<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>PENGARUH PENGUNGKAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAN KINERJA SAHAM (Studi Pada Sektor Pertambangan Umum dan Sektor Perkebunan)</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-477a51d7d66ca5733c14cc2abee03179" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Nia</surname>
            <given-names>Afinia Arini Mashudi</given-names>
          </name>
          <email>nurasik60@yahoo.co.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2019-12-20">
          <day>20</day>
          <month>12</month>
          <year>2019</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-6572994404f344c40eeefc5844c93148">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-10">Suatu kegiatan bisnis dalam menjalankan usahanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, keberlangsungan, pertumbuhan dan tanggung jawab sosisal perusahaan. Dengan tujuan tersebut perusahaan bisa mempertahankan usahanya. Dalam mengembangkan bisnisnya perusahaan membutuhkan investor, investor menanamkan modal kepada perusahaan untuk memiliki perusahaan dan mendapatkan deviden. Tiga dari tujuan bisnis diperjuangkan perusahaan agar tercapai karena perusahaan harus mempertanggungjawabkan aktivitas operasinya kepada pemegang saham. Menurut [8] tanggung jawab sosial dituntut karena dampak yang ditimbulkan oleh operasi perusahaan bukan hanya ditanggung pemegang saham namun juga</p>
      <p id="_paragraph-11"><italic id="_italic-41">stakeholders</italic>, seperti pemerintah, masyarakat pelanggan dan lingkungan. Perusahaan harus lebih berhati-hati dalam mengelola sumber daya yang dimiliki supaya lebih efektif dan efisien agar bisa mencapai tujuan perusahaan</p>
      <p id="_paragraph-12">Permasalahan Lingkungan di Indonesia merupakan faktor penting yang harus difikirkan karena mengingat akibat dampak buruk dari pengelolaan lingkungan dan rendahnya perhatian terhadap lingkungan dari aktivitas industri yang yang terjadi akhir-akhir ini. Gejala ini dapat dilihat dari berbagai bencana yang terjadi, seperti banjir bandang di Jakarta dan Jawa Timur, tanah longsor di berbagai daerah pegunungan bahkan munculnya banjir lumpur bercampur gas sulfur di daerah Sidoarjo Jawa Timur yang tidak berhenti.</p>
      <p id="_paragraph-13">Pengungkapan akuntansi lingkungan adalah pengungkapan informasi yang berkaitan dengan lingkungan yang dicatat dalam laporan tahunan perusahaan. Pengungkapan akuntansi lingkungan (<italic id="_italic-42">Environmental </italic><italic id="_italic-43">Accounting </italic><italic id="_italic-44">Disclosure</italic>) di negara berkembang termasuk Indonesia memang masih sangat kurang. Kondisi ini disebabkan karena lemahnya sanksi hukum yang berlaku [6]. Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya pihak regulator memiliki kekuatan untuk menekan pihak perusahaan dalam meminimalisasikan dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan usaha mereka. Untuk itu perusahaan dituntut untuk menyediakan informasi tentang kinerja kepada publik. Beberapa bentuk media dapat digunakan perusahaan untuk menyampaikan laporan atas lingkungan, seperti laporan tahunan. Adanya informasi yang dipublikasikan akan mempengaruhi keyakinan para investor untuk melakukan penjualan atau pembelian saham. Selanjutnya reaksi tersebut akan tercermin dalam perubahan <italic id="_italic-45">return</italic>saham disekitar tanggal publikasi laporan keuangan dari perusahaan tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-14">Dewasa ini, perusahaan menyadari tujuan perusahaan tidak hanya mendapatkan keuntungan akan tetapi perusahaan harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat disekitar perusahaan, perusahaan harus perduli terhadap lingkungan sekitarnya. Operasional perusahaan akan mempunyai dampak terhadap lingkungan disekitarnya, karena dampak tersebut masyarakat menuntut agar perusahaan lebih memperhatikan dampak dari operasional perusahaan. Masalah lingkungan menjadi berarti bagi investor, masyarakat dan pemerintah. Pemerintah membuat Program Penilaian Peringkat Kinerja keuangan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) dalam meningkatkan keperdulian perusahaan terhadap lingkungan. Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, terutama untuk para investor perusahaan perlu memperhatikan lingkungan. Masyarakat mulai memperhatikan aktivitas perusahaan terutama terhadap dampak dari aktivitas perusahaan terhadap lingkungan sekitar perusahaan. Kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan meningkat akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-15">Kinerja keuangan merupakan penilaian investor dalam membeli saham perusahaan, kinerja keuangan perusahaan harus meningkat agar dapat menarik bagi investor. Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor untuk pengambilan keputusan investor dengan peningkatan kinerja merupakan hal yang positif bagi investor.</p>
      <p id="_paragraph-16">PROPER merupakan program unggulan Kementerian Lingkungan Hidup yang berupa kegiatan dalam pengawasan dan pemberian insentif dan/atau disinsentif kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan. Pemberian penghargaan PROPER bertujuan mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan <italic id="_italic-46">(environmental </italic><italic id="_italic-47">excellence) </italic>melalui integrasi dalam prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan pada proses produksi dan jasa, penerapan sistem manajemen lingkungan, 3R, efisiensi energi, konservasi sumberdaya dan pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.</p>
      <p id="_paragraph-18">Terkait dengan kinerja keuangan dalam pengelolaan lingkungan hidup, suatu perusahaan harus memiliki laporan tentang lingkungan hidup, di samping laporan keuangan perusahaan yang dikeluarkan setiap tahun. Hal itu, akan menunjukkan tanggung jawab sosial suatu perusahaan terhadap lingkungan. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perusahaan, akuntansi berusahamengakomodasiperubahan kecenderungan tersebut dalam akuntansi lingkungan. Akuntansi lingkungan (<italic id="_italic-48">environmental </italic><italic id="_italic-49">accounting</italic>)memilikitujuan,yaitu menginternalisasi eksternalitas (lingkungan sosial dan lingkungan ekologis), baik positif maupun negatif, ke dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Peneliti mengambil objek penelitian pada perusahaan pertambangan dan perusahaan pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012 sampai 2016. Maka dari itu, berdasarkan uraian diatas penelitian ini berjudul <italic id="_italic-50">“Pengaruh </italic><italic id="_italic-51">Pengungkapan </italic><italic id="_italic-52">Akuntansi </italic><italic id="_italic-53">Lingkungan </italic><italic id="_italic-54">Terhadap </italic><italic id="_italic-55">Kinerja </italic><italic id="_italic-56">Keuangan </italic><italic id="_italic-57">Dan Kinerja </italic><italic id="_italic-58">Saham </italic><italic id="_italic-59">(Studi </italic><italic id="_italic-60">Pada </italic><italic id="_italic-61">Sektor </italic><italic id="_italic-62">Pertambangan </italic><italic id="_italic-63">Umum </italic><italic id="_italic-64">dan </italic><italic id="_italic-65">Sektor </italic><italic id="_italic-66">Perkebunan)”.</italic></p>
    </sec>
    <sec id="heading-3257d0991d5dee98abc38711dc29c615">
      <title>Kajian Pustaka</title>
      <p id="heading-92ee3c6c62ae4f28ba85d3267b7032e3">1. Pengungkapan Akuntansi Lingkungan</p>
      <p id="_paragraph-19">Pengungkapan akuntansi lingkungan adalah pengungkapan informasi yang berkaitan dengan lingkungan yang dicatat dalam laporan tahunan perusahaan. Pengungkapan akuntansi lingkungan (<italic id="_italic-67">Environmental Accounting </italic><italic id="_italic-68">Disclosure</italic>) di negara berkembang termasuk Indonesia memang masih sangat kurang. Kondisi ini disebabkan karena lemahnya sanksi hukum yang berlaku [6]. Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya pihak regulator memiliki kekuatan untuk menekan pihak perusahaan dalam meminimalisasikan dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan usaha mereka. Untuk itu perusahaan dituntut untuk menyediakan informasi tentang kinerja kepada publik. Beberapa bentuk media dapat digunakan perusahaan untuk menyampaikan laporan atas lingkungan, seperti laporan tahunan. Adanya informasi yang dipublikasikan akan mempengaruhi keyakinan para investor untuk melakukan penjualan atau pembelian saham. Selanjutnya reaksi tersebut akan tercermin dalam perubahan <italic id="_italic-69">return </italic>saham disekitar tanggal publikasi laporan keuangan dari perusahaan tersebut.</p>
      <p id="paragraph-4ffa40e880a72d4e38a62f06e8151b61">2. Kinerja Keuangan</p>
      <p id="_paragraph-21">Pengertian kinerja menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam [9] adalah merupakan kata benda yang artinya sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, atau kemampuan kerja. Sedangkan penilaian kinerja menurut [9] adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi, dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar, dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Organisasi pada dasarnya dijalankan oleh manusia sehingga penilaian kinerja sesungguhnya merupakan penilaian atas perilaku manusia dalam melaksanakan peran yang mereka mainkan dalam organisasi.</p>
      <p id="paragraph-42c7cd76d33ebfd2fd5e57af6d985960">3. Return On Asset</p>
      <p id="_paragraph-22"><italic id="_italic-70">Return On Asset </italic>(ROA) akan menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik. Hal ini berarti bahwa, aktiva dapat lebih cepat berputar dan meraih laba [3]. Menurut [1] ROA merupakan hasil pengembalian total aktiva atau total investasi. ROA menunjukkan kinerja manajemen dalam menggunakan aktiva perusahaan untuk dapat menghasilkan laba. Perusahaan mengharapkan adanya hasil pengembalian yang sebanding dengan dana yang digunakan perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-7feb2c2a8a72200e1b0ac3f357582f1e">4. Return Saham</p>
      <p id="_paragraph-23"><italic id="_italic-75">Return </italic>saham memungkinkan para investor untuk membandingkan keuntungan actual ataupun keuntungan yang diharapkan dapat disediakan oleh berbagai investasi pada tingkat pengembalian yang diinginkan. Di sisi lain return saham juga memiliki peran yang sangat signifikan dalam menentukan nilai dari suatu investasi [2].</p>
      <p id="paragraph-bea464d08375d8bd04266c852d77c00a">Perumusan Hipotesis</p>
      <p id="paragraph-0c0e5f08dc392a57f663a0b1f1a950be">1. Pengaruh Pengungkapan Akuntansi Lingkungan dengan Kinerja Keuangan</p>
      <p id="_paragraph-24">Pengungkapan kinerja lingkungan dan ekonomi dalam laporan tahunan atau laporan terpisah adalah untuk mencerminkan tingkat akuntabilitas, responsibilitas, dan transparansi korporat kepada investor dan <italic id="_italic-76">stakeholders </italic>lainnya. [5] mengemukakan bahwa usaha-usaha pelestarian lingkungan oleh perusahaan akan mendatangkan keuntungan, diantaranya adalah ketertarikan pemegang saham dan <italic id="_italic-77">stakeholders </italic>terhadap keuntungan perusahaan akibat pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab di masyarakat. Hasil lain mengindikasikan bahwa pengelolaan lingkungan yang baik, dapat menghindari klaim masyarakat dan pemerintah serta meningkatkan kualitas produk yang pada akhirnya dapat meningkatkan keuntungan ekonomi. [5] menyatakan bahwa perusahaan sebagai bagian dari tatanan sosial, maka seharusnya perusahaan melaporkan pengelolaan lingkungannya dalam <italic id="_italic-78">annual report</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-26">H<sub id="_subscript-1">1</sub>: Pengungkapan akuntansi lingkungan perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-16c5d45d8d75d9cea75ce408a18e8d76">2. Pengaruh Pengungkapan Akuntansi Lingkungan dengan Kinerja Saham</p>
      <p id="_paragraph-27">[11] melakukan penelitian tentang penilaian pasar atas <italic id="_italic-79">environmental capital expenditure </italic>pada perusahaan kertas. Hasil dari penelitian tersebut adalah <italic id="_italic-80">environmental capital </italic><italic id="_italic-81">expenditure </italic>berdampak signifikan terhadap harga saham pada perusahaan dengan tingkat polusi berkategori tinggi. Dijelaskan bahwa, investor menggunakan informasi lingkungan untuk mengestimasi kemungkinan adanya tuntutan kewajiban di masa yang akan datang sebagai akibat polusi. Pada perusahaan dengan tingkat polusi yang tinggi ditaksir besarnya hutang atas dampak lingkungan <italic id="_italic-82">(kontijensi) </italic>mencapai rata-rata 16,6% dari kapitalisasi pasar yang tersedia.</p>
      <p id="_paragraph-28">H<sub id="_subscript-2">2</sub>: Pengungkapan akuntansi lingkungan perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja saham perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-064c61a1a6ecd5e0cf7913880bf57a44">Kerangka Konseptual</p>
      <p id="_paragraph-29">Gambar 1<italic id="_italic-84">. Kerangka Konseptual</italic></p>
    </sec>
    <sec id="heading-001377cb9bd47788460fb62c82b81a59">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-68a02a56aafce15f8387f81724f1a4e6">Jenis Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-30">Berdasarkan pada permasalahan yang ada dalam penelitian ini, maka jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan metode yang berlandaskan pada filsafat positivisme, metode yang digunakan pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel dapat dilakukan dengan perhitungan teknik sampel yang sesuai, pengumpulan data kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan [10].</p>
      <p id="paragraph-628550db9f707cbefb694b2d8d9fe82a">Populasi Dan Sampel</p>
      <p id="_paragraph-31">Populasi dari penelitian ini menggunakan perusahaan sektor pertambangan umum dan sektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.</p>
      <p id="_paragraph-32">Sampel penelitian adalah perusahaan pertambangan umum dan perusahaan perkebunan yang dinilai sebagai perusahaan berisiko lingkungan yang tinggi karena proses produksinya yang memanfaatkan secara langsung sumber daya alam. Beberapa kriteria yang disyaratkan dalam pengambilan sampel adalah sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-33">berkaitan dengan variabel penelitian.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-b10245fdc210be27007269fd9aff8fd7">
        <list-item>
          <p>Perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pertambangan umum yang sudah go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia serta menerbitkan laporan keuangan <italic id="_italic-85">(annual </italic><italic id="_italic-86">report) </italic>pada tahun 2012-2016.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang perkebunan yang sudah go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia serta menerbitkan laporan keuangan <italic id="_italic-87">(annual </italic><italic id="_italic-88">report) </italic>pada tahun 2012-2016.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan yang mempunyai data-data yang</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan manufaktur yang mendapatkan penilaian dari PROPER.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-34">Tabel 1. Sampel Penelitian</p>
      <p id="paragraph-b2d64466a4057992e8efa4584a938789">Pengujian Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-35">Metode yang digunakan pada analisis ini adalah statistik deskriptif, namun terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik sebelum melakukan pengujian hipotesis. Adapun uji asumsi klasiknya terdiri dari uji normalitas, uji heterokedastistas, uji multikolinieritas dan uji autokorelasi. Pengujian hipotesis menngunakan analisis regresi linier sederhana, analisis koefisien determinasi, dan uji t.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-dda73419165c78488c45dea2228e9eb8">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Analisis Statistik Deskirptif</title>
          <p id="_paragraph-36">Data diolah, SPSS(2018)</p>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-3144f33c9a773410339e46071ab3eb0e">
              <td id="table-cell-e8b79e75df6554c21de1e92c5925991a">N</td>
              <td id="table-cell-2b2ff598a5099a7401ce27a8a104824b">Minimum</td>
              <td id="table-cell-1c6ae5e5f33066d63d3eee25ea5f2b67">Maximum</td>
              <td id="table-cell-c1db1c6759632ca338a1495e6a6f8865">Mean</td>
              <td id="table-cell-448256d6c5eb26702713993929a1ee5c">Std.Deviation</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-07877739b616cb0412b78fcf2383a505">
              <td id="table-cell-5a8d15ef95b2f1d0bd83251610d6d179">FP</td>
              <td id="table-cell-163727b19db4fac1e37824ef51be1eb4">45</td>
              <td id="table-cell-644a7845499f78aea833a5db81287989">-.64387</td>
              <td id="table-cell-64f86b3ea1c55d33f2df3421ac40c9a7">.28972</td>
              <td id="table-cell-5bde659accfedb799ff760ad1fce8ef7">.0269755</td>
              <td id="table-cell-0c3bfc611676f8ee00baf3fda6604194">.12789249</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a3cfe16c7d079252124084539ee5b2ab">
              <td id="table-cell-82090a7f8f70af2da09cd24c2da1664e">RIT</td>
              <td id="table-cell-7f5207cc9d6dc31742790732f49ff1d7">45</td>
              <td id="table-cell-6c749ff390474dbf67084fe25b30d8a0">-.73333</td>
              <td id="table-cell-15208c76a6a9784a90abe67a64de0e8b">4.56000</td>
              <td id="table-cell-3cbcf3e6e6641ab88f63be3a5697c38f">.0384452</td>
              <td id="table-cell-4af51263b88208ebea12676c6211e846">.88828398</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1a8bb092ed8be4640ba5b7fd327352e4">
              <td id="table-cell-922b966eeb5fd8c03b2668a365134a75">PL</td>
              <td id="table-cell-f5d24d8884e1fc435d50606e0f00676b">45</td>
              <td id="table-cell-98ad3d1211686250b7b700e7671f7f45">2.94118</td>
              <td id="table-cell-8b311ddb4d31b671e621750ccb1332bc">29.41176</td>
              <td id="table-cell-516cbe9eeed4d6a07cfaf23da11cd14b">12.7450980</td>
              <td id="table-cell-26e302b86f5582cd7660318290e62a89">6.75365291</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a6d9a7bc0415cfc84d42a1b67b625913">
              <td id="table-cell-6e31eb0e882cc9434158c9b271ce7502">Valid N (listwise)</td>
              <td id="table-cell-4820c46fdba9b728bfaaaf2ed14fc6da">45</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-38">Berdasarkan tabel 2 diatas, menunjukkan bahwa penelitian ini menggunakan 45 laporan keuangan tahunan. FP merupakan perhitungan kinerja keuangan yang diukur dengan menggunakan rasio ROA tahun 2012-2016 menunjukkan nilai manimum sebesar c-0,64387, nilai maximum sebesar 0,28972 dengan rata-rata sebesar 0,0269755 dan standar deviasi sebesar 0,12789249. Rit merupakan perhitungan kinerja saham perusahaan, dengan nilai minimum sebesar - 0,73333, nilai maximum sebesar 4,56000 dengan rata-rata sebesar 0,384452 dan standar deviasi sebesar 0,88828398, dan untuk PL merupakan perhitungan pengungkapan akuntansi lingkungan dengan nilai minimum sebesar 2,94118, nilai maximum sebesar 29,41176 dengan rata-rata sebesar 12,7450980 dan standar deviasi sebesar 6,75365291.</p>
      <p id="paragraph-53e67799a898309b29139be71a8cae15">Uji Asumsi Klasik</p>
      <p id="paragraph-402319137001de2d323969c760476a4b">1. Uji Normalitas</p>
      <p id="_paragraph-39">Pada gambar 2 dan 3 hasil uji normalitas pada gambar grafik terlihat bahwa penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal grafik tidak menyebar jauh dari garis diagonal atau mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. ini menyatakan bahwa uji normalitas dengan grafik dapat menyesatkan jika tidak dilakukan secara hati-hati, secara visual terlihat normal namun secara statistik tidak, atau sebaliknya secara visual tidak normal namun secara statistik normal.</p>
      <p id="_paragraph-40">Gambar 2. Uji Normalitas PL Terhadap FP</p>
      <p id="_paragraph-41">Sumber: Data diolah, SPSS (2018)</p>
      <p id="_paragraph-42">Gambar 3. Uji Normalitas Rit Terhadap FP</p>
      <p id="_paragraph-43">Sumber: Data diolah, SPSS(2018)</p>
      <p id="paragraph-41dbeb08524e49e32eb6482216b7a000">2. Uji Heteroskedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-44">Gambar 4. Uji Heteroskedastisitas PL Terhadap FP</p>
      <p id="paragraph-ee7e2ded85344179b3318102733de3f2">Gambar 5. Uji Heteroskedastisitas PL Terhadap Rit</p>
      <p id="paragraph-125749dca57c8c525f9cb64aa74f8333">Pada gambar 4 dan 5 Hasil uji heteroskedastisitas pada gambar diatas terlihat bahwa <italic id="italic-1">scatterplot </italic>tidak membentuk suatu pola tertentu serta titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas.</p>
      <p id="paragraph-15db28707014621525383cb62cd31edf">3. Uji Multikolinearitas</p>
      <p id="_paragraph-45">Berdasarkan tabel 3 diatas, nilai <italic id="_italic-96">tolerance </italic>semua variabel lebih dari 0,1 dan nilai <italic id="_italic-97">variance </italic><italic id="_italic-98">inflation factor </italic>(VIF) kurang dari 10. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa data penelitian ini tidak mengalami <italic id="_italic-99">multikolinieritas </italic>antar variabel bebas.</p>
      <p id="paragraph-5bcca41567f3ba501ed9a152f72ad886">4. Uji Autokorelasi</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-35"/>Uji Autokorelasi PL Terhadap FP</title>
          <p id="_paragraph-47">data diolah dengan SPSS (2018)</p>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-0a71cf96d20c39c6be4e1a057f3819cb">
              <td id="table-cell-9837bb2ca9da72ffbb794b783100d9da" colspan="5">Change Statistics</td>
              <td id="table-cell-e3ea3e8ee5cd4d24f95483f40ccb95c4" rowspan="2">Durbin- Watson</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1c1fcfbdc6436af9a51e15272148ec8d">
              <td id="table-cell-399364c6b710433b02e10aede09596ef">R Square Change</td>
              <td id="table-cell-434bc64ba0810bb5982a175b834059e5">FChange</td>
              <td id="table-cell-113f6c7308f1139ea8a685028a238f43">df1</td>
              <td id="table-cell-e8292c2c01cf9856066eeb3e85d3cdbb">df2</td>
              <td id="table-cell-0a94043b6962fff8494f4b045f644c3f">Sig. F Change</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e43a25cf29501ca987a5105e3a2a6c45">
              <td id="table-cell-39f0fe3c3be976db16357b468d006ce5">.098</td>
              <td id="table-cell-d8c22e040dc4503c0d253887df6e8a26">4.649</td>
              <td id="table-cell-4b940d0555110fb1e0b3d14eb69a1ac4">1</td>
              <td id="table-cell-80c8641998283c635bed450cb11ff9fb">43</td>
              <td id="table-cell-6799ba0344ed802c231ff46c43c49b6b">.037</td>
              <td id="table-cell-db50cd6e313da9ca4e127eed7175e910">1.566</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-49">Berdasarkan hasil pada tabel 4, dapat dilihat nilai durbin Watson sebesar 1,566. Kemudian ini tersebut dibandingkan dengan <italic id="italic-f3d5f1423336558777ca3caad4798bd0">dl </italic>dan <italic id="italic-2">du</italic>. Nilai <italic id="italic-3">dl </italic>merupakan nilai durbin Watson <italic id="italic-4">statistic lower</italic>, sedangkan nilai <italic id="italic-5">du </italic>merupakan nilai durbin Watson <italic id="italic-6">statistic upper</italic>. Nilai <italic id="italic-7">dl </italic>dan <italic id="italic-8">du </italic>dapat dilihat dari tabel <italic id="italic-9">durbin Watson </italic>dengan a=5%. Maka ditemukan nilai <italic id="italic-10">dl </italic>sebesar = 1,4757 dan nilai <italic id="italic-11">du </italic>sebesar = 1,5660. Dengan demikian setelah dihitung dan dibandingkan dengan tabel durbin Watson, pada tabel 4.5 sebesar 1,566 berada diantara <italic id="italic-12">dl </italic>dan 4-<italic id="italic-13">du </italic>yaitu 1,4757&lt;1,566&lt;2,434 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi pada model regresi dalam penelitian ini.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-44"/>Uji Autokorelasi PL Terhadap Rit</title>
          <p id="_paragraph-59">data diolah dengan SPSS (2018)</p>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-e3d231c51cc8ea7e5a64f65695c0cbff">
              <td id="table-cell-c000372de8dba27bde8d56be4d4fa2b4" colspan="5">Change Statistics</td>
              <td id="table-cell-e9e6ee26c5219da875f00b872f46f4e4" rowspan="2">Durbin- Watson</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e308d303212946a6fb6f42a30f1cfbf2">
              <td id="table-cell-d301a4fc0ef2c364497061ef4fa51587">R Square Change</td>
              <td id="table-cell-3ac263372a1b6ebceac75cd4301f2468">FChange</td>
              <td id="table-cell-18797a13a01f3a7b777b5b0b86ebb425">df1</td>
              <td id="table-cell-65ea91e775dbff329fbb6556dcd17798">df2</td>
              <td id="table-cell-b70cf689d9438a50719ec62660dee8b6">Sig. F Change</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6ed82d2ad9d3afc60d0ca026b9b6046f">
              <td id="table-cell-eb92b3f9c543ea6968c24004e5d320d8">.090</td>
              <td id="table-cell-7d294ec2936769b0765887be2a3b3a88">.992</td>
              <td id="table-cell-fc7eded0850e9ef27ef7bf6f6ed4ce82">1</td>
              <td id="table-cell-12c688dd1fac88084a26fd4e6b878b81">10</td>
              <td id="table-cell-c05b92eeafa2ff515a93ecdd9bfe5527">.343</td>
              <td id="table-cell-d6628c8e119799a111d85d14a0716ee3">2.231</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-61">Berdasarkan hasil pada tabel 5, dapat dilihat nilai durbin Watson sebesar 2,231. Kemudian ini tersebut dibandingkan dengan <italic id="_italic-120">dl </italic>dan <italic id="_italic-121">du</italic>. Nilai <italic id="_italic-122">dl </italic>merupakan nilai durbin Watson <italic id="_italic-123">statistic </italic><italic id="_italic-124">lower</italic>, sedangkan nilai <italic id="_italic-125">du </italic>merupakan nilai durbin Watson <italic id="_italic-126">statistic </italic><italic id="_italic-127">upper</italic>. Nilai <italic id="_italic-128">dl </italic>dan <italic id="_italic-129">du </italic>dapat dilihat dari tabel <italic id="_italic-130">durbin </italic><italic id="_italic-131">Watson </italic>dengan a=5%. Maka ditemukan nilai <italic id="_italic-132">dl </italic>sebesar = 0,9708 dan nilai <italic id="_italic-133">du </italic>sebesar = 1,3314. Dengan demikian setelah dihitung dan dibandingkan dengan tabel durbin Watson, pada tabel 4.6 sebesar 2,231 berada diantara <italic id="_italic-134">dl </italic>dan 4-<italic id="_italic-135">du </italic>yaitu 0,9708&lt;2,231&lt;2,6686sehinggadapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi pada model regresi dalam penelitian ini.</p>
      <p id="paragraph-bddb9e0dcfdce2d5dab9020f9adbdf4c">Pengujian Hipotesis</p>
      <p id="heading-1db88a4b5003a7d244802fc7981d4e1d">1. Uji Regresi Linier Sederhana</p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-45"/>Analisis Regresi Linier Sederhana PL Terhadap FP</title>
          <p id="_paragraph-63">Data diolah dengan SPSS (2018)</p>
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-1ef2824bf1debb6bb0f53e09633fd4bb">
              <td id="table-cell-4d27358cc520518c02f4384413441388" rowspan="2" colspan="2">Model</td>
              <td id="table-cell-709c69f5aa29dbbdafbb95917a0155d0" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
              <td id="table-cell-4e728febb7eb41b6de6944462247e4d5">Standardized Coefficients</td>
              <td id="table-cell-5e0adff7a3f217eeff7c6884445ec656" rowspan="2">T</td>
              <td id="table-cell-1828a3376bf8307942ca215dddae7737">Sig.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4873ee521a69549b7806b00d13d06d12">
              <td id="table-cell-9c4e738a63d1737dd456d403599297bd" colspan="2" />
              <td id="table-cell-95ffa36a6c35c24df5ca58a10e3387ac">B</td>
              <td id="table-cell-88d505510c1e2892320ad5bb94c1d9bd">Std. Error</td>
              <td id="table-cell-9a1ec725c3ddcec27875cf2a5fd5e76c">Beta</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0453baf22c0fac24e3e115feb6495d5c">
              <td id="table-cell-b97f4dc12e9332f3ef3ce06dd5ea285f">1</td>
              <td id="table-cell-6ae40047a7d540bea59d9e97469114f9">(Constant)</td>
              <td id="table-cell-c8464b86a71789fa668b34a1d87a432e">.102</td>
              <td id="table-cell-082e47ab189ebb00212def8154c90987">.039</td>
              <td id="table-cell-1b2d0762d7bb91bc844914626d6b044f" rowspan="2">-.312</td>
              <td id="table-cell-751dd866e657c7778508f6cdfaac10de">2.593</td>
              <td id="table-cell-1ed3c67c76f04916228d3b40dcfcbdce">.013</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5464ad76f5106958fb1120a8cef19375">
              <td id="table-cell-174b85b0c229f6c2a8bd3b24891557fe">X</td>
              <td id="table-cell-bece844a60c0e5dcdd3c612f4448b8ee">-.006</td>
              <td id="table-cell-07f1178a4db9659d925d36d0867ac50f">.003</td>
              <td id="table-cell-57a255cdd8273a04d4b414a802cf197f">-2.156</td>
              <td id="table-cell-841301a61fd0ae45549a4212e2b0be6d">.037</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-65">Berdasarkan tabel 6 diatas, maka persamaan regresi yang terbentuk adalah sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-66">Dari persamaan tersebut dapat didijelaskan bahwa :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-4339d57144e4b63eb056ca71ef5a0047">
        <list-item>
          <p>Apabila nilai variabel yang terdiri dari pengungkapan akuntansi lingkungan mempunyai nilai 0, maka variabel kinerja keuangan akan tetap sebesar 0,102, karena konstanta menunjukkan nilai sebesar 0,102.</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="bullet" id="list-14c85409e1b3611ca6f9a572ff698869">
        <list-item>
          <p>Nilai koefisien pengungkapan akuntansi lingkungan (X) sebesar -0,006. Artinya setiap ada kenaikan 1% pada variabel pengungkapan akuntansi lingkungan, maka akan terjadi penurunan sebesar -0,006 pada variabel kinerja keuangan</p>
        </list-item>
      </list>
      <table-wrap id="_table-figure-6">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-50"/>Kriteria Korelasi</title>
          <p id="_paragraph-70">Sujarweni (2014: 127)</p>
        </caption>
        <table id="_table-6">
          <tbody>
            <tr id="table-row-eba3454da2c105742e2599197518fd79">
              <td id="table-cell-840049077cd0ca3adb194c4ad7c13e6c">Interval Koefisien</td>
              <td id="table-cell-854073b33649419cec2561587ca06999">Tingkat Hubungan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0be3a5831e78507b93e5701090f793b6">
              <td id="table-cell-c9054812d6234b0d2eccdd94cd821c8c">0,00 – 0,200,21 – 0,400,41 – 0,700,71 – 0,900,91 – 0,991</td>
              <td id="table-cell-957900fca9b8aa19a0cf155bc8d5c1c0">Sangat Lemah Lemah Kuat Sangat Kuat Kuat SekaliKorelasi Sempurna</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-72" />
      <table-wrap id="_table-figure-7">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-53"/>Hasil Perhitungan Uji Koefisiensi R dan R<sup id="_superscript-5">2</sup> PL Terhadap FP</title>
          <p id="_paragraph-73">data diolah dengan SPSS (2018)</p>
        </caption>
        <table id="_table-7">
          <tbody>
            <tr id="table-row-10197b5c2aa7dc81e1f4b8c2a04d7fac">
              <td id="table-cell-71e2b40f726bf7e7a4ad572dfdcb2ea7">Model</td>
              <td id="table-cell-5c0d1d0d6487e85637715fa1e02bd0ef">R</td>
              <td id="table-cell-24eb000c674762fea54ed7a4525d513c">RSquare</td>
              <td id="table-cell-98a78e4ad8e5d25265408e454b3955c4">Adjusted R Square</td>
              <td id="table-cell-f5338393efdb4c09e5c9aed086c90701">Std. Error of theEstimate</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f1037ec7a25bf44c239b7c75ea6b42f7">
              <td id="table-cell-eb982b11fa4b535d5f077a0c2362869f">1</td>
              <td id="table-cell-4435a078bea9af3610b72d498961b458">.312a</td>
              <td id="table-cell-52425f990a3c6eae3b1dcc68ac631b95">.098</td>
              <td id="table-cell-1d2e499b66a50a51cb30cc13881c696d">.077</td>
              <td id="table-cell-dc490c75747eadae33f481182df3fb57">.12289790</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-75">Dari tabel 9 diatas, hasil menujukkan R sebesar 0.310 dan menurut tabel 8 nilai tersebut</p>
      <p id="_paragraph-76">keuangan akan tetap sebesar 0,102, karena konstanta menunjukkan nilai sebesar 0,102.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-8">
        <label>Table 7</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-54"/>Analisis Regresi Linier Sederhana PL Terhadap Rit</title>
          <p id="_paragraph-80">Data diolah dengan SPSS (2018)</p>
        </caption>
        <table id="_table-8">
          <tbody>
            <tr id="table-row-bf8b146d6262343068c18c34240676ea">
              <td id="table-cell-c5f9b0078c0df3af6de0c27c0cc50450" rowspan="2" colspan="2">Model</td>
              <td id="table-cell-f5c6b4f8f5eaff0d6db63305221d454b" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
              <td id="table-cell-97b0113d3dabfc44c922898b978e84be">Standardized Coefficients</td>
              <td id="table-cell-c014893e60f00dfb3a67ec75d622dedc" rowspan="2">T</td>
              <td id="table-cell-a1d2a59be674798f0fb6ac6d5a1d35a1">Sig.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e9a98a9ed0530b17bb39cdf884b55d50">
              <td id="table-cell-cec4e457e1ca8f99b4c3639f451157af" colspan="2" />
              <td id="table-cell-361961d078c2f1fd57c08c780024bca5">B</td>
              <td id="table-cell-5a424561d596eec6dff1a190db61202e">Std. Error</td>
              <td id="table-cell-73c019e9c25a2b5f3883f98dbb9c148b">Beta</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ccdcc207f853347c81f889f27b0c9a77">
              <td id="table-cell-28c053172c4510480dfb02e8122b52b1">1</td>
              <td id="table-cell-f8410baf919d32d4c004bcc6aaa93834">(Constant)</td>
              <td id="table-cell-c24edea4fb9dabd1552e84e2980c8b82">-2.246</td>
              <td id="table-cell-5de9e630a17e9cc1407d67c9efd77376">1.153</td>
              <td id="table-cell-f670b4fb5eed4abbefd45d89fa2a92c3" rowspan="2">.300</td>
              <td id="table-cell-3ae8c89668f0de5f4a773ac308d2c5f0">-1.947</td>
              <td id="table-cell-2cf1265bbad48920a7abd45deb084ffb">.080</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bd9154894d33f31641096d9038fce3cf">
              <td id="table-cell-9733a27bcf9761e5a2a53632f4db2e5f">X</td>
              <td id="table-cell-c2acc3cfa7bf6039eb2675d005920427">.074</td>
              <td id="table-cell-a42782974cae58b1d1170b465925ca40">.075</td>
              <td id="table-cell-9b28971f13334ce12fa44da06c65a0a9">.996</td>
              <td id="table-cell-d85d1cd6398d8ff545f4bdf7da32c829">.343</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-82">Berdasarkan tabel 7 diatas, maka persamaan regresi yang terbentuk adalah sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-83">menunjukkan bahwa pengaruh antara kinerja keuangan dengan variabel pengungkapan akuntansi lingkungan adalah lemah kuat, karena nilai R berada pada range 0,21-0,40 maka dapat dikatakan berkorelasi lemah kuat. Dari perhitungan koefisien determinasi variabel dengan bantuan SPSS, diketahui bahwa nilai koefisien determinasi variabel Adjusted R Square adalah 0.077 atau sebesar 7,7%. Nilai ini menujukkan kinerja keuangan dipengaruhi oleh variabel pengungkapan akuntansi lingkungan hanya sebesar 7,7%, sisanya sebesar 92,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti ROE.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-9">
        <label>Table 8</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-55"/>Hasil Perhitungan Uji Koefisiensi R dan R<sup id="_superscript-7">2</sup> PL Terhadap Rit</title>
          <p id="_paragraph-86">data diolah dengan SPSS (2018)</p>
        </caption>
        <table id="_table-9">
          <tbody>
            <tr id="table-row-f29c4e3e810560e8100dc7f81e3bd03b">
              <td id="table-cell-ca34559a958850e8109b46002b011e6a">Model</td>
              <td id="table-cell-dcdfe82c2acb5846123db90e60d2c7e7">R</td>
              <td id="table-cell-46ae72890fa1e7b5d62fc9052ebcaaaf">RSquare</td>
              <td id="table-cell-b0342da4c614a3b068cc6208eab52256">Adjusted R Square</td>
              <td id="table-cell-e3a0315fbc9c5fde47996492efce3e35">Std. Error of theEstimate</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b1e01a7c1d4f4c7eaffc9cfaeb6c3d33">
              <td id="table-cell-be133446aea2e8629d7ca17116c50a86">1</td>
              <td id="table-cell-505460fca9675dc75e55c4493e70215d">.300a</td>
              <td id="table-cell-5feab7a3d89d37a501a8c1cfc2531926">.090</td>
              <td id="table-cell-da9baf4e1738cf2ae594341f2a5ff6f5">.000</td>
              <td id="table-cell-db8231e42a07df30a492b27b8b0f410d">1.70423</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-88">Dari tabel 10 diatas, hasil menujukkan R sebesar 0.300 dan menurut tabel 8 nilai tersebut menunjukkan bahwa pengaruh antara kinerja keuangan dengan variabel pengungkapan akuntansi lingkungan adalah lemah kuat, karena nilai R berada pada range 0,21-0,40 maka dapat dikatakan berkorelasi lemah kuat. Dari perhitungan koefisien determinasi variabel dengan bantuan SPSS, diketahui bahwa nilai koefisien determinasi variabel Adjusted R Square adalah 0.000 atau sebesar 0%.. Artinya pengungkapan akuntansi lingkungan tidak berpengaruh terhadap kinerja saham.</p>
      <p id="paragraph-458a059ad235285913d668b7b9ba93b5">3. Uji t</p>
      <p id="_paragraph-92">Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen secara parsial memiliki hubungan yang signifikan terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil uji t dengan SPSS yang disajikan pada tabel 6 diatas, maka diketahui bahwa variabel pengungkapan akuntansi lingkungan (X) berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (Y). Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil tingkat signifikansi lebih kecil dari 0.05 dengan t hitung -2,156 lebihbesar dari t tabel 2,018. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengungkapanakuntansi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja perusahaan secara parsial. Berdasarkan hasil uji t dengan SPSS yang disajikan pada tabel 7 diatas, maka diketahui bahwa variabel pengungkapan akuntansi lingkungan (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja saham (Y). Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil tingkat signifikansi lebih besar dari 0.05 dengan t hitung 0,996 lebih kecil dari t tabel sebesar 2,018. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengungkapan akuntansi lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja saham secara parsial.</p>
      <p id="paragraph-32fb6907d255a213acf737c3f32ebc3a">Pembahasan</p>
      <p id="_paragraph-93">Pengungkapan Akuntansi Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan</p>
      <p id="_paragraph-94">Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa variabel pengungkapan akuntansi lingkungan (X) berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (Y). Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil tingkat signifikansi lebih kecil dari 0.05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengungkapan akuntansi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerjan perusahaan secara parsial hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian terdahulu dari [7] yang mengatakan bahwa pengungkapan akuntansi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan.</p>
      <p id="paragraph-5557e406b3a49c66683da825cdf5b6d6">PengungkapanAkuntansiLingkungan Terhadap Kinerja Saham</p>
      <p id="_paragraph-95">Berdasarkan hasil uji t dengan SPSS yang disajikan pada tabel 4.8 diatas, maka diketahui bahwa variabel pengungkapan akuntansi lingkungan (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja saham (Y). Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil tingkat signifikansi lebih besar dari 0.05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengungkapan akuntansi lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja saham secara parsial hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian terdahulu dari [8] yang mengatakan bahwa pengungkapan akuntansi lingkungan tidak berpengaruh terhadap kinerja saham perusahaan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-6e8023c47ceedf9aa96c40e70ec18891">
      <title>Kesimpulan</title>
      <list list-type="bullet" id="list-4ed02e67aad4ecd587647cb1bf2ec55b">
        <list-item>
          <p>Pengungkapan akuntansi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan karena nilai signifikansi dibawah 0,05.</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="bullet" id="list-5995cde9c52bcf94a751f30fcbf9b520">
        <list-item>
          <p>Pengungkapan akuntansi lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja saham karena nilai signifikansi diatas 0,05.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-1292a1905f7de48886dd9b3e923b7ee0">Saran</p>
      <p id="_paragraph-98">Berdasarkan hasil penelitian analisis data penulis dapat mengajukan rekomendasi atau saran sebagai berikut :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-398f83a52ca3b714958c5fd77b65d11d">
        <list-item>
          <p>Pengungkapanakuntansi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan karena nilai signifikansi dibawah 0,05.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pengungkapan akuntansi lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja saham karena nilai signifikansi diatas 0,05.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kepada investor disarankan untuk melihat kinerja keuangan dan <italic id="_italic-136">return </italic>saham yang mampu dihasilkan sebelum melakukan investasi sebagai upaya melihat kondisi keuangan perusahaan dan hubungan perusahaan dengan lingkungan dan masyarakat untuk menilai prospek keberlanjutan perusahaan dimasa mendatang.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai referensi, pendukung, pedoman, pembanding, dan diharapkan untuk menambah variabel lain yang dapat dijadikan indikator dalam penelitian lanjutan. Hal ini karena masih adanya variabel-variabel yang belum ditemukan peneliti yang masih memiliki hubungan yang berkaitan dengan pengungkapan akuntansi lingkungan, kinerja keuangan, dan kinerja saham.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>