencerminkan dari harga pasar saham yang tinggi. Nilai perusahaan dapat dilihat dari besarnya kemampuan perusahaan membayar dividen. Besarnya dividen akan mempengaruhi harga sahamnya. Apabila dividen yang dibayar tinggi, maka harga saham cenderung tinggi sehingga nilai perusahaan juga tinggi dan sebaliknya [4].</p>
      <p id="_paragraph-25">Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan seberapa besar peran pengaruh <italic id="_italic-56">Corporate Social Responsibility</italic> terhadap <italic id="_italic-57">Word of Mouth  dan </italic>Nilai Perusahaan dengan Reputasi Perusahaan sebagai variabel moderasi, dari uraian di atas terdapat beberapa ke tidak konsistenan hasil penelitian sebelumnya, sehingga mendorong peneliti untuk melakukan penelitian ulang agar dapat memperkuat penelitian sebelumnya dengan menggunakan perusahaan air mineral PT. Tirta Investama dengan sampel penelitian yang ditentukan dengan menggunakan metode kuisioner yaitu konsumen aqua wilayah Pasuruan yang mengungkapkan informasi sosial serta memiliki data yang lengkap terkait dengan variabel penelitian, pemilihan sampel yang dilihat dari karakteristik perusahaan melalui konsumen yang berdekatan dengan lingkungan perusahaan serta objek penelitian kerena perusahaan air mineral cenderung besar untuk melakukan kontak langsung dengan lingkungan sekitar dan masyarakat seperti dampak dengan adanya pembuangan limbah akibat produksi masal di bandingkan dengan perusahaan jasa yang di lihat dari pengungkapan informasi sosial yang dilakukan.</p>
      <p id="_paragraph-26">Berdasarkan latar belakang di atas maka judul penelitian ini adalah “Pengaruh <italic id="_italic-58">Corporate Social Responsibility</italic> (CSR) terhadap <italic id="_italic-59">Word of Mouth ,</italic> Nilai Prusahaan dengan Reputasi perusahaan sebagai variabel mediasi (Studi konsumen Aqua wilayah Pasuruan)”.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-d43158a6d0e10144bfcfc84f1eb3cdbd">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-e308020a75dc1a21d8ba817d3d8d1867">A. Pendekatan Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-27">Penelitian ini termasuk dalam ranah penelitian kuantitatif asosiatif karena penelitian ini menguji pengaruh antara variabel independen terhadap dependen dan juga adanya variabel mediasi. Variabel mediasi dalam penelitian ini adalah Reputasi Perusahaan. Variabel independen adalah <italic id="_italic-60">Corporate Social Responsibility (CSR).</italic> Untuk variabel dependen yakni <italic id="_italic-61">Word of </italic><italic id="_italic-62">Mouth </italic>dan Nilai Perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-21525e9f9e2c5196aebf1a104059ffb2">B. Lokasi Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-28">Lokasi dalam penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pemilihan Lokasi ini dilakukan secara sengaja (<italic id="_italic-63">purposive</italic>) dengan alasan karena penulis ingin dapat merumuskan masalah kemudian bisa menarik kesimpulan dengan waktu yang telah ditentukan.</p>
      <p id="paragraph-34ba1937ad22d478a124dda95f28be75">C. Variabel Penelitian</p>
      <p id="paragraph-f4a3dcc34db2da6415b5348ed552faed">1. Variabel Dependen </p>
      <p id="_paragraph-29">Dalam penilitian ini menggunakan 6 hal pokok dalam <italic id="_italic-64">Corporate Social Responsibility </italic>(CSR) yaitu <italic id="_italic-65">Community Support, Environment, Non Teritorial Operations </italic>dan <italic id="_italic-66">Product </italic>dengan indikator sebagai berikut :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-7dfb0484fc0209deb5cd06b45ff690ed">
        <list-item>
          <p>Program bantuan pendidikan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Program kebersihan lingkungan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pelaksanaan CSR bekerja sama dengan pemerintah setempat.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tidak membatasi wilayah pelaksanaan program CSR.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Produk aman bagi lingkungan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kemasan produk dapat didaur ulang.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-97b16fe1277919a8dc99866e0228d168">2. Variabel Independen </p>
      <p id="paragraph-85892cc9c8d5d9758f5bcbec6693665d">1) <italic id="italic-1">Word of Mouth </italic>(WOM)</p>
      <p id="_paragraph-30">Dalam penelitian ini <italic id="_italic-67">Word of Mouth </italic>dalam penelitian ini yakni [2]</p>
      <list list-type="bullet" id="list-6e7e6e90d0d126bfc754acd5172de6a6">
        <list-item>
          <p>Membicarakan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Merekomendasikan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Mempromosikan.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-074ae413f73d72c00050200782718bae">2) Nilai Perusahaan</p>
      <p id="_paragraph-31">Indikator pertanyaan untuk variabel Nilai Perusahaan perusahaan memiliki 2 pertanyaan. Pertanyaan pertama, mengenai harga saham yaitu jika PBV bernilai &gt; 1, maka perusahaan memiliki prospek yang baik. Jika perusahaan tersebut memiliki nilai PVB bernilai &lt;1 maka perusahaan tersebut memiliki prospek yang kurang baik, pertanyaan pertama mempunyai 2 pilihan jawaban, skor untuk 2 pilihan jawaban bernilai 1 untuk jawaban “Ya” dan bernilai 0 untuk jawaban “Tidak” (ertanyaan kedua, mengenai harga saham, jika saham.</p>
      <p id="paragraph-38cac694125d2836af9b5462fb0ac22f">3) Variabel Mediasi </p>
      <p id="_paragraph-32">Terdapat tiga indikator dari reputasi perusahaan yang digunakan yaitu [4] :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-9d3db74239b31245c3e469b1f42a7047">
        <list-item>
          <p>Daya tarik emosional.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Produk dan layanan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tanggung jawab sosial.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-37230311746769226e94843a341d4e36">D. Populasi dan Sampel</p>
      <p id="_paragraph-33">Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteritik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011). Maka dapat dijelaskan bahwa populasi merupakan keseluruhan subyek atau obyek yang akan menjadi fokus dalam penelitian dengan memerhatikan beberapa karakteristik yang sesuai dengan penelitian yang sedang dilakukan. Populasi yang dijadikan objek penelitian ini adalah seluruh konsumen Aqua wilayah Pasuruan yang didata dari agen penjual Aqua di Wilayah Pasuruan. Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah <italic id="_italic-68">non probability sampling</italic><italic id="_italic-69">. </italic></p>
      <p id="_paragraph-34">Pengambilan sampel diukur dengan menentukan ukuran sampel dari suatu populasi dengan rumus slovin (1960), dalam Hermawan dan Amirullah (2016)</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Jumlah Responden Konsumen Aqua di Wilayah Pasuruan </title>
          <p id="_paragraph-43" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-3d6fc96adfb36f93ab940b8f63c441b1">
              <td id="table-cell-59942aec620c43378eb5a5105e5af388">Kriteria</td>
              <td id="table-cell-05bbbbd1f45a30427284faf5f1a61a6c">Jumlah</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c12abe723d7b00bb20d42647b6867a00">
              <td id="table-cell-8870d55a4d6098374ad869ab866003c6">Lelaki Bekerja</td>
              <td id="table-cell-c0391e17747f6fc1b2273f4a9eeb10f9">10</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d2e0c7b1a1a1b33b00628f6143252201">
              <td id="table-cell-60a02ae46210bcfc9fc626d9b536838a">Lelaki Tidak Bekerja</td>
              <td id="table-cell-1c6ad53be5012cb7b9402734f564b016">3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7e173c619f392a6e31b229b77ccbd294">
              <td id="table-cell-b4b1da0c13792ca969827592bdfd2f28">Perempuan Bekerja</td>
              <td id="table-cell-ef9fb5cbb352b430143ee0ed2af0362f">37</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c7c429d69101caa12a28b9ea462dd971">
              <td id="table-cell-336f49ab9fabee9fd88afda71630d470">Perempuan Tidak Bekerja</td>
              <td id="table-cell-18a979c6ec7cb3ca17521bb7ee5657f1">10</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7c318e2ca796f6a7ad58b3f09303d846">
              <td id="table-cell-0d437dfdabfc5dc8bcaf5c3e1dfd382d">Total</td>
              <td id="table-cell-baa0ff2ae128c29c60b84a2560e3a55b">60</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-ebf0d85f154282f7fdfa6af2737d8504">E. Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-44">Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa angka yang dihasilkan dalam penelitian ini yang berdasarkan analisis statistik. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data primer. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari individu-individu yang diselidiki. Dalam penelitian ini data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada konsumen air minum Aqua wilayah Pasuruan.</p>
      <p id="paragraph-043c036970b553fce728bca0929ab94b">F. Teknik Analisis Data</p>
      <p id="_paragraph-45">Pengelolaan data dalam penelitian digunakan Software SmartPLS 3.0. Structural Equation Modelling (SEM) yaitu suatu metode yang dipakai dalam menutup kelemahan yang ada pada metode regresi. Dalam metode ini teknik analisa yang digunakan yaitu sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-ea527c3ea0d6b884e5c38016f7681e98">
        <list-item>
          <p>Analisa outer model digunakan untuk memastikan bahwa measurement yang dipaki layak jikadijadikan dalam pengukuran (valid dan reliabel).. Uji yang dilakukan diatas merupakan uji pada outer model untuk indikator reflektif. Untuk indikator formatif dilakukan pengujian yang berbeda [5].</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Analisa Inner Model juga disebut dengan <italic id="_italic-75">(inner relation, structural model dan substantive theory)</italic> dimana menggambarkan hubungan antara variabel laten berdasar pada <italic id="_italic-76">substantive theory</italic>. Analisa <italic id="_italic-77">inner model</italic> dapat dievaluasi yaitu dengan menggunakan R-square untuk konstruk dependen, Stone-Geisser Qsquare test untuk predictive relevance dan uji t serta signifikansi dari koefisien parameter jalur struktural. Dalam pengevaluasian inner model dengan PLS (Partial Least Square) dimulai dengan cara melihat R-square untuk setiap variabel laten dependen. Kemudian dalam penginterpretasiannya sama dengan interpretasi pada regresi. Perubahan nilai pada R-square dapat digunakan untuk menilai pengaruh variabel laten independen tertentu terhadap variabel laten dependen apakah memiliki pengaruh yang substantif. Selain melihat nilai R-square, pada model PLS (Partial Least Square) juga dievaluasi dengan melihat nilai Q-square prediktif relevansi untuk model konstruktif. Q-square mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan estimasi parameternya. Nilai Q-square lebih besar dari 0 (nol) menunjukkan bahwa model mempunyai nilai predictive relevance, sedangkan apabila nilai Q-square kurang dari 0 (nol), maka menunjukkan bahwa model kurang memiliki predictive relevance[7].</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="heading-aaef21a4cc2e7d7ed997854782622027">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-e3a9a30b4bfbf9b5914b52ddf04ade40">
        <title>Model Stuktural</title>
        <p id="_paragraph-46">Dalam penelitian akan diuji dengan model struktural sebagai berikut :</p>
        <p id="paragraph-986f890bdbe6af9efbe79d7a84b2894b">a. Analisis Outer Model </p>
        <p id="_paragraph-47">Selain dilihat dalam nilai faktor <italic id="_italic-78">loading, convergent validity</italic> juga bisa dilihat dari nilai <italic id="_italic-79">Average Variance Extracted</italic> (AVE). Dalam penelitian ini nilai AVE masing-masing konstruk bernilain di atas 0,5. Sehingga tidak ada permasalahan <italic id="_italic-80">konvergen validity</italic> dalam model yang diuji [6].</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-29"/>Average Variance Extracted</title>
            <p id="_paragraph-49" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-40248ba208d2fc61c91529f6611397d2">
                <td id="table-cell-75eb4ce611d39004da89e588489a66f2">Konstruk </td>
                <td id="table-cell-c7c90fff2c81be301688a7d8e77e35d5">AVE</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5bd07a28480e7edc6c42869205c4659e">
                <td id="table-cell-300811634d7f80a4dde87a8a260ab971">Corporate Social Responsibility </td>
                <td id="table-cell-38b2c8bd3c05e0f905943e70781ba7dc">0,732</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a2910c4d3b22c1576457fa5aa546b1fb">
                <td id="table-cell-55b81e7cbfcf35da0f425d9a7072a43d">Nilai Perusahaan</td>
                <td id="table-cell-60193206fe91707355767e9face31aca">0,631</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d3a6c6273b9ceb53b90fc898c0b52386">
                <td id="table-cell-387828751f9e7c1d239851698bd1d768">Reputasi Perusahaan</td>
                <td id="table-cell-836bb31a898f959323f02798335b0293">0,619</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-925589ae7e76162a1d5c2282b04cd3a5">
                <td id="table-cell-ac8c91ea4fd91bf255d6d94640f178fe">Word of Mouth </td>
                <td id="table-cell-eaf6ebf50d2dfa9b52769f923332a90d">0,632</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-50">Karena tidak ada permasalah <italic id="_italic-84">convergen validity</italic> maka selanjutnya akan diuji adalah permasalahan yang terkait dengan <italic id="_italic-85">discriminant validity</italic>. <italic id="_italic-86">Discriminant validity</italic> bisa di uji dengan cara membandingkan nilai cr akar kuadrat AVE terhadap nilai korelasi antara konstruk[7]</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Undimensionality</title>
            <p id="_paragraph-52" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-aec22cb7e252a27fdb1d36d3a7000d2c">
                <td id="table-cell-a5209b6151204242d1db35a635676f16" />
                <td id="table-cell-5b558aa3a51c542d314283abf99eb731">Cronbach’s Alpha</td>
                <td id="table-cell-1fc4a234d269e2b1dedabeea960fb080">Rho_a</td>
                <td id="table-cell-cec6aab5864c990ca1fde36ea33cb0f7">Composite Reliability</td>
                <td id="table-cell-b6c15942c6ccb576c3d1e4f2ebf9929e">Average Variance Extracted</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-71ddf3e0d41dea846275fc0d95c62cf3">
                <td id="table-cell-20b0281a1429c5736ef11a771686e407">Corporate Social Responsibility </td>
                <td id="table-cell-6abd05548986b111a6ea3eaf26795f56">0,959</td>
                <td id="table-cell-0bb55d72fb959307e27a95b1dac39963">0,960</td>
                <td id="table-cell-77393d78430177410029d40463c0f8a3">0,965</td>
                <td id="table-cell-d52e4039bb35be69bfa08b32e853fa8f">0,732</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7bdeced5c04a605f359a10c1fc264171">
                <td id="table-cell-f6d332b6a0be70db7cfafdd1a5cb2371">Nilai Perusahaan</td>
                <td id="table-cell-b5c9ecaafa7f85268057881fce3d5779">0,805</td>
                <td id="table-cell-7a57e4676449665d95863188b847b5e2">0,808</td>
                <td id="table-cell-c86352fbcb051298da0d6368c680c028">0,872</td>
                <td id="table-cell-8199269c696b62607a3533a55a5095d2">0,631</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-055cccc20b0e1aff05509325094357e1">
                <td id="table-cell-9408ca13f68d471f8458f1758a8f6f11">Reputasi Perusahaan</td>
                <td id="table-cell-f7d43cbbb2a3a5d6aacd2feab5643fee">0,897</td>
                <td id="table-cell-5d1ee752437eda6ee21c47d1ed39f6a7">0,901</td>
                <td id="table-cell-d078e6e71c74cfae34c79eb8de4135ac">0,919</td>
                <td id="table-cell-d631c837d9acf6351bf0ed24c98e9b87">0,619</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-406002aa3c3c2e453d5e6431dce419f3">
                <td id="table-cell-70a31826ac0bb1d5aa511dc10e14af90">Word of Mouth </td>
                <td id="table-cell-2c13f787bb1d98cd9163d6f945ef1c66">0,883</td>
                <td id="table-cell-128818a0112028ec2db978940d567589">0,886</td>
                <td id="table-cell-1a7d430b548c02c126ccc1d2d701fe01">0,911</td>
                <td id="table-cell-87903e54d0e612b68416f663ee56bd12">0,632</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-53">
          <italic id="_italic-94">Sumber :</italic>
          <italic id="_italic-95">Hasil Output Smart PLS, data diolah (2022).</italic>
        </p>
        <p id="_paragraph-54">Tabel di atas menunjukkan bahwa seluruh konstruk memiliki nilai <italic id="_italic-96">composite reliability</italic> sudah diatas nilai kritisnya. Oleh karena itu tidak ditemukan permasalahan reliabilitas/<italic id="_italic-97">un</italic><italic id="_italic-98">dimensionality</italic> pada model yang dibentuk.</p>
        <p id="paragraph-68f3a28836dfd0868c864f566390c809">b. Analisis Inner Model</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>R Square</title>
            <p id="_paragraph-56">Hasil Output Smart PLS, data diolah (2022).</p>
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-095897148c54bdb6f9866b7fa1592f3d">
                <td id="table-cell-996937623e4c65916b8ed0dbee1192d5" />
                <td id="table-cell-1665dee3b42abf50aff2182726529e04">R Square</td>
                <td id="table-cell-fe11a1b9b65e73b2a84c8e07e7b61bfa">Adjusted R Square</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3527d9a761f78e2f784bf4dc208a1fd5">
                <td id="table-cell-af1abca885bc41d427c7781a8c5b4b89">Nilai Perusahaan</td>
                <td id="table-cell-b1fc10322e8d749fad9ede78e9133d1c">0,841</td>
                <td id="table-cell-59f1962673903e62d0f5e42ffc084f5a">0,836</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ee4601dba5136a2b22de64856174365b">
                <td id="table-cell-a87673b113648b04a67faa20a272d08a">Reputasi Perusahaan</td>
                <td id="table-cell-ceda424acd440e1c5e2ef551fe669d08">0,627</td>
                <td id="table-cell-9bf2f7587368a5fd3aa4a92dbea48c82">,621,</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-64db85e6adc70f7c578d6814e699ceab">
                <td id="table-cell-334ea6d3594131ec562cf47b016d01e9">Word of Mouth </td>
                <td id="table-cell-feac95461b50e9988b1051068d82b4cb">0,784</td>
                <td id="table-cell-d0766582f811e0012138a7c3b901caf7">776</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-58">Tabel diatas menunjukkan bahwa konstruk berada diatas nilai kritisnya. Oleh karena itu model dinyatakan kuat.Berikut untuk pengujian <italic id="_italic-105">Inner</italic> model dapat dilakukan dengan melihat nilai Q<sup id="_superscript-5">2</sup> (<italic id="_italic-106">predictive relevance</italic>).</p>
        <p id="_paragraph-59">karena itu, model dinyatakan mempunyai <italic id="_italic-107">predictive relevance.</italic> Pengujian <italic id="_italic-108">Inner </italic>model yang selanjutnya adalah dengan melihat <italic id="_italic-109">Good Of Fit</italic> (GOF) dengan menggunakan rumus sebagai berikut :</p>
        <p id="_paragraph-60">Dari pengujian R2 , Q2 dan GOF terlihat bahwa model yang dibentuk adalah robust. Sehingga pengujian hipotesa dapat dilakukan.</p>
        <p id="paragraph-0f78a35601287d35772ca73535903b88">c. Pengujian Hipotesis</p>
        <table-wrap id="_table-figure-5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-43"/>Hasil Pengujian Hipotesis</title>
            <p id="_paragraph-62">Hasil Output Smart PLS, data diolah (2022).</p>
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-084f96fa86953fc8e284297a16a00d62">
                <td id="table-cell-e20a0b58d73b00a8d67c7081eeeb8d54" />
                <td id="table-cell-642c04cb89f955a78b2ad9c83df79589">Sample Asli (O)</td>
                <td id="table-cell-f872873f5a308c32da83f371553042ce"> Sample Mean (M) </td>
                <td id="table-cell-aa70d88cfcee9d7048e03c73e8d2be63">Standar Deviasi (STDEV)</td>
                <td id="table-cell-165e2ce0f1f3819451c57b98c5a90131">T-Statistik (O/STDEV)</td>
                <td id="table-cell-4e9c150190f8d0ef30af4170716be639"> P Values </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-82acb21e0ce876fc0f6eaadea83837f3">
                <td id="table-cell-39a1ea7b57790d29110116120348803b">CSR &gt;&gt; Nilai Perusahaan</td>
                <td id="table-cell-e88d131d48b3b0e4f1f96eee0276c806">0,632</td>
                <td id="table-cell-8482a5b1e3fc5337ccb999caf526b9ba">0,623</td>
                <td id="table-cell-3395fd915cc2f26fb2c5aef41f7dd389">0,096</td>
                <td id="table-cell-1ad19229c4d642f8fcf8d77bcb6acbe2">6,588</td>
                <td id="table-cell-a139dc30901c55489eeeaca2fa3cb21f">0,000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2aa5fc331cc0c0cd3985e18a4f409aea">
                <td id="table-cell-8a760f1b580d845d3b111541f1b24023">CSR &gt;&gt; Reputasi Perusahaan</td>
                <td id="table-cell-e70a2b2286576f6b0c4a3f0e1e3485c4">0,792</td>
                <td id="table-cell-77e98e14b538407d5a4d0f2d517b3998">0,793</td>
                <td id="table-cell-9819547061c82fc957a8232cdd8e04b0">0,058</td>
                <td id="table-cell-4c22e185e9fc38da8174cf1f8f24c4f0">13,632</td>
                <td id="table-cell-59a89a39051bc2131600b83c9f83f284">0,000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7f88e2c868430f3f9a7daa66eba5029c">
                <td id="table-cell-4a69226fbd71615d369a361bd6dbb0eb">CSR &gt;&gt; WOM</td>
                <td id="table-cell-6927268384d703d86b10a7c6882b7ced">0,396</td>
                <td id="table-cell-9de1b73c058190757a5ccf93b14d6fe7">0,399</td>
                <td id="table-cell-fea9cdc2646b4f5e6b37bae524391981">0,133</td>
                <td id="table-cell-bd106c9389995f5aaa315a980934c6f3">2,972</td>
                <td id="table-cell-3bf44dc58dce48105a18263d88752657">0,003</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7c0dac8ff2aa104f91fa104b176fef10">
                <td id="table-cell-1957b06110cdf728670494192fc7c3cc">Reputasi Perusahaan &gt;&gt; Nilai Perusahaan</td>
                <td id="table-cell-a495205e84823defd78aa8f5b040d524">0,331</td>
                <td id="table-cell-ffd87f7f8633b2c6bf57980255166ad5">0,341</td>
                <td id="table-cell-ab1ca4d632277014f7be3191d0dd4154">0,092</td>
                <td id="table-cell-5e2236831332bb9998c679f1c39c9c4d">3,605</td>
                <td id="table-cell-fe0797ba47d523e41f80e172e20932a7">0,000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c2e0bd6addb974956a2f571f97f59438">
                <td id="table-cell-7a2ded8e04c4c3253442cc5613e386e5">CSR &gt;&gt; Reputasi Perusahaan &gt;&gt; Nilai Perusahaan</td>
                <td id="table-cell-bb24fa3471045ad2267dca0a6b0e9fa6">0,262</td>
                <td id="table-cell-1cfabb7842711f3fba582026defa9c50">0,271</td>
                <td id="table-cell-ea4cf25f72c2fcf1797e588d0b21b07b">0,077</td>
                <td id="table-cell-ae90b40dde7d048132a214075303e390">3,402</td>
                <td id="table-cell-852c8634a1ff59a11e6889a068bb3d0f">0,001</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1617a1169753a4b2f9a52f67569c6cbd">
                <td id="table-cell-5577aaaae48511e3fbd47f5eddc35558">CSR &gt;&gt; Reputasi Perusahaan &gt;&gt; WOM</td>
                <td id="table-cell-9f6ed80e7b27d20baab7c8068c333f69">0,426</td>
                <td id="table-cell-f13ccaf188d6758a041db3ce801aae49">0,425</td>
                <td id="table-cell-7a4be346e3d31d822707f30a04725249">0,111</td>
                <td id="table-cell-39363bff4df86e9d3a99f42817256ea0">3,840</td>
                <td id="table-cell-9dc000d4ba31c75d8a2ec403513ff323">0,000</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-64">Pengujian hipotesa dapat dilihat dari nilai t-statistik dan nilai probabilitas. Untuk pengujian hipotesis yaitu dengan menggunakan nilai statistik maka untuk <italic id="_italic-116">alpha</italic> 5% nilai t-statistik yang digunakan adalah 1,96. Sehingga kriteria penerimaan/penolakan hipotesa adalah Ha diterima dan H0 ditolak ketika t-statistik &gt;1,96. Untuk menolak/menerima hipotesis menggunakan probabilitas maka Ha di terima jika nilai p &lt;0,05.</p>
        <p id="_paragraph-65">Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai T-Statistik untuk H1 yaitu pengaruh <italic id="_italic-117">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>terhadap Nilai Perusahaan sebesar 6,588 lebih besar daripada 1,96 (6,588 &gt;1,96). Nilai probabilitas yang diperoleh yaitu sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05 (0,000&lt;0,05), yang artinya H1 diterima dan H0 ditolak. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa <italic id="_italic-118">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Nilai Perusahaan.</p>
        <p id="_paragraph-66">Nilai T-Statistik untuk H2 yaitu pengaruh <italic id="_italic-119">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>terhadap Reputasi Perusahaan mendapatkan nilai sebesar 13,632 lebih besar daripada 1,96 (13,632&gt;1,96). Nilai probabilitas yang diperoleh yaitu sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05 (0,000&lt;0,05), yang artinya H2 diterima dan H0 ditolak. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa <italic id="_italic-120">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>berpengaruh signifikan terhadap Reputasi Perusahaan</p>
        <p id="_paragraph-67">Nilai T-Statistik untuk H3 yaitu pengaruh <italic id="_italic-121">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>terhadap <italic id="_italic-122">Word of Mouth  (WOM)</italic> mendapatkan nilai sebesar 2,972 lebih besar daripada 1,96 (2,972&gt;1,96). Nilai probabilitas yang diperoleh yaitu sebesar 0,003 lebih kecil daripada 0,05 (0,003&lt;0,05), yang artinya H3 diterima dan H0 ditolak. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa <italic id="_italic-123">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-124">Word of </italic><italic id="_italic-125">Mouth  (</italic><italic id="_italic-126">WOM)</italic></p>
        <p id="_paragraph-68">Nilai T-Statistik untuk H4 yaitu pengaruh Reputasi Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan mendapatkan nilai sebesar 3,605 lebih besar daripada 1,96 (3,605&gt;1,96). Nilai probabilitas yang diperoleh yaitu sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05 (0,000&lt;0,05), yang artinya H4 diterima dan H0 ditolak. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Reputasi Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan</p>
        <p id="_paragraph-69">Nilai T-Statistik untuk H5 yaitu pengaruh Reputasi Perusahaan terhadap <italic id="_italic-127">Word of Mouth  (WOM) </italic>mendapatkan nilai sebesar 4,015 lebih besar daripada 1,96 (4,015&gt;1,96). Nilai probabilitas yang diperoleh yaitu sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05 (0,000&lt;0,05), yang artinya H5 diterima dan H0 ditolak. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Reputasi Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-128">Word of </italic><italic id="_italic-129">Mouth  (</italic><italic id="_italic-130">WOM)</italic></p>
        <p id="_paragraph-70">Nilai T-Statistik untuk H6 yaitu Reputasi Perusahaan memediasi pengaruh <italic id="_italic-131">Corporate Social   Responsibility</italic> (CSR) terhadap <italic id="_italic-132">Word of Mouth</italic> (WOM) mendapatkan nilai sebesar 3,402 lebih besar daripada 1,96 (3,402&gt;1,96). Nilai probabilitas yang diperoleh yaitu sebesar 0,001 lebih kecil daripada 0,05 (0,001&gt;0,05), yang artinya H6 diterima dan H0 ditolak. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Reputasi Perusahaan memediasi pengaruh <italic id="_italic-133">Corporate Social   Responsibility</italic> (CSR) terhadap <italic id="_italic-134">Word</italic><italic id="_italic-135"> of Mouth </italic>(WOM)</p>
        <p id="_paragraph-71">Nilai T-Statistik untuk H7 yaitu Reputasi Perusahaan memediasi pengaruh <italic id="_italic-136">Corporate Social Responsibility </italic>(CSR) terhadap Nilai Perusahaan mendapatkan nilai sebesar 3,840 lebih besar daripada 1,96 (3,840&gt;1,96). Nilai probabilitas yang diperoleh yaitu sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05 (0,000&gt;0,05), yang artinya H7 diterima dan H0 ditolak. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Reputasi Perusahaan memediasi pengaruh <italic id="_italic-137">Corporate Social Responsibility</italic> (CSR) terhadap Nilai Perusahaan.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-ea06ccc85a0f9609fa002785c545560e">
        <title>Pembahasan</title>
        <fig id="figure-panel-83add7b05c66d5e877455e2c77ca4f27">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Uji Hipotesis</title>
            <p id="paragraph-1ed5b2d2d2636a563aa8be7bef89aecc" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-0986f3d753216755199a48084ac401c8" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="828 Ijler GT1.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-73">Hasil Uji Hipotesis 1 : <italic id="_italic-146">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan</p>
        <p id="_paragraph-74">Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa <italic id="_italic-147">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan sehingga dapat disimpulkan bawha hipotesis 1 diterima.</p>
        <p id="_paragraph-75">Berdasarkan hipotesis 1 menunjukkan bahwa ketika perusahaan menerapkan <italic id="_italic-148">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>terutama kepada masyarakat sekitar yang terdampak karena berdirinya perusahaan tersebut, maka masyarakat akan memandang baik perusahaan tersebut sehingga masyarakat tetap memandang baik adanya perusahaan yang berdiri disekitaran tempat tinggal mereka. Implikasi bagi perusahaan penelitian ini memberikan penilaian atas nilai perusahaan terhadap pandangan masyarakat akan tetap baik jika diimbangin dengan adanya kegiatan <italic id="_italic-149">Corporate Social Responsibility (CSR)</italic> sehingga ada timbal balik yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat. <italic id="_italic-150">Corporate Social Responsibility (CSR)</italic> berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Hal tersebut terjadi karena dengan pengungkapan CSR salah satu manfaatnya akan meningkatkan <italic id="_italic-151">brand image</italic> perusahaan, meningkatkan loyalitas pelanggan dsb sehingga nilai perusahaan akan meningkat. Dengan demikian maka akan meningkatkan penjualan sehingga akan meningkatkan laba perusahaan. Peningkatan laba tersebut menunjukkan meningkatnya kinerja perusahaan, maka hal tersebut akan membuat investor tertarik untuk berinvestasi sehingga nilai perusahaan pun meningkat.</p>
        <p id="_paragraph-76">Hasil Uji Hipotesis 2 : <italic id="_italic-152">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>berpengaruh signifikan terhadap Reputasi Perusahaan</p>
        <p id="_paragraph-77">Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa <italic id="_italic-153">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>berpengaruh signifikan terhadap Reputasi Perusahaan sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2 diterima.</p>
        <p id="_paragraph-78">Berdasarkan hipotesis 2 menunjukkan bahwa ketika perusahaan menerapkan <italic id="_italic-154">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>pandangan masyarakat terhadap perusahaan tersebut akan menjadi lebih baik, karena mereka menganggap perusahaan tetap memperdulikan kehidupan masyarakat sekitar dan bisa membantu sebagian besar masalah yang dihadapi oleh para masyarakat. Implikasi bagi perusahaan penelitian ini memberikan penilaian atau pandangan masyarakat menjadi lebih baik, oleh karena itu diharapkan perusahaan tetap konsisten dalam melakukan penerapan <italic id="_italic-155">Corporate Social Responsibility (CSR), </italic>karena mungkin perusahaan akan menimbulkan limbah yang dapat membahayakan kelangsungan hidup masyakarat sekitar. Dengan penerapan <italic id="_italic-156">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>maka masyakarat akan tetap memandang perusahaan baik sehingga reputasi perusahaan tidak akan menurun.</p>
        <p id="_paragraph-79">Hasil Uji Hipotesis 3 : <italic id="_italic-157">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-158">Word of Mouth (WOM)</italic> </p>
        <p id="_paragraph-80">Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa <italic id="_italic-159">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-160">Word of </italic><italic id="_italic-161">Mouth  (</italic><italic id="_italic-162">WOM) </italic>sehingga dapat disimpulkan bawha hipotesis 3 diterima.</p>
        <p id="_paragraph-81">Berdasarkan hipotesis 3 menunjukkan bahwa ketika perusahaan menerapkan <italic id="_italic-163">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>maka masyarakat yang mendapatkan program dari <italic id="_italic-164">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>yang dilakukan oleh perusahaan akan menyukai produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, sehingga dengan sadar atau tidak sadar mereka akan melakukan promosi atas produk tersebut. System pemasaran yang dilakukan masyakarat paling banyak dilakukan denagn cara <italic id="_italic-165">Word of </italic><italic id="_italic-166">Mouth  (</italic><italic id="_italic-167">WOM). </italic>Dengan adanya system pemasaran <italic id="_italic-168">Word of </italic><italic id="_italic-169">Mouth  (</italic><italic id="_italic-170">WOM) </italic>perusahaan akan mendapatkan <italic id="_italic-171">customer</italic> baru, karena masyarakat akan lebih mempercayai info yang diperoleh dari orang yang dekat dengan mereka daripada mendengar info dari iklan yang beredar. Otomatis perusahaan akan mendapatkan customer tanpa melakukan iklan langsung terhadap masyakarat.</p>
        <p id="_paragraph-82">Hasil Uji Hipotesis 4 : Reputasi Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan.</p>
        <p id="_paragraph-83">Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa Reputasi Perusahaanberpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 4 diterima.</p>
        <p id="_paragraph-84">Berdasarkan hipotesis 4 menunjukkan bahwa Dapat dikatakan bahwa reputasi perusahaan merupakan alat untuk membangun dan meningkatkan nilai perusahaan dalam waktu jangka panjang serta penentu bagi invenstor dalam mengambil keputusan. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh [8] Hasil penelitian tentang pengaruh repu-tasi perusahaan terhadap nilai perusahaan menunjukkan bahwa reputasi perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan sejalan dengan pengajuan hipotesis ke tiga pada penelitian ini. Dengan Reputasi perusahaan yang baik dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan sumber daya dan dukungan dari para pemangku kepentingan, sesuai dengan teori stake-holder, dengan hal ini menciptakan reputasi yang baik di mata para pemangku kepentingan merupakan hal pengting yang harus di lakukan perusahaan sehingga membantu perusahaan untuk memberikan apa yang menjadi kebutuhan pemangku kepentingan dengan reputasi perusahaan yang baik. Reputasi perusahaan yang baik dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan dan karyawan perusahaan, meningkatkan loyali-tas pelanggan dan meningkatkan kelang-sungan hidup perusahaan dalam jangka panjang dan tentunya nilai perusahaan juga akan meningkat.</p>
        <p id="_paragraph-85">Hasil Uji Hipotesis 5 : Reputasi Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-172">Word of Mouth </italic>(WOM)</p>
        <p id="_paragraph-86">Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan Reputasi Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-173">Word of </italic><italic id="_italic-174">Mouth  (</italic><italic id="_italic-175">WOM) </italic>sehingga dapat disimpulkan bawha hipotesis 5 diterima.</p>
        <p id="_paragraph-87">Berdasarkan hipotesis 5 menunjukkan Reputasi perusahaan juga dapat meningkat akibat adanya pendapat yang baik yang disampaikan oleh masyarakat terutama konsumen / customer produk sebuah perusahaan hal ini sering disebut <italic id="_italic-176">Word of </italic><italic id="_italic-177">Mouth  (</italic><italic id="_italic-178">WOM)</italic>. Dengan adanya <italic id="_italic-179">Word of </italic><italic id="_italic-180">Mouth  (</italic><italic id="_italic-181">WOM) </italic>perusahaan akan mendapatkan pandangan baik dari orang baru, karena masyarakat akan lebih mempercayai info yang diperoleh dari orang yang dekat dengan mereka daripada mendengar info dari yang sumber lain. Oleh karena itu, otomatis perusahaan akan pandangan yang baik oleh masyarakat sekitar sehingga reputasi perusahaan akan semakin baik. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh [9] yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan Reputasi Perusahaan terhadap <italic id="_italic-182">Word of </italic><italic id="_italic-183">Mouth  (</italic><italic id="_italic-184">WOM).</italic></p>
        <p id="_paragraph-88">Hasil Uji Hipotesis 6 : Reputasi Perusahaan memediasi pengaruh <italic id="_italic-185">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>terhadap <italic id="_italic-186">Word of Mouth </italic>(WOM)</p>
        <p id="_paragraph-89">Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan Reputasi Perusahaan memediasi pengaruh<italic id="_italic-187"> Corporate Social   Responsibility (CSR) terhadap  Word of Mouth  (WOM) </italic>sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 6 diterima.</p>
        <p id="_paragraph-90">Berdasarkan hipotesis 6 menunjukkan Banyak upaya dapat dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan Reputasi perusahaan salah satunya dengan cara melakukan kegiatan sosial yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat sekitar melalui program <italic id="_italic-188">Corporate Social Responsibility</italic> (CSR), kegiatan CSR dapat menciptakan rasa percaya dari konsumen terhadap perusahaan yang berdampak pada perilaku WoM-nya. CSR merupakan komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan menitikberatkan pada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh [10] yang menyatakan bahwa Reputasi Perusahaan memediasi pengaruh<italic id="_italic-189"> Corporate Social   Responsibility (CSR) terhadap  Word of Mouth  (WOM).</italic></p>
        <p id="_paragraph-91">Reputasi perusahaan memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap kepercayaan, dan Reputasi komoditas memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap kepercayaan, diikuti dengan Reputasi fungsional dan Reputasi institusi, hubungan pemasaran struktural dan finansial secara positif dan signifikan mempengaruhi kepercayaan, dan hubungan struktural memiliki pengaruh yang lebih signifikan yang menyebabkan kepercayaan konsumen lebih baik sehingga menimbulkan perilaku WoM yang positif, konsumen merasakan bahwa Reputasi perusahaan itu positif maka akan mendorongnya mengekspresikan melalui kata- kata positif terhadap perusahaan.</p>
        <p id="_paragraph-92">Hasil Uji Hipotesis 7 : Reputasi Perusahaan memediasi pengaruh <italic id="_italic-190">Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>terhadap <italic id="_italic-191">Nilai Perusahaan</italic> </p>
        <p id="_paragraph-93">Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan Reputasi Perusahaan memediasi pengaruhReputasi Perusahaan memediasi pengaruh<italic id="_italic-192"> Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>terhadap Nilai Perusahaansehingga dapat disimpulkan bawha hipotesis 7 diterima.</p>
        <p id="_paragraph-94">Berdasarkan hipotesis 7 menunjukkan pengungkapan CSR atau Corporate Social Responsibility Disclosure (CSRD) didorong oleh tuntutan untuk merespons keinginan pemangku kepentingan (<italic id="_italic-193">stakeholder</italic>) perusahaan seperti investor. Tuntutan tersebut terbentuk karena investor sendiri dituntut untuk melibatkan pertimbangan etika dan moral dalam keputusan investasinya Untuk melakukannya, investor perlu menganalisis data keberlanjutan perusahaan seperti pengungkapan CSR-nya.</p>
        <p id="_paragraph-95">Berdasarkan teori <italic id="_italic-194">signalling</italic>, pengungkapan CSR dapat mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan investor mengenai tanggung jawab perusahaan atas aktivitas bisnisnya. Semakin luas pengungkapan CSR yang dilakukan maka semakin kecil asimetri informasi yang ada. Asimetri yang kecil menunjukkan transparansi dan tanggung jawab oleh perusahaan sehingga stakeholders menilai lebih baik perusahaan tersebut jika dibandingkan dengan pesaingnya. Akibatnya, reputasi yang baik akan terbentuk dan investor menganggap perusahaan tersebut memiliki risiko yang lebih kecil daripada pesaingnya sehingga bersedia membayar premi atas sahamnya CSR secara langsung berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, Oleh karena itu, variabel mediasi dan moderasi diperlukan dalam analisis pengaruh CSR terhadap kinerja keuangan Selain itu, penelitian ini juga berfokus pada dampak luas pengungkapan CSR terhadap investor yang diasumsikan membaca dalam laporan tahunan dan/atau laporan keberlanjutan oleh perusahaan. Oleh karena itu, kepuasan pelanggan tidak perlu diukur dan reputasi dari investor sendiri diasumsikan telah cukup untuk mengetahui peran mediasi reputasi pada pengaruh luas CSR terhadap nilai perusahaan.</p>
        <p id="_paragraph-96">Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh [4] yang menyatakan bahwa secara signifikan menunjukkan Reputasi Perusahaan memediasi pengaruhReputasi Perusahaan memediasi pengaruh<italic id="_italic-195"> Corporate Social Responsibility (CSR) </italic>terhadap Nilai Perusahaan.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-666fef9a10d0d8c26bf1e22eb4efcdd7">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-97">Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan analisis regresi dan pembahasan hasil, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-086d06f999e3e084c3a96bea1d07a05b">
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-196">Corporate Social Responsibility</italic> (CSR) berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-197">Word of Mouth</italic> (WOM)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-198">Corporate Social Responsibility</italic> (CSR) berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-199">Corporate Social Responsibility</italic> (CSR) berpengaruh signifikan terhadap Reputasi Perusahaan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Reputasi Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Reputasi Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-200">Word of Mouth</italic> (WOM)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Reputasi Perusahaan memediasi pengaruh <italic id="_italic-201">Corporate Social   Responsibility</italic> (CSR) terhadap <italic id="_italic-202">Word of Mouth</italic> (WOM)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Reputasi Perusahaan memediasi pengaruh <italic id="_italic-203">Corporate Social Responsibility</italic> (CSR) terhadap Nilai Perusahaan</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>