<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Taxpayer Compliance Determinants in Digital Tax Administration</article-title>
        <subtitle>Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak dalam Administrasi Pajak Digital</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Luthfiyati </surname>
            <given-names>Indi</given-names>
          </name>
          <email>wiwitbagaskara@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Hariyanto</surname>
            <given-names>Wiwit</given-names>
          </name>
          <email>wiwitbagaskara@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-01-03">
          <day>03</day>
          <month>01</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>11</day><month>11</month><year>2025</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-3">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-10">Tanda-tanda kemajuan ekonomi di Indonesia terlihat dari pertambahan kuantitas perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kehadiran beragam perusahaan, termasuk yang berskala besar dan kecil, memicu persaingan di setiap entitas usaha guna meningkatkan kinerja mereka. Setiap perusahaan mempunyai sasaran yang perlu diwujudkan, baik dalam jangka waktu lama ataupun pendek. Tujuan jangka panjang perusahaan ialah untuk mengoptimalkan nilai perusahaan [1]. Kinerja keuangan suatu perusahaan bisa diukur secara efektif dengan menggunakan rasio profitabilitas [2]. Rasio-rasio keuangan inilah membantu menilai kemampuan dan efisiensi manajemen dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan laba dan mengukur pengembalian yang diperoleh perusahaan pemberi modal. Menciptakan keharmonisan dalam perusahaan tidak hanya melibatkan pengukuran kinerja keuangan tetapi juga mempertimbangkan semua aspek internal dan eksternal bisnis [3].</p>
      <p id="_paragraph-11">Corporate Social Responsibility (CSR), Leverage &amp; Good Corporate Governance (GCG) diterapkan sebagai program untuk mewujudkan keharmonisan dan juga sebagai factor penting bagi perusahaan untuk tumbuh berkembang dalam jangka panjang, memenangkan persaingan bisnis global [4]. Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi pada umumnya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai untuk memenuhi kepentingan para stakeholder. Tujuan dari sebuah perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan dan menjaga kelangsungan kehidupan Perusahaan [5]. Kinerja keuanga merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Penilaian yang tinggi terhadap harga saham berdampak pada peningkatan nilai</p>
      <p id="_paragraph-12">perusahaan dan meningkatkan kepercayaan pasar, bukan hanya terkait dengan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga menyangkut prospek perusahaan di masa mendatang [6][7].</p>
      <p id="_paragraph-13">Mengingat dengan adanya fenomena pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi pada tahun 2019 yang terjadi pada perusahaan makanan dan minuman mengalami penurunan pada quartal pertama, hal ini disebabkan karena adanya perlambatan konsumsi rumah tangga. Apabila konsumsi rumah tangga tidak berjalan</p>
      <p id="_paragraph-14">semestinya, maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Fenomena ini menyebabkan 3 perusahaan sektor barang konsumsi mengalami penurunan laba yaitu pertama, ada Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan mencapai 4,37%, Kedua, Mayora Indah Tbk (MYOR) mengalami penurunan sebesar 0,51%, Ketiga, perusahaan ini yang mengalami penurunan yang sangat besar yaitu Garuda Food Puta Putri Jaya Tbk (GOOD) penurunan ini menyentuh angka 19,9%, penurunan kinerja perusahaan ini sejalan dengan data dari Badan Pusat Statistik [8]. Alasan inilah yang juga mendukung penulis untuk memilih perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman sebagai sektor yang akan diteliti.</p>
      <p id="_paragraph-15">Terdapat beberapa aspek yang mempengaruhi kinerja keuangan, yang pertama adalah Good Corporate Governance. Good Corporate Governance merupakan suatu sistem, proses, dan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara berbagai pihak yang berkepentingan, yaitu hubungan antara pemegang saham, dewan komisaris dan dewan direksi demi tercapainya tujuan organisasi. GCG ditujukan untuk mengatur hubungan tersebut dan memastikan bahwa kesalahan yang terjadi dapat segera diperbaiki serta mencegah adanya kesalahan signifikan dalam strategi korporasi [9]. Atau dapat dikatakan GCG merupakan usaha perusahaan dalam menciptakan suatu pola hubungan yang kontributif antar pemangku kepentingan dalam perusahaan. Hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa Good Corporate Governance berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan [10]. Tetapi berbeda dengan penelitian lain yang mengungkap bahwa Good Corporate Governance tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan [11].</p>
      <p id="_paragraph-16">Aspek kedua yang mempengaruhi fluktuasi nilai perusahaan selanjutnya yakni Leverage. Leverage mencakup pemanfaatan asset serta modal dengan biaya tetap atau yang disebut juga dengan (fixed- cost), dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pengembalian untuk para pemegang saham. Kenaikan kemampuan laba ini diperoleh melalui kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan investasi ataupun perolehan sumber pendanaan, sejalan dengan biaya tetap yang dikeluarkan oleh perusahaan. Dengan menggunakan Leverage, perusahaan berupaya mengoptimalkan pengembalian investasi dengan menggunakan pinjaman ataupun modal hutang, yang diharapkan bisa menciptakan keuntungan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan [12]. Sesuai dengan signaling theory mengatakan pihak yang mengirimkan informasi (pemilik informasi) membagikan isyarat ataupun sinyal dalam wujud data yang mencerminkan keadaan industri dengan harapan membagikan keuntungan kepada pihak penerima. Isyarat tersebut berupa data yang menggambarkan usaha manajemen untuk mewujudkan tujuan pemilik. Data tersebut menandakan pada selaku penanda untuk investor serta pelakon bisnis untuk menolong dalam pengambilan keputusan investasi [13]. Hasil penelitian terdahulu mengungkapan bahwa pengungkapan Leverage mempengaruhi terhadap kinerja keuangan [12]. Tetapi terdapat penelian lain yang mengungkapkan bahwa Leverage tidak mempengaruhi terhadap Kinerja Keuangan [14].</p>
      <p id="_paragraph-17">Aspek ketiga yakni Corporate Social Responsibility (CSR). Corporate social responsibility merupakan suatu konsep atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai rasa tanggungjawab perusahaan terhadap sosial maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada, seperti melakukan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan [15]. Pendekatan untuk pelaporan CSR yang telah berkembang berdasarkan Triple Bottom Line mengungkapkan bahwa TBL adalah laporan yang terdiri dari tiga elemen penting, yaitu pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan dan kesejahteraan sosial [16]. Hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa corporate social responsibility berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan [17]. Tetapi berbeda dengan penelitian lain yang mengungkap bahwa corporate social responsibility tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan [18].</p>
      <p id="_paragraph-18">Untuk mempertahankan kinerja keuangan, profitabilitas adalah salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Di dalam perusahaan, tingkat biaya dan tingkat keuntungan memiliki pengaruh terhadap profitabilitas. Oleh karena itu, perusahaan berupaya agar pengelolaan biaya dilakukan seefisien mungkin agar dapat mencapai laba maksimal, sehingga tingkat profitabilitas perusahaan tetap terjaga dengan baik [19]. Ada beberapa rasio profitabilitas yang dapat megukur kemampuan untuk meghasilkan laba. Rasio yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu Return on Asset (ROA). Rasio ini akan menunjukkan semakin tinggi rasionya maka akan semakin tinggi laba bersih yang dihasilkan. Sesuai dengan teori keagenan, bahwa perusahaan yang mengharapkan laba tinggi maka, akan menyejahterakan pemegang saham. Hal.ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa profitabilitas mampu memoderasi Leverage dan Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan [20]. Akan tetap berbeda dengan penelitan lain yang menyatakan bahwa Profitabilitas tidak mampu memoderasi Leverage terhadap Kinerja Keuangan [19].</p>
      <p id="_paragraph-19">Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh penelitian terdahulu [21]. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu terletak pada variabel bebas dan tahun serta tempat penelitian dimana penelitian terdahulu varibel independennya terdiri Good Corporate Governance &amp; Corporate Social Responsibility [21]. Selain itu teknik analisis yang digunakan pada penelitian terdahulu menggunakan software Eviews [21], sedangkan penelitian saat ini menggunakan statistical program for special science (SPSS).</p>
      <p id="_paragraph-20">Dalam industri food and beverage, penggunaan penelitian menjadi landasan penting dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan. Salah satu tujuan utama dari penelitian tersebut adalah untuk memahami bagaimana faktor-faktor manajerial dan strategis, seperti Good Corporate Governance (GCG), leverage, &amp; Corporate Social Responsibility (CSR), dapat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Hal ini menjadi</p>
      <p id="_paragraph-21">semakin penting mengingat persaingan dalam industri food and beverage yang sangat kompetitif, serta tingginya tuntutan dari konsumen terhadap transparansi, tanggung jawab sosial, dan efisiensi pengelolaan perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-22">Penelitian dilakukan untuk menjawab kebutuhan perusahaan dalam mengelola tata kelola yang baik (GCG), di mana mekanisme pengawasan internal dan eksternal yang efektif diyakini mampu meningkatkan akuntabilitas serta efisiensi operasional. Dalam konteks leverage, penting bagi perusahaan untuk menilai secara tepat struktur modal dan risiko pembiayaan yang dapat memengaruhi stabilitas dan profitabilitas usaha [26]. Sementara itu, CSR menjadi bagian penting dari strategi pemasaran dan hubungan publik perusahaan, yang dalam jangka panjang dapat menciptakan loyalitas konsumen dan citra positif di masyarakat, terutama pada sektor food and beverage yang sangat dipengaruhi oleh persepsi konsumen terhadap kualitas dan etika produksi [22].</p>
      <p id="_paragraph-23">Dengan ini, peneliti tertarik untuk memperkuat kembali variabel yang terdapat dalam penelitian sebelumnya yaitu seperti Good Corporate Governance &amp; Corporate Social Responsibility dan menambhakan Variabel bebas yakni Leverage. Serta terdapat variabel pemoderasi yaitu Profitabilitas untuk melihat apakah terdapat hasil yang memperkuat atau memperlemah variabel independen dan variabel dependennya. Namun penelitian dengan variabel pemoderasi Profitabilitas sebagai variabel pemoderasi masih sangat sedikit, sehingga penelitian ini mencoba menggunakan variabel Profitabilitas sebagai variabel pemoderasi antara Good Corporate Governance, Corporate Social Responsibility &amp; Leverage terhadap Kinerja Keuangan.</p>
      <p id="_paragraph-24">Berdasarkan penjelasan dan uraian yang disebutkan diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Good Corporate Governance, Corporate Social Responsibility &amp; Leverage terhadap Kinerja Keuangan dengan Profitabilitas sebagai variabel moderasi. Penelitian ini dapat dijadikan dasar acuan dan referensi dalam pembahasan kinerja keuangan bagi peneliti selanjutnya dan memberikan wawasan bagaimana pentingnya memahami aspek- aspek yang mampu menghasilkan dampak kinerja keuangan perusahaan agar mampu mempertahankan kepercayaan iklim investasi yang optimal serta keterbukaan perekonomian bagi publik [26]. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan terkait akuntansi manajemen, khususnya mengenai kinerja keuangan serta sebagai bahan kajian untuk penelitian dimasa yang akan datang [19].</p>
      <p id="paragraph-1d71c764ae69629fd5e4dc4b0055a72f">
        <bold id="bold-91612dc2726b6d6cbb952a1746b97ecf">Pengembangan Hipotesis</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-25">Dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG), terlihat jelas betapa pentingnya peran GCG dalam mendukung pencapaian tujuan suatu perusahaan atau lembaga. GCG menjadi landasan utama dalam pengambilan kebijakan dan keputusan di perusahaan atau lembaga, yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan [22]. Penelitian ini sejalan dengan theory keagenan mendorong munculnya konsep GCG dalam pengelolaan kinerja keuangan perusahaan, di mana GCG diharapkan dapat meminimalisir berbagai masalah melalui pengawasan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hal ini didasarkan pada teori agensi, yang menekankan bahwa salah satu cara untuk mengurangi biaya agensi adalah melalui pengawasan efektif oleh dewan komisaris. Efektivitas ini tercapai berkat keahlian dan pengalaman yang dimiliki oleh dewan komisaris [23].</p>
      <p id="_paragraph-26">Penelitian terdahulu menyatakan bahwa Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kinerja keuangan [24]. Hal ini didukung oleh penelitian lain yang memperoleh hasil yakni Good Corporate Governance berpengaruh posisit terhadap kinerja keuangan [25].</p>
      <p id="paragraph-9a6fd2a1008a8ecc8cb2d796c0645126">
        <bold id="bold-f285d843f6b5a4253eb71734a40bdb0e">H1: Good Corporate Governance Berpengaruh Terhadap Kinerja Keuangan.</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-27">Dari perspektif manajemen keuangan, rasio leverage keuangan memiliki implikasi penting dalam mengukur risiko finansial Perusahaan. Semakin besar utang yang dimiliki perusahaan, semakin besar pula pengaruhnya terhadap laba, karena beban bunga akan meningkat. Peningkatan rasio leverage menunjukkan bahwa proporsi penggunaan utang untuk membiayai investasi pada aset juga meningkat, yang berarti risiko keuangan perusahaan semakin tinggi, dan sebaliknya [26]. Secara umum, kreditur lebih memilih rasio utang yang rendah pada perusahaan. Hal ini karena rasio utang yang lebih rendah menunjukkan bahwa pendanaan perusahaan lebih banyak disediakan oleh pemegang saham, sehingga memberikan perlindungan yang lebih besar bagi kreditur terhadap risiko gagal bayar utang [27].</p>
      <p id="_paragraph-28">Penelitian terdahulu menyatakan bahwa leverage berpengaruh secara simultan terhadap kinerja keuangan [28]. Hal ini didukung oleh penelitian lain yang memperoleh hasil yakni leverage berpengaruh terhadap kinerja keuangan [29]. </p>
      <p id="paragraph-7a27e92f8e023d1e7af49b6c1ec15cb1">
        <bold id="_bold-8">H2: Leverage Berpengaruh Terhadap Kinerja Keuangan.</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-29">Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan tanggung jawab moral suatu perusahaan kepada para stakeholdernya, terutama komunitas atau masyarakat di sekitar wilayah kerja dan operasinya. Suatu perusahaan dapat dikatakan bertanggung jawab secara sosial, apabila memiliki visi atas kinerja operasional yang tidak hanya merealisasikan profit, akan tetapi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau lingkungan sekitarnya. Tanggungjawab sosial perusahaan merupakan program yang memberikan nilai tambah bagi semua stakeholder, termasuk meningkatkan kinerja dan nilai tambah perusahaan secara jangka panjang [30]. Hal ini sesuai dengan theory signal yang mengungkapkan bahwa, semakin meningkat atau tingginya Corporate Social Responsibility yang diterapkan maka dapat memberikan sinyal yang baik bagi masyarakat khususnya para investor, dengan hal ini investor akan dapat melihat dan mempertimbangkan keuntungan yang didapatkan perusahaan di masa depan [31].</p>
      <p id="_paragraph-30">Hasil penelitian terdahulu mengungkap bahwa corporate social responsibility berpengaruh terhadap kinerja keuangan [17]. Dan didukung dengan penelitian yang menyatakan bahwa corporate social responsibility berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan [32]. Hal ini sejalan dengan paradigma yang menyatakan bahwa stabilitas dan kemakmuran ekonomi jangka panjang hanya dapat dicapai jika perusahaan melakukan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.</p>
      <p id="paragraph-64fa5a8f27f86713d050603e42aa7b27">
        <bold id="bold-335c796664162b128e6eedcdf0563812">H3: Corporate Social Responsibility Berpengaruh Terhadap Kinerja Keuangan.</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-31">Penerapan Good Corporate Governance dapat mendorong dan memaksa manajemen untuk mengukur dan menilai kinerja perusahaan dalam meraih keuntungan. Menurut teori agensi, manajemen yang bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan sering kali dianggap tidak sepenuhnya dapat dipercaya untuk bertindak demi kepentingan pemegang saham. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan antara manajemen dan pemegang saham, yang dikenal sebagai konflik keagenan [33]. Kepemilikan saham oleh manajer berpotensi mengurangi konflik keagenan dalam perusahaan. Semakin besar kepemilikan saham oleh manajemen, semakin kecil kemungkinan mereka bertindak oportunis demi keuntungan pribadi. Sebaliknya, manajer lebih cenderung membuat keputusan yang selaras dengan kepentingan perusahaan, termasuk mengukur dan menilai kemampuan perusahaan dalam meraih keuntungan untuk memperbaiki citra Perusahaan [34].</p>
      <p id="_paragraph-32">Penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa Profitabilitas mampu memoderasi Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan [33].</p>
      <p id="paragraph-86dface449e690edaba4edaa1897f53d">
        <bold id="bold-1c795628fe805065cc84db9aa3b320fc">H4: Profitabilitas Mampu Memoderasi Good Corporate Governance Terhadap Nilai Kinerja Keuangan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-33">Leverage adalah penggunaan hutang untuk mendanai sebagian aset perusahaan. Penggunaan hutang mempengaruhi perusahaan karena hutang membawa beban biaya tetap. Oleh karena itu, profitabilitas diharapkan dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antara kebijakan hutang dengan nilai Perusahaan [35]. Profitabilitas memainkan peran penting dalam kebijakan hutang, di mana kebijakan tersebut dapat mengoptimalkan nilai Perusahaan. Perusahaan dengan laba tinggi cenderung lebih mengandalkan dana internal karena memiliki sumber dana yang melimpah [36].</p>
      <p id="_paragraph-34">Penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa Profitabilitas mampu memoderasi Leverage terhadap Kinerja Keuangan [36]</p>
      <p id="paragraph-95d6eb535c4e2812a9cfcefd2662ef09">
        <bold id="bold-5d64245afa6a75eeac348164264eeb45">H5: Profitabilitas Mampu Memoderasi Leverage Terhadap Nilai Kinerja Keuangan.</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-35">Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih dari setiap aktivitas yang dilakukan selama periode akuntansi tertentu. Corporate Social Responsibility (CSR) menyatakan bahwa laporan tahunan atau keberlanjutan setiap perusahaan mencerminkan kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. Akibatnya, investor lebih tertarik untuk menanamkan saham mereka dalam aspek-aspek tersebut, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan [37]. Hal ini berdampak positif dalam jangka panjang, terlihat dari peningkatan profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi tingkat profitabilitas, semakin banyak pengungkapan informasi sosial yang dilakukan oleh perusahaan, serta semakin besar pula alokasi dana yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan memastikan keberlanjutan perusahaan [38].</p>
      <p id="_paragraph-36">Penelitian ini senada oleh penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa Profitabilitas mampu memoderasi Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Keuangan [39].</p>
      <p id="_paragraph-37">
        <bold id="_bold-9">H6:</bold>
        <bold id="_bold-10">Profitabilitas</bold>
        <bold id="_bold-11">Mampu</bold>
        <bold id="_bold-12">Memoderasi</bold>
        <bold id="_bold-13">Corporate</bold>
        <bold id="_bold-14">Social</bold>
        <bold id="_bold-15">Responsibility</bold>
        <bold id="_bold-16">Terhadap</bold>
        <bold id="_bold-17">Nilai</bold>
        <bold id="_bold-18">Kinerja</bold>
        <bold id="_bold-19">Keuangan</bold>
      </p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-38"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image1.jpeg"/>
      </fig>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Metode</title>
      <p id="paragraph-0d64f791a61be8e0418fddad5d418551">
        <bold id="bold-89f949caa99ab34a0a284e2a5f4632b0">Jenis dan Objek Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-39">Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif, yang lazim digunakan dalam penelitian untuk mengumpulkan dan menganalisis data numerik. Peneliti menetapkan bahwa fokus utama dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2019-2022. Data sampel diambil dari situs resmi Bursa Efek Indonesia di <ext-link id="_external-link-2" xlink:href="http://www.idx.co.id/">www.idx.co.id</ext-link><ext-link id="_external-link-3" xlink:href="http://www.idx.co.id/">.</ext-link></p>
      <p id="paragraph-8f5848103d07e99c521f7750720b2c52">
        <bold id="bold-b70726514bacd906bb9b0aff6210238e">Jenis dan Sumber Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-40">Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Sumber data yang dipakai berupa data sekunder yang berasal dari laporan keuangan. Teknik pengumpulan data dilakukan secara sekunder melalui dokumentasi perusahaan berdasarkan laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2022, yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia, <ext-link id="_external-link-4" xlink:href="http://www.idx.co.id/">www.idx.co.id</ext-link>.</p>
      <p id="paragraph-077ad3454bdad1eb754fc2c12327e03f">
        <bold id="bold-9f6d730afe0b8e700c87c86f809b0679">Populasi dan Sampel</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-41">Populasi yang digunakan dalam penelitian ini ialah perusahaan manufaktur yang telah tercatat pada website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019-2022, dengan total populasi sebanyak 49 perusahaan. Sampel dipilih berdasarkan standart kriteria tertentu melalui metode pengambilan sampel yaitu <italic id="_italic-134">(purposive sampling)</italic>. Berikut merupakan seleksi kriteria yang digunakan:</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Tabel 1. Pemilihan Kriteria Berdasarkan Pemilihan Sampel</title>
          <p id="_paragraph-44"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-e74c5a700e91670abedc41caf39bbd70">
              <td id="e0c989a94ac11798ccdfe58b52db854d">
                <bold id="_bold-20">No</bold>
              </td>
              <td id="a7a71a75f22ac07bc455f935cb467560">
                <bold id="_bold-21">Kriteria</bold>
              </td>
              <td id="e77298806264a557d662d18d3e9740ac">
                <bold id="_bold-22">Jumlah</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-03700c61efaa75ba169862c438a6f0f4">
              <td id="a2e922a37c8f91b875302dfbe34ef2ff">1</td>
              <td id="a9c09d2c48abac01bebae9553f498079">Perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI selamaperiode 2019 - 2022</td>
              <td id="3572614630c90329425b7aab16ae2526">
                <bold id="_bold-23">49</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7c3f9e5ede3cdef6cae77e0419e0a910">
              <td id="f41f6a17b44696f30d8363288361701b">2</td>
              <td id="1a6a6dabf719ffc8912131a7dae14359">Perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang mempublikasikan laporan keuangantahunan periode 2019 - 2022 secara berturut-turut</td>
              <td id="38167d30aa7d896fbc7221a4d4d1ec81">
                <bold id="_bold-24">(3)</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e6d7effffab36b6dce40bd53c6a53c6d">
              <td id="0779950fb0cc78f99a7fd690b7e623ff">3</td>
              <td id="fbc83b53212c01dd4270e573f5a4a4c1">Perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang menggunakan mata uang rupiah dalam laporan keuangan tahunan</td>
              <td id="a4b0e97776a4d509b22ac66bd0f68891">
                <bold id="_bold-25">(2)</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-75fb25e1a4a03e48282e9dcdf83d0c6d">
              <td id="99ff58504b248c349e755ac32100b15f">4</td>
              <td id="7d01dce9bc24f2bb33390bb2713ca002">Perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang tidak memuat informasi yang berkaitan dengan variabel - variabel yang digunakan dalam penelitian.</td>
              <td id="4c92ffd7b38f4bee6337da667964e88e">
                <bold id="_bold-26">(19)</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e3c26f52a4a34d50246958b8ae9bb1cc">
              <td id="293b5bf375585294284d098a54469acf">5</td>
              <td id="dc7da7e0e9ae5b7081ae33447b431078">Jumlah Perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang sesuai kriteria</td>
              <td id="2d107abd97a131aa5e3450217eb5b277">
                <bold id="_bold-27">25</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1ba9fb5c116beb001a5e0811cd1022fc">
              <td id="cdaf7058918b0f526e1b97536651ff15" colspan="2">
                <bold id="_bold-28">Jumlah</bold>
                <bold id="_bold-29">sampel</bold>
                <bold id="_bold-30">(25X4</bold>
                <bold id="_bold-31">tahun)</bold>
              </td>
              <td id="0e3f2375cb028048eafa3fe10dbe98d8">
                <bold id="_bold-32">100</bold>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-45">Sumber : Bursa Efek Indonesia</p>
      <sec id="sec-4_4">
        <title>Tabel 2<italic id="_italic-136">.</italic></title>
        <table-wrap id="table-figure-9d52dfa91727a4d1f1b17cc65ae4b9cb">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Identifikasi dan Indikator Variabel </title>
            <p id="paragraph-059028c05a244e98c0478ecfdbf22117"/>
          </caption>
          <table id="table-15d57ec60cf5f3d5f1d94f2f37316044">
            <tbody>
              <tr id="table-row-00d649f99d61e53a0f913c277f55b5e2">
                <td id="table-cell-e465397d21d813c15619c8eef12e3237"> Variabel </td>
                <td id="table-cell-090651bcbdf0c7fd6f55c5f1d3b9075b"> Indikator </td>
                <td id="table-cell-e78985c1781ae96f374e553ce0104504"/>
                <td id="table-cell-86bb8ccfbfe5c8b5b72ed9492055fd7c"> Keterangan </td>
                <td id="table-cell-da14a525c4cdd9713b778c2661e35fe1"> Skala </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ba359fa8a139514e950ac58dbda076e6">
                <td id="table-cell-f785f8f1e2fcc73c77598b8cce13418a" rowspan="2"> Good Corporate Governance </td>
                <td id="table-cell-16da5af4d29b14b0b2a2aaf4eb156aa6" rowspan="2"> Dewan Komisaris   Independen = </td>
                <td id="table-cell-f4c718bdb4e93454d112373721351282"> 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑜𝑚𝑖𝑠𝑎𝑟𝑖𝑠 𝐼𝑛 </td>
                <td id="table-cell-4803c99d5f385e6c8916460299171ac2" rowspan="2"> Dewan komisaris independen diproksi dengan   menggunakan proporsi jumlah komisaris independen terhadap total dewan komisaris yang ada di perusahaan. </td>
                <td id="table-cell-a8ee6ff7fc789a2e643538f5eae2fdba" rowspan="2"> Rasio </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f3716967ca16c6ca1034b03a2099b8fa">
                <td id="table-cell-a9c60fb1fc878dfc832c1b2f7f324330"> 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e1f1b45b99481c0ba3de3089e3dff713">
                <td id="table-cell-c48ca09e3c100a22d7ec6e649fae6b9d"> Leverage </td>
                <td id="table-cell-af889310aa395f7d8e2e305cc581def8" colspan="2"> DER = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 </td>
                <td id="table-cell-eaff716c07a1f9045b4df94ac63011d8"> DER (Debt to equity) </td>
                <td id="table-cell-ff92fbbe4886430a9cb413f7f96c1ab8"> Rasio </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-dfef80c272860bf0d9e4fdb747286775">
                <td id="table-cell-dc449ff60549d3f366ba927200ef3a80"> Corporate Social Responsibility </td>
                <td id="table-cell-677113e5f63ce11807e97efd8ec7cc20" colspan="2"> ∑𝑋𝑖𝑗 𝐶𝑆𝑅𝐼𝑗 = 𝑁𝑗 </td>
                <td id="table-cell-69180ff1ad20b23926aac5fa66eb7743"> Xij: Jumlah Item Yang Diungkapkan Nj: Jumlah pengungkapan CSR </td>
                <td id="table-cell-54959f8f470d8db569d2598f528375dc"> Rasio </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9b8b10137545d222d023fdf318dec9a3">
                <td id="table-cell-0d644758442c9d42170b4e0109e79719"> Profitabilitas </td>
                <td id="table-cell-aea77270030c927c404a900c44ceaca8" colspan="2"> ROA = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑆𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡 </td>
                <td id="table-cell-7ec5069948bbfc9e4e6e9259dde8323c"> ROA (Return on asset) </td>
                <td id="table-cell-7cbdbb75c73c58c24fe2ceca01cbfc54"> Rasio </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-33af8aed162099f4c6c0a3f8e1921cc7">
                <td id="table-cell-40684c32f78ca709e83349931781db3c"> Kinerja Keuangan </td>
                <td id="table-cell-4db8b00bd7373a8cde03f10a32a1e21b" colspan="2"> PBV = 𝑃𝑟𝑖𝑐𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒 𝐵𝑜𝑜𝑘 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 𝑝𝑒𝑟𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒 </td>
                <td id="table-cell-ff09e5c6da03039dc868870c93975bec"> PBV: (Price to Book Value) </td>
                <td id="table-cell-385e842b544df2186bcd6598cb57e352"> Rasio </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-47">
          <bold id="_bold-33">Teknik</bold>
          <bold id="_bold-34">Analisis</bold>
          <bold id="_bold-35">Data</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-48">Teknik analisis yang diterapkan dalam Penelitian ini ialah Moderated Regreession Analysis (MRA), sebuah pendekatan yang menggunakan regresi berganda linear untuk menunjukkan adanya interaksi dalam persamaan regresi. Interaksi tersebut terjadi melalui perkalian dua atau lebih variabel bebas, dengan tujuan untuk mengetahui apakah variabel moderasi dapat memperlemah atau memperkuat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Dengan demikian, pendekatan ini memungkinkan pengujian terhadap pengaruh tidak langsung dari variabel independen terhadap variabel dependen melalui variabel moderasi [40]. Keterkaitan antara variabel X dan Y dalam penelitian ini diasosiasikan dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi dan analisis yang dilakukan menggunakan perangkat lunak yaitu SPSS (<italic id="_italic-152">Statistical Product and Service Solution</italic>) [40].</p>
        <p id="_paragraph-49">Dalam upaya untuk memperdalam hasil penelitian, dilakukan beberapa pengujian sebagai berikut :</p>
        <p id="paragraph-553b55ff9af4c26551ece5f669b3108c">
          <bold id="bold-237de57898c3f719c30a6f046d44df2c">Uji Asumsi Klasik</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-50">Tujuan dilakukannya pengujian ini untuk mendapatkan model persamaan regresi yang baik dan mampu memberikan estimasi yang handal dan tidak bias sesuai dengan kaidah BLUE (<italic id="_italic-153">Best</italic><italic id="_italic-154">Linear</italic><italic id="_italic-155">Unbiased</italic><italic id="_italic-156">Estimator</italic>). Menurut Ghozali untuk menentukan ketepatan model perlu dilakukan pengujian atas beberapa asumsi klasik yaitu, uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskodastisitas dan uji autokorelasi.</p>
        <p id="paragraph-4e76889780da1ea2d33221fd429f682f">1. Uji Normalitas</p>
        <p id="_paragraph-51">Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi dalam penelitian ini memiliki residual yang berdistribusi normal atau tidak. Indikator model regresi yang baik adalah memiliki data terdistribusi normal. Distribusi data dapat dikatakan normal apabila nilai signifikansi &gt; 0,05 [41].</p>
        <p id="paragraph-9e5cde1aae080b5581b32e56a1b86172">2. Uji Multikolinearitas</p>
        <p id="_paragraph-52">Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah suatu model regresi penilitian terdapat korelasi antar variabel independen (bebas). Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi korelasi antara variabel independen dan bebas dari gejala multikolinearitas. Nilai yang dipakai untuk menunjukkan adanya gejala multikolinearitas yaitu adalah nilai VIF &lt; 10 dan nilai Tolerance &gt; 0,01 [41].</p>
        <p id="paragraph-c7a0cefba91595f225b0bb7a0647548e">3. Uji Heteroskedastisitas</p>
        <p id="_paragraph-53">Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Data akan dikatakan homoskedastisitas jika pada scatterplot titik-titik hasil pengolahan data antara ZPRED dan SRESID menyebar dibawah maupun diatas titik origin (angka 0) pada sumbu Y dan tidak mempunyai pola yang teratur. Sedangkan data akan dikatakan heteroskedastisitas jika pada scatterplot titik-titiknya mempunyai pola yang teratur baik menyempit, melebar maupun bergelombang [41].</p>
        <p id="paragraph-effb6922d0cb28037f0bcff335e05955">4. Uji Autokorelasi</p>
        <p id="_paragraph-54">Uji autokorelasi adalah hubungan antara residual satu observasi dengan residual observasi lainnya. Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi liner ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya) [41].</p>
        <p id="paragraph-1be52a4160c36a42788d2d67daa2afb5">
          <bold id="bold-dfc83b14335bc8e2cf8bd8665e7b6c08">Uji Hipotesis</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-8559d886a599d4624d7d7eb23affa820">
          <bold id="bold-1">1. </bold>
          <bold id="bold-2">Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t)</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-55">Uji hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel bebas dengan variabel terikatnya secara parsial [42]. Pengujian secara simultan ini dilakukan dengan cara membandingkan antara tingkat signifikansi t dari hasil pengujian dengan nilai signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini [43]. Jika nilai sig probabilitas &lt;0,05 maka H<sub id="_subscript-1">0</sub> diterima. Jika nilai sig probabilitas &gt;0,05 maka H<sub id="_subscript-2">0</sub> ditolak.</p>
        <p id="paragraph-dc96363552944abef675fd93a42effec">
          <bold id="bold-b0d1b16a63cb49dcb9f280f80f4d8e30">2. Moderated Regresion Analysis /MRA</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-56">Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi moderasi (Moderated Regression Analysis/MRA) atau Uji Interaksi dikarenakan terdapat variabel moderating. Uji interaksi atau uji Moderated Regression Analysis (MRA) adalah aplikasi dari regresi linier berganda dimana dalam persamaannya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen). Uji interaksi ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana interaksi variabel Profitabilitas dapat mempengaruhi <italic id="_italic-157">good Corporate Governance, Leverage &amp; Corporte Sosial Responsibility.</italic></p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-57">Data penelitian ini diambil dari laporan tahunan pada laporan keuangan perusahaan yang diolah menggunakan software SPSS, mengambil data pada halaman laporan keuangan pada perusahaan manufaktur <italic id="_italic-158">subsector food and baverage </italic>yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019 - 2022. Dengan pengungkapan Kinerja Perusahaan sebagai variabel dependen, <italic id="_italic-159">Good Corporate Governance, Leverage, Corporate</italic><italic id="_italic-160">Social</italic><italic id="_italic-161">Responsibilty</italic>sebagai variabel independent dan Profitabilitas sebagai variable moderasi. Total Perusahaan yang diobservasi sejumlah 25 perusahaan dan jika dijumlahkan sebanyak 100 data yang di peroleh dari total perusahaan dikalikan 4 tahun.</p>
      <sec id="sec-5_1">
        <title>Hasil</title>
        <p id="_paragraph-58">Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui nilai sebaran data pada sebuah kelompok data berdistribusikan normal atau tidak. Kriteria pengujian normalitas ditunjukkan dengan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Sebaliknya jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka data penelitian tidak berdistribusi secara normal.</p>
        <fig id="figure-panel-e77d33d1ecc3da902fd10e08ae7e5285">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Tabel 3. Hasil Uji Normalitas</title>
            <p id="paragraph-0e740e5d34d469485088c9f1e78cac7c"/>
          </caption>
          <graphic id="graphic-994efb446a6be32b120dfa79c7c70170" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="12671-01.png"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-67">Sumber : Data di olah oleh SPSS</p>
        <p id="_paragraph-68">Hasil dari tabel <italic id="_italic-165">One-Sample</italic><italic id="_italic-166">Kolmogrov-Smirnov</italic><italic id="_italic-167">Test</italic>nilai yang dihasilkan pada asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,146 &gt; 0,05 sehingga bisa disimpulkan bahwa semua variabel independent berdistribusi normal.</p>
        <p id="_paragraph-69">Tujuan dari uji multikolinearitas yaitu untuk mengetahui apakah terdapat interkorelasi (hubungan yang kuat) antar variabel independen. Dilakukan dengan menggunakan metode tolerance dan VIF. Multikolinearitas tidak terjadi jika nilai tolerance lebih besar dari &gt; 0.01 dan nilai VIF lebih kecil dari &lt;10.</p>
        <table-wrap id="table-figure-ea118cfaa28481d1f774b258f4408328">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Tabel 4. Hasil Uji Multikoreliearitas Coefficients<sup id="_superscript-5">a</sup></title>
            <p id="paragraph-0faa4ed796daba3b10ea6c9b13cabc22"/>
          </caption>
          <table id="table-d948a1327b63cd0d236bf6a2375326c6">
            <tbody>
              <tr id="table-row-8c5813c7a65c1bf2de72eca959429dcf">
                <th id="table-cell-83ad90f0cbef5c7398d5fe93a2504941" rowspan="2"> Model </th>
                <th id="table-cell-f75d5b643c6d902a0c4b4caf42a86739" colspan="2"> Unstandardized Coefficients </th>
                <th id="table-cell-196a239a13d6c90f23c02c46f372a596"> Standardized Coefficients </th>
                <th id="table-cell-83b715e08f4c2bde3f80c7eef4f443a5" rowspan="2"> t </th>
                <th id="table-cell-25baf3524b16ef80d18c4c68f0ad52ce" rowspan="2"> Sig. </th>
                <th id="table-cell-b593f85ead1c093437b2f2819390b0c7" colspan="2"> Collinearity Statistics </th>
                <th id="table-cell-9b48169730e175739759092f0f4123bc"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-5b26f23a72996808fcf5d6e9b1faede1">
                <th id="table-cell-2476724b06c6d46cd9810cec4ad7db81"> B </th>
                <th id="table-cell-7c7a5979f8ffba35cef535f5cfabb983"> Std. Error </th>
                <th id="table-cell-f8a815dd656857369682082e23c50af5"> Beta </th>
                <th id="table-cell-c5238a32e477e6561b47cbe3299f05b8"> Tolerance </th>
                <th id="table-cell-5fc5a9f3410f70edaf6acf1ae0210060"> VIF </th>
                <th id="table-cell-42b04d63045c8b4843b115a9205d1c70"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-f7e6926f47438662fa2dee1d4f2bd624">
                <td id="table-cell-59b2b73080126a9b18fc41428d5af836" rowspan="4"> 1 </td>
                <td id="table-cell-e2759fd6f67f0ad285624fde74a0cefc"> (Constant) </td>
                <td id="table-cell-6e54c1c5570e10a27359856f388e206b"> 31525.752 </td>
                <td id="table-cell-a6f78bc6c6c3687676c217ce962a7ed7"> 4767.885 </td>
                <td id="table-cell-863df14b15fd411a22df22821260790f"/>
                <td id="table-cell-2098855dbd08632572bc663f782efab9"> 6.612 </td>
                <td id="table-cell-ecc77815b0985bb18082966d71ec92cf"> .000 </td>
                <td id="table-cell-1cdc6f1adeb07dff9b73a256f39977ee"/>
                <td id="table-cell-8c79be616f487675d6ecc8e36c2f4aff"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-8d0f1bea3756a896acb11e4bcac198d0">
                <td id="table-cell-bdcef240f5ad8fd23b27379999da52dd"> Good Corporate Governance </td>
                <td id="table-cell-3a84c5d5bf907b5a1027227b41bdd81f"> -4.287 </td>
                <td id="table-cell-8c68cd5a81319015a5ba220822a18c20"> 1.279 </td>
                <td id="table-cell-a2c4444072c1771681af96436a26146a"> -.364 </td>
                <td id="table-cell-a1efb6ab95dc8a4d37fed80227734149"> -3.352 </td>
                <td id="table-cell-bb26d795b698dc1b4b4f4223817e5ccc"> .003 </td>
                <td id="table-cell-2fa55c89eaaba8a3e2cfa2a28953a442"> .773 </td>
                <td id="table-cell-2444a305da4c2a1542db1d2520cde90e"> 1.293 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5bf87d108db3e295e25b703452499f21">
                <td id="table-cell-526f8765a03ad574c8dc5acc670a6abe"> Leverage </td>
                <td id="table-cell-36b63ef1a051872045e307d99cb210b4"> .042 </td>
                <td id="table-cell-f3a7fb6dfe3c5a24384e7c8489ef0db8"> .005 </td>
                <td id="table-cell-48c810f6810f2cfdc5a1e6385cac4f3d"> .777 </td>
                <td id="table-cell-c32cecf048adef33f70ca5fa0231ebee"> 7.713 </td>
                <td id="table-cell-5e3f9f596594cc6b1d2aeb0f3c3d1cea"> .000 </td>
                <td id="table-cell-8ab654e06189ac620106f96035a2d0e3"> .896 </td>
                <td id="table-cell-9041945c49dfca65a7b28c6e18df1011"> 1.116 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e64de0f821dd13d25f02232155d21b66">
                <td id="table-cell-c45cffd302c0758c9f3e380b8ff0bd04"> Corporate Sosial Responsiibility </td>
                <td id="table-cell-f01b9f1df193e5aa1587c6d218093359"> -3.999 </td>
                <td id="table-cell-551e8adce7bff2efe02176f5e1bd4087"> 1.883 </td>
                <td id="table-cell-0fd3db36700affc8d73ff202c6f53169"> -.241 </td>
                <td id="table-cell-7adc1ae2a40f63bc15019d6400ab5d89"> -2.124 </td>
                <td id="table-cell-4d3f334b967fb6b038d676f3e17cec3f"> .046 </td>
                <td id="table-cell-d00881ce414fb646918fa3f024b0f2e0"> .705 </td>
                <td id="table-cell-c2a5baf51e47c0056acecf8cd1682308"> 1.418 </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-72">a. Dependent Variable: Kinerja Perusahaan</p>
        <p id="_paragraph-73">Berdasarkan table 4, hasil uji multikolinearitas memiliki nilai tolerance <italic id="_italic-168">Good Corporate Governance </italic>X<sup id="_superscript-6">1</sup> = 0.773, Levarage X<sup id="_superscript-7">2</sup> = 0.896, Corporate Social Responsibility X<sup id="_superscript-8">3</sup> = 0.705 secara simultan lebih besar dari &gt;0,01 dan nilai VIF <italic id="_italic-169">Good Corporate Governance </italic>X<sup id="_superscript-9">1</sup> = 1,293, Levarage X<sup id="_superscript-10">2</sup> = 1,116, Corporate Social Responsibility X<sup id="_superscript-11">3</sup> = 1,408 lebih kecil dari &lt;10. Sehingga bisa disimpulkan bahwa penelitian ini tidak terjadi auto korelasi antar variabel independen dalam model regresi.</p>
        <p id="paragraph-6d12af67917ad8b5a48e04991f7276a5">c<bold id="bold-c2ff4b32ec52e3b9f95767c22fda75a9">. </bold>Uji Heteroskedastisitas</p>
        <p id="_paragraph-74">Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual antara satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Cara mengetahui terdapat atau tidaknya masalah heteroskedastisitas bisa diketahui pada pola scatterplot. Suatu model tidak terjadi heteroskedastisitas jika : Sebaran titik-titik berada diatas dan dibawah atau disekitar angka 0, titik-titik tidak mengumpul hanya dibawah saja atau diatas saja dan sebaran titik-titik tidak berbentuk sebuah pola melebar kemudian menyempit dan melebar kembali.</p>
        <fig id="fig2">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas</title>
            <p id="_paragraph-75"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-76">Hasil dari uji heteroskedastisitas scatterplot diatas adalah titik yang dihasilkan menyebar diatas 0 dan dibawah 0 pada garis Y serta tidak membuat pola tertentu. Maka bisa disimpulkan bahwa hasil uji heteroskedastisitas scatterplot model regresi layak dipakai untuk diteliti.</p>
        <p id="paragraph-45cfa5a5c8a11e72163a5d927d213a61">d. Uji Autokorelasi</p>
        <p id="_paragraph-77">Uji Autokorelasi digunakan untuk mengetahui korelasi antar residu pada suatu pengamatan dengan pengamatan lain dalam model regresi. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi.</p>
        <p id="_paragraph-79"> Model Summary<sup id="_superscript-12">b</sup></p>
        <table-wrap id="tbl5">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title> Tabel 6. Hasil Uji Auto Korelasi</title>
            <p id="_paragraph-80"/>
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-66fc7ebcd0d314cddf489dad0d6478f8">
                <td id="3a6c73cea41e0277df46bce231c24a14">Model</td>
                <td id="070ae32957e65d4419092ddf8317fb8e">R</td>
                <td id="cdcfdb8227f01c74a8e89aba0c3827d9">R Square</td>
                <td id="d8f523dde91e4cfeb4304a70adfa42a9">Adjusted R Square</td>
                <td id="e1aa842942650fde06a99418e447f1ff">Std. Error of the Estimate</td>
                <td id="6084ae072c7f003397aff9e13d25aacf">Durbin-Watson</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d68da0a1c3bfb898503f9939738ff5fc">
                <td id="e5be5b17c3ca053552b7554d266e7e6d">1</td>
                <td id="9988f9eeda1ef4ed6c5d57c81c4b8886">.899<sup id="_superscript-13">a</sup></td>
                <td id="dd120bad6bde2adb715a55cb9767501a">.809</td>
                <td id="05337c9ed3a49f2a852a8c4c78d4269c"> .782</td>
                <td id="778af684a35e4a72a4cba884bd925d13">5316.945</td>
                <td id="0f531265f1ef04c8dc29fb30c96f07b0">2.376</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <list list-type="order" id="list-0a18682501dabd7d5bf177e31b919ae5">
          <list-item>
            <p>Predictors: (Constant), Corporate Sosial Responsiibility, Leverage, Good Corporate</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Dependent Variable: Kinerja Perusahaan</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-82">Pengujian menggunakan metode uji Durbin-Watson memiliki 3 kriteria sebagai berikut :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-ee4bf66e93287264cfe50bd4fbc5fad5">
          <list-item>
            <p>Jika d &lt; dL maka hipotesis ditolak, artinya terdapat autokorelasi</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Jika dU &lt; d &lt; 4-dU maka hipotesis diterima, artinya tidak terdapat auto korelasi</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Jika dL &lt; d &lt; dU atau 4-dU &lt; d &lt; 4-dL artinya tidak ada kesimpulan d = 2.376</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-83">dL = 1.1228</p>
        <p id="_paragraph-84">dU = 1.6540</p>
        <p id="_paragraph-85">4 - dL = 4 - 1,6540= 2,346</p>
        <p id="_paragraph-86">4 - dU = 4 - 1,228 = 2,772</p>
        <p id="_paragraph-87">Dengan hasil yang diperoleh berdasarkan tabel 5 adalah</p>
        <p id="_paragraph-88">dU &lt; d &lt; 4-dU atau 1,6540 &lt; 2,376 &lt; 2,772 yang artinya tidak terjadi autokorelasi.</p>
        <p id="_paragraph-89">Uji Hipotesis</p>
        <p id="paragraph-3c51cda255bc74afbe1ebed0d307e71c">
          <bold id="bold-84e148359ae6bdf780ea19723af5cb06">a. Uji Parsial (Uji t)</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-90">Uji Parsial (T) bertujuan untuk mengetahui pengaruh parsial (sendiri) yang diberikan variabel independent terhadap variabel dependen. Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria sebagai berikut : Jika nilai sig &gt; 0.05 maka tidak ada hubungan antara variabel X dan Variabel Y, Jika nilai sig &lt; 0.05 maka ada hubungan antara variabel X dengan variabel Y.</p>
        <table-wrap id="table-figure-6f379569aa8c3609c2381633434f46d2">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>Tabel9.HasilUJITParsial Coefficients<sup id="_superscript-14">a</sup></title>
            <p id="paragraph-e1ac5b8a5dbaf6100cebc3acdae7bff5"/>
          </caption>
          <table id="table-a53a9edf86885af072f827eea9cc63e6">
            <tbody>
              <tr id="table-row-420011cbc529b5a0e4c73c8ab5a34610">
                <td id="table-cell-75a262aa962d9a2aa35b80b63220e89d" rowspan="2" colspan="2"> Model </td>
                <td id="table-cell-c6ec470671517441b000f739da0593d4" colspan="2"> Unstandardized Coefficients </td>
                <td id="table-cell-0feb1c014affcdec2d507d99ff8d5316"> Standardized Coefficients </td>
                <td id="table-cell-9eb63cd85e5c49f44293ed678641aa61" rowspan="2"> t </td>
                <td id="table-cell-9add6caf819574fc86af48b2ef990039" rowspan="2"> Sig. </td>
                <td id="table-cell-a0538007ace7cc11a63315d9065b1e52" rowspan="2"> Status </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8df126d2489c8fc2553757e827a4d085">
                <td id="table-cell-a681ae79210338ba382c6b73cfa34698"> B </td>
                <td id="table-cell-51b70c6cb77587f57dc8e11bf63741ed"> Std. Error </td>
                <td id="table-cell-4997b628ee4ea622fc6afd7d6fa3e7ee"> Beta </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e8bfac2723731a9b470831eff95f6e5c">
                <td id="table-cell-93b588f916d7b785f9cb53cbac98dc7f" rowspan="4"> 1 </td>
                <td id="table-cell-502667fa0221ad3f11ae43ee3feadf6e"> (Constant) </td>
                <td id="table-cell-f881c0225325867067f3063181f47660"> 31525.752 </td>
                <td id="table-cell-d0cf89c91e515a5bd472fd324d70ba6c"> 4767.885 </td>
                <td id="table-cell-7f213e0528e9ed9b8ba482ba9893c751"/>
                <td id="table-cell-8044649f9f5a9990d92b81db251b942e"> 6.612 </td>
                <td id="table-cell-35269d54357e39e68516cd8b592ebc28"> .000 </td>
                <td id="table-cell-d698b051ede4e14102d005f834695ad8"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-b5f107a90b78ec25e3e04e3c5b9aae23">
                <td id="table-cell-a6d435eac03ad214b716b71cb0720b5d"> Good Corporate Governance </td>
                <td id="table-cell-748c76bb79e43ae400dea02099061313"> -4.287 </td>
                <td id="table-cell-8b99f135f9e4f9278a9c1c0ee592770e"> 1.279 </td>
                <td id="table-cell-fb4bea4e35dd9de625a92b192abbb5e0"> -.364 </td>
                <td id="table-cell-4d87fbe32ded81abb5821f8734a8ac6f"> 3.352 </td>
                <td id="table-cell-6cf1e4bcb43e038733d7ee074aa4a1dd"> .003 </td>
                <td id="table-cell-2009116af5368b0f7f1f4176f84506cc"> H1 diterima </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4995a6c41287edf7ccb254966db266f8">
                <td id="table-cell-793aea314e616ebfea4852026985a385"> Leverage </td>
                <td id="table-cell-04e621265eacfc8d8b2cc9a4022c7f66"> .042 </td>
                <td id="table-cell-c627c7c5dcfe3f71253aa5a6bd59a82f"> .005 </td>
                <td id="table-cell-9e742d4f8049be670d26b4c5db9f35bb"> .777 </td>
                <td id="table-cell-78517511345198ebe5f9fd921e41b688"> 7.713 </td>
                <td id="table-cell-d79af5496fd45abf9ff27ad2c2974b8f"> .000 </td>
                <td id="table-cell-8b3543bb2d3de57dd0df55f0d1009b9f"> H2 diterima </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-af68438f2d83514781b997cf37a96b62">
                <td id="table-cell-8cbbaf4eb2d9eada3caf911420cf463f"> Corporate Sosial Responsiibility </td>
                <td id="table-cell-698ab0529a60e9320832095c251be984"> -3.999 </td>
                <td id="table-cell-0d2cbccc010b5a8f7490cbea221cd9ef"> 1.883 </td>
                <td id="table-cell-adddfb84756a9e9167404172fdcbeea8"> -.241 </td>
                <td id="table-cell-4f3ac7c62c928f66a1d46a05293bdbf2"> 2.124 </td>
                <td id="table-cell-3a7f0ba41ddb5a223beb7681eedf1d30"> .046 </td>
                <td id="table-cell-461effb80f3fdb5be85e256648b77cd3"> H3 diterima </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c3191da87944b37b56e135a39034120a">
                <td id="table-cell-a5b6d5bbfd48bc020d0100263e5e3b2c" colspan="7"> a. Dependent   Variable: Kinerja Perusahaan </td>
                <td id="table-cell-73b6d626efdcd54bd242a8c583561173"/>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <list list-type="order" id="list-bcc8661f5c503a745b9c28dc09797114">
          <list-item>
            <p><italic id="_italic-177">Good corporate governance </italic>mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,003 &lt; 0,05. T Hitung sebesar 3,352 dan T Tabel sebesar 1,983 yang berarti bahwa T Hitung &gt; T Tabel. Hal ini dapat disimpulkan bahwa <italic id="_italic-178">good corporate governance </italic>mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Nilai Perusahaan atau Hipotesis pertama diterima.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p><italic id="_italic-179">Leverage</italic>mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,000 &lt; 0,05. T Hitung sebesar 7,713 dan T Tabel sebesar 1,983 yang berarti bahwa T Hitung &gt; T Tabel. Hal ini dapat disimpulkan bahwa <italic id="_italic-180">leverage </italic>mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Nilai Perusahaan atau Hipotesis kedua diterima.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p><italic id="_italic-181">Corporate Sosial Responsibility </italic>mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,046 &lt; 0,05. T Hitung sebesar 2,124 dan T Tabel sebesar 1,983 yang berarti bahwa T Hitung &gt; T Tabel. Hal ini dapat disimpulkan bahwa <italic id="_italic-182">Corporate Sosial Responsibility </italic>mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Nilai Perusahaan atau Hipotesis ketiga diterima.</p>
          </list-item>
        </list>
        <sec id="sec-5_5_1">
          <title>Moderated Regression Analysis (MRA)</title>
          <table-wrap id="table-figure-a6445cf695658b436b6a2e8a12159896">
            <label>Table 6</label>
            <caption>
              <title>Tabel 10. Hasil Uji Moderated RegressionAnalysis Coefficients<sup id="_superscript-18">a</sup></title>
              <p id="paragraph-bc1862dd11c755d51c94151564dc21f9"/>
            </caption>
            <table id="table-a66d91e803e0f3df64d0f07f00814f93">
              <tbody>
                <tr id="table-row-16a799028628ba748af0b39e0dd6fd0d">
                  <td id="table-cell-861df3162a02d33d9ef6ae53411e745c" rowspan="2" colspan="2"> Model </td>
                  <td id="table-cell-5f5f186f97e626d76b0ca6d3f63f5af7" colspan="2"> Unstandardized Coefficients </td>
                  <td id="table-cell-d3c704fd085a470811d010f911489c00"> Standardized Coefficients </td>
                  <td id="table-cell-cd2d8b22d3f27d117be870d5ef2a8871" rowspan="2"> t </td>
                  <td id="table-cell-a06c8ec8bd474a4b5d26767845884fe6" rowspan="2"> Sig. </td>
                  <td id="table-cell-d6200313b0a3a5f2bf0777a216797efa"> Status </td>
                </tr>
                <tr id="table-row-ede073a6eb8379d9c11625083859aaa8">
                  <td id="table-cell-b3f9eb6301c0142adb699d281c9481c8"> B </td>
                  <td id="table-cell-7d6b769982c1dbb7e087dc61e6e44e99"> Std. Error </td>
                  <td id="table-cell-2d8cd5b116d075034facbc9ed8712c44"> Beta </td>
                  <td id="table-cell-610ca4a5b5fbe4a7dd11aacbed02a486"/>
                </tr>
                <tr id="table-row-0dae701cabf037bdfa047785f1eb0490">
                  <td id="table-cell-1fe159de02dc3f60437e62b1d27584c0"> 1 </td>
                  <td id="table-cell-67673096cfb577ec41cdd59e936e017b"> (Constant) </td>
                  <td id="table-cell-50b85518813cf23729c6ccb316db4678"> 17916.423 </td>
                  <td id="table-cell-370c66011c5659ed489b80e2e93074c1"> 2534.846 </td>
                  <td id="table-cell-237a35f5ca30fb99a8abae2601645df8"/>
                  <td id="table-cell-a6aac63167bb52f5db9a703d21abf137"> 7.068 </td>
                  <td id="table-cell-9702e853eda83ebd18b143b45b927708"> .000 </td>
                  <td id="table-cell-2b2a00573de219cac670f6ed7c887ef5"/>
                </tr>
                <tr id="table-row-9d4c99c4cb7e90631d3b734b63730534">
                  <td id="table-cell-5f59f7f496a7d98713fa3e7ccd884ae6"/>
                  <td id="table-cell-255f7deed18c1644e206c337b3545d3e"> X1Z </td>
                  <td id="table-cell-eded94e54db8a4edd4c36c6ae13fbb51"> -.914 </td>
                  <td id="table-cell-01520e8bc6631b8a7b567220d6aa7bf9"> .332 </td>
                  <td id="table-cell-900d9528e5ca9dd25151f1365a4f09f1"> -.330 </td>
                  <td id="table-cell-9841fd0f830de0582fd330ecb1423a38"> -2.754 </td>
                  <td id="table-cell-84c4d02dfc3cfadbc5fa4af0763abe4f"> .012 </td>
                  <td id="table-cell-ca4a315bd3c9035b0fe6b9adbce588d9"> H4 diterima </td>
                </tr>
                <tr id="table-row-0503a01d6bd6574a9d4df0b935806830">
                  <td id="table-cell-4e0704ba1ccadaa590c0f04a274f347d"/>
                  <td id="table-cell-f42923384733ad163d1655566b72b849"> X2Z </td>
                  <td id="table-cell-5ac230fe93e2d17669824bb53481387c"> .010 </td>
                  <td id="table-cell-bc90059e5715d1b090d45f51f7ebbe28"> .001 </td>
                  <td id="table-cell-371ec3f76b702bddc26377745de03089"> .911 </td>
                  <td id="table-cell-9c3a97e811f339e5a3b12df3477cf49a"> 7.589 </td>
                  <td id="table-cell-ebb2e5ec3e25989e683ae1725b669379"> .000 </td>
                  <td id="table-cell-56c76fcd486948ff21bc3ef3ccdf04e3"> H5 diterima </td>
                </tr>
                <tr id="table-row-6946aefd8009fa77132541fd3717b835">
                  <td id="table-cell-54520312e352bbaddb9365a88d8b607f"/>
                  <td id="table-cell-e69d294b13aabf39070d4aae8ff22f0e"> X3Z </td>
                  <td id="table-cell-6b66483606d63089becf7efe97628149"> .784 </td>
                  <td id="table-cell-45a3a48a52c18c2462074d4835f7aa51"> .368 </td>
                  <td id="table-cell-11d7a4234aa216f75538b7a637d26b29"> .248 </td>
                  <td id="table-cell-f480c711107c0b1906214aee99d7dbd2"> 2.133 </td>
                  <td id="table-cell-b787215cfa8dc95d1e1643efbb31771d"> .045 </td>
                  <td id="table-cell-597870a88c6369a986740245438d7c3b"> H6 diterima </td>
                </tr>
              </tbody>
            </table>
          </table-wrap>
          <p id="_paragraph-95">Dari tabel hasil regresi menunjukkan bahwa nilai koefisien variabel Interaksi X1Z (<italic id="_italic-183">Good</italic><italic id="_italic-184">corporate</italic><italic id="_italic-185">governance x profitabilitas</italic>), X2Z (<italic id="_italic-186">Leverage x profitabilitas</italic>) dan X3Z (<italic id="_italic-187">Corporate sosial responsibility x profitabilitas</italic>) masing masing memiliki nilai t sebesar -2.754, 7.589, 2.133 dan signifikansi sebesar 0.012, 0.000, dan 0.045. Artinya bahwa profitabilitas mampu sebagai moderator pada hubungan pengaruh <italic id="_italic-188">good corporate governance, leverage &amp; corporate sosial responsibility </italic>terhadap kinerja perusahaan.</p>
        </sec>
      </sec>
      <sec id="sec-5_6">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-96">
          <bold id="_bold-40">
            <italic id="_italic-189">Good</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-41">
            <italic id="_italic-190">Corporate</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-42">
            <italic id="_italic-191">Governance</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-43">Terhadap</bold>
          <bold id="_bold-44">Kinerja</bold>
          <bold id="_bold-45">Perusahaan.</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-97">Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa variabel <italic id="_italic-192">Good Corporate Governance </italic>memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,003 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (α = 5%). Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa <bold id="_bold-46">H1 diterima, </bold>yang artinya <italic id="_italic-193">Good Corporate Governance </italic>berpengaruh terhadap Kinerja Perusahaan. Penelitian ini sejalan dengan <italic id="_italic-194">theory </italic>keagenan mendorong munculnya konsep GCG dalam pengelolaan kinerja keuangan perusahaan, di mana GCG diharapkan dapat meminimalisir berbagai masalah melalui pengawasan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hal ini didasarkan pada teori agensi, yang</p>
        <p id="_paragraph-98">menekankan bahwa salah satu cara untuk mengurangi biaya agensi adalah melalui pengawasan efektif oleh dewan komisaris. Efektivitas ini tercapai berkat keahlian dan pengalaman yang dimiliki oleh dewan komisaris</p>
        <p id="_paragraph-99">[23] [22].</p>
        <p id="_paragraph-100">Dengan demikian, hipotesis pada hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyatakan <italic id="_italic-195">Good</italic><italic id="_italic-196">Corporate</italic><italic id="_italic-197">Governance</italic>berpengaruh terhadap Kinerja Perusahaan. Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian lain yang mengungkap bahwa <italic id="_italic-198">Good Corporate Governance </italic>tidak berpengaruh terhadap Kinerja Perusahaan [24] [25].</p>
        <p id="_paragraph-101">
          <bold id="_bold-47">
            <italic id="_italic-199">Leverage</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-48">Terhadap</bold>
          <bold id="_bold-49">Kinerja</bold>
          <bold id="_bold-50">Perusahaan.</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-102">Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa variabel <italic id="_italic-200">Leverage </italic>memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (α = 5%). Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa <bold id="_bold-51">H2 diterima, </bold>yang artinya <italic id="_italic-201">Leverage </italic>berpengaruh terhadap Kinerja Perusahaan. Peningkatan rasio leverage menunjukkan bahwa proporsi penggunaan utang untuk membiayai investasi pada aset juga meningkat, yang berarti risiko keuangan perusahaan semakin tinggi, dan sebaliknya [26]. Secara umum, kreditur lebih memilih rasio utang yang rendah pada perusahaan. Hal ini karena rasio utang yang lebih rendah menunjukkan bahwa pendanaan perusahaan lebih banyak disediakan oleh pemegang saham, sehingga memberikan perlindungan yang lebih besar bagi kreditur terhadap risiko gagal bayar utang [27].</p>
        <p id="_paragraph-103">Dengan demikian, hipotesis pada hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyatakan <italic id="_italic-202">Leverage</italic>berpengaruh terhadap Kinerja Perusahaan. Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian lain yang mengungkap bahwa <italic id="_italic-203">Leverage </italic>tidak berpengaruh terhadap Kinerja Perusahaan [28][29].</p>
        <p id="_paragraph-104">
          <bold id="_bold-52">
            <italic id="_italic-204">Corporate</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-53">
            <italic id="_italic-205">Sosial</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-54">
            <italic id="_italic-206">Responsibility</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-55">Terhadap</bold>
          <bold id="_bold-56">Kinerja</bold>
          <bold id="_bold-57">Perusahaan.</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-105">Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa variabel <italic id="_italic-207">Corporate Sosial Responsibility </italic>memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,036 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (α = 5%). Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa <bold id="_bold-58">H3 diterima, </bold>yang artinya <italic id="_italic-208">Corporate Sosial Responsibility </italic>berpengaruh terhadap Kinerja Perusahaan. Hal ini terjadi karena semakin sering mengungkapkan CSR dalam laporan tahunan maka akan menjadi poin tambah bagi investor untuk menginvestasikan dananya kepada perusahaan yang peduli terhadap lingkungan. Selain itu dengan mengungkapkan CSR juga akan membuat masyarakat beranggapan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan saja melainkan juga peduli terhadap lingkungan sekitar dari perusahaan tersebut [31]. Teori yang mendasari dalam penelitian ini adalah <italic id="_italic-209">theory signal </italic>yang menyatakan bahwa, semakin meningkat atau tingginya <italic id="_italic-210">Corporate Social Responsibility </italic>yang diterapkan maka dapat memberikan sinyal yang baik bagi masyarakat khususnya para investor, dengan hal ini investor akan dapat melihat dan mempertimbangkan keuntungan yang didapatkan perusahaan di masa depan [30].</p>
        <p id="_paragraph-106">Dengan demikian, hipotesis pada hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyatakan <italic id="_italic-211">Corporate Sosial Responsibility </italic>berpengaruh terhadap Kinerja Perusahaan. Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian lain yang mengungkap bahwa <italic id="_italic-212">Corporate Sosial Responsibility </italic>tidak berpengaruh terhadap Kinerja Perusahaan [44][45].</p>
        <p id="_paragraph-107">
          <bold id="_bold-59">Profitabilitas</bold>
          <bold id="_bold-60">Memoderasi</bold>
          <bold id="_bold-61">
            <italic id="_italic-213">Good</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-62">
            <italic id="_italic-214">Corporate</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-63">
            <italic id="_italic-215">Governance</italic>
          </bold>
          <bold id="_bold-64">Terhadap</bold>
          <bold id="_bold-65">Kinerja</bold>
          <bold id="_bold-66">Perusahaan.</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-108">Hasil pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa variabel Profitabilitas memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,012 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (α = 5%). Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa <bold id="_bold-67">H4 diterima, </bold>yang artinya Profitabilitas mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-216">Good Corporate Governance </italic>terhadap Kinerja Perusahaan. Penerapan <italic id="_italic-217">Good</italic><italic id="_italic-218">Corporate</italic><italic id="_italic-219">Governance</italic>dapat mendorong dan memaksa manajemen untuk mengukur dan menilai kinerja perusahaan dalam meraih keuntungan. Menurut teori agensi, manajemen yang bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan sering kali dianggap tidak sepenuhnya dapat dipercaya untuk bertindak demi kepentingan pemegang saham. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan antara manajemen dan pemegang saham, yang dikenal sebagai konflik keagenan [33]. Semakin besar kepemilikan saham oleh manajemen, semakin kecil kemungkinan mereka bertindak oportunis demi keuntungan pribadi. Sebaliknya, manajer lebih cenderung membuat keputusan yang selaras dengan kepentingan perusahaan, termasuk mengukur dan menilai kemampuan perusahaan dalam meraih keuntungan untuk memperbaiki citra Perusahaan [34].</p>
        <p id="_paragraph-109">Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang mengungkap bahwa profitabilitas mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-220">good corporate governance </italic>terhadap kinerja perusahaan [33]. Namun berbeda dengan penelitian lain yang mengungkap bahwa profitabilitas tidak mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-221">good corporate governance </italic>terhadap kinerja perusahaan.</p>
      </sec>
      <sec id="sec-5_7">
        <title>Profitabilitas Memoderasi <italic id="_italic-222">Leverage</italic>Terhadap Kinerja Perusahaan.</title>
        <p id="_paragraph-110">Hasil pengujian hipotesis kelima menunjukkan bahwa variabel Profitabilitas memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (α = 5%). Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa <bold id="_bold-68">H5 diterima,</bold>yang artinya Profitabilitas mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-223">Leverage</italic>terhadap Kinerja Perusahaan. Hal ini disebabkan karena Leverage digunakan untuk mendanai sebagian aset perusahaan. Penggunaan hutang mempengaruhi perusahaan karena hutang membawa beban biaya tetap. Oleh karena itu, profitabilitas diharapkan</p>
        <p id="_paragraph-111">dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antara kebijakan hutang dengan nilai Perusahaan [35]. Profitabilitas memainkan peran penting dalam kebijakan hutang, di mana kebijakan tersebut dapat mengoptimalkan nilai Perusahaan. Perusahaan dengan laba tinggi cenderung lebih mengandalkan dana internal karena memiliki sumber dana yang melimpah [36].</p>
        <p id="_paragraph-112">Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang mengungkap bahwa profitabilitas mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-224">Leverage </italic>terhadap kinerja perusahaan. Namun berbeda dengan penelitian lain yang mengungkap bahwa profitabilitas tidak mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-225">Leverage</italic>terhadap kinerja perusahaan [39]. </p>
        <p id="paragraph-974e0ebd245a7274b15764613d9b063d">
          <bold id="_bold-69">Profitabilitas Memoderasi </bold>
          <italic id="_italic-226">
            <bold id="_bold-70">Corporate Sosial Responsibility </bold>
          </italic>
          <bold id="_bold-71">Terhadap Kinerja Perusahaan.</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-113">Hasil pengujian hipotesis keenam menunjukkan bahwa variabel Profitabilitas memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,045 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (α = 5%). Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa <bold id="_bold-72">H6 diterima, </bold>yang artinya Profitabilitas mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-227">Corporate Sosial Responsibility </italic>terhadap Kinerja Perusahaan. Hal ini disebabkan karena Corporate Social Responsibility (CSR) menyatakan bahwa laporan tahunan atau keberlanjutan setiap perusahaan mencerminkan kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. Akibatnya, investor lebih tertarik untuk menanamkan saham mereka dalam aspek-aspek tersebut, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan [37]. Hal ini berdampak positif dalam jangka panjang, terlihat dari peningkatan profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi tingkat profitabilitas, semakin banyak pengungkapan informasi sosial yang dilakukan oleh perusahaan, serta semakin besar pula alokasi dana yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan memastikan keberlanjutan perusahaan [38].</p>
        <p id="_paragraph-114">Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang mengungkap bahwa profitabilitas mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-228">Corporate Sosial Responsibility </italic>terhadap kinerja perusahaan [39]. Namun berbeda dengan penelitian lain yang mengungkap bahwa profitabilitas tidak mampu memoderasi pengaruh <italic id="_italic-229">Corporate Sosial Responsibility </italic>terhadap kinerja perusahaan.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-115">Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh Good Corporate Governance (GCG), Leverage, dan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja keuangan dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi, dapat disimpulkan sebagai berikut:</p>
      <list list-type="order" id="list-4588ab9e5f2289fd455840abae222294">
        <list-item>
          <p>Good Corporate Governance (GCG) berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan prinsip GCG dalam suatu perusahaan, maka kinerja keuangan perusahaan juga cenderung meningkat.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Leverage berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Leverage yang dikelola secara optimal dapat meningkatkan kinerja keuangan dengan memanfaatkan dana eksternal untuk ekspansi usaha yang menguntungkan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Perusahaan yang menjalankan program CSR dengan baik dapat meningkatkan citra perusahaan, menarik investor, dan pada akhirnya memperbaiki kinerja keuangan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Profitabilitas sebagai variabel moderasi memperkuat hubungan antara GCG, leverage, dan CSR terhadap kinerja keuangan. Semakin tinggi profitabilitas perusahaan, semakin besar dampak positif dari ketiga variabel independen tersebut terhadap kinerja keuangan, karena perusahaan yang lebih menguntungkan memiliki lebih banyak sumber daya untuk menerapkan praktik tata kelola yang baik, mengelola utang dengan lebih efektif, serta meningkatkan kegiatan CSR yang memberikan manfaat jangka panjang.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-7">
      <title>Saran</title>
      <p id="_paragraph-116">Perusahaan sebaiknya terus meningkatkan penerapan prinsip Good Corporate Governance, mengelola leverage secara bijak, dan menjalankan program CSR secara berkelanjutan. Selain itu, penting bagi perusahaan untuk menjaga dan meningkatkan profitabilitas, karena profitabilitas yang tinggi dapat memperkuat pengaruh positif GCG, leverage, dan CSR terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan.</p>
      <p id="paragraph-e6a0f9885f74799e1b21439b20c8cb03">
        <bold id="bold-3c985cc80e478114116f0c717b2f89c2">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-117">Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. Karya tulis ilmiah ini disusun sebagai tugas akhir skipsi sarjana S1 Akuntansi. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :</p>
      <list list-type="order" id="list-a6671d958ee2fb26a1a7ff200b3b6e30">
        <list-item>
          <p>Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan segala sesuatu tanpa batas.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Orang tua dan keluarga yang telah memberikan semangat serta dukungan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Teman-teman seperjuangan yang telah banyak membantu peneliti dalam mempersiapkan penelitian artikel ilmiah ini.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Dan seluruh pihak yang sudah terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam penulisan artikel ilmiahini.Penulis berharap semoga artikel ilmiah ini dapat memberikan banyak pengetahuan dan bermanfaat bagi kita semua.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body><back/></article>
