<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Effect of Intellectual Capital, Profitability and Leverage on Company Performance (Study on Halal Industry companies in Indonesia Malaysia</article-title>
        <subtitle>Pengaruh Intellectual Capital, Profitabilitas dan Leverage terhadap Kinerja Perusahaan (Studi pada Perusahaan Industri Halal di Indonesia Malaysia</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Khotimah </surname>
            <given-names>Siti Nur</given-names>
          </name>
          <email>sigithermawane@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Hermawan</surname>
            <given-names>Sigit</given-names>
          </name>
          <email>sigithermawane@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-09-20">
          <day>20</day>
          <month>09</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>20</day><month>09</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>I. Pendahuluan </title>
      <p id="_paragraph-12">Industri halal telah menjadi salah satu sektor yang berkembang pesat di berbagai negara, terutama di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia. Kedua negara ini memiliki populasi Muslim yang besar serta dukungan kebijakan pemerintah dalam pengembangan ekonomi syariah, sehingga menjadikan industri halal sebagai bagian strategis dalam perekonomian nasional. Indonesia dan Malaysia menempati posisi teratas dengan jumlah penduduk Muslim masing-masing sekitar 229 juta dan 22 juta jiwa pada tahun 2020 . Mayoritas penduduk di Indonesia dan Malaysia beragama Islam dengan persentase yang cukup tinggi. Di Indonesia, jumlah umat Islam mencapai sekitar 87% dari total penduduk, sedangkan di Malaysia sekitar 66%. Besarnya populasi Muslim di kedua negara tersebut menjadikan Indonesia dan Malaysia memiliki peranan penting dalam perkembangan industri halal di Asia Tenggara serta menjadi pasar yang sangat menjanjikan. Perkembangan industri halal saat ini juga tidak hanya terbatas pada produk makanan dan minuman, melainkan telah berkembang ke berbagai sektor lain seperti farmasi, kosmetik, pariwisata, layanan keuangan, hingga sistem logistik halal. Dalam menghadapi persaingan global dan tuntutan konsumen akan produk halal yang berkualitas, perusahaan-perusahaan di sektor ini dituntut untuk meningkatkan kinerjanya secara berkelanjutan .</p>
      <p id="_paragraph-13">Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan industri dan keuangan syariah, pasar modal di kedua negara juga menghadirkan indeks saham berbasis syariah. Di Indonesia, terdapat Jakarta Islamic Index (JII), yaitu indeks saham syariah paling likuid dan berkapitalisasi pasar besar yang telah memenuhi kriteria penyaringan (<italic id="_italic-21">screening</italic>) syariah. Jakarta Islamic Index merupakan salah satu acuan penting dalam menilai kinerja saham-saham syariah unggulan di pasar modal Indonesia. Indeks ini mencerminkan perkembangan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip syariah. Di sisi lain, Malaysia memiliki FTSE Bursa Malaysia Hijrah Shariah Index yang berisi perusahaan publik yang telah lolos proses seleksi syariah berdasarkan ketentuan Dewan Penasihat Syariah serta standar penyaringan internasional. Kehadiran kedua indeks tersebut menunjukkan keseriusan Indonesia dan Malaysia dalam mengembangkan pasar modal berbasis syariah yang terintegrasi dengan sistem keuangan modern. Selain itu, indeks syariah juga berfungsi sebagai pedoman bagi investor dalam menilai kinerja investasi yang sesuai dengan prinsip halal dan etika syariah. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam indeks syariah tersebut menjadi representasi penting dalam mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kinerja perusahaan khususnya terkait ekonomi syariah.</p>
      <p id="_paragraph-14">Kinerja perusahaan adalah hasil yang dicapai perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya selama periode tertentu, yang mencerminkan seberapa efektif dan efisien perusahaan dalam mencapai tujuan organisasional, seperti pertumbuhan, profitabilitas, dan keberlanjutan . Salah satu faktor penting yang memengaruhi kinerja perusahaan adalah <italic id="_italic-22">intellectual capital</italic>(IC), yang mencakup modal manusia, modal struktural, dan modal relasional . Pada era ekonomi modern yang berbasis pengetahuan, keberhasilan perusahaan dalam menciptakan keunggulan kompetitif tidak lagi hanya bergantung pada kepemilikan aset fisik semata, melainkan juga pada kemampuan perusahaan dalam mengelola dan memanfaatkan aset intelektual yang dimiliki secara efektif. <italic id="_italic-23">Intellectual capital</italic> adalah aset tidak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan dan berasal dari pengetahuan, informasi, keterampilan, dan hubungan yang digunakan untuk menciptakan nilai tambah dan keunggulan kompetitif . Perusahaan yang mampu memanfaatkan <italic id="_italic-24">intellectual capital</italic> secara optimal diyakini dapat meningkatkan inovasi, efisiensi operasional, dan pada akhirnya, kinerja perusahaan .</p>
      <p id="_paragraph-15">Faktor lain yang digunakan sebagai indikator kesehatan dan performa perusahaan, yaitu profitabilitas dan leverage . Profitabilitas mencerminkan kapasitas suatu perusahaan untuk menciptakan keuntungan, yang berperan penting sebagai acuan dalam pengambilan keputusan investasi dan kegiatan operasional . Secara teoritis, semakin tinggi tingkat profitabilitas, semakin besar pula kemampuan perusahaan dalam membiayai kegiatan operasional, melakukan ekspansi usaha, meningkatkan kualitas produk, serta berinvestasi pada inovasi dan pengembangan. Laba yang tinggi juga meningkatkan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan, sehingga memperkuat posisi kompetitif perusahaan di pasar. Dengan demikian, profitabilitas yang baik akan berdampak positif terhadap kinerja perusahaan karena menunjukkan efektivitas manajemen dalam mengelola sumber daya untuk menciptakan nilai tambah . </p>
      <p id="_paragraph-16">Adapun, leverage menunjukkan tingkat ketergantungan perusahaan terhadap pembiayaan utang dalam komposisi modalnya, yang berimplikasi pada tingkat risiko keuangan serta kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang . Penggunaan leverage dapat memberikan efek positif maupun negatif terhadap kinerja perusahaan. Di satu sisi, leverage yang dikelola secara optimal memungkinkan perusahaan memperoleh tambahan dana untuk ekspansi, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas pangsa pasar, sehingga berpotensi meningkatkan kinerja. Penggunaan utang juga dapat menciptakan efek disiplin bagi manajemen karena adanya kewajiban pembayaran bunga dan pokok utang secara berkala. Namun di sisi lain, tingkat leverage yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko keuangan, menambah beban bunga, serta menurunkan fleksibilitas perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Apabila perusahaan tidak mampu mengelola kewajiban utangnya dengan baik, maka kondisi tersebut justru dapat menurunkan kinerja perusahaan .</p>
      <p id="_paragraph-17">Berdasarkan studi yang dilakukan , yang memperoleh hasil bahwa <italic id="_italic-25">intellectual capital </italic>terbukti memiliiki kontribusi signifikan pada peningkatan kinerja perusahaan. Hasil berbeda diperoleh , yang menyimpulkan <italic id="_italic-26">intellectual capital </italic>tidak memiliki dampak signifikan pada tinggi rendahnya kinerja perusahaan. Studi juga dilakukan , dimana profitabilitas memiliki dampak signifikan pada kinerja perusahaan. Bertolak belakang dengan studi yang dilakukan , dimana profitabilitas terbukti tidak memiliiki dampak yang signifikan pada kinerja perusahaan. Studi juga dilakukan , yang membuktikan <italic id="_italic-27">leverage</italic> memiliki kontribusi signifikan terhadap naik turunnya kinerja perusahaan. Hasil yang berbeda diperoleh , yang membuktikan bahwa kinerja perusahaan tidak dipengaruhi oleh <italic id="_italic-28">leverage</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-18">Berdasarkan uraian di atas, ditemukan <italic id="_italic-29">evidence gap</italic>. <italic id="_italic-30">Evidence gap </italic>adalah kesenjangan yang menekankan pada perbedaan bukti penelitian terdahulu . Adanya ketidakkonsistenan hasil-hasil penelitian terdahulu terkait dengan pengaruh <italic id="_italic-31">intellectual capital, </italic>profitabilitas dan <italic id="_italic-32">leverage </italic>terhadap kinerja perusahaan. Berkaitan dengan ini, maka perlu dilakukan penelitian kembali atau verifikasi ulang untuk mengetahui bahwa variabel yang akan diteliti berpengaruh atau tidak. Adapun tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh secara parsial dan simultan antara <italic id="_italic-33">intellectual capital, </italic>profitabilitas dan <italic id="_italic-34">leverage </italic>terhadap kinerja perusahaanpada perusahaan Industri Halal di Indonesia dan Malaysia.</p>
      <p id="_paragraph-19">Penelitian ini sesuai dengan indikator <italic id="_italic-35">Sustainable Development Goals</italic> (SDGs) no 8 yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian menganalisis kinerja perusahaan, yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan regional. Studi ini berfokus pada industri halal, sektor strategis dan berpotensi tinggi di Indonesia dan Malaysia yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini mengkaji model intelektual yang merupakan modal dari sumber daya manusia dan pengetahuan yang memiliki kontribusi pada produktivitas. Selain itu, untuk menjaga kinerja bisnis yang sehat dan berkelanjutan diperlukan leverage dan profitailitas yang stabil. </p>
      <p id="_paragraph-20"><italic id="_italic-36">Intellectual capital</italic> (modal intelektual) adalah aset tidak berwujud yang dimiliki perusahaan berupa pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan hubungan yang dapat meningkatkan nilai perusahaan . Seiring dengan perkembangan bisnis dengan berbasis pada keunggulan kompetitif dan pengetahuian, perusahaan tidak hanya berpedangan pada aset fisik yang dimiliki, tetapi harus mampu memanfaatkan sumber daya intelekstualnya. Terdapat tiga komponen utama dalam <italic id="_italic-37">intellectual capital</italic>, yaitu <italic id="_italic-38">human capital, structur capital </italic>dan <italic id="_italic-39">relation capital </italic>. Komponen yang dimiliki <italic id="_italic-40">intellectual capital </italic>tersebut saling berinteraksi dalam mencapai produktivitas serta tercapainya inovasi perusahaan berkelanjutan. <italic id="_italic-41">Intellectual capital</italic> memainkan peran penting dalam menjaga kualitas produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan . Modal intelektual merupakan pengetahun yang memberikan informasi tentang nilai tak berwujud perusahaan yang dapat mempengaruhi daya tahan dan keunggulan bersaing . Berdasarkan studi  yang memperoleh hasul bahwa <italic id="_italic-42">intellectual capital </italic>yang terdiri dari <italic id="_italic-43">value added human capital, structural capotal </italic>dan <italic id="_italic-44">value added capital employed </italic>berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Studi lain dilakukan , membuktikan bahwa <italic id="_italic-45">intellectual capital </italic>berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. </p>
      <p id="_paragraph-21">Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang berkaitan dengan tingkat penjualan, total aset, maupun modal yang dimiliki perusahaan . Profitabilitas sebagai kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba selama periode tertentu dengan modal atau aktiva yang dimiliki perusahaan. Tinggi rendahnya laba yaitu faktor penting perusahaan, sebagai dasar pengambilan keputusan . Profitabilitas sebagai suatu ukuran dari keberhasilan suatu perusahaan dengan melihat efisiensi dari penggunaan modal. Perhitungan dari profitabilitas dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan manajemen perusahaan dalam mengendalikan usaha secara efisien. Adapun manfaat dari profitabilitas yaitu mengetahui posisi laba perusahaan, mengetahui perkembangan laba. Selain itu, bermanfaat untuk mengetahui tingkat produktivitas dari pemanfaatan keseluruhan dana, baik dana modal sendiri maupun pinjaman bank. Studi yang dilakukan  diperoleh hasil bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Studi lain dilakukan , yang membuktikan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi cenderung memiliki kemampuan pendanaan yang lebih baik sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Peningkatan profitabilitas yang terjadi secara konsisten setiap tahun juga mampu menarik minat investor untuk menanamkan modalnya karena perusahaan dinilai memiliki prospek dan kondisi keuangan yang baik. Kepercayaan investor tersebut dapat dimanfaatkan oleh manajemen perusahaan sebagai sumber tambahan modal untuk mendukung pengembangan dan aktivitas operasional perusahaan .</p>
      <p id="_paragraph-22"><italic id="_italic-46">Leverage </italic>adalah rasio yang mencerminkan hubungan antara hutang perusahaan dengan modal . <italic id="_italic-47">Leverage </italic>dapat digunakan untuk melihat seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh hutang. <italic id="_italic-48">Leverage </italic>mencerminkan seberapa besar modal pinjaman perusahaan yang digunakan dalam seluruh aktivitas operasional. Semakin rendah nilai <italic id="_italic-49">leverage </italic>maka semakin berani perusahaan dalam berinvestasi . Penggunaan <italic id="_italic-50">leverage</italic> yang optimal dapat meningkatkan potensi laba perusahaan, namun di sisi lain juga meningkatkan risiko keuangan, terutama jika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban pembayarannya. Berdasarkan studi yang dilakukan  diperoleh hasil bahwa <italic id="_italic-51">leverage </italic>berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Semakin besar tingkat <italic id="_italic-52">leverage </italic>perusahaan, maka kinerja perusahaan semakin rendah .</p>
      <p id="_paragraph-23">Kinerja perusahaan merupakan hasil akhir dari proses manajerial dan operasional yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan strategisnya . Kinerja dapat dilihat dari aspek keuangan maupun non-keuangan. Kinerja perusahaan merupakan indikator penting untuk menilai sejauh mana sebuah perusahaan berhasil mencapai tujuan dan strategi bisnisnya dalam periode tertentu . Secara umum, kinerja perusahaan mencerminkan efektivitas dan efisiensi perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya guna menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham, karyawan, konsumen, dan masyarakat luas. Penilaian terhadap kinerja perusahaan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan manajerial, evaluasi investasi, serta pertimbangan strategis di masa depan .</p>
      <p id="paragraph-864af763743f70054d1d1cccc431bcb6">A. <bold id="_bold-9">Hubungan Antar Variabel</bold> </p>
      <p id="_paragraph-24">Berdasarkan permasalahan penelitian dan literatur review diatas, maka hipotesis yang diangkat pada penelitian ini adalah:</p>
      <p id="_paragraph-25"><italic id="_italic-53">Intellectual capital</italic> merupakan aset tidak berwujud yang dimiliki perusahaan yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan sumber daya manusia, struktur organisasi, serta hubungan perusahaan dengan pelanggan maupun pihak eksternal. Berdasarkan studi  yang memperoleh hasil bahwa <italic id="_italic-54">intellectual capital </italic>yang terdiri dari <italic id="_italic-55">value added human capital, structural capotal </italic>dan <italic id="_italic-56">value added capital employed </italic>berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Pengelolaan <italic id="_italic-57">intellectual capital</italic> yang baik dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan inovasi, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing di pasar. Perusahaan yang mampu memanfaatkan pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki oleh sumber daya manusia secara optimal akan lebih mudah mencapai tujuan organisasi dan meningkatkan kinerja perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-26">H<sub id="_subscript-1">1</sub>: <italic id="_italic-58">Intellectual capital</italic> berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan</p>
      <p id="_paragraph-27">Profitabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba melalui aktivitas operasional yang dijalankan. Studi dilakukan , menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Tingginya tingkat profitabilitas menandakan bahwa perusahaan mampu memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien dalam menghasilkan keuntungan. Keuntungan tersebut dapat dimanfaatkan perusahaan untuk mendukung ekspansi usaha, meningkatkan investasi, serta memperkuat daya saing dan posisi perusahaan di pasar. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat profitabilitas yang dimiliki perusahaan maka semakin baik pula kinerja perusahaan yang ditunjukkan melalui peningkatan nilai dan keberlanjutan usaha.</p>
      <p id="_paragraph-28">H<sub id="_subscript-2">2</sub>: Profitabilitas berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan</p>
      <p id="_paragraph-29">Leverage merupakan rasio yang menggambarkan sejauh mana perusahaan menggunakan sumber pendanaan yang berasal dari utang dalam membiayai aktivitas operasional maupun investasinya. Berdasarkan studi yang dilakukan  diperoleh hasil bahwa <italic id="_italic-59">leverage </italic>berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Semakin besar tingkat <italic id="_italic-60">leverage </italic>perusahaan, maka kinerja perusahaan semakin rendah . Penggunaan leverage secara tepat dapat membantu perusahaan memperoleh tambahan modal untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kapasitas produksi sehingga berpotensi meningkatkan kinerja perusahaan. Namun, tingkat leverage yang terlalu tinggi juga dapat meningkatkan risiko keuangan perusahaan karena adanya kewajiban pembayaran bunga dan pokok utang.</p>
      <p id="_paragraph-30">H<sub id="_subscript-3">3</sub>: <italic id="_italic-61">Leverage </italic>berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan</p>
      <p id="_paragraph-31">Adapun kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:</p>
      <fig id="figure-panel-aba61f3a2a6b0313dc494fec9b9db90e">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-32abe5e3a767636c815c39458f4d29f4"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-486af1cf99fced0dd6cabd061466e100" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="15498-1.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-32"><bold id="_bold-10">Gambar 1</bold>. Kerangka Konseptual</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>II. Metode</title>
      <p id="_paragraph-33">
        <bold id="_bold-11">Jenis Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-34">Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan analisis numerik dan pelaksanannya menggunakan uji statistic untuk menguji teori . Sementara itu, sifat penelitian yang dipilih adalah penelitian asosiatif yang merupakan penelitian untuk mengetahui suatu hubungan antar variabel beserta sebab akibatnya.</p>
      <p id="_paragraph-35">
        <bold id="_bold-12">Populasi</bold>
        <bold id="_bold-13">dan Sampel</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-36">Populasi merupakan sekumpulan objek penelitian yang dijadikan sumber data untuk mewakili karakteristik tertentu dalam penelitian . Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan yang bergerak dalam industri halal di Indonesia yang terdaftar di <italic id="_italic-62">Jakarta Islamic Index </italic>(JII) dan Malaysia yang terdaftar di Bursa Malaysia Hijrah Shaariah Index (FHSI) periode 2023-2025. Sampel adalah suatu pilihan dari populasi yang telah dipilih untuk menjadi fokus penelitian dalam memperoleh informasi atau data yang diinginkan oleh peneliti . Berikut merupakan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan teknik <italic id="_italic-63">purpose sampling</italic>. Menurut penjelasan teknik <italic id="_italic-64">purpose sampling</italic> merupakan penentuan sampel dengan kriteria yang telah ditentukan, sehingga memenuhi data yang dibutuhkan oleh peneliti. Berikut kriteria sampel dalam penelitian ini:</p>
      <list list-type="order" id="list-1548b07d11ecccf186d5fd24e72b3a5a">
        <list-item>
          <p>Perusahaan yang terdaftar di JII dan FHSI periode 2023-2025.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan yang memiliki laporan keuangan lengkap selama periode penelitian.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-37">Berikut hasil perhitungan sampel dalam penelitian ini:</p>
      <p id="_paragraph-38">Tabel 1. Teknik Pengambilan Sampel</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-39"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-48637eab899e52480bce5dbe5ea3cac9">
              <td id="4a58c2f450ffaceb063a142237644f45">
                <bold id="_bold-14">Kriteria Sampel</bold>
              </td>
              <td id="d757cc476cbab1cd6a3de188315a4bc1">
                <bold id="_bold-15">JII</bold>
              </td>
              <td id="642fdc34417811b82a8768fd512099f2">
                <bold id="_bold-16">FHSI</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f71f9a46c7edbc53d2c3e11dacbcd08b">
              <td id="462b6cf76301a84a167e6ebbd0403c35">Populasi</td>
              <td id="021f764b08079f562f38097754a5ca13">30</td>
              <td id="300a7ef5df6fbe512ca6b149a654d161">30</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ac0aec87c6671a566a00390ac42f17b3">
              <td id="99d29f895c4b25867fb088fafcf321be">Perusahaan terdaftar periode 2023-2025</td>
              <td id="894e5fa8d20307087c992eef58aeb312">(8)</td>
              <td id="303ce848cd4849b6f9a522b812862393">(6)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ead00a54fd0fdcd1ba2e51cd51e9ac82">
              <td id="c82b56c07356232eb2d46241309d615b">Perusahaan memiliki laporan lengkap 2023-2025</td>
              <td id="222dd52c77030dbabdd7c407f5dea02b">(7)</td>
              <td id="a2720bf5c3de5c427182df89bc7633b1">(12)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-663047e6d73a6854bcba561e32ecc8c0">
              <td id="8498015a3de45e25a420a465f7e118aa">Total sampel</td>
              <td id="a4d3f197dc5a3657fb74004d20efe4b6">15</td>
              <td id="db18358301288bdeb57aea4412018692">12</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e4c390368fa4372b6006aae0ace06a43">
              <td id="e886f004c2d1c57c973be0806ec69230">Total data penelitian (Sampel x Periode)</td>
              <td id="b9069f93381a40322f16267324dac734" colspan="2">81</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-40">
        <bold id="_bold-17">Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-41">Definsi operasional dan pengukuran variabel dalam penelitian ini disajikan dalam tabel sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-42">Tabel 2. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel</p>
      <fig id="figure-panel-3b32e06894c5f80bd7dcc0a0b7d75160">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-5897892a4216becb040b330cbc93ec49"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-920e2e72e433828848e55a18bcd0a51d" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="15498-2.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-d7b6e02cf48e219cc78dfdba63d8a956">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-12933f2c7f63a48f63b7ca21fd818cb1"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-09c62deee02db9b92a985ebeae01a6a4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="15498-3.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-44">
        <bold id="_bold-21">Teknik Pengumpulan Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-45">Teknik pengumpulan data adalah prosedur yang digunakan dalam memperoleh data yang sistematis supaya dapat menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi berupa laporan keuangan keuangan perusahaan manufaktur melalui website www.idx.co.id dan  situs resmi perusahaan terkait. </p>
      <p id="_paragraph-46">
        <bold id="_bold-22">Uji Asumsi Klasik</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-47">Berikut pengujian asumsi klasik dalam penelitian ini:</p>
      <p id="paragraph-7d9abe13b1db641d3e2ef09da256fcd5">1. Uji Normalitas</p>
      <p id="_paragraph-48">Pengujian normalitas data dilakukan guna untuk melihat tingkat distribusi data. Pada penelitian ini pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan Jarque-Bera, dimana data dinyatakan terdistribusi normal apabila nilai Jarque-Bera lebih dari 2 dan nilai Probabilitas lebih dari 5% .</p>
      <p id="paragraph-084ce6b2d4d0063aec83f633cd1cc879">2. Uji Multikolinieritas</p>
      <p id="_paragraph-49">Uji asumsi multikolinearitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya penyimpangan model regresi. Dapat dinyatakan terhindar dari asumsi multikoliniaritas jika diperoleh nilai VIF tidak lebih dari 10 .</p>
      <p id="paragraph-519ffcfdfe8e9d60bcb79cc22277cd99">3. Uji Heteroskedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-50">Uji Heteroskedastisitas digunakan dalam model regresi untuk menguji apakah ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamanan yang lain bisa terjadi. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heterokedastisitas. Pengujian heteroskedatisitas dalam penelitian ini menggunakan uji <italic id="_italic-86">Glejser</italic>, dimana dapat dinyatakan bebas masalah heteroskedastisitas apabila memperoleh nilai signifikansi lebih dari 0,05 .</p>
      <p id="paragraph-62ef3846ba1cb26cf5ba42efc4883b54">4. Uji Autokorelasi</p>
      <p id="_paragraph-51">Uji autokorelasi dilakukan dengan tujuan untuk mendeteksi adanya korelasi antar variabel dalam model seiring dengan adanya perubahan waktu. Pengujian autokorelasi dapat dilakukan dengan <italic id="_italic-87">Durbin-Watson</italic>, dimana dapat dikatakan tidak ada gejala autokorelasi jika nilai d<sub id="_subscript-4">U</sub> &lt; d &lt; 4-d<sub id="_subscript-5">U </sub>.</p>
      <p id="_paragraph-52">
        <bold id="_bold-23">Estimasi Model Data Panel</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-53">Teknik analisis yang digunakan di dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan menggunakan alat uji statistik Eviews. Eviews merupakan program komputer berbasis Windows yang banyak digunakan untuk analisa stastitika dan ekonometri jenis runtun-waktu (<italic id="_italic-88">time series</italic>), periode tertentu (<italic id="_italic-89">Cross-section</italic>), kombinasi time series dan <italic id="_italic-90">cross-section</italic> (panel) . </p>
      <p id="_paragraph-54">Pembahasan teknik estimasi model regresi data panel terdapat tiga teknik yang dapat digunakan, yaitu:</p>
      <list list-type="order" id="list-2f134e4c9267e597d3db7294295750df">
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-91">Common Effect Model</italic> (CEM) merupakan model sederhana yaitu penggabungan data time series dengan <italic id="_italic-92">cross section</italic>. CEM berasumsi bahwa nilai intersep dan kemiringan setiap variabel adalah sama untuk seluruh objek observasi. Namun demikian, kelemahan dari model ini adalah adanya kemungkinan ketidaksesuaian antara asumsi model dengan kondisi empiris yang sebenarnya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-93">Fixed Effect Model</italic> (FEM) mengasumsikan bahwa perbedaan antar individu dapat diakomodasi dari perbedaan intersepnya. Untuk mengestimasi data panel, model fixed effect memasukkan dummy variable untuk menangkap perbedaan nilai parameter yang berbeda-beda, baik lintas unit (<italic id="_italic-94">cross section</italic>) maupun antarwaktu (<italic id="_italic-95">time series</italic>). Pendekatan dengan memasukkan dummy variable ini dikenal dengan sebutan model efek tetap (<italic id="_italic-96">fixed effect</italic>) atau Least Square Dummy Variable (LSDV).”</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-97">Random Effect Model </italic>(REM) digunakan untuk mengatasi kelemahan model efek tetap yang menggunakan dummy variable, sehingga model mengalami ketidakpastian. REM memanfaatkan nilai residual yang diduga memiliki keterkaitan antarwaktu dan antarindividu. Model REM beraumsi bahwa setiap individu memiliki perbedaan intersep yang bersifat sebagai variabel acak.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-55">Pemilihan model dalam pengujian ini dilakukan dengan menggunakan tiga kali uji pemilihan model, yaitu:</p>
      <list list-type="order" id="list-95e699bc65215edb1bf462124e3c9607">
        <list-item>
          <p>Uji Chow</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-56">Uji Chow dilakukan untuk menguji antara metode <italic id="_italic-98">common effect</italic> dan <italic id="_italic-99">fixed effect</italic>. Pedoman yang akan digunakan dalam pengambilan kesimpulan uji Chow adalah sebagai berikut </p>
      <p id="paragraph-7a0c554cfd6654a748f4406a3da7579f">a. Jika nilai probabilitas F ≥ 0,05 artinya H0 diterima, maka model yang dipilih adalah model <italic id="_italic-100">common effect</italic>Jika nilai probabilitas F &lt; 0,05 artinya H0 ditolak, maka model yang dipilih adalah model <italic id="_italic-101">fixed effect</italic>.</p>
      <p id="paragraph-a8ac6c542fa49139d450cc446094acb0">a. Jika nilai probabilitas F &lt; 0,05 artinya H0 ditolak, maka model yang dipilih adalah model <italic id="_italic-1">fixed effect</italic>.</p>
      <p id="paragraph-f142fc0b288e647158a7366a88414356">2. Uji Hausman</p>
      <p id="_paragraph-57">Uji Hausman dilakukan untuk menguji apakah data dianalisis dengan menggunakan <italic id="_italic-102">fixed effect</italic> atau <italic id="_italic-103">random effect</italic>. Pedoman yang akan digunakan dalam pengambilan kesimpulan uji Hausman adalah sebagai berikut :</p>
      <p id="paragraph-7b9a24a6aeb7a201bc58e5cd2bfb614c">a. H<sub id="_subscript-6">0</sub> diterima apabila nilai probability Chi-Square ≥ 0,05, sehingga model yang dipilih <italic id="_italic-104">random effect</italic>.</p>
      <p id="paragraph-9fb0c84e3e814e809ab315c9c27b05ba">b. H<sub id="_subscript-7">1</sub> ditolak apabila nilai probability Chi-Square &lt; 0,05, sehingga model yang dipilih <italic id="_italic-105">model fixed effect</italic>.</p>
      <p id="paragraph-09e5bb6f0eb9f69943052bb4946eb20d">3. Uji Langrange Multiplier </p>
      <p id="_paragraph-58">Lagrange Multiplier (LM) adalah uji untuk mengetahui apakah Random Effect Model atau Common Effect Model yang paling tepat digunakan. Adapun dasar pengujian uji LM sebagai berikut :</p>
      <p id="paragraph-927504e5a77a89abf03cbda28d01a5c8">a. Apabila nilai cross section Breusch-pangan &gt; 0,05 maka H0 diterima, sehingga model yang paling tepat digunakan adalah Common Effect Model (CEM).</p>
      <p id="paragraph-5ba568cde3b15b4510c6a9a3eb02437e">b. Apabila nilai cross section Breusch-pangan &lt; 0,05 maka H0 ditolak, sehingga model yang tepat digunakan adalah Random Effect Model (REM).</p>
      <p id="_paragraph-59">
        <bold id="_bold-24">Teknik</bold>
        <bold id="_bold-25">Analisis Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-60">Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode data panel. Data panel merupakan teknik analisis statistik yang memadukan dua jenis data sekaligus, yaitu data time series (data berdasarkan urutan waktu) dan data <italic id="_italic-106">cross section</italic> (data dari berbagai individu atau entitas yang berbeda). Berikut persamaan regresi data panel dalam penelitian ini:</p>
      <p id="_paragraph-61">Y= α + βX<sub id="_subscript-8">1</sub> + βX<sub id="_subscript-9">2</sub> + βX<sub id="_subscript-10">3</sub> + ε</p>
      <p id="_paragraph-62">Dimana:</p>
      <p id="_paragraph-63">Y: Kinerja perusahaan</p>
      <p id="_paragraph-64">α: Konstanta</p>
      <p id="_paragraph-65">β: Koefisien</p>
      <p id="_paragraph-66">ε: <italic id="_italic-107">Error</italic></p>
      <p id="_paragraph-67">X1: <italic id="_italic-108">Intellectual capital</italic></p>
      <p id="_paragraph-68">X2: <italic id="_italic-109">Profitabilitas</italic></p>
      <p id="_paragraph-69">X3: <italic id="_italic-110">Leverage</italic></p>
      <p id="_paragraph-70">
        <bold id="_bold-26">Uji Hipotesis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-71">Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji parsial, uji simultan, uji koerelasi berganda dan uji koefisien determinasi berganda. Berikut penjelasan untuk masing-masing pengujian:</p>
      <p id="paragraph-16bb92f328964ca823f11e457a0a969c">Uji Parsial (Uji T)</p>
      <p id="_paragraph-72">Uji Parsial bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara individual. Uji parsial dalam penelitian ini menggunakan perbandingan nilai t<sub id="_subscript-11">hitung </sub>dengan t<sub id="_subscript-12">tabel</sub>. Dasar pengambilan keputusan dalam pengujian parsial yaitu dapat dinyatakan hipotesis diterima apabila nilai t<sub id="_subscript-13">hitung </sub>&gt; t<sub id="_subscript-14">tabel </sub>atau nilai signifikansi kurang dari 0,05 .</p>
      <p id="paragraph-c12a2f679ce10430b394fd1fbf08e3c1">Uji Koefisien Determinasi (R<sup id="_superscript-6">2</sup>)</p>
      <p id="_paragraph-73">Koefisien determinasi berganda dipakai untuk menghitung kemampuan model regresi dalam menjelaskan perubahan variabel tergantung akibat variasi variabel bebas. Bila R2 mendekati 1 atau 100%, maka model regresi dikatakan semakin baik dalam menjelaskan variabilitas variabel tergantung .</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>III. Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-74">Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel 15 perusahaan yang terdaftar di JII dan dan 12 perusahaan yang terdaftar di FHSI dengan jumlah data yang dianalisis 81 laporan keuangan. Berikut hasil statistik deskriptif dalam penelitian ini:</p>
      <p id="_paragraph-75">Tabel 3. Hasil Statistik Deskriptif</p>
      <table-wrap id="tbl3">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-76"/>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-a1ced545a2e8a7c66e05e33fc3557b16">
              <td id="160597ed641937e89be0aae14d2f31fc"/>
              <td id="862a3de97f837b3b2e54b3b05494034a">No</td>
              <td id="33e9b4c438917ed136dcb1703c21ce27"> Maximum</td>
              <td id="4b3002d63600796d8256ec1012ac56f2"> Minimum</td>
              <td id="f353454ab19e28fd62fa4e872372f373"> Mean</td>
              <td id="bb2aad2094fcadd13a8102e90f5da69f"/>
              <td id="2d6a37cefc9c3a820fcc0f44df39af6f"> Std. Dev.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e1637fca645d4a66d9d37147b3e07f42">
              <td id="bf37911e087285f66a6dec8c9a2387f5">Intellectual capital (X1)</td>
              <td id="fc757819a2f41ac2decc7a479dbbd2ec">81</td>
              <td id="36b7feca290aeaa46f2f4d4d47d94a91"> 232.19600</td>
              <td id="eee5f373e088d27a62059a504de68215">-157.872</td>
              <td id="a40c1b1523d5398ca16f766be08e8ff4"> 31.50273</td>
              <td id="5a0c94f936c6617b1b0280f3a629ac76"/>
              <td id="65736efd2af93c7c6536e1a11e2d2d91"> 65.92761</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f24608af5632a676f23e15d8f975b957">
              <td id="48701e32968f45c84e9de3732172dc7f">Profitabilitas (X2)</td>
              <td id="f44208e95a598af1fb0474ca29558444">81</td>
              <td id="83bf1e4487bfe05eae5cd2f914f67b02"> 0.58800</td>
              <td id="fc6cabc69dd33b9b44cf923654945aee">-6.122</td>
              <td id="9e6399a8352d71ca2f625b287bb1dad0"> 0.09080</td>
              <td id="20c0903f9ae43b679a7e85a64a7c65a0"/>
              <td id="d85b8ba3de37fa5799f1d250c68eaacc"> 0.72048</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-26203355e6f38e34c638f311c38a211a">
              <td id="0859eb70bbd290db3c6e7fd537e34463">Leverage (X3)</td>
              <td id="b851537c007b45f8c0f504398b12daf3">81</td>
              <td id="f54a809a453ddb310ec529c184aa8849"> 0.94100</td>
              <td id="e7006f672940ac77b7ca86ae9611d3da"> 0.02800</td>
              <td id="a8bc1feb7e46d5d382930ca8684735b8"> 0.50279</td>
              <td id="de340fd5ce2b40fae7b555808e1b4c73"/>
              <td id="ff8e6a0723a76db7fb26130460f17b1c"> 0.25935</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6b069682fe5a35353b8763ff950934d9">
              <td id="f6fc331ebc4372df2c69fb9e961c58f8">Kinerja (Y)</td>
              <td id="1f2742c85f9022377aea684e40be2d38">81</td>
              <td id="81df5a03a98704596d4aeff7395e9d72"> 1.42000</td>
              <td id="a81a7eaf52f524ed41b671bdb478e90c">-2.534</td>
              <td id="0812bd2281f8a3fdc283506ac4649cd0"> 0.13930</td>
              <td id="af2afa2f73fa96bb011c54a44ca076d5"/>
              <td id="5079a7aea7dbe0b13292e9d0171b0fe3"> 0.40423</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-77">Berdasarkan hasil statistik deskriptif, variabel <italic id="_italic-111">Intellectual Capital</italic> (X1) memiliki nilai rata-rata sebesar 31,50273 dengan median 4,45200, nilai maksimum 232,19600, nilai minimum -157,87200, dan standar deviasi 65,92761 yang menunjukkan tingkat penyebaran data sangat tinggi. Variabel <italic id="_italic-112">Profitabilitas</italic> (X2) memiliki rata-rata 0,09080, median 0,15400, nilai maksimum 0,58800, nilai minimum -6,12200, serta standar deviasi 0,72048 yang mengindikasikan variasi data yang cukup besar. Variabel <italic id="_italic-113">Leverage</italic> (X3) memiliki rata-rata 0,50279, median 0,46400, nilai maksimum 0,94100, nilai minimum 0,02800, dan standar deviasi 0,25935, sehingga menunjukkan penyebaran data yang relatif rendah dan lebih homogen dibandingkan variabel lainnya. Sementara itu, variabel Kinerja Perusahaan (Y) memiliki rata-rata sebesar 0,13930, median 0,10500, nilai maksimum 1,42000, nilai minimum -2,53400, serta standar deviasi 0,40423 yang menunjukkan adanya variasi data yang cukup tinggi. Secara keseluruhan, hasil statistik deskriptif mengindikasikan bahwa variabel Intellectual Capital, Profitabilitas, dan Kinerja Perusahaan memiliki penyebaran data yang relatif tinggi, sedangkan variabel Leverage menunjukkan distribusi data yang lebih homogen.</p>
      <p id="_paragraph-78">Berdasarkan hasil uji normalitas dengan uji Jarque-Bera dengan jumlah data 81 diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,0000 &lt; 0,05 artinya data belum normal. Untuk mengatasi data tidak normal dilakukan transformasi data menggunakan Log Natural dimana data diperoleh 66 dengan nilai signifikansi sebesar 0,074219 &gt; 0,05 artinya data normal. Untuk pengujian selanjutnya yaitu uji multikolinieritas, heteroskedastisitas dan uji autokorelasi dan diperoleh hasil sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-79">Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas, Heteroskedastisitas dan Uji Autokorelasi</p>
      <table-wrap id="table-figure-61a444d3ba00c6dead42174de4ce5dc0">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-dcbfc70139ce5810cfe4ff358ad0a40f"/>
        </caption>
        <table id="table-4d4601f0b0e8f36745771f9944be18b7">
          <tbody>
            <tr id="table-row-d08602964a8dc1adba3472892a5f486b">
              <td id="table-cell-5930e35df4c513406d9b20a5aeb58ed0" rowspan="2"> Variabel </td>
              <td id="table-cell-8015380aaea9fa820824200a2257e14e"> Uji Multikolinieritas </td>
              <td id="table-cell-71666f1a2b8fc54cdd3ea02a91116981" colspan="3"> Heteroskedasticity Test: Glejser </td>
              <td id="table-cell-8d81fb8107f64ebc8f0aa0400e9c4fb5" colspan="3"> Uji Autokorelasi </td>
              <td id="table-cell-23be63eb1514532ffac571a7ee4fc186"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-71a9c2c7d86b6bd9213e56434156d457">
              <td id="table-cell-670194df0f11934dd8ea54d051a67693"> VIF </td>
              <td id="table-cell-a17ed4baa7f8189e663f3b9248eda9a7"> F-statistic </td>
              <td id="table-cell-7df577b536381da99979108d13648fc9"> Obs*R-squared </td>
              <td id="table-cell-a411e07a3b4fa9bad9c96e8ea70ee23e"> Prob. Chi-Square(3) </td>
              <td id="table-cell-cfbf98d9db60823a16fc883b7e09746c"> Durbin-Watson stat </td>
              <td id="table-cell-a1570b63b4c6d49e04fc6cf24776e57f"> dL </td>
              <td id="table-cell-198c777e56c9c4024efe37bee690d4dc"> dU </td>
              <td id="table-cell-58877fd40b6590a5b32c2535953c9e4b"> 4-dU </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d5e10c8c476294cec247099cba3e4391">
              <td id="table-cell-a8d64ca2657cfb23e79e72396e0785be"> LNX1 </td>
              <td id="table-cell-e310b011a9f2475f04670fb58142e716"> 3.614515 </td>
              <td id="table-cell-679aa0c27f56b49d5c2276a87751e99e" rowspan="3"> 1.827911 </td>
              <td id="table-cell-6bd6a3699780717726c2d419d0bd12cc" rowspan="3"> 5.363165 </td>
              <td id="table-cell-8162438ea5546a8d33fd85e3d5861ce7" rowspan="3"> 0.1471 </td>
              <td id="table-cell-c29270e20922840b0506e730950b09a3" rowspan="3"> 2.680071 </td>
              <td id="table-cell-901451e266645900baa9cea19231144a" rowspan="3"> 1.5079 </td>
              <td id="table-cell-e7bd6d15513786c0759bc3e1eecad3f9" rowspan="3"> 1.6974 </td>
              <td id="table-cell-3e102a13a91ca0ba555dc373dd8a55bf" rowspan="3"> 2.3026 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-50345a21e89d7d767fc3975418235827">
              <td id="table-cell-b4ae26c08dfd2b57e2cba87b2cb2af31"> LNX2 </td>
              <td id="table-cell-c804ee4f4f19cb3ef32e7f4a47731e2f"> 5.946142 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5eb3100dd9ba0ab089611bc712e1bc15">
              <td id="table-cell-4cd5982a647ec27edc0e857e7382caa3"> LNX3 </td>
              <td id="table-cell-09237190891831c5832e080eedc7ae92"> 2.822065 </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-81">Berdasarkan hasil uji asumsi klasik pada model regresi dengan variabel dependen kinerja perusahaan (Y) serta variabel independen <italic id="_italic-114">intellectual capital</italic> (X1), profitabilitas (X2), dan <italic id="_italic-115">leverage</italic> (X3), diperoleh bahwa pada uji multikolinearitas seluruh nilai <italic id="_italic-116">Variance Inflation Factor</italic> (VIF) masing-masing variabel berada di bawah 10, sehingga sesuai dengan teori dapat dinyatakan bahwa model terbebas dari gejala multikolinearitas. Selanjutnya, pada uji heteroskedastisitas menggunakan metode Glejser diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,1471 yang lebih besar dari 0,05, sehingga berdasarkan kriteria yang digunakan dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami heteroskedastisitas dan memiliki varians residual yang konstan. Pada uji autokorelasi menggunakan Durbin-Watson diperoleh nilai sebesar 2,680071, yang tidak berada pada interval dU &lt; d &lt; 4 − dU (1,6974 &lt; d &lt; 2,3026), sehingga disimpulkan bahwa model regeresi bebas masalah autikorelasi. </p>
      <p id="_paragraph-82">Adapun hasil uji pemilihan model data panel adalah sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-83">Tabel 5. Hasil Pemilihan Model</p>
      <table-wrap id="table-figure-9a81e7e6da393ca91b68b477c03a969b">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-6c6a5056dab55175a3697464a1306110"/>
        </caption>
        <table id="table-77e0ff5fda11aaa9901c34483f233c8a">
          <tbody>
            <tr id="table-row-a9e1649233c656ef6d465a26ec1147de">
              <td id="table-cell-ff68e81ddaef3718d275216caa93793d">Uji Pemilihan Model</td>
              <td id="table-cell-eb41fff795f9d34124a2a6f32cf1ca2d">Probabilitas</td>
              <td id="table-cell-e763fbca7277cac9f5c715bb70b267e2">Hasil </td>
              <td id="table-cell-c2203e7f1212085f25388d99722be627">Model Terpilih</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-66f437b8c4ab4e1b451c849ab4ade29f">
              <td id="table-cell-1c4366bd7dae5121d62ffc4842547d50">Uji Chow</td>
              <td id="table-cell-774aba602e6e68f6870ff4d3ce7d64e9">0.0000</td>
              <td id="table-cell-0ceda174b50aa39cabdba0d1c9ad930f"> Fixed Effect Model </td>
              <td id="table-cell-8d6a71889712bb5315b3f1b393e1cccf" rowspan="3"> Fixed Effect Model </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-407480c7015094b4b36baa2a4589bda2">
              <td id="table-cell-06f92b21b6a1e677047d231f1e194f3b">Uji Hausman</td>
              <td id="table-cell-193e3315dd95ff3af50b304eb364cb6f">0.0001</td>
              <td id="table-cell-278c3577fbe77f607b41e7865ef4d43b"> Fixed Effect Model </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-076f979114e6d18bd783452e944a2eeb">
              <td id="table-cell-425c696549533d77e94be403ed88ec74">Uji Langrange Multiplier</td>
              <td id="table-cell-90f784263c469d616c1cc81172b7b2c2">0.0000</td>
              <td id="table-cell-9fad4b3d74eb0776fded8c5543865af7"> Random Effect Model </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-85">Berdasarkan hasil uji pemilihan model, diperoleh bahwa pada uji Chow nilai probabilitas sebesar 0,0000 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga model yang dipilih adalah <italic id="_italic-121">Fixed Effect Model</italic>. Selanjutnya, pada uji Hausman juga diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,0000 &lt; 0,05, yang menunjukkan bahwa <italic id="_italic-122">Fixed Effect Model</italic> lebih tepat digunakan dibandingkan <italic id="_italic-123">Random Effect Model</italic>. Sementara itu, pada uji Lagrange Multiplier diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,0000 yang mengarah pada <italic id="_italic-124">Random Effect Model</italic>, namun karena hasil uji Hausman lebih diutamakan dalam menentukan pemilihan antara <italic id="_italic-125">Fixed Effect Model</italic> dan <italic id="_italic-126">Random Effect Model</italic>, maka model yang paling tepat digunakan dalam penelitian ini adalah <italic id="_italic-127">Fixed Effect Model</italic>. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi data panel yang digunakan adalah <italic id="_italic-128">Fixed Effect Model</italic> karena mampu menangkap perbedaan karakteristik antar individu secara lebih baik.</p>
      <p id="_paragraph-86">Adapun hasil analisis regresi dan pengujian hipotesis, disajikan pada tabel sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-87">Tabel. 6. Hasil Analisis Regresi dan Pengujian Hipotesis</p>
      <table-wrap id="table-figure-9f4dc5941bd49537cb0c0327924ad22b">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-f8da180e6e05cb740b11a5ae25b1b3df"/>
        </caption>
        <table id="table-5573eb9686dbcd64bd8fff15e4a51bbe">
          <tbody>
            <tr id="table-row-f5cafe5bd94f35b109efbe6f4a83a113">
              <td id="table-cell-e75798d9295b63bd8ef6d6b424a1b5d9">Variabel</td>
              <td id="table-cell-0fc5977708422a98113da5151ccf63a0">Coefficient</td>
              <td id="table-cell-a2ed60ab6c48d91cd83e1c68c3a28806">t-Statistic</td>
              <td id="table-cell-4edc5014c1f4d3c1efcb66b488ff23f2">Prob. </td>
              <td id="table-cell-aaf64e068f7174d2707fe0c6a51ee2db">R-squared</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9af31db24549ad115d0cdbebf03d5888">
              <td id="table-cell-56e0e4b2dd7cc7ae40549f231d7b914f">C</td>
              <td id="table-cell-427cbdb0345c760be02ea4dfe2833592">0.8623</td>
              <td id="table-cell-8e35ee3d41b1a8755da36a5ef0d10cd6">2.0796</td>
              <td id="table-cell-b1e21afb38b8858f15dbc309defed964">0.0442</td>
              <td id="table-cell-0939fc3e1eb5db0f5470a76be130b600" rowspan="4">0.9906</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-047a3cc97901cc662542f065ff754603">
              <td id="table-cell-e3cd82de3cd1effe28f2bd5a26007c00">LNX1</td>
              <td id="table-cell-490f7a70e5ffaa1d0810a9764f397857">-0.0255</td>
              <td id="table-cell-516cc87aba148fef26d95bbe99f2ef2f">-0.3870</td>
              <td id="table-cell-33c3111434d4ebdb0d099c33e42bccae">0.7009</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-019a75559c3a5c226b8019d0daaf64fa">
              <td id="table-cell-44628b3c8a9c72578771543d30bab0ec">LNX2</td>
              <td id="table-cell-f3726e3d9e7296b1d5995e279239c9f2">1.0713</td>
              <td id="table-cell-7135b620d92430716a1682b6a512d0f8">12.9827</td>
              <td id="table-cell-b20aa50681cd6712d9fe29612a5a51bb">0.0000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fb8aa08301d7f3e16916cc90e9b2dffa">
              <td id="table-cell-fce9be62557f41813be93c7ad8964d6b">LNX3</td>
              <td id="table-cell-65139942587453323dc53983ad7c09fb">0.8702</td>
              <td id="table-cell-3d33372d3706efb38b112ea0e74be789">3.2348</td>
              <td id="table-cell-f8b8d889c75817aae81546acdadd0c64">0.0025</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-89">Berdasarkan hasil estimasi, persamaan regresi yang diperoleh adalah:</p>
      <p id="_paragraph-90">Y = 0,8623 - 0,0255X1 + 1,0713X2 + 0,8702X3 + e</p>
      <p id="_paragraph-91">Berdasarkan hasil permasaan regresi dan hasil uji parsial dapat diperoleh penjelasan sebagai berikut:</p>
      <p id="paragraph-cb988e4ea882da0cbddd1f1c2e2f01c4">1. Nilai konstanta sebesar 0,8623 menunjukkan bahwa apabila variabel <italic id="_italic-132">intellectual capital</italic> (X1), profitabilitas (X2), dan <italic id="_italic-133">leverage</italic> (X3) diasumsikan bernilai nol, maka kinerja perusahaan (Y) memiliki nilai sebesar 0,8623. Konstanta ini menggambarkan tingkat dasar kinerja perusahaan tanpa dipengaruhi oleh variabel independen dalam model.</p>
      <p id="paragraph-9497d54bfd09a3f98ac20f58f7891c25">2. <italic id="_italic-134">Intellectual Capital </italic>(X1)</p>
      <p id="_paragraph-92"><italic id="_italic-129">Intellectual capital</italic>(X1) memiliki koefisien sebesar -0,0255 dengan nilai t-statistic -0,3870 dan probabilitas 0,7009 (&gt; 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa <italic id="_italic-130">intellectual capital</italic> tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Artinya, naik turunnya nilai variabel <italic id="_italic-131">intellectual capital </italic>tidak berdampak pada nilai kinerja perusahaan. </p>
      <p id="paragraph-3b9203c6faef33a17226eb75c2ee039e">3. Profitabilitas (X2)</p>
      <p id="_paragraph-93">Profitabilitas (X2<bold id="_bold-27">)</bold> memiliki koefisien sebesar 1,0713 dengan nilai t-statistic 12,9827 dan probabilitas 0,0000 (&lt; 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Artinya, setiap peningkatan profitabilitas sebesar satu satuan akan meningkatkan kinerja perusahaan sebesar 1,0713, dan pengaruh tersebut terbukti kuat secara statistik.</p>
      <p id="paragraph-16238b85131ec5a99902be640f9863d9">4. <italic id="_italic-135">Leverage</italic> (X3)</p>
      <p id="_paragraph-94"><italic id="_italic-136">Leverage</italic> (X3) memiliki koefisien sebesar 0,8702 dengan nilai t-statistic 3,2348 dan probabilitas 0,0025 (&lt; 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa <italic id="_italic-137">leverage</italic> berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Artinya, setiap peningkatan <italic id="_italic-138">leverage </italic>sebesar satu satuan akan meningkatkan kinerja perusahaan sebesar 0,8702, dan pengaruh tersebut signifikan secara statistik.</p>
      <p id="_paragraph-95">Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R²) diperoleh nilai sebesar 0,9906, yang berarti bahwa sebesar 99,06% variasi kinerja perusahaan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam model, yaitu <italic id="_italic-139">intellectual capital</italic>, profitabilitas, dan <italic id="_italic-140">leverage</italic>, sedangkan sisanya sebesar 0,94% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Dengan demikian, model memiliki tingkat kemampuan penjelasan yang sangat tinggi.</p>
      <p id="_paragraph-96">
        <bold id="_bold-28">Pembahasan</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-d713fdc25f8d508b0b968e62a894e87a">1. Pengaruh <italic id="italic-1">Intellectual Capital </italic>terhadap Kinerja Keuangan</p>
      <p id="_paragraph-97">Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa modal intelektual menunjukkan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja perusahaan pada industri halal di Indonesia dan Malaysia. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan modal intelektual belum mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja perusahaan. Secara teoretis, modal intelektual yang mencakup human capital, structural capital, dan relational capital seharusnya menjadi sumber keunggulan kompetitif yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Hal ini sejalan dengan teori <italic id="_italic-141">Resource-Based View (RBV)</italic> yang menyatakan bahwa sumber daya tidak berwujud seperti pengetahuan dan kompetensi merupakan aset strategis dalam menciptakan nilai dan keunggulan bersaing . Namun demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan modal intelektual saja belum cukup apabila tidak dikelola secara efektif dan terintegrasi dalam strategi perusahaan .</p>
      <p id="_paragraph-98">Ketidaksignifikanan pengaruh modal intelektual juga dapat disebabkan oleh belum optimalnya pemanfaatan pengetahuan, inovasi, serta kualitas sumber daya manusia dalam mendukung aktivitas operasional perusahaan. Dalam praktiknya, banyak perusahaan yang belum mampu mengonversi pengetahuan yang dimiliki menjadi inovasi atau efisiensi yang berdampak langsung pada kinerja. Menurut Pulic (1998) melalui konsep <italic id="_italic-142">Value Added Intellectual Coefficient (VAIC)</italic>, modal intelektual baru akan memberikan kontribusi terhadap kinerja apabila mampu menciptakan <italic id="_italic-143">value added </italic>secara nyata . Selain itu, penelitian menyatakan bahwa pengaruh modal intelektual terhadap kinerja perusahaan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengintegrasikan komponen modal intelektual tersebut dalam proses bisnisnya .</p>
      <p id="_paragraph-99">Di sisi lain, karakteristik industri halal yang masih berkembang di Indonesia dan Malaysia juga menjadi faktor yang memengaruhi hasil penelitian ini. Perusahaan dalam industri halal cenderung masih berfokus pada pengembangan pasar, pemenuhan standar sertifikasi halal, serta ekspansi bisnis, sehingga investasi pada modal intelektual belum menjadi prioritas utama atau belum memberikan dampak jangka pendek terhadap kinerja perusahaan. Hal ini didukung oleh penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa pada industri yang sedang berkembang, kontribusi modal intelektual terhadap kinerja perusahaan cenderung belum signifikan karena perusahaan masih berada pada tahap adaptasi dan pertumbuhan . Dengan demikian, diperlukan strategi jangka panjang dalam pengelolaan modal intelektual agar dapat memberikan dampak yang lebih optimal terhadap kinerja perusahaan di masa mendatang.</p>
      <p id="paragraph-59f5ca04ef55a5810b7a664e9b6f795e">2. Pengaruh Profitabilitas terhadap Kinerja Keuangan</p>
      <p id="_paragraph-100">Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa profitabilitas terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan pada industri halal di Indonesia dan Malaysia. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba menjadi faktor utama yang menentukan peningkatan kinerja. Semakin tinggi tingkat profitabilitas, maka semakin besar pula kemampuan perusahaan dalam mengelola aset dan operasionalnya secara efisien, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kinerja perusahaan. Hasil ini sejalan dengan teori keuangan yang menyatakan bahwa laba merupakan indikator utama keberhasilan perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.</p>
      <p id="_paragraph-101">Secara teoretis, hubungan positif antara profitabilitas dan kinerja perusahaan dapat dijelaskan melalui teori sinyal (<italic id="_italic-144">signaling theory</italic>), yang menyatakan bahwa tingkat profitabilitas yang tinggi memberikan sinyal positif kepada investor dan pemangku kepentingan mengenai prospek perusahaan di masa depan . Perusahaan dengan profitabilitas tinggi cenderung dipandang memiliki manajemen yang efektif dan prospek pertumbuhan yang baik, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar dan berdampak pada peningkatan nilai serta kinerja perusahaan. Selain itu, dalam perspektif teori keagenan (<italic id="_italic-145">agency theory</italic>), profitabilitas yang tinggi juga mencerminkan keberhasilan manajemen dalam mengelola sumber daya yang dipercayakan oleh pemilik perusahaan .</p>
      <p id="_paragraph-102">Hasil penelitian ini juga didukung oleh berbagai penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa profitabilitas merupakan salah satu indikator utama dalam menilai efektivitas pengelolaan perusahaan . Selain itu, rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, yang secara langsung mencerminkan kinerja perusahaan . Dengan demikian, semakin tinggi profitabilitas yang dicapai perusahaan industri halal, maka semakin baik pula kinerja perusahaan yang dihasilkan, sehingga perusahaan perlu terus meningkatkan efisiensi operasional dan strategi bisnis guna mempertahankan tingkat profitabilitas yang optimal.</p>
      <p id="paragraph-8c0aea620e6abd90b1540895c962a65a">3. Pengaruh <italic id="_italic-147">Leverage </italic>terhadap Kinerja Keuangan</p>
      <p id="_paragraph-103">Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa leverage menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan pada industri halal di Indonesia dan Malaysia. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan utang dalam struktur modal perusahaan, apabila dikelola dengan baik, dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Leverage memungkinkan perusahaan untuk memperluas kegiatan operasional dan investasi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada modal sendiri. Dengan adanya tambahan sumber pendanaan dari utang, perusahaan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta mengoptimalkan penggunaan aset sehingga berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan. Namun demikian, penggunaan leverage tetap harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan risiko keuangan yang berlebihan.</p>
      <p id="_paragraph-104">Secara teoretis, hubungan positif antara leverage dan kinerja perusahaan dapat dijelaskan melalui teoristruktur modal (<italic id="_italic-148">trade-off theory</italic>) yang menyatakan bahwa perusahaan akan mencapai struktur modal optimal dengan menyeimbangkan manfaat penggunaan utang (<italic id="_italic-149">seperti tax shield</italic>) dan biaya kebangkrutan . Dalam konteks ini, penggunaan utang dapat memberikan keuntungan berupa penghematan pajak dan meningkatkan nilai perusahaan selama masih berada pada tingkat yang optimal. Selain itu, berdasarkan perspektif <italic id="_italic-150">Agency Theory</italic>, penggunaan utang dapat menjadi salah satu mekanisme pengawasan terhadap pihak manajemen. Adanya kewajiban untuk membayar bunga serta pokok utang mendorong manajemen agar bekerja lebih disiplin, efisien, dan berhati-hati dalam mengelola perusahaan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai secara optimal .</p>
      <p id="_paragraph-105">Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa leverage berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Penggunaan utang yang tepat dapat meningkatkan return bagi pemegang saham selama perusahaan mampu mengelola risiko dengan baik . Selain itu, didukung oleh hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa <italic id="_italic-151">leverage</italic> yang tinggi tidak selalu berdampak negatif, melainkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan apabila digunakan untuk kegiatan produktif . Dengan demikian, perusahaan industri halal di Indonesia dan Malaysia perlu mengelola struktur modalnya secara optimal agar manfaat leverage dapat dimaksimalkan tanpa menimbulkan risiko keuangan yang berlebihan.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>IV. Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-106">Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa secara parsial intellectual capital tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan industri halal di Indonesia dan Malaysia, sedangkan profitabilitas dan leverage terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan modal intelektual agar mampu memberikan nilai tambah yang nyata, serta tetap meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi operasional dan strategi bisnis yang tepat. Selain itu, perusahaan juga perlu mengelola leverage secara optimal dan hati-hati agar dapat memaksimalkan manfaat penggunaan utang tanpa meningkatkan risiko keuangan, serta bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain agar dapat memperkaya hasil penelitian.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
