<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title> The Influence of Fraud hexagon and Love of money on Village Fund Budget Management in Tanggulangin District</article-title>
        <subtitle>Pengaruh Fraud hexagon dan Love of money Terhadap Pengelolaan Anggaran Dana Desa di Kecamatan Tanggulangin</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Linawati</surname>
            <given-names>Renny Mei</given-names>
          </name>
          <email>sigithermawan@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Hermawan</surname>
            <given-names>Sigit</given-names>
          </name>
          <email>sigithermawane@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-09-25">
          <day>25</day>
          <month>09</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>24</day><month>09</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>I. Pendahuluan </title>
      <p id="_paragraph-12">Pengelolaan dana desa merupakan faktor penentu strategis dalam pembangunan daerah yang dilakukan dengan cara menyalurkan anggaran dari pemerintah pusat kepada pemerintah desa. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan diwilayah pedesaan [1]. Dengan adanya dana desa, pemerintah desa diharapkan mampu mengoptimalkan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Akan tetapi, besarnya dana yang dialokasikan ke desa juga menimbulkan tingkat resiko dan peluang terjadinya penyimpangan atau kecurangan (<italic id="_italic-27">Fraud</italic>). Beberapa kasus menunjukkan bahwa semakin besar anggaran yang dikelola, semakin besar pula tantangan dalam menjaga akuntabilitas, lemahnya kualitas pengelolaan keuangan desa dapat menghambat tercapainya tujuan kesejahteraan masyarakat [2].Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lemahnya kualitas pengelolaan keuangan desa dapat menghambat tercapainya tujuan utama kebijakan dana desa, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan.</p>
      <p id="_paragraph-13">Menurut penelitian [3] <italic id="_italic-28">Fraud</italic> dipahami sebagai tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan mengorbankan kepentingan publik. Dalam penelitian [31] menjelaskan bahwa <italic id="_italic-29">Fraud</italic> merupakan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan dilakukan secara sengaja untuk memperoleh keuntungan pribadi maupun kelompok dengan cara memanipulasi laporan atau menyalahgunakan kewenangan sehingga merugikan pihak lain. Berdasarkan data Indonesia <italic id="_italic-30">Corruption Watch(ICW)</italic> tahun 2023, sektor desa menjadi sektor dengan kasus korupsi terbanyak pada tahun 2022, yaitu sebanyak 155 kasus dengan total kerugian negara mencapai Rp381 miliar. Tingginya kasus korupsi di sektor desa menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa masih menghadapi berbagai persoalan serius, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan publik.</p>
      <p id="_paragraph-14">Kasus korupsi di sektor desa tidak terlepas dari meningkatnya jumlah alokasi dana desa setiap tahun. Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa dana desa mengalami peningkatan yang sangat signifikan sejak tahun 2015 sebesar Rp20,77 triliun hingga mencapai Rp67,91 triliun pada tahun 2022. Peningkatan jumlah anggaran tersebut memang memberikan dampak positif terhadap pembangunan desa, namun di sisi lain juga membuka peluang terjadinya penyimpangan anggaran oleh aparatur desa. Bahkan, berdasarkan data ICW tahun 2023, kepala desa dan perangkat desa termasuk dalam jajaran pelaku korupsi terbanyak di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa semakin besar anggaran yang dikelola, maka semakin besar pula tantangan dalam menjaga integritas dan akuntabilitas pengelolaan dana desa.</p>
      <p id="_paragraph-15"><italic id="_italic-31">Fraud</italic> pada dasarnya dipahami sebagai tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok dengan mengorbankan kepentingan publik. Dalam konteks pengelolaan dana desa, tindakan kecurangan dapat berupa penyalahgunaan anggaran, manipulasi laporan keuangan, penggelapan dana, hingga praktik korupsi yang dilakukan oleh aparatur desa.Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa kecurangan dalam pengelolaan dana desa sering kali terjadi karena tekanan yangdialami oleh aparatur desa, baik tekanan ekonomi, tuntutan sosial, maupun tekanan jabatan dalam menjalankan tanggung jawabnya[4].</p>
      <p id="_paragraph-16">Kondisi ini pada umumnya terjadi karena kurangnya kemampuan aparatur desa dalam mengelola anggaran yang besar, hal ini dikarenakan tanpa adanya dukungan integritas, kompotensi,sertasistem pengawasan yang memadai[5]. Pengelolaan dana desa tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif dan teknis, tetapi juga memerlukan integritas, kompetensi, serta dukungan sistem pengawasan yang baikSistem pengendalian internal yang lemah membuka peluang terjadinya penyimpangan. Hal itu dikarenakan mekanisme pencegahan dan deteksi resiko belum berfungsi secara optimal[6].Penelitian [31] menyebutkan bahwa ketidaktaatan terhadap aturan akuntansi dapat memicu munculnya perilaku tidak etis dan meningkatkan kecenderungan terjadinya kecurangan akuntansi.keterbatasan pemahaman aparatur desa terhadap tata kelola keuangan yang baik, juga dapat menyebabkan pengelolaan anggaran menjadi tidak transparan dan tidak akuntabel. Apabila laporan keuangan disusun tidak sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, maka transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa menjadi sulit untuk diwujudkan.</p>
      <p id="_paragraph-17">Rendahnya tingkat komitmen dari organisasi serta adanya ketidaksamaan informasi antara aparatur desa dan masyarakat menjadi determinan penting yang mendorong munculnya perilaku tidak etis [7]. Ketidakseimbangan informasi menyebabkan masyarakat tidak memiliki akses yang cukup untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana desa, sehingga aparatur desa memiliki peluang lebih besar untuk melakukan penyimpangan. Dalam hal ini, efektivitas pengelolaan dana desa sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia, khususnya integritas dan kompetensi aparatur. Meskipun pemerintah telah menetapkan regulasi secara formal, komitmen organisasi serta kualitas SDM terbukti memiliki pengaruh yang lebih signifikan terhadap kinerja pengelolaan keuangan desa dibandingkan dengan sekedar mematuhi administrasi [8].</p>
      <p id="_paragraph-18">Menurut penelitian [9][6] fenomena kecurangan dalam pengelolaan dana desa dapat dijelaskan secara komprehensif melalui teori <italic id="_italic-32">hexagon</italic> yang mencakup enam elemen utama yaitu tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kapabilitas, kolusi dan arogansi. Teori ini menunjukkan bahwa <italic id="_italic-33">Fraud</italic> tidak hanya terjadi karena adanya peluang dalam sistem, tetapi juga karena adanya dorongan internal serta karakter psikologis individu yang memiliki kendali atas pengelolaan keuangan. Ketidakselarasan informasi sering kali memicu munculnya tekanan dan kesempatan, sementara kapabilitas dan arogansi membuat pelaku merasa mampu melakukan serta menutupi kecurangan tanpa rasa bersalah[10][11].Tekanan merupakan dorongan seseorang yang harus melakukan suatu hal atau perilaku yang tidak etis, sedangkan kapabilitas merupakan kemampuan seseorang dalam melakukan hal-hal tertentu yang dapat merugikan orang lain. Kesempatan adalah kondisi atau celah dalam sistem yang memungkinkan seseorang untuk melakukan sebuah tindakan kecurangan. </p>
      <p id="_paragraph-19">Menurut penelitian [12] menunjukkan bahwa elemen tekanan dan kolusi memiliki pengaruh yang signifikan dalam mendorong aparatur desa untuk melakukan tindakan tidak etis. Kecurangan dapat terjadi ketika individu berada dibawah tekanan yang kuat dan sekaligus memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi celah dalam sistem pengendalian internal yang lemah[13][14]. Selain itu, faktor kepemimpinan dan sikap psikologis aparatur desa turut menentukan apakah pengelolaan dana desa akan berjalan secara transparan atau justru mengarah pada praktik koruptif [15][16].</p>
      <p id="_paragraph-20">Rasionalisasi merupakan mekanisme pembenaran secara internal di mana individu menciptakan alasan atau logika tertentu untuk membenarkan tindakan yang menyimpang agar seolah-olah terlihat wajar. Secara pengamatan pengaruh rasionalisasi terhadap kecurangan masih menunjukkan hasil yang beragam. Menurut penelitian [26][27] Rasionalisasi merupakan faktor pemicu terjadinya <italic id="_italic-34">Fraud</italic>. Namun penelitian [28] menunjukkan bahwa rasionalisasi tidak mempengaruhi terjadinya <italic id="_italic-35">Fraud</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-21">Arogansi merupakan sikap atau sifat rasa percaya diri yang berlebihan dari seorang individu, sehingga ia merasa hukum atau peraturan yang ada disekitarnya tidak berlaku saat melakukan perbuatan yang menyimpang. Berdasarkan penelitian [29][30] ditemukan bahwa tingkat arogansi memiliki korelasi positif yang signifikan terhadap kecenderungan perilaku kecurangan (<italic id="_italic-36">Fraud</italic>). Akan tetapi penelitian [28] tidak memiliki pengaruh yang berarti terhadap terjadinya <italic id="_italic-37">Fraud</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-22">Selain faktor-faktor dalam <italic id="_italic-38">Fraud hexagon</italic>, perilaku <italic id="_italic-39">Love of money</italic> juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecenderungan seseorang melakukan kecurangan<italic id="_italic-40">. Love of money</italic> merupakan sifat atau perilaku seseorang yang mencerminkan perbuatan tidak etis atau berlebihan terhadap kekayaan [17]. Menurut penelitian ini [18] mengungkapkan bahwa selain sifat kepribadian, kecenderungan terhadap materi atau <italic id="_italic-41">Love of money</italic> juga terbukti menjadi pendorong kuat seseorang melakukan tindakan koruptif. Uang tidak lagi dianggap sebagai alat pembayaran, melainkan sebagai simbol kesuksesan, kekuasaan, dan pencapaian pribadi yang harus diraih, bahkan melalui cara-cara yang tidak etis[19]. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya nilai <italic id="_italic-42">Love of money</italic> pada perangkat desa memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kecenderungan melakukan kecurangan akuntansi [20]. Menurut penelitian [21] perilaku kecurangan semakin diperkuat ketika individu memiliki tingkat <italic id="_italic-43">Love of money</italic> yang tinggi, dan pada akhirnya mempengaruhi cara pandang terhadap etika dan integritas dalam pengelolaan keuangan publik. Hal itu juga diperkuat dengan penelitian [22] yang mengungkapkan bahwa pengelolan keuangan desa yang dilakukan secara tidak transparan dan akuntabel, maka perilaku tidak etis dari aparatur desa dapat merugikan masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam pembangunan desa.</p>
      <p id="_paragraph-23">Namun demikian, penelitian [31] menunjukkan bahwa <italic id="_italic-44">Love of money</italic> tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan pengelolaan keuangan desa. Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun orientasi terhadap uang dapat menjadi motivasi terjadinya <italic id="_italic-45">Fraud</italic>, faktor lain seperti moralitas individu, budaya organisasi, dan pengawasan internal yang kuat dapat menghambat terjadinya perilaku curang. Dengan kata lain, perilaku <italic id="_italic-46">Fraud</italic> tidak hanya dipengaruhi oleh kecintaan terhadap uang, tetapi juga dipengaruhi oleh integritas individu dan efektivitas sistem pengendalian dalam organisasi</p>
      <p id="_paragraph-24">Pengelolaan dana desa yang tidak dilakukan secara transparan dan akuntabel dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat justru berpotensi disalahgunakan demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Oleh karena itu, keberhasilan pengelolaan dana desa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan sistem pengendalian, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh integritas peilaku aparatur desa dalam mengelola anggaran dana desa secara bertanggung jawab [8][20][15]. </p>
      <p id="_paragraph-25">Berdasarkan dari uraian tersebut, penelitian mengenai pengaruh elemen-elemen <italic id="_italic-47">Fraud hexagon</italic> dan <italic id="_italic-48">Love of money</italic> terhadap pengelolaan dana desa menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dan praktis dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kecurangan dalam pengelolaan dana desa. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi  bahan pertimbangan bagi pemerintah dea dan pihak terkait dalam merumuskan strategi pencegahan kecurangan serta memperkuat tata kelola keuangan dana desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat [24][25].</p>
      <p id="_paragraph-26">
        <bold id="_bold-12">PENGEMBANGAN HIPOTESIS</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-09fb3ac8dd08f9a1aacb9b3fa3e37be1">
        <bold id="_bold-13">Pengaruh </bold>
        <bold id="_bold-14">
          <italic id="_italic-49">Fraud hexagon</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-15">terhadap Pengelolaan Dana Desa</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-27">Teori <italic id="_italic-50">Fraud hexagon</italic> menjelaskan bahwa kecurangan disebabkan oleh tekanan, kapabilitas, kolusi, kesempatan, rasionalisasi, dan arogansi. Keenam elemen tersebut saling berkaitan dalam mendorong individu melakukan tindakan fraud, termasuk dalam pengelolaan keuangan sektor publik seperti dana desa.Tekanan dapat muncul dari kebutuhan ekonomi, tuntutan sosial, maupun target pekerjaan yang harus dicapai oleh aparatur desa. Kondisi tersebut dapat mendorong individu untuk melakukan tindakan tidak etis apabila tidak mampu mengelola tekanan secara baik. Selain itu, kesempatan untuk melakukan fraud juga semakin besar ketika sistem pengendalian internal dan pengawasan terhadap pengelolaan dana desa masih lemah. Kelemahan pengawasan tersebut memungkinkan aparatur desa memanfaatkan celah dalam sistem untuk melakukan penyimpangan anggaran. Rasionalisasi menjadi faktor lain yang memperkuat terjadinya kecurangan, di mana individu berusaha membenarkan tindakan yang dilakukan dengan alasan tertentu agar terlihat wajar dan dapat diterima. Selanjutnya, kapabilitas menunjukkan kemampuan individu dalam memahami sistem dan memanfaatkan kelemahan yang ada untuk melakukan serta menyembunyikan tindakan fraud. Kolusi antaraparatur desa maupun dengan pihak lain juga dapat memperbesar peluang terjadinya penyimpangan karena tindakan dilakukan secara bersama-sama sehingga lebih sulit terdeteksi. Sementara itu, arogansi mencerminkan sikap merasa memiliki kekuasaan dan menganggap bahwa aturan yang berlaku tidak dapat menjangkau dirinya. Berdasarkan teori Fraud Hexagon, semakin tinggi faktor-faktor yang mendorong terjadinya fraud, maka kualitas pengelolaan dana desa cenderung semakin menurun [12][6]. Pengelolaan dana desa yang seharusnya dilakukan secara transparan dan akuntabel dapat terganggu akibat munculnya perilaku tidak etis dari aparatur desa. Oleh karena itu, elemen-elemen dalam Fraud Hexagon diduga memiliki pengaruh terhadap pengelolaan anggaran dana.</p>
      <p id="_paragraph-28">
        <bold id="_bold-16">
          <italic id="_italic-51">H</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-17">
          <italic id="_italic-52">1</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-53">
          <bold id="_bold-18">: </bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-19">
          <italic id="_italic-54">Elemen Fraud hexagon berpengaruh</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-55">
          <bold id="_bold-20">positif </bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-21">
          <italic id="_italic-56">terhadap pengelolaan anggaran dana desa</italic>
        </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-29">
        <bold id="_bold-22">Pengaruh </bold>
        <bold id="_bold-23">
          <italic id="_italic-57">Love of money</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-24">terhadap Pengelolaan Dana Desa</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-30"><italic id="_italic-58">Love of money</italic>merupakan perilaku seseorang terhadap uang yang dianggap sebagai simbol kesuksesan dan kekuasaan. Semakin tinggi kecintaan seseorang terhadap uang, semakin besar peluang mereka untuk melakukan tindakan tidak etis demi mendapatkan materi[18]. Kecintaan terhadap uang yang berlebihan mendorong perilaku oportunistik, terutama ketika dihadapkan pada kesempatan dan lemahnya sistem pengendalian internal [23]. Dalam konteks pengelolaan dana desa, aparatur desa memiliki tanggung jawab untuk mengelola anggaran secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan kepentingan masyarakat. Namun, apabila individu memiliki kecintaan yang berlebihan terhadap uang, maka muncul kecenderungan untuk memanfaatkan jabatan dan kewenangan yang dimiliki demi memperoleh keuntungan pribadi. Perilaku tersebut dapat memicu tindakan oportunistik, terutama ketika dihadapkan pada lemahnya pengawasan dan sistem pengendalian internal yang kurang efektif. Semakin tinggi tingkat <italic id="_italic-59">Love of Money</italic> yang dimiliki seseorang, maka semakin besar pula kemungkinan individu tersebut melakukan tindakan tidak etis, seperti manipulasi laporan keuangan, penyalahgunaan anggaran, maupun tindakan koruptif lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa orientasi materialistis dapat mempengaruhi integritas aparatur desa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Akibatnya, pengelolaan dana desa yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat dapat mengalami penyimpangan dan tidak berjalan secara optimal. Berdasarkan uraian tersebut, <italic id="_italic-60">Love of Money</italic> diduga memiliki pengaruh terhadap pengelolaan anggaran dana desa karena tingginya orientasi terhadap uang dapat mempengaruhi perilaku etis aparatur desa dalam mengelola keuangan publik.</p>
      <p id="_paragraph-31">
        <bold id="_bold-25">
          <italic id="_italic-61">H</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-26">
          <italic id="_italic-62">2</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-63">
          <bold id="_bold-27">: </bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-28">
          <italic id="_italic-64">Love of money berpengaruh</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-29">
          <italic id="_italic-65">positif</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-30">
          <italic id="_italic-66">terhadap pengelolaan anggaran dana desa.</italic>
        </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-32">Berdasarkan penjelasan yang dikemukakan diatas, maka digambarkan hipotesisnya sebagai berikut:</p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-33"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image1.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-34">
        <bold id="_bold-31">Gambar 1. Kerangka Penelitian</bold>
      </p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>II. Metode</title>
      <p id="heading-4e6ab06c6878f3c4d76694fe2b431bae">
        <bold id="bold-1">A. </bold>
        <bold id="bold-2">Jenis Penelitian dan Sumber Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-35">Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengaruh antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini menggunakan sumber data primer, yaitu sumber data yang diberikan kepada pengumpul data secara langsung seperti kuesioner. Data primer dinilai lebih akurat dan andal karena didapatkan dalam waktu yang panjang, disesuaikan dengan kebutuhan penelitian, serta penelitian juga terlibat langsung dalam proses pengumpulan data.</p>
      <p id="paragraph-e9d8e5ebebec67be10d09e0b6d9f6f17">B. <bold id="bold-9079e54bb64eb3baf6177b7bf4ffcc29">Populasi dan Sampel</bold></p>
      <p id="_paragraph-36">Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 19 desa di Kecamatan Tanggulangin dengan total sebanyak 165 pegawai. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengambil sampel dari populasi berdasarkan kriteria tertentu seperti aparatur desa yang sudah memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun dan mempunyai jabatan yang tinggi untuk meminimalisir self assesment dalam penilaian kuesioner. Jumlah sample yang diteliti yaitu sebanyak 76 responden.</p>
      <p id="paragraph-ca874d49f3ab88d394931a990d3c6285">
        <bold id="bold-ae750c572f07c1df433ac635279d3389">C. </bold>
        <bold id="bold-d7e8ee39d076b0c80826ecb52787dfae">Teknik Pengumpulan Data </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-37">Teknik pengumpulan data adalah strategi atau pendekatan yang digunakan peneliti untuk memperolah data dalam sebuah penelitian. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei angket atau kuesioner yang bertujuan untuk memperoleh data primer.</p>
      <p id="paragraph-30453b714259210185a62d81ae2ed23b">
        <bold id="bold-6ab465612e32ce21182ea3a8fc10e286">D. </bold>
        <bold id="bold-a18d194dca1face5ec0e531880869943">Definisi Operasional Variabel </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-38">Variabel penelitian merupakan suatu objek kegiatan yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dengan cara diukur dan diamati sehingga mendapatkan informasi atau memahami hubungan sebab akibat suatu fenomena yang telah diteliti. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel independen (bebas) dan variabel dependen (terikat). Berikut merupakan tabel operasional variabel.</p>
      <p id="_paragraph-39">
        <bold id="_bold-32">Tabel 1. Definisi Operasional Variabel</bold>
      </p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-40"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-ded00da083221f5b0bb27b852ba345e6">
              <td id="75f0659b48cf220aff40bbcf31412915">
                <bold id="_bold-33">No</bold>
              </td>
              <td id="6c5bd0e94980e2b8e5a684c23232b865">
                <bold id="_bold-34">Variabel</bold>
              </td>
              <td id="f0f58756a7c65297aaf23bbab238b248">
                <bold id="_bold-35">Definisi</bold>
              </td>
              <td id="6ab133342506294608a191e3b578669b">
                <bold id="_bold-36">Indikator</bold>
              </td>
              <td id="0187dd75c03774dfbaed2c5130dd5766">
                <bold id="_bold-37">Skala</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c8006af6a48223a2acdcb91b50569486">
              <td id="b1371f9fa307970de5524be9472b1f9a">
                <bold id="_bold-38">1.</bold>
              </td>
              <td id="9cc188c05937ac3122bc6108a1beaf87">
                <bold id="_bold-39">Pengelolaan Dana Desa </bold>
                <bold id="_bold-40">(Y)</bold>
              </td>
              <td id="e9f3759f8bbcaa86b7cc54350fdbbdd2">Tingkat akuntabilitas, transparansi, dan kecenderungan tindakan penyimpangan (<italic id="_italic-67">fraud</italic>) dalam siklus anggaran dana desa [6]</td>
              <td id="04a241419343eb9939be06e1b0a6d00d">PerencanaanTransparansiAkuntabilitasParsitipatif</td>
              <td id="95a73b97b40ff36fd64847ea54d76d2c">Likert </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d367c8cd6f5ae88043e9abd924c70abd">
              <td id="491628123a4e58926496f16db529c634">
                <bold id="_bold-41">2.</bold>
              </td>
              <td id="1ba3388fadd50652d9646b2ba7bda8d7">
                <bold id="_bold-42">
                  <italic id="_italic-68">Fraud hexagon</italic>
                </bold>
                <bold id="_bold-43">(X₁)</bold>
              </td>
              <td id="f1afad221ac914c89d6274b2bdaa97e2">Enam pilar pemicu kecurangan (S.C.C.O.R.E) yang mencakup faktor situasional dan organisasional [12]</td>
              <td id="936dd0205debe195772e953e88623a3c">TekananWewenangKerjasamaKesempatanPerilakuTindakan</td>
              <td id="3347ce028a31721ea7cc1c20a741f89f">Likert </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-34a72da7b31afd3d72825c8d504d5e8b">
              <td id="d3971d85e24cde4e6af4fa091cb43bc9">
                <bold id="_bold-44">3.</bold>
              </td>
              <td id="7dfd7f0d023e876e6d9e93d94faf7540">
                <bold id="_bold-45">
                  <italic id="_italic-69">Love of money</italic>
                </bold>
                <bold id="_bold-46">(X₂)</bold>
              </td>
              <td id="5662f723ba2ac20ce180c5ee5d553935">Penilaian psikologis individu terhadap uang sebagai pengukur kesuksesan dan motivasi hidup [18]</td>
              <td id="06ed0739d9d3f5d2d3a1b794f14363b3">Uang sebagai simbol kesuksesanKeinginan menjadi kayaMotivasi kerja berbasis materi</td>
              <td id="293a52a4b1aa325ff4e409cc3c0a6510">Likert </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-41">
        <italic id="_italic-70">Sumber: Diringkas oleh penulis</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-7d1f7d4236ed5e089c7a50f319cdd341">E. <bold id="_bold-53">Teknik Analisis Data</bold> </p>
      <p id="_paragraph-42">Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan bantuan aplikasi statistik (SPSS) untuk mengolah data kuesioner. Analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh inspeksi, pendelegasian wewenang, dan pengendalian internal terhadap kinerja keuangan pemerintah desa.</p>
      <p id="_paragraph-43">Tahapan analisis data adalah sebagai berikut:</p>
      <list list-type="order" id="list-ced383c9f1076ebb6773078989d01b90">
        <list-item>
          <p>Uji Kualitas Data: Uji kualitas data bertujuan untuk memastikan instrumen penelitian layak digunakan melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas digunakan untuk mengukur ketepatan instrumen dalam mengukur variabel penelitian, sedangkan uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi instrumen. Instrumen dinyatakan reliabel apabila memiliki nilai <italic id="_italic-71">Cronbach's Alpha </italic>&gt; 0,60 .</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Uji Asumsi Klasik: Uji asumsi klasik dilakukan untuk memastikan model regresi memenuhi asumsi dasar sehingga hasil analisis dapat memberikan estimasi yang baik. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas .</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-53af73573a73a4a6702ac0f2fe2c72a2">a. Uji Normalitas: Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data residual dalam model regresi berdistribusi normal. Pengujian dilakukan menggunakan <italic id="_italic-72">One Sample Kolmogorov-Smirnov Test</italic>. Data dinyatakan berdistribusi normal apabila nilai Asymp. Sig. &gt; 0,05 .</p>
      <p id="paragraph-32cf2c680c400dc9599cbdf3314d2580">b. Uji Multikolinearitas: Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi yang tinggi antarvariabel independen dalam model regresi. Model regresi dinyatakan bebas dari multikolinearitas apabila memiliki nilai Tolerance &gt; 0,10 dan <italic id="_italic-73">Variance Inflation Factor</italic> (VIF) &lt; 10 .</p>
      <p id="paragraph-5f11bbe2fb3113320e725609e038cff0">c. Uji Heteroskedastisitas: Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya ketidaksamaan varians residual dalam model regresi. Pengujian dilakukan menggunakan Scatterplot. Model regresi dinyatakan tidak mengalami heteroskedastisitas apabila titik-titik pada grafik menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu .</p>
      <p id="paragraph-fe49d6fad0247f6d2bd2b622b0d9ecca">3.  Uji Hipotesis: Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian dilakukan menggunakan uji t (parsial) untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hipotesis diterima apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (Sig. &lt; 0,05) .</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>III. Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-d355e7ab93e352f7b195f4d97797abed">
        <title>
          <bold id="_bold-54">A. Hasil Analisis</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-ef5335a4975b746408e09120dec6a214">a. <bold id="_bold-55">Uji Validitas</bold> </p>
      </sec>
      <sec id="sec-3_1">
        <title>Uji Validitas</title>
        <p id="_paragraph-45">Uji validitas bertujuan untuk memastikan bahwa setiap indikator dalam penelitian mampu menjelaskan konstruk yang diukur secara tepat. Nilai r hitung dari masing-masing item dibandingkan dengan r tabel pada tingkat signifikan 0,05. Item pernyataan dikategorikan valid apabila memenuhi kriteria r hitung lebih besar dari r tabel.</p>
        <p id="_paragraph-46">
          <bold id="_bold-56">Tabel</bold>
          <bold id="_bold-57">.</bold>
          <bold id="_bold-58">1 </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-47">
          <bold id="_bold-59">Uji Validitas</bold>
        </p>
        <table-wrap id="table-figure-0a15ba4b5f11b933182b1d74368cb223">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-002f8825d3b784014fcc276cbdaa74e1"/>
          </caption>
          <table id="table-04d993b902d4fec9ebbc2b5ce41b9a5a">
            <tbody>
              <tr id="table-row-c299de4cc61e68fe0cd7c8ef9cfb9a48">
                <td id="table-cell-a0c6e9bfd5c45b9f702bdbad47a60a2a"> Variabel </td>
                <td id="table-cell-8da499ceb42d23b97f1143211f80d16b"> Item </td>
                <td id="table-cell-edd849dbf57de3159fe402c5808b13fa"> r hitung </td>
                <td id="table-cell-8e0574124a4f8b07039fb558274ff731"> r tabel </td>
                <td id="table-cell-2a687b6049bdf87f9891e3950aa0666e"> Kesimpulan </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ab62e1561a11300495a912dac6fa2f9b">
                <td id="table-cell-f4647acbc5461536a9ba7f67ce0d7c62">Fraud hexagon(X1)</td>
                <td id="table-cell-304ba2d00dec03cf6b32821690dd6c14">X1.1</td>
                <td id="table-cell-b7578168bd6714234c0316c87005af9c">0,906</td>
                <td id="table-cell-f11a4d7f3b91ffaec3c69a7b42fcbb4c" rowspan="14">0,2257</td>
                <td id="table-cell-293f10759ab5f65bdaf712e7b0fcb04f">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-eb6bba0f062a9a089fdbfd76f5e3901d">
                <td id="table-cell-868c9e232a04daaa435457106e34ab63"/>
                <td id="table-cell-4b6e63b9248f7eac91a87643948ff301">X1.2</td>
                <td id="table-cell-fba79336f2a433f1d24ad12db0563d14">0,907</td>
                <td id="table-cell-39c5920fec1feff9336f016dcdecf7d5">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2c2139a52f67486c70f3109408db7396">
                <td id="table-cell-719578e47e591a7ae19ed419e28109c2"/>
                <td id="table-cell-047d0aa0c260e05b1b3bb03643108f9c">X1.3</td>
                <td id="table-cell-79737df9914bc30543a233566cba36b5">0,911</td>
                <td id="table-cell-057f50084e4e6a79fcf806ac6aa79d2b">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-440793603f3351bf7d1adf53fb74e771">
                <td id="table-cell-e178281c621c8e5c04fd25b9fdb9632e"/>
                <td id="table-cell-360cf973f24a1fd3b3e25ebf47096aeb">X1.4</td>
                <td id="table-cell-848dbe10f3e0fd75748d544f30145ee9">0,904</td>
                <td id="table-cell-7315d438e3b78e07728ecc7ebd743326">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3e74f338e73ed73c6ec15f823f1780af">
                <td id="table-cell-e5f015c7342ece8f2469e549b82d9717"/>
                <td id="table-cell-a1169e4cd7816312250dad44a34d165e">X1.5</td>
                <td id="table-cell-ee5b8af618b6da7c57327eb39a98d5c0">0,919</td>
                <td id="table-cell-fc04d744ed2ac2fc2ccb004e53d7e3e5">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-77fba7698b6a1c814cb05bad400718de">
                <td id="table-cell-dc6053dcc945ca22e882d6feb6710698"/>
                <td id="table-cell-a9e98d71043ebefb331e257b1c3f4bcb">X1.6</td>
                <td id="table-cell-c7023592c2ba01d4547622422cc3b455">0,930</td>
                <td id="table-cell-9c1463a0c146c96bc9df84309afae697">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c603cf7d5f44086a2b97436e25633c8e">
                <td id="table-cell-4c5deb9d6bcfaa3ab538ef8be37f52b0">Love of money (X2)</td>
                <td id="table-cell-f7ed0f0ce8d33a3010d1acd4c4b8f28e">X2.1</td>
                <td id="table-cell-5a780fa0eea0ef43288757fbb9e898fa">0,922</td>
                <td id="table-cell-7d0da4858ccd80afaa5ad1ad258cbcfc">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d8fc952828aabe5a17b44863a88f624c">
                <td id="table-cell-765a50c196ff9d561c82f273c8a228f2"/>
                <td id="table-cell-4445fa9e36f37e8299562e250d74ad9e">X2.2</td>
                <td id="table-cell-cb769cffc39b35acce715079021c0f3d">0,921</td>
                <td id="table-cell-89b12ee030fd1070c9c3bc4b08fa7b5a">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e225c1ecac8de42a773d1de6c287b923">
                <td id="table-cell-a81cb11d2baceb5a4b372bc20aa07157"/>
                <td id="table-cell-b2f8cbd3f4cd9fde4b320d796aeb982c">X2.3</td>
                <td id="table-cell-2bb760f8d9aee39e07d3e7ccc9916630">0,870</td>
                <td id="table-cell-66a42ad6455028d0aa1797f37df3c216">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d7c8adbab48fe4ffd62c57bc00ae2e44">
                <td id="table-cell-c9854f8ce0c60671232536aceda4b237">Pengelolaan Dana Desa (Y)</td>
                <td id="table-cell-f71ee968f77bcca72bfd4ca2a1da375d">Y.1</td>
                <td id="table-cell-eeb0e65b2fc8a3c1f9fc953095893d92">0,784</td>
                <td id="table-cell-ea9079f765ff6b00027ba7625a18ac6b">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4eafe5b71f07ddc83b041e877f0ebeac">
                <td id="table-cell-25e7700cdc1f46824ffa5f37d4deb05a"/>
                <td id="table-cell-99712734360ad79b069eb69ef3c9c3e1">Y.2</td>
                <td id="table-cell-458e96ddff692db3d51272c18077e7bf">0,792</td>
                <td id="table-cell-104507a9a5369ac75a75b19394c7a590">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ac5394d55ac80f19c8e1f3e84b4319e5">
                <td id="table-cell-d14b7f13afa353cbe865d2a31b0a9121"/>
                <td id="table-cell-5cdbdf3c47b9ffa6ee6cbb2aa312f650">Y.3</td>
                <td id="table-cell-5db652e836e19d6a69c864b182c289d7">0,772</td>
                <td id="table-cell-16dbbf4df2f045f3dc2e55806481e385">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-64b6bab12a510e24afdd732cac94167f">
                <td id="table-cell-3f6affec52417f33a639844645d1e0cf"/>
                <td id="table-cell-cf46ea435daf01cc5f0f1f0c39418cd6">Y.4</td>
                <td id="table-cell-1ff3417a755aa2ddc8560ae41d7f79ba">0,740</td>
                <td id="table-cell-9b172c1e5044fdd8cac123d2e92553a9">Valid</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4ddf6ace245459981104427774a5c65c">
                <td id="table-cell-ed0b17aa922d55b400620fe246e533e7"/>
                <td id="table-cell-66fb841802bcba97814e2e860aa954ce">Y.5</td>
                <td id="table-cell-782854642c8a225f55f04621301d8340">0,851</td>
                <td id="table-cell-4e144091103671228c0e5c8b7f71cffe">Valid</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-49">Berdasarkan tabel diatas, diketahui keseluruhan item pada masing-masing variabel memiliki nilai corrected item total correation di atas 0,2257. terkait demikian, dapat ditarik garis besar bahwa semua item pernyataan pada masing-masing variabel penelitian dinyatakan valid dan dapat untuk di uji selanjutnya.</p>
        <p id="paragraph-205957358fa76cfa6c36c61c5bd4422a">
          <bold id="bold-77006e407575286866e76196a4ac1d96">Uji Reliabilitas</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-50">Uji reliabilitas dapat menggunakan uji Cronbach’s alpha, yang nilainya akan dibandingkan dengan nilai koefisien reliabilitas minimal yang dapat diterima. Jika nilai Cronbach’s Alpha lebih besar 0,60 maka instrumen penelitian dinyatakan reliabel.</p>
        <p id="_paragraph-51">
          <bold id="_bold-67">Tabel</bold>
          <bold id="_bold-68">.</bold>
          <bold id="_bold-69">2 Uji Reliabilitas</bold>
        </p>
        <table-wrap id="table-figure-ad72ee853b075498c7ecbb488b9edb4b">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-b5792105f7c232677784ff0456abd7ba"/>
          </caption>
          <table id="table-2d1eb1b929354cd2ea6f66d672b7d645">
            <tbody>
              <tr id="table-row-d55a2b6b20527e57bd020eceb68f51d8">
                <td id="table-cell-1310abd59ad62fb5047f6a9da154e450">Variabel</td>
                <td id="table-cell-c931ec567c728dbf10c8917b617f7247">Nilai Alpha Cronbach</td>
                <td id="table-cell-03c27ad07858a0a13dc66e6bbd62625a">Nilai Krisis</td>
                <td id="table-cell-0d76b1dd0261fe76c7312ec253108bee">Keterangan</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4b7dd027a120bf6bf24246e30f31162b">
                <td id="table-cell-6156aead812699be4d7dbd77e6fd94ed">Fraud hexagon (X1)</td>
                <td id="table-cell-1fe73dd74ec79db9e44ead0adb7b6791">0,959</td>
                <td id="table-cell-1e93add0ab52926f1435f22ef13cf7e7" rowspan="3">0,60</td>
                <td id="table-cell-7bbdb19adc2135c96035fae8be43d542">Reliabel</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-06c5673a91810513e078a9c3d5fa6e46">
                <td id="table-cell-c2a8eaa0dd03ae7d30a0ebfd669223cd">Love of money (X2)</td>
                <td id="table-cell-d27bd8e20d558cffd61da987361cf2ba">0,886</td>
                <td id="table-cell-be80ca17b5ef4fead536a66700f5fa15">Reliabel</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-55db77fda3b670e5ab3a99c4291235eb">
                <td id="table-cell-be93857ba919afd075433c8bf234cb12">Pengelolaan Dana Desa (Y)</td>
                <td id="table-cell-8620b2508fb42b5789934b139a30db7f">0,847</td>
                <td id="table-cell-d7f6fb495bf08388a15e46dfc5ee52bc">Reliabel</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-53">Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa nilai cronbach alpha yang diperoleh pada masing-masing variabel adalah di atas 0,60. Terkait demikian, dapat ditarik garis besar bahwa semua variabel penelitian sudah reliabel atau konsisten serta dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya.</p>
        <p id="paragraph-409098a685a3633d3b6fc7356c0b161c">
          <bold id="bold-67a47ea3646fdae1494b063241bce874">Uji Statistik Deskriptif</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-54">
          <bold id="_bold-70">Tabel. 3 Uji Statistik Deskriptf</bold>
        </p>
        <table-wrap id="tbl4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-55"/>
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-3e7970d80193719d849603486886f334">
                <td id="1b9f1598c9fa1d34b3c2679f86956b2b" colspan="6">Descriptive Statistics</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f2d07ba82795e986a8e182884a0528f3">
                <td id="2fcc8eda9093b9f591fbff7407392532"/>
                <td id="c685d1dc5704dcb6c41072270e609d42">N</td>
                <td id="aac90a1fce30b7ce542a9ec519279215">Minimum</td>
                <td id="5a360610e6a733f36e303eac8cb9e8e7">Maximum</td>
                <td id="8599674dc52f715bd677e0a9b360e958">Mean</td>
                <td id="54918d17b683baf7fd95a8ad5d14cad4">Std. Deviation</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0fb1a1cd9ae3215d7b6450781ca8899a">
                <td id="7b24bc231d88dc241d17245b2dbd42de">
                  <italic id="_italic-82">Fraud</italic>
                  <italic id="_italic-83">hexagon</italic>
                </td>
                <td id="188aadde9652fc78027c28b28d88d071">76</td>
                <td id="0ffede44c95e3d1b83ff98f37e413d45">7.00</td>
                <td id="9b7193c713b138d67d11106c2736caf9">28.00</td>
                <td id="6b050f09a36b816cd90bf18656b6ce75">147.895</td>
                <td id="a805b4e75c229ede108f7f789cba6418">722.277</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c81746eda760b5498010214a57e0f285">
                <td id="ba4bd75925ce096eb31ac83c9647ca5e">
                  <italic id="_italic-84">Love of money</italic>
                </td>
                <td id="db971378b811b80acb6f785a8cdb46e3">76</td>
                <td id="e4fef8f89afae42d404dcdb02d904a3c">3.00</td>
                <td id="e709fe1697aa27cb86539eadbf8ece77">14.00</td>
                <td id="b15aefc9811040ef8127feaf5c083520">76.184</td>
                <td id="f942f69700b2eba996cc3c888a1aa2ef">362.939</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3c9fb212b570b225174c35c5764b314d">
                <td id="59a3a383a109409d9f44107ceb0f1a7e">Pengelolaan dana desa</td>
                <td id="5e858e08fd55da8a914f6633b716f033">76</td>
                <td id="554099ea2a237001968946263fcb1431">7.00</td>
                <td id="6086fc70d4f1dfbea3a16aba9c714a8a">24.00</td>
                <td id="f35d3a2c005c50f8695ddf741c349cf2">208.158</td>
                <td id="e0a9c10769d1f392d493f8639cdd7f55">336.931</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cad512481200d1a5cd45256137625876">
                <td id="f2d1616a00742535b3bd082809a20dfb">Valid N (listwise)</td>
                <td id="3666f3d2769756f0b68f3e103cc815a6">76</td>
                <td id="63ea8fbd19aeb7b1477620023ea46609"/>
                <td id="0c381fdf26cbe07dd2f6e2a3ac0b467a"/>
                <td id="098d3889f0aff382f49947bf20b3b32f"/>
                <td id="f858f2b8d3ac246e1ca78fba89925d9d"/>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-56">
          <bold id="_bold-71">
            <italic id="_italic-85">Sumber</italic>
          </bold>
          <italic id="_italic-86">
            <bold id="_bold-72">: data diolah </bold>
          </italic>
          <bold id="_bold-73">
            <italic id="_italic-87">SPSS 27</italic>
          </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-57">Berdasarkan hasil analisis statistic deskriptif terhadap 76  responden, diperoleh gambaran bahwa seluruh variabel penelitian memiliki beberapa kategori rata-rata. Berikut penjelasan masing-masing variable:</p>
        <p id="_paragraph-58">Variabel <italic id="_italic-88">Fraud hexagon</italic> memiliki nilai minimum sebesar 7,00 dan maksimum sebesar 28,00 dengan nilai mean sebesar 147.895 serta standar deviasi sebesar 722.277. Rata-rata ini tergolong sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa responden terhadap <italic id="_italic-89">fraud hexagon</italic> berada pada tingkat yang cukup moderat dalam pengelolaan dana desa. </p>
        <p id="_paragraph-59">Variabel <italic id="_italic-90">Love of money</italic> memiliki nilai minimum sebesar 3,00 dan maksimum sebesar 14,00 dengan nilai mean sebesar 76.184 serta standar deviasi sebesar 362.939. Rata-rata ini tergolong sedang namun cukup rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa responden terhadap <italic id="_italic-91">Love of money</italic> berada pada kategori moderat .</p>
        <p id="_paragraph-60">Variabel dana desa memiliki nilai minimum sebesar 7,00 dan maksimum sebesar 24,00 dengan nilai mean sebesar 208.158 serta standar deviasi sebesar 336.931. Rata-rata ini tergolong tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa responden terhadap pengelolaan dana desa cukup baik.</p>
        <p id="paragraph-b28a8f8416221ee3c3151899a603b7dd">
          <bold id="bold-73f092b3d56b6838cdbe5c75f7a62618">Analisis Regresi Linier Berganda</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-61">Analisis regresi merupakan analisis yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Berkut ini adalah hasil analisis regresi linier berganda :</p>
        <p id="_paragraph-62">
          <bold id="_bold-74">Tabel</bold>
          <bold id="_bold-75">.</bold>
          <bold id="_bold-76">4 Analisis Regresi Linier Berganda</bold>
        </p>
        <table-wrap id="table-figure-0b75b250019ef005e98815b16573855d">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-71a145fb60bc8298468b3f030231ad43"/>
          </caption>
          <table id="table-e43993afdfe2b5c79fa124262ce0ee40">
            <tbody>
              <tr id="table-row-70fc8237ab660f93221a0d75ccea5523">
                <td id="table-cell-424b12a8215a094cba8d9adc2e246b85" colspan="7"> Coefficients a </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c6dd74fa26acbce24a36b7f070322160">
                <td id="table-cell-47fb5aa6e2c10213e9377344fdb30f63" colspan="2">Model</td>
                <td id="table-cell-f2bcd7afd9df5706e8144eb8bee4aa8f" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-2f612b20e195db7f0b5e6aeab1d9be16">Standardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-91ac02e37b9cfd04ba3440b1a35ef417" rowspan="2">t</td>
                <td id="table-cell-a0e0d0e05ca92422f07639e84ff14bc3">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b0920aac96f75247da7d047ed4df92bf">
                <td id="table-cell-ef108a37ad49ba9bf45b9c485551a10b" rowspan="3">1</td>
                <td id="table-cell-6eb78d5723700f9b9045f571566d3489">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-ae996432f691b201efa80a9a5f43c5ec">B</td>
                <td id="table-cell-d1d2860ae1c582e0f314d1eb94b24df7">Std. Error</td>
                <td id="table-cell-90478719e321d5d3eb241aec81210671">Beta</td>
                <td id="table-cell-8953a99a208f5918e8ab14b05a472870"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-5724384222350c2f6508a9ced6303454">
                <td id="table-cell-ad225659651060156f1113e262b13ca6"> Fraud hexagon </td>
                <td id="table-cell-8432ec7dfb707dc84cdfee3b3593bdeb">24.375</td>
                <td id="table-cell-39d2a8e8607fef9795af88c517aa564a">.768</td>
                <td id="table-cell-0c679d92fc2c764ee80792c51ee5890d"/>
                <td id="table-cell-7674bf1e7f5fa3277c65c68c9abd4a36">31.731</td>
                <td id="table-cell-0350913bb193bcffd570b1d06806f368">&lt;.001</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-23c704438746eb95179dc0bd19f95d5e">
                <td id="table-cell-34e8aeae89f0936132219034126caf95"> Love of money </td>
                <td id="table-cell-03a76e1e30ae4b32f8bcfd7f4f9f4b9e">-.361</td>
                <td id="table-cell-25c19ba805d50c71765b53aeabcf648f">.097</td>
                <td id="table-cell-124919418e42e2edc12a174206009b82">-.774</td>
                <td id="table-cell-3a73c5eb5daca8ba2ea26a086249221d">-3.725</td>
                <td id="table-cell-f75872df8ec6fe9e4cf5364ae20b4dd4">&lt;.001</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bb98160b79648403ac5b2f2cb6b275c3">
                <td id="table-cell-08b7b5665988703c6ff1b6fd3e96af91"/>
                <td id="table-cell-eb4a33faa74e8c21ad1fb0bca6882fa3"/>
                <td id="table-cell-f97e36cd68a17b0ace52d110dd2315a7">.233</td>
                <td id="table-cell-740f1fd314f129b39de2303aff8909c5">.193</td>
                <td id="table-cell-a501a497c8ab10912eac9a0bfe6b6b9f">.251</td>
                <td id="table-cell-d2bbd5d12045b5b9e627e17d2186ff63">1.211</td>
                <td id="table-cell-098152f8e9daf44bbbd97ea7aacad00a">.230</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-718f6e8bbf0afcb0254ed3c0915db193">
                <td id="table-cell-88bd2cfb6559d6262e95d29fa4cd898d" colspan="7">a. Dependent Variable: Pengelolaan dana desaSumber: data diolah SPSS 27</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-64">Berdasarkan tabel diatas, dapat dibuat persamaan sebagai berikut :</p>
        <p id="_paragraph-65">Y = 24.375 - 0,361X1 + 0,233X2 + e</p>
        <p id="_paragraph-66">Dari persamaan regresi tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut :</p>
        <list list-type="order" id="list-847849d10a44219721b7de239f7342bc">
          <list-item>
            <p>Nilai konstanta sebesar 24,375. Artinya tanpa adanya variabel <italic id="_italic-97">fraud</italic><italic id="_italic-98"> hexagon</italic>, dan <italic id="_italic-99">Love of money</italic> maka nilai variabel terikat terhadap pengelolaan dana desa yaitu senilai 24,375</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Koefisien variabel bernilai negatif -0,361 yang artinya apabila <italic id="_italic-100">fraud</italic><italic id="_italic-101"> hexagon</italic> (X1) bertambah satu satuan maka nilai pengelolaan dana desa akan menurun sebesar 0.361</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Koefisien variabel bernilai positif 0.233 yang artinya apabila <italic id="_italic-102">Love of money</italic> (X2) bertambah satu satuan maka nilai pengelolaan dana desa (Y) meningkat sebesar 0.233</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="paragraph-8e43701d6f407ea226e644beb5ad66f0">
          <bold id="bold-49bb66b06517f806b16503a2c1253010">Uji Parsial (Uji t)</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-67">Uji parsial dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat signifikan pengaruh variabel bebas secara persial terhadap variabel terikat. Untuk pengujian hipotesis secara parsial dapat dilakukan dengan cara membandingkan antara nilai t hitung dengan t tabel. Apabila t hitung lebih besar dari t tabel, artinya terdapat alasan yang kuat untuk hipotesis satu (H1) diterima dan menolak hipotesis nol (H0), demikian sebaliknya. Dimana dapat dinyatakan berpengaruh parsial apabila nilai signifikan &lt; 0,05 . Berikut hasil uji parsial dalam penelitian ini :</p>
        <table-wrap id="table-figure-e92b3acf229624eaf1d3f99f584f53fe">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-952fcf4106989b4934b868249bcfe274"/>
          </caption>
          <table id="table-46f093be5cebded0a74fe8b1e9b6df4d">
            <tbody>
              <tr id="table-row-f94d6d6ed7e021dbd400687bd5154d2d">
                <td id="table-cell-f2bea6b463fbe90b9e37824104c400fa" colspan="7"> Coefficients a </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8b16640da1dc36a19e6d378cbdad431d">
                <td id="table-cell-b8bf518c180251347c64bf03ce0655b5" colspan="2">Model</td>
                <td id="table-cell-384b6ecf58b4052979f7aab7e347ce67" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-ad1f17eb0c56ac0711514a796f60a9df">Standardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-b6243cd48011b853992d00634ce78fae" rowspan="2">t</td>
                <td id="table-cell-18e3f65a222b3f528350b3a97cf073bd">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2c588d668915bddd40abd8c2acc77b51">
                <td id="table-cell-4b8418733691724755d2c79b784e6e67" rowspan="3">1</td>
                <td id="table-cell-7767bd07502fb918c2801dbe65819d93">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-71582a223e192c1acb5f0cdf1cc2ea96">B</td>
                <td id="table-cell-f721b28aece47373cc2e2d820c70bcea">Std. Error</td>
                <td id="table-cell-4e6299c89804afa33551a83d33b6eab3">Beta</td>
                <td id="table-cell-aa8ba3cd6ebd54d43e37ba3f3e05da52"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-19b94e0e88f331ff1fd09361f1934eb3">
                <td id="table-cell-2cef9897a4c74dc9829c71212ade5d38"> Fraud hexagon </td>
                <td id="table-cell-0ef63babf3b00749ebec93be92823e0e">24.375</td>
                <td id="table-cell-20d1c1a82300dc80986725b4ad6dd333">.768</td>
                <td id="table-cell-fe9dec58d42bda7c873c2e3ba2fe0fdd"/>
                <td id="table-cell-a0db42bab18788bb6f78c6044d9a434e">31.731</td>
                <td id="table-cell-6533b849212e2ef3df46a5c8fc5b56d8">&lt;.001</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cbc670dbb1af473bfa4aaa92005dd713">
                <td id="table-cell-71de22b53761d3fb9ca350edd0abc648"> Love of money </td>
                <td id="table-cell-b564468d9a4a4bf8452c29de3bfbab0d">-.361</td>
                <td id="table-cell-42d863423791bfb60df3f6bf932f5fed">.097</td>
                <td id="table-cell-202e3b712b0e9f79c0d82eb044464c3a">-.774</td>
                <td id="table-cell-94fdbab4612d8574e49827fa4fe55af4">-3.725</td>
                <td id="table-cell-c33c0aedfbe6906494e12601ef5a3dc4">&lt;.001</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9e048d4efc430c90e617d5fed1cb15d7">
                <td id="table-cell-2eac1519cdca8dc661c9f809ba7c6a45"/>
                <td id="table-cell-d77a6336eee1d6ab3044ab344bdac97b"/>
                <td id="table-cell-36cfd602ab5ca89b0807e40ca1fbea72">.233</td>
                <td id="table-cell-05184cb474287419ce8bc13c69e6d7e2">.193</td>
                <td id="table-cell-d92609a2a6829423bc9903e137830ac7">.251</td>
                <td id="table-cell-280bc5912d205034ecffd9e187428a9d">1.211</td>
                <td id="table-cell-27aa0d5fbeaa38bbc34a794eec69aa4a">.230</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ab152bb4ae8b202af15243f6b10f6372">
                <td id="table-cell-603bbe34328f59aaebcd009a184c89cf" colspan="7">a.Dependent Variable: Pengelolaan dana desa</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-69">Pada tabel di atas dapat di jelaskan sebagai berikut :</p>
        <p id="paragraph-9a825ab1357276441c17f9b5c395a5b6">a. H<sub id="_subscript-2">1</sub> : <italic id="_italic-112">Fraud</italic><italic id="_italic-113"> hexagon</italic> berpengaruh terhadap pengelolaan dana desa </p>
        <p id="_paragraph-70">Berdasarkan tabel di atas, variabel <italic id="_italic-109">fraud hexagon</italic> memperoleh nilai signifikan sebesar 0,001&lt; 0,05. Artinya variabel <italic id="_italic-110">fraud</italic><italic id="_italic-111"> hexagon</italic> berpengaruh negatif signifikan terhadap pengelolaan dana desa, atau H<sub id="_subscript-1">1</sub> ditolak</p>
        <p id="paragraph-b2781b574c0b594c9dc9fa9a6f38b59d">b. H<sub id="_subscript-3">2</sub> : <italic id="_italic-114">Love of money</italic> berpengaruh terhadap pengelolaan dana desa</p>
        <p id="_paragraph-71">Berdasarkan tabel diatas, variabel <italic id="_italic-115">Love of money</italic> memperoleh nilai signifikan sebesar 0,230&gt; 0,05. Artinya secara persial variabel <italic id="_italic-116">Love of money</italic> tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan dana desa, atau H<sub id="_subscript-4">2</sub> ditolak.</p>
        <p id="paragraph-df90d82304e6b3dec993ed2be372c85b">
          <bold id="bold-cce56589416fd8465c6652dc3d6efc6a">Uji Koefisien Determinasi (R)</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-72">Pengujian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi dari variabel dependen. Nilai koefisien determinasi dinyatakan dalam bentuk <bold id="bold-5f0033e1ebc1a46a78206f13e937d9f4">Adjusted R²</bold><bold id="_bold-86">,</bold> yang berkisar antara 0 hingga 1.</p>
        <p id="_paragraph-73">
          <bold id="_bold-87">Tabel 6 Uji Koefisien Determinasi</bold>
        </p>
        <table-wrap id="tbl7">
          <label>Table 7</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-74"/>
          </caption>
          <table id="_table-7">
            <tbody>
              <tr id="table-row-0c3fbd1ec52a8d7cc1e573ce5903cdd6">
                <td id="a4984155e7942476bc23f21ad12e92f1" colspan="5">
                  <bold id="_bold-88">Model Summary</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-30bff04446a4701553eab2d96b1be435">
                <td id="e9b3bd5280c785d453b13be54607f166">Model</td>
                <td id="c3c106d91cada11e4a46ac88036a9730">R</td>
                <td id="bafb9c6f618b9d4545fca2d031e6aa10">R Square</td>
                <td id="667f60c1062b40f57ac964d195cbb44d">Adjusted R Square</td>
                <td id="cdcd541b9d9af28d7acf4bc6f8b91c77">Std. Error of the Estimate</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-620332aa7c180d778ce3dd57ccf45eea">
                <td id="cd14257cf718308bd192e14282717832">1</td>
                <td id="31b019b8a258d20d9fe22aa92dc36513">.563<sup id="_superscript-6">a</sup></td>
                <td id="d32af560f655df2fb0bdb5ca428cfd73">.317</td>
                <td id="f95e8b4976f13bad1d6b77b2a398d103">.299</td>
                <td id="794da52a72b691e5d36d78f09a83364a">2.82146</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-88dda2804d44d34d48f86061fb50b067">
                <td id="b051a0f99954adcdd3a4fb309a9d2e69" colspan="5">a. Predictors: (Constant), <italic id="_italic-117">Love of money</italic>, <italic id="_italic-118">Fraud</italic><italic id="_italic-119"> hexagon</italic><italic id="_italic-120"><bold id="_bold-89">Sumber</bold></italic><italic id="_italic-121"><bold id="_bold-90">: data diolah </bold></italic><italic id="_italic-122"><bold id="_bold-91">SPSS 27</bold></italic></td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-75">Berdasarkan hasil yang disajikan tabel diatas, menunjukan nilai R Square sebesar 0,317 atau 31,7%. Artinya variabel pengelolaan dana desa dapat dijelaskan oleh variabel <italic id="_italic-123">fraud hexagon</italic>, dan <italic id="_italic-124">Love of money</italic> sebesar 31,7%, sedangkan sisanya dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian</p>
        <p id="paragraph-088824b1658e4f3ef67de765fd18cd9b">
          <bold id="_bold-92">Uji Reabilitas</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-76">Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian dapat menghasilkan jawaban yang konsisten dari responden. Artinya, apabila kuesioner digunakan kembali dalam kondisi yang sama, maka hasil yang diperoleh akan tetap stabil dan tidak jauh berbeda. Reliabilitas digunakan untuk melihat konsistensi hasil pengukuran suatu instrumen penelitian .Suatu variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai <italic id="_italic-125">cronbach’s alpha</italic> &gt; 0.60 Nummaly. Uji validitas pada penelitian ini adalah sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-77">
          <bold id="_bold-93">Tabel </bold>
          <bold id="_bold-94">6</bold>
          <bold id="_bold-95">. </bold>
          <bold id="_bold-96">Hasil Uji </bold>
          <bold id="_bold-97">Reabilitas</bold>
        </p>
        <table-wrap id="tbl8">
          <label>Table 8</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-78"/>
          </caption>
          <table id="_table-8">
            <tbody>
              <tr id="table-row-644975c65fee2c8c3b4374649e7ce191">
                <td id="24c9d4e9af0380c7416c111dd222c530">
                  <bold id="_bold-98">Variabel</bold>
                </td>
                <td id="b994959de857cb0a1b509b0df2843c80">
                  <bold id="_bold-99">
                    <italic id="_italic-126">Cronbach’s Alpha</italic>
                  </bold>
                </td>
                <td id="2733fcd59a5b14572bd376d20e2f2db0">
                  <bold id="_bold-100">Kesimpulan</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4064b731ada6468eb39274f47b00f925">
                <td id="30d268742dadf17baeda565cd9551506">Inspeksi (X1)</td>
                <td id="89802a1dde99fc26c4b35ec8587dbb3a">0.863</td>
                <td id="b605710926bb6ef19f1ba608e352dec6">
                  <italic id="_italic-127">Reliable</italic>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7df5cdd826a4be515179c3be6967e29c">
                <td id="4be836f8ad7196e25fb1940bcffb86f0">Pendelegasian Wewenang (X2)</td>
                <td id="e48c9d1c7bccb631197b0f901c489687">0.732</td>
                <td id="33ffac5294e3896c063f1a2f35718e31">
                  <italic id="_italic-128">Reliable</italic>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-fa8d566704a97e94a64fad777bff127a">
                <td id="d76c2281af4a9cd2534300680bf42771">Pengendalian Internal (X3)</td>
                <td id="da4656aa2802d57c2f2976b2fa921a74">0.832</td>
                <td id="fbcdba363c85b70bb51935bb29a3f091">
                  <italic id="_italic-129">Reliable</italic>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ec4c2f4133686dbc307b607a08b4d716">
                <td id="67160097e8c222e5c8666209e6984d52">Kinerja Keuangan Pemerintah Desa (Y)</td>
                <td id="b37a1dd78b98d467df349d61d275c7b5">0.796</td>
                <td id="8d21ee9293d37a70c67e07a0882e8cd8">
                  <italic id="_italic-130">Reliable</italic>
                </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-79">
          <bold id="_bold-101">
            <italic id="_italic-131">Sumber: Data diolah oleh SPSS</italic>
          </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-80">Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa <italic id="_italic-132">Cronbach’s Alpha</italic> lebih dari 0.60 maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel tersebut reliable.</p>
        <p id="paragraph-6f07dfa0fd131788bfe6179c72092120">b. <bold id="_bold-102">Uji Asumsi Klasik</bold> </p>
        <p id="paragraph-4999f7eaa074712e8be30f65ea593dc7">
          <bold id="bold-d156ed84e5b538b895b63c6997d6ea57">a) </bold>
          <bold id="bold-f09bb7c0caddeac3ef15bb390554d2ae">Uji Normalitas</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-81">Uji  normalitas  digunakan  untuk  menguji  variabel  dependen  dan  independen  dalam  model  regresi  apakah sudah  terdistribusi  dengan  normal.  Dalam  hal  ini  peneliti  melakukan  uji  normalitas  dengan  menggunakan  uji <italic id="_italic-133">kolmogrov-Smirnov</italic>, dengan hasil pengujian sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-82">
          <bold id="_bold-103">Tabel </bold>
          <bold id="_bold-104">7</bold>
          <bold id="_bold-105">. </bold>
          <bold id="_bold-106">Hasil Uji Normalitas</bold>
        </p>
        <table-wrap id="table-figure-fa3fdb99bb165d87bff1c4a5cf02b734">
          <label>Table 9</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-b23c883da6ca9478eca1135fae4e1deb"/>
          </caption>
          <table id="table-433bf04de05f0ff3d843dadc036a1f3f">
            <tbody>
              <tr id="table-row-bdda401055726b235a370cb64d8f18d4">
                <th id="table-cell-60f466d2dacec30bb498a901d7379127" colspan="4"> One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-d77c4c0a91f4d152beab83ed778cd4be">
                <td id="table-cell-79a342def4657dd5aad33b8338f326ca" colspan="2"/>
                <td id="table-cell-06a4ea93277cf1827ab861610adeae7d" colspan="2"> Unstandardized Residual </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e46df2ce20d73ea65e2639e3d8154aa7">
                <td id="table-cell-86f707c0266d1ba1515e8d494deea7d9" colspan="2"> N </td>
                <td id="table-cell-9eed01079295c0bde270720d85af8643" colspan="2">100</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-77f2bd1c356934a18a5e314583b84167">
                <td id="table-cell-116e50d45c97adec8162203bb4740cbd"> Normal Parameters a,b </td>
                <td id="table-cell-b1cf27d1b85813a39dbc72c196e89cd9"> Mean </td>
                <td id="table-cell-889208e9134dd43ce23a6290fd9e4c11" colspan="2">.0000000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f597dee9891d83323ecab6347fc6c56f">
                <td id="table-cell-ea39d9dfdef2e8590297980d06081354"/>
                <td id="table-cell-8eb8053a086f06d7b6a8ec85ed441d5c"> Std. Deviation </td>
                <td id="table-cell-628482a8bdf1ee70c1cb142f37bf10c3" colspan="2">2.15476214</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5499b6a9f9a4d464ac8bff398d8aeafe">
                <td id="table-cell-1de603d529c316993b0708c42a43530b" rowspan="3"> Most Extreme Differences </td>
                <td id="table-cell-0aa044b796fb0a4727268b09d33c331f"> Absolute </td>
                <td id="table-cell-77df202b08ade050394b92efb4193c2b" colspan="2">.062</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-036f658a7098a570dc1e0d98dc125cc4">
                <td id="table-cell-d49f27e369c576eec5641e5e7c9d1d6e"> Positive </td>
                <td id="table-cell-27ea4681f6073b0681ff0ea9ba15cd18" colspan="2">.040</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bd3d1f0d69855f4d96dc81c2da891f7c">
                <td id="table-cell-71bab8f4c86481762bb300f32c878f29"> Negative </td>
                <td id="table-cell-b437dadb17d1e405c1aefb8a88f47aef" colspan="2">-.062</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-19307b69c141f2a75eaff18d96478a2b">
                <td id="table-cell-4945df95da54dd8b6a48dff05f80b4a8" colspan="2"> Test Statistic </td>
                <td id="table-cell-fa85784ae692339f195a522af4fb4174" colspan="2">.062</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d4166e3bd86f1c65a8eddb5ca54bd36b">
                <td id="table-cell-8bc3dab2a9fcf039a6024d21faf040a2" colspan="2"> Asymp. Sig. (2-tailed) c </td>
                <td id="table-cell-b1c0945a729fd74fd27b5f6ade150209" colspan="2">.200d</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-84">
          <bold id="_bold-108">
            <italic id="_italic-148">Sumber: Data diolah oleh SPSS</italic>
          </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-85">Nilai residual dapat dikatakan normal apabila nilai <italic id="_italic-149">Asymp Sig</italic> &gt; 0.05. Berdasarkan hasil diatas, dapat diketahui  bahwa  nilai <italic id="_italic-150">Asymp  Sig</italic> sebesar  0.200.  Yang  berarti  nilai  tersebut  lebih  dari  0,05  sehingga  mempunyai distribusi data yang normal.</p>
        <p id="paragraph-b8bc14542a89d86a1e6b7cbef1aec208">
          <bold id="bold-c5085424f66f6e67759c1196ed4d20dd">b) </bold>
          <bold id="bold-64cbcc2f9a97cf130eaf8998518c74c1">Uji Multikolinearitas</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-86">Uji  Multikolinearitas  dilakukan  untuk  menentukan  apakah  terdapat  hubungan  antar  variabel  independen. Multikolinearitas akan ditemukan jika terjadi dua atau lebih variabel independen memiliki hubungan korelasi tinggi, yang dapat mengganggu kestabilan koefisien dalam regresi serta interpretasi hasil menjadi bias . Hasil pengujian ditunjukkan oleh tabel berikut :</p>
        <p id="_paragraph-87">
          <bold id="_bold-109">Tabel </bold>
          <bold id="_bold-110">8</bold>
          <bold id="_bold-111">.</bold>
          <bold id="_bold-112">Hasil</bold>
          <bold id="_bold-113">Uji Multikolinearitas</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-88">
          <bold id="_bold-114">Coefficients</bold>
          <bold id="_bold-115">
            <sup id="_superscript-10">a</sup>
          </bold>
        </p>
        <table-wrap id="table-figure-38ef942a3f87b5050aaa99616b6d821b">
          <label>Table 10</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-f06576e63304f106751296aac8f375b2"/>
          </caption>
          <table id="table-9c3165d0c323e35f6ab6f1bca9f3afb6">
            <tbody>
              <tr id="table-row-2e658f17f798c59a43021c0b5691d795">
                <td id="table-cell-c65e5aa08396921bf738161605205ae8" rowspan="2" colspan="2">Model</td>
                <td id="table-cell-1e12dd18a587ae076c8f4659f3a7a7ea" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-7c8c856d3761c725ba44cf210e812cae">Standardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-f3e43b79504d6044b6e7dc60f3571291" colspan="2">Collinearity Statistics</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d481fc197b9023aa6c6a67bc7349ad09">
                <td id="table-cell-15c2757bab7af94331051de4c7ff2f89">B</td>
                <td id="table-cell-6dec067f6115d888505deadb41dc5ac0">Std. Error</td>
                <td id="table-cell-e1e8b25abdf7f433261af684883cb095">Beta</td>
                <td id="table-cell-4d33ce79af2e683816d4b9e4c957563a">Tolerance</td>
                <td id="table-cell-a3b56efa0f79bf88577f8381b3c7aa59">VIF</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cd9edb59594e30288be1f55202211770">
                <td id="table-cell-31ef8c10fa30a882af6a324a388bd898" rowspan="4">1</td>
                <td id="table-cell-71ca33f0a74356b0f9bbd38d4bb96478">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-1cd44c88e5048ee157c0200057b8c4c9">15.558</td>
                <td id="table-cell-9f42d6b497a209d1c9fbc1614e6ef56c">2.615</td>
                <td id="table-cell-5efc2dccbd85c19f086f679e48b80c9f"/>
                <td id="table-cell-81c005de398d9a11d8a8c95db4bdbb19"/>
                <td id="table-cell-544f9ebeff9df1e493bc0b5bc1dad445"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-f2cd471dd76f90ab284a50cb476f9061">
                <td id="table-cell-0ad7ae5783517b23e9e1e1e1c4c3c24d">INS_X1</td>
                <td id="table-cell-a762a62ee4f76aafe3056bd3845e5f7e">.483</td>
                <td id="table-cell-4ecae2473896c832b58a941e229b4970">.158</td>
                <td id="table-cell-119200e502aaa721cde9dba606edfe15">.382</td>
                <td id="table-cell-1c9fb18f44498dc7e5ef87f08de94a75">.496</td>
                <td id="table-cell-0405a87b2925c726333ae8942d70483f">2.015</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-021316961c34a0bf30842de102c9756e">
                <td id="table-cell-ee4439d328ad9992435765caaa0fcc5c">PW_X2</td>
                <td id="table-cell-a75d1ca385c862dd541beb7c4a5db90f">.401</td>
                <td id="table-cell-1ad5a180c5864b66efbb887ca4c92fe8">.171</td>
                <td id="table-cell-c68379e4b47ca0ac7bac792fad584004">.262</td>
                <td id="table-cell-4effdced2fd26d0bc563a8eb84bdcd30">.612</td>
                <td id="table-cell-47c5b6f3cf3746e52caef6ff8c8e96f1">1.633</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4813c96cb0ebe01fe6583eabe326bbb1">
                <td id="table-cell-1ff890c161cf88c2367d5f2cf57feae4">PI_X3</td>
                <td id="table-cell-356b0c28f45f987e6db199af2d3d458d">.221</td>
                <td id="table-cell-eb0d91090b5c8703a60550ff31cf4311">.102</td>
                <td id="table-cell-e3fd2e7a255d40cb40b3d3bf24e15ee8">.223</td>
                <td id="table-cell-9e3eb1e49a65ca5d8981b276852abd88">.719</td>
                <td id="table-cell-4b0697105995c21f6a7f2b39788d02b8">1.391</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-90"> a. Dependent Variable: Kinerja Keuangan Pemerintah Desa </p>
        <p id="_paragraph-91">
          <bold id="_bold-116">
            <italic id="_italic-151">Sumber: Data diolah oleh SPSS</italic>
          </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-92">Hasil uji multikolinearitas dapat ditentukan jika nilai tolerance &gt; 0,10 dan nilai VIF &lt; 10 maka tidak terjadi multikolinearitas [73]. Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa nilai tolerance Inspeksi (X1) sebesar 0.496 Pendelegasian Wewenang (X2) sebesar 0.612 dan Pengendalian Internal (X3) sebesar 0.719 yang  berarti seluruhnya memiliki nilai tolerance &gt;0.10.  Selain  itu  nilai  VIF Inspeksi (X1) sebesar 2.015  Pendelegasian Wewenang (X2) sebesar 1.633  dan Pengendalian Internal (X3) sebesar 1.391 yang berarti seluruhnya memiliki nialai VIF &lt;10. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas antar variabel independen dalam penelitian ini.</p>
        <p id="paragraph-95902f95764659ff5362dfce59d411a9">c. <bold id="_bold-119">Uji Heteroskedastisitas</bold> </p>
        <p id="_paragraph-93">Hasil dari uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini ditunjukkan oleh gambar berikut :</p>
        <p id="_paragraph-94">
          <bold id="_bold-120">Tabel </bold>
          <bold id="_bold-121">9</bold>
          <bold id="_bold-122">.</bold>
          <bold id="_bold-123">Hasil</bold>
          <bold id="_bold-124">Uji </bold>
          <bold id="_bold-125">Multikolinearitas</bold>
        </p>
        <fig id="fig2">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-95"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-96">
          <bold id="_bold-126">
            <italic id="_italic-152">Sumber: Data diolah oleh SPSS</italic>
          </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-97">Berdasarkan hasil uji heterosktedastisitas tersebut, dapat diketahui bahwa titik-titik menyebar secara acak dan  tidak  membentuk  pola  tertentu,  sehingga  dapat  disimpulkan  bahwa  dalam  penelitian  ini  bebas  dari  gejala heteroskedastisitas. </p>
        <p id="paragraph-e462528506a6ce59c36904ae4ac70285">c. <bold id="_bold-127">Uji Hipotesis</bold> </p>
        <p id="_paragraph-98">Dengan menggunakan uji secara parsial atau uji t pada penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebenaran hipotesis hasil uji t secara parsial diuraikan yaitu:</p>
        <p id="_paragraph-99">
          <bold id="_bold-128">Tabel </bold>
          <bold id="_bold-129">10</bold>
          <bold id="_bold-130">.</bold>
          <bold id="_bold-131">Uji Hipotesis</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-100">
          <bold id="_bold-132">Coefficients</bold>
          <bold id="_bold-133">
            <sup id="_superscript-11">a</sup>
          </bold>
        </p>
        <table-wrap id="table-figure-4e4e8266dfd7ea0d7453e4569fa54d7d">
          <label>Table 11</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-99a716a8936dabf4a01915df125b02e7"/>
          </caption>
          <table id="table-31674826073591c91d6b8556a54e8472">
            <tbody>
              <tr id="table-row-fc20e133eb3bc5fcad504f58de4b1f58">
                <td id="table-cell-d5e3aa53e33789a3d482223b559265ff" rowspan="2" colspan="2">Model</td>
                <td id="table-cell-045b41144b5921346e61f2e1bda94299" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-26d2dea4f7ef464e7f78a3a60b9c324c">Standardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-368f772e00c53992cdc4ad533e9f758a" rowspan="2">T</td>
                <td id="table-cell-11e8fffb77db175a2b2ab5f4ab823c13">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5196fa00aecec6641ec14ca19455726f">
                <td id="table-cell-9d23c037531c01817dc91d0387578e55">B</td>
                <td id="table-cell-636c2ffaa23f765f5bcb3793a3cdfb09">Std. Error</td>
                <td id="table-cell-980fbeced79448de343a9fa871b63222">Beta</td>
                <td id="table-cell-137667e6ad684f243dd15f3c0018c164">Std. Error</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8e2a70d51b6b638f713e459c46b848aa">
                <td id="table-cell-82bc56a21ffbbae51ed59a712a803976" rowspan="4">1</td>
                <td id="table-cell-b4d0c26641768ec96a841c1d59cea725">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-25d96b2015c88f8739cb5374956a97f5">15.558</td>
                <td id="table-cell-d4db2a6ac078a2a336038c1987fb4fd1">2.615</td>
                <td id="table-cell-c047dbdb9e4b9455f926cc7d7568fe55"/>
                <td id="table-cell-8ee72dfe65e981b7d3aeb79f8f19d2ee">5.949</td>
                <td id="table-cell-deb66b8b75f583aab705f7d9dcfe4a46">&lt;.001</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1d4cc2ba671e46f1f03aa9038618adf4">
                <td id="table-cell-40f77173a4b4f8775914ce6e340ef958">INS_X1</td>
                <td id="table-cell-470011d3e4445dccc68717ce63fd4a95">.483</td>
                <td id="table-cell-c47bb673c12a40f58bd2bd4798093754">.158</td>
                <td id="table-cell-38418abca74d50d76d3b873caeeb3be2">.382</td>
                <td id="table-cell-390cc4b03b8fcc7d7fe6b8074b26d4f0">3.065</td>
                <td id="table-cell-32753ee75b26476a3d6cd1b45cc18ae5">.003</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8f565c56e7e0445339dda8b070308168">
                <td id="table-cell-18d3d604db25e0b5122208ce8096071c">PW_X2</td>
                <td id="table-cell-20d50eaf1c39d994cd4e49c38a04e7fb">.401</td>
                <td id="table-cell-c9459383d74c937d7ca34b83a1f6415e">.171</td>
                <td id="table-cell-a635e8e121d4f147fd63a65060df7368">.262</td>
                <td id="table-cell-75043a0e964c5d2510758c3e1a2788d4">2.338</td>
                <td id="table-cell-b4b3c2a06d2699cbee6ed261f5e5330d">.021</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-42aedb95309f5e150315fb25d0ce9390">
                <td id="table-cell-fb43032c70257cc3f3fcf4b72333c0d2">PI_X3</td>
                <td id="table-cell-fb7e862d4ff81ad59f76f86f742c18b1">.221</td>
                <td id="table-cell-40b3e35b75cb2c113e99819542d4d6bc">.102</td>
                <td id="table-cell-b9a01e7f1ae1bed5bcaf95dc16767a4d">.223</td>
                <td id="table-cell-f10cdcd81bf4a40d072c9abd09474423">2.155</td>
                <td id="table-cell-2267e74a872681625583f93a405e3fc5">.034</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-102">
          <bold id="_bold-134">
            <italic id="_italic-153">Sumber: Data diolah oleh SPSS</italic>
          </bold>
        </p>
        <p id="paragraph-4370b1cb96a396fc3407fc896256ad63">a. <bold id="bold-0a3004384796e31f473a138cbe8384b1">Pengujian Inspeksi Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Desa</bold></p>
        <p id="_paragraph-103">Berdasarkan hasil uji t parsial, variabel inspeksi memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,003. Nilai tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan, yaitu 0,05  (0,003 &lt; 0,05). Dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa inspeksi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah desa. Oleh karena itu, hipotesis yang menyatakan bahwa inspeksi berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah desa di Kecamatan Beji dapat diterima.</p>
        <p id="paragraph-a0fd5f72de47227113f4988ad7ad7795">b. <bold id="bold-0be4f21e0ce4fb64f60b8618d74831bc">Pengujian Inspeksi Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Desa</bold></p>
        <p id="_paragraph-104">Berdasarkan hasil uji t parsial, variabel pendelegasian wewenang memiliki nilai signifikansi sebesar 0,021. Nilai tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05 (0,021 &lt;  0,05), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa pendelegasian wewenang berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah desa. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa pendelegasian wewenang berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah desa di Kecamatan Beji dapat diterima.</p>
        <p id="paragraph-e3f693ab831d9d24ca33a84a12d5dc86">c. <bold id="_bold-137">Pengujian Pengendalian Internal Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Desa</bold> </p>
        <p id="_paragraph-105">Berdasarkan hasil uji t parsial, variabel pengendalian internal memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,034. Nilai tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05 (0,034 &lt;  0,05) sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian internal berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah desa. Oleh karena itu, hipotesis yang menyatakan bahwa pengendalian internal berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah desa di Kecamatan Beji dapat diterima.</p>
        <sec id="heading-e66fac796a51319440e807ce67b6d7e2">
          <title>
            <bold id="_bold-138">Pembahasan </bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-107">
            <bold id="_bold-139">Pengaruh </bold>
            <bold id="_bold-140">
              <italic id="_italic-154">Fraud hexagon</italic>
            </bold>
            <bold id="_bold-141">terhadap pengelolaan dana desa</bold>
          </p>
          <p id="_paragraph-108">Berdasakan hasil penelitian <italic id="_italic-155">fraud hexagon</italic> berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengelolaan dana desa di kecamatan Tanggulangin. Hasil tersebut menunjukkan semakin tinggi tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan, arogan, dan kolusi yang terjadi, maka kualitas pengelolaan dana desa di kecamatan Tanggulangin cenderung semakin menurun. Pengaruh negatif tersebut menindikasikan bahwa keberadaan unsur-unsur <italic id="_italic-156">fraud hexagon</italic> dapat memicu terjadinya penyimpangan atau tindakan kecurangan yang berdampak pada menurunnya transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas dalam pengelolaan anggaran dana desa di kecamatan Tanggulangin.</p>
          <p id="_paragraph-109">Artinya dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran dana desa dikecamatan Tanggulangin rentan memiliki permasalahan akibat kondisi situasi atau sistem kerja seperti adanya tekanan, kelemahan pada sistem pengendalian internal, praktik kolusi antar pihak, serta adanya sikap arogansi jabatan yang membuat oknum merasa kebal hukum dan tidak akan terdeteksi. Tekanan yang dialami aparatur desa, baik berupa tuntutan ekonomi, kebutuhan pribadi, maupun target pekerjaan dapat menjadi faktor pendorong terjadinya perilaku <italic id="_italic-157">fraud</italic>. Selain itu, adanya kesempatan yang muncul akibat lemahnya sistem pengawasan dan pengendalian internal memberikan ruang bagi individu untuk melakukan penyalahgunaan anggaran. Disamping itu, rasionalisasi juga menjadi faktor terjadinya kecurangan karena pelaku cenderung mencari pembenaran atau justifikasi atas tindakan yang dilakukan agar tindakan tersebut dipersepsikan sebagai sesuatu yang dapat diterima atau dianggap wajar. Di sisi lain, kemampuan individu dalam memahami sistem pengelolaan keuangan dapat dimanfaatkan untuk melakukan manipulasi yang sulit terdeteksi. Sikap arogan yang menganggap diri memiliki kekuasaan atau kedudukan tertentu, serta adanya kolusi antar aparatur desa, semakin memperbesar potensi terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan dana desa. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa kecurangan disebabkan oleh tekanan, kapabilitas, kolusi, kesempatan, rasionalisasi, dan arogansi. Dalam konteks desa, tekanan ekonomi atau target kerja ditambah dengan adanya kesempatan akibat lemahnya pengawasan serta kolusi antarperangkat desa akan menurunkan integritas pengelolaan dana desa[12][6]. Kondisi tersebut menyebabkan pengelolaan anggaran menjadi kurang transparan dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat desa. Oleh karena itu diperlukan penguatan sistem pengendalian internal, peningkatan pengawasan, serta penanaman nilai integritas bagi aparatur desa guna meminimalkan risiko terjadinya kecurangan dalam pengelolaan dana desa.</p>
          <p id="_paragraph-110">
            <bold id="_bold-142">Pengaruh </bold>
            <bold id="_bold-143">
              <italic id="_italic-158">Love of money</italic>
            </bold>
            <bold id="_bold-144">terhadap pengelolaan dana desa</bold>
          </p>
          <p id="_paragraph-111">Berdasarkan Berdasarkan hasil penelitian <italic id="_italic-159">Love of money</italic>dinyatakan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan dana desa di kecamatan Tanggulangin. Temuan ini cenderung mengindikasikan bahwa tinggi atau rendahnya kecintaan individu terhadap uang tidak secara otomatis mendorong seseorang untuk melakukan tindakan tidak etis dalam pengelolaan dana desa. Hasil ini berbeda dengan penelitian terdahulu yang mengemukakan bahwa semakin tinggi kecintaan seseorang terhadap uang, semakin besar peluang mereka untuk melakukan tindakan tidak etis demi mendapatkan materi[18]. Kecintaan terhadap uang yang berlebihan mendorong perilaku oportunistik, terutama ketika dihadapkan pada kesempatan dan lemahnya sistem pengendalian internal [23]. Namun demikian, hal itu sejalan dengan penelitian [31] bahwa Love of Money tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan pengelolaan keuangan desa. Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun orientasi terhadap uang menjadi salah satu pendorong terjadinya kecurangan <italic id="_italic-160">(fraud)</italic>, terdapat faktor-faktor lain seperti moralitas individu, budaya organisasi, dan pengawasan internal yang kuat dapat menghambat terjadinya perilaku curang. Dengan demikian, perilaku <italic id="_italic-161">fraud</italic> tidak hanya dipengaruhi oleh kecintaan terhadap uang, tetapi juga dipengaruhi oleh integritas individu dan efektivitas sistem pengendalian dalam organisasi. Tidak signifikannya variabel ini kemungkinan disebabkan oleh faktor sistem pengawasan yang ketat atau adanya nilai-nilai moral atau budaya organisasi yang lebih dominan diwilayah responden. </p>
        </sec>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>V. Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-112">Berdasarkan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur-unsur dalam konsep <italic id="_italic-162">fraud hexagon, </italic>yaitu tekanan (<italic id="_italic-163">pressure</italic>), kesempatan (<italic id="_italic-164">opportunity</italic>), rasionalisasi (<italic id="_italic-165">rationalization</italic>), kemampuan (<italic id="_italic-166">capabiltity</italic>), arogansi (<italic id="_italic-167">arrogance</italic>), dan kolusi (<italic id="_italic-168">collusion</italic>) memiliki pengaruh terhadap kualitas pengelolaan anggaran dana desa di kecamatan Tanggulangin. Semakin tinggi tekanan yang dialami aparat desa, semakin besar peluang terjadinya penyalahgunaan wewenang, serta didukung oleh adanya pembenaran perilaku, kemampuan untuk melakukan kecurangan, sikap arogan, dan praktik kolusi. Sementara <italic id="_italic-169">Love of money </italic>dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kecintaan seseorang terhadap uang tidak secara langsung mempengaruhi kualitas pengelolaan anggran dana desa di kecamatan Tanggulangin. Artinya perilaku kecurangan (<italic id="_italic-170">fraud</italic><italic id="_italic-171">) </italic>dalam pengelolaan dana desa tidak hanya dipengaruhi oleh orientasi individu terhadap uang, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti integritas moral, nilai etika, komitmen terhadap tanggung jawab, serta efektivitas sistem pengendalian internal yang diterapkan dalam pemerintahan desa. </p>
    </sec>
  </body><back/></article>
