[1]
M. S. Lutfidha and E. Rosnawati, “Perpetrator Authority and State Losses Differentiate Subsidized Fuel Adulteration Criminal Qualifications: Kewenangan Pelaku dan Kerugian Negara Membedakan Kualifikasi Pidana Pengoplosan BBM Bersubsidi”, ijler, vol. 21, no. 3, p. 10.21070/ijler.v21i3.1718, Jul. 2026.