<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Financial Ratios and Stock Prices in Automotive Companies</article-title>
        <subtitle>Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumtif Mahasiswa dalam Konteks E-Commerce</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Mukharomah </surname>
            <given-names>Anis Krismawati</given-names>
          </name>
          <email>aishahanif@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Hanif</surname>
            <given-names>Aisha</given-names>
          </name>
          <email>aishahanif@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-01-12">
          <day>12</day>
          <month>01</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>08</day><month>08</month><year>2025</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-5">
      <title>Pendahuluan </title>
      <p id="paragraph-230871edbd6df50b17b04204dc7e9c97">
        <bold id="_bold-5">Latar </bold>
        <bold id="_bold-6">Belakang</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-8">Pasar modal di Indonesia awalnya dipandang belum memiliki peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pasar modal danrendahnya minat masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal. Namun dengan berjalannya waktu mulai meningkatnya pengetahuan masyarakat terhadap investasi, dan munculnya kebijakan pemerintah mengenai investasi. Pasar modal yang sekarang berkembang di Indonesia saat ini mengalami kemajuan yang cukup signifikan, kemajuan itu terlihat dari meningkatnya volume perdagangan, dan jumlah emiten dari waktu ke waktu <xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-9">Menurut <xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref> pasar modal kini memiliki peranan penting bagi suatu negara dalam bidang perekonomiannya termasuk di Indonesia. Hal ini dikarenakan pasar modal mempunyai dua fungsi yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Fungsi pasar modal dalam segi ekonomi adalah pasar modal sebagai fasilitas untuk menghubungkan pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang kelebihan dana (investor). Sedangkan fungsi keuangan yaitu memberikan peluang dan kesempatan untuk memperoleh imbalan bagi pemilik dana sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. </p>
      <p id="_paragraph-10">Menurut <xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>, menjelaskan bahwa investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya pada saat ini untuk memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan datang. Salah satu sarana  atau tempat untuk melakukan investasi adalah pasar modal. Tempat untuk menghubungkan atau mempertemukannya dilaksanakan berdasarkan suatu lembaga resmi yang disebut dengan bursa efek. Salah satu efek yang diperjualbelikan adalah saham. </p>
      <p id="_paragraph-11">Investasi dalam bentuk saham dirasa memiliki resiko yang cukup tinggi. Investor tidak mengetahui secara pasti resiko apa yang akan dialami. Oleh sebab itu investor memerlukan informasi dan juga alat pengukur kinerja perusahaan yang tepat agar dapat memilih saham mana yang harus dipiih. Harga saham peka dengan perubahan-perubahan yang terjadi baik perubahan dalam negeri maupun luar negeri <xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-12">Dalam aktivitas pasar modal, harga saham merupakan faktor yang sangat penting dan perlu diperhatikan oleh para investor karena harga saham menunjukkan prestasi emiten. Harga saham juga menunjukkan nilai perusahaan, dengan semakin tinggi harga saham suatu perushaan maka tinggi pula nilai perusahaan tersebut dan sebaliknya <xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>. Karena itu untuk penilaian saham investor dapat melihat kondisi keuangan perusahaan. </p>
      <p id="_paragraph-13">Salah satu tolak ukur keberhasilan suatu perusahaan adalah kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Kinerja perusahaan yang baik akan memberikan dampak positif bagi perkembangan perusahaan itu sendiri dan tentu akan menarik  minat investor. Untuk menilai kinerja perusahaan dapat dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Rasio keuangan juga dapat memprediksi harga saham. Harga saham dipengaruhi oleh kinerja perusahaan karena kinerja yang baik akan menaikkan nilai harga saham, dan penilaian ini dapat dilakukan dengan melakukan analisis teknikal dan fundamental.</p>
      <p id="_paragraph-14">Analisis teknikal menggunakan data perubahan harga di masa lalu sebagai upaya untuk memperkirakan harga sekuritas di masa yang akan datang. Sedangkan analisis fundamental berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan tentang efektivitas dan efisiensi perusahaan dalam mencapai sasaran. Dapat disimpulkan bahwa analisis fundamental memiliki hubungan kausalitas terhadap nilai perusahaan melalui indikator harga saham dan struktur modal perusahaan <xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>. Dengan menggunakan analisis fundamental ini dapat membantu investor untuk menilai apakah saham ini layak dibeli atau tidak. Salah satu cara untuk menilai kinerja keuangan perusahaan adalah dengan melihat laporan keuangan perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-15">Laporan keuangan perusahaan adalah hasil laporan keuangam selama periode tertentu yang digunakan sebagai informasi bagi calon investor sebelum menanamkan modalnya. Informasi laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan merupakan jenis informasi yang paling mudah didapatkan. Laporan keuangan sangat berguna bagi investor untuk menentukan keputusan investasi yang terbaik dan menguntungkan <xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-16">Untuk menganalisis laporan keuangan biasanya dengan menggunakan rasio-rasio keuangan. Rasio keuangan dapat berguna sebagai pedoman investor untuk menyediakan informasi posisi keuangan dan kinerja di masa lalu dan masa yang akan datang <xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>. Rasio keuangan terdiri dari lima jenis yaitu rasio likuiditas <italic id="_italic-22">(liquidity ratio)</italic>,rasio aktivitas <italic id="_italic-23">(activity ratio)</italic>, rasio solvabilitas <italic id="_italic-24">(leverage ratio)</italic>, rasio pasar, dan rasio rentabilitas <italic id="_italic-25">(profitabilitas ratio)</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-17">Rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. Adapun rasio likuiditas diantaranya adalah <italic id="_italic-26">Current Ratio (CR)</italic>, <italic id="_italic-27">Quick Ratio (QR)</italic>, <italic id="_italic-28">Net Working Capital (NWC)</italic>, dan <italic id="_italic-29">Defensive Interval Ratio (DIR)</italic>. Rasio aktivitas menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian, dan kegiatan lainnya. Rasio aktivitas terdiri dari <italic id="_italic-30">Receivable Turnover, Total Asset Turn Over (TATO) </italic>dan <italic id="_italic-31">Inventory Turnover </italic><xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref><italic id="_italic-32">.</italic></p>
      <p id="_paragraph-18">Ratio solvabilitas atau <italic id="_italic-33">leverage </italic>adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya dan rasio ini terdiri dari <italic id="_italic-34">Debt to Equity Ratio </italic>dan Debt Ratio <xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref>. Rasio pasar menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mengukur harga pasar terhadap nilai saham perusahaan, yang termasuk diantaranya <italic id="_italic-35">Price Earning Ratio </italic>dan <italic id="_italic-36">Price Book Value</italic>. Rasio profitabilitas yang merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba dari kegiatan operasinya yang sering dibicarakan <italic id="_italic-37">Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), </italic>dan <italic id="_italic-38">Return On Investnent (ROI).</italic></p>
      <p id="_paragraph-19">Menurut <xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref> rasio umumnya yang dikenal dan popular adalah rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas atau profitabilitas. perusahaandikatakan mempunyai kinerja yang baik atau tidak dapat diukur dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban (utang) yang akan jatuh tempo <italic id="_italic-39">(liquidity)</italic>, kemampuan perusahaan untuk menyusun struktur pendanaan, yaitu perbandingan antara utang dan modal <italic id="_italic-40">(leverage)</italic>, kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan <italic id="_italic-41">(profitability)</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-20">Selembar saham mempunyai nilai atau harga. Para investor sebelum melakukan penanaman modal biasanya melakukan penelitian dan analisis-analisis terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan yang dapat merugikan investor dalam menanamkan modal. Bursa efek atau bursa saham adalah sebuah pasar yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan efek yang sudah terdaftar di bursa itu. Bursa efek bersama-sama dengan pasar uang merupakan sumber utama permodalan eksternal bagi perusahaan dan pemerintah. Dengan adanya jual beli saham dapat meluaskan usaha dengan memiliki sejumlah modal yang ada di perusahaan. </p>
      <p id="_paragraph-21">Ratio <italic id="_italic-42">return on asset </italic>juga sangat penting, dimana rasio ini menunjukkan seberapa banyak perusahaan telah memperoleh laba atas aktiva yang ditanamkan pada perusahaan. Rasio ini dipergunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan penggunaan keseluruhan aktiva perusahaan yang dimiliki. Rasio ini diperoleh dari laba bersih setelah pajak dibagi total aktiva. Dalam menjalankan aktivitasnya perusahaan juga berupaya untuk memperoleh laba yang tinggi. Semakin tinggi perolehan laba perusahaan maka mencerminkan modal ekuiti yang diinvestasikan sedikit dibandingkan dengan modal pinjaman, hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi investor yang akan menginvestasikan uangnya pada perusahaan <xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-22">Dalam sebuah bisnis, perusahaan juga memiliki utang. Utang biasanya terjadi baik pada perusahaan yang telah lama berdiri maupun perusahaan baru. Perusahaan baru biasanya memiliki hutang karena untuk membiayai baik pembangunan gedung maupun kegiatan operasi perusahaan yang baru akan dimulai sedangkan bagi perusahaan yang telah lama berdiri biasanya perusahaan berhutang untuk menutupi biaya-biaya yang timbul akibat kegiatan operasi yang dilakukan. Perusahaan dapat menggunakan rasio hutang untuk mengukur berapa aktiva perusahaan yang dibiayai oleh kreditur. Semakin tinggi rasio hutang, semakin besar jumlah modal pinjaman yang digunakan dalam menghasilkan keuntungan perusahaan <xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-23">Salah satu cara untuk menghitung besarnya hutang suatu perusahaan dengan menggunakan perhitungan <italic id="_italic-43">Current Ratio</italic>. Dimana perhitungan ini digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Oleh sebab itu, rasio lancar dihitung sebagai hasil bagi antara total aset lancar dengan kewajiban lancar. Perusahaan harus terus-menerus memantau hubungan antara kewajiban lancar dan aset lancar. Hubungan ini sangat penting terutama untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aset lancar <xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-24">Tidak hanya hutang jangka pendek saja yang dapat terjadi dalam kegiatan operasional perusahaan, hutang jangka panjang juga dapat terjadi dalam kegiatan tersebut. Untuk mengetahui seberapa besar jumlah hutang jangka panjangnya, perusahaan dapat menggunakan <italic id="_italic-44">Debt to Equity </italic>dalam perhitungannya. Rasio ini digunakan untuk mengetahui perbandingan jumlah dana yang disediakan kreditor dengan jumlah dana yang berasal dari pemilik perusahaan <xref id="_xref-15" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>. Agar perusahaan dapat bertahan lama maka perusahaan harus mampu mengendalikan utangnya agar tidak lebih tinggi dari modal. Karena apabila utang tersebut lebih tinggi dari modalnya maka dapat dikatakan perusahaan tersebut tidak sehat secara finansial dan perusahaan akan terancam bangkrut. Perusahaan harus cermat dalam melakukan pengeluaran dan mengawasi pengeluaran tersebut agar tidak terjadi pengeluaran yang berlebihan. <italic id="_italic-45">Debt to Equity Ratio </italic>(DER) merupakan ukuran yang dipakai dalam menganalisis laporan keuangan untuk melihat besarnya jaminan yang tersedia untuk kreditor <xref id="_xref-16" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-25"> Industri otomotif dan komponen saat ini memang sangat pesat pertumbuhannya, bisa kita lihat fenomenanya dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pengguna jalanan baik di ibukota maupun di daerah sudah menggunakan kendaraan baik motor maupun mobil. Dengan melihat keadaan sekarang industri ini dinilai menjanjikan dalam melakukan investasi dan memperoleh keuntungan baik sekarang maupun di masa depan. Berdasarkan data penjualan sepeda motor pada Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) tahun 2020 sebanyak 3.660.616 unit, tahun 2021 sebanyak 5.057.516 unit, tahun 2022 sebanyak 5.221.470 unit, dan tahun 2024 sebanyak 6.236.992 unit, sedangkan data penjualan mobil pada Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) pada tahun 2020 sebanyak 576.762 unit, tahun 2021 sebanyak 863.348 unit, tahun 2022 sebanyak 1.013.582 unit, dan tahun 2023 sebanyak 1.196.026 unit.  industri ini sangat bergantung pada suku bunga bank atau inflasi untuk melakukan ekspansi. Semakin tinggi inflasi dan suku bunga maka biaya juga akan meningkat. Hal ini disebabkan sub sektor ini termasuk industri padat modal. Seorang investor dapat mempertimbangkan dua hal sebelum melakukan investasi yaitu keuntungan yang didapatkan dan risiko yang mungkin terjadi <xref id="_xref-17" ref-type="bibr" rid="bib17">[17]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-26"><italic id="_italic-46">Earning Per Share </italic>(EPS) merupakan komponen penting yang harus diperhatikan, karena EPS menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua pemegang saham perusahaan, dan biasanya investor tertarik dengan menggunakan dasar saham yang dimiliki. Sehingga <italic id="_italic-47">Earning Per Share </italic>(EPS) merupakan komponen penting dalam melakukan analisis perusahaan <xref id="_xref-18" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref>. <italic id="_italic-48">Earning </italic>atau laba merupakan salah satu tujuan investor dalam melakukan investasi. Untuk itu informasi tentang laba sangatlah menjadi perhatian bagi para investor. Biasanya investor tertarik dengan laba atau profit dengan menggunakan dasar saham yang dimiliki. Menurut <xref id="_xref-19" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref> rasio yang biasanya digunakan untuk melihat keuntungan dengan dasar saham adalah <italic id="_italic-49">Earning Per Share </italic>(EPS). <italic id="_italic-50">Earning Per Share </italic>(EPS) bisa menggambarkan pengembalian modal untuk setiap satu lembar saham dan kinerja perusahaan. Hubungan antara laba yang diperoleh dari investasi yang ditetapkan pemegang saham diamati secara cermat oleh komunitas keuangan. </p>
      <p id="_paragraph-27">Melihat dari hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan hasil yang bervariasi, maka pada penelitian ini penulis menggunakan variabel moderasi untuk mengetahui apakah variabel moderasi dapat memperkuat atau memperlemah variabel independen terhadap variabel dependen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap harga saham pada perusahaan otomotif yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2023. Adanya variabel moderating adalah untuk memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Dalam penelitian ini variabel moderasi yang digunakan adalah <italic id="_italic-51">Earning Per Share</italic> (EPS), merupakan laba bersih dari setiap lembar saham. Sebab investor akan melihat keuntungan yang dihasilkan dari tiap lembar saham sebelum akhirnya investor memutuskan untuk membelinya atau tidak <xref id="_xref-20" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref>.</p>
      <table-wrap id="table-figure-faadb3c455364c0015c7696daa82b2d7">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-7">Tabel 1.</bold>
            <bold id="_bold-8">Harga Saham Subsektor Otomotif dan Komponen yang Terdaftar di BEI</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-89a47c9b69bd2768e4b84bb77d425f5e"/>
        </caption>
        <table id="table-8a6b0eee28595ab61f11a33a2ca54042">
          <tbody>
            <tr id="table-row-961d1e7651ae0be7c284de48f90012cc">
              <td id="table-cell-cf7e3cf51cce7b0bca7c5fdfaf5002a9" rowspan="2"> No </td>
              <td id="table-cell-160b7a8bbabe91656e89f9da3483724c" rowspan="2"> Kode perusahaan </td>
              <td id="table-cell-71d9510c7f1bf87dd2f6870780aaee1f" colspan="3"> Harga Saham </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f69a01a6bb3a44e02e65ba2d36f3863d">
              <td id="table-cell-a4ee079fb7092ae27bbe4735c183a2e1"/>
              <td id="table-cell-96350c186bded2d2771e4f80a1fd7f25"/>
              <td id="table-cell-eeb7a1ca3e88f22ec91d7d31533460f9"> 2020 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d1140bda7ba8a7af8d2426b62b102d7b">
              <td id="table-cell-4bead4758d560afa63ff03a97ad78cfe">1</td>
              <td id="table-cell-317501256421cf39054c9f75bb718fa6">ASII</td>
              <td id="table-cell-f3cef718d4c09476097f6321157c1ca6">6.025</td>
              <td id="table-cell-91afdf0ef9c061b828c2fda62e33f96f">5.700</td>
              <td id="table-cell-2a03563f501b9d8c2207501081312af4">5.700</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-53e68c83c2cd1fdf15663afff76059a6">
              <td id="table-cell-a96372c848f067a0c829ee54c4e76c68">2</td>
              <td id="table-cell-d483e40f6bb621bfc3f26c1138c008ec">AUTO</td>
              <td id="table-cell-ae5b064bfcb8b8b4ff5f3bac1cbe1224">1.115</td>
              <td id="table-cell-c120bd8fa3cfa876f7c884359b8bd63a">1.155</td>
              <td id="table-cell-af621edee9d954fa5aa92bc7105d9206">1.460</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5477221a82d4844ed589e731935efdf6">
              <td id="table-cell-126bfd494b64ff4bafea5b068b489988">3</td>
              <td id="table-cell-f7052ff3397b871af81ae66be3b3353b">BOLT</td>
              <td id="table-cell-181ca0113bd614a1451365c5494f2fb3">790</td>
              <td id="table-cell-7836ac5cdce86f04b45d6dc5104d3189">825</td>
              <td id="table-cell-fdb47603dcb56f44f9c13bbe7d0cfc4f">745</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ff4a9c2ba9fa8b052e3c027a10f57ccc">
              <td id="table-cell-d9c51b0457f096742accd236a4fdf9b6">4</td>
              <td id="table-cell-765be3cb4caee13701374937f89ad535">BRAM</td>
              <td id="table-cell-1c137db83568dee4320c67444527f623">5.200</td>
              <td id="table-cell-405dca86f0b58c3f4e594ffa06789aef">12.325</td>
              <td id="table-cell-26681a0130f17d7cf95896125745770a">8.275</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f4a4325091939e15ebf85a2c6ffafdd9">
              <td id="table-cell-1092f8976758f8ae178c2eda24dfdac6">5</td>
              <td id="table-cell-f854f089814560784f5f29738c968a5a">CARS</td>
              <td id="table-cell-9748847f9cbab3f734c40ecc6b9c325c">50</td>
              <td id="table-cell-e7f4c789bcdcd623b73e063645cf08e4">50</td>
              <td id="table-cell-ed6f1a1f91df37e28e0812599ee61a1b">84</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6dee4baf64f63ed2be561fa55f785395">
              <td id="table-cell-5790d6aa969ad2da904879f4cf090b08">6</td>
              <td id="table-cell-65db23903695cda1ed5b1be1e5562cf6">GDYR</td>
              <td id="table-cell-d4f7bb5cc2e8608e04e3e0cdfde81698">1.420</td>
              <td id="table-cell-17e10c38273cdc62111ce8c94feeaf92">1.340</td>
              <td id="table-cell-bbf414702a8b5ab71f6e157a80e2507d">1.395</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fbe0d3440b0e8e7c3dd8d909e6be8e20">
              <td id="table-cell-f7ed1567c8c42de60c5efb4a56fefce9">7</td>
              <td id="table-cell-daa1d2dfe3f05daf7f788853bc3c430b">GJTL</td>
              <td id="table-cell-db529f71c5d359cf0c72cb04678d3c2d">655</td>
              <td id="table-cell-d54d82e692508d833b34a4433d166f97">665</td>
              <td id="table-cell-eb80198ab492f387d8d3ab6e38959e83">560</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-04a81e4edb9269b3197de50854371814">
              <td id="table-cell-12d556ae7c5dbd79ddb0c06c4119956e">8</td>
              <td id="table-cell-a4241ff5a045ed2efdc7368ccf519896">IMAS</td>
              <td id="table-cell-29bb8d8b3b1aee88b9d770fd4fcdd32b">1.515</td>
              <td id="table-cell-387bf696a852a29108741320c4e5eb74">875</td>
              <td id="table-cell-ed53dd787d6d82e9f5b26ddd9658e69d">870</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f4007b2f978411de42dacca7e3b61b98">
              <td id="table-cell-55a58b884901f07b51d725b1be0aa745">9</td>
              <td id="table-cell-cfde23f9b236faad2cf1e52879e7900e">INDS</td>
              <td id="table-cell-3f45893632570a30d9812beb09f45e61">2.000</td>
              <td id="table-cell-bba0dbc708fc41efcf91c5c9dbe5fb40">2.390</td>
              <td id="table-cell-d8b84d76febba6e3700cfe52161f96e8">1.945</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c8e7e0842e4dabf1f06ba5c3dad56032">
              <td id="table-cell-8090c188b508d022c4056f70674d4355">10</td>
              <td id="table-cell-7b08b3fef398c667cb3d6ea61ea7b317">LPIN</td>
              <td id="table-cell-ba50f5c10ce6078355a8462e1a13f72c">244</td>
              <td id="table-cell-d943632d8f14c69aaef72f6fa8f8eb66">1.175</td>
              <td id="table-cell-8281e911be192b15ed87f6643430beee">390</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-433bca0f74cc8d5d844725473a713c6f">
              <td id="table-cell-d6a6da67ab7f101eb4be951576fa7190">11</td>
              <td id="table-cell-716ac62144df275eccb13d4347d5b748">MASA</td>
              <td id="table-cell-e5d42e1323e0fb89c5c67795ac137b09">995</td>
              <td id="table-cell-90d6ec0519cbbc96f3373594cb790057">5.875</td>
              <td id="table-cell-889c8512ef58abf55e4d28c2fba1deed">2.120</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2ddc6e2010bc98fedc555c2144d02bf7">
              <td id="table-cell-240c334ad687c69362fcb8bbd648b8c9">12</td>
              <td id="table-cell-29454044ae5afa6fddef5c1af2c361ce">MPMX</td>
              <td id="table-cell-41a55fb521a0f7f09dbe6dc21167b1a8">494</td>
              <td id="table-cell-bdf1a1ea37aadb2357168215eff37bf3">1.145</td>
              <td id="table-cell-e53a8424319f46eeb112850e6ca6ed57">1.120</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d152a78e25717ce542d950f8760e368d">
              <td id="table-cell-092ed38546218bfc530accd66e55917a">13</td>
              <td id="table-cell-546392c2660d49a30473eb2dd15d6c00">PRAS</td>
              <td id="table-cell-5cff84b276528c9fad0d5b92fa9b871f">122</td>
              <td id="table-cell-552cf3b536f2908f80f701b4b2681f77">254</td>
              <td id="table-cell-0bd23e6e3056b9baa97a51fda4fcedd0">152</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-193c970b71cb36641deee678c1811abf">
              <td id="table-cell-429c82bdbe35d0b20d1f6174ecc37345">14</td>
              <td id="table-cell-ebb81c553cb1728c778a3c9caf6ff163">SMSM</td>
              <td id="table-cell-69b21adeb3a152465b73aa033fc366df">1.385</td>
              <td id="table-cell-871e5e48bbf945729a8e33c296b0e080">1.360</td>
              <td id="table-cell-a4210740065e4cabfa6e342d221bd37f">1.535</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-30">Berdasarkan data diatas, dapat diketahui informasi fluktuasi harga saham sebagai pertimbangan investor dalam menanmkan modalnya pada perusahaan-perusahaan industri otomotif dan komponen guna mempertimbangkan keputusan dalam berinvestasi salah satunya menggunakan data laporan keuangan. Harga saham mencerminkan nilai dari suatu perusahaan, apabila perusahaan tersebut memiliki prestasi yang baik maka harga saham tersebut akan banyak diminati oleh para inveastor. Sebaliknya jika perusahaan tersebut memiliki prestasi yang buruk maka investorpun tidak akan tertarik.</p>
      <p id="_paragraph-31">
        <bold id="_bold-15">Rumusan Masalah</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-32">Berdasarkan uraian latar belakang penelitian diatas, maka masalah yang akan dirumuskan adalah sebagai berikut :</p>
      <list list-type="order" id="list-e95d5d075a49a3ea242257b4833456d0">
        <list-item>
          <p>Apakah <italic id="_italic-52">Return On Asset</italic> (ROA) berpengaruh terhadap harga saham ?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah <italic id="_italic-53">Current Ratio</italic> (CR) berpengaruh terhadap harga saham ?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah <italic id="_italic-54">Debt to Equity Ratio</italic> (DER) berpengaruh terhadap harga saham ?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah <italic id="_italic-55">Earning Per Share</italic> (EPS) mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-56">Return On Asset</italic> (ROA) terhadap harga saham ?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah <italic id="_italic-57">Earning Per Share</italic> (EPS) mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-58">Current Ratio</italic> (CR) terhadap harga saham ? </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah <italic id="_italic-59">Earning Per Share</italic> (EPS) mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-60">Debt to Equity Ratio</italic> (DER) terhadap harga saham ?</p>
        </list-item>
      </list>
      <sec id="heading-32c43f383aff347a5d18bee2311b9f4f">
        <title>
          <bold id="_bold-16">Hubungan Antar Variabel</bold>
        </title>
        <p id="heading-df43d8ff915c6550dd9a0b0d25b821a2">
          <bold id="bold-f522d4d38a090e79b10e04672ceb58e5">1. </bold>
          <bold id="_bold-17">Pengaruh </bold>
          <bold id="_bold-18">
            <italic id="_italic-70">Return On Assets</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-19">(ROA) Terhadap Harga Saham yang dimoderasi oleh </bold>
          <italic id="_italic-71">
            <bold id="_bold-20">Earning Per Share </bold>
          </italic>
          <bold id="_bold-21">(EPS)</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-33"><italic id="_italic-61">Return On Asset</italic> (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan laba setelah pajak. Rasio ini penting bagi pihak manajemen perusahaan (ROA dalam mengelola seluruh aktiva perusahaan. Semakin besar <italic id="_italic-62">Return On Asset</italic>) berarti semakin efisien penggunaan aktiva perusahaan atau dengan kata lain dengan jumlah aktiva yang sama bisa dihasilkan laba yang lebih besar lagi dan sebaliknya. </p>
        <p id="paragraph-ddf4f17f5f7b5de689571a8074751057">
          <bold id="bold-029dc9c7da7600233009ce01283f0edc">2. </bold>
          <bold id="_bold-22">Pengaruh </bold>
          <bold id="_bold-23">
            <italic id="_italic-72">Current Ratio</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-24">(CR) Terhadap Harga Saham yang dimoderasi oleh </bold>
          <italic id="_italic-73">
            <bold id="_bold-25">Earning Per Share </bold>
          </italic>
          <bold id="_bold-26">(EPS)</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-34"> <italic id="_italic-63">Current Ratio</italic> (CR) adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang dimiliki. Kemampuan likuiditas keuangan antar perusahaan cenderung berbeda antara satu industri dengan industry lainnya. Kriteria perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban keuangan kepada pihak luar secara aman. Semakin tinggi resiko rasio likuiditas suatu perusahaan maka semakin baik karena semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek dan semakin diminati para investor untuk menanamkan saham di perusahaan tersebut <xref id="_xref-21" ref-type="bibr" rid="bib21">[21]</xref>.</p>
        <p id="_paragraph-35"><italic id="_italic-64">Earning Per Share</italic> (EPS) merupakan komponen terpenting yang sangat diperhatikan oleh para investor. Karena EPS adalah laba bersih perusahaan yang siap dibagikan kepada pemegang saham. Dengan CR yang tinggi maka keuntungan perusahaan semakin besar, maka EPS akan tinggi karena keuntungan perusahaan yang semakin besar maka akan meningkat pula laba yang diterima kepada para pemegang saham. Hal ini akan berdampak positif terhadap harga saham dengan meningkatnya harga saham <xref id="_xref-22" ref-type="bibr" rid="bib22">[22]</xref>.</p>
        <p id="_paragraph-36">Dengan begitu hal tersebut sesuai dengan <italic id="_italic-65">Signaling Theory</italic> (Teori Sinyal) menurut <xref id="_xref-23" ref-type="bibr" rid="bib23">[23]</xref> teori sinyal menjelaskan alasan perusahaan menyajikan informasi. Teori sinyal mengemukakan bagaimana seharusnya perusahaan memberikan sinyal-sinyal pada pengguna laporan keuangan. Jadi dengan adanya teori sinyal memberikan sinyal kepada investor dalam mengambil keputusan ekonomi. Dengan semakin tinggi <italic id="_italic-66">Current Ratio</italic> (CR) perusahaan maka memberikan sinyal yang baik agar investor berminat untuk menanamkan modalnya. <italic id="_italic-67">Current Ratio</italic> (CR) menandakan bahwa kewajiban jangka pendeknya dapat terpenuhi sehingga kegiatan operasionalnya tidak terganggu sehingga memungkinkan untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Investor menyukai perusahaan yang memiliki <italic id="_italic-68">Current Ratio</italic> (CR) yang tinggi sehingga perusahaan dapat menjalankan kegiatan operasionalnya secara maksimal dan tidak terganggu oleh hutang sehingga dapat memperoleh keuntungan yang maksimal. Sehingga ditarik kesimpulan bahwa <italic id="_italic-69">Current Ratio</italic> (CR) berpengaruh terhadap harga saham.</p>
        <p id="paragraph-fb52671d431be480ad9e7c10065d0275">
          <bold id="_bold-27">Pengaruh </bold>
          <bold id="_bold-28">
            <italic id="_italic-74">Debt to Equity Ratio</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-29">(DER) Terhadap Harga Saham yang dimoderasi oleh </bold>
          <italic id="_italic-75">
            <bold id="_bold-30">Earning Per Share </bold>
          </italic>
          <bold id="_bold-31">(EPS)</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-37"><italic id="_italic-76">Ratio Leverage</italic> menggambarkan hubungan antara utang perusahaan terhadao modal aset. <italic id="_italic-77">Debt to Equity Ratio</italic> (DER) merupakan perbandingan antara total hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri (ekuitas). <italic id="_italic-78">Debt to Equity Ratio</italic> (DER) digunakan perusahaan untuk mengukur seberapa besar modal yang dimiliki untuk menjamin hutangnya. Semakin besar <italic id="_italic-79">Debt to Equity Ratio</italic> (DER) menunjukkan semakin besar biaya hutang yang harus dibayar perusahaan sehingga profitabilitas berkurang. Karena dengan tingginya DER maka EPS akan turun dikarenakan berkurangnya keuntungan yang diterima oleh pemegang saham. </p>
        <p id="_paragraph-38">Hal tersebut telah sesuai dengan <italic id="_italic-80">Signaling Theory</italic> (Teori Sinyal), dengan memberikan sinyal yang diberikan kepada investor dari perusahaan yang berupa informasi keuangan maka investor dapat megetahui seberapa besar hutang yang dimiliki perusahaan tersebut sebelum investor menanamkan modalnya. Hutang yang tinggi pada perusahaan dapat memberikan risiko yang besar dan perusahaan bisa saja mengalami kebangkrutan karena memiliki hutang yang tinggi, dan berdampak harga saham akan turun. Maka dari itu diperkirakan <italic id="_italic-81">Debt to Equity</italic> <italic id="_italic-82">Ratio </italic>berpengaruh terhadap harga saham <xref id="_xref-24" ref-type="bibr" rid="bib24">[24]</xref>.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-39">
        <bold id="_bold-32">Pendekatan Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-40">Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan data sekunder sebagai sumber data <xref id="_xref-25" ref-type="bibr" rid="bib25">[25]</xref>. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan tahunan Pada perusahaan manufaktur aneka industri dengan sub sektor otomotif dan komponen di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2020-2023. Penelitian ini menganalisa dan menjelaskan Pengaruh <italic id="_italic-83">Return On Assets, Current Ratio Dan Debt To Equity Ratio</italic> terhadap Harga Saham dengan <italic id="_italic-84">Earning Per Share</italic> Sebagai Variabel Moderasi<italic id="_italic-85">.</italic></p>
      <p id="_paragraph-41">
        <bold id="_bold-33">Lokasi Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-42">Penelitian ini dilakukanpada perusahaan yang tergabung dalam perusahaan manufaktur ane ka industri dengan sub sektor otomotif dan komponen di Indonesia yang telah Go Public di Bursa Efek Indonesia yang terdapat situs resminya.</p>
      <p id="_paragraph-43">
        <bold id="_bold-34">Definisi Operasional, Identifikasi Variabel dan Indikator Variabel</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-44">Operasionalisasi variabel sangat diperlukan untuk menentukan jenis, indikator serta skala dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian ini, sehingga pengujian hipotesis dengan alat bantu statistik dapat dilakukan secara benar dan sesuai dengan judul penelitian <italic id="_italic-86">Return On Assets, Current Ratio Dan Debt To Equity Ratio</italic> terhadap harga saham dengan Earning Per Share Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Otomotif dan Komponen yang <italic id="_italic-87">terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2023</italic><italic id="_italic-88">. Maka variabel yang</italic> terkait dalam penelitian ini yaitu :</p>
      <p id="paragraph-086afcac175f68e0a4d92b699ff8e8f6">1. Variabel Dependen (Y)</p>
      <p id="_paragraph-45"> Menurut <xref id="_xref-26" ref-type="bibr" rid="bib26">[26]</xref> variabel tergantung <italic id="_italic-89">(dependent variable) </italic>adalah variabel yang memberikan reaksi atau respon jika dihubungkan dengan variabel bebas. Variabel dependen yang digunakan adalah harga saham pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2023. Harga saham yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga saham penutupan <italic id="_italic-90">(closing price</italic>) dari tiap perusahaan yang diperoleh dari harga saham periode akhir tahun.</p>
      <p id="paragraph-eac1b627b0b8f9e011b083d3547ebfca">2. Variabel Independen (X)</p>
      <p id="_paragraph-46"> Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan dengan notasi X. Pada penelitian ini terdapat 3 variabel yaitu <italic id="_italic-91">return on asset</italic> (ROA), <italic id="_italic-92">current ratio</italic> (CR), dan <italic id="_italic-93">debt to equity ratio </italic>(DER).</p>
      <p id="paragraph-20ffe874f2c015f491849762b261ed83">3. Variabel Moderasi (Z) </p>
      <p id="_paragraph-47">Menurut <xref id="_xref-27" ref-type="bibr" rid="bib27">[27]</xref> variabel moderating merupakan variabel baru yang dikonstruksi sendiri oleh peneliti dengan cara mengambil satu variabel dan mengalikannya dengan variabel lain untuk mengetahui dampak keduanya. Variabel moderasi adalah untuk memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Dalam penelitian ini variabel moderasi yang digunakan adalah <italic id="_italic-94">earning per share</italic> (EPS).</p>
      <p id="_paragraph-48">
        <bold id="_bold-35">Populasi dan Sampel</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-9224c878c69ee6223c370c3dc83d29d0"> a. <bold id="_bold-36">Populasi</bold> </p>
      <p id="_paragraph-49">Menurut <xref id="_xref-28" ref-type="bibr" rid="bib28">[28]</xref> populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi yang digunakan penulis adalah perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan dan laporan saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi yang akan menjadi objek penelitian ini adalah perusahaan otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berjumlah 14 perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-70b944f78e7a86700b3e97d44a604344">b. <bold id="_bold-37">Sampel</bold> </p>
      <p id="_paragraph-50">Pemilihan sampel dilakukan pada semua populasi yang memenuhi kelengkapan data. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan sampel adalah <italic id="_italic-95">purposive sampling. Purposive sampling</italic> merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan atau kriteria tertentu <xref id="_xref-29" ref-type="bibr" rid="bib29">[29]</xref>. Adapun kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :</p>
      <list list-type="order" id="list-84d78ba3cfcb04dfeae0ebef1b53d0e0">
        <list-item>
          <p>Perusahaan sektor industri dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menggunakan mata uang rupiah (Rp) dalam pelampiran laporan keuangan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Melaporkan data secara terus-menerus dari tahun 2020-2023.</p>
        </list-item>
      </list>
      <table-wrap id="tbl2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-38">Tabel </bold>
            <bold id="_bold-39">2. </bold>
            <bold id="_bold-40">Kriteria penelitian</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-52"/>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-a280d300f973a0e7da3c44cdf970b264">
              <td id="4726df6a558e70dae579582003c11565">
                <bold id="_bold-41">NO</bold>
              </td>
              <td id="fe8c6ff54a133505592609bd6a6208d3">
                <bold id="_bold-42">Kriteria</bold>
              </td>
              <td id="a08a45e793f41b2ac5da4861c8f651f5">
                <bold id="_bold-43">Jumlah</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cb0ac5f29cb2a379de762b0487371362">
              <td id="c5d73aac09efb0110e93a96536e7557e">
                <bold id="_bold-44">1</bold>
              </td>
              <td id="bca65c44b52057fd6928d3deb965ac53">Perusahaan sektor industri dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)</td>
              <td id="4e408a0f4c0e4a6596f0ef0a16654c8b">14</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2c0d337d91306b345dbb945bd266a118">
              <td id="86eeea0eae7f2a75c79d826b1ddff588">
                <bold id="_bold-45">2</bold>
              </td>
              <td id="beeb6e6feb3dbbfc82ab3dc3de00b495">Menggunakan mata uang selain rupiah (Rp) dalam pelampiran laporan keuangan</td>
              <td id="4f0ef9ec6c71daf7d7cc28d6c22c83f7">(3)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-58a5fa4027010c95b044ed35fdee8d58">
              <td id="c39af375a7abb5cf9de106b5709c469d">
                <bold id="_bold-46">3</bold>
              </td>
              <td id="02cd28b039f3f6fd71173c766d586847">Tidak melaporkan data secara terus-menerus dari tahun 2020-2023</td>
              <td id="1fb3edd32712717aae2f86b19b8b7f53">(1)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2653fc6d63215d7ce9df81dbf09d1a29">
              <td id="801ed9c6ad327684640b817367cef95f" colspan="2">Jumlah sampel yang memenuhi kriteria</td>
              <td id="6fc41bc79c71b1aff9fee04d7f73acce">10</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5847c494678655ccaacaf354a314c3e0">
              <td id="b75b77c0ed486fe0f69a2064f534b383" colspan="2">Tahun pengamatan (2020-2023)</td>
              <td id="8af600122b5948fcddcc1d1196146318">4</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-691e8e046d92a37ed4b6d34d59d4bbce">
              <td id="7ad450cabe898f3a20c3a35a25ac0f12" colspan="2">Total sampel yang digunakan dalam penelitian (4 x 10)</td>
              <td id="b7a83675a75a4b99a1a16fa5943b8932">40</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-53">Berdasarkan kriteria penentuan sampel yang tersaji pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 40 (empat puluh) perusahaan dengan periode 4 (empat) tahun pengamatan. </p>
      <p id="_paragraph-54">Dari kriteria yang telah ditetapkan diatas, maka ditentukan daftar perusahaan yang memenuhi kriteria sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:</p>
      <table-wrap id="tbl3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-47">Tabel 3.</bold>
            <bold id="_bold-48">Daftar Sampel Penelitian</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-56"/>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-a03ac10dcf208faf883d95d21e25b94e">
              <td id="471744a0f27813ca490588d9bcaa5eed">
                <bold id="_bold-49">No.</bold>
              </td>
              <td id="043ed82f1c98f5f250a360673a327d0f">
                <bold id="_bold-50">Kode</bold>
                <bold id="_bold-51">Perusahaan</bold>
              </td>
              <td id="3be45aa7bd60ff553f1e5daaabb30f25">
                <bold id="_bold-52">Nama Perusahaan</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-291a74b4df134e91872d0f54c274e478">
              <td id="b9d7e7741f34896a8631a5f2edc180f0">1</td>
              <td id="04112f2e3dcaa993703b30bae094da47">ASII</td>
              <td id="37daddb6e9732c65c4c996ffcbc099e7">Astra International Tbk.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-03058e5a8daef2cbef849d26880d7a6f">
              <td id="538b1c004f3247686276a544dd2e39f1">2</td>
              <td id="c704c54284d3e89fe6507e1487f0812a">AUTO</td>
              <td id="a5ee335f136453203b859bc5edfe2b8d">Astra Otoparts Tbk.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-860c16a9a41e825a728b50598828a4d3">
              <td id="1ce4564a1172851aebdd91686592639e">3</td>
              <td id="fec1b8f403b5d119f431cd50cebe2b49">BOLT</td>
              <td id="c6ff1419b585c97389b164494b9e3961">Garuda Mrtalindo Tbk.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0d34d2b630956f2026fdc6ff797efb87">
              <td id="acb991163a20e3389d83a384e1360342">4</td>
              <td id="6a4f336737a210b550f835b247a1e261">BRAM (DOLLAR)</td>
              <td id="b760ed009f95a8c2f1949b7ab81fcb17">Indo Kordsa Tbk.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5a56b34f9d8e5622fe173d906b9aa62b">
              <td id="f9aff4bddcab50cf0123d62caf609b38">5</td>
              <td id="bddd3ef93650232fa8418449d1f7eaaf">CARS</td>
              <td id="b0b2d325b345c3d311ca08370bc1b274">Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d9716901d9786f098d01f7b93dad1d78">
              <td id="5428f224851bec7eef7c3402f0d6c9bd">6</td>
              <td id="68d5eaca6d9624776d18951a8db61d96">GDYR (DOLLAR)</td>
              <td id="fb543e52345d60b93af34d9942ef1457">Goodyear Indonesia Tbk.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b1eca3bcb101f34a2fb8e6a56f1ee83b">
              <td id="e5e0640c40e56a69ce4c43c74561bdd9">7</td>
              <td id="66d0e39eff1f0be6cbeac2f33a42804b">GJTL</td>
              <td id="3ea6346a9b587d288664f0620e0d71e2">Gajah Tunggal Tbk.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5659b4134c6f269fdf7d2af3126c34b3">
              <td id="73aeea1ad27b819df54d14a0ec8195a1">8</td>
              <td id="399c5051a1e69e1b3feae97b7623030a">IMAS</td>
              <td id="b2ce33e075b23790202278bfbb68c49b">Indomobil Sukses International Tbk.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ee519085ccda96f6395b55e3bbf0c54c">
              <td id="6ddc21436ec78579547234146abe103a">9</td>
              <td id="9d9837c20e09934ff28fdd1dce74dc08">INDS</td>
              <td id="50f936b679a1a9605d3f05a6ce117a45">Indospring Tbk.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5f03e13704ed6284801797f4825bca9b">
              <td id="41f220a0cd2fea664814978f19bbbef1">10</td>
              <td id="46425f83f613ae59930735f327b34fbd">LPIN</td>
              <td id="765a9eb1ea9408c083141660f1bc043c">Multi Prima Sejahtera Tbk.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-24a326ba045e81a7d7ef3bfad239685f">
              <td id="e6034099dc5c7a3a94bea6e753b7eb1f">11</td>
              <td id="bd7f607ab5c55946a32c521b3667f3d0">MASA (DOLLAR)</td>
              <td id="be02869268fe228e39f6e1b757496e26">Multistrada Arah Sarana Tbk.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-948dc660bb32c909a016d20f844705e0">
              <td id="635a4a66a80ef5ec182afda43deddd1c">12</td>
              <td id="d777d067f38340e3a2cfe22431cf7617">MPMX</td>
              <td id="e250fbfc4404b9934e869224ebf38b64">Mitra Pinasthika Mustika Tbk.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f340d31280cf340d7d94fe2cdbc0b066">
              <td id="3d1284083063422b27a2790a1f1d6dba">13</td>
              <td id="b1b5a87c0434d378372f0fef18cf9350">PRAS (SUSPEND)</td>
              <td id="1a7373d3a1fe31312ffd23dde5990df0">Prima Alloy Steel Sarana Tbk.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-334c3a9b0e70d8bf28c31733bbcb61a5">
              <td id="6309351cb4f6b65bc32ce7861f1c8863">14</td>
              <td id="bfcd1a1742982065a39870f04d372d2a">SMSM</td>
              <td id="71e2d26f6c2d4e98315ac2d71544b7c5">Selamat Sempurna Tbk.</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-57">
        <bold id="_bold-53">Jenis dan Sumber Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-58">Data yang digunakam dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data tersebut merupakan data perusahaan yang tergabung dalam perusahaan manufaktur aneka industri dengan sub sektor otomotif dan komponen di Indonesia yang telah Go Public di Bursa Efek Indonesia yang terdapat situs resminya.</p>
      <p id="_paragraph-59">
        <bold id="_bold-54">Teknik Pengumpulan Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-60">Metode pengumpulan data menjelaskan mengenai bagaimana pengambilan data penelitian. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah  :</p>
      <list list-type="order" id="list-1e9fc2d216ad91c1170ecbd4d37cd021">
        <list-item>
          <p>Metode Studi Dokumentasi yaitu Metode yang dilakukan dengan cara mendapatkan data berupa laporan tahunan yang dikeluarkan oleh perusahaan sektor otomotif dan komponen pada tahun 2020-2023. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Metode Studi Pustaka yaitu pengumpulan data sebagai landasan teori serta penelitian terdahulu. Dalam hal ini data diperoleh dari jurnal, artikel, buku-buku, penelitian terdahulu, serta sumber tertulis lainnya yang berhubungan dengan informasi yang dibutuhkan.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-61">
        <bold id="_bold-55">Teknik Analisis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-62">Analisis data penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif merupakan bentuk analisa data yang berupa angka-angka dan dengan menggunakan perhitungan statistik untuk menganalisa suatu hipotesis. Analisa data kuantitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan, kemudian mengolahnya dan menyajikannya dalam bentuk tabel, grafik, dan output analisis lain yang digunakan untuk menarik kesimpulan sebagai dasar pengambilan keputusan <xref id="_xref-30" ref-type="bibr" rid="bib30">[30]</xref>. Teknik analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan <italic id="_italic-96">Moderated Regression Analysis</italic> (MRA). <italic id="_italic-97">Moderated Regression Analysis</italic> melibatkan variabel moderasi dalam membangun hubungan dapat memperkuat atau memperlemah variabel dependen. <italic id="_italic-98">Moderated Regression Analysis</italic> berbeda dengan analisis sub-kelompok, karena dapat menggunakan pendekatan analitik yang mempertahankan integritas sampel dan memberikan dasar untuk mengontrol pengaruh variabel moderasi.  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bantuan SPSS (<italic id="_italic-99">Statistical Package for Social Science) </italic>Versi 27 sebagai alat untuk menganalisis data. Analisis ini diawali dengan statistik deskriptif, dan Uji Asumsi Klasik. Uji asumsi klasik ini terdiri dari Uji Multikolinearitas, Uji Normalitas, Uji Heterokedasitas, Dan Uji Autokorelasi. Selanjutnya data yang terkumpul dilakukan <italic id="_italic-100">Moderated Regression Analysis</italic> (MRA) dan uji hipotesis yang berupa koefisien determinasi (R<sup id="_superscript-5">2</sup>), Koefisien korelasi (R), dan uji t. </p>
      <p id="paragraph-761544cef9751e0213384c001c2a2629">1. <bold id="_bold-56">Statistik Deskriptif </bold></p>
      <p id="_paragraph-63">Statistik deskriptif digunakan untuk dapat menggambarkan berbagai karakteristik data yang berasal dari suatu sampel. Statatistik deskriptif seperti mean, median, modus, presentil, desil, quartile berupa bentuk analisis angka maupun gambar/diagram. Dalam statistik deskriptif ini diolah pervariabel.  Dalam penelitian ini, digunakan untuk mengetahui gambaran tentang <italic id="_italic-101">Return On Assets, Current Ratio , Debt To Equity Ratio</italic> , harga saham dan <italic id="_italic-102">Earning Per Share.</italic></p>
      <p id="paragraph-ed5c6a73cf55e108fcb53466618a94a3">2. <bold id="_bold-57">Uji Asumsi Klasik</bold> </p>
      <p id="_paragraph-64">Model <italic id="_italic-103">Moderated Regression Analysis</italic> (MRA) digunakan dalam pengujian hipotesis untuk dapat memenuhi uji asumsi klasik dalam penelitian yang dilakukan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar dapat menghindari adanya estimasi yang bias karena tidak semua data dapat menggunakan model regresi. </p>
      <p id="paragraph-0850fa5b726c8f51346a83d70ba26cf2"> a. <bold id="_bold-58">Uji Normalitas </bold></p>
      <p id="_paragraph-65">Uji normalitas dalam penelitian perlu dilakukan karena dalam menguji model regresi berganda apakah dalam penelitian tersebut variabel pengganggu atau nilai residualnya memiliki distribusi normal atau tidak. Seperti yang telah diketahui bahwa uji f dan t mengasumsikan bahwa nilai residualnya mengikuti distribusi normal atau tidak, apabila dalam penelitian yang dilakukan melanggar asumsi tersebut, maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel yang rendah. Uji <italic id="_italic-104">Kolmogorov Smirnov </italic>satu arah juga dapat untuk menguji uji normalitas data. Menilai nilai signifikansi dalam penelitian harus dapat mengambil kesimpulan untuk menentukan apakah suatu data telah mengikuti distribusi normal atau tidak. Jika signifikannya &gt; 0,05 maka variabel berdistrubusi normal dan sebaliknya jika signifikannya &lt; 0,05 maka variabel tidak terdistribusi normal.</p>
      <p id="paragraph-d5ac86955f7bf43f982321e43fd04e08"> b. <bold id="_bold-59">Uji Multikolinearitas </bold></p>
      <p id="_paragraph-66">Uji multikolinearitas dimaksudkan jika dalam penelitian dengan model regresi yang dilakukan terjadi korelasi antar variabel bebas (<italic id="_italic-105">independen). </italic>Dalam penelitian tidak terjadi korelasi di antara variabel independen merupakan model regresi yang baik. Karena jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel tersebut tidak ortogonal. Variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol disebut dengan varaibel orthogonal <xref id="_xref-31" ref-type="bibr" rid="bib31">[31]</xref>. Metode yang digunakan untuk menguji adanya multikoliniearitas ini dapat dilihat dari <italic id="_italic-106">nilai tolerance </italic>atau <italic id="_italic-107">variance inflantion factor </italic>(VIF). Batas yang ditentukan untuk  menunjukkan adanya multikolinearitas atau tidak dari <italic id="_italic-108">nilai tolerance </italic>&lt; 0,10 atau sama dengan nilai VIF &gt; 10.</p>
      <p id="paragraph-3573b2a3dfce57221f52641edccc6391">c. <bold id="_bold-60">Uji Heterokedasitas </bold></p>
      <p id="_paragraph-67">Heterokedasitas mempunyai tujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan <italic id="_italic-109">variance</italic> antara residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika <italic id="_italic-110">variance</italic> antara residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka dapat diartikan dengan homokedasitas dan jika berbeda diartikan dengan heterokedasitas. Model regresi yang baik yaitu yang homokedasitas atau yang tidak terjadi heterokedasitas <xref id="_xref-32" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-68">Untuk mengetahui ada atau tidaknya heterokedasitas pada penelitian ini, maka penelitian ini diuji dengan cara melihat grafik <italic id="_italic-111">scatterplot</italic> antara nilai prediksi variabel dependen (<italic id="_italic-112">ZPRED</italic>) dan dengan residualnya (<italic id="_italic-113">SRESID</italic>). Dasar analisis yang digunakan untuk menguji ada atau tidaknya heterokedasitas adalah sebagai berikut:</p>
      <list list-type="order" id="list-a107cd4751cd53f8e3eeaeff513df89f">
        <list-item>
          <p>Jika dalam pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu secara teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka menandakan telah terjadinya heterokedasitas.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika tidak ada pola yang jelas, serta terdapat titik yang menyebar di atas dan di bawah angka 0 yang ada pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heterokedasitas. </p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-5b1a7e7f289ba0e6c158d400643a50e9">d. <bold id="_bold-61">Uji Autokorelasi </bold></p>
      <p id="_paragraph-69">Uji autokorelasi memiliki tujuan untuk menguji apakah model regresi berganda dalam penelitian yang dilakukan terdapat korelasi antara residual pada periode t dengan residual pada periode t-1 atau sebelumnya. Apabila telah terjadi korelasi, maka dapat dinyatakan dengan adanya problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena disebabkan adanya observasi yang berurutan sepanjang waktu yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Masalah ini timbul dikarenakan residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas antara satu observasi dengan observasi yang lainnya. Hal ini juga sering ditemukan pada data runtut waktu (<italic id="_italic-114">time series</italic>) karena adanya “gangguan” pada seseorang individu/kelompok yang cenderung mempengaruhi “gangguan” pada individu/kelompok yang sama pada periode berikutnya. Dalam penelitian model regresi yang bebas dari autokorelasi, merupakan model regresi yang baik. Salah satu cara untuk dapat mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi dengan Uji Durbin – Watson. Pengambilan keputusan ada atau tidaknya autokorelasi:</p>
      <list list-type="order" id="list-079393e941a6bd123c6efc1f45c9e0a8">
        <list-item>
          <p>Nilai DW &lt; 1,10 : ada autokorelasi</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Nilai DW antara 1,10 s.d 1,54 : tanpa kesimpulan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold id="_bold-62">Nilai DW antara 1,55 s.d 2,46 : tidak ada autokorelasi</bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Nilai DW antara 2,46 s.d 2,90 : tanpa kesimpulan </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Nilai DW &gt; 2,91 : ada autokorelasi</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-52d5cfec4c768a1c9e1629fa53184d91">3. <bold id="_bold-63">Pengujian Hipotesis </bold></p>
      <p id="paragraph-98d5ca8830513f2384cc6f3cc9d8df22"> 1. <bold id="_bold-64">Uji Koefisien Korelasi</bold> </p>
      <p id="_paragraph-70">Dalam penelitian ini menggunakan koefisien korelasi yang menjadi perhatian adalah besarnya nilai R hasil dari SPSS 27. Jika besarnya nilai R mendekati angak 1 berarti variabel independen memiliki pengaruh yang kuat terhadap variabel dependen. Begitu pula sebaliknya, jika besarnya nilai R jauh dari angka 1 berarti pengaruh variabel independennya masih lemah terhadap variabel dependen.</p>
      <p id="paragraph-079d496a2e1694b7cb7562407a147365">2. <bold id="_bold-65">Koefisien Determinasi (R</bold> <bold id="_bold-66"><sup id="_superscript-8">2</sup> </bold><bold id="_bold-67">)</bold> </p>
      <p id="_paragraph-71">Koefisien determinasi (R<sup id="_superscript-6">2</sup>) yaitu koefisien yang menunjukkan presentase pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen. Presentase tersebut menunjukkan tentang seberapa besar variabel independen yang dapat menjelaskan variabel dependennya. Semakin tinggi koefisien determinasinya atau nilai R<sup id="_superscript-7">2</sup> semakin mendekati 100% maka semakin baik variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependennya. Hal ini, persamaan regresi yang dihasilkan baik untuk  mengestimasikan nilai variabel dependennya.</p>
      <p id="paragraph-e242e238d55bfcea408eaa7e12d90b57">3. <bold id="_bold-68"><italic id="_italic-115">Moderated Regression Analysis</italic> </bold><bold id="_bold-69">(MRA)</bold> </p>
      <p id="_paragraph-72">Uji interaksi atau sering disebut <italic id="_italic-116">Moderated Regression Analysis</italic> (MRA) merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear dimana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih independen) yang bertujuan untuk mengetahui apakah variabel moderating akan memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. variabel moderator berdasarkan hubungannya dengan variabel kriteria (tergantung) dan bedasarkan interaksi dengan variabel prediktor (bebas). Pola hubungan tersebut dapat dilihat sebagai berikut:</p>
      <list list-type="order" id="list-1ab47da27fe5569f4b169ed995b34047">
        <list-item>
          <p>Variabel Prediktor Moderasi (<italic id="_italic-117">Predictor Moderator</italic>): Variabel yang dihipotesiskan sebagai variabel moderasi (Z) berhubungan dengan variabel kriteria (Y) dan atau prediktor (X), tetapi tidak berinteraksi dengan variabel prediktor (X) sehingga variabel tersebut hanya merupakan variabel intervening, exogen, antercedent atau prediktor. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variabel Moderasi Potensial (<italic id="_italic-118">Homologiser</italic><italic id="_italic-119"> Moderator</italic>): Variabel yang dihipotesiskan sebagai variabel moderasi (Z) tidak berhubungan dengan variabel kriteria (Y) dan atau prediktor (X) dan tidak berinteraksi dengan variabel prediktor (X) sehingga variabel tersebut merupakan variabel moderator homologizer.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variabel Moderasi Semu (<italic id="_italic-120">Quasi Moderator</italic>): Variabel yang dihipotesiskan sebagai variabel moderasi (Z) berhubungan dengan variabel kriteria (Y) dan atau prediktor (X) dan berikteraksi dengan variabel prediktor (X), sehingga variabel tersebut hanya merupakan variabel quasi moderator.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variabel Moderasi Murni (<italic id="_italic-121">Pure Moderator</italic>): Variabel yang dihipotesiskan sebagai variabel moderasi (Z) tidak berhubungan dengan variabel kriteria (Y) dan atau prediktor (X), tetapi berinteraksi dengan variabel prediktor (X), sehingga variabel tersebut hanya merupakan variabel pure moderator.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-73">Dimana model yang akan digunakan yaitu sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-74">
        <bold id="_bold-70">Y = </bold>
        <bold id="_bold-71">α</bold>
        <bold id="_bold-72">+ </bold>
        <bold id="_bold-73">β₁</bold>
        <bold id="_bold-74">X</bold>
        <bold id="_bold-75">₁</bold>
        <bold id="_bold-76">+ </bold>
        <bold id="_bold-77">+ </bold>
        <bold id="_bold-78">+</bold>
        <bold id="_bold-79">e</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-75">
        <bold id="_bold-80">Y = </bold>
        <bold id="_bold-81">α</bold>
        <bold id="_bold-82">+ </bold>
        <bold id="_bold-83">β</bold>
        <bold id="_bold-84">
          <sub id="_subscript-1">4</sub>
        </bold>
        <bold id="_bold-85">X</bold>
        <bold id="_bold-86">₁Z</bold>
        <bold id="_bold-87">+ </bold>
        <bold id="_bold-88">+ </bold>
        <bold id="_bold-89">Z+</bold>
        <bold id="_bold-90">e</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-76">Dimana :</p>
      <p id="_paragraph-77">Y: Harga Saham (Y<sub id="_subscript-2">1</sub>)</p>
      <p id="_paragraph-78">α: Konstanta </p>
      <p id="_paragraph-79">β: Koefisien regresi dari variabel independen X₁, X₂, X<sub id="_subscript-3">3</sub></p>
      <p id="_paragraph-80">X<sub id="_subscript-4">1</sub>: <italic id="_italic-122">Return On Assets</italic></p>
      <p id="_paragraph-81">X₂: <italic id="_italic-123">Current Ratio</italic></p>
      <p id="_paragraph-82">X<sub id="_subscript-5">3</sub>: <italic id="_italic-124">Debt to Equity Ratio</italic></p>
      <p id="_paragraph-83">Z: <italic id="_italic-125">Earning per Share</italic></p>
      <p id="_paragraph-84">e: Variabel Pengganggu Atau Error</p>
      <p id="paragraph-90c428a3b78fa6aa6cac8fd9e48948b3"> 4. <bold id="_bold-91">Uji t (Uji parsial)</bold> </p>
      <p id="_paragraph-85">Uji statistik t pada dasarnya memperlihatkan seberapa jauh pengaruh satu variabel atau independen secara individual dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Adapun dasar pengambilan kesimpulan pada uji t ialah sebagai berikut: </p>
      <list list-type="order" id="list-43e9b345b2b5497406d29d73172cb5b3">
        <list-item>
          <p>Apabila nilai probabilitas (signifikansi) &gt; 0,05 (α), maka hipotesis ditolak, artinya variabel independent secara parsial (individual) tidak mempengaruhi variabel dependen secara signifikan. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apabila nilai probabilitas (signifikansi) &lt;0,05(α), maka hipotesis diterima, artinya variabel independent secara parsial (individual) mempengaruhi variabel dependen secara signifikan.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-7">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-86">
        <bold id="_bold-92">Analisis</bold>
        <bold id="_bold-93">Data dan Hasil</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-87">
        <bold id="_bold-94">Analisis</bold>
        <bold id="_bold-95">Statistik</bold>
        <bold id="_bold-96">Deskriptif</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-88">Uji <italic id="_italic-126">statistic </italic><italic id="_italic-127">deskriptif</italic> bertujuan untuk memberikan gambaran atau deskripsi dari suatu data yang dilihat dari jumlah sampel, nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata (<italic id="_italic-128">mean</italic>), dan standar deviasi dari masing-masing variabel penelitian. Adapun hasil olahan <italic id="_italic-129">statistic </italic><italic id="_italic-130">deskriptif</italic> data yang menjadi variabel penelitian dengan menggunakan software SPSS (<italic id="_italic-131">Statistical Package for Social </italic><italic id="_italic-132">Science</italic> ) versi 27 ditunjukkan dalam tabel berikut:</p>
      <table-wrap id="tbl4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-97">Tabel </bold>
            <bold id="_bold-98">4. </bold>
            <bold id="_bold-99">Descriptive Statistics</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-89"/>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-669544263d20667a23a1c45926e4fb21">
              <td id="aff340c3c69658e71681f13b00244515"/>
              <td id="6ed18589c120ba9fbbc10faa0ec2aa88">N</td>
              <td id="f67416d0584a3b46c3ecded69354c454">Minimum</td>
              <td id="bc3cbd35d4eb7c494939a5aa73b37194">Maximum</td>
              <td id="29ad4399df01213551c439aed2e86d31">Mean</td>
              <td id="a3c8f9d9b5978b75a2a12b61662f6cdd">Std. Deviation</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-311c5258d68fd5bcd8e05b9938812cb0">
              <td id="59501ee30ed33c9079d491ae48978f00">Return On Assets</td>
              <td id="1b3411b4b9b8188dec39a0056f941da7">40</td>
              <td id="577dd6534f0823f91074ae805721dfa5">-5.00</td>
              <td id="c77ebff71bf1afb1b196b83e197f3c86">9.79</td>
              <td id="ef21f6da8f0ad21ad89ae8584e8b0f34">2.1672</td>
              <td id="d9a7df406cad68c9992b6e75ed996505">1.75424</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8b56d48f77af2feca060271883e90097">
              <td id="74337f4f88cbd600b7abfe1e9d746008">Current Ratio</td>
              <td id="6eb3c8c353b5ea5bf7f59fa038ecab7c">40</td>
              <td id="7f787199d802228e94a615fb1ea8a90f">0.11</td>
              <td id="ce4fbbfb696ab4442d34f4111374385f">10.47</td>
              <td id="d4f646851d09b2513695c0b004acf1c3">12.6230</td>
              <td id="9668f1334d3d4cddd73bfbafae0455cd">2.31178</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0b9924f1f632cde23ff97fc32be82889">
              <td id="84f8ae63bfb18a9a1226d15e1c2550bd">Debt To Equity Ratio</td>
              <td id="a3999eb0708bb4cf152a3eccd82f782e">40</td>
              <td id="2e55bee652bf8b2aac5994512549145d">0.07</td>
              <td id="9d572b9bdd8bc5d4f1108def28f34434">7.82</td>
              <td id="a4ba120e7ac376221777a936037788fa">11.2565</td>
              <td id="32af94f3afafbecf936335ca490c3ea7">1.66752</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a5d951ac4e926d77eb28270ef903e8f8">
              <td id="146a298d97858d4ae60845d63be1fc77">Earning Per Share</td>
              <td id="59f767b1f4170fa82cf6e0d9236255c7">40</td>
              <td id="9b823f4f4bc83f126398f2810b5786ca">-169.16</td>
              <td id="de0eeb8c072b23b938d325ef638f98b0">1099.22</td>
              <td id="efa483ef15efdc1426ffd41f7421d2a6">1168.3670</td>
              <td id="9891df94196a6889750f67d998f35a3b">258.65945</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4b3d98c0596bc6994cf72e6e9da3bf09">
              <td id="f032b9749a99cfe4ee2e11c8a3c1bd08">Harga Saham</td>
              <td id="17a08dce1a8752e4a27560885e288718">40</td>
              <td id="b3daf9121bfa288032764036658306b8">1.03</td>
              <td id="ade89504260d5256f0ac7cabc4d0c4ad">6425.00</td>
              <td id="6fa35f8c19b06c2fe95b0236311a2577">1135.9642</td>
              <td id="939f3f5bc5f4e95fd0b88b90022d726e">12.17162</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-edbbe0428dec8e9011d0573c7d33b03b">
              <td id="3bceaf2cc8b3d0f4e5c308bf9bd6fba7">Valid N (listwise)</td>
              <td id="3501a21a49a01101b8baa9ca56d5294c">40</td>
              <td id="ec0f4316cba1d2592417856fe53be084"/>
              <td id="64c524df5d91732303df55341ad0576f"/>
              <td id="7cc3eb00c8a304d2b0163f82321f4d45"/>
              <td id="611b4fef03aa3be1ff9650d619761bd0"/>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-90">Berdasarkan hasil perhitungan pada table tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengamatan dalam penelitian ini ada 10 perusahaan otomotif dan komponen yang menjadi sample dimana 10 perusahaan tersebut dikalikan periode tahun pengamatan (4 tahun), sehingga observasi dalam penelitian ini sebanyak 40 observasi (10 x 4 = 40). Berdasarkan perolehan data diketahui hasil sebagai berikut :</p>
      <p id="paragraph-6255ddbf8a2eb56e971b8a8f1d743490"> 1. <bold id="bold-722ecc7193b69290b5c44b6f8af951c8">Harga Saham (Y)</bold> </p>
      <p id="_paragraph-91">Hasil analisis deskriptif diatas menunjukkan variabel Harga Saham memiliki nilai terkecil(minimum)sebesar 1.03. Nilai terbesar (maksimum) sebesar 6425.00. Rata-rata Harga Saham menunjukkan hasil yang positif sebesar 1135.9642. artinya secara umum Harga Saham yang diterima positif (mengalami kenaikan). Nilai standar deviasi Harga Saham adalah sebesar 12.17162 (diatas rata-rata) artinya Harga Saham memiliki tingkat variasi data yang tinggi.</p>
      <p id="paragraph-59acb9c1edf738a03e897f65ac9379d1">2. <bold id="bold-1"><italic id="italic-1">Return On Assets</italic> (X1)</bold></p>
      <p id="_paragraph-92">Hasil analisis deskriptif diatas menunjukkan variabel <italic id="_italic-133">Return On Assets</italic> memiliki nilai terkecil(minimum)sebesar -5.00. Nilai terbesar (maksimum) sebesar 9.79. Rata-rata <italic id="_italic-134">Return On Assets</italic> menunjukkan hasil yang positif sebesar 2.1672. artinya secara umum <italic id="_italic-135">Return On Assets</italic> yang diterima positif (mengalami kenaikan). Nilai standar deviasi <italic id="_italic-136">Return On Assets</italic> adalah sebesar 1.75424 (diatas rata-rata) artinya <italic id="_italic-137">Return On Assets</italic> memiliki tingkat variasi data yang tinggi.</p>
      <p id="paragraph-46820b96f06a06386e09447ee0025496">3<bold id="bold-76da8711f507a19d7df2d03ae5c3b4d3">. </bold><italic id="italic-15376ff86056a6c0c29c1587041aeebd"><bold id="bold-2">Current Ratio </bold></italic><bold id="bold-3">(X2)</bold></p>
      <p id="_paragraph-93">Hasil analisis deskriptif diatas menunjukkan variabel <italic id="_italic-138">Current Ratio</italic> memiliki nilai terkecil(minimum)sebesar 0.11. Nilai terbesar (maksimum) sebesar 10.47. Rata-rata <italic id="_italic-139">Current Ratio</italic> menunjukkan hasil yang positif sebesar 12.6230. artinya secara umum <italic id="_italic-140">Current Ratio</italic> yang diterima positif (mengalami kenaikan). Nilai standar deviasi <italic id="_italic-141">Current Ratio</italic> adalah sebesar 2.31178 (diatas rata-rata) artinya <italic id="_italic-142">Current Ratio</italic> memiliki tingkat variasi data yang tinggi.</p>
      <p id="paragraph-94af585e6d5c75ada7eccbf7f3fbc35c">4. <bold id="bold-b014c7b8a7d9863635e16456adc6b3a4"><italic id="italic-a1ead027cd79abf05fb57df6c107d440">Debt To Equity Ratio </italic>(X3)</bold></p>
      <p id="_paragraph-94">Hasil analisis deskriptif diatas menunjukkan variabel <italic id="_italic-143">Debt To Equity Ratio</italic> memiliki nilai terkecil(minimum)sebesar 0.07. Nilai terbesar (maksimum) sebesar 7.82. Rata-rata <italic id="_italic-144">Debt To Equity Ratio</italic> menunjukkan hasil yang positif sebesar 11.2565. artinya secara umum <italic id="_italic-145">Debt To Equity Ratio</italic> yang diterima positif (mengalami kenaikan). Nilai standar deviasi <italic id="_italic-146">Debt To Equity Ratio</italic> adalah sebesar 11.66752 (diatas rata-rata) artinya <italic id="_italic-147">Debt To Equity Ratio</italic> memiliki tingkat variasi data yang tinggi.</p>
      <p id="paragraph-88ee1a365d9c9704017fa12d0910d765">5. <italic id="_italic-151"><bold id="_bold-107">Earning Per Share </bold></italic><bold id="_bold-108">(Z)</bold> </p>
      <p id="_paragraph-95">Hasil analisis deskriptif diatas menunjukkan variabel <italic id="_italic-152">Earning Per Share</italic> memiliki nilai terkecil(minimum)sebesar -169.16. Nilai terbesar (maksimum) sebesar 1099.22. Rata-rata <italic id="_italic-153">Earning Per Share</italic> menunjukkan hasil yang positif sebesar 1168.3670. artinya secara umum <italic id="_italic-154">Earning Per Share</italic> yang diterima positif (mengalami kenaikan). Nilai standar deviasi <italic id="_italic-155">Earning Per Share</italic> adalah sebesar 258.65945 (diatas rata-rata) artinya <italic id="_italic-156">Earning Per Share</italic> memiliki tingkat variasi data yang tinggi.</p>
      <p id="_paragraph-96">
        <bold id="_bold-109">Uji Asumsi Klasik</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-97">Uji asumsi klasik merupakan tahapan pertama sebelum dilakukan  perhitungan regresi untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap dependen.</p>
      <p id="paragraph-b576152ae64f301ecd1f0f444c11a2fc">
        <bold id="bold-de76178c602024c0562c4546f1a4316d">a. </bold>
        <bold id="bold-08f07b1d15b0c97054be3def5f46eb92">Uji Normalitas</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-98">Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat variabel dependen dan variabel independen berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Untuk menguji normalitas data, pada penelitian ini menggunakan Uji Kolmogorov Smirnov. Jika signifikannya &gt; 0,05 maka variabel berdistrubusi normal dan sebaliknya jika signifikannya &lt; 0,05 maka variabel tidak terdistribusi normal.</p>
      <table-wrap id="table-figure-f9dc975a89163ad938f53a24d79bc213">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-668a65d651d676becf9506f5247dafc4"/>
        </caption>
        <table id="table-657bd34903ca9120611d746d8af992cc">
          <tbody>
            <tr id="table-row-8b42f8a08fdfd3d566626b217fffa6df">
              <td id="table-cell-c8ddc0d93f82f470ffa2b871c2d87428" colspan="5"> Tabel 5. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fc6b386fd71213a65066111b6ae73d8b">
              <td id="table-cell-160966c7aedfa188090983ce41a4d73f" colspan="3"/>
              <td id="table-cell-509705356ffbe23958931482211ff8a9">Return On Assets</td>
              <td id="table-cell-f4c645a8af58ebd89aff3ee398f65df7">Current Ratio</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-49d4946919c553506901ee793006ef58">
              <td id="table-cell-2f716e19db2c23ed35d2b312a41ccd85" colspan="3">N</td>
              <td id="table-cell-8aef3f6204a9e99bda8834b0669ecf74">40</td>
              <td id="table-cell-713b0282f0b0384e9f94462eb7458b49">40</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0f6bf97c80870e5efb1a55726666142f">
              <td id="table-cell-e475dd83c3245fde7753f4f295c90a6e" rowspan="5">Normal Parametersa,b</td>
              <td id="table-cell-fb86dc13213cb3b1f54a00d4e63c1881" colspan="2">Mean</td>
              <td id="table-cell-91a7ddb265ae16f186f74faa6e9abf56">.1672</td>
              <td id="table-cell-fe029f8cab683576495d2da2c12996f4">2.6230</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3b8107afe236a189757ce4c8bc3722bf">
              <td id="table-cell-353a28734e2dbd4b0cabef9bfb155f0d"/>
              <td id="table-cell-39c46d4202a8afc81113f6e3494690bd" colspan="2">Std. Deviation</td>
              <td id="table-cell-371130e0ff550b2db243b3d5e975a5dd">1.75424</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-af25b517a921d87909379ce9c3cec9c8">
              <td id="table-cell-4642418c937a6a3fe9ef5e4c4efb7f8b" rowspan="3">Most Extreme Differences</td>
              <td id="table-cell-bdd718bdfb5e53df831c665647f42f90" colspan="2">Absolute</td>
              <td id="table-cell-834e97bdaa0fc66fd9d85f0053378af0">.463</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-718fdf1511d836cdfe37ec85ee678f8c">
              <td id="table-cell-b9dd21f2b7f46a6c7d9f8f4619e36ff6"/>
              <td id="table-cell-7574edd4620dc9c75b06bb603ad269d5" colspan="2">Positive</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-95a1f456231d23fc71141abde3fa1f16">
              <td id="table-cell-0fb3625e1345cbaba8e270818d323aa2"/>
              <td id="table-cell-59141215f6a93886f748f6d1ab262cb5" colspan="2">Negative</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-40342e3628b070d3585eccafdd133ec4">
              <td id="table-cell-9ec288e9e3632093d6eeac99c3f6bcba" colspan="3">Test Statistic</td>
              <td id="table-cell-a3b6cbdea6ad6ea1a0fcc05cdb2cf32b">.463</td>
              <td id="table-cell-d05400a1a4a9a53a97a42a49918b4693">.316</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4bde49e21e6f356df8a7178cb26182ef">
              <td id="table-cell-3efc97d22c36d89d5f80f6a93c7d093f" colspan="3">Asymp. Sig. (2-tailed)c</td>
              <td id="table-cell-dea5df43f6a2012ecd3337a7d92f3cb4">.500</td>
              <td id="table-cell-f7e11ac61715522144f310f525e05b26">.432</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e383aee89d68ed75b7acb85024b4f4ab">
              <td id="table-cell-8330e3b780e5dcd65892b4cb77e7e5b1" rowspan="3">Monte Carlo Sig. (2-tailed)d</td>
              <td id="table-cell-8644679a49cfa53a3190399391194107" colspan="2">Sig.</td>
              <td id="table-cell-5f525fc2f50aab5a4a79db9d36e812ac">.000</td>
              <td id="table-cell-dbee701f964f9bc480b846d8ae04a367">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e72b1605b4ff8c54ade8aa39142ff4ef">
              <td id="table-cell-5f17b2b255ee2d6f5722c504e0f5941e"/>
              <td id="table-cell-bc455677d3a877f58040a98b8d3f8bf3" rowspan="2">99% Confidence Interval</td>
              <td id="table-cell-1aa2e41851217c62a70d67d6530f609c">Lower Bound</td>
              <td id="table-cell-c0399e120d4d85680a9faeb6d16bd291">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-46f59668e3e4adc575fe5e4ae87f1d39">
              <td id="table-cell-2708d350e76d6e11759c238799117675"/>
              <td id="table-cell-bbdffbeb1e7023f7edfc37b8def005b2"/>
              <td id="table-cell-5b325ffe3fe2eda72b74e25aae93a26a">Upper Bound</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <table-wrap id="table-figure-92ffa253d7bda42cd89f9278f0be09a0">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-8f82befbf8ac96843428faaf0da9b7dd"/>
        </caption>
        <table id="table-f07389a4d3b54cc06dec269afecc9807">
          <tbody>
            <tr id="table-row-96649a992ade6e18d75c4805819dfd16">
              <td id="table-cell-4e831fa8bcd92bf20c5dd07c3e0ec2a4" colspan="5"> One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-49bfa5b8e8b8eb2e4b26215d7b90921e">
              <td id="table-cell-6f00b9f5ce2db7eb04f0595d46e7af97" colspan="3"/>
              <td id="table-cell-15311b3e5394db7951e676551fdb55e6"> Debt To Equity Ratio </td>
              <td id="table-cell-f5a6cdaedf1bd7ddc26285426632856b"> Earning Per Share </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-220298f3807b784d1c2e093815f419df">
              <td id="table-cell-37a1592605d5be39649daa16b1926c90" colspan="3"> N </td>
              <td id="table-cell-b8184d3c863b98250b130baee75ca120"> 40 </td>
              <td id="table-cell-8adc5efa019b232892a599ef1ec7df00"> 40 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-684c167b1cadee02cd3b5d323d17298c">
              <td id="table-cell-b4425269c706d74fdf1d07debec033e3" rowspan="2"> Normal   Parametersa,b </td>
              <td id="table-cell-55b461130a853ca0b596d4286b6119e1" colspan="2"> Mean </td>
              <td id="table-cell-3b3f8a476b55ed0e144b807f6db3081a"> 1.2565 </td>
              <td id="table-cell-a694603df3b008a0665209a55840c140"> 168.3670 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2ab1aaf792815feb5ba520bdd6631337">
              <td id="table-cell-9e75bd4a9273c5828f98d3dc19c4081c" colspan="2"> Std.   Deviation </td>
              <td id="table-cell-fa39fd5ebbf6261230d80995908e9a79"> 1.66752 </td>
              <td id="table-cell-83c2fcd30aa4cb8cc440c8e93b78376b"> 258.65945 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f428fa882de7e39517cf5618e6770dad">
              <td id="table-cell-ada0bb7ed120ca755df79c1bfe7d043d" rowspan="3"> Most   Extreme Differences </td>
              <td id="table-cell-d93b391230f32cf917f98ec974cff75d" colspan="2"> Absolute </td>
              <td id="table-cell-0b3281eb50137e36c03d5c7ef2fd973f"> .315 </td>
              <td id="table-cell-721da7b0e554d5e91ae5879241f9f556"> .210 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cf1a367ee636150bf60685a873dbaa79">
              <td id="table-cell-ea6636584909416fd0d51dd279b8c799" colspan="2"> Positive </td>
              <td id="table-cell-c663ce8733d4ee7dcf1a445e4084b371"> .315 </td>
              <td id="table-cell-1ee0491fbce5f850c4f2285064ec34b9"> .210 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d6427f2b33ca8db6b600a3646bef6824">
              <td id="table-cell-ca25a1cd7cbdfd5cf048e67505b68205" colspan="2"> Negative </td>
              <td id="table-cell-3f870a5040ff38ccb8c67df5cf7bd1ab"> -.238 </td>
              <td id="table-cell-91073104f6638fe8f8a9487eff7072ab"> -.156 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9108877dfeb0dcd99d8ef778688c5308">
              <td id="table-cell-497f8211af28e15acf057651ff439246" colspan="3"> Test   Statistic </td>
              <td id="table-cell-7f439ed2d87842ab1e05293dc176d62a"> .315 </td>
              <td id="table-cell-b809a6bedbb388619d6f587ea53bbff0"> .210 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1ca3111ed45c668a8bfb250a05d93510">
              <td id="table-cell-8acb3d42bec4624e62c20b8953f5fa60" colspan="3"> Asymp.   Sig. (2-tailed)c </td>
              <td id="table-cell-abd7fdac5e9b4754ea7aeb3bdf2ab15e"> .112 </td>
              <td id="table-cell-6f52b766e443cae20991a7f67c940e16"> .532 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-23c65039ab3473aa84bba989387769f5">
              <td id="table-cell-441aea6375fd6949c0b2b8fc97a8c1cf" rowspan="3"> Monte   Carlo Sig. (2-tailed)d </td>
              <td id="table-cell-9c4a235ec4bbcebd0e7fdef04a6282d0" colspan="2"> Sig. </td>
              <td id="table-cell-ae2a16b66672dd2e8aa75b0f4253c547"> .000 </td>
              <td id="table-cell-6e221e76c17b932897b433d503eb4e6b"> .000 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f67408afb279fe6a53ec91f7d4371f5e">
              <td id="table-cell-c3fd636816bf86b0c6e1b5aec16bc637" rowspan="2"> 99%   Confidence Interval </td>
              <td id="table-cell-236a9b31332f7a24318c8e8eafaf73e7"> Lower   Bound </td>
              <td id="table-cell-719f4ec45c3f2a9fb4aa1de952f58f79"> .000 </td>
              <td id="table-cell-9d123a99d4ef856d518f0662d0b0a677"> .000 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3972789a57ddbfe2de62dba2ab201237">
              <td id="table-cell-f96e875ad12faeb5fe026b081904450d"> Upper   Bound </td>
              <td id="table-cell-8fa5e541b2cd1fbd491f8efc60ee429c"> .000 </td>
              <td id="table-cell-bde05f07646dd6973fdcf6241e5a1b28"> .000 </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <fig id="figure-panel-b01eb1f56e0e5ca05c1aa4c35c5f122c">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-65492ad3a0364aed2d92f29e77293f7b"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-e01ff8fcabf737cf35b7e2014db4e0c8" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11333-01.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-101">Berdasarkan hasil uji <italic id="_italic-157">One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test </italic>diketahui bahwa angka signifikan setiap variabel menunjukkan angka lebih besar dari 0,05, hal ini menunjukkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas dan dapat di lanjutkan ke pengujian selanjutnya.</p>
      <p id="paragraph-6a4bee94967dd808b2b574bbf37937a1">b<bold id="bold-15423b75d7fbedc748975206e7e971f0">. </bold><bold id="bold-386a6f863943f70686ffec51f77bb31e">Uji Multikolinieritas</bold></p>
      <p id="_paragraph-102">Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Cara melihat ada atau tidaknya multikolinieritas didalam suatu model yaitu dapat dilihat pada nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Tolerance mengukur tingat variabilitas variabel independen yang dipilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Nilai cutoff tolerance yang umum digunakan adalah &gt; 10 dan VIP &lt; 10. Jika terjadi hal demikian, berarti tidak terjadi multikolinieritas pada model regresi.</p>
      <fig id="figure-panel-863c10c4b352ff6475578fd0257537b0">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-115">Tabel </bold>
            <bold id="_bold-116">6. </bold>
            <bold id="_bold-117">Hasil Uji M</bold>
            <bold id="_bold-118">ultikolinieritas</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-fb102d11e0da4e485626c8f8bb45f708"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-90e39e76c0b504dda0266fa07c1071c6" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11333-02.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-104">Berdasarkan table diatas menunjukkan bahwa hasil uji multikolinieritas, nilai <italic id="_italic-162">tolerance </italic>masing-masing variable-variabel independen &gt;0,10 sedangkan nilai VIF &lt; 10. Dengan demikian, hasil uji multikolinieritas dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas dalam model regresi. </p>
      <p id="paragraph-4293770c2c7f68d0ef3d892e40f9525d">c<bold id="bold-e3f0643df1b1364cc2e442164383a2f9">. </bold><bold id="bold-28e66b034441fee01cbe9a4f2f364628">Uji Autokorelasi</bold></p>
      <p id="_paragraph-105">Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi, jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi. Deteksi adanya autokorelasi dalam suatu model regresi dilakukan dengan melihat nilai dari statistic Durbin Watson (dW). Dengan ketentuan sebagai: <bold id="_bold-121">Nilai DW </bold><bold id="_bold-122">antara</bold><bold id="_bold-123"> 1,55 s/d 2,46; </bold><bold id="_bold-124">tidak</bold><bold id="_bold-125">ada</bold><bold id="_bold-126">autokorelasi</bold></p>
      <p id="_paragraph-106">Hasil uji autokorelasi dapat dilihat dalam table berikut:</p>
      <table-wrap id="tbl8">
        <label>Table 7</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-127">Tabel </bold>
            <bold id="_bold-128">7. </bold>
            <bold id="_bold-129">Hasil Uji </bold>
            <bold id="_bold-130">Autokorelasi</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-107"/>
        </caption>
        <table id="_table-8">
          <tbody>
            <tr id="table-row-8fdef9ccc836325d9d1861fc8c904947">
              <td id="512dd8845f1fe08d796ba1283a93d4a9" colspan="6">
                <bold id="_bold-131">Model Summary</bold>
                <bold id="_bold-132">
                  <sup id="_superscript-16">b</sup>
                </bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a80710bdefddc1f28486c302fcf941ff">
              <td id="07e1a5e365c1ec4069a270ee53021321">Model</td>
              <td id="9db74f2126b292eaa15af65bb4fbdbf7">R</td>
              <td id="afb16af15c306a5752ed78896b63cce1">R Square</td>
              <td id="aa2d9d04aa6433cfcb55fc7a30aec80f">Adjusted R Square</td>
              <td id="92a267b455da5b5528843098d36324c6">Std. Error of the Estimate</td>
              <td id="84c843970baebf0867fb94e90704c432">Durbin-Watson</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a583ffed42a144607ce7d2fb70c35371">
              <td id="23bccc975fcc4e07489466dffaead4ca">1</td>
              <td id="c9cfbb9fec575e5b37c012a59b1c2a60">.737<sup id="_superscript-17">a</sup></td>
              <td id="d88a963efe285676d9047db8fc7bc0c1">.544</td>
              <td id="daa0dd37183c91b4a38e2c9489ad7086">.492</td>
              <td id="c50c08c3fbb228669e14f151fe90a6b3">1220.86733</td>
              <td id="31c827e9d8c216300687a620a1963054">1.944</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e148d3cca26a0cc51585e58c64e326c7">
              <td id="9abb6deedd01df3106d8482c22f5943d" colspan="6">a. Predictors: (Constant), Earning Per Share, Return On Assets, Current Ratio, Debt To Equity Ratio</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b89baafdcfaebb8e1a3cacd7f5f65d62">
              <td id="c25b32f1311bd21b598557d1f931a2c9" colspan="6">b. Dependent Variable: Harga Saham</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-108">Berdasarkan hasil uji autokorelasi, nilai <italic id="_italic-163">Durbin-Watson </italic>sebesar 1,944. Sehingga nilai DW antara 1,55 s/d 2,46. Hal ini menunjukkan tidak terjadi autokorelasi. </p>
      <p id="paragraph-2ada87ee60c64db1187808c337dd14cf">d. <bold id="_bold-136">Uji Heterokedastisitas</bold> </p>
      <p id="_paragraph-109">Untuk menguji ada atau tidaknya heteroskedasitas ini dilakukan dengan melihat pada Scatter Plot apakah menyebar atau membentuk pola tertentu pada residualnya. Jika titik tidak menyebar dan bentuk suatu pola maka terjadi heteroskedatisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedasitas atau terjadi homoskedasitas. Dari gambar 4.1 <italic id="_italic-164">scatter plot</italic> terlihat titik-titik menyebar secara acak dan tidak ada kecenderungan untuk membentuk pola tertentu, maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.</p>
      <p id="_paragraph-110">
        <bold id="_bold-137">Analisis Regresi Linear Berganda</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-111">Dalam rangka menguji Pengaruh <italic id="_italic-165">Return </italic><italic id="_italic-166">On</italic><italic id="_italic-167"> Assets, Current Ratio</italic> Dan <italic id="_italic-168">Debt </italic><italic id="_italic-169">To</italic><italic id="_italic-170"> Equity Ratio</italic> terhadap Harga Saham, maka digunakan analisis regresi berganda. Perhitungan dilaksanakan dengan program SPSS versi 27 dan diperoleh hasil sebagai berikut:</p>
      <fig id="figure-panel-22d2ee715227bd0da7211d1b8ac86f0e">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-138">Tabel </bold>
            <bold id="_bold-139">8. </bold>
            <bold id="_bold-140">Hasil Uji </bold>
            <bold id="_bold-141">Analisis</bold>
            <bold id="_bold-142">Regresi</bold>
            <bold id="_bold-143">Linear </bold>
            <bold id="_bold-144">Berganda</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-c66a418408bff44350851a8f44b9e8ac"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-3388349ba1450560bfc27f038bf455c2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11333-03.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-113">Pada tabel tersebut mengenai hasil pengolahan SPSS, maka dapat dibuat persamaan regresi berganda sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-114">
        <bold id="_bold-152">Y = </bold>
        <bold id="_bold-153">1788.378</bold>
        <bold id="_bold-154">+ </bold>
        <bold id="_bold-155">24.392</bold>
        <bold id="_bold-156">+ </bold>
        <bold id="_bold-157">130.899</bold>
        <bold id="_bold-158">+ </bold>
        <bold id="_bold-159">246.559</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-115">Persamaan regresi linier berganda diatas dapat diartikan bahwa :</p>
      <list list-type="order" id="list-e4b3ccc08a8039c28e9af72b610a7bf1">
        <list-item>
          <p>Konstanta adalah sebesar 1788.378. Hal ini berarti jika tidak dipengaruhi <italic id="_italic-186">Return On Assets, Current Ratio</italic> Dan <italic id="_italic-187">Debt To Equity Ratio</italic> maka besarnya Harga Saham sebesar 1788.378.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Koefisien variabel <italic id="_italic-188">Return On Assets</italic> sebesar 24.392. Hal ini berarti jika terjadi peningkatan <italic id="_italic-189">Return On Assets</italic> sebesar satu satuan maka Harga Saham juga mengalami peningkatan sebesar 24.392 dengan asumsi bahwa faktor lainnya adalah konstan atau tetap.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Koefisien variabel <italic id="_italic-190">Current Ratio</italic> sebesar 130.899. Hal ini berarti jika terjadi peningkatan <italic id="_italic-191">Current Ratio</italic> sebesar satu satuan maka Harga Saham juga mengalami peningkatan sebesar 130.899 dengan asumsi bahwa faktor lainnya adalah konstan atau tetap.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Koefisien variabel <italic id="_italic-192">Debt To Equity Ratio</italic> sebesar 246.559. Hal ini berarti jika terjadi peningkatan <italic id="_italic-193">Debt To Equity Ratio</italic> sebesar satu satuan maka Harga Saham juga mengalami peningkatan sebesar 246.559 dengan asumsi bahwa actor lainnya adalah konstan atau tetap.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-116">
        <bold id="_bold-160">Pengujian Hipotesis</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-3af8b9c1888cd1dbf2d243786cf513aa">
        <bold id="bold-f0beec047b3ecd0172ec9ca19794de91">a. </bold>
        <bold id="bold-7e0beef367b3e7e0a8d46925131e30e3">Uji Koefisien Determinasi (R²)<bold id="bold-36e2981746e8f4d54d803894a607c21a"/></bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-117">Uji (R²) digunakan untuk menghitung tingkat keeratan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Adapun analisis determinasi berganda adalah alat analisis untuk mengetahui besarnya sumbangan variabel bebas secara simultan (serempak) terhadap naik turunnya variabel terikat. Hasil penghitungan SPSS mengenai analisisnya ditujukan oleh tabel di bawah ini :</p>
      <table-wrap id="tbl10">
        <label>Table 8</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-161">Tabel </bold>
            <bold id="_bold-162">9. </bold>
            <bold id="_bold-163">Hasil Uji R Square</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-118"/>
        </caption>
        <table id="_table-10">
          <tbody>
            <tr id="table-row-dff9e812a5c5c94417cb2f24c0d8e9f4">
              <td id="230d8b1913cf9fe691c6a53b30b7206b" colspan="6">
                <bold id="_bold-164">Model Summary</bold>
                <bold id="_bold-165">
                  <sup id="_superscript-19">b</sup>
                </bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1ef32409a47ea131ea02000fd1da9dc8">
              <td id="75c2b2bf385821cf1b6ba1a4176c9dbf">Model</td>
              <td id="0f967a30156608db7cd127c91e2cbbc9">
                <bold id="_bold-166">R</bold>
              </td>
              <td id="9a635dde77251fdf9620dd85254c62fc">
                <bold id="_bold-167">R Square</bold>
              </td>
              <td id="f793c65efd5705154ca80ce94c4dd7f4">Adjusted R Square</td>
              <td id="9514cd47915bd67fe3fc1c32a49c57fe">Std. Error of the Estimate</td>
              <td id="71f8ffd2554f90ace650425923673563">Durbin-Watson</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-231096f7a58c6045175120e1ee175c71">
              <td id="825a4f1e577c765a423026f89eb1d5b6">1</td>
              <td id="1973ac6c8434f251c55fa049f0d29dfe">
                <bold id="_bold-168">.923</bold>
                <bold id="_bold-169">
                  <sup id="_superscript-20">a</sup>
                </bold>
              </td>
              <td id="cb0a893bde47b21ec560cf1a00971abb">
                <bold id="_bold-170">.950</bold>
              </td>
              <td id="b909436cb923bae3200c966d7b50a8ac">.930</td>
              <td id="1b54e90aaf81d4ce5cddf52393881a62">1737.41160</td>
              <td id="e1b263d7f819379c3bcc7279d05a8fb2">1.963</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4ba6f6d9e7ebfeda6f540dc3ae64e09d">
              <td id="6c48370938e1b46940fd744a47dcbfb1" colspan="6">a. Predictors: (Constant), Debt To Equity Ratio, Return On Assets, Current Ratio</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-27f4b422f04b0ee2b68e83d1c12844de">
              <td id="55ccabfe6bc888b46edfe18a4e069503" colspan="6">b. Dependent Variable: Harga Saham</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-119">Pada tabel diatas diketahui bahwa nilai koefisien korelasi R adalah 0.923atau mendekati 1. Artinya terdapat hubungan (korelasi) yang <bold id="_bold-171">kuat</bold> antara variabel bebas yang meliputi <italic id="_italic-171">Return </italic><italic id="_italic-172">On</italic><italic id="_italic-173"> Assets, Current Ratio</italic> Dan <italic id="_italic-174">Debt </italic><italic id="_italic-175">To</italic><italic id="_italic-176"> Equity Ratio</italic> terhadap Harga Saham. </p>
      <p id="_paragraph-120">Adapun analisis determinasi berganda, dari tabel diatas diketahui presentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang ditujukan oleh nilai R square adalah 0.950 maka koefisien determinasi berganda 0,950 x 100%= 95% dan sisanya 100%-95%= 5%. Hal ini berarti naik turunnya variabel terikat yaitu Harga Saham dipengaruhi oleh veriabel bebas yaitu <italic id="_italic-177">Return On Assets, Current Ratio</italic> Dan <italic id="_italic-178">Debt To Equity Ratio</italic> sebesar 95%. Sedangkan sisanya sebesar 5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.</p>
      <p id="_paragraph-121">Pada uji hipotesis ini menggunakan uji t dipergunakan untuk mengukur tingkat pengaruh signifikansi secara parsial antara variabel independen yang meliputi <italic id="_italic-179">Return </italic><italic id="_italic-180">On</italic><italic id="_italic-181"> Assets, Current Ratio</italic> Dan <italic id="_italic-182">Debt </italic><italic id="_italic-183">To</italic><italic id="_italic-184"> Equity Ratio</italic> Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Otomotif dan Komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2023. Pengujian dilakukan dengan menggunakan <italic id="_italic-185">significance level </italic>0,05 (a=5%). Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria sebagai berikut : </p>
      <p id="paragraph-ed897cfbca11404ebf1d583daf04acb2">b. <bold id="_bold-173">Uji t (Uji parsial)</bold> </p>
      <list list-type="order" id="list-8dc122d94c2978c152a06f30a6f40ff4">
        <list-item>
          <p>Jika nilai signifikan &gt; 0,05 maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikan). Ini berarti bahwa secara parsial variabel independent tersebut tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika nilai signifikan &lt; 0,05 maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan). Ini berarti secara parsial variabel independent tersebut mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. </p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-122">Hasil perhitungan SPSS versi 27 mengenai analisis uji t (uji parsial) ditunjukkan oleh tabel dibawah ini :</p>
      <fig id="figure-panel-6d7665d64e1a0190151ba013d243e10e">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-174">Tabel </bold>
            <bold id="_bold-175">10. </bold>
            <bold id="_bold-176">Hasil Uji </bold>
            <bold id="_bold-177">Parsial</bold>
            <bold id="_bold-178">(Uji t)</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-ba1c62253b80af89482e59d5fa613a2e"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-9d86a588a2e8e33927b6517afff50b65" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11333-04.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-124">Dari tabel hasil pengujian diatas, maka hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :</p>
      <list list-type="order" id="list-dc7e9ac3515fdb879ed82947ac1bd97b">
        <list-item>
          <p>Pengujian pada hipotesa <italic id="_italic-194">Return </italic><italic id="_italic-195">On</italic><italic id="_italic-196"> Asset</italic> (ROA) berpengaruh terhadap harga saham menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,008, lebih kecil dari 0,05. Karena tingkat signifikan 0,008 &lt; 0,05, sehingga <bold id="_bold-186">H</bold><bold id="_bold-187">1</bold>yang menyatakan bahwa variabel <italic id="_italic-197">Return On Asset</italic> (ROA) berpengaruh terhadap harga saham <bold id="_bold-188">diterima</bold><bold id="_bold-189">.</bold></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pengujian pada hipotesa Current Ratio (CR) berpengaruh terhadap harga saham menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002, lebih kecil dari 0,05. Karena tingkadt sigddddnifikan 0,002 &lt; 0,05, sehingga <bold id="_bold-190">H</bold><bold id="_bold-191">2</bold>yang menyatakan bahwa variabel Current Ratio (CR) berpengaruh terhadap harga saham<bold id="_bold-192">diterima</bold></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pengujian pada hipotesa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap harga saham menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,009, lebih kecil dari 0,05. Karena tingkat signifikan 0,009 &lt; 0,05, sehingga <bold id="_bold-193">H</bold><bold id="_bold-194">3</bold>yang menyatakan bahwa variabel Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap harga saham <bold id="_bold-195">diterima</bold><bold id="_bold-196">.</bold></p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-171694e68a08ae30cd484328b6915e22">c<bold id="bold-f8f131d5b48d8ab1361040a9aa8fcb9c">. </bold><italic id="italic-98b38e887470b0bf05c8d9ebae2afc31"><bold id="bold-ab8c97fe8bd1f0ee52b56b3ca562ff13">Moderated Regression Analysis</bold></italic><bold id="bold-32cc1a4fd1d6ebc87519e192551e515c"> (MRA)</bold></p>
      <p id="_paragraph-125">Menurut <xref id="_xref-33" ref-type="bibr" rid="bib33">[33]</xref> membagi variabel moderator berdasarkan hubungannya dengan variabel kriteria (tergantung) dan bedasarkan interaksi dengan variabel prediktor (bebas). Pola hubungan tersebut dapat dilihat sebagai berikut:</p>
      <list list-type="order" id="list-907d74f525abdeb14827e8010e79a3bb">
        <list-item>
          <p>Variabel Prediktor Moderasi (<italic id="_italic-199">Predictor Moderator</italic>): Variabel yang dihipotesiskan sebagai variabel moderasi (Z) berhubungan dengan variabel kriteria (Y) dan atau prediktor (X), tetapi tidak berinteraksi dengan variabel prediktor (X) sehingga variabel tersebut hanya merupakan variabel intervening, exogen, antercedent atau prediktor. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variabel Moderasi Potensial (<italic id="_italic-200">Homologiser</italic><italic id="_italic-201"> Moderator</italic>): Variabel yang dihipotesiskan sebagai variabel moderasi (Z) tidak berhubungan dengan variabel kriteria (Y) dan atau prediktor (X) dan tidak berinteraksi dengan variabel prediktor (X) sehingga variabel tersebut merupakan variabel moderator homologizer.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variabel Moderasi Semu (<italic id="_italic-202">Quasi Moderator</italic>): Variabel yang dihipotesiskan sebagai variabel moderasi (Z) berhubungan dengan variabel kriteria (Y) dan atau prediktor (X) dan berikteraksi dengan variabel prediktor (X), sehingga variabel tersebut hanya merupakan variabel quasi moderator.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variabel Moderasi Murni (<italic id="_italic-203">Pure Moderator</italic>): Variabel yang dihipotesiskan sebagai variabel moderasi (Z) tidak berhubungan dengan variabel kriteria (Y) dan atau prediktor (X), tetapi berinteraksi dengan variabel prediktor (X), sehingga variabel tersebut hanya merupakan variabel pure moderator.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-126">Berikut hasil pengujian <italic id="_italic-204"><bold id="_bold-199">Moderated Regression Analysis </bold></italic>adalah sebagai berikut :</p>
      <fig id="figure-panel-93b97336b6cb230cb0d4b4944547e3bb">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-200">Tabel </bold>
            <bold id="_bold-201">11. </bold>
            <bold id="_bold-202">Hasil uji </bold>
            <bold id="_bold-203">
              <italic id="_italic-205">Moderated Regression Analysis</italic>
            </bold>
          </title>
          <p id="paragraph-cd5f7d70ec36a31fdbc9136dd4865d15"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-51693aac11621e1f66708d433db23828" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11333-05.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-129">
        <bold id="_bold-206">Y = </bold>
        <bold id="_bold-207">284.278</bold>
        <bold id="_bold-208">+ </bold>
        <bold id="_bold-209">3.158</bold>
        <bold id="_bold-210">X₁Z + </bold>
        <bold id="_bold-211">+ </bold>
        <bold id="_bold-212">Z</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-130">Dari tabel hasil pengujian diatas, maka hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :</p>
      <list list-type="order" id="list-b386a26dfc5a5280e6984416eb808254">
        <list-item>
          <p>Pengujian pada hipotesa <italic id="_italic-206">Earning Per Share </italic>(EPS) memoderasi pengaruh antara <italic id="_italic-207">Return </italic><italic id="_italic-208">On</italic><italic id="_italic-209"> Asset </italic>(ROA) dengan harga saham menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,008, lebih kecil dari 0,05. Karena tingkat signifikan 0,008 &lt; 0,05, sehingga <bold id="_bold-213">H</bold><bold id="_bold-214">4</bold>yang menyatakan bahwa variabel <italic id="_italic-210">Earning Per Share </italic>(EPS) memoderasi pengaruh antara <italic id="_italic-211">Return On Asset </italic>(ROA) dengan harga saham <bold id="_bold-215">diterima</bold><bold id="_bold-216">.</bold></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pengujian pada hipotesa <italic id="_italic-212">Earning Per Share </italic>(EPS) memoderasi pengaruh antara <italic id="_italic-213">Current Ratio </italic>(CR) dengan harga saham menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,020, lebih kecil dari 0,05. Karena tingkat signifikan 0,020 &lt; 0,05, sehingga <bold id="_bold-217">H</bold><bold id="_bold-218">5</bold>yang menyatakan bahwa variabel <italic id="_italic-214">Earning Per Share </italic>(EPS) memoderasi pengaruh antara <italic id="_italic-215">Current Ratio </italic>(CR) dengan harga saham<bold id="_bold-219">diterima</bold><bold id="_bold-220">.</bold></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pengujian pada hipotesa <italic id="_italic-216">Earning Per Share </italic>(EPS) memoderasi pengaruh antara <italic id="_italic-217">Debt to Equity Ratio </italic>(DER) dengan harga saham menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,005, lebih kecil dari 0,05. Karena tingkat signifikan 0,005 &lt; 0,05, sehingga <bold id="_bold-221">H</bold><bold id="_bold-222">6</bold>yang menyatakan bahwa variabel <italic id="_italic-218">Earning Per Share </italic>(EPS) memoderasi pengaruh antara <italic id="_italic-219">Debt to Equity Ratio </italic>(DER) dengan harga saham berpengaruh terhadap harga saham <bold id="_bold-223">diterima</bold><bold id="_bold-224">.</bold></p>
        </list-item>
      </list>
      <table-wrap id="tbl13">
        <label>Table 9</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-225">Table </bold>
            <bold id="_bold-226">12. </bold>
            <bold id="_bold-227">Hasil Pengujian </bold>
            <bold id="_bold-228">Hipotesis</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-132"/>
        </caption>
        <table id="_table-13">
          <tbody>
            <tr id="table-row-914c854f2490efff6b918a9671fa3958">
              <td id="b5c6bfb0b62a52077bfd7a9ee2d27289">
                <bold id="_bold-229">No. </bold>
              </td>
              <td id="004fa716e47700b9ce3f4c0ea6234d42">
                <bold id="_bold-230">Uraian</bold>
              </td>
              <td id="2a18dfacba8dfefaf7281d492093f0a8">
                <bold id="_bold-231">Hasil </bold>
              </td>
              <td id="9bff521748874e0d6cf52ecb8738d8b4">
                <bold id="_bold-232">Keterangan</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-61796c7451db408ecc964e592861ace6">
              <td id="3a99357d14843227fd6febd9f17a2f7c">1</td>
              <td id="63b3a3e53bcdcb92cb6d76ec7f55b824"><italic id="_italic-220">Return On Asset </italic>(ROA) berpengaruh terhadap harga saham</td>
              <td id="b5c84839334014dd716555ac22ddb5af">
                <bold id="_bold-233">Diterima</bold>
              </td>
              <td id="34c5578fe9582d8c3d884e78279d2d66">0,008 &lt; 0,05</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-29d9fc8b18fc6453675e222dbd725298">
              <td id="4bc01eae291a01f628a8c40238b4b337">2</td>
              <td id="f76ace5a2e62049013c1ddd9c495ee22"><italic id="_italic-221">Current Ratio </italic>(CR) berpengaruh terhadap harga saham</td>
              <td id="79f4a605f289c97620593a9fda5cc298">
                <bold id="_bold-234">Diterima</bold>
              </td>
              <td id="eebfc88b3f4946032bc633b58ab00345">0,002 &lt; 0,05</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-931d4fb67ab831bd27e48f4ab39bf03f">
              <td id="8fdb576cf1610f9b4b3fae1cef58e37e">3</td>
              <td id="1d05bf2fc481a64fe81f20639f34a8df"><italic id="_italic-222">Debt to Equity Ratio </italic>(DER) berpengaruh terhadap harga saham</td>
              <td id="f68b1b8cf5e35c5a8737569bfb3ba69e">
                <bold id="_bold-235">Diterima</bold>
              </td>
              <td id="1300f8cdedfc754ff7feb609b1a4f049">0,009 &lt; 0,05</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3001b41e436769c22e9d81649f72b160">
              <td id="fda1f6fe456388f49a2e6f8f3152ace3">4</td>
              <td id="2339572af62ecb2c0967547abba6288a"><italic id="_italic-223">Earning Per Share </italic>(EPS) memoderasi pengaruh antara <italic id="_italic-224">Return On Asset </italic>(ROA) dengan harga saham</td>
              <td id="3a2754f4745310446c413d270d1ef0c1">
                <bold id="_bold-236">Diterima</bold>
              </td>
              <td id="f5613fa7e7bd4e0f1722c88f24071c4c">0,008 &lt; 0,05</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-908885870f2d7b5491e149c8eff136e1">
              <td id="1513c31a25b4aa65b141e5a721afcfde">5</td>
              <td id="be1ea19b26983fc5a7e59cda244c62fc"><italic id="_italic-225">Earning Per Share </italic>(EPS) memoderasi pengaruh antara <italic id="_italic-226">Current Ratio </italic>(CR) dengan harga saham</td>
              <td id="d2aed7857cef65ebd852585e8181c3c8">
                <bold id="_bold-237">Diterima</bold>
              </td>
              <td id="8c5825943a4ef13856c9ab7a46b5b723">0,020 &lt; 0,05</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-279edfa817ef7c4758ab55dcb2e53f2a">
              <td id="06e29176654d2a7fd7955d2ddd7fb52e">6</td>
              <td id="aab29ed8045c0345874d2b12dfa5c72a"><italic id="_italic-227">Earning Per Share </italic>(EPS) memoderasi pengaruh antara <italic id="_italic-228">Debt to Equity Ratio </italic>(DER) dengan harga saham</td>
              <td id="da2cb79c686df7a65ab8ffea8dfcf5f0">
                <bold id="_bold-238">Diterima</bold>
              </td>
              <td id="c4744929230331fd9dda7532d9f4783d">0,005 &lt; 0,05</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <sec id="heading-77169a0c079e67d59c5062bf95077214">
        <title>
          <bold id="_bold-239">Pembahasan</bold>
        </title>
        <p id="heading-8627e7674044822fb9ebeb64eaa52e45">
          <bold id="bold-51b5bee781597e62dc4191a4bc3ccf52">1. </bold>
          <italic id="italic-993aa9296a5b701b972a93f11737f514">
            <bold id="bold-75b5807d62d3f4e9c2fe268697f273ab">Return On Asset </bold>
          </italic>
          <bold id="bold-c705c572e6c9fa0ffe33d8bf49c32268">(ROA) berpengaruh terhadap harga saham</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-134">Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui bahwa Return On Assets memiliki nilai signifikansi sebesar 0,008 &lt; 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Return On Assets berpengaruh terhadap harga saham. Berdasarkan nilai koefisien beta yang bernilai positif menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki nilai Return On Assets yang besar cenderung akan meningkatkan harga saham. Artinya, nilai Return On Assets meningkat berarti perusahaan mampu menggunakan aset secara produktif sehingga dapat menghasilkan laba yang besar. Semakin besar Return On Assets, maka menunjukkan kinerja didalam perusahaan akan semakin baik karena tingkat pengembalian yang semakin besar sehingga investor tertarik untuk membeli saham yang akan mempengaruhi harga saham. </p>
        <p id="paragraph-f4ee8f388a6fbe20fd7a37b81839a8a0">2<bold id="bold-2356a80f04b6784c984ea5e5c9bd92c8">. </bold><italic id="italic-6c7139f12d912a55899d73d8905a16bf"><bold id="bold-ceaf9f556d1c11abc9e054f5d11b0e4e">Current Ratio </bold></italic><bold id="bold-9bcf4e40115657e687766eecccc6b772">(CR) berpengaruh terhadap harga saham</bold></p>
        <p id="_paragraph-135">Hasil pengujian <italic id="_italic-229">Current Ratio</italic><italic id="_italic-230"><bold id="_bold-240"> (</bold></italic>CR) yang diperoleh dari hasil penelitian adalah 0,002 &lt; 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa <italic id="_italic-231">Current Ratio</italic>berpengaruh terhadap harga saham , sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima. Artinya secara parsial mempengaruhi harga saham. Rasio ini menunjukkan derajat pertanggungan aktiva lancar terhadap kewajiban lancar. Semakin besar rasio aktiva lancar terhadap kewajiban lancar, maka semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendek. Jika perusahaan dianggap mampu untuk melunasi hutang jangka pendeknya, maka perusahaan dalam kondisi baik dan harga saham dapat meningkat karena investor tertarik dengan kesehatan keuangan perusahaan. Current ratio yang terlalu tinggi menunjukkan adanya manajemen likuiditas yang buruk karena kelebihan dana yang dimiliki perusahaan tidak digunakan oleh perusahaan tersebut untuk membayar deviden, utang jangka pendek dan investasi lainnya. Hal ini dapat mencerminkan bahwa perusahaan tidak melakukan manajemen arus kas dan investasi yang baik. Akibatnya, investor menjadi kurang tertarik untuk membeli saham perusahaan tersebut, sehingga jumlah permintaan saham akan mengalami penurunan. </p>
        <p id="paragraph-1f92710f809235bd6e11285285c44c57">3<bold id="bold-23827d07c641e5cc0d966faa619f89ae">. </bold><italic id="italic-2f556bf52ad564e55ec4f20d7c3617b4"><bold id="bold-f24c9cb64b5f3f22a14e47ef360b0bfa">Debt to Equity Ratio </bold></italic><bold id="bold-2e07538e125e7a984ccd88cbb69d7fa8">(DER) berpengaruh terhadap harga saham</bold></p>
        <p id="_paragraph-136">Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui bahwa Debt to Equity Ratio memiliki nilai signifikansi sebesar 0,009 &lt; 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H3 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap harga saham. Berdasarkan nilai koefisien beta yang bernilai positif menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki nilai Debt to Equity Ratio yang besar cenderung akan menurunkan harga saham. Artinya, menandakan bahwa total hutang dari modal sendiri lebih besar dan perusahaan memiliki tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan kewajibannya kepada kreditur. Jika DER memiliki nilai rendah maka akan menambah tingkat kepercayaan investor terhadap perusahaan, yang dapat berakibat meningkatnya minat investor untuk berinvestasi di pasar modal. Semakin tinggi nilai DER, maka semakin rendah harga sahamnya. Semakin tinggi debt equity ratio suatu perusahaan, maka semakin tinggi pula tingkat modal perusahaan yang dibiayai oleh utang, sehingga semakin tinggi risiko gagal bayar yang dihadapi oleh perusahaan tersebut. Hal ini akan mengakibatkan kurangnya kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut, sehingga permintaan saham perusahaan tersebut akan mengalami penurunan. Akibatnya, harga saham perusahaan tersebut juga akan menurun seiring dengan menurunya permintaan pasar terhadap saham tersebut. </p>
        <p id="paragraph-faede2d113dcabd43cf1da2d01de7d87">4<bold id="bold-76e8daebe556cfe1a3cc38429d9d209c">. </bold><italic id="italic-4a3dd4114111df43534284fea28abe95"><bold id="bold-3e434da40754156b491d4b16885281fd">Earning Per Share </bold></italic><bold id="bold-9ef61a33f51b09e01992163b0eee895d">(EPS) mampu memoderasi pengaruh antara <italic id="italic-2">Return On Asset </italic>(ROA) dengan harga saham</bold></p>
        <p id="_paragraph-137">Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa EPS memperkuat berpengaruh positif ROA terhadap Harga Saham. Hal ini karena, ROA dan EPS merupakan metrik keuangan yang sering digunakan oleh investor untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. ROA yang tinggi pada umumnya akan diikuti dengan peningkatan EPS, karena efisiensi dalam penggunaan aset akan mengarah pada peningkatan laba bersih, yang akhirnya tercermin dalam EPS. Jika ROA menunjukkan kinerja operasional yang baik dan EPS mendukung, maka investor lebih yakin akan prospek masa depan perusahaan, yang pada gilirannya dapat memperkuat pengaruh positif ROA terhadap harga saham. Ketika investor melihat bahwa perusahaan tidak hanya efisien dalam mengelola asetnya (ditunjukkan oleh ROA yang tinggi) tetapi juga mampu menghasilkan laba yang signifikan bagi pemegang saham (ditunjukkan oleh EPS yang tinggi), mereka lebih mungkin untuk membeli saham perusahaan tersebut, yang pada akhirnya meningkatkan harga saham.</p>
        <p id="paragraph-5f965be89a20630d68889934d1c2d225">5. <italic id="italic-95d6175c1a41977159904b0cdd23ea96"><bold id="bold-2b25908f8579eb157e1be0a1c23b702c">Earning Per Share </bold></italic><bold id="bold-fd1c38488a772a1f76c7d7fe9ceac1f4">(EPS) mampu memoderasi pengaruh antara </bold><italic id="italic-bf0f76527ce04a3b16307b27376aec58"><bold id="bold-59d118288e4449f61cd7d6425abefa4a">Current Ratio </bold></italic><bold id="bold-fa560aca54eb29ff1bca5ab21395718f">(CR) dengan harga saham</bold> </p>
        <p id="_paragraph-138">Berdasarkan ringkasan hasil pengujian hipotesis di atas menunjukkan bahwa earning per share mampu memoderasi pengaruh current ratio terhadap harga saham. Nilai CR yang tinggi menunjukkan perusahaan dalam kondisi likuid dan perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya sehingga kegiatan operasional perusahaan tidak terganggu dengan utang. Hal tersebut memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Jika CR yang tinggi dikarenakan besarnya keuntungan yang diperoleh, maka akan meningkat pula laba per saham yang diterima oleh para pemegang saham. Hal tersebut akan memberikan sinyal positif bagi para investor untuk membeli saham perusahaan tersebut yang mengakibatkan naiknya harga saham. </p>
        <p id="paragraph-374cdf6b064fc217dfed47ab1be8d5d5">6. <italic id="_italic-239"><bold id="_bold-255">Earning Per Share </bold></italic><bold id="_bold-256">(EPS) mampu memoderasi pengaruh antara </bold><italic id="_italic-240"><bold id="_bold-257">Debt to Equity Ratio </bold></italic><bold id="_bold-258">(DER) dengan harga saham</bold> </p>
        <p id="_paragraph-139">Berdasarkan ringkasan hasil pengujian hipotesis di atas menunjukkan bahwa earning per share mampu memoderasi pengaruh debt to equity ratio terhadap harga saham. Nilai DER yang tinggi menunjukan semakin besar hutang yang harus dibayar perusahaan sehingga dapat menurunkan profitabilitas perusahaan. Dengan begitu maka nilai EPS akan turun karena berkurangnya keuntungan yang diterima oleh pemegang saham. Hal ini dapat menjadi sinyal negatif yang membuat minat para investor menurun sehingga harga saham menurun. Namun DER yang tinggi juga dapat mengindikasikan bahwa perusahaan sedang melakukan ekspansi bisnis sehingga dapat meningkatkan pencapaian laba perusahaan. Dengan begitu laba per saham juga akan meningkat. Hal tersebut dapat menjadi sinyal positif bagi investor sehingga harga saham ikut meningkat. </p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-8">
      <title>Penutup</title>
      <p id="_paragraph-140">Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan pada bagian sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut: Return On Asset (ROA) berpengaruh terhadap harga saham, Current Ratio (CR) berpengaruh terhadap harga saham, Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap harga saham, Earning Per Share (EPS) mampu memoderasi pengaruh antara Return On Asset (ROA) dengan harga saham, Earning Per Share (EPS) mampu memoderasi pengaruh antara Current Ratio (CR) dengan harga saham, Earning Per Share (EPS) mampu memoderasi pengaruh antara Debt to Equity Ratio (DER) dengan harga saham.</p>
      <p id="_paragraph-141">Keterbatasan penelitian dalam penelitian ini adalah Penelitian ini hanya menggunakan 3 variabel Independen , 1 variabel dependen dan 1 variabel moderasi, Penelitian ini hanya mengambil 4 periode saja dari tahun 2020-2023, Penelitian ini hanya menggunakan objek 1 negara yaitu Indonesia dan Hanya menggunakan Perusahaan Otomotif dan Komponen. </p>
      <p id="_paragraph-142">Adapun saran yang dapat diberikan oleh peneliti untuk penelitian dimasa yang akan dating adalah sebagai berikut : Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan menggunakan variabel independen lain yang mungkin mempengaruhi Harga Saham, misalkan: return on equity, net Profit margin, Deviden Price Ratio, Good Corporate Governance, Nilai Perusahaan, dan lain sebagainya. Memperpanjang periode penelitian sehingga dapat melihat kecenderungan yang terjadi dalam jangka panjang sehingga menggambarkan kondisi yang sesungguhnya terjadi. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan objek lebih dari 1 negara. Dapat menggunakan Perusahaan lain agar sampel lebih besar.</p>
      <p id="paragraph-571069deaac9aa74ac734f68e710eaee">
        <bold id="bold-f217bef20ee7b6fc6faf3297e03bf935">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-143">Selain proses yang cukup menguras waktu dan pikiran, penyelesaian dalam penelitian ini tidak lepas dari segala usaha, doa serta dukungan dari banyak pihak. Terima kasih ini ditujukan kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial, Program Studi Manajemen sebagai tempat peneliti menimba ilmu sehingga sebagai modal dalam melakukan penelitian ini. Tidak lupa juga terima kasih pada pihak-pihak yang memberikan dukungan hingga terselesaikannya penelitian ini dengan baik.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-57e0f9ad2606b3c10806150617ff1825"/>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>1844-1871</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Lestari</surname>
              <given-names>Indah Sulistya Dwi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Suryantini</surname>
              <given-names>Ni Putu Santi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>PENGARUH CR, DER, ROA, DAN PER TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN FARMASI DI BEI</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>November</issue>
          <year>2017</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31227/osf.io/6us5g</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>junaidi</surname>
              <given-names>muksan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sulistyo</surname>
              <given-names>Heru</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Harjanto</surname>
              <given-names>Sri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Pengaruh Kebijakan Hutang Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham Dengan Kebijakan Dividen Dan Nilai Perusahaan Sebagai Variabel Mediasi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="book">
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hartono</surname>
              <given-names>Jogiyanto</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Teori Portofolio dan Analisis Investasi (Edisi Sepuluh)</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>71-86</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.46880/jsika.vol5no1.pp71-86</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Simanjuntak</surname>
              <given-names>Wesly A.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pasaribu</surname>
              <given-names>Dompak</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tobing</surname>
              <given-names>Parlindungan M. H.</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>METHOSIKA: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Methodist</source>
          <article-title>Pengaruh Kebijakan Hutang, Kebijakan Dividen, Dan Kebijakan Modal Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>472-482</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.36441/snpk.vol1.2022.77</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Dewi</surname>
              <given-names>Natasha Salamona</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Suwarno</surname>
              <given-names>Agus Endro</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK)</source>
          <article-title>PENGARUH ROA, ROE, EPS DAN DER TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan LQ45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2020)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ariyani</surname>
              <given-names>Liya</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Andini</surname>
              <given-names>Rita</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Santoso</surname>
              <given-names>Edi Budi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>PENGARUH EPS, CR, DER DAN PBV TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN KEBIJAKAN DIVIDEN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2011-2015</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>98-109</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Permatasari</surname>
              <given-names>Lisa</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Dasman</surname>
              <given-names>Sunita</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>PENGARUH NPL ( NON PERFORMING LOAN ) , EPS ( EARNING PER SHARE ) DAN PER ( PRICE EARNINGS RATIO ) TERHADAP HARGA SAHAM BBRI PER-QUARTAL TAHUN 2012 - 2022</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>796-806</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31955/mea.v7i2.3062</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Halim</surname>
              <given-names>Norica</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Angelia</surname>
              <given-names>Angelia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Halim</surname>
              <given-names>Christine</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Putri</surname>
              <given-names>Arie Pratania</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ovami</surname>
              <given-names>Debbi Chyntia</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, &amp; Akuntansi (MEA)</source>
          <article-title>Pengaruh Tingkat Inflasi, Sbi, Debt To Equity Ratio, Current Ratio Terhadap Harga Saham Di Perusahaan Food and Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Idonesia Tahun 2019-2021</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>9</issue>
          <page-range>1-20</page-range>
          <volume>53</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Andrean</surname>
              <given-names>Michael</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Herawati</surname>
              <given-names>Tuban</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.</source>
          <article-title>Pengaruh Likuiditas, Leverage, dan Profitabilitas terhadap Harga Saham pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014 – 2018</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>84</page-range>
          <volume>17</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.47313/oikonomia.v17i2.1244</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Maulani</surname>
              <given-names>Denia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Riani</surname>
              <given-names>Desmy</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Oikonomia: Jurnal Manajemen</source>
          <article-title>Pengaruh Inflasi, Suku Bunga dan Rasio Keuangan terhadap Harga Saham</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>333-345</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.33395/owner.v7i1.1268</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Andriani</surname>
              <given-names>Sri Devi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kusumastuti</surname>
              <given-names>Ratih</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hernando</surname>
              <given-names>Riski</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Owner</source>
          <article-title>Pengaruh Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS) dan Debt To Equity Ratio (DER) Terhadap Harga Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Industri Makanan Olahan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018 – 2020)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>17</issue>
          <page-range>399-405</page-range>
          <volume>75</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ribowo</surname>
              <given-names>Agustian Peno</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Skripsi</source>
          <article-title>PENGARUH PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL KONTROL (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2020)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>22-34</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Machfiroh</surname>
              <given-names>Ines Saraswati</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pyadini</surname>
              <given-names>Anisa Nurhabibah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Riyani</surname>
              <given-names>Ahmad</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>ANALYSIS OF THE EFFECT OF LIQUIDITY, SOLVABILITY AND PROFITABILITY ON STOCK PRICES IN AGRICULTURAL SECTORS LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>816</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2018</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.24843/EJMUNUD.2018.v7.i02.p10</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Lapian</surname>
              <given-names>Yosua</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Dewi</surname>
              <given-names>Sayu Kt Sutrisna</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana</source>
          <article-title>Peran Kebijakan Dividen Dalam Memediasi Pengaruh Profitabilitas Dan Leverage Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>1813-1822</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Manoppo</surname>
              <given-names>Vera Ch. O.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tewal</surname>
              <given-names>Bernhard</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hasan</surname>
              <given-names>Arrazi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>PENGARUH CURRENT RATIO, DER, ROA DAN NPM TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES YANG TERDAFTAR DI BEI (PERIODE 2013-2015)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>93-105</page-range>
          <volume>21</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.37470/1.21.2.150</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Handayani</surname>
              <given-names>Karunia Mei</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Indarti</surname>
              <given-names>Iin</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Listiyowati</surname>
              <given-names>Listiyowati</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ilmiah Aset</source>
          <article-title>Pengaruh Kinerja Keuangan dan Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Intervening pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>73-90</page-range>
          <year>2016</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Nurlia</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Juwari</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <article-title>PENGARUH RETURN ON ASSET, RETURN ON EQUITY, EARNING PER SHARE DAN CURRENT RATIO TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR OTOMOTIF DAN KOMPONEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>01</issue>
          <page-range>25-39</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2024</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.29080/jai.v6i01.241</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rinto</surname>
              <given-names>Muhamd</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Susilowati</surname>
              <given-names>Dwi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Moorcy</surname>
              <given-names>Nadi Hernadi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Akuntansi : Jurnal Akuntansi Integratif</source>
          <article-title>Pengaruh Return On Equity, Earning Per Share Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Harga Saham Syariah</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>01</issue>
          <page-range>278-290</page-range>
          <volume>04</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ristiya</surname>
              <given-names>Rasti</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Suryaningprang</surname>
              <given-names>Andre</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Herlinawati</surname>
              <given-names>Erna</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sudaryo</surname>
              <given-names>Yoyo</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Supiyadi</surname>
              <given-names>Dedi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma)</source>
          <article-title>Pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Harga Saham</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib20">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Pegasus</surname>
              <given-names>Calvin Sukma</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wage</surname>
              <given-names>Sunarto</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Return on Asset, Earning Per Share, Dan Current Ratio Terhadap Harga Saham Periode 2019-Kuartal Kedua Tahun 2023</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib21">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>70-82</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Yuniarti</surname>
              <given-names>Dwi Intan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen (EBISMEN)</source>
          <article-title>Pengaruh Current Ratio, Debt Equity Ratio, Return On Equity Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Farmasi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib22">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>75-86</page-range>
          <volume>19</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wahyuni</surname>
              <given-names>Indri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Susanto</surname>
              <given-names>Aftoni</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Asakdiyah</surname>
              <given-names>Salamatun</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>MBIA</source>
          <article-title>Pengaruh Debt To Equity Ratio, Current Ratio, Return on Equity, dan Net Profit Margin Terhadap Price Earning Ratio Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2014-2017</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib23">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>65-75</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Husna</surname>
              <given-names>Neneng Faridatul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sunandar</surname>
              <given-names>Nanan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Seminar Nasional Ekonomi dan Akuntansi</source>
          <article-title>Pengaruh Current Ratio (Cr), Debt To Equity Ratio (Der) Dan Net Profit Margin (Npm) Terhadap Harga Saham (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Tahun 2016-2020)”</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib24">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>5</issue>
          <page-range>6727-6743</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Fernando</surname>
              <given-names>Daniel Diego</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Zain</surname>
              <given-names>Jenny</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Syaputra</surname>
              <given-names>Oky</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Management Studies and Entrepreneurship Journal</source>
          <article-title>Pengaruh Earning Per Share, Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin Dan Current Ratio Terhadap Harga Saham Perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Di Bei Periode 2017 – 2019</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib25">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
          <publisher-name>Alfabeta</publisher-name>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Sugiyono</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&amp;D.</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib26">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>9</issue>
          <page-range>1689-1699</page-range>
          <volume>53</volume>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Ghozali</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Journal of Chemical Information and Modeling</source>
          <article-title>Metode Penelitian</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib27">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>Malang</publisher-loc>
          <publisher-name>Media Nusa Creative</publisher-name>
          <year>2016</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hermawan</surname>
              <given-names>Sigit dan Amirullah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib28">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
          <publisher-name>Alfabeta</publisher-name>
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Sugiyono</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&amp;D</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib29">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>1-16</page-range>
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Wahidmurni</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <article-title>Pemaparan Metode Penelitian Kuantitatif</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib30">
        <element-citation publication-type="book">
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sekaran</surname>
              <given-names>U.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bogie</surname>
              <given-names>R</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Metode Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib31">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
          <publisher-name>Alfabeta</publisher-name>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Sugiyono</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&amp;D</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib32">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
          <publisher-name>Alfabeta</publisher-name>
          <year>2015</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Sugiyono</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&amp;D</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib33">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>291-300</page-range>
          <volume>18</volume>
          <year>1981</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">https://doi.org/10.2307/3150970</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sharma</surname>
              <given-names>Subhash</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Durand</surname>
              <given-names>Richard M.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Gur-Arie</surname>
              <given-names>Oded</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Journal of Marketing Research</source>
          <article-title>Identification and Analysis of Moderator Variables</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
